Mang Ucup

Kristen Bodor vs Tahun Baru Imlek

Rabu, 14-02-2007 10:18:53 oleh: Mang Ucup
Kanal: Opini

Pada saat menjelang hari raya Tahun Baru Imlek, banyak bermunculan Kristen Bodor, yang berfatwa, bahwa turut merayakan hari tahun Baru Imlek itu Haram bahkan Dosa! Dan lucunya para Kristen Bodor tersebut datangnya dari golongan etnis Tionghoa sendiri oleh sebab itulah mang Ucup menilai, bahwa mereka ini memiliki berkepribadian ganda ato kepribadian terpecah (split personality) ala "Dr Jekyl & Mr Hyde". Kenapa demikian?

Sejak brol lahir sampai dengan masuk liang lahat sekalipun, mang Ucup tetap azah keturunan Tiong Hoa, padahal sudah puluhan tahun saya bermukim di Eropa dan jadi WN Jerman, tetapi tetap azah anehnya tidak bisa berobah jadi bule, begitu juga dengan selera dan perut yang menuntut harus ketemu nasi setiap hari. Disamping itu, warna kulit maupun mata saya tidak pernah bisa berobah walaupun di paspor udah dinyatakan jadi WN Jerman tulen sejak 40 tahun.

Begitu juga dengan agama yang saya anut "Kristen", walaupun sudah di mandi celup dan dibilas berkali-kali, tetapi warna kulit saya tidak pernah bisa berubah sedikit pun juga, begitu juga dengan nama di paspor tetap azah sama Nio Tjoe Siang. Padahal Pendeta saya udah menyatakan bahwa sebenarnya saya ini udah lahir baru, tetapi sayangnya wajah maupun warna kulit saya tidak pernah bisa berubah jadi mirip seperti Yudas, padahal ia adalah rasul idolanya Mang Ucup tuh.

Apakah kalau saya sudah jadi Kristen, berarti saya diwajibkan untuk mengingkari leluhur saya? No Way! Apakah karena saya sudah jadi orang Kristen berarti saya diwajibkan untuk melupakan tradisi maupun kebudayaan saya untuk diganti oleh Hari Tahun Baru Yahudi "Rosh Hashanah" pada tanggal 13 September yang akan datang? Tidak! Kalo tidak percaya, kudu baca tuh Alkitab; jangan hanya sekedar dijadikan buat pengganjel lemari azah.

Hai Yudas, elo boleh dimandiin, dicelup & dibilas ribuan kali, bahkan dimasukin mesin cuci dengan Rinso Anti Noda sekalipun, warna kulit lho, jangan harap bisa berobah, terkecuali kalo kulit elo mo dibeset seperti kodok bangkong suikeh eh maksud saya seperti si Mikel Jekson.

Agama itu mirip pakaian, semua orang dilahirkan dalam keadaan telanjang, tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan sebagai pemeluk agama tertentu. Mang Ucup dilahirkan bukan sebagai Kristen, melainkan sebagai seorang keturunan etnis Tiong Hoa, setelah lewat setengah abad baru jadi penganut agama Kristen. Dan agama apapun yang mereka anut, setiap saat apabila kurang cocok bisa azah diganti seperti juga dengan pakaian, tetapi warna kulit maupun orang tua kita tidak akan bisa diganti, sampai kita modyaaa.....ar sekalipun, ini akan tetap sama terus.

Jeruk dalam bahasa Inggris maupun Jerman namanya Mandarin, karena warna kulitnya kuning dan isinya pun kuning, begitu juga kita tidak akan bisa mencari tomat yang warna kulit luarnya putih, tetapi isi dalamnya merah, ora ono Mas!

Hanya bodornya, kok banyak jeruk eh Mandarin yang mempunyai keinginan untuk jadi "Bah Nana" baca Pisang? Yang kulitnya kuning tapi isinya putih, malu atuh euu..uy ama leluhur kita, sehingga bisa-bisa kualat lho pantatnya 'ntar disamber gledek baru tao lho!

Tapi Mang, kata Pendeta Gue, kalo merayakan Tahun Baru Imlek, itu sama azah seperti juga main mata ato berselingkuh dengan si setan sehingga nantinya bisa-bisa kita dikirim ke Giam Lo Ong (baca Neraka) untuk dipanggang sampai gosong disana.

Itu namanya munafik tingkat 12 alias udah 'nggak ketolongan lagi Geblek-nya, renungkanlah dengan akal sehat Anda, lebih dari 80% manusia di kolong langit ini merayakan pesta Tahun Baru pada tgl. 1.1.2007, bahkan mereka telah merayakan pesta Milenium secara gede-gedean di seluruh jagat, tanpa pernah mo mikir pake jidatnya, bahwa kalender Masehi itu adalah kalender umat Kristen, sampai komplit dibubuhkan perkataan Masehi segala macam! Tahu kagak artinya Masehi itu apa?

Masehi itu diambil dari kata Mesias - "Yang diurapi/Juruselamat ato Yesus" ato lebih kerennya lagi disebut kalender "Anno Domini" yang artinya "Tahun Tuhan kita" ini dibuat oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus.

Tidak ada penganut agama di dunia ini yang mengharamkan atau merasa ketakutan umatnya menjadi Kristen, karena turut merayakan tahun baru Masehi, entah mereka itu penganut agama Hindu, Budha maupun Islam Fundamentalis sekalipun juga, kok wong Kristen ketakutan banget sih? 

Kita jangan bicara juta lagi, sebab perkataan juta itu udah ora laku lagi, terutama bagi para koruptor, kita bicara nilai M azah ato Milyar, berapa milyar manusia di kolong langit ini yang turut merayakan tahun baru Masehi tanpa ada rasa takut setetes pun juga untuk di Kristianisasikan, karena turut merayakan pesta tahun baru Masehi tersebut.

Tidak pernah tersirat sedikit pun juga di dalam benak mereka, bahwa pada saat merayakan tahun baru tgl. 1.1.2007 ini ada kaitannya dengan Yesus, termasuk orang Kristen nya sendiri! Tetapi kok aneh begitu kita mau merayakan tahun baru Imlek atau tahun kelahirannya Kong Hu Chu ini jadi satu polemik ato permasalahan besar??

Setelah kita lahir baru menjadi orang Kristen, apakah identitas saya sebagai orang Tiong Hoa kudu turut dihapus, dilupakan dan dikubur? Apakah sebagai wong Kristen kita harus melupakan budaya maupun leluhur kita? Apakah sesudah menjadi orang Kristen saya harus menjadi wong Londo yang berbudaya kebaratan ato menjadi wong Yahudi untuk mengikuti budaya dan tradisi mereka, sehingga semua yang berbau budaya Tiong Hoa seperti Imlek tidak boleh dirayakan lagi, sebab sudah di cap haram, boro-boro merayakan Imlek, makan Bacang dan ronde azah
udah dinilai haram.

Aneh bin nyata banyak orang Kristen Tiong Hoa yang menilai hari Raya Imlek itu haram, tetapi kenapa mereka mau turut merayakan "Valentine-day" , "Thanksgiving Day" bahkan "Halloween". Mereka merasa untuk menjadi seorang Kristen yang baik diwajibkan untuk melupakan budaya leluhurnya yang sudah ribuan tahun turun temurun usianya.

Orang Tionghoa itu seperti jeruk, kulitnya kuning isinyapun seharusnya tetap kuning. Bahkan jeruk merupakan lambang kekayaan sebagai emas, dimana pada tiap tahun baru Imlek orang saling memberikan jeruk kalau bisa yang masih ada daunnya dengan mana diharapkan hokie dan rejeki di tahun mendatang akan tumbuh.

Dan "Kuning" adalah warna simbolik juga bagi bangsa Tionghoa, karena mereka mendiami tanah air Huang Tu Di = tanah kuning seluas hampir 10.000 km. Kaiser negara Tiongkok pertama lebih dikenal dengan nama Huang Di = Kaiser Kuning menurut para sejarawan, karena ia berasal dari tanah kuning tersebut. Bagi orang awam yang tidak mendalami Sinologi, penjiwaan budaya "tanah kuning" masih jelas tampak pada istilah2 bahasa Mandarin, yang memadukan "kuning" untuk mempertegas arti kata seperti tanah kuning, sungai kuning, kulit kuning, beras kuning, kacang kuning, jubah kuning (jubah kebesaran kerajaan), istana kuning bahkan alam bakapun disebut sebagai "Alam kuning".

Maka tidaklah salah kalau saya mengharapkan bangsa Tionghoa dimanapun ia berada agar tetap seperti jeruk, dimana kulitnya kuning dan isinyapun tetap kuning dan tidak berubah menjadi buah Pisang, kulitnya kuning, tetapi isinya udah berubah jadi putih semuanya itu namanya pisang busuk!

Ketika mang Ucup masih kecil ucapan untuk selamat Tahun Baru Imlek adalah "Sin Chun Kiong Hie" yang berarti "Selamat Musim Semi ato Tahun Baru", tetapi karena generasi sekarang sudah lebih ke money & sukes oriented jadi ucapannya pun dirubah jadi Gong Xi Fa Cai = "Semoga Sukses Selalu", hal inilah yang ingin mang Ucup ucapkan sebagai akhir kata dari oret2an ini.

Oret-oretan ini ditulis setelah menegak habis satu botol arak merek: "Confucius Family Spirit", yuuu.uk kita bersulang bagi budaya maupun leluhur kita, gleee...ek, glek, glek, heiiii...iyah lekernya!

Mang Ucup - The Drunken Priest
Email: mang.ucup@gamil.com  Homepage: www.mangucup.net  

Bookmark and Share

Tag/Label Tidak ada tag/label untuk artikel ini.
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
10 komentar pada warta ini
Rabu, 14-02-2007 13:32:11 oleh: denni

Mantap mang, tajem banget. Lagi mabuk aja gini, apalagi kalo sadar :D



Rabu, 14-02-2007 13:52:25 oleh: Mimbar Saputro

Mang Ucup, ini betul-betul jurus pendeta mabuk. Tabrak sana, tembak sini. Tapi justru dibalik kemabukan, saya mendapat pencerahan, karena selama ini memang saya kurang piknik soal Imlek. Maklum saya memang lahir dan dibesarkan diluar dari yang anda gusarkan. Kadang kalau ada kerabat Cina yang meninggal saya bertakziah (datang) yang biasanya di rumah duka di Rumah Sakit. Saya sering melihat, beberapa pihak keluarga karena sudah pakai Sarung Lain, mereka membuang sarung yang lama. [Ini sangat banyak terjadi di kelompok saya] - Di depan saya tergeletak uang emas kertas. Saya dapatkan ketika beli bahan bangunan di Toko Babah Asiang di Pondok Gede. Dia kelihatan sibuk melipat uang kertas tersebut, sementara rekannya ada 2 orang hanya menonton saja. Saya tanya, kenapa tidak bantuin bossnya? - dialog seterusnya tidak perlu saya sampaikan anda sudah mewakili di tulisan anda. Lalu saya mencoba belajar melipat, dan gagal. Lalu saya minta satu uang kertas yang bisa saya lihat dalam filem Kung Fu. Babah Asiang agak heran melihat kebiasaan saya yang tidak biasa (bingung ?), aku bilang saya mengagumi budaya TiongHoa. Di jepit, digilas, puluhan tahun. Tetap bertahan. Buktinya saya fasih bilang cepek, nopek, Gong Xi Fat Cai. Kami tunggu kemabukan Mang Ucup yang lain. Jadi segar isi forum ini. Pedas tapi ManztaBH...Salam,Mimbar




Jumat, 16-02-2007 13:53:28 oleh: Ifan Ahlam

Dunia yg dihuni milyaran manusia itu ditentukan gaya hidup, kebiasaan, yg dianggap benar dst oleh hanya beberapa gelintir manusia karena manusia lainnya umumnya adalh makhluk ikut-ikutan nggak mau capek-2 berfikir, cukup ngikut apa yg ada dilingkungan atau sekitarnya. Apakah itu membuktikan manusia mewarisi gen monyet yg terkenal suka meniru, tak mau capek-2 menganalisa/mikir ? Ingat peserta demo, holigan sepakbola yg tak jelas tujuannya mau-2nya mati-2an berjuang entah untuk apa (kecuali yg tahu pentolannya).



Senin, 19-02-2007 21:37:03 oleh: Suhu Tan

Saya ikut setuju dengan komentarnya Teman Kita bung Mimbar Saputro, Denny maupun Ifan Ahlam. Saya bahkan berpikir ada baiknya pendeta mabuk model Mang Ucup kita ini untuk terus kita biarkan mabok, agar bisa menyadarkan orang - orang yang sok sadar tapi ga ingat sama asal-usul jatidirinya sendiri. Sadar tapi larut dengan budaya asing ampe pade lupa ame budaye sendiri. Semoga maboknya Mang Ucup ini bisa mengajak semua yang sok sadar n'tu menjadi ikutan mabok yang maboknya manteb seperti Mang Ucup.



Kamis, 22-02-2007 15:50:45 oleh: Siska

Sudah 2 tahun ini, Imlek dirayakan di gereja saya, gereja katolik Sukabumi. Lengkap dengan pembagian jeruk untuk semua umat dan angpao untuk anak-anak dan lansia. Lengkap pula dengan barongsai yang beratraksi setelah misa ekaristi selesai di halaman gereja. Dalam kotbah pun, pastor yang menggunakan jubah dengan sulaman tulisan Gong Xi Fat Choi dalam tulisan mandarin, menceritakan asal-usul tradisi imlek yang merupakan tradisi Asia Timur. Bukan tradisi yang mengacu pada suatu agama tertentu. Dalam hal ini, pastor berusaha mengenalkan tradisi China kepada semua umat, agar bangsa yang bhineka ini dapat saling mengenal, memahami, dan saling menerima, dan ikut merasakan kegembiraan bersama dalam tahun baru imlek ini. Menurutku ini suatu sarana yang baik untuk mempersatukan bangsa yang sekarang ini mudah dipecahbelah dengan isu SARA. Bukankah gereja memiliki tugas untuk mengajarkan kasih dan perdamaian dengan seluruh suku bangsa.



Jumat, 23-02-2007 14:19:03 oleh: Suhu Tan

Satu hal yang sering kali dilupakan orang, bhw komunitas Tionghoa itu pada dasarnya adalah komunitas yang religius, senang sembahyang. (note:disamping juga suka cari selamat dan pembenaran sendiri-sendiri). Tahun baru imlek dengan segala ritual persembahyangannya seperti sembahyang keleluhur, ke dewa atau kekelenteng, sudah dijalankan sejak turun temurun, dari kurun waktu yang sangat panjang, sudah dijalani seperti itu jauh sebelum agama Kristen masuk ke Tiongkok sana, bahkan juga sudah sarat dengan ritual persembahyangan (agama) jauh sebelum Tiongkok memperkenalkan penanggalan Imlek yang yang kini berusia 2558 ini. Saat orang2 Tiongkok Kuno sudah menjalani ritual2 persembahyangan keleluhur, kedewa dan ke banyak malaikat2 yang disucikan, di Tiongkok sana belum ada yang namanya agama Kristen, begitu juga dengan agama Buddha yang jauh lebih tua dari Kristen. Semua itu belum ada disana, tapi ritual2 persembahyangan seperti dimaksud diatas sudah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan kuno saat itu, terlebih lagi saat menjalani peryaaan Tahun Baru (yg awalnya disebut Tahun Baru Tibanya Musim Semi) ritual2 itu semakin kental terwujud sebagai ungkapan rasa syukur. Nah, ritual2 seperti ini jelas bernuansakan agama . Lalu agama apa itu? Katakan sajalah agama kunonya orang China. Agama kuno itulah, yang dalam perjalanan sejarah banyak dipengaruhi oleh faham Taois, Confusianis dan Buddhis dan yang akhirnya menyatu menjadi satu kesatuan yang baku, bagaikan kopi gula dan susu yang diseduh menjadi kopi susu. Ketiga faham keagamaan inilah yang kini dikenal sebagai AGAMA HOA KAO (SAM KAO). ORANG2 TIONGHOA YANG MASIH KUAT IKATAN RELIJIUS NYA DENGAN AGAMA INI, TERSEBAR BANYAK DISEANTERO DUNIA, TERMASUK DI INDONESIA, DIMANA MEREKA UMUMNYA LEBIH DIKENAL SEBAGAI UMAT KELENTENG. BAGI MEREKA (UMAT KELENTENG / UMAT SAM KAO), TAHUN BARU IMLEK ADALAH HARI BESAR AGAMA, BUKAN HARI RAYA BUDAYA SEPERTI YANG SAAT INI SEDANG GENCAR DI FENOMENAKAN DI NEGARA KITA, INDONESIA. Gong Xi Xin Nian !



Rabu, 11-04-2007 19:33:21 oleh: Bagus YP

Halo... Boleh dong ikutan nimbrung... sori telat bergabung...Maaf sebelumnya kalau ada yg kurang berkenan.
Mengenai pendapat bahwa kristen tulen tdk boleh merayakan imlek(jika org tionghoa), atau bahkan "nyekar" (ziarah dimakam leluhur) bg org jawa, kyknya di Alkitab tidak ada hukumnya tuh. Cuma dialkitab ada yg berbunyi kalo gak salah (mohon ralatnya): Barang siapa yg percaya kepadaKU dia "tidak akan mati" melainkan hidup yang "kekal"... yg perlu kita renungi apa maksudnya "tidak akan mati" dan "hidup yang kekal"???
Yang MATI apanya?? Yang Hidup Apanya?? Hidup itu apa?? Mati itu Apa??
Mohon dalam perenungannya jgn asal bilang ooo katanya pak pendeta begitu kok(dogmatis) tapi perlu perenungan & penghayatan yg dalam....
Thns




Rabu, 13-06-2007 12:58:28 oleh: erik

yang seharusnya terjadi adalah,
orang barat dengan agama kristennya,
orang asia (ras kuning) dengan agama budhha, tao, konghucu, dll..
melayu dan arab dengan agama islamnya..
jika demikian maka tidak ada lagi yang namanya tumpang tindih..
orang tionghoa yah jadi orang tionghoa, kalo jadi orang barat yah gak nyambung (maksudnya agamanya)..
orang barat gak pegang hio dan sembahyang seperti orang tionghoa, makanya di katakan, kristen tidak boleh pegang hio, sembahyang dewa dan leluhur, imlek-kan, dan lain sebagainya..
demikian juga, orang melayu gak usah jadi orang cina (maksudnya agamanya, kalo orang melayu makan daging babi, gak mungkin dong??
makanya, seperti di awal tadi..
kalo A jadilah A, kalo B jadilah B..
regards..




Rabu, 13-06-2007 14:27:50 oleh: denni

Pak erik,

Agama itu sifatnya universal, tidak memandang suku bangsa, warna kulit, dan ras. Orang Eropa mau memeluk agama Islam boleh. Orang Arab mau ke klenteng juga boleh. Orang Melayu mau ke gereja juga gak ada yang larang.

Agama berbeda dengan tradisi. Tradisi sifatnya terlokalisir oleh satu wilayah, golongan, ras, atau keturunan. Seperti salah satu artikel di WikiMu menyebutkan, di Barat sah-sah aja menyebut nama orang langsung, tanpa panggil Bapak, Ibu, Kakak, atau Adik. Sebaliknya kalau di sini bisa dicap kurang ajar.

Seringkali memang agama dipengaruhi oleh tradisi, dan sebaliknya, tradisi dipengaruhi oleh agama. Bagaimana menyikapinya itu tergantung logika, pemahaman, dan keyakinan masing-masing terhadap tradisi dan agama yang dianut.

Soal A mau memeluk agama B, itu hak asasi dia, tidak ada yang berhak melarang.




Rabu, 13-06-2007 14:41:39 oleh: rizki

baca komentar mas erik, saya sempat jatuh dari kursi sambil tertawa terpingkal pingkal.

memangnya kalau kita lahir itu pesen dulu ya, saya engak pesen jadi orang jawa, atau orang cina atau orang arab. dan saya juga tidak bisa menyesali terlahir sebagai orang indonesia.

nah agama adalah hal lain mas, engak kayak stemple yang kalau udah di cap engak bisa di ganggu gugat.

orang indonesia ajar mengalami pengaruh agama dan budaya yang bermacam macam. dari mulai Prasejarah, Hindu, Islam, Barat sampe sekarang. semuanya saling pengaruhi.

orang bali dulunya engak memeluk agama hindu, sama dengan orang sunda dulunya engak memeluk agama islam (maksudnya sebagian besar). demikian dengan cina bahkan arab.

yup tidak ada yang pasti dibumi ini mas, yang pasti hanya perubahan.

Mas erik ini orangnya lucu ya :), di jaman kayak gini masih kepikiran kasih komen kayak gini he he he...




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY