Earth Hour tahun ini akan serentak dilakukan pada tanggal 27 Maret 2010, pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat. Menurut rilis dari WWF, per 4 Maret, sudah ada 1.110 kota dari 92 negara , akan berpartisipasi dalam Earth Hour ini. Nah, apakah pembaca Wikimu mau ikutan?
Belakangan kami ketahui terjadi keributan di belakang urutan sebab jumlah kendaraan yang harus ditanggung panitia melebihi kuota. Nampaknya selain nebeng arak-arakan, mereka juga nebeng dibayari karcis tol. Sementara yang berhak malahan ditolak petugas.
Sederhana Tapi Menarik .... Minggu, 07-03-2010 10:56:54 oleh: Meidy
Ini adalah booth salah satu peserta ECO-Products International Fair 2010 yang diselenggarakan 4 Maret - 7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center.Menurut saya booth ini ditata sederhana tapi menarik. Dihiasi balon-balon 2 warna putih dan hijau... anak-anak yang ikut melihat pameran dengan orang tuanya bisa melihat hasil gambar karya anak-anak lain yang bertemakan seputaran penyelamatan bumi, lingkungan.
Ini adalah booth salah satu peserta ECO-Products International Fair 2010 yang diselenggarakan 4 Maret - 7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center.
Menurut saya booth ini ditata sederhana tapi menarik. Dihiasi balon-balon 2 warna putih dan hijau... anak-anak yang ikut melihat pameran dengan orang tuanya bisa melihat hasil gambar karya anak-anak lain yang bertemakan seputaran penyelamatan bumi, lingkungan.
Beri komentar, penilaian atau lihat foto lainnya...
Makan sambil berbincang, hujan deras mengguyur. Tepat sebelum hujan menjadi sangat deras, datang beberapa pinisepuh berseragam. Para sepuh berseragam ini ternyata dari legion veteran yang berkantor di jalan raden intan (?), dan bernyanyi keroncong, diiringi organ tunggal dan dipandu penyanyi. Wah, ini rupanya yang membuat warung ini menyandang nama gaul.
Bahwa dibalik kegelapan akan muncul terang; Saat malam akan berakhir , itu adalah petanda akan segera muncul terang ; dibalik kesuraman akan hadir keceriaan; begitu juga saat ada kesedihan, akan ada kegembiraan. Bahwa di dalam kehidupan ini akan ada selalu sisi baik dan sisi buruk.
"Sabtu aku mesti pulang... Di pojok-pojok jalan sudah ada yang menunggu kedatanganku. Kalian harus menyiapkan diri. Kalau sudah siap, aku bisa pulang, kalau perlu setengah jam lagi. Tolong cukuran dibawa kemari sebab jenggot dan kumisku sudah panjang"
Hal-hal yang berkaitan dengan masalah peruntungan di setiap pergantian shio selalu menjadi wacana menarik untuk diperbincangkan. Termasuk di dalamnya masalah peruntungan masing-masing shio. Berikut ini saya turunkan artikel mengenai ke dua belas shio ini, salah satunya shio anda tentunya.
Lomba terbuka bagi para peserta didik maupun anggota dewasa yang terdaftar sebagai anggota organisasi kepanduan di negara masing-masing. Tulisan bisa berupa pengalaman dalam aktivitas kepanduan, maupun pengalaman pribadi yang sedikit banyak dilatarbelakangi oleh pendidikan yang diperoleh dalam latihan-latihan kepanduan. Tulisan sedapat mungkin menceritakan bagaimana kepanduan telah berhasil membuat perbedaan ke arah yang lebih positif. Baik bagi diri si penulis maupun bagi keluarga dan masyarakat luas.
Kita harus mencari solusi dan melakukan perubahan secara serempak karena jika terus-terusan begini bencana yang akan menimpa akan semakin besar jika kita tidak melakukan sedikit aksi kecil yang sangat besar dampaknya bagi rakyat banyak yaitu sebuah kampanya yang akan diadakan oleh WWF ( World Wildlife Fund) salah satu organisasi konservasi terbesar di dunia. Aksi tersebut di namakan Earth Hour yang mana mengajak serempak masyarakat dari berbagai kalangan untuk mematikan di seluruh dunia untuk mematikan lampu pada tanggal 27 Maret 2010 pada pukul 20.30 WIB – 21.30 WIB.
Perjalanan ini memang sebuah retret. Bukan retret yang menetap pada suatu tempa seperti yang biasa, tetap retret yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Inilah yang kami namakan Retret Mobile ala Perekat, ujar pak Sonny selaku pendamping kami.
Dan, ternyata memang benar, jika gambar yang saya lihat itu sampul buku saya: Aceh Pungo. Mata saya berpindah ke atasnya, tepat di bawah nama rubrik 'CAS!' saya baca judul resensi "Duta Aceh" di Dunia Wacana. Tulisan "Duta Aceh" (menggunakan dua tanda petik) terlihat lebih hitam dari tulisan di depannya, di Dunia Wacana (tanpa tanda petik). Setelah yakin, saya tanya berapa harganya. Si penjual sambil berucap langsung menunjukkan pada tulisan harga yang tertera di sampul majalah Rp 20 ribu. Saya pun memberikan uang Rp50 ribu. Setelah mendapat kembalian, saya pun pulang.
Entah terhipnotis dengan slogan.. "bila ingin lancar JANGAN banyak bertanya..tapi BAYAR saja"..(hehehe..)..ataukah saya masih merasa bahwa biaya yang dikeluarkan masih belum terlalu banyak ..sehingga saya hanya patuh saja mengikuti birokrasi yang serba biaya ini...^_^.
MAU KIRIM WARTA / FOTO ? Silakan klik ikon kirim di samping, bila Anda hendak kirim warta atau foto. Siapa saja boleh mengirim warta atau foto yang informatif.