Wikimu - bisa-bisanya kita

Tjie Haming Setiadi

Pagi yang cerah untuk jiwa yang sunyi

Senin, 01-01-0001 00:00:00 oleh: Tjie Haming Setiadi
Kanal: Lain - lain

 

PAGI YANG CERAH UNTUK JIWA YANG SUNYI

Sangat berlawanan rasanya bila suatu pagi dimana matahari bersinar ramah, langit biru membentang, burung berkicau tetap tak bisa menghibur hati yang galau. Apakah memang sudah sedemikian rapuhkah jiwa manusia sehingga tak dapat melihat hal-hal indah yang telah diciptakanNya?

Jiwa yang sunyi dapat berarti jiwa yang sepi dimana tak ada teman atau kawan untuk diajak bercanda, bergurau dan saling tukar tawa. Tak ada suara dalam jiwa. Jiwa bagaikan tersedot ke dalam kehampaan pekat. Tak ada tangis, tak ada tawa. Yamg ada hanya ......hanya........sepi.

Arti yang lain adalah jiwa yang tenang, jiwa yang mencari ketentraman di tengah hiruk pikuk kota. Jiwa yang juga tak ada tangis dan tawa. Tapi bukan sepi yang menanti di sana melainkan kehangatan dan kesadaran bahwa manusia tidak hidup sendiri pada saat ini tapi jiwanya dapat menembus waktu  untuk mencari jati diri.

Jiwa yang milik pribadi masing-masing akan menentramkan sang pemilik bila kita mencari hal-hal yang positif tapi dapat pula menghancurkan sang pemilik bila kita suka dengan hal-hal yang negatif. Itu semua dapat terjadi pada pagi hari yang cerah ataupun berawan. Jadi ingin menjadi sunyi yang mana, silakan pilih sendiri?!  


Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY