Robertus Baluk Nugroho

Membangkitkan Minat Belajar Anak

Sabtu, 23-05-2009 06:49:41 oleh: Robertus Baluk Nugroho
Kanal: Opini

Membangkitkan Minat Belajar Anak

Menumbuhkan minat belajar anak sebetulnya tidak terlalu sulit. Kenali apa yang disukai dan ajak dia melakukan hal tersebut. Niscaya minat belajarpun meningkat. Kuncinya adalah mengetahui apa yang dapat membuat anak tertarik dan ingin belajar. Bagi anak usia delapan tahun ke bawah, belajar harus berangkat dari minat si anak itu sendiri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah Pena) Indonesia, Dhanang Sasongko, berpendapat bahwa sifat dasar anak adalah senang belajar. Itu bisa terlihat sejak usia dini. Dimulai dari anak belajar berjalan, dia jatuh dan bangkit lagi atas kemauan sendiri. Sayangnya, ketika anak menginjak usia empat tahunan banyak terjadi intervensi orang dewasa, dalam hal ini orang tua. Dengan begitu minat belajar anak sesungguhnya itu menjadi terintervensi. Anak belajar karena kewajiban dan dorongan dari orang tua. “Akhirnya dia menjadi tertekan,” kata Dhanang.
 
Prinsip dasar belajar anak-anak haruslah menyenangkan. Karena dengan belajar menyenangkan akan menumbuhkan sisi emosional yang positif. Dalam proses belajar, anak harus diposisikan sebagai subyek dan bukan obyek. Sebaiknya anak belajar atas inisiatif diri sendiri.
 
Bila dalam proses belajar, si anak menjadi obyek, maka yang banyak melakukan intervensi adalah pendidik. Si anak dijadikan robot dan terlalu banyak diarahkan oleh pendidik. Hasilnya akan membuat anak menjadi malas belajar, belajar menjadi tidak efektif.
 
Dalam sistem belajar, anak harus ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Salah satu caranya, mungkin sebaiknya dalam satu kelas jangan sampai terlalu banyak siswa. Problem yang mungkin terjadi dengan kelas yang terlalu penuh, akan ada anak-anak yang merasa tidak diperhatikan, lalu minat belajarnya menurun.
 
Solusinya, guru dituntut untuk punya kompetensi dengan kondisi-kondisi yang terjadi sekarang ini. Guru perlu memahami bahwa anak didiknya adalah subyek. “Secara psikologis, guru-guru juga harus memahami keanekaragaman minat belajar anak,” ujar Dhanang.
 
Dia menyarankan, dalam proses belajar perlu dikembangkan metode pelajaran tematik yang aplikatif. Ada pembahasan-pembahasan atas sebuah masalah. Misalkan soal banjir, mungkin saja dari pembahasan itu mundul ide-ide yang luar biasa dan cemerlang dari anak. Atau dalam pelajaran mengenai stek tumbuhan, anak-anak bisa diajak untuk mempraktekkan langsung di lapangan.
 
Kalaupun tidak bisa melakukan kegiatan praktek di luar ruang, bisa saja dengan cara menyajikan sejumlah materi tematik dan contohnya via media visual di dalam kelas.
 
Sebagai contoh, Dhanang menunjukkan apa yang sudah dilakukan di sekolah-sekolah alam. Ternyata anak-anak lebih mudah menyerap pelajaran dengan baik dan menyenangkan. “Belajar tidak hanya teori. Teori dibutuhkan dalam rangka mengejar standardisasi kurikulum. Tapi untuk mencapai tujuan-tujuan itu, perlu ada media belajarnya yang menyenangkan bagi anak,” kata Dhanang.
  
Sementara itu, Dian Rianawati , guru sekolah rumah di Perumahan Besoleh Indah (Klaten) mengaku punya trik jitu dalam mengajak anak agar tertarik belajar. Sebelum mulai mengajar, terlebih dulu dia harus mengetahui hal-hal apa saja yang disukai dan tidak disukai muridnya.
 
“Nah, dari situ bila ada anak yang sedang malas belajar, saya mengajak dia melakukan suatu kegiatan yang disukainya,” katanya. Misalnya anak suka menggambar, sebelum mengajak si anak belajar, terlebih dulu dia diajak menggambar beberapa saat. Selanjutnya, setelah mood belajarnya bangkit. Barulah si anak diajak belajar lagi.
 
 
Reward yes, Punishment no
 
Sebisa mungkin orang tua memberikan reward atau penghargaan kepada anak atas berbagai prestasi yang dilakukan. Sebaliknya sedapat  mungkin menghindari bentuk punishment atau hukuman. Sebab, hukuman yang kelewat batas akan membuat harga diri anak down atau turun.
 
“Jenjang pendidikan anak masih jauh dan panjang, hasil sebuah proses belajar tidak bisa diukur oleh satu hari, satu minggu atau satu bulan. Tapi merupakan proses berkelanjutan. Untuk itu orang tua perlu memberikan reward dan dorongan, “ kata Dhanang Sasongko, sekjen Asah Pena Indonesia .
 
Menurut dia, dasar untuk mendorong minat belajar anak, kita perlu meningkatkan rasa percaya diri anak. Sebagai contoh: bila anak mendapat nilai matematika jelek, 4. Orang tua dapat mendorongnya dengan mengatakan: “Oh ya ...(nama putra atau putri) dapat nilai 4 ya... Tidak apa-apa dulu ayah/ibu juga pernah kok dapat nilai 4 tapi setelah mencoba memperbaikinya, ternyata ayah/ibu bisa berhasil dapat angka 8."
 
Seorang anak tidak mungkin dapat menguasai semua mata pelajaran. Mungkin ada anak yang unggul di satu pelajaran lain. Kemudian orang tua justru memberikan anak les di pelajaran yang lemah tadi. Sedangkan pelajaran yang unggul justru dilupakan.
 
Menurut Dhanang, ditinjau dari sudut perkembangan anak, apa yang dilakukan orang tua tadi agak keliru. Kenapa bukan keunggulan si anak tadi yang diasah dan dikembangkan terus? Nah, yang kurang itu hanya sebagai pelengkap.
 
“Jangan sebaliknya, malah yang kurang didorong terus dan dipaksakan sehingga anak menjadi tertekan. Akhirnya, anak menjadi stres dan keunggulannya pun akhirnya hilang,” ujarnya.
 
Mengenai bentuk reward yang kerap diberikan orang tua ketika anaknya berhasil dalam pelajaran sekolah, Dhanang berpendapat, hal itu boleh-boleh saja sejauh dalam rangka menunjang kegiatan belajar si anak.
 
Namun, dia mengigatkan, sebisa mungkin nilainya tidak terlalu mahal dan terkesan wah bagi si anak. Ini dimaksudkan agar anak punya standar keinginan atas reward-nya. “Reward diberikan hanya dalam rangka memotivasi anak,” tegasnya.
 
Hal terpenting adalah memberikan kasih sayang kepada anak. Terkadang anak berbuat baik, orangtua tidak memberikan reward karena hal itu dianggap biasa saja, tapi manakala si anak berbuat tidak baik, maka orang tua memberikan reaksi luar biasa dengan memberikan punishment.
 
Dhanang mengatakan, orang tua harus mengubah paradigma terhadap anaknya. Bahwa anak berbuat baik itu bukanlah hal yang biasa, tapi merupakan suatu hal yang luar biasa.

Bagi orang tua dan pendidik, selamat mencoba....

 

Bookmark and Share

Tag/Label kiat, pendidikan, minat belajar, menumbuhkan minat belajar anak, perkembangan anak
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY