Wikimu - bisa-bisanya kita

denni

Ditipu Telkomsel

Selasa, 18-09-2007 09:19:31 oleh: denni
Kanal: Suara Konsumen

Ditipu Telkomsel

Senyum pelanggan adalah senyum kami juga. Demikian kira-kira bunyi slogan yang terpampang di dekat pintu Grapari Telkomsel. Lalu bagaimana dengan masalah pelanggan? Bukan masalah Telkomsel?

Hari Sabtu, tanggal 8 Oktober lalu, saya membeli nomer perdana baru Simpati Extra karena tertarik dengan nomernya yang cukup "cantik". Sesampai di rumah, saya segera mengganti SIM card lama saya dengan nomer baru itu.

Seperti biasa, untuk pemakaian pertama kali, ada prosedur registrasi pelanggan. Saya mengikuti prosedur sampai selesai, termasuk mematikan dan menyalakan lagi ponsel saya, tapi anehnya tidak ada konfirmasi bahwa nomer saya sudah terdaftar. Saya coba untuk melakukan panggilan keluar ternyata bisa. Saya coba terima panggilan masuk juga bisa. Berarti tidak ada masalah. Benarkah?

Ternyata saat saya coba mengirim pesan singkat (SMS), ponsel saya meminta service centre. Biasanya nomer ini sudah ada tertanam dalam semua SIM Card yang baru. Saya isikan manual, ternyata juga tidak bisa. Selalu nomer yang saya isikan terhapus. Karena jelas ada masalah di kartu itu, maka saya menelpon customer service di 116. Dikatakan oleh seorang operator bahwa kartu saya gagal diregister dan meminta saya register ulang. Dengan baik hati operator tersebut mengatakan akan membantu proses registrasi. Saya diminta membacakan data-data diri saya dan dia akan memasukkan langsung ke komputer. Setelah selesai, saya diminta mematikan ponsel selama 10 menit setelah mendapat sms konfirmasi bahwa saya sudah terdaftar. SMS tersebut saya terima dan untuk amannya, saya baru mematikan ponsel selama 15 menit. Ternyata sama saja, ponsel masih tidak bisa digunakan untuk SMS.

Kembali saya menelpon 116 dan saya disarankan untuk membawa kartu tersebut untuk ditukarkan secara cuma-cuma ke Grapari terdekat. Operator bilang jam buka Grapari antara pukul 08.00 hingga 17.00. Saya pergi ke Grapari Wisma Mulia jalan Gatot Subroto hari Senin tanggal 10 Oktober sekitar pukul 07.45 dengan harapan saya dapat giliran pertama dan tidak terlambat ke kantor sehabis urusan itu. Tapi sayang keterangan yang tertulis di depan pintu tidak sesuai dengan perkataan operator. Tertulis bahwa jam operasional mulai pukul 08.30 hingga 16.30.

Akhirnya daripada bolak-balik, saya menunggu di sana. Tepat pukul 08.30, pintu Grapari mulai dibuka, saya mendapatkan giliran pertama dan diterima oleh seorang customer service bernama Jaja. Saya menyampaikan permasalahan dan beliau membawa kartu saya ke dalam. Setelah menunggu cukup lama, beliau keluar lagi dengan membawa kartu saya yang telah di-upgrade. Kartu ini saya coba pasang di ponsel saya, lalu saya coba cek pulsa, ternyata berkurang Rp 350. Saya tanyakan pada Pak Jaja, beliau bilang bahwa pulsa itu digunakan untuk cek SMS dengan mendaftarkan ke fasilitas international roaming. Padahal saya tidak menginginkan fitur itu. Karena tidak ingin memperpanjang masalah, saya langsung mau mencoba SMS. Ternyata proses loading ke menu SMS dan phonebook lama sekali, di luar kondisi normal. Memang bisa juga akhirnya digunakan untuk mengirim SMS, tetapi proses loading yang lama itu sungguh mengganggu. Karena itu saya menyampaikan keluhan pada Pak Jaja.

Beliau menyarankan diganti kartu saja karena ada kerusakan fabrikasi. Saya bertanya berapa biayanya, beliau bilang gratis dan prosesnya cepat. Karena itu saya berikan kartu saya untuk diganti dan menulis formulir penggantian kartu. Pak Jaja kembali membawa masuk kartu saya untuk diganti. Setelah menunggu cukup lama, beliau keluar dan berkata bahwa mesin untuk bikin kartu lagi rusak, jadi saya diminta datang lagi beberapa hari lagi.

Saya terus terang keberatan kalau harus bolak-balik, karena itu saya tanyakan ada solusi lain ngga. Pak Jaja menawarkan pakai surat kuasa. Saya keberatan karena harus merepotkan orang lain (yang diserahkuasai). Beliau bilang tidak ada cara lain lagi. Saya lalu meminta bertemu dengan atasannya untuk meminta solusi yang lebih baik. Pak Jaja berkata bahwa saya bisa berbicara dengan supervisornya, lalu dia masuk untuk memanggil supervisornya.

Saat beliau keluar, beliau menyampaikan pesan supervisornya bahwa saya bisa memilih nomer pengganti secara gratis di sana.Saya diantarkan ke sebuah counter untuk memilih nomer baru. Tapi karena pilihan nomer hanya sedikit dan semua nomer yang tersedia nomernya tidak beraturan (baca: tidak "cantik"), maka saya tidak mau memilih salah satu nomer itu. Apalagi alasan saya dari awal beli nomer yang bermasalah itu karena tertarik dengan nomer "cantik"nya.

Pak Jaja bilang tidak ada pilihan lain. Ambil salah satu nomer itu atau kembali saja lain kali untuk ganti kartu. Saya kembali minta dipertemukan dengan supervisornya. Saya diminta menunggu kembali sementara beliau masuk ke dalam untuk kesekian kalinya.

Setelah keluar lagi, beliau mengatakan bisa mengatur pengiriman kartu pengganti secara gratis. Paling lambat keesokan harinya (Selasa). Sementara saya bisa menggunakan kartu lama, setelah kartu baru didapatkan, bisa langsung ditukar. Saya cukup puas dengan solusi ini dan saya meninggalkan Grapari.

Kartu pengganti ternyata baru dikirim hari Rabu (12 September) sore (terlambat sehari). Saya tidak mempermasalahkan, namun ketika saya pasang, ternyata kartu belum aktif. Saya telpon kembali ke 116 dan dikatakan bahwa saya harus menunggu sampai lewat jam 12 tengah malam baru aktif dan bisa dicoba lagi.

Selewat jam 12 malam itu, saya nyalakan ponsel saya dengan kartu pengganti, ternyata sama saja. Kartu belum aktif. Kembali saya telpon 116, dan kali ini disampaikan bahwa kartu aktif dalam waktu 2x24 jam sejak saya terima (hari Rabu), jadi Jumat sore baru bisa dipakai. Kenapa informasinya bisa berbeda-beda.

Saya kembali menunggu dengan sabar dan hari Jumat sore (14 September) memang ternyata kartu sudah aktif. Saya coba buka SMS dan phonebook, ternyata masih lambat seperti dulu. Karena sudah malas telpon lagi ke Telkomsel, saya akhirnya terima saja. Yang penting bisa dipakai. Saat saya cek pulsa, ternyata pulsa saya tinggal Rp 150. Berkurang dari Rp 4.650. Padahal disampaikan sebelumnya bahwa penggantian ini gratis dan pulsa saya tidak berkurang. Saya telpon 116 kembali namun mereka tidak bisa menjelaskan. Bahkan di komputer mereka tercatat pulsa saya masih Rp 4.650.

Saya disarankan kembali ke Grapari. Untuk buang waktu, uang, dan tenaga (karena ngomel-ngomel) lagi? Buat saya ini sudah cukup. Pelayanan Telkomsel sangat mengecewakan. Saya merasa ditipu. Memang nilai pulsa yang hilang tidak seberapa. Kalau harus mengurus lagi ke Grapari, waktu, uang, dan tenaga yang terbuang akan menjadi berlipat, sama sekali tidak sebanding. Jadi lebih baik tidak usah berurusan lagi dengan Telkomsel.

11 komentar pada warta ini
Selasa, 18-09-2007 10:07:37 oleh: nicko

moral: untuk mendapatkan apa yang di inginkan* membutuhkan pengorbanan


*baca: nomer cantik

kalo aku si, ga masalah dengan nomer, nantinya juga yg di cari namanya bukan nomernya..
hehehe


Selasa, 18-09-2007 10:35:49 oleh: Agus Mardhika

Waduuuuuhhhhh..... kalo liat tanggal da nbulannya kliatannya kejadiannya udah lama banget tuh... udah hampir setahun.. sekarang aja masih bulan september tapi diberitanya tertulis bulan oktober..

Yang lalu biarlah berlalu..???!!!


Selasa, 18-09-2007 10:54:42 oleh: Dani Ampriyanto

wah coba kalo orang2 mempunyai sifat seperti anda, pasti customer care pada kelabakan deh..
namanya ngeyel, mau menang sendiri, dan mau enaknya doank. itu sebenarnya kasus sepele, banyak kasus yang lebih parah tapi tanggapi aja dengan kepala dingin dan gak kaya orang kebakaran jenggot he..he..


Selasa, 18-09-2007 13:11:58 oleh: denni

Pak Agus,

Itu ada kesalahan penulisan, mestinya sih bulan September, masih bulan ini koq.

Pak Dani,

Bukannya sebagai customer care memang harus care dengan kebutuhan customer? Kalau ngga bisa begitu apa nama customer care masih layak dipakai?

Ngeyel, mau menang sendiri, dan mau enaknya doang? Wah saya rasa saya sudah cukup banyak bersabar tuh. Mulai dari dateng ke grapari, menunggu grapari buka, sampai menunggu kiriman kartu pengganti. Padahal itu bukan kesalahan saya, tapi kesalahan Telkomsel (memproduksi kartu yang cacat). Saya sudah repot, tapi Telkomsel gak mau direpotkan, setelah saya paksa baru mau sedikit repot mereka, itupun gak bener kerjanya. Kira-kira siapa yang mau menang dan enaknya sendiri?

Pak Dani saya rasa kurang obyektif menanggapi tulisan ini. Kalau semua customer seperti Pak Dani, menerima apa adanya, pelayanan di sini kagak ada yang bener deh jadinya. Kan dikasih kayak apa aja juga customer cuman bisa pasrah dan nerima.

Atau jangan-jangan Pak Dani tersinggung dengan tulisan saya, ada hubungan apakah?


Selasa, 18-09-2007 13:37:12 oleh: rd

kalo saya pasti akan sebel juga ama telkomsel, ini bukan masalah sepele, bagaimana kalo nomer cantik yang dibeli itu harganya sampe 1jt, atau bahkan saya liat di plaza semanggi ada nomer cantik sampe 10jt, ... telkomsel memang harus bertanggung jawab.

saya setuju ama pak deni kalo telkomsel itu menipu pelanggan. inilah permainan bisnisnya konglomerasi, kalo tidak licik telkomsel pasti gulung tikar ...


Selasa, 18-09-2007 15:02:02 oleh: Dani Ampriyanto

ya nggak lah mas denni, saya gak kerja di sana koq, saya juga gak pake produk telkomsel, saya pake mentari, mulai dari jaman kuda gigit besi mas..
saya cuma berkomentar aja, ya maaf kalo tersinggung, soalnya kalo orang jawa, kayak saya, masih "ewuh pakewuh" sama orang. jadi mohon dimengerti ya mas..
suwun.


Rabu, 19-09-2007 09:58:53 oleh: Pawe Dae-Dek Pendi

Jadi kejadiannya baru toh????....saya & keluarga termasuk salah satu pengguna TELKOMSEL setia karna bisa digunakan hampir diseluruh wilayah Indonesia termasuk BULA-pulau seram (office field kami). Tapi kalo bicara soal pelayanan yah begitu dech. Kejadiannya ketika tgl 20 juni 2007 saya melakukan migrasi paket 'halo bebas abodeben' ke paket 'halo bebas bicara', harusnya pertanggal tersebut no. HP saya sudah menggunakan tarif baru, tetapi tarif tersebut baru berlaku diakhir agustus, itupun setelah saya tlp ke no. 111 sebanyak 5 kali. awal september akhirnya saya ke TELKOMSEL-gatot subroto untuk membuat pengaduan. Tapi pada tagihan bulan september-pun masih belum ada adjustment untuk penggunaan HP saya dari tgl 20juni, dan menurut mereka saya harus menunggu sampai dgn 1bulan setelah pengaduan (di grapari) baru bisa diberi jawabannya.......AMPUN DJ dech!!


Rabu, 19-09-2007 10:10:24 oleh: denni

Iya Pak Pawe, kejadiannya baru minggu lalu.
Saya juga sudah pakai Telkomsel lebih dari lima tahun. Tapi baru kali ini berurusan dengan customer servicenya.


Kamis, 20-09-2007 16:18:16 oleh: chika

iklan kenceng juga menyimpan sesuatu di baliknya. kejadiannya waktu saya tertarik untuk ikutan yang halo bebas abunemen. ternyata begitu datang tagihan bulan depannya, harga per SMS naik dari Rp 250.- menjadi Rp 350,-. kalo dihitung-hitung ya sama aja dengan yang pake abonemen bulanan.judulnya toh tetap : telkomsel kaga mau rugi....!!!


Sabtu, 17-11-2007 13:18:16 oleh: Daniel Dy

Buat rekan rekan, pemerhati penggunaan telkomsel, atau pemakai Hp dari provider yang berbeda, sering tidak mencermati, produk, saya sering cermati haltersebut, terutama dg billing system, sering ngaco. saya pakai matrik juga ngaco. billing yang udah 3 bulan lewat, masih di tagih, setelah di komplain mereka bilang pencatatan tsb belum tercatat jadi di tampilkan bulan berikutnya... ha ha ha , technologinya canggih yah......

lain lagi dg telkomsel, saya pemakai lama produk ini aku pakai simpati, produk ini kan memberi gratis sms dan free talk pada setiap kelipatan, nah sering aku perhatikan itu cuma tipuan, dan aku buat mainan saja.... ha ha ha ....

aku sering periksa sms yang aku pakai pada jam 22.00 ke atas, eh nyatanya dua duanya berkurang.... baik pulsa dan sms gratisnya ,,, nah itu technologi.... bisa bikin senang bisa menipu orang untuk senang..... ha ha ha.... kalo penasaran silahkan coba coba deh, mudah mudahan milik rekan rekan pembaca bilingnya jujur... ha ha ha .......

tarif sms kalo malam berapa yah untuk telkomsel.....setelah aku hitung malah aneh , kadang 450, kadang 223rupiah ha ha ha ha .... lucu deh komputernya bisa korupsi..... belajar dari mana yah korupsinya.......



Sabtu, 03-08-2013 20:55:35 oleh: Kangsigit.com

saya sangat setuju dgn pndpt penulis (mz denni)
menjadi CS harus punya sifat rendah hati, senyum lebar, penuh kesabaran dan tidak mengecewakan pelanggan.
Jangan kira hanya 1 pelanggan punya masalah tidak merugikan perusahaan.!
Coba di pikir2 satu pelanggan bermasalah dg kartu cantik, kemudian org itu mempublikasikan di internet. Yang baca bisa jadi lebih dr 1juta jiwa.
Tentu yg baca artikel ini akan pikir2 membeli no cantik.

Meskipun comen saya telat semoga bermanfaat . .



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY