bajoe

Pakai Batik? Belum Tentu Melestarikannya Lho!

Jumat, 02-10-2009 18:12:20 oleh: bajoe
Kanal: Opini

Hari ini, Jumat 2 Oktober 2009, ramai-ramai orang Indonesia mengenakan batik. Selain kebiasaan setiap hari Jumat di Jakarta, karyawan kantor mengenakan batik, pada tanggal ini bertepatan dengan  Unesco menetapkan batik dari Indonesia sebagai warisan pusaka dunia. Maka makin ramailah orang mengenakan batik di hari ini.

Di berbagai media jaringan sosial, seperti FB, Blog, Milis, Twitter, hilir mudik himbauan mengenakan batik di hari ini. Bahkan hal ini dikaitkan juga rasa nasionalisme bangsa ini, rivalitas klaim budaya dengan negeri tetangga, melestarikan budaya, dsbnya. 

Tetapi sebenarnya belum tentu  memakai batik itu berarti memupuk rasa nasionalisme maupun melestarikan budaya bangsa. Mesti cek dulu kain batik yang kita kenakan.  Mengapa demikian?

Ada kesalahpahaman soal definisi batik. Banyak teman-teman (termasuk juga penulis, awalnya) mengira apa yang disebut batik itu adalah motif. Bila melihat kain yang menggunakan motif-motif (misalnya) parang rusak, mega mendung, dll , maka umumnya orang mengatakan itu batik. Lalu dikenallah batik Solo, batik Jogja, batik Pekalongan, dstnya.

Ternyata anggapan di atas salah. Batik bukan berarti motif, tetapi adalah cara membuatnya. Hal ini diingat seorang teman, Anggi Minarni, anggota Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad di Jogja. Lewat page FB Aku Cinta Batik Indonesia, Anggi Minarni  menulis demikian :

...Soalnya apa yang disebut batik printing itu sebenarnya ... bukanlah batik. Ini adalah tekstil biasa dengan motif batik.Yang disebut batik adalah kain yang diproses dengan menggunakan malam sebagai perintang warna. Tekniknya bisa tulis, bisa cap, atau kombinasi keduanya. Motfinya bisa klasik, atau modern....

Lalu mari kita tengok definisi batik di Wikipedia :

Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain batik.

 

Jadi  meskipun kita rajin mengenakan kemeja batik setiap hari ke kantor, namun batik yang kita gunakan batik printing, alias buatan pabrik, sebenarnya kita ‘menghancurkan' batik itu sendiri. Karena bukan perajin batik yang diuntungkan, tetapi industri tekstil dan sebenarnya itu bukan batik....tetapi kain bercorak batik.

Lalu memakai batik belum tentu juga menunjukkan rasa nasionalisme. Karena 1-2 tahun lalu sempat heboh batik produksi  dari negeri China, yang harganya lebih murah dari buatan Indonesia. Masyarakat kita kurang paham soal ini, ketika mode batik sedang merebak, dan berbondong-bondong membeli batik dengan harga murah, maka akhirnya yang diuntungkan adalah produsen dari negara lain. Perajin batik dalam negeri pun gigit jari.

Oleh karena itu, mari periksa batik kita masing-masing. Apakah produksi dari China? Apakah pakaian batik yang kita punya adalah batik printing, yang sebenarnya bukan batik?

Mari, bila Anda mempunyai uang lebih, belilah batik tulis. Tetapi bila kemampuan finansial Anda pas-pasan, belilah batik cap. Meskipun mungkin akan lebih mahal sedikit dari batik printing, tetapi tindakan ini adalah kongkrit untuk melestarikan batik Indonesia.

Bookmark and Share

Tag/Label opini, batik, china, batik printing, indonesia
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
5 komentar pada warta ini
Jumat, 02-10-2009 21:21:37 oleh: Christmas Astriani

Wah jadi keinget kejadian siang tadi. 2 orang muridku minta ijin untuk cek keaslian batik yang kukenakan, 1,5 menit kemudian mereka komentar "baju Bu Astri batik asli". Dalam hati aku bertanya2, maksudnya? ternyata ini. Syukurlah aku termasuk yang ikut mengenakan baju "batik" meski cap.



Jumat, 02-10-2009 21:56:03 oleh: Tjandra Sutiono

pagi hari ini sepanjang jalan gajah mada, saya lihat banyak orang pakai baju "batik". tapi kelihatannya lebih banyak yang pakai cuman batik cetak, bukan batik cap ataupun batik tulis. tapi ngak apa-apalah karena yang penting bagi mereka adalah batik. Jadi rasanya memang harus ada edukasi bahwa batik itu seperti apa. Nah mungkin kawan-kawan yang berkecimpung dalam dunia batik, perlu usaha keras untuk lebih menjelaskan batik ini.



Sabtu, 03-10-2009 07:19:42 oleh: heri_spica

thks penjelasan dan informasinya mas bajoe

@bu Astri: murid ibu ternyata termasuk orang yg kritis, teliti dan cerdas :) bagus jg ada anak2 yg cara pandang n pikirnya jauh melebihi orang pada umumnya

saya jd mikir, jgn2 kemeja batik saya punya jg batik cap bikinan pabrik, karena harganya emang terjangkau sih

selain itu saya jg bukan orang yg suka ikut2an walau himbauan n saran itu bertujuan positif, apalagi klo ini dikaitkan dgn soal kecintaan ato antusiasme dadakan yg cuma hangat2 tai ayam istilahnya

tapi mudah2an aja tiap tahun dibudayakan memakai batik tiap setahun sekali, minimal pada hari kemerdekaan misalnya ato hari2 penting lain dan masyarakat jg harus lebih diberi penjelasan lebih rinci tapi sederhana dan praktis soal apa itu batik. mudah2an saya dan banyak org lainnya jg mau dan mampu beli batik yg betul2 asli

heri_spica




Sabtu, 03-10-2009 08:54:45 oleh: Mochamad Yusuf

Bagaimana kita bisa melihat bahwa batik kita asli (tulis/cetak) dengan bukan asli (print pabrik)?



Minggu, 04-10-2009 02:21:44 oleh: Retty N. Hakim

Perkembangan batik dalam era modern ini juga terus berlangsung, jadi ada juga batik di atas kain lycra, atau yang sedang hangat dipromosikan adalah batik fractal dengan canting elektronik. Terus terang untuk batik fractal saya tidak sempat melihat "demo"nya. Tapi perkembangan zaman memang terus berlangsung, tugas desainer dan para ahli kain untuk tetap membantu pengrajin batik terutama dalam menghasilkan desain-desain baru yang kreatif.

Mas Harry Dharsono pernah mengemukakan dalam suatu acara bahwa sebaiknya ada labelisasi dalam kain/pakaian sehingga konsumen juga belajar mengenali kain, dan motif khas yang digunakannya. Lumayan juga sih supaya tidak salah beli, apalagi sekarang desain sudah beragam macam.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
inasa ori sativa: barang apa ini ? tidak bermutu .

Testimoni selengkapnya... (3 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Chely   pada  IM2 Broom Unlimited by Indosat
ria isdianti   pada  Buavita Jus
Denny   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
syamsul kheir: nambahin opini nya mas eko. saya yangjuga pengguna jasa dari produk telkomsel dah banyak dikecewainnya.contohnya kmaren saya ngenggunain NSP yang katanya gratis cuman ujujng-ujungnya mah saya slalu dapet smsm yg ga perlu dan nyedot pulsa saya. tolong dong telkomsel yg bener

Suara kita selengkapnya... (8 komentar)



Suara Kita Terbaru:
syamsul kheir   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
wahyudiansyah   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
anda renaco.Simatupang,Amk   pada  Visi Lingkungan Caleg Kita

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY