Wikimu - bisa-bisanya kita

bajoe

Asyiknya Membaca Koran Lokal

Selasa, 17-04-2007 15:44:21 oleh: bajoe
Kanal: Opini

Asyiknya Membaca Koran Lokal

Beberapa waktu lalu, aku bereuni dengan teman-teman lama saat di bangku kuliah. Ngobrol sana sini, tiba-tiba kami membicarakan soal koran Suara Merdeka. Kebetulan mayoritas teman-teman ini berasal dari Jawa Tengah: 2 dari Boyolali, 1 dari Banyumas dan 1 lagi dari Temanggung. Maka serentak kami melantunkan kalimat yang sama: Obyektif, Independen dan Tanpa Prasangka.

Ya…itulah slogan koran daerah yang terbesar di Jawa Tengah. Kebetulan kami dibesarkan dengan bacaan yang sama, yaitu koran Suara Merdeka. Aku sendiri walau tidak dilahirkan di Semarang, namun dibesarkan di kota lumpia ini. Jadi ikut-ikutan bernostalgia soal Suara Merdeka, mulai dari iklan kecik sampai dulu ada sisipannya majalah remaja MOP. 

Waktu berputar kami pun bertemu dan kuliah bersama di Jogja. Maka bacaan kami pun berubah. Di Jogja, koran lokal yang kuat adalah Kedaulatan Rakyat. Dengan hasil cetakan yang hitam-hitam, bila kena keringat luntur (seperti Pos Kota), koran ini adalah raja medianya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

KR, demikian biasa disebut. Selalu setiap orang mempunyai rubrik favorit di koran ini. Salah satu yang sering kami baca adalah rubrik Ana-ana Wae (=ada-ada saja). Rubrik ini adalah kiriman dari pembaca tentang hal-hal yang unik di sekitar pengirim. Mulai dari soal itung-itungan angka yang serba kebetulan sampai rekaman peristiwa. Seperti yang baru-baru ini dimuat KR, ada kiriman dari seseorang di Prambanan yang mewartakan ada sebuah warung ponsel yang memakai nama : “5,6 Cell” (besaran angka gempa di Jogja beberapa waktu lalu) 

Setiap kali pulang ke Jogja, salah satu media yang wajib aku baca adalah koran KR ini. Sebagian besar berita di halaman depan memang tidak menarik, karena sama dengan berita di televisi. Justru yang menarik adalah berita-berita di halaman dalam. Mulai dari cara beternak kodok sampai soal jalan kampung yang baru diaspal, semua nikmat dibaca.

Di tengah persaingan media cetak yang sangat tajam, beberapa koran lokal dapat bertahan hidup, bahkan menjadi pemimpin pasar. Seperti di Bandung, kita akan melihat betapa kuatnya Pikiran Rakyat. Di Jakarta ada Pos Kota. Semarang-Jawa Tengah dengan Suara Merdeka. Jogja dengan Kedaulatan Rakyat. Atau kalau di Medan ada harian Waspada, dstnya.

Di Surabaya ada sebuah koran lokal yang dulu cukup kuat yaitu Surabaya Post. Sayang sekarang sudah sekarat. Dan selera orang Surabaya pun bergeser pada Jawa Pos.  

Kekuatan harian lokal tersebut adalah kemampuannya mengangkat masalah-masalah lokal. Selain itu kekhasan penulisan di koran-koran lokal ini membuat loyalitas pembacanya. Tingginya tiras koran lokal ini tentu diikuti banyaknya pemasang iklan baik nasional maupun lokal.

Koran nasional kesulitan mengangkat masalah lokal karena keterbatasan ruang yang mesti dibagi dengan daerah-daerah lain. Namun gurihnya pemasukan iklan di koran lokal ini, membuat para pemilik koran nasional tertarik membuat koran lokal. Tapi tidak semua sukses. Kisah terpuruknya Bernas di Jogja, Solo Pos di Solo merupakan salah satu contoh.  

Sekarang umumnya koran nasional menggunakan strategi dengan menyisipkan 8 – 12 halaman khusus berita lokal di koran nasionalnya. Misalnya dengan Radar Jogja, Radar Semarang seperti yang dilakukan Jawa Pos. Begitu juga dengan Kompas, dengan sisipan wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja.

Apakah koran-koran nasional ini akan menggeser koran daerah?  

Menurutku bisa jadi. Pertarungannya adalah bagaimana merebut hati pembaca generasi muda. Karena seperti kesan pertama saat masa remaja, seperti yang dialami teman-temanku di atas, membuat mereka sangat fanatik pada Suara Merdeka. Sekarang tinggal bagaimana para pemilik media lokal maupun nasional itu dapat merebut hati pembaca muda.

3 komentar pada warta ini
Selasa, 17-04-2007 16:44:50 oleh: GUS WAI

Waktu di Inggris saya kalau mau akses berita Indonesia melalui website Kompas dan Suara Merdeka. Beritanya rada panas:)
Kalau ke Semarang saya pasti baca SM. Lebih ngetop dibanding Kompas.


Kamis, 07-02-2008 11:52:47 oleh: wahyu prasetyo

mau tanya apakah masih ada kolom untuk rubrik di koran yang bapak pimpin. tlg jawabannya. terima kasih


Jumat, 06-06-2008 09:31:03 oleh: fathiya

selamat pagi, kedaulatan rakyat...
saya asli warga jawa timur tapi saya tertarik dengan koran KR. langsung saja saya mau tanya apakah di harian ini ada rubrik cerpennya? terus kapan pemunculannya dan bagaiamana cara pengirimannya? saya ingin sekali mengirim karya saya tapi saya tidak tahu harus melalui apa. lewat pos atau email? tolong dijawab di email saya.
terima kasih...



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY