Adolf Bramandita

Bali Sebuah Mata Rantai Kehidupan dan Keindahan (2) Sunset di Pantai Kuta

Senin, 05-03-2012 13:41:42 oleh: Adolf Bramandita
Kanal: Wisata

Bali Sebuah Mata Rantai Kehidupan dan Keindahan (2) Sunset di Pantai Kuta

Sang Surya semakin tenggelam meninggalkan percikan sinar di kegelapan malam. Perjalanan kami lanjutkan ke arah Nusa Dua, tepat di pertigaan, kami berhenti untuk sekedar mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Tentu sambil menikmati hidangan chinees food, obrolan jadi santapan tambahan. Karena sudah hampir 10 tahun tidak berjumpa, obrolan semasa kuliah jadi topik hangat malam itu. Bukan menggosip, namun lebih pada menceritakan realita yang sudah terjadi di masa lalu. Mengembalikan ingatan seakan menjadi obat penyemangat hidup dan bekal di masa yang akan datang. Semua sudah terjadi, dan waktu tidak bisa diputar kembali, sehingga yang mampu dirasakan hanyalah sepenggal kisah cerita lama. Itu lah kekuatan memori otak yang memutar kembali roda kehidupan tanpa meninggalkan jejak, momen yang mengesankan. Bagi sebagian orang semua momen pasti mengesankan, apabila menemukan kebaikan dibalik momen itu. Sepertinya keputusan dalam hidup ada di tangan masing-masing manusia. Tidak ada yang salah dalam keputusan itu, yang salah adalah bagaimana kita tidak mau menerima realitas dan berjuang membangun kembali realitas yang baru. Berjuang memenuhi kehampaan diri yang mungkin mulai hadir dimanapun dan kapanpun.

Setiap orang ada kemungkinan memunyai kisah masa lalu, pedih, menyakitkan, membahagiakan, menggembirakan, bahkan menjadi trauma yang memengaruhi perkembangan diri. Tinggal bagaimana kita mau fokus dan memilihnya. Dalam sebuah buku tertulis bahwa kata-kata memiliki kekuatan luar biasa untuk menginspirasi kebaikan dan keburukan. Seperti yang saya sampaikan tadi, tergantung bagaimana kita memilihnya. Lebih tepatnya pilihannya ada pada diri kita. Contoh sederhananya adalah “kita bisa memilih untuk membesarkan hati atau mengecilkan hati”, “kita bisa memilih untuk fokus pada kekuatan atau memilih berfokus pada kelemahan”. Begitupun saat menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, apa yang akan kita pilih, “menyerah atau tetap bersemangat untuk mendapatkan pembelajaran?” Toh kalaupun kita adalah pribadi yang sedang terluka, bukankah kita bisa menciptakan paradigma baru, dari “apa yang bisa saya dapatkan?”, mentalitas kita beralih ke “apa yang bisa saya berikan?”

“Danke Well!” kata sang pemilik restaurant kepada 2 bule sehabis makan. Suara tadi memecahkan suasana obrolan kami. Ternyata waktu menunjukkan pukul 20.00 Wita. Kami sepakat untuk menuju kembali ke Denpasar, karena esok hari saya harus kembali berkarya. Jalan dimana kami lewati cukup padat, bahkan tepatnya seperti sebuah antrian panjang tidak berujung. Semua kendaraan ada di lokasi yang sama, namun menuju pada tujuan yang berbeda. Sepadat-padatnya jalan di Kuta, kami masih bisa melewati dengan penuh perjuangan. Rasanya lega lolos dari padatnya kendaraan di Kuta. Kuta semakin jauh dipandang, kami meninggalkannya sekitar pukul 20.30 wita. Lolos dari sergapan kendaraan yang menghimpit dan memasuki Kuta. Dalam perjalanan pun keramaian masih bisa dinikmati. Seakan-akan setiap jengkal tanah di Bali adalah lokasi wisata menarik. Kira-kira 40 menit kami tiba di Oka House, saya harus berpisah sementara untuk beristirahat. Sedangkan teman setia saya selama di Bali harus kembali ke rumahnya. Malam itu menjadi momen berkesan menikmati indahnya Bali. Satu tempat pun seakan sudah seperti mengunjungi seluruh Bali. Seluruh aktifitas setengah hari, akhirnya saya bawa ke dalam nikmatnya bantal dan guling serta dinginnya AC.

Pagi seperti biasa saya bangun dan mempersiapkan diri untuk memberikan inspirasi buat orang lain. Dan hari itu hari terakhir saya berjumpa dengan Tini, teman kuliah di Jogja. “Tok..tok..tok, pintu diketuk dari luar. Rupanya teman saya sudah datang, siap untuk menjadi guide mengantarku ke suatu tempat yang menjadi impian selama ini. “Sudah siap!” katanya. “Ok!” tukasku. Menjelang pukul 17.00 wita, kami meluncur menuju desa Ubud. Dengan menggunakan motor matic, kami melenggang di jalan-jalan di tengah kota Denpasar. Matahari sore itu tidak terlalu terik, jadi sungguh menjadi kenikmatan tersendiri saat berkendara di tengah kota. Ada 2 jalur menuju Ubud, “Mau lewat pantai atau tidak?” tanya Tini, saya katakan,”Lewat pantai saja!” Jadi lah kami melewati pinggiran pantai yang tentu saja melewati pasar Sukawati.

 

Bersambung....

 

Bookmark and Share

Tag/Label bali, kenangan, jalan
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY