Wikimu - bisa-bisanya kita

Melani

Kampoeng Kopi Banaran

Jumat, 04-09-2009 14:48:14 oleh: Melani
Kanal: Wisata

"Nanti kita mampir di Kampoeng Kopi Banaran ya," kata temanku dalam perjalanan kami dari Solo menuju Semarang. Di sana ada perkebunan kopi dan café di mana kita bisa menikmati kopi dan teh milik Perkebunan Nusantara XI. Kawasan Wisata Agro ini terletak di Jl. Raya Bawen – Solo km 1,5 tidak jauh dari pertigaan terminal Bawen ke arah selatan pada jalur yang menuju kota Salatiga dan Solo, Jateng. Lokasinya persis berada di tikungan jalan, sehingga pengunjung dari arah utara perlu ekstra hati-hati untuk masuk ke lokasi.

Memasuki halaman parkir sudah terlihat café, ruang serbaguna yang sedang dipakai untuk hajatan dan kereta keliling. Wah, asyik bisa keliling perkebunan. Terdapat juga fasilitas outbound, tempat rekreasi untuk anak-anak.

Akhirnya kami memutuskan mengisi perut dahulu sebelum berkeliling. Sambil dihibur langsung dengan lagu-lagu bernuansa Jawa, Indonesia dan Barat, kami menyantap makanan kami. Rasa makanannya standar, cukup untuk mengisi perut sambil bersantai. Kopinyapun biasa saja, kopi yang kami nikmati jenis kopi robusta.

Selesai makan kami berkeliling, dengan membayar Rp. 50.000,- per-kereta dengan kapasitas 4 orang dewasa dan 2 orang anak. Perkebunan Nusantara ini mempunyai luas 400 hektar berada di ketinggian +/- 400 meter di atas permukaan laut, tempat kopi tipe robusta dapat ditanam. Pabrik pengolahannya sendiri berada +/- 15 kilometer dari Banaran di daerah Ambarawa, di sana ada tempat wisatanya juga bahkan bisa berkeliling pabrik. Sedangkan kopi tipe Arabica tidak dapat hidup di sini karena memerlukan ketinggian +/- 700 meter di atas permukaan laut.

Sewaktu kami ke sana, mereka baru saja panen (panennya sekitar bulan Juli) sehingga kurang terlihat biji kopi yang dapat dipetik. Biji kopi yang dapat dipetik adalah yang berwarna merah. Kami sempat mencicipi kulit yang membungkus biji kopi yang sudah dapat dipetik. Rasanya sepet-sepet manis. Biji kopi itu yang akan dikeringkan dan dioleh menjadi kopi. Kulit kopi ini juga yang biasanya menjadi makanan hewan luwak dan bijinya dikeluarkan kembali, dikeringkan dan dioleh menjadi kopi luwak. Tapi perkebunan kopi ini, tidak terdapat luwak.

Sampai di puncak perkebunan, kami bisa melihat pemandangan ke sebuah telaga…dan hamparan kebon kopi itu sendiri. Sayang tidak ada tempat untuk berhenti sehingga kami tidak dapat melihat pemandangan dengan santai.

Sekembalinya dari keliling kami mendapatkan juga pohon coklat (cocoa) yang sudah tidak menghasilkan lagi, rusak dimakan serangga. Ada beberapa jenis pohon langka lainnya di perkebunan ini. Tiga puluh menit keliling perkebunanpun berakhir dan kami kembali ke café untuk segera menikmati kopi lagi. 


Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY