Pernahkah kita bertanya, apakah Tuhan itu ada ataukah hanya konsepsi dan persepsi manusia yang memetakan Tuhan dalam alam pikirannya? Ataukah juga timbul pertanyaan siapa sebenarnya Tuhan itu? Sulit untuk memberi jawaban konkrit tentang hal –hal yang menyangkut paham akan Tuhan, karena semua jawaban yang tersedia sangat mencerminkan refleksi manapun dalam budaya serta arti keluasan pun turut berperan.
Dalam buku yang berjudul “tuhan para filsuf dan ilmuwan” yang ditulis oleh Simon Petrus L. Tjahjadi, atau lebih dikenal oleh komunitas Driyarkara sebagai Romo Lili, mencoba untuk membedah pandangan para filsuf dan ilmuwan modern tentang pandangan mereka terhadap Tuhan, dimulai dengan pandangan Descartes dan ditutup dengan A.N. Whitehead.
Pandangan para filsuf tersebut memang tidak membuktikan adanya Allah, namun dalam argumentasi-argumentasi mereka, jelas terlihat bahwa eksistensi Allah dan relasi transendental antara manusia dengan Allah sangat masuk akal.
Para filsuf dan ilmuwan modern tersebut bermaksud untuk mempertanggungjawabkan tentang penerimaan adanya Tuhan itu dalam refleksi rasionalnya, seperti yang diajarkan oleh agama Kristen dan Islam.
Buku ini merefleksikan pandangan mereka, dan sangat membantu umat beragama untuk memahami dalam mempertanggungjawabkan dasar iman kepercayaannya, sebab jikalau iman kepercayaan tidak direfleksikan, maka ada kecenderungan untuk mudah menjadi buta, ngawur dan fanatik yang ngawur.
Di tengah masyarakat yang semakin pluralis, buku ini dapat menjadi jembatan dan menciptakan kemungkinan terjadinya dialog antar paham yang berbeda tentang Tuhan, atau dengan pihak yang tidak mau tahu dan menolak adanya Tuhan.
Penulisan buku ini cukup baik dengan penggunaan bahasa tidak terlalu diawang-awang, cuma ada beberapa koreksi mengenai penggunaan bahasa Yunani yang tidak tercetak betul dalam buku ini. Secara keseluruhan, buku ini cukup bermanfaat, khususnya bagi yang ingin mendalami faham tentang “Tuhan”.