Wikimu - bisa-bisanya kita

Mimbar Saputro

Bong Supit BOGEM-(1)

Selasa, 30-06-2009 07:38:41 oleh: Mimbar Bambang Saputro
Kanal: Gaya Hidup

Bong Supit BOGEM-(1)

Bogem aselinya adalah nama daerah sohor untuk urusan Bong Supit (juru khitan, sunat, bengkong) kenamaan di daerah Prambanan - Jawa Tengah. Pelanggannya banyak sehingga mereka buka cabang dimana-mana, termasuk Jakarta.

Tanggal 19 Juni lalu, sekitar jam 03:00 saya sudah berada di jalan PKP/Kiwi no 1A Kelapa Dua Wetan Ciracas. Sebetulnya saya sudah siapkan potret untuk kenang-kenangan, misalnya mengabadikan alamatnya, suasana penyembelihan (serem).

Namun gara-gara parkirnya sudah sesak (jam 3:30 dinihari), saya sempat berkutat berapa lama dengan mas Parkir. Maksudnya sih agar jangan mengganggu lalu lintas sekitar bengkong (juru supit). Harap maklum liburan anak sekolah biasanya diisi oleh khitanan.

Betul saja, waktu saya masuk ruang tunggu ternyata Gilang sudah di panggil untuk di pedikur alat kejantanannya. Hanya ayahnya yang tadinya gagah kepingin menyaksikan sang putra, kini terpaksa tinggal glanggang colong playu alias kabur dari ruang praktek. Dia merasa mual. Tadinya dia "aksi" bilang ke istrinya agar jangan mengusik kami pakdenya. "Masak sedikit-sedikit minta tolong Pakde dan Bude, malu lah.." - tetapi sudut matanya dan tarikan bibirnya menyatakan bahwa sebetulnya ia mengharapkan kedatangan kami. Maklum kami anggota (www.GeEr.com)

Ketika azan subuh dikumandangkan. Gilang sudah berbaring diruang recovery.

Berkali-kali kedua orang tua Gilang mencoba mengabadikan pakai HP. Tapi gagal lantaran lampu penerangan di ruang recovery yang temaram HPnya macet. Dan tidak sia-sia saya selalu mengantungi kamera kemana pergi. Kali ini kamera beraksi, cekrak-cekrek.

Saya adalah pengikut militan dan fanatik dari mahzab, kalau HP untuk SMS dan tilpun. Kalau tustel ya pakai kamera.

Saya saksikan Gilang dan temannya nampak santai, sumeleh. Tidak nampak ketakutan atau kesakitan diwajahnya. Bahkan ada teman se-kloter sudah mengiba mamanya untuk bisa main bola usai sunat ini.

Setelah ada enam anak dari kloter Gilang dibaringkan, bong supit menjelaskan obat bubuk untuk di taburkan pada luka (hanya kalau berdarah), lalu obat penghilang rasa sakit kalau nanti efek bius sudah hilang. Dan pelbagai nasihat - untuk tidak mandi selama dua hari (diseka air saja). Bahkan didemonstrasikan cara menggunakan panti liner sebagai pembalut luka.

Kepada Gilang, mengingat tubuhnya yang tambun diminta datang dua hari mendatang. Bong supit bilang, penisnya kecil (saya kepikiran akan usul ke salon mak Erot), mungkin hasil salon supit tidak maksimal. Gilang berpantang makan ayam dan telur.

Belakangan saya tahu bahwa kekuatiran akan penis kecil sementara boleh disingkirkan. Diameter milik Gilang terbilang normal. Seminggu kemudian jejingkrakan  menyanyikan lagu Bapak-bapak ibu-ibu carikan menantu di taman santapan.

Lalu saya ingat pada 14 Nopember 1966, bersamaan dengan uang kita di sunat dari 1000 rupiah menjadi satu rupiah, maka secara rombongan saya dikirim ke poliklinik Brimob untuk menjalani salon khusus pria.

Sakitnya - ampun ampun. Dua kali suntikan bius tidak berefek seperti diharapkan. Bukan saya yang kebal, tetapi harap maklum, jaman perang konfrontasi dengan Malaysia, semua serba darurat dan miskin. Obat-obatan kadaluwarsapun dijeksikan kepada pasien. Ketimbang tidak ada.

Sebulan saya tidak bisa sekolah sebab terjadi infeksi. Begitu juga ketika anak bungsu saya disunat, dia nampak menderita dan memakan waktu penyembuhan sampai lebih dari dua minggu.

Lha kok ini bisa berbeda sama sekali.

Tapi - kepada orang tua Gilang saya tanyakan, apa sih alasan mendasar menggunakan jasa salon "lelaki" ala Bong Bogem.

Pertama, selain prosedur kerja yang cepat, produksi salon ini kondang memiliki daya gempur yang nggegirisi. Tapi bukan itu saja ada nilai "non alamiah" - yang ingin dicapai yaitu sukses celana dan tahta. Konon banyak alumnus salon ini bisanya sebagian besar "jadi orang."

Kalau pelihara burung bersayap macam perkutut orang berharap ada hoki. Apalagi burung melata.

ALAMAT Bong Supit Bogem Jalan PKP no 1A Kelapa Dua, Ciracas, Jakarta Timur.

 

2 komentar pada warta ini
Kamis, 23-06-2011 10:39:52 oleh: dindin djaenal

Bagi orang tua yang mau mengkhitan putranya hendaknya bisa merencanakan dan memilih tempat khitanan yang baik. Saya mempunyai pengalaman yang kurang mengenakan waktu mengkhitan anak saya, baik dalam operasi khitannya (pengakuan anak saya waktu operasi) dan juga waktu pemeliharaannya. Di bawah ini saya sampaikan hal-hal yang perlu jadi pertimbangan :
1. Paramedis khitan mempunyai keahlian, etika dan kelembutan dalam menghadapi anak. Ini bisa dilakukan survey terlebih dahulu, bertanya lah sepuasnya kepada ahli sunat yang kita pilih, dan mintalah brosur (dibrosur ada komitmen dari ahli sunat.
2. Yakinkan bahwa tempat sunat tersebut mempunyai pelayanan dalam perawatan setiap saat(meskipun tempatnya agak jauh dari rumah).


Sabtu, 08-12-2012 00:27:02 oleh: bagus surya

apa disana tidak sakit sunatnya, gimana alau waktu di sunat burungnya ttegang menjadi kaku



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY