Wikimu - bisa-bisanya kita

Yusuf Iskandar

Sedia Sepeda Motor Sebelum Tsunami Menggelontor

Selasa, 25-12-2007 09:24:47 oleh: Yusuf Iskandar
Kanal: Peristiwa

Hari Minggu, 23 Desember 2007, adalah hari "keramat" yang sangat mendebarkan bagi sebagian besar masyarakat Bengkulu dan sekitarnya. Pasalnya, sejak sebulan terakhir telah beredar rumor bahwa pada hari itu akan terjadi gempa besar berkekuatan 8,5 SR yang "rencananya" akan diikuti dengan terjangan gelombang tsunami. Apa tidak nggegirisi (mengerikan)......

Spontan yang ada di pikiran masyarakat Bengkulu adalah trauma terhadap gempa besar yang belum lama memporak-porandakan Bengkulu Utara pada September lalu dan bencana tsunami di Aceh tiga tahun yang lalu.

Ini gara-gara adanya sebuah fax yang dikirim oleh Prof. Jucelino Nobrega da Luz, seorang (konon) pengamat gempa dari Brazil. Jelas, siapapun yang paham tentang pergempaan akan menolak prediksi semacam ini. Namun tak ayal, isu ini telah membuat sebagian masyarakat Bengkulu cemas bin resah.

***

Tentang gempanya, yang ternyata hari Minggu kemarin Bengkulu baik-baik saja, biarlah menjadi porsi para ahli untuk mengkajinya. Namun saya melihat ada "kejadian" lain yang menarik.

Sejak beberapa minggu menjelang tanggal 23 Desember 2007, saya jumpai di koran lokal "Rakyat Bengkulu" sebuah iklan produk sepeda motor yang menawarkan kemudahan untuk kredit kepemilikan sepeda motor Honda. Bunyi iklannya kira-kira bermaksud mengingatkan masyarakat bahwa bila bencana tsunami terjadi, maka diperlukan sarana transportasi yang gesit untuk mencari tempat berlindung (mengungsi, maksudnya). Dan, sepeda motor adalah salah satu diantara moda transportasi yang fleksibel itu.

Ternyata bukan hanya iklan yang kemudian saya jumpai, melainkan juga dalam format berita. Tidak salah juga kalau disebut iklan terselubung, meskipun kalau menilik isi beritanya jelas bukan lagi terselubung, alias sudah terang-terangan. Bahkan bernada sangat provokatif. Penggalan iklannya berbunyi begini :

..... Jalur evakuasi ini terletak diberberapa titik di daerah Bengkulu, apabila benar terjadi gempa 23 Desember, jalur ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang akan berlomba menyelamatkan nyawa dan harta masing-masing. Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling praktis, aman dan cepat dalam usaha menyelamatkan nyawa dan harta.....

..... Honda menawarkan kepada masyarakat Bengkulu segala kemudahan dalam memiliki sepeda motor yang praktis, aman dan cepat. Cukup dengan hanya Rp 500 ribu, subsidi Rp 700 ribu ditambah dengan cash back Rp 300 ribu, masyarakat Bengkulu sudah dapat memiliki sebuah motor FIT X.....

Aha! Ini sebuah berita yang tampaknya cukup simpatik memberitahu masyarakat tentang perlunya alat transportasi yang praktis di saat bencana dan kepanikan melanda. Namun ini juga sebuah bujukan kepada masyarakat agar segera membeli sepeda motor cap Honda.

Hanya saja yang membuat saya risih adalah judul beritanya berbunyi : "Honda Investasi Terbaik". Lha ya, ketemu pirang perkoro (ketemu berapa perkara - ungkapan bahasa Jawa) wong membelanjakan uang untuk kabur dari kejaran tsunami kok disebut investasi.

***

Saya mengapresiasi idenya. Jeli menangkap peluang bisnis. Ini sah-sah saja. Sebuah strategi pemasaran yang jitu. Memanfaatkan momen tertentu untuk diubah menjadi sebuah peluang bisnis. Hanya, kebetulan saja momennya kok ya menakutkan....

Tak beda halnya kalau ada orang mempromosikan produk sepatu booth guna mengantispasi datangnya banjir. Atau orang menawarkan produk payung atau ponco sebelum musim hujan tiba. Soal banjirnya benar-benar datang atau tidak, hujannya jadi turun atau tidak, ya tidak menjadi soal.

Tapi mestinya pengusaha tidak perlu "mengelabuhi" konsumen dengan mengatakan bahwa membeli sepatu booth dan payung adalah sebuah investasi. Yang sebenarnya adalah konsumsi pada tingkat kebutuhan, kalau masih tingkat keinginan maka kecenderungannya konsumtif. Lain hanya kalau sepatu booth atau payung itu kemudian disewakan kepada orang lain, di dekat halte bus atau di ujung jalan yang kebanjiran.

Sayangnya saya tidak memiliki akses untuk mengetahui seberapa besar impak dari iklan sepeda motor itu terhadap tingkat penjualannya kemudian.

Saya hanya ingin menggarisbawahi sisi positif dari kejelian si pemasang iklan atau pengirim berita dalam menangkap peluang bisnis di tengah situasi yang sedang berkembang. Bagaimanapun juga ada pelajaran bisnis tentang trik pemasaran yang dapat dipetik dari kejadian itu. Seperti menerapkan peribahasa : sedia sepeda motor sebelum tsunami menggelontor.

4 komentar pada warta ini
Selasa, 25-12-2007 11:09:01 oleh: a Vip

Bukannya itu biasa, Pak?
Saya aja kayaknya begitu sabenhari dalam banyak kesempatan.
Saya sering bertanya-tanya dalam diri: agama yang pas buat saya apa, gitu!?


Selasa, 25-12-2007 11:40:02 oleh: Yusuf Iskandar

Betul, mas Vip. Memang tidak ada yang salah. Justru saya ingin menarik pelajaran (barangkali) ada yang pas untuk diterapkan pada aktifitas lain, pengembangann bisnis hanyalah salah satunya. Terima kasih.


Selasa, 25-12-2007 13:59:42 oleh: Mimbar Saputro

Sepertinya sang pengusaha menyoba bilang Robert Kiyosaki itu salah. Motor adalah investasi bukan liability..


Selasa, 25-12-2007 15:34:57 oleh: rahmah

Aduh jangan bawa2 bapakku dong Pak Dhe hehehe..
..



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY