Wikimu - bisa-bisanya kita

Mimbar Saputro

Sekoci Penolong - Kalau Darurat Anda Harus Meninggalkan Kapal

Minggu, 04-03-2007 17:03:08 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Iptek

Sekoci Penolong - Kalau Darurat Anda Harus Meninggalkan Kapal Seperti nampak pada gambar sekoci (warna orange) tergantung pada ketinggian 25 meter dari permukaan laut. Bila kapal terkena torpedo, kebakaran, ada semburan gas yang mengharuskan penghuni kapal untuk dievakuasi, kami (setelah pakai jaket pelampung) memasuki sekoci yang bermuatan 50 orang ini. 

Lalu sekoci yang hanya tergantung pada seutas kable diturunkan. Saat diturunkan perlahan-lahan bagi yang tidak biasa di perut ada sensasi “mak nyer” seperti anda naik Jet Coaster. Biasanya sekoci terombang ambing diudara, sebelum “byur” mendarat di permukaan laut, dan terombang-ambing di laut. Sampai disini sebagian penumpang sudah ada gejala akan “hoek”. Serius.

Repotnya, kalau melihat satu penumpang hoek, penumpang lain bisa ketularan hoek juga.

Sesampainya di laut sekoci yang mampu menerobos lautan api lantaran memang sudah dirancang berbentuk kapsul tertutup dari bahan tahan api, lalu dihidupkan. Sementara itu para pengungsi harus menelan pil anti mabuk laut (harus).

Dalam gambar ini satu sekoci mampu memuat 50 penumpang. Ada 4 sekoci tersedia sehingga kalau penghuni kapal berjumlah 100 orang, masih tersisa banyak ruang. Asalkan masing-masing penghuni kapal sudah tahu stasiun masing-masing (Sekoci) sehingga tidak saling berebutan.

Apalagi masih tersedia beberapa Rakit Apung, perahu aluminum segala.

Merawat sekoci, seperti memeriksa inventaris isi sekoci termasuk  obatan, peralatan pancing, air minum, antimo adalah satu keharusan. Pengalaman kami, kalau kapal ini beroperasi di Indonesia, jangankan jaket pelampung, radio HT bisa ghoib dari sekoci, sebab masih belum tumbuh kesadaran bahwa benda yang sekarang nampak sepele akan menjadi penolong saat keadaan darurat.

Masalahnya hanya ABK yang boleh mengoperasikan penurunan dan pelepasan sekoci dan hanya ABK yang mempunyai SIM untuk mengemudikan sekoci. Hidup kita sangat tergantung keahlian mereka. Lha kalau ABKnya tidak kompeten mengoperasikan peralatan milik sendiri atau malahan terjun sendiri laut. Kan repot.

Mudah-mudahan kita masih mau mengingat kejadian buruk yang menimpa belakangan ini.


Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY