Banyak orang bertandang ke Hongkong karena tempat ini salah satu surga belanja di Asia. Sementara saya ke sana dengan tujuan sama-sekali berbeda. Ingin menikmati ‘atraksi’ lumba-lumba warna pink. Benar-benar merah muda, semerah muda warna khas Valentine!
Dengan tiket HK$320/orang [HK$1 sekitar Rp 1.250], saya bergabung dengan pelancong lain naik bus turis dari Kowloon ke Pelabuhan Tung Chung di Pulau Lantau melewati jembatan Tsing-Ma. Jembatan terpanjang di Hongkong SAR [Special Administrative Region] of China.
Lalu pindah ke kapal yang berlayar ke arah Chek Lap Kok --bandara yang beroperasi mulai Juli 1998 menggantikan bandara Kai Tak di Kowloon.
Lumba-lumba pinky ini, dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai Chinese White Dolphin, berasal dari spesies Sousa chinensis. Jenis ini merupakan bagian dari Indo-Pacific Hump-backed Dolphin, dengan sebaran spesies dari Afrika Selatan, Australia sampai Asia Tenggara.
Saat muda, mereka berwarna kelabu, tapi menginjak dewasa, warna abu-abu akan digantikan warna pink yang dominan, hingga abu-abunya tinggal spot di sana-sini. Proses ini akan berlangsung terus sampai berubah total jadi warna pink.
Cuma ada satu dari lumba-lumba ini yang warnanya tetap kelabu. Kapten Dai Ming yang menjalankan kapal kami menamainya Ringo.
Dan karena lumba-lumba pink ini bukan bagian dari pertunjukan flipper show seperti di Ocean Park Hongkong atau Gelanggang Samudra Ancol, maka pengunjung harus sabar menanti kedatangannya di atas kapal.
Saya sendiri perlu waktu sekitar 50 menit untuk melihat lumba-lumba pink pertama yang melompat di depan haluan kapal kami. Mereka berenang secara berkelompok di seputar Pearl River Delta, tempat migrasi Sousa chinensis di kawasan perairan Hongkong.
[*artikel dan foto adalah orisinil si penulis. Dimuat sebagian kecil di majalah wanita Chic dalam versi bahasa Indonesia dan www.virtualtourist.com dalam versi bahasa Inggris*]