Wikimu - bisa-bisanya kita

Yasinta Sulistyowati

Kurikulum Pendidikan Agama di Indonesia

Kamis, 11-09-2008 09:16:02 oleh: Yasinta Sulistyowati Sanjaya
Kanal: Opini

Pagi ini para guru mengadakan rapat mendadak tentang kurikulum pendidikan agama yang diberikan kepada anak SD. Saya sebagai guru baru dan masih awam tentang kurikulum, terutama kurikulum agama hanya bisa mendengarkan debat pendapat antar para guru-guru lama dan guru agama.

Ada sedikit pernyataan yang membuat saya bertanya-tanya yaitu "Bila murid masuk ke sekolah swasta (yang berbasis agama tertentu) maka murid tersebut wajib mempelajari agama tersebut". Tetapi ada juga guru yang menentang pernyataan tersebut dengan berkata bahwa "Menurut Undang-undang Pendidikan,  apabila sekolah swasta yang berbasis agama tertentu menerima murid yang beragama lain maka sekolah tersebut harus memberi pelajaran agama lain tersebut dan membangun tempat peribadatan bagi murid yang beragama lain tersebut".

Jujur aja, saya jadi bingung mendengar dua pernyataan yang menurut saya agak bertolak belakang. Wikimeurs sekalian ada yang bisa menolong memberi penjelasan yang benar kepada saya? 

8 komentar pada warta ini
Kamis, 11-09-2008 09:27:26 oleh: Ritapunto

yg pasti kalau sekolahnya umum, maka sekolah wajib menyediakan guru agama bagi muridnya sesuai keyakinannya, inipun yg berlaku untk. muslim & kristen saja.

tp, kalo sudah sekolah khusus. misalnya sklh katolik atau skolah madrasah..ya gak semestinya ada guru khusus, kan ortu-nya dah tau itu sekolah berbasis komunitas tertentu.

byk teman2 sy yg muslim bersekolah di sekolah katolik, ya mrk ikuti aturan di sekolah itu, begitu jg ada tmn yg kristen sekolah di yayasan islam, mrk jg ikut aturan sklh itu..

mau, aman ya..cari sklh umum aja..


Kamis, 11-09-2008 09:53:30 oleh: bajoe

Seingatku, dalam UU Pendidikan Nasional, memang ada aturan setiap sekolah (umum maupun khusus) untuk memberikan pelajaran agama menurut kepercayaan siswa. Misalnya siswa Hindu di sekolah Kristen, maka mesti dicarikan guru agama Hindu. Begitu sebaliknya bila ada siswa Budha masuk sekolah Islam, maka pihak sekolah wajib mencarikan guru agama Budha.

Tetapi kayaknya tidak ada aturan yang mewajibkan pihak sekolah menyediakan tempat peribadatan secara khusus.

Tapi aku tidak tau detilnya. Coba nanti sama-sama cari UU ini di Google, atau biasanya ke situs hukumonline.com

Beberapa sekolah internasional, malah tidak memberikan pelajaran agama, tetapi mengganti dengan etika nilai-nilai kemanusiaan atau relijiusitas (aku lupa istilahnya), tetapi siswa-siswi belajar soal nilai-nilai kehidupan, seperti saling menolong, kerjasama, dll.


Kamis, 11-09-2008 09:53:31 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Saya sekarang merasakan bahagis, begitu bbebasnya saya dulu menjalani kehidupan beragama. Taman kanak-kanak hingga SMA di sekolah (katanya) Katolik, nyaman-nyaman saja. Pelajaran agama Katolik lebih bersifat pelajaran budi pekerti. Ada tugas dari suster, umum saja , tentang kasih sayang, misalnya. Saya sering dapat hadiah untuk tugas saya. Teman yang memang (akan) jadi Katolik, mendapat pelajaran sendiri.
SD fine saja ke gereja Ijen di Malang, SMP jalan Juanda -Jakarta, malah ke kapel dulu sebelum ke kelas. SMA Ursula? Katedral lapangan Banteng masuk wilayah saya. Semua di jalani dengan nyaman. Saya punya guru pelajaran agama Islam di rumah. Saya dapati toleransi beragama (saat itu) sangat baik. Coba deh, diselesaikan dengan "hati", engga usah di berantemin.


Kamis, 11-09-2008 10:37:12 oleh: Anwariansyah

UU RI No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

Pasal 4 Ayat 1

Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa.

Pasal 12 Ayat 1 Setiap perserta didik setiap satuan pendidikan berhak :

(a).mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama

Pasal 37 Ayat 1 kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :
(a).pendidikan agama

Pasal 65 Ayat 2

Lembaga pendidikan asing pada tingkat dasar dan menengah wajib memberikan pendidikan agama dan kewarganegaraan bagi peserta didik warga negara Indonesia.


Rabu, 17-12-2008 13:21:53 oleh: Pilipus Kopeuw

pendidikan agama di sekolah SD hanya sekedar menanamkan nilai agama. tidak perlu ada tempat ibadah tiap agama di tiap SD. tempat ibadah urusan lembaga agama bukan dinas P & P. Guru agama kita perlu memiliki profesionalisme sendiri, melalui PGSD agama masing2, spy para guru tahu bagaimana mengajarkan pendidikan agama kepada anak usia SD. selama ini tidak ada guru yang sadar bahwa ia mengajar siswa SD dengan metode yang hampir sama dengan guru agama di SMP dan SMU. filosofi mengajar anak SD seperti apa, psikologi mengajar anak usia SD seperti apa, sehingga guru agama di SD dapat menyususn sebuah kurikulum agama yang bukan sekedar mengajarkan school knowledge saja tetapa bagaimana pendidikan agama ini dapat menjadi action knowledge. mengenai sekolah negeri dan swasta "khusus" saya rasa itu bukan hanya katolik saja tapi yang lain juga sama saja, kecuali di SD negeri, jelas ada pemisahan. masalah yang Anda tanyakan adalah "PR" yang perlu dikerjakan, enta bagaimana membuat suatu keseragaman atau agama ditiadakan pelajaran agama ditiadakan saja dari sekolah-sekolah diganti dengan pengenalan agama-agama saja????


Rabu, 14-01-2009 21:38:03 oleh: yudayohanes

Minta informasi mengenai kurikulum pendidikan agama katolik di indonesia. Trimakasih


Sabtu, 17-10-2009 11:02:52 oleh: andy dwyyanto

SAYA MAU NANYA,ADA BERAPA AGAMA DIINDONESIA DAN JELASKAN MASING-MASIANG.


Selasa, 26-10-2010 11:06:13 oleh: Yasinta Sulistyowati

@all> thanks pencerahannya.
@andy> anda sudah tahu sendiri ada berapa agama di Indonesia, untuk lebih jelas, mungkin lebih baik anda mencari data dari buku atau referensi yang lain. dengan begitu anda mendapatkan data yang akurat dan memang tidak ditunggangi dengan maksud2 lain..



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY