Wikimu - bisa-bisanya kita

Brillianto Ksatrya Jaya

Pidato SBY Berikutnya, Ada Mug Berlogo Pepsi di Podium

Minggu, 05-12-2010 07:04:01 oleh: Brillianto Ksatrya Jaya
Kanal: Opini

Entah siapa yang punya gagasan, tetapi buat saya segala sesuatu yang berhubungan dengan pidato kenegaraan, pasti sudah dipersiapkan dengan matang. Baik itu teks maupun equipment untuk pidato, sudah direncanakan oleh pegawai istana negara. Begitu pula keberadaan i-Pad di atas mimbar, ketika SBY pidato, tentu bukan karena kesengajaan.

Terus terang, sebagai orang nomor satu di Republik Indonesia ini, sungguh tak pantas SBY mempromosikan sebuah produk saat tampil di depan umum, apalagi itu produk asing. Saya tidak peduli Anda setuju, tetapi penampilan SBY dengan i-Pad mengingatkan saya pada sejumlah acara televisi.


Inikah contoh Presiden Republik Indonesia yang cinta produk Indonesia?


Istilahnya branding. Ketika sebuah produk ingin berpromosi dalam sebuah acara, produk ini bisa melakukan berbagai cara, antara lain lewat lose spot atau beriklan di jeda commercial break atau branding di dalam program acara tersebut. Mem-branding-nya bisa dengan loopingan di plasma tv, mug, kalender, maupun model SBY itu, yakni menggunakan laptop dimana ada stiker logo produk tersebut.

Saya curiga, ada orang dekat SBY yang sedang gencar mempromosikan i-Pad, sehingga cara yang paling ampuh adalah dengan memanfaatkan pidato SBY. Kalo AC Nielsen –perusahaan survey yang mempublikasikan rating- mengukur penonton pidato SBY, pasti rating pidato SBY jauh melampaui sinetron Cinta Fitri atau sitkom Opera van Java (OvJ). Itulah yang membuat branding i-Pad dalam pidato SBY jadi efektif.

Anyway, penampilan SBY dengan i-Pad jelas kontraproduktif dengan kampanye cinta produk Indonesia. Seharusnya jika memang ingin menggunakan i-Pad, logo Apple ditutup dengan stiker berlogo Republik Indonesia atau burung Garuda Pancasila. Tapi kalo memang ada benefid yang didapat dengan kemunculan i-Pad dalam pidato tersebut, ya apa boleh buat. So, Anda tidak perlu heran lagi jika nanti SBY pidato, ia akan menggunakan kaos berlogo Nike atau topi Adidas, bahkan kalo perlu nanti ada mug berlogo Pepsi atau Coca-Cola. Nah, buat para sponsor, peluang mempromosikan produk kali ini bukan cuma acara televisi, tetapi juga pidato presiden.

6 komentar pada warta ini
Senin, 06-12-2010 16:38:11 oleh: Mujab

wah, cukup menarik ini artikel... nek pengin saya share di fb saya apakah boleh? hehehe
BTW, tentu tindakan SBY seperti itu sudah diluar kepatutan sebagai seorang presiden. dan tentu presiden harus berpikir implikasi dari segala tindakannya.


Senin, 06-12-2010 17:07:37 oleh: brillianto

Silahkan mas Mujab, monggo...

Salam!


Selasa, 07-12-2010 19:37:15 oleh: nazar

apaan si , , ,
kenapa SBY saja yang di salahkan,
mungkin dia tidak sengaja , , ,
payah ya memang jadi seorang presiden hal sekecil itu saja di besar besarkan , , ,
nanti laptop buatan indonesia pasti kena bagian di promosikan beliau pada saat pidato akbar, , ,
ha ha ha ha , ,


Jumat, 10-12-2010 04:05:25 oleh: Suhu Tan

Saya salud dengan tulisan ini yang sangat jeli mampu melihat sebuah kejanggalan kecil tapi berdampak besar bagi sebuah eksistensi....

Memasang merk dagang di podium yang di publikasikan banyak media...
jelas bukan hal kecil mas,
apalagi berkaitan dengan penampilan seorang presiden.

Bisa saja SBY memang ga sengaja ('?') lalu kemana tim protokolernya ? tim ahlinya ? tim kepatutannya ? tim public relationnya ? tim kepresidenannya ? dan kemana tim2 lainnya, sampai bisa membuat lolos hal prinsip seperti ini...

Jangan2 nanti ini dibilang hanya kelalaian prosedur...
atau malah dianggap salah tafsir lagi... ooalah!!!


Jumat, 10-12-2010 04:08:35 oleh: Suhu Tan

kata 'Memasang' diatas
harap di baca "Memperlihatkan", thx.


Sabtu, 11-12-2010 07:14:27 oleh: brillianto

Terima kasih pak Suhu Tan atas pujian dan koreksinya.

Salam i-Pad! hahahahaha



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY