Wikimu - bisa-bisanya kita

bajoe

Bertemu dengan Idola

Selasa, 28-08-2007 13:58:27 oleh: bajoe
Kanal: Opini

Bertemu dengan Idola Senin malam, 27 Agustus 2007, aku berkesempatan mengikuti sebuah diskusi di STF Diyarkara - Jakarta, yaitu tentang Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan. Topik yang lumayan menarik. Namun bukan topik yang menarik perhatianku, tapi si pemberi materilah yang menyedot fokusku malam itu.

Yup, malam itu sesosok perempuan Indonesia cerdas berdiri di depan kelas. Dengan suara tegas, jelas dan sangat menguasai materi. Dia adalah Karlina Leksono Supelli. Seorang doktor astronomi sekaligus filsafat!

Perempuan kelahiran 15 Januari 1958 ini adalah astronom perempuan pertama di Indonesia, terutama di bidang kosmologi. Sejak tahun 1978 Karlina sudah berkutat dalam dunia penelitian astronomi. Gelar doktor astronomi diperolehnya dari University College of London, Inggris.

Beberapa tahun kemudian, Karlina mulai melirik bidang filsafat. Dan akhirnya dia berhasil mempertahankan disertasi doktoral filsafat di Universitas Indonesia tahun 1997. "Saya ini berdiri di atas 2 kaki. Satu di ilmu eksata, yaitu astronomi. Dan satu lagi berdiri di ilmu filsafat,"ucap Karlina, sembari menegaskan pencapaiannya merengkuh dua hal yang sering kontradiksi ini.

Nama Karlina Leksono sudah lama aku kenal sejak duduk di bangku SD. Kebetulan beliau pernah diprofilkan di harian Kompas. Selain fotonya yang cantik, ulasan Kompas tentang astronom perempuan ini , pada kala itu, sudah membuat terkagum-kagum seorang anak ingusan.

Berangkat dari rasa kagum pada Karlina Leksono inilah yang membuat aku kemudian tertarik ilmu pengetahuan, khususnya ilmu astronomi. Tidak hanya beliau, saat itu nama Prof. Bambang Hidayat dari observatorium Bosscha juga menjadi salah satu favoritku.

Meskipun tidak mengikuti jejak mereka menjadi seorang ilmuwan pengamat langit, namun aku patut berterima kasih. Karena jejak langkah merekalah telah membentuk diriku untuk mencintai ilmu pengetahuan sampai sekarang.

Selain 2 nama di atas, pada saat aku masih bercelana merah dan baju putih, ada 2 nama lagi yang membentuk minatku pada ilmu pengetahuan. Adalah Prof. JA Katili yang pakar geologi dan (alm)Prof. Slamet Suseno, pakar biologi.

Berkat tulisan Prof. Katili di beberapa media massa, membuat aku bergairah membaca topik-topik geologi. Saat di bangku SMP, aku menemukan satu buku bekas karangan beliau di Pasar Buku Shopping Jogja. Meskipun bukunya sudah kuning-kuning dan rapuh, tapi aku sudah memahami bahwa dulu di sisi timur pulau Sumatera adalah kanal-kanal sungai. Lalu ada lempeng-lempeng Bumi yang selalu bergerak dan tumbukan di Nusantara.

Sementara tulisan-tulisan Prof. Slamet Suseno, sering aku intip di Intisari. Gaya menulisnya renyah dan ringan dalam menjelaskan tumbuhan maupun hewan. Satu buku favoritku dari beliau adalah : "Dari Kutu sampai ke Gajah."

Aku sungguh bersyukur pada masa kanak-kanak sempat mengenal tokoh-tokoh ilmuwan Indonesia. Sayang, waktu itu media massa kurang meliput soal tokoh (alm) Dr Hans J Wospakrik, sehingga aku tidak mengenalnya. Mungkin kalau membaca dedikasi beliau, saat ini aku sudah menjadi seorang fisikawan. :)

Hal di atas menyadarkan aku betapa pentingnya bacaan di usia anak-anak. Karena ini masa pembentukan minat seseorang yang akan dibawa seterus hidupnya. Maka menjadi penting bagi orang tua untuk menyediakan, mengenalkan bacaan yang variatif dan mutu bagi anak-anaknya.

Tentu saja, ketika aku kecil tidak melulu mengidolakan Karlina Leksono, Bambang Hidayat, JA. Katili ataupun Slamet Suseno. Tokoh fantasi seperti Batman, Spiderman, Lupus, Imung, Kho Ping Ho, Google V, Noni, juga mampir di kepalaku. Tapi di luar itu, sudah sangat bersyukur bisa juga mengidolakan sosok-sosok ilmuwan Indonesia.

Kembali ke kelas Karlina Leksono, Senin malam. Selepas kelas, banyak orang yang kemudian menjabat tangan dan berbincang dengan beliau. Dasar aku, meminjam istilah Pak Mimbar, permisi malu untuk sekedar menjabat tangan beliau, yang sudah kudiolakan sejak bercelana pendek. Sudahlah, aku cukup mengagumi beliau dari jauh saja.

Dian Sastro sih sarjana filsafat UI. Seandainya dia juga sarjana fisika ITB, mungkin aku mau jadi pacarnya yang kesekian..... :)

 

sumber foto : media indonesia

13 komentar pada warta ini
Selasa, 28-08-2007 14:33:09 oleh: chika

wah...senengnya ketemu idola....pasti malamnya kebawa mimpi ya mas...
tapi sik to....aku kok jadi bingung, begitu sampai di akhir cerita, nama dian sastro disebut-sebut...terus maksudnya apa to, soalnya rada-rada ndak nyambung sama kalimat (alinea) di atasnya jee....he..he..he...


Selasa, 28-08-2007 15:11:23 oleh: Feliyanus Gea

jadi mas bayu lulusan fisika itb toh.


Selasa, 28-08-2007 15:34:34 oleh: bajoe

chika,
iya rada-rada ndak nyambung. Karena nanti bisa kepanjangan :) maksudku begini : kalau dulu aku bercelana pendek merah begitu terkagum-kagum sama Karlina Leksono. Maka aku berharap anak-anak SD pun terkagum-kagum sama Dian Sastro, bukan hanya cantiknya, tapi mungkin suatu saat dia menulis karya filsafat. Atau ada tokoh lain yang bisa dijadikan idola.

Misalnya nih kayak Ade Purnama atau Asep Kambali , generasi MTV sekarang, tapi mereka saat getol mempelajari sejarah dan budaya. Semoga adik-adik SD sekarang mengenal mereka juga.

Feliyanus,
maaf kalau tulisanku jadi salah tafsir. Aku bukan lulusan ITB yang di bandung, tapi aku lulusan ITB di Jogja, alias Institut Tulismenulis Bulaksumur (Bulaksumur nama daerah di Jogja, yang dipakai nama sebuah tabloid pers mahasiswa) :D


Selasa, 28-08-2007 16:15:50 oleh: chika

lho...aku baru tahu ada ITB di Bandung, setahuku ITB itu di mBandung....(permisi numpang bengong....!!! sambil nunggu jam pulang).


Rabu, 29-08-2007 20:34:08 oleh: Aprilia

Kalau mas Bajoe mengagumi Karlina sehingga menyukai bidang ilmu tertentu. Sewaktu aku kecil, aku kagum atas prestasi beliau sebagai seorang wanita. Menurutku sangat luar biasa. Sebagai anak perempuan kecil saat itu, aku sangat ingin mencapai yang 'wah' menurut ukuranku saat itu. Walaupun aku sekarang belum sebeken & sepandai Karlina (kayanya ga bakalan dech...hehehe) tetapi Karlina sempat menjadi idola perempuan berprestasi untukku...itu juga yg membuat aku mengatakan perempuan bisa juga berprestasi.


Rabu, 29-08-2007 22:55:32 oleh: retna

setuju banget dg mbak aprilia bhw perempuan bisa jg berprestasi. kayaknya mbak karlina memang idola semua anak yg baca koran deh waktu itu. foto beliau di kompas itu sampai sekarang masih ada lho di pintu lemariku pdhl aku nempelnya waktu kls 2 smp...


Rabu, 29-08-2007 23:49:25 oleh: aloysius weha

Bung Bayu, sebaiknya jangan lagi tulis Karlina dengan Karlina Leksono Supelli. Anda kurang perhatian ya?

Sekarang namanya tinggal Karlina Supelli. Leksono itu nama masa silam, karena beliau dulu menikah dengan Ninok Leksono, wartawan Kompas. Sekarang keduanya berpisah dan menempuh jalan hidup masing-masing. Ninok Leksono pun sudah berkeluarga lagi, entah dengan Ibu Karlina.


Kamis, 30-08-2007 16:42:47 oleh: bajoe

Mas Aloysius,
terima kasih ya atas koreksinya. dengan ini aku ralat penulisan nama Ibu Karlina di atas.

Maaf, aku kurang memperhatikan soal-soal tersebut.


Kamis, 15-05-2008 00:52:48 oleh: mas wahyu s

memang benar, ibu karlina sejak smp orangnya pinter dan punya daya nalar dan khayal yang sangat bagus. waktu saya masih sekolah di sukabumi sering berdiskusi yang pada akhirnya saya tidak dapat lagi menjawab pertanyaannya.


Rabu, 06-01-2010 10:52:57 oleh: prahesti

iya,keren bgt bu karlina.smoga sy jg bs sehebat beliau.amin... :)
menanggapi komentar di atas,sy baru tahu tryta dulu bu karlina pernah menikah dgn ninok leksono yg jg alumni astronomi.
wah,sama2 lulusan astronomi knp ga cocok ya??haha

mas bajoe sdh lulus fisika itb?sy kebetulan kuliah di astronomi itb.


Rabu, 28-04-2010 14:04:45 oleh: y wahyu s

Saya dulu sangat bersahabat dengan beliau pada saat di Sukabumi, kalau sedang duduk di samping rumahnya di Selabintana dia sering tanya-tanya tentang bintang dilangit kenapa begitu, kenapa begini dan dia tanya tentang apa ada makluk diluar sana. Karena perbedaan profesi saat ini saya tidak pernah jumpa lagi, semoga senantiasa diberkati olehNya.


Jumat, 13-01-2012 16:04:26 oleh: Erna Garnasih

Saya juga pengagum karlina Supelli sejak kecil. Karena kami satu sekolah, saya pengagum beliau sejak kecil, sejak SD, karena dia cantik,lucu, rambutnya selalu dikucir dua, hemh..ini kenangan manis mas kecilku, karena adik beliau adalah teman sekelas saya.Kecerdasan beliau sejak kecil memang mengagumkan, sehingga menjadi murid kesayangan guru-guru kami. Salam kangen dari saya, adik kelasnya.Saya sangat respek atas ke=ilmuwan- an beliau.


Sabtu, 05-01-2013 14:50:14 oleh: Amalia Shabrina

Karlina Supelli. sama aku juga terkesan dgn beliau.. krna aku dri sd sdah mencintai. yg nama. a astronomi..
awal. a ga tau apa2.. ttg astronomi.. yg ku tau cuma benda2 langit dn planet..
skarang baru tau ttg astronomi, dn baru tau klo sdah bnyak wanita yg m'ambil jur. astronomi di ITB..
Sbg org yg tinggal di pelosok negri.. ( tanjung, kal-sel). aku memiliki cita2 yg tinggi..
untuk menjdi seorang astronom.. :) hhe
skarang aku msih duduk di bangku smp klas 9..
dan berniat ingin menyusuri jejak Karlina Supelli kuliah di ITB jur. astronomi.. itu msih sbuah cita2.. smoga saja bisa terwujud.. :D



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY