Wikimu - bisa-bisanya kita

Wulan Kusuma Wardhani

Mengurangi Sampah Plastik

Jumat, 26-12-2008 07:11:54 oleh: Wulan Kusuma Wardhani
Kanal: Opini

Anda boleh menganggap saya "aneh" dengan kebiasaan baru yang saya lakukan. Bukan mau ikut-ikutan sok bergaya hidup "green" tapi fakta mengenai plastik membuat saya bersungguh-sungguh untuk mengurangi pemakaian plastik. Sebenarnya bahaya plastik sudah diceritakan oleh ayah saya dari dulu. Ayah saya sering mengingatkan agar tidak menyimpan makanan panas terlalu lama di dalam plastik. Plastik yang terkena suhu panas mengakibatkan perubahan susunan kimia yang pastinya membahayakan, bahkan dapat menimbulkan penyakit kanker. Fakta-fakta di bawah ini yang membuat saya semakin ingin mengurangi pemakaian plastik:

1. Ribuan penyu, paus, dan mamalia laut lainnya mati karena memakan sampah plastik, yang disangkanya sebagai ubur-ubur.

2. Sampah plastik kebanyakan tidak dapat terurai, ataupun jika dapat terurai akan lama sekali. Plastik yang terbuat dari bahan dasar minyak bumi, mulai dari pembuatannya menyebabkan timbulnya gas karbon yang menyumbang emisi.

3. Sekitar 60-80 persen sampah yang ada di laut adalah sampah plastik. Setiap 1 km persegi wilayah laut terdapat 13000-18000 sampah plastik. Kandungan bahan kimia yang ada di plastik mencemari laut dan menyebabkan ribuan satwa laut mati.

4. Kandungan bahan kimia yang sering ditemukan di plastik ada 3 macam, yaitu Phatalates, Bispenol A, dan polybrominated diphenyl ethers.

Ketiga bahan kimia tersebut sering dikaitkan dengan cacat bawaan pada janin, kanker , kerusakan hati dan gangguan reproduksi.

Beberapa negara dan kota-kota di berbagai belahan dunia berinisiatif untuk mengurangi sampah plastik, diantaranya adalah:

1. Bangladesh, Bhutan, Cina melarang pemakaian plastik di pasar swalayan.

2. Di Jerman, apabila anda ingin menggunakan plastik untuk membungkus barang di supermarket, anda dikenakan biaya

3. Irlandia memperkenalkan "pajak plastik". Hasilnya, penggunaan plastik sebagai pembungkus menurun sampai dengan 90%. Kota New York dan Seattle juga mulai menerapkan peraturan sejenis.

4. Marks and Spencer, perusahaan terkenal dari Inggris mengenakan charge 5 poundsterling kepada pelanggan yang meminta plastik pembungkus.

5. Sampah plastik dilarang di 30 kota di negara bagian Alaska, Amerika Serikat. ota Portland, yang terletak di negara bagian Oregon juga melarang penggunaan plastik sebagai pembungkus.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan? Menggunakan bio-plastik atau plastik ramah lingkungan yang terbuat dari daun singkong dapat menjadi solusi untuk mengurangi samplah plastik. Walaupun ada beberapa aktivis lingkungan yang tidak setuju dengan ide ini, dengan alasan bahwa produksi bio plastik dapat mengurangi pasokan pangan, namun paling tidak plastik ramah lingkungan dapat terurai di tanah dengan lebih cepat. Atau gunakan kertas sebagai pembungkus, juga merupakan ide yang baik.

Kalau saya lebih memilih menggunakan tas yang dapat dilipat untuk untuk belanja di supermarket. Apabila terlalu banyak, barulah saya menggunakan plastik. Memang penggunaan plastik tidak dapat dihindari, namun pastinya untuk menguranginya adalah hal yang tidak sulit, bukan?

2 komentar pada warta ini
Minggu, 28-12-2008 19:00:16 oleh: Istantina

Kalau menurut saya, mulailah dari diri sendiri. Kalau tidak dari kesadaran diri sendiri sulit ngajak orang lain bukan?.


Rabu, 04-02-2009 14:12:36 oleh: agustinus edy susilo

Plastik memang praktis,murah,indah,mudah didapatkan.Tapi perlu diketahui,dicatat,diingat bahwa untuk mengurai plastik perlu 50 tahun jadi fluktusai sampah plstik tentu saja akan bertambah terus dan mencemari lingkungan ,mengganggu kesehatan. Maka denan mengetahui ,memahami,akibat dari plastik bagi setiap orang akan mewujudkan sikap peduli lingkungan .



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY