Wikimu - bisa-bisanya kita

Reinard Bagus

Maraknya Hawa “Seks” Film Indonesia Masa Kini

Kamis, 05-06-2008 13:40:24 oleh: Reinard Bagus
Kanal: Remaja

 

Film, secara singkat adalah sebuah karya sastra modern yang menggabungkan gambar dengan suara (Audio Visual) yang sebenarnya merupakan suatu cerita–baik fiksi maupun non-fiksi –dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik tertentu. Semenjak abad 20, perfilman sudah mulai beredar, sebagai sarana hiburan modern bagi masyarakat, juga Indonesia.

 

Akhir-akhir ini, industri-industri perfilman Indonesia banyak sekali menerbitkan film-film sinema. Di antaranya yang berbasis pada suatu novel, cerita karangan, adopsi dari cerita luar negeri, maupun tanpa basis tertentu atau timbul dari pikiran si pengarang cerita itu sendiri. Inti film yang sering kita dengar akhir-akhir ini hanyalah mertumpu pada satu inti yaitu cinta.

Film cinta yang beredar di masyarakat sebenarnya memilikki poin yang tidak jauh berbeda, namun dibeda-bedain dengan kreativitas si penulis novel atau cerita film tersebut sedemikian sehingga para spektator menangkap film tersebut dari segi yang berbeda. Bahkan saking “kreatifnya” si pembuat film itu, mereka berani membuat cerita yang sama, namun dengan tempat dan suasana yang berbeda.

Indonesia modern sebagai salah satu negara “Movie Addicted” di dunia yang mempublikasikan berpuluh-puluh – bahkan ratusan – film dalam setahun pun tidak mau kalah dengan Negara-negara lain seperti Amerika, Korea, Jepang, Cina, yang membuat film cinta yang semakin hari semakin berbau seks.

Apabila kita perhatikan, pada era 1990an dimana Indonesia mengalami hal yang dinamakan “Bom Seks” , Indonesia telah berani menerbitkan berbagai film dan sinema yang berbau seks (yang sebenarnya masih ringan dari yang kita lihat sekarang), namun beberapa tahun berikutnya, terjadilah suatu hal yang membuat seks sangat dikekang dalam nusantara, sehingga tiada lagi yang berani membuat film dengan scene seks tersebut.

Namun, mulai tahun 2006, di mana negara-negara luar mulai menggarap film berkelas box office yang berbau seks kembali, Indonesia pun mulai berani menggarap film berbau tersebut kembali. Sebut saja satu film yang pada tahun 2006 yang membuat kontroversi masyarakat, Buruan Cium Gue. Pada tahun 2007 dan 2008, industri-industri perfilman Indonesia mulai berani membuat film “cinta” remaja yang sebenarnya makin melenceng dari tema “cinta” itu sendiri. Bahkan para spektator remaja yang tengah menonton film tersebut bisa berkomentar, “Gila, ini film cinta ternyata bokep juga ya?”.

Hingga mulai tahun 2008 ini, film Indonesia makin terkenal dengan pengeksposan hawa seksnya yang sangat pekat di dalam cerita, walaupun kita sendiri tahu bahwa film itu bukanlah film orang dewasa, melainkan film cinta remaja, dimana para pemainnya pun adalah para aktor dan aktris remaja. Sebutlah salah satu film yang juga menimbulkan kontroversi dalam masyarakat akhir-akhir ini, misalnya Mau Lagi? (ML) yang berkonsep seperti film berbau seks American Pie, maupun Drop Out (DO) yang bercerita mengenai mahasiswa yang terancam DO karena suatu hubungan seks.

Memang, tidak bisa kita bandingkan dengan cara ekspos seks film-film Barat, namun dalam tahap ini, Indonesia bisa kita nyatakan sudah terbuka pada budaya barat yang cukup terbuka terhadap seks, terutama dalam sinema-sinemanya (Dalam hal ini yang berkaitan adalah budaya Seks Bebas). Industri film Indonesia pun tampaknya sudah merasa akan kalah bersaing apabila film Barat dibandingkan dengan film cinta biasa yang tidak terdapat pengeksposan seksnya.

Industri film menurut saya memang tidak mempunyai pilihan apabila mereka ingin bersaing dengan film-film Barat yang kehadirannya pun diterima dalam masyarakat Indonesia. Saya rasa, ke depannya Indonesia akan dibanjiri dengan berbagai film-film cinta yang berhawa seks. Untuk itu, sebaiknya para orang tua lebih berhati-hati dalam memperhatikan film yang ditonton anak-anaknya baik di TV maupun di dalam bioskop (Sinepleks). Para remaja pun sebaiknya membaca terlebih dahulu resensi film sebelum menonton suatu fim, sehingga tidak mendapatkan ajaran moral yang buruk sebagai akibat salahnya pemilihan film, khususnya film Indonesia masa kini yang sepertinya dengan mudah dinyatakan lulus sensor. Lihatlah menuju masa depan moral bangsa kita.

18 komentar pada warta ini
Kamis, 05-06-2008 14:08:15 oleh: Anwariansyah

Indonesia memang biru, biru lautnya, biru langitnya, biru gunungnya (dari jauh), biru filmnya ... ^_^


Kamis, 05-06-2008 14:15:15 oleh: Alexander Armyn

wkwkwk
hidup biru


Sabtu, 26-07-2008 10:45:07 oleh: suheri

setiap manusia akan menanggung perbuatannya, kelak di akhirat.


Selasa, 19-08-2008 10:56:04 oleh: dinda syaharani ayu hanifa

tobat dongz... kiamat dah dekat nich


Sabtu, 20-09-2008 13:57:01 oleh: Oktovianus Pogau

hUKUM tabur tuai, tetap berlaku boo..!


Jumat, 31-10-2008 10:12:10 oleh: putri

bertobatlah wahai teman !!! karena dunia akan segera kiamat, cepatlah bertobat wahai temanku kesempatan masih terbuka untuk mu!!!


Sabtu, 29-11-2008 22:10:49 oleh: bezo

wahai sekiyan umat janganlah melakukan zina, sesungguhnya zina itu awal terbukanya pintu neraka bagi mereka yang melakukannya.


Senin, 01-12-2008 14:06:42 oleh: Mey_mey

yah...
low masalah sex sich..
susah di cegahnya..
itu balik lagi ma masing2 orang..
di larang juga low orang nya mu..susah...
jadi bingung..???
ati2 za ya...
bye...


Selasa, 09-12-2008 19:11:55 oleh: HERU SETIAWAN

emang betul..

yah...
low masalah sex sich..
susah di cegahnya..
itu balik lagi ma masing2 orang..
di larang juga low orang nya mu..susah...
jadi bingung..???
ati2 za ya...
bye...


Sabtu, 27-12-2008 07:30:31 oleh: reza

No sex without married.


Sabtu, 27-12-2008 13:22:50 oleh: cening

sex????...
emank gak pernah lepas dari kehidupan manusia...apalagi yg udh mulai dewasa,.begitu dah film2 zaman sekarang...
GAK JELAS!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rabu, 21-01-2009 03:16:47 oleh: Deris Ginanjar

kalo masalah maraknya seks indonesia,,,,
dikarnakan kurangnya belajar agama,,
dan kurangnya perhatian dari orang tua,,,,

seks ito,,,memang kebutuhan manusia,tapi melakukannya harus dengan suami istri,,,
yang melakukan seks di luar nikah adalah zinah,,,
sudah di jelaskan di dalam al-qur'an juga,,kalau jina itu dosa besar........sekian komentarku


Senin, 02-03-2009 17:00:06 oleh: Jannatul Liutammima

Astagfirullah....Ya ampun generasi sekarang sydah nggak ada yang bener. wanita jaman sekarang mau2nya di ekploatasi kayak gitu....


Ya Allah....banyak-banyak istigfar dan bertobat


Minggu, 19-04-2009 11:24:51 oleh: syarief

ini indonesia buka di luar negri jangan samakan sex indonesia dengan luar negri,sex itu harus bener-benr
psangan yang syah harus mempunyai sim dulu.


Kamis, 07-05-2009 11:56:45 oleh: Muhammad Mahmudin as-Sidiqqy

Memang pornorgrafi dan pornoaksi, salah satunya seks bebas yang muncul karena berawal dari pergaulan bebas sangat merajalela di Negeri Nusantara ini.
salah satu faktornya adalah 1. ketiadaan kesadaran yang mengikat individu ( iman dan taqwa, red ) untuk tidak melakukan hal terlaknat tersebut. 2. Pengaruh media massa dalam mempropagandakan industri seks. 3. ketiadaan Hukum yang menjadi platform untuk menjaga ummat manusia dari bahaya seks bebas, bagaimana pula ada hukum yang melarangnya sedang di Indonesia malah mengusung Demokrasi dengan ide kebebasannya, yang salah satunya ide bebas berekspresi, termasuk bebas mengumbar birahi dengan berbagai fasilitas, inilah memicu hawa seks bahkan seks yang nyata pada bermunculan di media massa demi kepuasan syahwatnya dan dunia bisnisnya.
SOLUSI MENDASAR :
Aktivitas masyarakat ditentukan oleh dua pilar :
1. Pemahaman individu
2. hukum yang melindungi dan menjaga pemahaman tersebut.
Untuk mewujukan masyarakat yang baik (salah satunya bebas dari bahaya seks bebas) perlu pemahaman yang baik dan Hukum yang baik pula.
Pemahaman yang baik mustahil didapat dari yang lain kecuali dari Aqidah Islam, yaitu dari yang menciptakan manusia dan alam semesta, karena hakikatnya Dialah yang maha tau apa yang terbaik bagi mahluk ciptaan - Nya. kemudian, Hukum yang baik juga mesti dari Allah SWT, yakni Syariat Islam, dengan itulah semua hal-hal yang menyimpang akan dihilangkan. namun, Syariat Islam ini tidak singkron dengan Demokrasi, karena dalam Islam Legislator Allah SWT, sedang demokrasi manusia, maka, Syariat Islam hanya singkron diterapkan dalam Negara KHILAFAH, untuk itu jika ingin aman dari bahaya seks bebas global dan bahaya- bahaya global lainya, yang diantaranya kapitalisme, mari tegakan Negara Khilafah. Allahu Akbar..........!!!!!!!!


Jumat, 08-05-2009 21:35:57 oleh: yuni cahyani

ya krn orang kita emang seneng yg mendayu dayu ya biru.yg sendu.


Minggu, 12-07-2009 23:25:31 oleh: amer

intinya untuk tidak terjatuh kedalam dosa zina, setiap orang harus berusaha menjauhi jalan2 yang mengantar kesana, seperti memandang dng pandangan yang liar, berduan lawan jenis yang bukan mahrom, ddan masih banyak lagi yang lain. yang utama adalah menuntuk ilmu agama yang mengan tarkan seorang hamba takut kepada rob-NYA,,,, sekian komentarku oke.


Kamis, 16-09-2010 10:37:13 oleh: joyo sentosa

Tdk ada asap klo tidak ada api. Tidak ada film seks klo tidak ada yg menontonnya. Film seks makin booming karna ternyata banyak yg lain dimulut lain dimata, ngakunya ga setuju tapi nonton juga. Film seks biar jelek tp banyak yg nonton. Beda banget dengan film action ato cinta, klo jelek lempar sendal(tukang sendal laris dong,hahahahhah).



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY