| |
Minggu, 06-07-2008 05:32:11
oleh
Micky Jo
Beberapa tahun yang lalu saat resto ini pertama kali dibuka, banyak yang meragukan keberadaannya...dan berbagai tanya...mampukah resto ini mengebrak kota dingin Pandaan..?
Baca selengkapnya...
|
Jumat, 04-07-2008 08:31:58
oleh
Mimbar Saputro
Sebetulnya tujuan kami bukan menuju rumah makan terapung di kawasan Lido, Sukabumi, apalagi waktu masih menunjukkan jam 10:30 pagi. Namun secara misterius mobil dibelokkan juga memasuki sebuah halaman parker, lalu kami turun dan menuju ke rakit-rakit terapung.
Baca selengkapnya...
|
Rabu, 02-07-2008 13:30:43
oleh
Eko Nurhuda
Seorang pemuda menutup mata teman perempuannya dengan seutas kain hitam. Diikatnya penutup tersebut erat-erat agar mata teman perempuannya benar-benar tak dapat melihat. Setelah itu dituntunnya si perempuan ke tengah lapangan. Di satu posisi segaris lurus dengan bagian tengah lapangan yang diapit dua pohon beringin besar, dilepaskannya si perempuan berjalan ke depan.
Baca selengkapnya...
|
Rabu, 02-07-2008 11:11:46
oleh
Roni
Wow lama banget, mungkin kalau saya disuruh buat tenunan nggak kebayang deh, gimana rona muka saya setelah selesai. Sungguh luar biasa orang kampung ini. Tapi hebatnya tenunan ini kita hanya jumpai di Pandai Sikek, karena tenunan di kampung ini tidak boleh diajarkan kepada orang yang berbeda kampung, sungguh menjaga keaslian tenunannya.
Baca selengkapnya...
|
Rabu, 02-07-2008 09:35:02
oleh
Phil Lea
Setelah putar-putar kota tanpa tujuan, dan dalam kemacetan di jalan, tidak menyurutkan tekad saya untuk mencoba sesuatu yang baru dalam menu makan malam, maka pilihan saya malam itu jatuh pada makanan dari daerah asal Ian Kasela personel band Raja, khas Kalimantan Selatan, yaitu “Soto Banjar” yang terletak di Jalan Pajajaran .
Baca selengkapnya...
|
Senin, 30-06-2008 14:35:30
oleh
Leonardo Paskah Suciadi
Menyambung cerita Mr.Gus Wai tentang wiskul di Medan maka saya (yang setuju banget dengan ulasan Bung Gus Wai) mencoba menyampaikan informasi seputar kudapan di kota wis-kul multietnik tersebut.
Baca selengkapnya...
|
Senin, 23-06-2008 11:05:11
oleh
Roni
Pada waktu pertama kalinya monumen ini dibangun seperti kubah yang pada bagian atasnya diletakkan sebuah patung ayam, yang melukiskan anak nagari yang belum bisa melihat jam. Yang digunakan untuk melihat waktu hari telah siang hanyalah kokok ayam di waktu pagi. Dan pada jaman penjajahan Jepang atapnya mengalami perubahan.
Baca selengkapnya...
|
Minggu, 22-06-2008 08:40:33
oleh
Lina Tjindra
Pendakian gunung tertinggi kedua dari Nusantara ini menyajikan view, feeling, dan tantangan berbeda setiap harinya. Buktikan sendiri... atau minimal baca dulu tulisan ini ^_^
Baca selengkapnya...
|
Selasa, 17-06-2008 11:15:14
oleh
GUS WAI
Kota Medan memang seolah menegaskan kekuatannya di wisata kuliner. Banyak tempat makan yang tersebar di pelosok kota mulai dari kelas café, restaurant, maupun yang kelas kaki lima namun bersih. Beberapa di antaranya sangat mirip dengan negara Singapura dan Malaysia.
Baca selengkapnya...
|
Selasa, 17-06-2008 09:12:17
oleh
GUS WAI
Untuk mendapatkan bolu yang diinginkan dalam keadaan fresh ada baiknya melakukan pemesanan di muka melalui telepon. Jika nekat untuk datang langsung maka Anda siap-siap kecewa karena memang bolu Meranti ini sangat populer untuk oleh-oleh orang luar Medan sehingga Anda bisa saja mendapatkan sisa-sisa bolu dengan rasa pilihan yang sudah tidak komplit.
Baca selengkapnya...
|