Heboh penemuan Roy Suryo dan tim relawan Air Putih atas film dokumenter yang memperdengarkan lagu Indonesia Raya dalam versi yang lengkap, di sebuah server di Belanda memang sungguh menarik untuk disimak.
Berita yang dimuat berbagai media memang simpang siur. Kalangan masyarakat awam umumnya ternyata lebih antusias membicarakan fakta bahwa lagu kebangsaan Indonesia ini ternyata terdiri dari tiga bagian, atau kemudian lebih populer disebut dengan tiga stanza. Padahal, hal ini sama sekali bukan hal baru. Begitu banyak dokumen dan buku yang telah memuat teks asli lagu ini secara lengkap tiga stanza.
Dalam situs http://david.national-anthems.net/ misalnya, seorang pria bernama David Kendall yang tinggal di Winnipeg, Manitoba, Canada sejak tahun 1990 mengumpulkan berbagai teks, sound file dan partitur berbagai lagu kebangsaan di dunia termasuk Indonesia, dan menampilkannya di website tersebut. Dokumen partitur lagu Indonesia yang ada dalam situs tersebut secara jelas menampilkan lagu Indonesia Raja secara lengkap dalam tiga stanza.
Bahkan dalam foto makam Wage Rudolph Supratman pencipta lagu ini, seperti yang ditampilkan dalam sebuah artikel di detik.com edisi tanggal 5 Agustus 2007 di sana juga jelas terlihat potongan partitur lagu Indonesia dalam tiga stanza.
Inilah yang kemudian menimbulkan kebingungan dan memunculkan berbagai komentar seputar berita penemuan bung Roy Suryo dan tim relawan Air Putih. Karena seakan - akan penemuan inilah yang menguak fakta untuk pertama kali bahwa sesungguhnya lagu Indonesia Raya yang asli lebih panjang dari yang selama ini dijadikan versi resmi lagu kebangsaan Indonesia. Atau dengan kata lain, yang ditemukan itu adalah naskah asli lagu Indonesia Raya.
Hal ini mungkin bisa dimaklumi, karena dalam berbagai kesempatan kepada media, bung Roy Suryo menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui saat itu (dalam wawancaranya dengan Wicaksono, kontributor Wikimu, Roy mengaku penemuan film documenter itu terjadi sekitar bulan Mei 2006) lagu Indonesia Raya yang asli terdiri dari tiga stanza.
Rekaman video lagu Indonesia Raya.
Kalau kemudian sesungguhnya yang diklaim ditemukan oleh bung Roy Suryo dan tim relawan Air Putih, adalah rekaman video klip lagu Indonesia Raya dalam tiga stanza, ini tentu hal lain. Mungkin hal ini yang tidak dipahami oleh sebagian masyarakat umum ketika mengikuti perkembangan berita soal penemuan ini.
Berita penemuan rekaman video ini kemudian menjadi topik hangat. Tak lain karena, dalam situs video sharing YouTube.com tak kurang terdapat 7 video klip yang dimaksud, berdurasi 4 menit dalam format hitam putih. Bung Roy Suryo mengatakan tidak mengetahui bagaimana rekaman video itu bisa berada di YouTube.com, sambil mensinyalir kemungkinan adanya anggota timnya yang mendahului mengupload video tersebut ke situs itu.
Dari penelusuran, seorang user YouTube yang menggunakan nick name arto4805 mengupload video rekaman Indonesia Raja itu pada tanggal 19 Desember 2006. Sayang, identitas asli user ini masih belum jelas benar, dan yang bersangkutan juga nampaknya masih enggan menjelaskan asal usul rekaman video yang diuploadnya itu. Yang pasti, dalam profile YouTube.com user yang mengaku bernama Arto ini, juga mengupload beberapa rekaman video dokumenter lain tentang proklamator kemerdekaan Soekarno dan beberapa rekaman video tentang sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, yang didapatnya dari berbagai sumber.
Siapa yang pertama kali menemukan rekaman video ini memang masih belum jelas benar. Dan apa yang sesungguhnya ditemukanpun, belum jelas. Barangkali yang dimaksud oleh bung Roy Suryo ditemukan adalah file asli rekaman video itu, sehingga mungkin saja kalau kemudian ada pihak lain yang menyebarkan luaskan copy dari rekaman video itu.
Selain itu, tanggal upload rekaman video itu oleh Arto ke YouTube.com juga lebih muda 7 bulan dari saat pertama kali Roy Suryo dan tim menemukannya di server di Belanda (sesuai pengakuan Roy Suryo yang menemukannya sekitar bulan Mei 2006, dalam wawancara dengan Wicaksono, kontributor Wikimu). Sehingga memang bisa saja Roy Suryo dan tim relawan Air Putih yang pertama kali menemukannya.
Tentu saja pertanyaannya kemudian, mengapa harus menunggu sekian lama, sehingga baru saat ini hasil temuan itu disampaikan kepada masyarakat luas. Saat ini memang saat yang tepat mensyukuri temuan bersejarah itu, karena pada bulan ini pula, bangsa Indonesia akan memperingati hari kemerdekaannya. Tentu akan sangat berkesan momen dan suasana yang tercipta, apabila di hari istimewa itu, disampaikanlah benda bersejarah bagi bangsa Indonesia. Namun, harus menunggu momen itukah, hingga temuan sejarah sepenting itu perlu "ditunda" penyampaiannya kepada masyarakat luas dan penyerahannya kepada negara ? Kita tunggu saja perkembangan lebih lanjut pemberitaan mengenai temuan bersejarah ini.