Beberapa hari yang lalu adik saya di Makassar menerima telepon dari seseorang yang menamakan dirinya Dr Arifin . Orang tersebut menanyakan no HP dari ayah saya. Jadinya serba salah karena kalau tidak dikasih, siapa tahu itu kolega ayah saya. Ayah dan adik saya juga seorang dokter tapi kan mereka tidak hafal semua nama dokter-dokter. Akhirnya adik saya memberikan kepada orang tersebut no HP ayah saya. Setelah itu baru dia jadi ragu-ragu bahwa jangan-jangan itu komplotan penipu. Jadi adik saya segera menghubungi ayah saya supaya berhati-hati. Ayah saya kebetulan lagi berada di Jakarta untuk menghadiri suatu acara untuk penyakit jantung di hotel Borobudur.
Beberapa jam yang lalu (3 Des 07, 11.00) HP ayah saya dihubungi oleh Unknown Number. Oleh ayah saya telepon tersebut tidak dijawab. Tidak lama kemudian ada SMS dari nomor 08170138977: Saya. Dr. H. Arifin,... Dr. ABC (ayah saya) diminta menghubungi KADINKES Tk I Prop Sulawesi Selatan Dr. H.Andi Muhaedir, MPH. MKes HP 08158362741. Lalu ada sms berikutnya : Harap Hub Kantor Pusat Depkes RI 021-32281570 Ext 117 HP 0817101535 Prof. DR.Dr. H. Ahmad Nasution, MBA.Msi (Sekjen Depkes RI).
Ayah saya biar sudah dibilangin bahwa itu penipu yang lagi nyoba-nyoba tetap saja mau menghubungi karena mereka memakai nama DEPKES RI. Adik saya disuruh menelpon ke no telepon lokal. Sewaktu adik saya disuruh menelpon ke HP oleh yang menerima telepon di Ext 117, adik saya semakin yakin ini komplotan penipu. Untuk menyenangkan hati ayah, adik saya buang pulsa menelpon ke HP 08158362741 tersebut. Orang tersebut memberitahukan bahwa ayah saya terpilih untuk mengikuti MUKERNAS tgl 26 Des - 29 Des 2007 di hotel Borobudur, Jakarta. Untuk itu mereka meminta nomor rekening ayah saya supaya mereka bisa segera mentransfer uang sebesar Rp. 30 juta. (ini pancingan: kebalikan penipuan yang biasa, sekarang kita diiming-iming dikasih uang). Uang itu untuk keperluan uang tiket, penginapan dan baju safari . Ayah saya disuruh SEGERA ngecek ke ATM terdekat. Akhirnya ayah saya memberikan telepon kepada adik saya supaya berbicara dengan orang tersebut.
Adik saya bilang kalau memang mau transfer ya..transfer saja.. ngapain harus sekarang ke ATM. Besok-besok saja dicek udah masuk atau belum. Orang tersebut langsung menutup telepon. Tut..tut.tut...tut...
Kemungkinan ini langkah awal penipuan hipnotis via HP. Kalo kitanya terpancing dan ke ATM untuk mengecek dan belum ditransfer , tentu kita akan menelpon ke HP orang tersebut maka mulailah mereka beraksi dengan instruksi lain. Bisa-bisa duit kita dikuras oleh mereka dan tentu saja mereka memilih orang-orang yang mereka yakini saldo rekening ATMnya ada sejumlah dana.
Jadi... WASPADALAH ......
Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com
atau telp : 021-5260758 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY