Gembirakah Anda bilang hari ulang tahun Anda tiba? Jangan-jangan, justru bersedih, karena ada keinginan yang belum tercapai di saat ulang tahun tiba. Hari ini, 13 Desember 2007, penulis berulang tahun. Dilahirkan 48 tahun lalu di Rumah Sakit St. Carolus Jakarta, hampir sebagian besar - kalau tidak ingin dikatakan semuanya - perjalanan hidup penulis lakoni di Jakarta. Walaupun mungkin tak dapat dikatakan sebagai putera Betawi, namun penulis bangga menjadi anak Jakarta. Ulang tahun kali ini, sama seperti ulang-ulang tahun sebelumnya, penulis rasakan dengan ucapan syukur kepada Tuhan yang Amat Pengasih. Meskipun sepanjang tahun ini tak selalu perjalanan penulis tempuh dengan mulus, termasuk sempat masuk ke RS St. Carolus pada November lalu, karena diare yang berkepanjangan, penulis tetap dan akan selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
Berkali-kali penulis menangkan penghargaan dalam karier sebagai wartawan. Tercatat antara lain, juara lomba penulisan dan presentasi Starbucks Coffee Indonesia, yang berhadiah ke Singapura bersama istri tercinta. Lalu, juara kedua lomba penulisan Jakarta Fashion & Food Festival 2007 yang diadakan oleh PT Summarecon Agung Tbk - pengelola Mal Kelapa Gading - bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Penulis juga memenangkan penghargaan lomba penulisan dari gerai donat J.Co Donuts & Coffee dan butik roti premium BreadTalk. Walaupun bukan juara pertama, namun hadiahnya jelas cukup lumayan. Lebih menyenangkan dari itu, penghargaan yang diberikan merupakan bukti bahwa prestasi penulis masih ada di tengah makin banyaknya wartawan muda saat ini.
Dalam lomba penulisan dan foto menyambut HUT ke-1 pusat perbelanjaan Senayan City, penulis juga meraih hadiah pertama. Jalan-jalan ke Australia selama 5 hari 4 malam bersama istri, merupakan hadiah yang penulis terima. Menurut rencana, penulis bersama istri akan berwisata ke "negeri Kanguru" itu pada awal 2008.
Di dunia kepanduan, penulis juga merasa beruntung bisa bersama-sama 40.000 pandu dari 158 negara, merayakan HUT ke-100 Gerakan Kepanduan Sedunia dalam suatu acara akbar, Jambore Kepanduan Sedunia ke-21 di Hylands Park, Chelmsford, Essex, Inggris, akhir Juli sampai awal Agustus 2007.
Penulis juga beruntung mendapat kesempatan mengikuti Konferensi Kepanduan Asia-Pasifik ke-22 di Tokyo, Jepang, pertengahan Oktober 2007. Dalam acara itu, penulis terpilih sebagai anggota Subkomite Management, Kepanduan Asia-Pasifik untuk masa bakti 2007-2009.
Kini, di hari ulang tahun ke-48 penulis, istri tercinta memberi kecupan kasih, sebuah buku, dan sebuah alat cukur baru buatan Philips. Keponakan penulis memberi cangkir bergambar anjing, karena tahu penulis sangat senang dengan hewan berkaki empat itu. Sungguh mengesankan.
Buku yang diberikan kepada penulis berjudul Dutch Culture Overseas dengan subjudul Praktik Kolonial di Hindia-Belanda, 1900-1942. Ini adalah edisi Bahasa Indonesia dari buku yang ditulis Dr Frances Gouda. Terbit pertama kali di Amsterdam, Belanda, pada 1995, edisi Bahasa Indonesia diterbitkan pada tahun ini.
Istri penulis tahu, sejak lama penulis memang menyukai kisah-kisah sejarah. Walaupun mungkin untuk sebagian orang, sejarah adalah masa lalu yang mungkin baik dilupakan saja, namun sesungguhnya dari sejarah kita - umat manusia - dapat belajar banyak hal. Menurut penulis yang terutama adalah belajar memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dalam sejarah, untuk masa depan yang lebih baik, aman, damai, dan sejahtera, bagi semuanya.
Penulis belum sempat membaca seluruh isi buku itu, baru bagi pendahuluannya saja. Namun ada hal menarik yang penulis catat di halaman 19, bahwa selain para pegawai Kerajaan Belanda yang memang dikirim untuk bertugas ke Hindia-Belanda (nama Indonesia sebelum merdeka), "banyak ikut pula para gelukzoekers atau fortuinzoekers: para pencari kebahagiaan dan kebebasan atau para petualang dan pencari harta kekayaan."
Mereka berani mengambil keputusan, bahkan sebagian agak nekat, untuk meninggalkan Belanda dan bertualang ke Hindia-Belanda yang iklim dan budayanya sangat berlainan, bahkan belum mereka kenal.
Maka, bila di awal tulisan dimulai dengan pertanyaan, di akhir tulisan ini, kembali penulis ingin bertanya, "Ke manakah Anda mencari kebahagiaan dan kebebasan?". Bagi penulis sendiri, jawabnya antara lain ke Wikimu. Di sini, penulis mendapat kebahagiaan dengan bertemu para Wikimuers dengan berbagai latar belakang, dan sekaligus mendapat kebebasan menulis apa pun, yang ada di pikiran dan hati penulis.
Foto: Penulis dan istri.