Wikimu - bisa-bisanya kita

Dasman Djamaluddin

Indonesia Negara Daulah Islamiah?

Kamis, 23-07-2009 10:09:23 oleh: Dasman Djamaluddin
Kanal: Opini

Hari Selasa, 21 Juli 2009 malam sekitar pukul 19.30 saya menyaksikan acara di TVONE di mana menampilkan nara sumber Mantan Kadensus 88 Bareskrim Polri, Brigjen (Purn/Polri) Suryadarma Salim. Acaranya menarik karena memaparkan keberhasilan Polri dalam mengungkap aksi teror di berbagai daerah di Indonesia. Tetapi ketika berbicara mengenai target teroris untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Daulah Islamiah, saya kemudian  teringat ketika membaca Majalah Mingguan Amerika Serikat TIME, edisi 1 April 2002.  Walaupun sudah terbilang lama, minimal majalah ini mencoba memberi pengertian tentang Negara Daulah Islamiah, bahkan di dalam majalah tersebut dipaparkan sangat jelas peta Indonesia sebagai Negara Daulah Islamiah Raya.

Dulu di tahun-tahun lima puluhan, majalah ini sangat gencar meliput peristiwa PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) yang diprakarsai Ahmad Husein. Boleh dikata liputan peristiwa PRRI, terutama antara Februari sampai Oktober 1958 berjumlah 171 tulisan.

Pada edisi 1 April 2002 itu, semua orang pasti kaget melihat peta Indonesia menjadi peta Daulah Islamiah Raya, sebuah negara impian sebagaimana dikutip TIME yang ide pertamanya berasal dari Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo di tahun 1949.

Perbedaan yang mencuat ke permukaan adalah bahwa ide asli Kartosuwiryo bukanlah ide negara Islam sebagaimana yang tengah dipaparkan TIME di dalam edisi tersebut. Kartosuwiryo awalnya memang bercita-cita mendirikan sebuah negara Islam, tetapi "Negara Islam Indonesia."

Berbeda sekali dengan pengungkapan TIME sebagaimana dikutipnya dari Hambali, salah seorang ulama Indonesia yang juga anggota Jamaah Islamiyah yang bermukim di Malaysia, mengatakan bahwa negara Islam yang dimaksudnya adalah sebuah negara negara persatuan Islam di Asia Tenggara yang di dalamnya berlaku Hukum Islam. Inilah yang disebut "Negara Daulah Islamiah Raya", termasuk seluruh kepulauan di Indonesia atau Indonesia secara keseluruhan, Malaysia, Singapura, Kesultanan Brunei dan sebagian besar wilayah Filipina Selatan, Thailand dan bahkan Kamboja.

Sejak TIME menurunkan berita  ini, sebagian pengamat mempertanyakan latar belakang, mengapa majalah tersebut mengungkap negara Islam bernama "Daulah Islamiyah Raya" itu. Pertanyaan selanjutnya, apakah betul para teroris akan menjadikan Indonesia sebagai basis negara Islam ? Bukankah peristiwa tersebut sudah lama berlalu ? Pertanyaannya apakah kita sepakat dengan pemaparan TIME. Semoga menjadi bahan renungan. Terimakasih

(Dasman Djamaluddin/ http://dasmandj.blogspot.com)



Sumber: Majalah TIME edisi 1 April 2002

2 komentar pada warta ini
Kamis, 10-09-2009 10:17:49 oleh: Abu Shabry

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Benar bahwa yang akan mejadi khalifah terakhir Daulah di akhir Zaman adalah orang Indonesia keturunan Rasulullah SAW kelahiran Wonosobo Jawa Tengah bernama Muhammad bin Abdullah As-Suhaimi bergelar Imam Mahdi ketika sudah muncul di akhir Zaman. Tapi sesuai kehendak Allah dan Rasulnya bahwa Syeikh Suhaimi setelah ke Mekkah bertahun-tahun tidak kembali ke tanah air tapi ke Singapura dan ke Malaysia, dan menghilang di negara Jiran tersebut, Mahatir Muhammad mendapat Taufik membangun sebuah negara yang spektakuler putra Jaya sebuah bangunan parlemen yang megah berkubah Masjid yang dia sendiri tidak tahu kenapa membangunan bangunan itu. Yang jelas itu adalah persipan tempat pemerintahan pusat Isalam di akhir zaman yang dipimpin oleh Imam Mahdi yang yang sebelum kemunculannya didahului oleh Pemerintahan dipimpin oleh Putra Bani Tamim yang disebut dalam hadits (Wa alaikum Bittamimi) krn dialah yang akan mempersiapkan tapak Daulah. Kemunculah Imam Mahdi di Makkatul Mukarramah pada saat hari jum'at dan berkhutbah di tengan terik panas yang sangat menyengat, sehingga khatibnya mimisan dan diganti khatib yang kedua sampai yang ke tujuh dan yang ketujuh itulah Imam Mahdi yg berkhutbah dan Imam Shalat Jum'at, dan seterusnya setelah dibaiat di sisi Baitullah, lalu menghilang lagi dan selama 2 tahun menyusun Menteri2nya yang sekarang ini pun sudah dipersiapkan di seluruh dunia sebanyak 7 orang Menteri dan menteri utama adalah putra bani Tamim yang berpusat di Malaysia. Kita tunggulah atau carilah putra bani tamim itu, supaya menjadi pengikut Imam Mahdi. Wallahu A'lam.


Jumat, 19-10-2012 13:18:43 oleh: Nur Ain Salamah

Ad Daulatul Islamiyah Melayu

adalah khilafah islam yang sedang menantikan
kehadiran orang-orang mukmin yang siap
bergabung menjadi pejuang islam di akhir zaman

Bilakah anda berminat untuk menjadi pembela dan tentara Islam
http://dimalayo.com.nu





Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY