Wikimu - bisa-bisanya kita

Mimbar Saputro

Main Saxopon Pakai Sisir

Jumat, 20-04-2007 09:13:57 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Gaya Hidup

Main Saxopon Pakai Sisir

Apa yang terbayang dalam benak sementara orang ketika mendengar kata "bonek"atau "hooligan" - Sekelompok pendukung fanatik olah raga umumnya dari cabang sepakbola yang berbaju warna warni, tingkah laku aneh-aneh doyan teriak-teriak dengan mulut bau alkohol, muka dicoreng moreng dan umumnya tidak padat bekal. Maklum mereka sekedar penggemar olahraga dengan semangat yang luarbiasa tinggi dan bukan anggota DPR sedang studi banding.

Namun mantan bonek kelahiran Biak, hampir 40 tahun ini kehadirannya ditunggui banyak orang, sebab ia mampu menghibur dengan kemampuannya bermain musik tanpa alat musik musik tradisional.  Tatkala teman-temannya membawa terompet, genderang, kecrekan, peluit untuk mendukung kesebelasan pujaannya, maka ia cuma punya sisir dan sebuah kantong kresek.

Di antara riuh rendahnya para penggemar sepak bola menunggu pertandingan, kadang ia mengambil sisir berbalut tas belanja plastik yang dikenal sebagai tas kresek.  Tak lama kemudian setelah menyetem nada melalui denting sisirnya, dari mulutnya terdengarlah suara mirip saxophone. Kadang seperti riangnya anak-anak di pulau Mundi tempat kelahirannya di Papua ketika mereka mencari ikan, kepiting kecil. Kadang suaranya meninggi seperti laut yang sedang penuh amarah seperti warga Papua yang geram mengapa pembangunan daerahnya nyaris terlupakan Pusat sementara Freeport tak pernah stop menyedot isi perutnya.  Atau kadang lirih seperti juga alam yang mulai nampak tersenyum usai membuang kekesalannya.

Frans demikian nama pria ini atau lengkapnya Frans Rumbinu ketika ia memberikan kartu nama berwarna kuning keemasan saat ia berada di belakang panggung meramailkan sebuah perayaan di Sahid Jaya tiga tahun silam.

Logo sisir tertera di kiri atas kartu namanya,  tak heran kondanglah ia dengan nama Frans Kenny "G" Sisir. Wajahnya memang tergolong tampan. Jangan lupa ia punya reputasi pemain bola selain petinju sekaligus. Jadi tak heran postur tubuhnya membantu dalam penampilan di panggung.

Malam itu ia membawakan musik "spiritual" instrumental "Danny Boy" yang mengalun indah dari sisir kecil berwarna putih milik seorang tamu undangan yang ia pinjam. Pembawa acara berkomentar "sisir hotel" sebab warna sisir ini memang khas hotel. Kalau saja pembawa acara penggemar dangdut, kebiasaan merapikan rambutnya mirip Oma Irama.

Tepuk tangan makin keras diberikan hadirin ketika ia menyanyikan lagu tersebut sambil kadang-kadang bersaut-sautan dengan suara saxophone anggota band. Sungguh suatu pertunjukan kemampuan musikal yang tinggi sehingga penonton tiada henti-hentinya bertepuk mengikuti penampilannya sampai saat Frans mengakhiri pertunjukannya pengunjung seperti baru sadar dari terbius lalu saat "mendusin" langsung berteriak "lagi-lagi!."
Latin Night yang dijagokan dalam acara ini malahan seperti tenggelam di bawah sisirnya Frans. Padahal segudang gadis semampai berbetis bak padi membunting dengan baju aduhai tak henti-hentinya menghampiri hadirin turun menari.

Selain beberapa kota di Jakarta, ayah dua anak yang memulai kariernya di paduan suara di komunitasnya ini pernah ditanggap di Belanda. Ia kini berlatih saxophone secara serius dan belajar menyanyi. Siapa tahu dilirik produsen rekaman.

Jadi siapa bilang main musik harus mahal.

 

5 komentar pada warta ini
Jumat, 20-04-2007 10:33:40 oleh: Erika

Saya pernah mendengarkan secara langsung permainan Frans Rumbinu ini pada satu acara tahun kemarin, dan memang benar-benar mengagumkan :)


Minggu, 29-04-2007 13:57:57 oleh: Engelbertus Pr Degey

Frans memang salah satu artis Indonesia asal Papua. Selain Frans, ada juga Edo Kondologit, group musik Black Brothers, Black Sweet, Sandy Betay, Mechu Imbiri atau Wellem Moesido.
Kemampuan Frans memainkan sisir sungguh luar biasa. Saya pernah menyaksikan Frans mengiringi lagu 'To Love Some Body" yang dinyanyikan Edo Kondologit saat penyerahan Undang-Undang Otonomi Khusus di gedung MPR-DPR RI Jakarta 2001 lalu. Trims buat bung Mimbar Saputro yang telah menuliskan Frans asal Papua itu buat Wikimu.
The Best of Wikimu!!


Minggu, 29-04-2007 16:08:06 oleh: Mimbar Saputro

Mudah2an lain kesempatan bisa menyaksikan mutiara-mutiara papua yang lainnya


Minggu, 29-04-2007 22:29:11 oleh: Retty

Rasanya pak Mimbar ini memang satu contoh orang yang mampu berpikir lateral (baca artikel terbaru saya besok).

Mudah-mudahan mutiara-mutiara indah Indonesia tidak harus berserakan tak tergosok.


Senin, 30-04-2007 00:12:49 oleh: Mimbar Saputro

Retty, waduh apa lagi itu ? setelah gonjang-ganjing style book, eh ada isu baru. Baiklah saya tunggu artikel lateralnya...:-)



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY