Berthold Sinaulan

Bandung "Lautan Weekenders"

Sabtu, 05-05-2007 09:23:23 oleh: Berthold Sinaulan
Kanal: Gaya Hidup

Bandung. Sejak lama Kota Bandung memang menjadi tempat wisata yang menyenangkan. Walaupun sebagian kalangan menyatakan bahwa Bandung sekarang sudah semakin macet dan tak lagi sejuk udaranya seperti di masa lalu, tetap saja wisatawan seolah berbondong-bondong datang ke kota itu. Apalagi di saat akhir pekan atau week end kota ini bak lautan weekenders.

Kota yang terletak sekitar 800 meter dari atas permukaan laut itu memang seakan tak pernah habis-habisnya memanjakan wisatawan yang datang ke kota tersebut. Kota itu pernah dijuluki "Kota Kembang", karena di suatu waktu pernah begitu banyaknya bunga yang berkembang di hampir setiap pelosok kota itu. Membuat kota indah mewangi, menyebabkan banyak wisatawan datang untuk berkunjung melihat keindahan tersebut. 

Bandung juga pernah dijuluki "Kota Semangat Asia-Afrika". Di bulan ini 52 tahun yang lalu, tepatnya April 1955, pernah diadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Hasilnya, Dasa Sila Bandung yang menjadi semangat kemerdekaan dan kesetaraan negara-negara Asia-Afrika agar "duduk dan berdiri sama tingginya" dengan negara-negara di belahan lain di dunia.

Saat itu, ratusan bahkan ribuan orang dari berbagai negara di Asia dan Afrika datang ke Bandung. Para anggota delegasi konferensi datang bersama istri dan stafnya. Ratusan wartawan dari mancanegara, hadir pula di Bandung.  

Selain berkonferensi, kegiatan wisata ke berbagai tempat wisata juga digelar. Mulai dari menyaksikan kesenian khas Jawa Barat, termasuk angklungnya, sampai mengunjungi Lembang dan Tangkuban Perahu yang kaya dengan belerangnya.

Limapuluh tahun kemudian, tepatnya 2005, Bandung kembali dihadiri oleh para delegasi mancanegara yang hadir pada peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika. Beberapa saat sebelum itu, untuk mempermudah akses delegasi mancanegara yang ke Bandung, Pemerintah RI membangun jalan tol yang meneruskan jalan tol yang sudah menghubungkan Jakarta - Cikampek. Jalan tol yang diberi nama Cipularang itu, memperpendek jarak tempuh dari Jakarta ke Bandung.  

Bila sebelumnya dari Jakarta ke Bandung lewat Puncak dan Cipanas membutuhkan waktu sekitar 4 jam berkendaraan, sedangkan lewat Cikampek sebelum ada Tol Cipularang memakan waktu sekitar 3 sampai 3,5 jam dengan mobil, maka menggunakan Tol Jakarta - Cikampek lalu berbelok ke kiri masuk ke Tol Cipularang, hanya membutuhkan waktu paling lama 2,5 jam. Bahkan tak jarang untuk mobil-mobil berkapasitas mesin tertentu hanya dengan 2 jam saja dari Jakarta sudah sampai di Bandung.

Kemudahan akses transportasi dengan adanya Tol Cipularang, ditambah lagi dengan makin banyaknya moda angkutan umum darat yang melewati jalan tol itu, membuat orang semakin mudah ke Bandung. Suatu hal yang sedikit banyak membantu memperbanyak jumlah wisatawan yang ke Bandung. Terutama di akhir pekan, mulai dari Jumat sore sampai Minggu petang.  

Terus Berbenah

Namun tentunya bukan kemudahan akses saja yang membuat makin banyak wisatawan datang ke Bandung. Walaupun saat ini cenderung lebih macet dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, keberadaan Jembatan Pasupati yang dibangun untuk mempermudah akses orang ke Bandung setelah melewati Pintu Tol Pasteur, terlihat agak membantu.

Jadi wisatawan dapat menikmati kota Bandung dan sekitarnya dengan lebih mudah. Bila ingin wisata yang "tradisional", telah ada Lembang dengan Observatorium Bosscha-nya, Tangkuban Perahu, Gedung dan Museum Asia-Afrika, Gedung Sate, sampai Saung Angklung Mang Udjo. Jalan Braga yang penuh kenangan di masa lalu, dapat juga menjadi salah satu tujuan wisata bagi mereka yang ke Bandung. 

Selain itu, warga Bandung memang selalu kreatif. Mereka terus berbenah memperbanyak tempat menarik bagi wisatawan. Kerja warga Bandung memang dilakukan oleh individu-individu, namun ketika menyatu, menjadi suatu hal yang membanggakan dan dapat menarik wisatawan datang ke kota itu.

Pada 1990-an, individu-individu di kota itu berlomba-lomba membangun toko-toko busana, khususnya jeans, di sepanjang Jalan Cihampelas. Bangunan-bangunan yang dipercantik eksterior maupun interiornya, menjadi tontonan menarik bagi wisatawan. Ada tokoh dari film terkenal, ada bentuk hewan tiga dimensi, bahkan ada body mobil, dipajang di atas toko-toko jeans itu. 

Bicara soal produk tekstil, Bandung memang sudah terkenal sejak lama. Hal yang tak mengherankan, karena kota itu dekat dengan pabrik-pabrik penghasil tekstil yang jaraknya tak terlalu jauh dari pusat kota Bandung. Agaknya karena itu jugalah, sejak akhir 1990-an, berbagai factory outlet (FO) dan distributor store (distro) bermunculan di Bandung. Bahkan belakangan toko-toko busana sejenis FO dan distro, muncul pula di kota-kota lainnya di Indonesia.

Ada banyak FO dan distro yang terkenal di Bandung. Sebut saja beberapa nama, Heritage, Cascade, China Emporium, Rumah Mode, Mode Plus dan masih banyak lagi. Produk-produk tekstil yang dijual di tempat-tempat itu sungguh beragam dan mampu memenuhi keinginan siapa pun. Mulai dari busana wanita, pria, sampai anak-anak sekali pun. Bak ungkapan dalam Bahasa Inggris, "you name it...", apa pun yang dicari, tersedia di sana. 

Bukan hanya produk tekstil dalam bentuk busana. Aksesoris beragam jenis, tersedia pula. Mulai dari kalung, gelang, jam tangan, sampai dompet, tas, alas kaki, ikat pinggang dan lainnya. Pembeli pun bisa mendapat layanan after sales yang menarik.

Contohnya, bila membeli celana panjang yang ukuran panjang kakinya terlalu panjang, dapat dibantu diperpendek tanpa tambahan biaya apa pun. Bagi yang ingin menghadiahkan barang yang sudah dibeli, dapat pula membeli kertas kado di tempat yang sama, kemudian akan dibantu membungkusnya menjadi bungkusan hadiah yang cantik. Juga tanpa biaya tambahan apa pun. 

Waduh, pokoknya memang asyik berbelanja produk tekstil di Bandung. Apalagi, tak sedikit FO yang menjual produk-produk yang disebut "sisa ekspor". Setidaknya ada dua kualitas yang dikenal, grade A untuk menunjuk produk sisa ekspor yang kualitasnya tanpa cela, tetapi merupakan kelebihan produk yang telah melewati batas jumlah pengiriman untuk ekspor.

Ada juga grade B, yang juga merupakan kualitas ekspor, tapi ada beberapa cacat kecil. Misalnya ada yang jahitannya agak terbuka, warna kancingnya tak begitu mirip, dan sebagainya. Namun namanya barang ekspor, tentu saja kualitas dan gayanya sudah menjadi jaminan. Jadi, tak salah bila banyak juga yang membelinya.  

Makan Enak

Selain FO dan distro, Bandung juga memiliki banyak tempat wisata lainnya. Salah satunya, Bandung juga menjadi tujuan wisata makanan bagi pencinta kuliner. Seorang teman bahkan berceloteh, kalau makan tahu dan juga tempe di Bandung, rasanya pasti lebih enak dan lezat. 

Memilih tempat makan enak di Bandung memang amat mudah. Di banyak tempat, dapat ditemukan tempat makan, mulai dari warung kaki lima, restoran, sampai kafe, yang menyajikan beragam menu lezat. Salah satunya di Paris van Java Mall yang terletak di Jalan Sukajadi 137-139 Bandung. Mengambil nama dari julukan Bandung tempo dulu, "Parjis van Java", di dalam tempat itu terdapat beragam tempat makan yang membangkitkan selera.

Ambil contoh Javana Bistro. Makanan pembuka sour-mint fruits salad, lalu main course seperti honey glazed salmon sampai Javanese roast duck rice dengan nasi kuningnya, dapat menjadi pilihan bagi yang ingin mencobanya. Di tempat itu juga ada free style bento yang dapat dipilih sesuai selera.  

Sementara yang ingin menyantap makanan kaki lima serba ada, bisa menyambangi kawasan Pasir Kaliki. Di situ, dari surabi, mi kocok hingga nasi campur, tersedia di situ. Bila ingin suasana lain, maka bisa menyambangi The Peak dan Kampung Daun yang dulu sempat kesohor.

Sebelum pulang, wisatawan dapat membeli oleh-oleh berupa beragam makanan kering dan basah di kota itu. Ada Karya Umbi di Jalan Cihampelas atau Kartikasari di kawasan Dago yang menawarkan berbagai jajanan kering. Ada juga Brownies Kukus Amanda di Jalan Rancabolang, atau Soes Merdeka di Jalan Merdeka, sampai toko kue yang legendaris Braga Permai yang dulu dikenal dengan nama Maison Bogerijn. Silakan pilih, yang sesuai selera Anda. Selamat berakhir pekan di Bandung. [B-8] 

 

Tulisan ini pernah dimuat di Suara Pembaruan edisi Minggu, 22 April 2007. Foto-foto istimewa, diambil dari berbagai sumber.

Bookmark and Share

Tag/Label bandung, mie kocok, fo, soes merdeka, bosscha, tangkuban perahu, lembang, asia afrika, cipularang
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
4 komentar pada warta ini
Senin, 07-05-2007 01:16:00 oleh: Bagus Y Prayitno

Memang Bandung surganya weekenders Jakarta.Apapun yg dibutuhin para weekenders ada diBandung, mulai dari makanan yg beraneka ragam yg lezat2,tempat nginep, pakaian,hiburan,sampe sandal jepit ada semua di Bandung. Hanya skrg sdh tdk nyaman lg kalo weekend ke Bdg,krn macetnya jalan-jalan diBdg, pd hr Jumat sampe Minggu sore... Wuih rasanya waktu habis dijalan. Masak diJakrta udah biasa macet kok ke Bandung kulakan "macet" lagi.Ini akibat membludaknya weekdr Jkt,apalagi sekarang udah ada tol Cipularang yg mempercepat akses kesana. Juga tata kota Bandung yg kurang bagus,penataan jalan samapi suburnya F.O dan Cafe dilingkungan pemukiman di Bandung menambah sesaknya jalan di akhir Mgg. Saya sendiri skrg jarang ke Bandung,paling2 brp bln sekali, walau mertua saya disana. Soalnya kita mau nyantai keBandung mau jalan2, keburu kena macet. Padahal 5 -6 thn y.l Bandung tdk semacet skrg,masih bisa menikmati makanan Bandung yang uenak2 dengan santai tanpa buru cepet pulang takut macet. Sayang ya, Bandung tambah tahun tambah padat.



Senin, 06-10-2008 15:18:25 oleh: echa

menarik banget
saya harap jika suatu saat saya bisa berkunjung ksna
smga saja smuia fasilitas dan pelayanan yang ada bisa memuaskan perasaan saya
terima kasih......




Sabtu, 22-08-2009 21:22:01 oleh: yudi budiman

bandung very god euy



Selasa, 26-01-2010 09:49:38 oleh: sutar fanani

setiap saya kunjungi web selalu yang di jadikan andalan urusan makan saja, dasar orang indonesia perut saja yang di urus.
saya dari bali ingin tau tempat wisata andalan di bandung itu mana saja, saya ingin mengunjunginya




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY