Bagus Y Prayitno

Reog Tak Hanya Tarian Singo Barong

Minggu, 02-12-2007 06:50:29 oleh: Bagus Y Prayitno
Kanal: Iptek

Reog Tak Hanya Tarian Singo Barong

Berita seputar kontroversial Reog yang diakui Malaysia sebagai salah satu asset budayanya yang ditunjukkan di situs mereka mengusik saya untuk menulis artikel seputar Reog. Pada klip tersebut menampilkan Tarian Barong, yang menampilkan sebagian tarian, assesories, atribut dari kesenian Reog yang jelas-jelas berasal Ponorogo. Lalu apa yang membuat para pecinta Reog, Paguyuban Reog, dan Para Warok marah akibat peristiwa tersebut. Karena Reog tidak hanya berfokus pada penampilan Sang Dadak Merak/ Singo Barong yang dibawakan seorang penari,tapi juga tak lepas dari : sejarah, cerita, seni, filsafat , atribut dan ritual Reog.

Sejarah keberadaan Reog sebagai seni mulai muncul ketika pada thn 1400-an ketika itu Dadak Merak dimaksudkan untuk menyindir Raja Brawijaya V, yang lebih terpengaruh oleh permaisurinya. Ini digambarkan pada Dadak Merak (Singo Barong), bahwa Kepala Macan/Singo barong simbolisasi laki-laki diatasnya adalah Burung Merak sebagai simbolisasi wanita, Artinya Lelaki yang dibawah wanita. Konon waktu itu para penari reog sebenarnya adalah sekumpulan pendekar-pendekar (bekas pasukan khusus Majapahit) yang kecewa terhadap junjungannya yang berniat memberontak. Akhirnya diredam oleh para petinggi kerajaan yang sangat berpengaruh dengan dialihkan menjadi suatu bentuk perkumpulan kesenian.

Sebenarnya adanya Singo barong sendiri itu sudah sejak abad 6, pada waktu jaman Hindu Buddha, dan terus mengalami perubahan sesuai perkembangan budaya yang dibawa masing-masing kerajaan jawa kuno waktu itu. Hingga pada saat Bathara katong (salah satu keturunan Brawijaya terakhir) yang beragama Islam turut memberi warna dalam reog.

Pada pertunjukan reog, musik terdiri dari ketuk, kempul, genggam, kenong, ketipung, angklung, dan salompret bergaung menyajikan nada salendro dan pelog. Nada –nada yang dibawakan bernuansakan mistis, apalagi ditambah aroma menyan. Kemudian wajah-wajah sangar berpakaian hitam bertali kolor putih melilit dipinggang, menari sambil berteriak-teriak yang dikenal sebagai Warok, mengitari pertunjukan. Lalu Singo barongpun muncul, penari mengangkat Barongan seberat 40-50 kg dengan digigit, menunjukkan kekuatan supranatural ada pada penarinya.   

Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang : Warok Tua, beberapa Warok Muda, Pembarong (penari singa barong/ dadak merak) dan Penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono.Dan beberapa penari pengiring lainya, sehingga jumlah satu grup antara 20 hingga 30-an orang, Sentral dari sebuah grup Reog adalah adalah Para Warok dan Pembarongnya (penari singo barong/dadak merak)

Menjadi Warok tidaklah gampang, ia harus mampu menjalani penempaan fisik dan bathin. Tingkatan ilmu warok adalah mulai tingkat ilmu kanuragan sampai tingkat ilmu kebathinan. Warok muda biasanya baru menguasai ilmu kanuragan : yakni mengolah kekuatan fisik dengan berbagai laku tertentu seperti silat, pernafasan, puasa dan tirakat .Sebagai tanda ia menjadi warok ia mempunyai senjata andalan berupa tali kolor putih yangbesar (biasa dililitkan dipinggang) yang mempunyai daya kekuatan. Konon jaman dahulu ketika dua warok adu kesaktian dengan saling mencambukkan kolornya ke tubuh lawannya. Barang siapa yang berhasil menjatuhkan lawan dengan kolornya maka dia sebagai pemenang. Padahal tali kolor tersebut jika disabetkan ke batu besar, akan pecah berkeping-keping.

Sedang warok tua, ilmunya sudah mumpuni, artinya  sudah mengolah bathin, sampai pada pengertian tentang filsafat kehidupan, yang sudah tidak mengandalkan kekuatan fisik/ kanuragan. Warok tua lebih arif, bijak dan menjadi tokoh sentral atau “orang tua” didaerahnya masing-masing yang disegani baik oleh penduduk maupun Warok Muda.

Warok sepuh di Ponorogo yang masih hidup saat ini Mbah Wo Kucing di Sumoroto ; Mbah Kamituwo Welut (90), dan Mbah Senen Kakuk (83) , Mbah Petil (85) , dan Mbaj Tobroni (70) Mbah Bikan Gondowiyono (60 thnan), Mbah Legong (60than) yang jarang muncul, seperti Mbah Benjot (70)

Warok sendiri sudah ada sejak jaman Wengker Kuno, sejak keruntuhan kerajaan Medang , muncul kerjaan baruseperti kerajaan Wengker di G. Lawu dan G. Wilis yang didirikan oleh raja Ketut Wijaya yang terkenal hidup sebagai Rahib Buddha, yang mendapat respon dari rakyat pengikutnya. Untuk punggawa dan pengawal kerajaan diambil dari pemuda-pemuda dan para warok atau pendekar-pendekar sakti. Ketika tahun 1035 Kerajaan Wengker kemudian dikuasai oleh Airlangga dan diubah menjadi Kahuripan. Namun para Warok sebagian tetap melanjutkan kehidupannya sucinya, sebagian menjadi penguasa lokal yang dipercaya raja untuk mengendalikan wilayah kerajaan.

Eksistensi Warok berlanjut ketika masa akhir Majapahit thn1450, ketika itu sang prabu Brawijaya V mempercayakan ki Demang Suryongalam (kerabat prabu yang juga pemimpin warok) untuk menjadi penguasa bekas kerajaan Wengker. Dan para warok dihimpun untuk digembleng menjadi perwira tangguh. Momentum inilah, yang sering dikatakan sebagai cikal bakal eksistensi warok tahap kedua.

Para warok lebih eksis lagi setelah Bethara Katong  ( keturunan Raja Brawijaya terakhir yg beraagam Islam, yang hidup keluar dari kerajaan ) mengambil alih kekuasaan Ki Demang Suryangalam. Pada tahun 1486, hutan dibabat atas perintah Bethara Katong. Bukannya tanpa rintangan. Banyak gangguan dari berbagai pihak, termasuk makhluk halus, datang. Namun, karena bantuan warok dan para prajurit Wengker, akhirnya pekerjaan membabat hutan itu lancar. Kemudian satu persatu bangunan dan infrastrukturnya didirikan, maka penduduk pun berdatangan . Setelah menjadi kadipaten Bethara Katong kemudian memboyong permaisurinya, yakni Niken Sulastri. Sedang adiknya, Suromenggolo, tetap di tempatnya yakni di Dusun Ngampel. Oleh Katong, daerah yang baru saja dibangun itu diberi nama Prana Raga. Akhirnya, dikenal dengan nama Ponorogo. Dan memberi kedudukan yang istimewa pada para warok. Katong tahu, warok-warok itu punya kultur Hindu Buddha. Namun mereka sangat dipercaya masyarakatnya. Sementara Katong sendiri beragama Islam. Maka, terjadilah akulturasi budaya yang cantik antara Hindu Buddha dan Islam. Sejak Bethara Katong itulah posisi warok sangat istimewa di kalangan masyarakat.

Demikan panjang perjalanan Kesenian Reog beserta latar belakangnya, hingga jika diaku Malaysia sebagi asset budayanya, pantaslah membuat marah para generasi penerus Reog, pecinta Reog, dan masyarakat Indonesia umumnya.

 

Tulisan ini dihimpun dari berbagai nara sumber, media dsb. Didedikasikan untuk perjuangan pengembangan Reog Ponorogo.

Bookmark and Share

Tag/Label warok, singo barong, tali kolor putih, wengker, ponorogo, bethara katong, suromenggolo, ki demang surongalam
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
51 komentar pada warta ini
Minggu, 02-12-2007 16:20:28 oleh: aloysius weha

Tulisan yang menarik Bung Bagus. Saya vote BERGUNA. Seorang kenalan pernah bercerita, Wo Kucing di Sumoroto juga punya kelebihan dalam pengobatan/penyembuhan. Laki-laki ini katanya sudah tidak "ngumpuli" perempuan selama puluhan tahun. Saya sendiri belum pernah ketemu dengan Wo Kucing, atau kalau nggak salah namanya Kasman Gunopati...???



Minggu, 02-12-2007 17:41:19 oleh: Suhu Tan

Saya tahu di Ponorogo ada Reog dan saya juga sempat nonton langsung pertunjukan Reog. Bahwa reog dengan para waroknya warisan budaya yang sudah menjadi trahnya Ponorogo, ini pun sudah lama kita ketahui. Tapi info detail seperti yang sdr Bagus tampilkan disini - sungguh baru sekarang saya tahu...membuat saya semakin melek tentang Reog Ponorogo.

Saya tidak tahu apakah Malaysia punya badak seperti yang kita punya di Ujung Kulon, kok bisa bisanya 'bermuka badak' mengaku-aku orang punya sebagai miliknya.

Vote Berguna juga sudah saya berikan untuk tulisan yang informatif ini.




Minggu, 02-12-2007 18:10:41 oleh: Bagus Y Prayitno

Bener Bung Aloysius, Mbah Wo Kucing itu juga mbah Kasman Gunopati. Salah satu warok sepuh. Fotonya terpempang diatas. Beliau memng sdh layak disebut "orang tua", krn sdh tidak mengandalkan kanuragan lagi tapi lebih bicara masalah kearifan hidup. Dia menjadi tokoh panutan dan memberikan bantuan pada orang lain, spt pengobatan, konseling dsb.
Thanks bung atas votenya...




Minggu, 02-12-2007 18:14:05 oleh: Bagus Y Prayitno

@ Suhu Tan
Info yang saya sampaikan ini belum detail, masih sekilas. Ya yang penting bisa sedikit bahan referensi buat temen-temen wikimu.
Makasih Suhu atas votenya...




Senin, 03-12-2007 08:09:34 oleh: Yulius Haflan

Hebat, saya suka tulisan Anda, mas bagus. Saya pernah tiga tahun tinggal di ponorogo waktu sma dulu. Ini kesenian emang asli punyanya Indonesia, dan saya paling sebel tau ada klaim malaysia soal reog ini. Tapi klo mas bagus coba gali lagi, sebenarnya ada fakta unik soal kehidupan seks-nya para warok ini. Ternyata mereka ini memelihara geblak (semacam pria bagus) sebagai pengganti istri. Padahal para warok ini sudah pny istri, dan hebatnya lagi para istri ini tidak keberatan. Mungkin mas bagus punya sejumlah referensi soal itu yang bisa di-share disini.



Senin, 03-12-2007 09:28:57 oleh: Bagus Y Prayitno

Benar Mas Yus, bahwa ada sisi lain dari warok tentang kehidupan sexualnya. Yakni adanya Gemblak. Anda mungkin lebih ngerti karena pernah tinggal disana. Saya memang belum turunkan di wikimu ini. Mungkin kedepan saya coba share lagitentang gemblak ini. Thanks mas Yus atas komennya.



Senin, 03-12-2007 12:13:08 oleh: Agung Pranoto Soerodjo

Dear Mas Bagus, Saya Agung Pranoto Soerodjo. Ayah saya orang PONOROGO. Saya senang sekali ada artikel ini. Lalu saya vote berguna terutama bagi kita2 yang berasal dari Ponorogo. Saya sudah lama meninggalkan Indonesia +- 10 tahun saya tinggal di Vietnam.saya rindu informasi kebudayaan Indonesia. Kalau ada informasi yang lain boleh share sama saya ya. Thanks Berat. Regards Agung P Soerodjo



Senin, 03-12-2007 13:05:05 oleh: ukirsari

mas, saya vote berguna :) di saat lagi panas-panasnya urusan malon mengklaim ini-itu, dengan bukti yang lebih sahih soal reog, mestinya mereka berkaca. alangkah memalukannya asal klaim tanpa ada punya kejelasan awal mulanya.
oh ya, ki suromenggolo itu ... one of my ancestors. jadi thanks dua kali yo, mas!




Senin, 03-12-2007 13:48:55 oleh: Bagus Y Prayitno

@ MAs Agung P
Thanks atas votenya. Anda sbg orang Ponorogo di perantauan, tentunya geram dengan klaim Malaysia tsb. Tulisan ini sengaja saya munculkan,jika ada
orang Malaysia baca , biar tahu historisnya Reog. Dengan merubah dan memodifikasi nama, tarian asesories dan lain-lain, ibarat mengadopsi anak dan memberi nama anak tanpa persetujuan orangtuanya.

@ Mbak Ukir/Arie
Yang juga sbg keturunan Ki Suromenggolo,pasti gerah dgn hal tsb. Moga-moga kedepan MALON kapok dan tahu diri atas kemiskinan aset budaya bangsanya.
Kalau mau bersaing didunia Internasional dgn Indonesia jangan deh dengan aset budaya. Gak bakalan menang, soalnya kita punya jutaan aset seni budaya. Juga alamnya yang snagat kaya... Bandingkan Malon,Dua suku asli sana yang besar : Melayu & Dayak.
Thanks mbak atas votenya.....




Senin, 03-12-2007 19:36:19 oleh: Vinnie Vincent

Saya belom pernah nonton Reog... Bagus yah? Saya baru pernah nonton Ramayana, keren banget... Tadinya dikira membosankan... Pasti Reog juga bagus ya?



Senin, 03-12-2007 20:00:01 oleh: Bagus Y Prayitno

@ Vinnie
Coba sekali-kali liat deh, pasti tahu seninya dimana. Mulai dari musiknya, pentatonist,etnis, mistical rythm. Tariannya.
Dari atraksinya akrobatiknya mulai barongan : mengangkat singo barong dengan digigit, coba bayangkan , beratnya 50 an kg.
Biasanya pertunjukan ini di pentas2 budaya, 17 agtsn dll.




Kamis, 06-12-2007 08:11:27 oleh: marno SW

Thank's bung Bagus, saya vote berguna. Tulisan anda bagus sebagus namanya haaaa .... Saya salah satu penggemar reog ponorogo sekaligus salah satu pengurus Paguyuban Reog SINGO WIJOYO, Kp. Makasar Jaktim, saya saluut ternyata masih ada generasi penerus yang tahu sejarah ponorogo khususnya reog ponorogo,namun menurut saya masih kurang detail ceritanya, tapi kalo bagi pembaca pemula bolehlah, mudah2 an tidak salah tafsir atau salah pengartiannya saja bagi para pembaca yang belum tahu benar reog, mudah2 an bung Bagus masih terus mau menulis tentang reog lagi, ok sukses buat bung Bagus. Sekedar info bagi pemula atau penggemar yang merasa orang ponorogo diperantauan khususnya jakarta dan ingin tahu reog ponorogo sebenarnya mudah karena di JABODETABEK terdapat lebih dari 150 grup reog yang resmi terdaftar, dan minimal 1 (satu) tahun sekali diadakan Festival REOG di anjungan TMII. Setelah kejadian kemarin seperti klaim dr Malaysia maka mari kita ambil hikmahnya, siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan leluhur selain kita sendiri, jangan sampai negara lain yang melestarikan dan mengklaim : maka para penggemar, tokoh dan pelaku seni reog mari bersatu dan tingkatkan : WIROGO (gerak tari, koreografi), WIROMO (kreasi musik pengiring), dan WIROSO (penjiwaan), terimakasih........



Kamis, 06-12-2007 08:40:24 oleh: Bagus Y Prayitno

Matur suwun Pak Marno, saking Paguyuban Reog SINGO WIJOYO bersedia mampir dan memberikan komentar pada artikel saya.
Wah dibanding pak Marno, saya mungkin belum apa-apanya tentang pengetahuan Reog. Tulisan saya ini sekedar sumbangsih saya untuk perjuangan Reog, dan prihatin dgn peristiwa klaim Malaysia thd Reog tsb. memang banyak yang belum lengkap dan detail mengenai Reog ini. Saya berusaha mengumpulkan berita dan sejarah dari berbagai sumber. Tapi memang lebih lengkap kalo dari pelaku sendiri seperti Pak Marno ini.

Saya berharap pak Marno bisa menambahi artikel atau berbagi pengalaman seputar Reog Ponorogo ini. Biar rekan-rekan Wikimu bisa lebih tahu lagi.

Atau kalau pak marno bersedia memberikan pengalaman, atau apapun ke saya, yang bisa juga saya publikasikan bisa e-mail ke alamat e-mail saya: bagus_bluesman@yahoo.com
Semoga bermanfaat bagi kita bangsa Indonesia.

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sekali lagi...




Kamis, 06-12-2007 10:37:20 oleh: silvi

wah mas, aku ketinggalan baca.. dulu aku ga ngerti apa sih reog itu? pokoknya tahunya ya suatu kesenian asal ponorogo titik. tapi ternyata seru juga gituh pas tahu. aku vote berguna. Ini penting banget buat para kawula muda... terutama supaya pada memahami dan menjaga aset2 budaya bangsa ini dari rongrongan pihak luar..



Kamis, 06-12-2007 13:57:25 oleh: Bagus Y Prayitno

Makasih Mbak Silvi, mau nge-vote artikelku ini....
Tulisan saya ini semoga bisa buat sedikit referensi buat anda...




Kamis, 06-12-2007 14:11:47 oleh: Silvi Anhar

iya, aku jadi tahu tentang reog, padahal dulu aku takut liat pertunjukkan reog, mungkin krn ada mistis nya itu ya? jadi bawaannya takut aja gituh... tapi sekarang ga lagi..




Kamis, 06-12-2007 16:39:55 oleh: Sapta Aji

dalam perkembangannya reog telah mengalami perkembangan, ada 2 versi :
1. Versi Demang Suryoalam (Asal-usul asli)

2. Versi Kelono Sewandono (Asal-usul rekayasa)




Kamis, 06-12-2007 16:50:04 oleh: Sapta Aji

dalam perkembangannya reog telah mengalami perkembangan, ada 2 versi :
1. Versi Demang Suryoalam (Asal-usul asli)
Reog diciptakan sebagai sindiran dng
penciptanyaki demang suryoalam sebagai
bujangganong dan raja brawijaya sebagai harimau
serta permaisuri sebagai burung merak, serta
penari jathilan diekspresikan sebagai prajurit
yang banci (tanpa ada Kelono sewandono)
2. Versi Kelono Sewandono (Asal-usul rekayasa)
Pengislaman di wengker oleh Bathoro Kathong
dengan merubah alur cerita kisah perjalanan
kelono sewandono dalam mempersunting dewi
songgolangit (dengan menampilkan ciri keislaman
menambahkan tasbih pada paruh burung merak)




Kamis, 06-12-2007 20:35:01 oleh: Bagus Y Prayitno

@ Pak Sapta Aji
Matur suwun sanget Pak, atas tambahannya yang sangat membantu melengkapi artikel saya buat diketahui publik.
Mungkin kedepan bapak bisa memberikan artikel lebih lengkap mengenai Reog dan latar belakangnya.




Jumat, 07-12-2007 11:23:32 oleh: Sapta aji

Terima kasih, jadi begini pak bagus kalau kita bicara masalah reog mungkin kalau diceritakan akan memakan waktu yang lama " semlam suntuk", karena sejak lahirnya reog ini sdh mengandung beberapa unsur (betapa kreatif dan pandainya seorang pujangga
pada jaman dahulu menciptakan sebuah karya seni dengan memdukan unsur : poleksosbud)

1. Politik
Ki Suryoalam sebgai penasehat raja brawijaya mampu melihat ketidakberesan kedaulatan seorang raja yang sdh kehilangan kewibawaannya dan tidak mau lagi mendengar nasehat2 krn diatur oleh permaisurinya yang cantik jelita, dng begitu suryoalam menciptkn reog dng mensosokan dirinya menjadi bujangganong yang berhidung pjang artinya peka terhadap situasi dan kerajaan,mata melotot artinya dapat melihat masa depan kerajaan, dan apabila raja marah dia selalu melucu,sedang bila raja salah dia selalu memberi nasehat,dengan sorak sorai penonton yang menggambarkan raja telah diolok-olok oleh rakyatnya yang sengsara akibat ulahnya. ini semua dapat kita saksikan pada pertunjukkan reog, dan ini mungkin dpt sbg koco benggolo bagi bangsa kita yang sdh tdk lagi mendengar nasehat2 serta hanya mementingkan diri sendiri sehingga ambruknya hanya tinggal menunggu waktu saja, pada saat itu reog tdk hanya sprti sekarang hanya sekedar pertunjukkan (show exibithion) saja yg dijual murah, akan tetapi menunjukkan ilmu kanuragan yang telah diperoleh seorang warok selama berguru maka tak heran jika reog jmn dulu ada yang bobotnya 100 kg.

nuwun sewu pak bagus, saya mohon komentar rumiyin sebelum kita melangkah jauh.




Jumat, 07-12-2007 11:36:34 oleh: Bagus Y Prayitno

Wah.. lagi-lagi matursuwun Pak Sapta atas tambahan opininya yang berisi filosofi daripada Reog sendiri.

Memang budaya Jawa jika ingin menyampaikan sesuatu harus dengan perlambang, (jawa=sanepan). Apalagi ingin menyindir rajanya. Karena sebenarnya orang Jawa tsb tdk bisa dikalahkan secara frontal. atau langsung. harus dgn cara halus.
Lihat saja pasukan mongol yang sangat kuat, tidak bisa menaklukkan tanah Jawa, karena ingin beradu fisik. Tapi justru Belanda yang negaranya sangat kecil, bisa menaklukkan jawa krn mengadu domba, (tahu kelemajhan org jawa).

Nah hendaknya sejarah, filsafat bisa buat referensi kita untuk menlihat /kaca benggala akan diri bangsa kita sebenarnya.
Mengapa bangsa kita bisa besar, lalu mengapa bangsa ini bisa kecil dan dilecehkan sama negara kecil sekalipun...
Banyak yang kita petik dari pelajaran masalalu.

Buat pak Sapta, saya pribadi ingin mendapatkan informasi, wejangan atau saran2 buta masukan saya sebagai pecinta buadaya timur , khususnya budaya Jawa...
Bisa di e-mail ke saya (atau chat a.n email saya) atau bida kunjungi blog saya di profil saya diatas.





Jumat, 07-12-2007 12:30:50 oleh: RIYAN AGUNG K

akhirnya ada generasi muda , yg bisa meneruskan dan memerhatikan budaya bangsa ....
kayaknya kita seumuran tapi analisa dan kewaskitaan anda lebih sepuh .....
maju terus bung




Jumat, 07-12-2007 12:34:48 oleh: Bagus Y Prayitno

Ah.. mas Riyan.. saya ini cuman pemerhati budaya..
Siapa lagi yang peduli budaya sendiri kalau bukan kita...
Anak-anak sekarang kurang tahu banyak budaya sendiri, giliran sudah tau dicaplok negara lain (bahwa budaya kita bagus dan kaya) .. baru aksyen.. Jadi apa salahnya kita kenalkan budaya bangsa ke forum2 online seperti ini...




Jumat, 07-12-2007 14:03:00 oleh: sapta aji

ada yang slalu saya ingat dari kata2 mbah wo yaitu menurut beliau sekrang hanya banyak orang berbaju warok tetapi warok yang sesungguhnya tidak ada lagi, dengan begitu sudah ada pergeseran nilai arti dan simbol, saya khawatir pelaku reog sekarang hanya bisa menari dan berkreasi tapi tidak mengerti historis serta nilai filisofinya, karena dlm berkreasi seni reog sdh ditunjukkan dgn mengemas reog sebagai kemasan festival yng sdh jauh dr keaslian



Jumat, 07-12-2007 14:17:49 oleh: sapta aji

hal-hal yang berkaitan dalam reog ada bermacam2 yang harus diperhatikan misalnya dari gerakan2 dadak merak :
merak simpir, sendalpancing, merak kipu, dll, bahkan sendal pancing memiliki arti sendiri pada saat rombongan reog yang satu dgn yg lain saling bertemu apabila reog yang satu memberi gerakan tsb kepada reog yang lain dlm satu pertemuan artinya masing2 kelompok ini sama2 berani dan siap beradu,indikasi ini juga ditunjukan dengan bunyi genta yang ditaruh pada ujung masing2 dadak merak, apabila genta saling berbunyi artinya sama2 berani, akan tetapi apabila salah satu rombongan menyumbat genta sehingga tdk berbunyi berarti dia malas untuk beradu dan memilih jlan lain.

nuwun sewu mas bagus meniko sekedar urun rembug mawon.




Jumat, 07-12-2007 17:05:15 oleh: Bagus Y Prayitno

wah.. komentarnya kalau dikumpulkan jadi satu artikel sendiri.
Pak Sapta, kenapa tidak ngirim artikel yang mengupas lebih dalam lagi mengenai reog dan waroknya. Semacam "untold story", dan menggali lebih dalam lagi.
Bisa di share dengan rekan2 wikimu disini.
Saya benar-benar sangat mengharapkan sekali, atas kesediaan bapak ini. Karena saya belum menguasai sekali mengenai Reog ini,hanya memberikan sedikit mengenai Reog bagi rekan-rekan, agar budaya Reog ini lestari.




Minggu, 09-12-2007 14:11:53 oleh: Budi Kurniawan

malaysia ga pantas mengakuin bahwa reog kebudayaan mereka soalnya aja mereka ga bisa berbahasa jawa gi mana wong edan orang2 makaysia itu



Minggu, 09-12-2007 19:07:41 oleh: Bagus Y Prayitno

Iya mas Budi..peristiwa ini pelajaran buat kita semua. Makasih ikut komentar yaa..



Senin, 10-12-2007 08:10:04 oleh: Marno SW

Nuwun sewu bung Bagus, nuwun sewu Bapak Sapta Aji, saya senang sekali masih ada orang2 yang tahu sejarah ato cikal bakal reog ponorogo, dan ulasan Bp. Sapta Aji memang benar adanya, tapi sepindah malih Bp. Sapta Aji saya mohon ma'af upaya apa seharusnya yang perlu kita lakukan untuk melestarikan seni reog Ponorogo saat ini mohon petunjuk..?
Karena dari komentar Bp. Sapta Aji diatas ada yang menyinggung para pelaku & seniman reog saat ini, karena Bp. Sapta Aji ngendikan reog sekarang :"DI JUAL MURAH" ma'af apa makud bapak...? tolong hargai pelaku seni reog yg telah dengan nyata melestarikan dengan keterbatasan dana, waktu dan tempat, khususnya di Jakarta, karena kebanyakan pelaku seni reog di Jakarta para pekerja, tapi mereka masih mau dan bisa menyempatkan waktunya untuk melesatarikan seni reog, kalau masalah tidak sesuai dg pakem atau asal usul mohon dimaklumi pak, krn pertimbangan sikon, reog saat ini di Jkt, khususnya adalah hsl kreasi para seniman reog itu sendiri dan hasilnya sedemikian rupa (lebih kreativ dan meriah) dengan harapan banyak warga atau org ponorogo khususnya yg mau melihat atau menonton pertunjukan dan mudah-mudahan mereka tergugah hatinya untuk turut melestarikannya.
Masalah Warok reog sekarang : memang tinggal menjalankan WIROGO & WIROSO (koreografi / gerak tari & Penjiwaan), karena warok reog sekarang makannya nasi. kalau hrs sakti dlm olah kanoragan dan sebagainya sudah ketinggalan zaman (mungkin malah nga' ada yang bisa / mau berkesenian reog) karena kami2 sekarang ini tinggal melestarikan bukan pelaku sebenarnya, krn pembela pemerintahan udah ada tersendiri.
Kalau masalah keaslian seni reog Ponorogo mungkin dapat di jumpai di PEMKAB PONOROGO atau di Padepokan reog Ponorogo. Matur nuwun bung Bagus, Bp Sapta aji mohon petunujuk dan mohon ulasan dan komentar2 nya terus di publikasikan kepada rekan semua. "HIDUP REOG PONOROGO, MARI KITA LESTARIKAN WARISAN SENI BUDAYA BANGSA ".




Senin, 10-12-2007 08:41:45 oleh: Bagus Y Prayitno

Pak Marno nyuwun sewu, mungkin terjadi salah paham dalam urun rembug ini. Kalo saya lihat ada dua sudut pandang yang bisa jadi berbeda dalam diskusi/ urun rembug ini.
Disatu sisi ada yang melestarikan Reog dengan mensosialisasikan ke pentas2 umu, sesuai dengan kondisi dan konsumsi publik. Agar bisa dinikmati,diterima dan dimengerti oleh masyarakat sekarang.
Dan disatu sisi ada yang melestarikan dan melihat Reog secara strait,murni seperti asal-usulnya dulu. Dimana pakem2 yang dibuat acuan sesuai dengan patern jaman dulu.
Tapi kedua pandangan ini menurut saya sama-sama berkeinginan kuat untuk melestarikan Reog agar terus exist di bumi Nusantara, dan dikenal didunia.

Demikian pendapat saya, saya mohon masukan dari bapak-bapak pelaku langsung kebudayaan Reog jika saya salah.
Semoga diskusi kita tidak melemahkan tujuan awal Reog, tapi malah saling menguatkan.
Matur suwun bapak-bapak....







Senin, 10-12-2007 10:30:38 oleh: Marno SW

Bung Bagus, sekedar info di sekitar tmp. tinggal bung Bagus banyak juga looo grup reog; di antaranya Suro Sentono (cipulir), Guwoyo Sari (Pd. Aren), Gembong Gati (Rempoa), kalo berkenan bolehlah mereka2 itu di kasih masukan ato sumbang saran demi kemajuan Reog Ponorogo, atau kl bisa di publikasikan kegiatan mereka...... matur nuwuun.



Senin, 10-12-2007 14:35:39 oleh: Bagus Y Prayitno

Pak Marno,
Kalo boleh minta no. kontak, alamat, atau kontak personnya masing2 paguyuban reog tsb Pak..
Supaya bisa mengenal lebih dekat beliau-beliau dan siapa tahu bisa memperkenalkan lagi reog didunia maya ini....

matur suwun pak..





Selasa, 11-12-2007 11:53:44 oleh: sapta aji

nuwun sewu dumateng bapak Marno menawi wonten kalimputing atur kawulo sepindah malih nyuwun sewu...., sebenarnya kita semua hanya berkewajiban untk melestarikan reog ponorogo sebagai kesenian yang adiluhung, apa yang saya kemukakan diatas adalah ungkapan rasa prihatin saya terhadap tinggalan nenek moyang kita yang hrs kita lestarikan dan hrs dilestarikan juga pada anak cucu kita nanti pak..., seperti skrng ini justru banyak generasi muda yang tidak tahu betul tentang reog, kadang hampir menyamakan antara tari kuda lumping dgn tari reog (nuwun sewu pak ini sebagai contoh)padahal dr sejarahnya saja berbeda dan harus sama2 kita lestarikan. saya sangat sedih dn menangsi ketika saya menjumpai seniman kuda lumping ataupun kesenian wayang orang yang berkeliling untk mencari nafkah demi sesuap nasi, kondisi ini justru kontras sekali dengan adanya upaya pemerintah, pihak-pihak swasta yang telah memberi sponsor kpd pertunjukan-pertunjukan yang bukan asli bangsa indonesia. sepindah malih saya nuwun sewu pak marno...ini sbg gambaran bagaimana nasib kedepanya nanti saat anak-cucu kita pd giliranya hrs menjaga dn melestarikan sedangkan kita sdh tdk ada lagi pak......,saya lebih suka mendengar kata-kata "mengundang" dr pada kata"nanggap" terhadap kesenian kita.
HIDUP REOG PONOROGO DENGAN SELURUH PELAKUNYA DAN SEGENAP BANGSAKU JAYALAH SELALU.




Selasa, 11-12-2007 13:26:27 oleh: marno SW

Bung Bagus,... Pak Sapta Aji.....
Tidak apa kok,.... saya waktu itu masih terbawa emosi dengan kejadian "MALINGSIA"...
Sebenarnya saya sendiri tidak tahu persis histotis dan cikal bakalnya kesenian reog,..
saya sebagai menggemar seni reog ponorogo, hanya mengetahui atau melestarikan reog ponorogo versi masa Bethoro Katong. Karena menurut kami REOG dan REOG PONOROGO memang mempunyai perbedaan dari alur ceritanya karena berdasar masanya saat itu.

Matur nuwun.... semoga Bp. Sapta Aji mau menurunkan ilmunya atau menulis cerita dan sejarah Reog Ponorogo yang lebih lengkap. sepindah malih matur nuwuuun..




Selasa, 11-12-2007 17:48:20 oleh: Bagus Y Prayitno

Bapak Marno kaliyan Bapak Sapta Aji,
Saya ikut seneng nih bapak2 selain menguasai budaya luhur bangsa kita, juga akrab dengan dunia digital dan online.
Jadi kelangsungan budaya kita bisa dibantu juga dengan media online seperti ini.
Saya berharap bapak2 bisa berkiprah di dunia online ini untuk melestarikan budaya bangsa .
Saya usul bagaimana kalau dibuat BLOG atau WEB yang menampilkan khusus tentang REOG.
Atau minimal bapak-bapak saged menurunkan artikel tentang REOG..
Ditunggu lho bapak-bapak sekaliyan...

Matur suwun kaliyan bapak-bapak sedaya...




Rabu, 12-12-2007 10:33:47 oleh: Sapta Aji

Thanks, Bpk Bagus dan Bpk Marno
Sehubungan dengan akan diklaimnya reog oleh malaysia bagmna seandainya saya punya usulan sbb :
1.Bagaimana kalau seandainya anggaran-anggaran baik dari APBN,APBD, maupun dana bantuan (loan) bersifat program pemberdayaan dialokasikan untuk pembinaan dan pengembangan kesenian dan kebudayaan local Khususnya Reog Ponorogo pada lokasi sasaran di Indonesia, usulan tersebut disampaikan kepada pejabat2 yang berwenang yang berasal dari Ponorogo dan daerah sekitarnya (Deparpostel), mengingat seni budaya di Negara kita ini adalah asset yang berharga.
2.Perlunya pelurusan buku-buku sejarah pada sekolah2, berkaitan dgn sejarah kesenian Reog Ponorogo yang benar karena Reog Ponorogo ada tidak terlepas dari sejarah nusantara (majapahit) dan penyebaran agama, shingga harus disebtkan melalui 2 versi. Sehingga sejarah reog ponorogo tidak terkesan dogeng, legenda.
3.Perlunya Pemberian Prioritas2 dan dispensasi serta menfasilitasi dalam pemberian ijin ataupun penggunaan sarana dan prasarana yang berkaitan pagelaran Reog Ponorogo.
4.Perlunya diadakan saresehan, seminar, diskusi yang dihadiri oleh : Pejabat terkait, Budayawan, ahli sejarah, seniman, pakar, sesepuh, pelaku reog, yang membahas tentang sejarah, pengembangan, metode, pemecahan masalah, dll.

Kira-kira begitu pak...bagus, pak marno semoga usulan2 ini berguna bagi kelangsungan hidup kesenian Reog Ponorogo, sehingga menjadi perhatian baik pendukung pelestarian (kalangan elite) maupun pelaku pelestarian (seniman) dan akhirnya akan mensinergi yang tidak mudah diusik oleh negara lain.

Untuk Pak Marno sedikit mau nanya : Apakah masih ada hubungannya REOG SINGO WIJOYO yg ada di Kauman Kota Kab. Ponorogo dng REOG SINGO WIJOYOnya Pak Marno?

Matur nuwun dumateng bapak2 sedoyo....






Rabu, 12-12-2007 10:53:13 oleh: Bagus Y Prayitno

Pak Sapta,
menanggapi usulan bapak saya berpendapat begini:
Usulan no.1 sebenarnya ada anggaran dr APBN/ APBD utk pelestarian aset2 budaya. Hanya kita tdk tahu bgm pengelolaannya..
Inilah bedanya kita sama negara2 yang benar2 dan serius menganggap aset budaya adalah jg aset negara yang perlu dilindungi dan sumber devisa.

Usulan no.2. Saya setuju, hanya prosesnya tdk gampang. setahu saya pemerintah kalo tdk benar2 berhubungan langsung dgn urusan negara spt : politik, ekonomi dsb,mrk tdk ambil pusing.
Coba aja dr wawancaranya sri Sultan di Kick andi bahwa: masak harus Sri sultan HB X mengusulkan ayahnya utk jd pahlawan, Sri sultan sendiri tdk mau. Padahal siapa tdk tahu bahwa Sri Sultan HB IX adalh pahlawan sejati.

Usul no3. Saya setuju. Dan mungkin jg utk semua aset budaya. Perlu mendapat tempat dan prioritas dlm pertunjukan2nya asal sesuai prosedur atau kondisi.

Usul no. 4.Sangat setuju. Biar Reog lebih dikenal dan diluruskan pengertian serta filsafatnya. Tinggal menghimpun yang berkompenten dan menggalang dukungan.

Ke 4 usulan pak Sapta diatas bagus semua dan layak mendapat dukungan. Moga2 temen2 wikimu mau memberikan sumbang saran pada usulan2 tersebut.

Pak mohon alamat e-mailnya pak, tau kalo mau mampir ngunjungi web blog saya di http://bagusbluesman.multiply.com/

Matur suwun bapak2 sedaya atas ditanggapinya artikel saya sampai saat ini.





Rabu, 12-12-2007 17:17:43 oleh: marno SW

Pak Sapta,

Semua usulan bapak OK tapi saya nggak tahu gimana caranya, seperti respon bung Bagus tak semudah yang kita rencanakan dan harapkan. Pemerintah kita masih mementingkan POLEKSOSHANKAM jadi BUD nya belum, dan kita-2 masih susah minta suport dr birokrat pak, waktu itu pemerintah pernah bilang katanya kebudayaan bukan reog Ponorogo saja.

Kalau masalah pelurusan buku-buku sejarah reog Ponorogo mudah-mudahan segera teratasi, karena rekan dari paguyuban sudah ada yang di utus ke Belanda untuk mengambil/meminjam buku sejarah reog Ponorogo, dan rencananya setelah buku tersebut sampai Indonesia akan di adakan semacam sarasehan / pertemuan Nasional para pelaku, penggemar & pembina reog Ponorogo, ini sebatas rencana Bp. Begug Purnomosidi (ketua paguyuban reog Ponorogo se-Indonesia yang juga Bupati Wonogiri.

Singo Wijoyo di kauman kota Ponorogo tidak sama dengan Singo Wijoyo Kp. Makasar, kebetulan sama nama aja kok pak,

matur nuwuun..




Kamis, 13-12-2007 13:30:35 oleh: Bagus Y Prayitno

Terima kasih kepada bapak-bapak yang bersedia berpartisipasi dalam kolom ini terus...



Selasa, 12-02-2008 15:07:29 oleh: Anthon Novianto

Bapak-bapak semua,

Menarik sekali membaca tulisan yang mas Bagus tulis termasuk juga mengikuti diskusi dari bapak-bapak semua di sini.

Saya mohon bantuan informasi tentang no telpon dan alamat sanggar tari Reog Ponorogo yang ada di Jakarta, karena saya sangat tertarik untuk bisa mengundang (nanggap) kesenian hebat ini.

matur nuwun,
anthon
www.theroemah7a.com




Jumat, 30-05-2008 10:19:40 oleh: Soijah Likin

Salam utk semua.
Saya adalah orang Malaysia yang membaca artikel saudara Bagus. T/k kerana menambah pengetahuan saya.

Saya sering nonton Reog Ponorogo dan acara-acara kesenian dan budaya Indonesia yang lain di TMI - 91 - 95. Kebetulan saya kuliah di FISIP UI - Antropplogi. TMI saya kunjungi setiap minggu kerna minat dan ingin mengetahui budaya leluhur mbah saya yang berasal dari Kabumen.

Saya adalah generasi ke 3 dari keturunan Mbah saya yang bernama Kasan Taruno Bin Wir. Saya tidak pernah menemuinya kerana beliau telah meninggal. Cerita tentang tanah Jawa yang diturunkan secara lisan kepada Bapak ditinggalkan untuk saya. Almarhum Bapak saya berwanti-wanti kepada saya "pelajari budaya keturunanmu". Kebetulan saya terpilih kuliah di UI tapi saya lebih minat antropologi sosial ketimbang antropologi budaya. Kerna rasa bertanggung jawab memelihara dan mengetahui budaya leluhur maka saya sering ke TMI.

Pertanyaan saya kepada saudara Bagus "Apakah saya juga maling budaya". Mbah saya datang ke Johor tanpa modal apa-apa kecuali kudrat. Buka tanah hutan hingga jadi kampung dan kampung itu di beri nama Kampung Parit Jawa. "Apakah mbah saya dan saya serta penduduk di kampung tersebut adalah maling bahasa". Orang Melayu asal di daerah saya tidak pernah pula menuduh mbah saya dan keturunan Jawa yang ada hingga sekarang sebagai maling tanah mereka.

Kehidupan, budaya nilai, norma, bahasa yang dipraktekkan adalah budaya Jawa. Mentaliti yang berbeda. Apakah penduduk di negeri Johor, Selangor, Perak yang keturunan Jawa itu adalah maling juga.

Saya ada pengalaman yang mungkin boleh membuat teman-teman berfikir. Ketika saya mengikuti MPS 1(metode penelitian sosial) di Desa Salam Kanci 1, Magelang 1992 - saya jadi translator bahasa Jawa -mahasiswa Indonesia termasuk anak Jawa kelahiran Jkt - udah enggak bisa lagi bahasa Jawa...adakah saya juga Maling...

Silakan komentari - bisa ke email terus soiui@hotmail.com.





Rabu, 04-06-2008 17:44:13 oleh: teguh th

Tulisan yang sangat menarik, Mas Bagus. (Perkenankan saya untuk mengutip tuisan panjenengan untuk dimuat dalam blog saya. Matur nuwun sakderengipun.)

Saya juga menyesalkan kalo tetangga kita mengklaim bahwa reog sebagai asset mereka. Sebagai orang Ponoroogo asli jelas saya tidak terima dan marah.

Sebenarnya kita tidak berkeberatan bahkan bangga bahwa budaya kita (seni reog) dimainkan dan tersebar luas hingga ke mancanegara. Yang tidak kita terima adalah usaha menghilangkan asal usul dengan mengubah sejarah lahirnya budaya tersebut. Seperti sekarang di Indonesia sudah sering diadakan pertunjukan barongsai, tapi kita tidak mengklaim bahwa itu punya kita.

Buat Soijah; yang kita permasalahkan adalah klaim atas Seni Reog itu dan usaha merubah sejarah lahirnya, yang bisa dibaca disitus pemerintahan anda tentang sejarah reog versi Malaysia. Bahkan kalo budaya nilai, norma, bahasa yang anda praktekkan tersebut juga diklaim dan dirubah sejarahnya, kenapa kita tidak berani bilang kalo anda juga maling?

Maaf kalo terkesan marah.




Kamis, 21-08-2008 11:41:17 oleh: aryo dimas putra

sebenernya boleh siiich kutipan anda tentang warook tapi kurang rinci aja tentang reog dan warognya sehingga bisa membuat wacana reog dan warog itu jadi salah arti truuus masalah malaysia calaim reog milik negara dia itu sebenernya orang orang ponorogo sendiri yang lama tinggal disana mengklaim suatu kampung di sana itu kampungnya orang reog dan mereka tidak tau asal usulnya reog di diri mereka masiich menurut serita kakek buyutnya aja




Sabtu, 23-08-2008 16:01:04 oleh: markum

Tulisan yang menarik menarik menambah pengetahuan saya tentang ponorogo.mungkin suatu sa'at bisa disajikan kehidupan warog yang terkenal dimasyrakat maupun warog yang mengasingkan diri,seperti mbah Par(Partowongso)dari sambit,mbah Khadir dari winong,mbah Pairun dari kutu,mbah mardi dari arjosari jetis dan lainya.Matur nuwun mas.dari dlondonge wong bancangan.



Rabu, 03-09-2008 23:04:46 oleh: Aryo

dari yang mas Agus sajikan bagus utk dikembangkan
menambah dikit utk di benahi bila ada salah mas..
Ponorogo memang memiliki status jelas. dilihat sejarah dan asal usul ponorogo seolah terkonsep matang dan dasar dasar yg bagus. saat itu sudahmampu membuat tatanan yang mengacu pada persatuan dan keselarasan.
adanya keselarasan dari aneka alat musik yg bisa ditampilkan




Rabu, 03-09-2008 23:21:11 oleh: Bagus Y Prayitno

@P. teguh th
@P. aryo dimas putra
@P. Markum
@P. Aryo
Tertima kasih masih sudi mengomentari artikel lama saya yang tidak seberapa isinya.. Ini menunjukkan bahwa masih ada perhatian yg besar kita pada reog

Maturnuwun juga buat semuanya ....




Jumat, 31-10-2008 15:01:59 oleh: marno SW

Nuwun sewu bung bagus..... numpang lewat,
ternyata masih banyak ya yang mengomentari artikelnya,.... sukses deechhhh....
maaf bung Bagus saya tidak untuk mengomentari artikel, saya hanya ingin numpang iklan : BAGI YANG SUKA DAN YANG INGIN TAHU REOG PONOROGO,....... BESUK TGL 16 NOVEMBER 2008 AKAN DI ADAKAN PARADE REOG SEJABODETABEK.. SILAHKAN DATENG KE ANJUNGAN JAWATIMUR TMII......

matur nuwun BUNG BAGUS.... Salam..




Jumat, 30-01-2009 12:38:31 oleh: devi trias

bgus bgt aatikel X,klu bs tmbh lgi.klu prlu d bri gmbr-gmbr tari X DONK



Rabu, 29-04-2009 10:29:24 oleh: Aves

Mungkin ada yang tahu group Reog yang berdomisili di Jakarta, boleh emailkan ke saya aves_gl@yahoo.com.
Thk's




Sabtu, 23-05-2009 12:35:46 oleh: Ipul Cah Tosari

Luar biasa Pak Bagus, sebagai orang asli Ponorogo saya sangat salut sama njenengan. Terus terang saya sangat sakit hati ketika Malaysia mengaku-ngaku bahwa REOG adalah kesenian mereka. Semoga pemerintah kita lebih memperhatikan hak cipta, sehingga dikemudian hari harta kekayaan kita tidak diusik lagi. Ponorogo memang kota yang kecil, tapi terlahir orang-orang besar dari sana.

Kagem Pak marno SW, kapan ya kira-kira ada event luar biasa seperti PARADE REOG SEJABODETABEK lagi?





Minggu, 21-03-2010 01:21:56 oleh: Arum Kuning

mohon bantuannya..
saya butuh info ttg sanggar2 reog yg ada di jakarta..
rencananya u/ tugas akhir kuliah saya..
mohon bantuannya..
terimakasih..




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY