Wikimu - bisa-bisanya kita

Vinnie Vincent

IQ Tinggi, Nilai Sekolah Rendah

Senin, 14-01-2008 07:56:34 oleh: Vinnie Vincent
Kanal: Remaja

IQ Tinggi, Nilai Sekolah Rendah

Baru-baru ini sekolah saya mengadakan tes bakat bagi anak-anak kelas X atau kelas 1 SMA. Tes bakat ini memang diadakan setiap tahun, khusus bagi anak-anak kelas 1 agar memudahkan 'pencarian jati jurusan' mereka, alias tahu jurusan yang lebih cocok, IPA atau IPS.

Setelah menunggu sekitar satu bulan, akhirnya tanggal 12 Januari kemarin, sekaligus pengambilan rapor semester 1, hasil tes bakat pun dibagikan. Setelah mengecek hasil tes bakat saya sendiri dan teman-teman lain, ternyata saya mendapatkan sebuah kesimpulan, yaitu teman-teman yang nilainya kurang bagus, justru IQnya masuk kategori Superior, alias 'diatas individu lainnya yang seumuran', seperti yang ditulis di kertas hasil. Sementara bagi yang nilainya hitam semua dan jarang terkena remedial pelajaran, IQnya biasa-biasa saja.

Karena penasaran, alhasil Sabtu malam kemarin saya merundingkannya dengan orangtua saya sambil menunggu makan malam India kami tersedia di meja. Kalau menurut ayah saya, justru yang IQnya biasa saja lebih rajin dari yang IQnya tinggi. Selain itu, anak-anak dengan IQ tinggi biasanya lebih fokus terhadap hal-hal diluar sekolah yang dianggap lebih menarik, sehingga pelajaran sekolahnya pun keteteran, nilainya jatuh.

Saya kira, dari kesimpulan tadi ditambah hasil perundingan dengan orang tua, sebenarnya penilaian di sekolah agak diskriminatif. Biasanya siswa dengan nilai jelek seringkali dicap bodoh atau kurang mampu oleh guru, sedangkan siswa dengan nilai bagus dan cemerlang dikatakan memiliki kemampuan lebih atau lebih pintar dibanding anak-anak lain. Bagaimana bisa menyatakan hal absurd seperti itu, sedangkan yang dijadikan tolok ukur oleh pihak sekolah hanyalah pelajaran yang belum tentu merupakan bidang semua anak?

Beberapa teman yang saya kenal jago dalam bidang seni, nilai pelajarannya cenderung kurang bagus. Menurut saya, itu dikarenakan dibandingkan pelajaran sains atau sosial, mereka lebih fokus terhadap bidang yang disukainya, yaitu seni. Sangat disayangkan apabila mereka tidak naik kelas dan dicap 'gagal', sedangkan bakat yang dimiliki justru tidak dikembangkan. Sedangkan kalaupun mereka berhasil lulus dengan kerja keras dan mengambil kuliah musik, maka kebanyakan pelajaran sekolah yang sudah dipelajari mati-matian malah terlupakan sia-sia, tidak terpakai dan hanya menjadi medium kelulusan yang menyulitkan.

Saya sendiri merasa sangat kagum dengan anak-anak yang IQnya biasa saja tapi nilai di sekolah bagus. Hal itu membuktikan bahwa IQ bukanlah segalanya, bukan tolok ukur kepandaian yang menjadi keharusan. Kesimpulan ini pun menjadi bukti pernyataan, "Where there is a will, there is a way." Dengan keinginan yang kuat, mereka bisa mencapai nilai tinggi.

Untuk seluruh pihak sekolah, baik negeri maupun swasta, bertaraf nasional, nasional plus atau internasional, saya berharap agar jangan selalu menjadikan pelajaran IPA atau IPS sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan siswa. Pelajaran seni rupa, musik, olahraga, mekanik, dan bidang-bidang lainnya juga patut dipertimbangkan demi mengembangkan bakat siswa secara maksimal. Sangat disayangkan apabila siswa sudah bekerja keras di masa SMA, kemudian justru pelajaran-pelajaran tersebut dilupakan begitu saja, atau anak-anak yang sudah bekerja keras, nantinya malah mengalami kesukaran saat bekerja karena terbiasa didikte, tidak mengembangkan inisiatif dan kreatifitasnya.

22 komentar pada warta ini
Senin, 14-01-2008 13:43:31 oleh: TRI HUPADI

Menarik mencermati artikel Vinnie, dulu orang berpikir jika ia memiliki IQ tinggi pasti akan berhasil dalam hidupnya. Akan tetapi, fakta menunjukkan bahwa IQ bukanlah penentu kesuksesan. EQ dewasa ini menjadi pertimbangan. Bagaimana orang dapat mengatur hidupnya, bagaimana orang dapat berkomunikasi, bagaimana orang dapat melakukan pendekatan ke orang lain perlu diasah dan dipelajari. Era ini adalah era komunikasi, orang yang dapat mengomunikasikan ide-idenya dengan baik itulah yang akan berhasil. Meskipun, ia sangat pandai matematika, tetapi tidak dapat menerapkan ilmu/teori matematika itu apalah artinya. Untuk itu, kita harus belajar untuk menerapkan ilmu/teori yang kita miliki untuk memecahkan persoalan hidup.


Selasa, 15-01-2008 01:25:40 oleh: Retty N. Hakim

Yup, fakta membuktikan bukan nilai IQ, bukan pula nilai IPK yang menentukan kesuksesan...ternyata masih banyak teman si IQ itu!

Selagi zaman stress begini Spiritual Quotient juga memegang peranan penting dalam keberhasilan mengolah kehidupan.


Sabtu, 02-02-2008 07:48:55 oleh: Eunike Gracea Ristiana

IQ tinggi belum tentu menjamin keberhasilan seseorang di masa depannya


Sabtu, 02-02-2008 07:51:19 oleh: Ricky Cahyadi

Saya sangat setuju dengan kamu.Saya sendiri orang yang lebih menyukai seni daripada pelajaran menghitung seperti fisika.


Sabtu, 02-02-2008 07:57:02 oleh: Agus Liono

skarang IQ udah kurang trendy,... sekarang jamannya EQ... $^^


Sabtu, 02-02-2008 07:58:30 oleh: Marcel Leonardo

iy2 gw setuju ama si om Agus yg diatas, EQ lebih penting jauh daripada IQ, coz klo ga ada EQ, orang ga bisa bersosialisasi.. Kalo IQ tinggi tapi EQ rendah, itu mah bakalan jadi robot berjalan..


Sabtu, 02-02-2008 09:01:40 oleh: Yonas Ferdinand

menurut gw tetap berpikir kalo IQ lebih penting daripada EQ. soalnya kalo bilang EQ tinggi malah lebih sukses berarti pengertian lo mengernai arti sukses tu terlalu sempit. Sukses ga cuma dinilai dari kaya, banyak teman, ato dihormati orang. orang yang dibenci banyak orang tp berhasil menemukan sesuatu yang baru juga bisa dibilang sukses. Itu tergantung lo sendiri yang menetapnya batasan sukses itu apa. Gw pribadi malah lebih memilih IQ, apa salahnya jadi robot berjalan kl lo happy dengan kondisi en pilihan lo


Sabtu, 02-02-2008 10:41:59 oleh: Vinnie Vincent

yaa sama aja lah antara EQ dan IQ, tergantung goalnya orang tsb maunya apa...

Kalo saya sih cenderung lebih setuju dengan EQ tinggi tapi IQ rendah. Karena seperti kata guru BI SMP saya, kalo IQ tinggi tapi EQnya rendah, nanti jadi kayak Hitler, mementingkan kepentingan bangsa, tapi caranya dengan membantai umat lain, karena 'hatinya' kurang bekerja. Maaf sekali ya kalo saya salah...


Kamis, 21-02-2008 11:38:08 oleh: Clarisa Mutriafica

Sebenarnya, IQ juga gak terlalu ngaruh kok...

Kalo IQ tinggi tapi anaknya pemalas juga sama aja. mendingan EQ...

IQ gak menjamin juga kok..


Kamis, 21-02-2008 13:30:53 oleh: arctic_07

nilai sekolah itu cuma buat ditampilin di rapot ajah.

gimana misalnya, kalo anak yang punya nilai bagus itu malah jadi 'bego' di masyarakat?


Minggu, 24-02-2008 14:29:19 oleh: CemPaKa

Setuju pisan saya mah! Di sekolah saya sendiri, karena anak2nya semuanya pinter, mau IQ tinggi kek, mau IQ rendah kek, nggak ada yang peduli. Diliatnya, dia rajin apa nggak dan gimana nilai rapotnya dia. Dan itu semua bukan IQ patokannya.
Selain itu, yang saya liat, kok malah anak2 yang IQnya tinggi, nilainya juga tinggi, kayaknya EQnya rendah. Kurang bisa besosialisasi sama tmen2nya. Kayaknya emang nggak ada orang yang sempurna, yaaa???


Minggu, 24-02-2008 19:34:15 oleh: Yohanes Princent

Hasil dari Test IQ, tidak menentukan pintar tidaknya seseorang.
Banyak Fakor yang mempengaruhi hasil nilai IQ, salah satunya adalah 'niat'
kalau orang trsbt pintar, namun tidak niat dalam mengerjakan test IQ, sudah bisa ditebak kan hasilnya...

anak yang mendapat hasil IQ bagus, belum tentu mereka mengerjakan dengan 100% hasil dari otak mereka sendiri, qta tau bahwa jiwa anak muda, jiwa menyonteknya masih amat membara di jiwa mera..
kyknya, IQ itu emank ga menentukan pintar tidaknya seseorang,, seperti kata guru Matematika saya dulu, Pak Frans 'robek-robek aja hasil test IQ_mu itu , itu cuman kertas sok tau'

•PEACEE•


Sabtu, 01-03-2008 04:16:46 oleh: Oktovianus Pogau

baca bukunya Daniel Goelman, disitu beliau mengatakan bahwa IQ itu hanya 20% sisanya EQ atau kecerdasan emosional. dengan melihat ini bisa kita buktikan thomas alfa edison dulunya bukan orang yang berIQ TINGGI, sama halnya juga dengan Albert Einsten. maka itu perluaslah pergaulan kamu supaya kamu semakin berhasil dan sukses.
hebat dan luar biasa tulisan pelajar seperti kamu.


Kamis, 13-03-2008 16:59:14 oleh: yohanna adriana

Salut deh sama Vinnie yang bisa nulis begini di usia kamu. Selain EQ, sekarang juga banyak Quotient2 lain yang berkembang, mulai dari adversity, spiritual, dll yang saya pikir dapat mengukur kecerdasan dalam sisi yang lebih seimbang.
Dibanding dengan IQ yang hanya mengukur kecerdasan logic dan lingusitik, saya lebih setuju dengan Multiple Intelligence yang mengukur kecerdasan dari berbagai sisi.


Minggu, 16-03-2008 08:35:31 oleh: Retty N. Hakim

@ Ricky: IQ itu masih banyak cabang di dalamnya, bisa jadi secara umum tidak tinggi tapi IQ yang mendukung kecerdasan di bidang artistik tinggi...jadi IQ tidak identik dengan kemampuan bergaul dengan angka saja loh!

Ada teman saya yang hampir tidak diterima masuk ke SMA favorit karena hasil tes IQ jelek padahal dia langganan berada dalam nilai bagus. Dengan pendekatan dari pihak guru SMP dan orang tua akhirnya dia masuk dan berhasil juga menyelesaikan SMAnya dengan nilai baik. Orangnya memang tekun dan rajin belajar. Biar IQ tinggi kalau sombong dan menggampangkan pelajaran bisa jadi malah angkanya jeblok....


Kamis, 27-03-2008 18:01:36 oleh: adadeh

skarang jamannya ESQ kaleee


Jumat, 11-04-2008 02:33:44 oleh: Drop Out

"yang IQnya biasa saja lebih rajin dari yang IQnya tinggi. Selain itu, anak-anak dengan IQ tinggi biasanya lebih fokus terhadap hal-hal diluar sekolah yang dianggap lebih menarik, sehingga pelajaran sekolahnya pun keteteran, nilainya jatuh."

"Biasanya siswa dengan nilai jelek seringkali dicap bodoh atau kurang mampu oleh guru, sedangkan siswa dengan nilai bagus dan cemerlang dikatakan memiliki kemampuan lebih atau lebih pintar dibanding anak-anak lain."
--


Gue setuju sama sikap Vinie yang menyatakan ketidak-setujuannya dalam menyikapi ketidak-adilan di dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Selain di dalam dunia pendidikan, di dalam keluarga pun, seorang anak dengan IQ di atas rata-rata seringkali terbebani dengan harapan orang tua yang tau kalo anaknya punya IQ tinggi. Karena orang tua yang punya anak dengan IQ di atas rata-rata biasanya malu kalo nilai anaknya di sekolah jeblok.

IQ atau EQ atau SQ, atau apalah namanya, adalah alat ukur yang tidak dapat berdiri sendiri.

Dari sini ada beberapa hal yang perlu dilakukan sama anak-anak dengan IQ tinggi. Ubah cara pandang kolot yang menganggap IQ tinggi = Nilai bagus di Sekolah. Kenyataanya, nilai yang diperoleh di seklolah ditentukan tidak hanya dari kecerdasan siswa namun juga ada banyak faktor yang mempengaruhi tinggi-rendahnya nilai di sekolah, bisa aja si Guru punya standar, memberikan nilai minimal 6 apabila telah melunasi SPP.

Sistem pendidikan di negeri ini emang perlu perubahan!


Senin, 29-03-2010 19:16:04 oleh: muhyiddin

apapun testnya baik IQ , EQ , SQ AND QQ lainnya asal nilanya baik ya positip saja nilai itu untuk memberi dorongan bagi yang nilainya rendah supaya belajar lebih baik lagi bagi yang nilanya sudah cukup tambah belajarnya lagi agar dpt berprestasi lebih baik lagi


Minggu, 25-04-2010 15:26:05 oleh: dwi edy wahyudi

Menurut saya iq tinggi bukanlah jaminan untuk menentukan kesuksesan.....saya ilustrasikan sbb : kalaupun kita pintar(iq tinggi) tetapi kalau kita tidak dapat memanfaakan kepintaran kita maka hasilnya juga akan nihil.....


Selasa, 07-05-2013 07:39:40 oleh: M. Yase SPd. MM

menurut beberapa buku yang saya baca anak yang IQ tinggi hasil belajar rendah inilah yang disebut dengan istilah andereciver. anak yang IQ tinngi harus mendapatkan pembelajaran yang tinggi juga baru lah mereka merasa ada tantangan jika pembelajaran itu biasa-biasa saja maka dia tidak bergairah untuk belajar dan pada akhirnya nilainya menjadi rendah untuk materi yang rendah sekalipun.Untuk anak seperti ini perlu mengikuti program akselerasi atau program cerdas istimewa(CI)


Sabtu, 28-09-2013 23:00:58 oleh: Tania

Tapi saya sendiri kemarin baru test IQ , hasilnya 128 dan tertinggi diantara teman cewek yang lain , tapi rangking saya biasa biasa aja karna ya saya cukup pemalas.. IQ tinggi dijadiin motivasi aja sih , kalo IQ rendah ya jadikan motivasi juga serta pembuktian kalau IQ ga ngaruh


Senin, 30-09-2013 15:47:56 oleh: Retty N. Hakim

Haloooo....saya penasaran nih, Vinnie sekarang kuliah di mana, atau malah sudah lulus kuliah?



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY