Kehadiran wartawan nasional di pelosok Papua tepatnya di Distrik Tigi Barat tentunya memiliki nilai positif. Ketika rombongan wartawan TV Trans 7 Dewa Laila, dan kameramen Firdaus Selasa (14/8) yang didampingi Frans IGN. Bobii, disambut bocah-bocah kecil yang mengenakan pakaian SD dan SMP.
Sebelumnya, crew TV Trans 7, memberitahukan kepada ketua AJI Indonesia Cabang Nabire bahwa mereka akan ke Tigi Barat untuk menyaksikan lomba pidato bahasa inggris. Tepatnya tanggal 13 Senin kedua kuli tinta tiba di bandara udara Nabire dengan mengunakan pesawat perintis milik PT. Merpati Nusantara. Sekitar pukul 09.30 WIT. Hari itu juga hendak ke Paniai melalui pesawat, namun karena tidak ada penerbangan tujuan Paniai terpaksa mereka menyimpulkan menggunakan jalan darat.
Pukul 14.00 WIT dengan mengunakan transportasi darat Strada L-200 rombongan bertolak dari Nabire menuju Tigi Barat melintasi gunung Gamei.
"Sulitnya medan bukan hambatan untuk mendapatkan data. kami datang dari jauh ke tanah Papua khususnya di Paniai Tigi Barat hanya untuk meliput berita lomba pidato jadi mau tidak mau harus tiba di sana,''kata wartawati Dewi.
Roda mobilpun cepat, waktupun terus bergulir, setapak demi setapak akhirnya rombongan tiba di terminal Waghete pada pukul 02.30 WIT dini hari. Udin, sopir yang mengendarai Stradapun semangat. Karena dalam perjalan rombongan lebih banyak menceritakan pengalaman pahit yang selalu menimpa para wartawan dalam meliput berita.
"Waaa jalan dengan wartawan semangat, banyak humor dan tawa. Perjalanan kali ini tidak cape. Saya dihibur dengan berbagai pengalaman peliputan,"tandas Udin yang juga mantan sopir jurusan Nabire-Topo itu, seraya mengajak penumpang untuk beristrahat di atas mobil setibanya di Waghete.
Hujan deras menjejaki perjalanan menuju Waghete. Semalam suntuk tidak mengenal lelah. Diharapkan hujan akan berhenti pagi hari, namun harapan itu tidak tinggal kenangan dalam keburukan cuaca. Niat untuk cepat tiba di Tigi Barat terus mengembara dalam benak kedua crew TV Trans 7.
Sebelumnya sudah koordinasi dengan pihak pemerintah terutama dengan Kepala bagian Humas Setda Paniai. "Tunggu saja di Waghete hingga saya tiba disana, dan kita bersama akan ke sebelah (maksud Tigi barat)," kata Kabag Humas Dance setelah dihubungi melalui Wartel Satelit di Waghete.
Mengalami keterlambatan karena kesibukan persiapan mengikuti upacara peringatan Hut Pramuka 14 Agustus, rombongan menyimpulkan untuk segera menyeberang dengan mengendarai speed boat milik MISI Waghete. Tidak lama lagi rombongan Pa Kabag Humas menyusul dengan mengunakan speedboat lain.
Di sana mereka disambut dengan meriah oleh warga masyarakat Tigi Barat. Terutama para pelajar yang hendak mengikuti lomba pidato.
Persiapan pun pidato sudah siap, kameramen langsung mengarahkan kameranya ke arah kegiatan. Melihat kamera sebagian besar anak-anak lari meninggalkannya." Wajar anak-anak pedalaman belum mengenal barang-barang modern seperti itu jadi,"ungkap Firdaus.
Usai meliput kegiatan rombongan wartawan yang dipimpin kepala bagian Humas Paniai langsung pulang ke Waghete dengan speedboat. Sesampai di Wagehete kabag Humas mengajak rombongan ke Enarotali agar melihat dari dekat profil ibukota Paniai. Setelah melepaskan kecapekannya di penginapanSubur Enarotali, rombongan pun pulang ke Nabire dengan mengunakan Strada yang dipakai itu.
Selanjutnya setelah tiba di Nabire pukul 10.30 WIT, kedua crew TV Trans 7 ke Jakarta dengan mengunakan Twin Otter Merpati. "Saksikan tayangan lomba pidato bahasa Inggris di pedalaman Papua di TV Trans 7 pukul 12.00. Hanya di TV Trans 7 tanggal 17 Agustus mendatang,"pesan Dewi wartawati itu.