Wikimu - bisa-bisanya kita

aloysius weha

Virus Mematikan: Burung, Kuda, Babi

Senin, 03-09-2007 06:13:55 oleh: aloysius weha
Kanal: Kesehatan

Virus Mematikan: Burung, Kuda, Babi

Indonesia disibukkan dengan serangan virus flu burung yang sudah menjangkiti manusia dan menjadi virus mematikan. Sebuah penelitian di AS memperlihatkan, virus ini sudah menjangkit antarmanusia. Belum lagi antivirusnya ditemukan, virus baru kini menyerang kuda. Dan virus seolah terbang tinggi bak burung, bergerak bak kuda liar, karena setelah burung dan kuda, babi pun ikutan terseruduk virus.

Di Australia, pemerintah federal New South Wales dan Canberra dibuat sibuk dan khawatir akibat kematian ribuan kuda-kuda pacuan. Diduga, virus ini berasal dari Jepang dan dibawa oleh orang yang penyakitan yang masuk ke Australia, dan kemudian menulari kuda-kuda tersebut.

Pemerintah Australia patut khawatir karena kematian kuda-kuda itu terbilang cepat dan dalam jumlah yang sangat cepat. Penanganan yang terlambat akan membuat negeri yang mengandalkan peternakan sebagai salah satu pendapatan negeri itu kelimpungan. Bisnis yang digerakkan dari pacuan kudan pun dikhawatirkan akan bergejolak.

Di Cina, virus dengan gejala yang sama yang terjadi di Australia  --menyerang sistem pernapasan dan pencernaan lalu mengakibatkan kematian-- juga menghajar babi-babi yang ada di peternakan negeri itu. Sudah lebih dari 200 ribu ekor babi mati, sekalipun pemerintah Cina bertindak cepat dengan memvaksinasi tak kurang dari 100 juta ekor babi di seluruh Cina.

Bila Australia mengandalkan kuda, babi di Cina termasuk salah satu peternakan yang terbilang penting karena sebagian besar rakyat negeri itu mengonsumsi babi sebagai menu sehari-hari mereka. Entah sampai kapan virus itu bisa ditangani dan dicarikan penawarnya. 

Yang paling ditakutkan sekarang ini adalah seandainya virus-virus tersebut bermutasi seperti halnya flu burung, dan kemudian menyerang manusia. Kuda dan babi, sebagaimana burung, adalah binatang yang akrab dengan kehidupan manusia sehari-hari, entah diambil tenaganya, daging atau susunya.

Jadi, mulai sekarang stop dulu mengonsumsi susu kuda liar. 

 

4 komentar pada warta ini
Senin, 03-09-2007 10:07:50 oleh: Krispianus Bheda

Bung Aloysius, apakah virus yang menyerang babi-babi di China, juga berasal dari Jepang, seperti yang menimpa kuda-kuda di Australia?

Aduh Jepang benar-benar ya...dulu membawa rayap preman ke Amerika, sebelum masuk ke Indonesia. Sampai membuat istana negara jadi gempar.Sekarang virus baru lagi dari Jepang.

Mungkin ini pekerjaan rumah baru buat Amerika kali ya...daripada mereka memburu nuklir di Iran yang bikin kesal Ahmadinejab, mendingan mereka meneliti virus di Jepang. Kan ini juga bentuk lain dari memerangi terorisme.


Rabu, 05-09-2007 06:56:11 oleh: aloysius weha

Bung Kris--Belum ada info lanjutan apakah virus babi itu dari Jepang juga. Pemerintah China terkesan menutup-nutupi berita ini sehingga infonya jadi simpang siur.


Rabu, 05-09-2007 07:10:28 oleh: Krispianus Bheda

Oke bung saya tunggu hasil buruannya yah...sebab ini penting untuk kita, kasihan para peternak babi, dan para peternak kuda....tapi aneh berita seperti ini saya belum dengar menjadi bahan perbincangan pemerintah...pemerintah kita memang tunggu bukti, kalau ada yang makan korban baru pontang-panting ditanggapi...kan terlambat...udah hujan baru berpayung, bukan sebaliknya sedia payung sebelum hujan.

Bung minta berita bolanya dong, kok di wikimu sepi. Liga inggris itu yang penting loh, saya mau lihat aksi tevez yang memble itu loh..


Senin, 12-11-2007 14:23:13 oleh: RIKKY GILA

SEBENARNYE APAAN SIECH NAME VIRUSNYE?
SOALNYE AYE LAGI ADE TUGAS NIECH DARI SEKOLAH AYE TENTANG VIRUS...
KALO MISALNYE TAU NAME VIRUS2 YANG LAENNYE,TOLONG KASIH TAU YE.. + NAMA PENYAKIT YG DI BIKIN..
BALES YEE..
AYE TUNGGU LOH..KLO BISE SEKARANG JUGE BALESNYE..
BURUNG IRIAN
BURUNG CENDRAWASIH
CUKUP SEKIAN
DAN TERIME KASIH..



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY