Hendry Risjawan

Asuransi Jiwa Besar Akuisisi Cara Efektif Tingkatkan Premi

Sabtu, 17-03-2007 09:34:03 oleh: Hendry Risjawan
Kanal: Layanan Publik

Kondisi ekonomi yang kurang baik merembet ke industri asuransi jiwa. Asuransi di kelas jiwa besar rata-rata hanya memperoleh predikat "bagus" pada rating kali ini. Bagaimana mereka berkelit di masa sulit? Apakah mereka yang bermodal besar saja yang menguasai pasar asuransi jiwa? Tb. Rully Ferdian

KONDISI industri asuransi jiwa yang kurang menggembirakan membuat pelaku industri ini perlu bekerja ekstrakeras untuk menjaga momentum pertumbuhan industri pada angka sedikitnya 20% tahun ini. Jika hal itu tidak dilakukan, industri ini hanya akan bertahan seperti yang terjadi selama 2005.

"Rating 130 Asuransi Versi InfoBank 2006" menunjukkan, geliat asuransi jiwa tidak seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Di kelompok sepuluh besar perusahaan asuransi jiwa berpremi bruto Rp500 miliar ke atas saja, hanya sebagian yang memperoleh predikat "sangat bagus." Mereka merupakan pemain utama di industri ini. Premi bruto mereka rata-rata meningkat. AIG Life, misalnya. Tahun 2004, premi bruto asuransi ini tumbuh 6,34%. Sepanjang 2005, premi bruto perusahaan asal Amerika Serikat ini naik signifikan 49,36%. Tidak salah jika AIG Life pantas duduk di peringkat pertama dalam rating asuransi kali ini.

Tak hanya AIG Life yang mengalami peningkatan premi bruto. Asuransi Indolife Pensiontama, yang pada 2004 mengalami penurunan premi bruto, pun mengalami pertumbuhan premi bruto. Tahun 2005, premi brutonya melonjak 61,89%. Peningkatan premi perusahaan asuransi bermodal besar tak lepas dari gencarnya mereka memasarkan produk bancassurance dan unitlink. Produk-produk inilah yang turut membantu pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa. Sekarang, jumlah perusahaan asuransi jiwa yang memiliki produk ini terus meningkat. Pada 2004, perusahaan asuransi yang memiliki produk unitlink baru 17 perusahaan, tapi 2005 meningkat menjadi 21 perusahaan.

Namun, hal itu belum cukup jika tidak dibarengi dengan produktivitas agen. Harus ada sales management, perekrutan yang efektif, dan memperkenalkan produk-produk baru yang akan memberikan kontribusi, tapi tidak menggantikan nilai dari portofolio poduk yang sudah ada.

Yang jelas, banyak cara bisa dilakukan perusahaan asuransi untuk meningkatkan premi, seperti melakukan efisiensi biaya operasional. Hal itu dilakukan dengan melihat pendapatan perusahaan. Misalnya, expense ratio harus di bawah rata-rata industri.

Memiliki modal besar merupakan pijakan utama bagi perusahaan asuransi di kelas besar ini untuk bisa bersaing di lahan sempit. Tak heran jika mereka juga kerap melebarkan sayapnya membuka kantor perwakilan di daerah-daerah. Selain itu, melakukan investasi portofolio di saat tingginya tingkat suku bunga. Bahkan, cara ini dianggap ampuh oleh beberapa perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Menurut Tatang Widjaja, Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Sequislife, perusahaannya berinvestasi terutama di instrumen berpendapatan tetap, yakni obligasi pemerintah sebesar 85%. "Saham dan bonds perusahaan hanya merupakan sebagian kecil dari total portofolio kami. Prinsip kami dalam berinvestasi adalah menjaga stabilitas modal dan melakukan pengawasan penuh terhadap fluktuasi mata uang asing," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR), yang total investasinya pada akhir 2005 sebesar Rp1,5 triliun. Menurut Djonny Wiguna, Presiden Direktur CAR, dana yang diinvestasikan perusahaannya diupayakan agar sesuai dengan produk-produk asuransi yang dikeluarkan. Selain yield yang menarik, perlu juga diperhatikan lamanya investasi. "Atas dasar itulah, kami lebih banyak berinvestasi pada instrumen yang bersifat jangka panjang, seperti obligasi," tambahnya.

Begitu pula dengan Asuransi Indolife Pensiontama. Asuransi ini menginvestasikan dananya ke portofolio yang menghasilkan imbal hasil optimal, tapi tetap aman, seperti obligasi pemerintah dan korporat dengan rating sedikitnya A. Sebagian lagi ke dalam saham, deposito wajib, dan lainnya. Total dana investasi yang dikeluarkan Indolife sebesar 98,7% dari total aset atau 123% dari total cadangan premi.

Cara lain yang cukup jitu adalah akuisisi. Ini merupakan cara yang efektif bagi perusahaan asuransi jiwa berpremi di atas Rp500 miliar untuk meningkatkan premi dan laba, selain melakukan pola bancassurance dan menjual produk unitlink. Contohnya, Manulife dan Sequislife tahun lalu mengakusisi PT Met Life Sejahtera. Perusahaan-perusahaan di kelas ini cukup mampu melakukan itu. Apalagi, mereka memiliki risk basek capital (RBC) jauh di atas rata-rata industri.

 

Tren Industri Menyesuaikan Pemain Besar

KENDATI asuransi jiwa mengalami stagnasi, AIG Life masih mampu mencetak premi. Tahun ini, perusahaan patungan (joint venture) asal Amerika Serikat ini menargetkan pendapatan premi hingga Rp4 triliun atau naik dari Rp3 triliun dari tahun lalu. Hingga kuartal pertama, premi yang diraih perusahaan asuransi ini mencapai Rp800 miliar-Rp900 milar.

"Mudah-mudahan, di kuartal kedua, kami bisa mencapai Rp1,8 triliun," ujar S. Budisuharto, Deputy President Director and Chief Marketing Officer AIG Life, kepada Apriyani Kurniasih dari InfoBank, belum lama ini, di Jakarta.

Apa saja yang dilakukan AIG Life agar targetnya itu tercapai? Kenapa rencana akuisisi yang akan dilakukannya gagal? Berikut petikan wawancara InfoBank dengan pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 20 Desember 1958 ini. Petikannya:

Bisa Anda jelaskan apa yang membuat AIG Life mengalami stagnasi di kuartal pertama?

Di kuartal pertama, kami memang mengalami stagnasi. Artinya, dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu, kami tidak mengalami kenaikan juga penurunan. New business memang agak turun. Renewal naik. Kenapa begitu? Mungkin, karena ada kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang ikut memengaruhi daya beli masyarakat terhadap asuransi.

Selain itu, unitlink sedikit banyak terkena imbas industri mutual fund (reksa dana) yang tahun lalu turun sampai 70%. Tapi, di industri asuransi jiwa, meskipun berjualan unitlink itu tidak semudah tahun lalu-hanya, tahun ini, kami turun drastis juga tidak-setidaknya tidak seperti yang terjadi di industri reksa dana. Di kuartal kedua ini, kami juga sudah mengalami peningkatan dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu. Meskipun, kebetulan, di kuartal kedua masanya agen-agen berlibur atau konferensi di luar negeri, tahun ini, kami sudah antisipasi bahwa agen-agen yang mau memperpanjang liburannya di luar negeri itu mesti kejar setoran dulu. Mudah-mudahan, di kuartal kedua ini, industri (asuransi) juga mengalami hal yang sama. Karena, sebagai pemain besar, biasanya, tren industri itu bagaimana tren kita. Saya melihat yang besar-besar (yang lain) juga sama.

Berapa peningkatan di bancassurance?

Peningkatan di bancassurance untuk unitlink itu bisa ratusan persen dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, dengan ABN-AMRO baru-baru ini, dalam waktu dua bulan, kami sudah mencapai Rp8 miliar. Dari 2004 hingga 2005, unitlink mengalami peningkatan luar biasa, terutama yang dari agen. Sementara, 2005 ke 2006, peningkatan unitlink itu dari sektor bancassurance. Dari agency-nya stagnan. Unitlink kami tumbuh di atas 50%.

Upaya apa saja yang dilakukan AIG Life untuk meningkatkan premi?

Tahun lalu dan tahun ini yang akan kami tingkatkan adalah menambah bank partner kami. Tahun ini, kami sudah dengan ABN-AMRO, kemudian Bank Commonwealth. Sampai akhir tahun akan tambah dua lagi: satu bank lokal, satu bank asing. Agen juga kami tingkatkan. Tahun lalu memang tidak semua agen kami punya license untuk menjual unitlink. Tahun ini, kami harapkan, semua punya license untuk menjual unitlink. Tahun ini, kami juga ekspansi di direct marketing. Memang, kontribusinya tidak signifikan, tetapi itu suatu terobosan baru. Jualannya melalui telepon ke nasabah sendiri. Nasabah yang ada ditawari perlindungan baru yang belum dia ambil.

Group insurance tahun ini mungkin bertumbuh tiga kali lipat. Jadi, group insurance kami all out tahun ini. Targetnya tiga kali lipat tahun lalu karena memang group insurance kami based-nya masih kecil. Kami besarnya itu di individual insurance. Jadi, kalau kami berkembang tiga kali lipat dari based yang kecil itu, rasanya masih mampu. Total group insuirance kami hanya sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar di luar credit life. Kalau dengan itu (credit life), sekitar Rp80 miliar. Kalau dibandingkan dengan total premi Rp3 triliun, tidak ada apa-apanya itu. Di individual insurance sisanya. Total semuanya Rp8,3 triliun.

Ada rencana melakukan akuisisi lagi?

Kalau akuisisi, kalau ada kesempatan, kenapa tidak? Pernah kami mendapat kesempatan, tapi kesempatan ini jatuhnya ke orang lain. Kami memang tidak ditarget untuk mengakuisisi. Tapi, kalau ada kesempatan dan harganya cocok, kenapa tidak? Saat ini memang belum.


Sumber: infoBanknews.com
Bookmark and Share

Tag/Label Tidak ada tag/label untuk artikel ini.
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY