Wikimu - bisa-bisanya kita

Yasinta Sulistyowati

Lagi-lagi Prudential !

Selasa, 09-09-2008 11:03:19 oleh: Yasinta Sulistyowati Sanjaya
Kanal: Opini

Sebenarnya saya ga punya polis di Prudential, tapi saya pernah bekerja di salah satu agency yang memegang brand Prudential. Menurut saya tertipu atau tidak dalam membeli sebuah polis asuransi tergantung dari jeli atau tidaknya kita dalam melihat dan mengerti tentang manfaat-manfaat dari produk yang ditawarkan.

Saya bukan seorang agen asuransi, tetapi saya sebagai seorang sekretaris yang menangani mulai dari pengiriman SPAJ sampai dengan klaim-klaim dari nasabah.

Memang ada beberapa agen yang tidak benar-benar menerangkan tentang produk yang ditawarkannya dan terkesan hanya sekedar memberitahukan tentang kebaikan-kebaikan asuransi tersebut tanpa menerangkan tentang hal-hal apa yang bisa menyebabkan suatu klaim ditolak oleh perusahaan asuransi tersebut.

Tetapi sepengetahuan saya, setiap ada klaim, agency yang mempunyai nasabah (terutama agency di tempat saya bekerja) benar-benar mengusahakan supaya klaim dari nasabah tersebut benar-benar diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan terkadang kita sebagai sekretaris yang menangani klaim tersebut harus dengan bersusah payah beradu argumentasi dengan OSC dari Prudential sendiri. Bahkan tidak jarang kita sampai marah-marah, beradu argumentasi dengan sengit untuk memperjuangkan agar klaim tersebut disetujui dengan mengemukakan berbagai alasan yang masuk akal dan bisa diterima.

Terkadang nasabah tidak mau tahu dengan segala perjuangan yang telah dilakukan agar klaimnya disetujui. Yang mereka tahu hanyalah: kenapa klaim saya lama sekali tidak segera diproses, kenapa klaim saya tidak disetujui, dsb...dsb.

Saya bukan ingin membela Prudential, tetapi saya mencoba untuk menceritakan sedikit pengalaman saya tentang asuransi tersebut karena menurut saya asalkan agency mau benar-benar memperjuangkan klaim tersebut maka tidak tertutup kemungkinan bahwa klaim akan disetujui walaupun dengan waktu yang agak lama. 

Jadi tergantung dari agen asuransi dan agency dimana nasabah tersebut tergabung. Soalnya banyak juga klaim yang dari Prudential sudah ditolak, tetapi karena kami bisa mengajukan beberapa alasan yang masuk akal, maka akhirnya klaim tersebut juga disetujui.

Yang perlu diingat adalah: pengambil keputusan di Prudential bukan mesin yang tidak bisa dinego, tetapi sesama manusia yang bisa diubah keputusannya dengan cara-cara tertentu. Jadi pintar-pintarnya agency untuk bernegoisasi dengan para pengambil keputusan di Prudential.

Ada beberapa tips dari saya agar Wikimuers tidak tertipu dengan produk yang ditawarkan:

1. Cari agent asuransi dari agency yang dapat dipercaya.

2. Tanyakan secara detail tentang manfaat-manfaat yang diberikan dan dalam kondisi bagaimana klaim tidak disetujui.

3. Jangan memberikan keterangan yang tidak benar dalam pengisian SPAJ supaya hal tersebut tidak menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri pada saat mengajukan klaim.

4. Pikirkan benar-benar apakah anda membutuhkan asuransi yang akan anda beli atau tidak.

5. Sesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Semoga pengalaman saya ini bisa memberikan sedikit membantu Wikimuers sekalian.

Trims 

 

 

57 komentar pada warta ini
Selasa, 09-09-2008 13:57:33 oleh: Dodi

bagaimana pendapat anda dengan kasus yang menimpa LTP,Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance ( 2 )
Ths


Selasa, 09-09-2008 16:39:29 oleh: Cokro

1. Cari agent asuransi dari agency yang dapat dipercaya.

bagaimana cara mengetahui agent dari agency dan perusahaan asuransi yang dapat dipercayai?
karena kekecewaan itu datangnya belakangan.

2. Bagaimana cara mengetahui bahwa semua kondisi-kondisi yang dapat mengakibatkan gagal klaim sudah diberikan/jelaskan semua?

3. apa menurut anda, yang tidak paham benar mengenai SPAJ asuransi sebaiknya tidak perlu membeli?
Daripada tidak dijelaskan, dikarenakan tidak mengetahui dan tidak bertanya.

3. menurut anda, yang tertera dibawah ini bagaimana ? :

http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8332

Senin, 01-09-2008 22:09:31 oleh: Lidia

saya seorang ibu yang memiliki polis pru untuk anak saya sejak anak tsb berusia 8 bulan.Dia kemudian diketahui mengidap kelainan mata high myopi pada usia 3 tahun dengan minus mata 8 di masing2 matanya.. tidak ada jalan lain untuk mengurangi minus matanya itu selain operasi lasik minimal di umur 17 tahun.mohon tanggapannya, apakah operasi lasik itu bisa di cover mengingat anak saya tersebut masuk asuransinya jauh hari sebelum diketahui bahwa dia mengidap high myopi.

maaf, bukannya tidak mau berusaha mencari tahu sendiri.. tapi pasal2 didalam polis tersebut, menurut saya kata2nya sungguh rumit dan sukar untuk dicerna oleh orang awam seperti saya yang hanya S-1..
Kenapa setiap ada kata2 kedokteran tidak dijelaskan secara detail? Jadi (maaf) apakah tidak berkesan menyesatkan?


Rabu, 10-09-2008 03:46:58 oleh: Lie Tjie Pouw

1. kriteria agen / agency yang bisa dipercaya, sudah ditanyakan oleh Cokro. nasabah harus waspada, teliti. setuju sekali, tapi harus seberapa teliti dan seberapa waspada? mungkin jawaban / solusi yang paling ideal adalah dengan tidak masuk asuransi sama sekali.

2. tanyakan semua detail, setuju. termasuk dari ketelitian dan kewaspadaan kita sebagai calon nasabah di point no 1. tapi bagaimana dengan kewajiban dari pihak perusahaan asuransinya sendiri? yaitu MENJELASKAN DENGAN DETAIL apakah ditanya atau tidak? tidak pernah saya membaca ada komentator dari kubu Prudential yang berpendapat bahwa PA HARUS menjelaskan semua detail-detail apakah si calon nasabah bertanya atau tidak. semuanya tergantung dari calon nasabah, kalau tidak bertanya, ya tidak akan dijelaskan, gampang saja. nanti kalau nasabah merasa dirugikan karena merasa tidak pernah mendapat penjelasan untuk hal-hal tertentu, maka sekali lagi "salah sendiri kenapa tidak bertanya sampai detail?". lalu memang seberapa detail calon nasabah harus bertanya? tidak pernah ada komentator yang pernah menjawab.
kesimpulan saya dari point ini adalah, memang ada maksud untuk TIDAK MENCERITAKAN SEMUA FAKTA dari pihak PA, supaya produk-produk yang ditawarkan, terdengar lebih menarik daripada kalau SEMUA fakta dijelaskan sedetail-detailnya, bagaimana? ada yang berani berargumentasi mengenai hal ini?

3. Harus jujur, betul, kalau tidak jujur dimana-mana juga akan sial sendiri, tidak perlu diperdebatkan. tapi bagaimana kalau tidak ada yang bermaksud tidak jujur? berhubung calon nasabah dan agen adalah orang-orang awam dalam bidang kedokteran, maka tetap ada kemungkinan salah persepsi mengenai kondisi kesehatan si calon nasabah. tidak ada yang bermaksud tidak jujur, kalau kesalahan tersebut terjadi, siapa yang harus menanggung kerugiannya?

--bersambung--


Rabu, 10-09-2008 03:47:35 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

dari bagian ini:
"...asalkan agency mau benar-benar memperjuangkan klaim tersebut maka tidak tertutup kemungkinan bahwa klaim akan disetujui walaupun dengan waktu yang agak lama.

Jadi tergantung dari agen asuransi dan agency dimana nasabah tersebut tergabung. Soalnya banyak juga klaim yang dari Prudential sudah ditolak, tetapi karena kami bisa mengajukan beberapa alasan yang masuk akal, maka akhirnya klaim tersebut juga disetujui."

saya menarik kesimpulan, bahwa benar kita tidak bisa mengharap banyak dari Prudential itu sendiri, jadi klaim dibayar atau tidak itu tergantung dari agen atau agencynya. nah, pertanyaannya, kalau saya membeli polis Prudential, apakah sebenarnya saya membeli jaminan dari Prudential atau dari si "mamat agen Prudential dari agency ABC"?
bukankah aturan main dalam hal pengajuan klaim itu seharusnya cuma mengacu kepada apa yang tertera si polis? kenapa sekarang seakan-akan ada faktor X yang jauh lebih menentukan keberhasilan dalam hal pengajuan klaim? makin tidak jelas saja bisnis asuransi Prudential.

"Yang perlu diingat adalah: pengambil keputusan di Prudential bukan mesin yang tidak bisa dinego, tetapi sesama manusia yang bisa diubah keputusannya dengan cara-cara tertentu. Jadi pintar-pintarnya agency untuk bernegoisasi dengan para pengambil keputusan di Prudential."

sekali lagi menegaskan, sebenarnya Prudential adalah pihak yang berusaha sekuat tenaga menolak klaim, sedangkan agency adalah pihak yang berusaha untuk meloloskan klaim. jadi semua tergantung pada agennya?

pertanyaan: kalau agennya pindah ke PA lain, nasabahnya juga seharusnya ikut agennya pindah asuransi donk ya?

salam
tjie pouw


Rabu, 10-09-2008 08:58:45 oleh: Yasinta Sulistyowati

Maaf Pak Lie Tjie Pouw, sebenarnya saya menceritakan hal-hal tersebut berdasarkan pengalaman saya selama bekerja di perusahaan asuransi. Mungkin memang pengalaman saya bekerja tidak terlalu banyak. Tetapi selama saya bekerja, agency saya memang benar-benar memperjuangkan klaim-klaim nasabah yang diajukan. Dan memang benar ada beberapa agent yang terkesan menutupi beberapa hal dan hanya menerangkan hal-hal yang baik-baik saja untuk mendapatkan nasabah.
Tetapi tidak sedikit pula agent yang benar-benar menerangkan dengan jelas dan detail tentang produk yang ditawarkan.
Selama ini yang banyak mengajukan protes adalah masalah tentang adanya beberapa penyakit yang pengobatannya tidak di-cover karena menurut Pru penyakit tersebut sudah ada sebelum nasabah membeli polis Pru.
Saya bukan membela Prudential, karena saat ini saya juga sudah tidak tergabung di Pru lagi. Tetapi sepengetahuan saya, Pru tidak akan menerima pengajuan SPAJ apabila suatu penyakit yang diderita nasabah sudah tercantum dalam pengecualian klaim. Sebelum pengajuan dikirimpun nasabah pasti sudah melakukan check kesehatan di lab yang ditunjuk Pru.
Ada juga nasabah yang melakukan kebohongan dengan tidak menyebutkan penyakit yang diderita pada SPAJ dan pada saat klaim ditolak mereka protes.
Memang Pru pun adalah suatu bisnis, tetapi selama saya bekerja hanya sedikit sekali klaim yang kami ajukan ditolak oleh PRu dan hal tersebut memang karena penyakit yang mereka derita sudah tercantum dalam pengecualian PRu.
Sebenarnya persetujuan klaim bukan tergantung dari agency, tetapi paling tidak agency selalu memperjuangkan klaim yang diajukan untuk dapat disetujui.
Pengambil keputusan di Pru juga manusia yang bisa salah dan apabila mereka diberikan masukan yang benar, mereka juga mau memperbaiki kesalahan tersebut


Rabu, 08-10-2008 14:15:31 oleh: dewie

Daripada ribut soal klaim asuransi yg ditolak, mendingan yg sdh terlanjur beli polis dari asuransi mana saja segeralah dilapse ato dibatalkan saja. Yg blm punya polis asuransi (baik jiwa ato umum) saya ucapkan selamat anda tidak terjebak dlm permasalahan asuransi yg pelik terutama soal klaim. Intinya kita tidak percaya terhadap yg namanya ASURANSI..!! mari kita secara sadar ambil resiko sepenuhnya dari kehidupan ini, dgn tidak usah mengalihkan resiko kehidupan kita ke asuransi. Percuma saja bukan? toh kalo ada apa2 susah klaimnya. Jd buat apa ikut? Klo terjadi apa2 terhadap diri kita ato keluarga kita anggap saja itu suatu takdir. Kita ga perlu memikirkan bagaimana nasib anak2 kita yg masih kecil2 ini jika tiba2 terjadi sesuatu thdp orang tuanya..bagaimana kehidupan mrk selanjutnya, sekolah mereka, dsb. sekali lg anggap sj TAKDIR. Kita hrs berani ambil resiko kehidupan yg memang penuh dengan resiko ini. Ya Tuhan, apa? koh Liem meninggal kecelakaan? kapan? loh semalem baru ngobrol ketawa2 bersama di rumah saya?? sekali lg TAKDIR, dan hal itu bs sj menimpa siapa saja. Ya, resiko kehidupan. Dan kita tidak perlu merasa kasihan dan iba melihat anak2 koh Liem yg masih kecil2 dgn kondisi istrinya sedang hamil dan tidak bekerja. Kenapa? toh percuma ikut asuransi? ga perlu, buang2 uang saja. Untuk itu, marilah kita hadapi secara sadar dan dengan sikap yg benar2 berani dalam menghadapi segala resiko di kehidupan ini yg datangnya sama sekali tidak disangka sangka. Sakit bisa datang kapan saja, mati bisa datang kapan saja juga. Soal keluarga yg ditinggal itu urusan yg masih hidup dong...akan jd senang ato susah hidup mereka sepeninggal kita, bodo amat kan? toh mau gmn lagi cara utk mengalihkan resiko kehidupan kita jk hal diatas terjadi agar kehidupan keluarga yg ditinggalkan msh terjamin dgn uang pertanggungan selain di asuransi? padahal asuransi brengsek semua, ya kan? Ada yg tau caranya? tolong sy dikasih tau.


Kamis, 09-10-2008 12:43:16 oleh: Sakti

@ dewie
(amit-amit ya...)Emangnya kalo saya meninggal situ mau kasih makan istri & anak2 saya ? Mau nyekolahin mereka sampai jenjang tertinggi ? Mau bayarin biaya rumah sakit kalo mereka sakit ? Kalo mau kita bikin hitam diatas putih deh...+ meterai ya...hehehe

Takdir bukan urusan manusia, tapi manusia wajib berusaha memberikan yang terbaik buat orang2 yang mereka cintai walaupun sudah dipisahkan maut sekalipun...kita pasti mati cuma masalahnya kita gak tau kapan...life is so simple...


Sabtu, 22-11-2008 08:58:50 oleh: bambang dwipayana

Perusahaan asuransi pada dasarnya adalah usaha sosial. Perusahaan asuransi yang baik adalah perusahaan asuransi yang mempunyai falsafah bahwa pesertanya adalah juga "pemilik" perusahaan tersebut (peserta sebagai anggota perusahaan). Setiap keuntungan dan kerugian yang terjadi pada perusahaan tersebut merupakan hak anggota. Mencari keuntungan adalah wajar, agar perusahaan tersebut tetap berdiri, dan anggota tetap terlindungi. Setiap anggota perusahaan tersebut juga mempunyai hak atas keuntungan itu.
Yang terjadi saat ini adalah perusahaan asuransi memungut iuran anggotanya tetapi tidak memenuhi kewajibannya. Keuntungan yang didapat hanya semata untuk kepentingan pengurus dan pemilik modal semata. Coba perhatikan, bila kita sedang dibujuk oleh agen untuk menjadi peserta....selalu dilaporkan bahwa perusahaan tersebut sehat dan punya aset dan keuntungan yang luar biasa...!!!!! Pertanyaannya...keuntungan dan aset yang besar tersebut untuk siapa???? Untuk anggota???? Menurut saya tidak. Semua keuntungan itu hanya digunakan oleh segelintir pengurus dan pemilik modal yang serakah untuk memenuhi nafsu mereka menikmati kenikmatan duniawi semata..!!!


Sabtu, 24-01-2009 17:58:16 oleh: liman yu

bulan agustus 2008 saya ditawari saudara yang menjadi agent prudential. saya tertarik untuk kemudian membeli yang preminya Rp500.000,- per bulan. Sebelum mengisi aplikasi, saya bertanya apakah perlu waktu untuk persetujuan dan selama persetujuan tersebut dan polis belum saya terima dan ternyata ada klaim, apakah bisa dicairkan klaimnya? Setelah dikonfirmasikan kepada supervisornya (saudara saya agent baru) maka jawabnya bisa. Setelah saya isi aplikasi dan langsung premi yang pertama, dua minggu kemudian saya mendapat informasi kalo aplikasi disetujui, namun polis dan aturan main lainnya belum saya terima. Seminggu kemudian anak saya opname di rumah sakit dan dari penjelasan awal mestinya saya berhak klaim atas dana opname anak saya. Kenyataannya, nihil...ditolak, dengan alasan premi belum sebulan. Dengan perasaan tidak enak tapi tetap saya terima karena agentnya adalah saudara sendiri.
Berikutnya karena ada kesalahan penulisan nama dan identitas di KTP saya minta di ganti sekaligus saya minta manfaatnya ditingkatkan. Setelah mengisi aplikasi, dan melampiri dengan berbagai syarat,beberapa hari kemudian ada pemberitahuan perubahan (kalo ga salah istilahnya premi mayor)di setujui. Maka pembayaran berjalan terus tiap bulan, tapi sebulan kemudian ada surat yang memberitahukan kalo permohonan penggatian premi mayor ditolak. Gila,.....cara kerja apa ini. untungnya baru 4 bulan, yang berarti 4 x Rp.500.000,- = Rp.2.000.000,- Kalo udah berjalan 10 tahun seperti kontrak yang saya beli, wah mampus, ilang tuh duit. Mana udah 4 bulan itu, laporan keuangannya tercatat nilai unitlink saya cuman di bawah Rp. 1 juta. Ampun-ampun....


Minggu, 25-01-2009 07:59:10 oleh: rikal

Wahhh saya membaca banyak komentar di atas!!!

karena saya berkerja di pru saya menarik kesimpulan.. bahwa memang agen asuransi pru sangat banyak dan hanya di beritahu metode untuk berjulan dan tidak di ilhami dengan pengetahuan medis.

tapi janga lupa ekspansi Prudential di indonesia hanya tahun 1995 dan menjual asuransi Jiwa karena specialisasinya di JIWA dan baru2x + - 3 tahun terakhir ini expansi ke RS Karena tuntutan dari nasabah harap dimaklumi bila masih awan dalam bidang nya RS

mungkin ini salah satu kejelekan.. pernah kah bpk/ibu melihat berapa banyak orang yang terselamatkan dari polis pru.. pernahkah membaca berapa banyak yang pru bayar claim setiap tahunnya

bila ada yang kurang jelas
bisa email saya ke Rikallim@yahoo.com
saya akan membantu


Selasa, 03-02-2009 16:40:55 oleh: ita

wah..menarik juga yah..topiknya
klo boleh ikut nimbrung nih..saya adalah salah satu nasabah pru.saya mau komentar mengenai pernyataan mba dewie.
maaf kata nih mba yah, menurut saya pernyataan mba dewi diatas menunjukkan bahwa mba dewi memang sudah benar2 negatif thinking mengenai berbagai macam asuransi yang ada di indonesia saat ini. mungkin mba dewi bisa koment spt itu krn sdh banyak pengalaman di dunia asuransi. klo boleh tau mba dewi sendiri pernah ambil asuransi g?
klo iya, berapa banyak dan dimana ajah? apa pas mba ambil keputusan ikut, mba udh bener2 punya keputusan bulad utk ikut & udh cari2 informasi sebelumnya ttg produk yang ditawarkan?
saya juga mau koment utk pak liman yu..pak, setau saya setiap calon nasabah akan diberikan ilustrasi benefit dari prudential dan harus dijelaskan oleh masing2 agent. dan saya juga memperoleh informasi mengenai berapa jangka waktu kita bisa mengajukan klaim..jadi saran saya, meskipun yang mengajak adl saudara bapak, seharusnya bapak bertanya lebih lanjut dan bapak harus bisa lebih kritis. klo sama sodara biasanya lebih enak minta penjelasannya pak..


Sabtu, 07-02-2009 16:03:42 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Rikal,

"pernah kah bpk/ibu melihat berapa banyak orang yang terselamatkan dari polis pru.. pernahkah membaca berapa banyak yang pru bayar claim setiap tahunnya"

Belum pernah pak, mohon pencerahan bapak mengenai hal ini, dan kalau boleh juga minta data-data, brapa banyak klaim yang ditolak dengan alasan yang tidak masuk diakal, sebagai bahan perbandingan aja, tidak ada maksud untuk mndeskreditkan.

Saya tunggu loh data-datanya, terima kasih sebelumnya

tjie pouw


Kamis, 26-02-2009 08:38:56 oleh: Erik Chan

@dewie
Klo menurut ibu asuransi tidak menolong ya sudah, tidak usah ambil, jangan pengaruhi orang lain (gitu aja kok repot).
Kegunaan asuransi itu kan untuk antisipasi, bukan berarti ikut asuransi jadi kebal penyakit dan gabisa mati.
Tujuan dari asuransi adalah meringankan hidup dri keluarga apabila tertanggung sebagai kepala keluarga meninggal atau sakit keras.
Apa Rela, anak masih kecil2, tiba2 kita sebagai kepala keluarganya sakit keras? atau meninggal? Anak+istri mau dikasih makan apa? Orang kaya aja bisa jatuh miskin gara2 kena penyakit kritis.
Apa salahnya antisipasi untuk meringankan resiko.


Karena saya udah banyak neliat manfaat orang ikut asuransi, dari teman, sodara, dan bbrp kenalan. Karena asuransi yg mereka ambil, saat mereka dirawat di RS krn sakit, mereka tidak terlalu merepotkan keluarga karena asuransi ikut membantu, saat meninggal, sudah ada warisan yg disiapkan utk keluarga.
Klo masih gamau ambil, yo wesss, gausah diambil.

@Lie Tjie Pouw
di tiap2 perusahaan asuransi ada kok pak kopi2 klaim yg disetujui, minta aja sama agen bapak, jangan minta sama agen yg udah senior. mintanya baik2 ya pak, soalnya data2nya private ^_^
Klaim2 yg tidak disetujui juga ada, minta aja, yg pasti semua ga mungkin di ekspose disini, private pak, itu sama aja kaya ngacak2 dokumen2 pribadi si tertanggung.
ga mungkin kan nunjukkin klaim kanker payudara ke masyarakat luas? kasian si tertanggung pak. ini


Kamis, 26-02-2009 09:11:31 oleh: Erik Chan

salah tulis, ke delete, maaf

@Lie Tjie Pouw
di tiap2 perusahaan asuransi ada kok pak kopi2 klaim yg disetujui, minta aja sama agen bapak, jangan minta sama agen yg udah senior. mintanya baik2 ya pak, soalnya data2nya private ^_^


maksudnya:
mintanya sama agen senior, jgn minta sama agen baru. kadang mereka ga nyimpen banyak kopiannya


Kamis, 26-02-2009 09:14:57 oleh: Lie Tjie Pouw

@Erik Chan

aduh om Erik, ngga usah sekasar itulah, masa harus mengekpos dokumen klaim tertanggung sih? ngga perlu. rekapitulasinya saja cukup!

kan sekarang pada gembar gembor tuh, katanya prudential tahun 2008 bayar klaim sampai sekian ratus M, nah coba donk dijelaskan sekian ratus M dari total berapa nilai klaim? berani ngga prudential menginformasikan hal tersebut ke semua nasabah prudential? itu aja koq, ngga usah repot-repot!

salam
tjie pouw


Kamis, 26-02-2009 10:42:47 oleh: johny

Wah makin seru nih pembahasannya.. Saya sendiri pemegang Asuransi Pru juga sejak 3 tahun lalu, belum pernah klaim sih.. jadi belum tau gimana prosesnya..
Dulu, untuk menjadi seorang agen asuransi Pru sangat mudah, hanya dibekali cara menjual produk asuransi dan ditawarkan komisi-komisi yang mengiurkan. Saya pernah mendaftar menjadi agen asuransi Pru dibekali karena penasaran berapa komisi yang diterima oleh temen saya yang mengajak saya untuk memberi premi asuransi. Ternyata gila bener komisi seorang agen asuransi yang dimana tahun pertama saya membayar premi asuransi adalah untuk komisi dari agen saya.
Oke lah karena teman, anggap membantu teman.. Trus saya mulai lah bertanya-tanya kepada senior agen saya: "jika 20 tahun kemudian, kamu sudah kaya raya, trus client-client kamu yang begitu banyak yang sudah menyumbangkan duit untuk kamu. Kemudian dia sakit atau meninggal, apa tindakan kamu?" dia hanya menjawab: " ya, kan awal masuk sudah di kasih tahu, apa-apa saja yang perlu disiapkan untuk klaim, ya klaim aja sendiri ke kantor."
Saya mendengar penjelasan itu membuat saya sedih sekali.. ternyata saya masuk asuransi, akhirnya saya harus repot untuk ngurus klaim lagi.. apalagi saya sudah tidak ada didunia ini lagi.. buat apa saya bayar agen yang mahal-mahal kalau nantinya harus ngurus sendiri..
Akhirnya saya berhenti menjadi agen asuransi karena melanggar hati nurani saya.

Saya rasa bukan hanya untuk Pru saja, termasuk asuransi lain. Saya berkata demikian karena saya punya asuransi lain dari perusahaan lain juga.

Pertanyaan buat para agen dan pemilik polis: "Pernahkah agen asuransi Anda menelepon sebulan sekali menanyakan kesehatan Anda?"
Saya rasa jarang sekali seorang agen melakukannya karena yang mereka lihat hanyalah kejar omset. Kalau ada yang melakukannya.. Saya bangga akan tanggung jawab dan komitmen Agen Anda.

Menurut saya, Bisnis asuransi tidak pernah mengajarkan moral dan tanggung jawab sebagai agensi dari awal


Kamis, 26-02-2009 12:30:40 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Johny,

itulah, ketika saya terbaring di rumah sakit, saya nelpon agen saya, minta dia datang ke rs sambil membawa form klaim, tapi beliau menolak dengan alasan tidak ada baby sitter lah, ini lah, itu lah, lalu menyarankan saya "kirim aja ke kantor via kurir" pokoke intinya "ya sakitnya sakit eloe, urus aja sendiri ke kantor prudential" jadi saya sendiri harus ke kantor prudential yang megah tersebut untuk meminta form klaim, lalu mengirimkannya kembali, lalu klaimnya ditolak lagi! 10x10 = cepek deehhh

begitu lah ceritanya .. ini asli benar-benar terjadi loh! bukannya saya mau menjelek-jelekkan prudential loh, maaf aja ya ... :P


Kamis, 05-03-2009 09:05:35 oleh: Yasinta Sulistyowati

P. Johny dan P. Lie Tjie Pouw
maaf, saya bukan membela Pru atau apa. cuma pengen share pengalaman saya aja.
mungkin mang ada beberapa agen yang seperti bapak2 katakan, tetapi tidak sedikit pula agen yang bener2 merasa bertanggung jawab terhadap kliennya. kebetulan UM saya dulu termasuk agen yang sangat bertanggung jawab dan memperhatikan kliennya. apalagi urusan klaim, bener2 diurus mpe tuntas. bahkan kami sekretaris yang mengurusi administrasi juga harus rela kerja keras pontang panting mulai dari mengambil dokumen klaim, sampe berantem ma kantor pusat, mencari argumen yang tepat supaya klaim disetujui. ga gampang pak kerja seperti itu, tapi mang pengalaman saya seperti itu. jadi saya harap tidak disamaratakan semua agen seperti bapak2 pikirkan.
saya tidak membela siapa2, sekarang aja saya udah ga kerja lagi di pru, ga punya polis dan tidak ada hubungan dengan siapa2 yang berkaitan dengan pru. sekali lagi saya cuma pengen share.
siapa tau bisa menjadi masukan
thanks


Kamis, 05-03-2009 12:38:18 oleh: Lie Tjie Pouw

@Yasinta Sulistyowati

Saya juga cenderung menyalahkan perusahaan asuransinya, dalam hal ini Prudential untuk kasus agen yang ngga beres. Kasus agen buruk pasti selalu ada dimana2 tidak cuma diindonesia, maka dari itu sudah menjadi tanggung jawab prudential untuk melakukan monitoring secara ketat, apakah agen2nya sudah bekerja secara profesional? dan kalau ada yang tidak profesional kerjanya, berikan sangsi atau langsung dipecat.

yang selama ini terjadi kan, tidak ada monitoring, agen bekerja buruk atau tidak tidak termonitoring dan yang terkena dampaknya ketika ada seorang nasabah merasa kecewa, ya semua agen termasuk yang sudah bekerja mati2an.

malah kalau ada nasabah yang komplain di media massa, biasanya nasabah tersebut yang dicaci maki, atau dituduh tidak jujur lah ketika mengisi SPAJ, atau dibilang agen PA saingan lah, wah ... ini mah beneran "buruk rupa, cermin dibelah"

lalu bagaimana dengan agen yang kinerjanya buruk, masih tetap jualan, dan prudential pun pasti masih menerima calon nasabah dari agen tersebut!

bagaimana mau beres?

salam
tjie pouw


Kamis, 05-03-2009 14:56:57 oleh: johny

@Yasinta Sulistyowati

Saya sangat bangga sekali dengan UM yang ibu katakan. UM yang bertanggungjawab dan komitmen menjadi seorang agent. Semoga UM yang ibu sebutkan bisa berkomitmen sampai ayat hidupnya (walaupun sudah tidak menjadi agent), karena menurut saya selama Client/Nasabah yang sudah di recruit-nya sudah menitipkan tanggung jawab kalau misalnya si nasabah meninggal, supaya agent tersebut bisa membantu untuk mengurusnya.
Mengapa hal ini saya katakan menitipkan tanggung jawab, karena saat tahun pertama kita membayar premi, 100% uang tersebut untuk membayar komisi kepada agentnya, tahun kedua kita juga bayar komisi kepada agentnya juga ditambah dengan membayar asuransi tahun pertama yang terhutang. tahun ketiga juga tetap membayar komisi ke agent dengan membayar hutang tahun asuransi tahun kedua yang belum lunas ditambahkan biaya asuransi tahun ketiga, dst.. dengan kata lain berarti kita sudah membayar gaji untuk agentnya, supaya nantinya kalau ada apa2 dengan pembayar premi, supaya agent bisa melakukan kewajibannya untuk membantu dalam proses klaim asuransi kepada keluarga yang ditinggalnya.
UM yang ibu sebutkan juga 1 dari 1000 agent yang ada, mungkin lebih.. SEMOGA para agent-agent yang membaca forum ini, bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh UM yang ibu sebutkan diatas, biar bisa bertanggungjawab. Bekerjalah dengan Hati Nurani, kalau sudah terima uang orang jangan lupa untuk menjalankan tugasnya.

Salam,
Johny


Kamis, 05-03-2009 16:11:03 oleh: Lie Tjie Pouw

Nih kasus lagi:

Sumber "http://autos.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/24/220/167323/220/kecewa-terhadap-asuransi-prudential"

Kecewa terhadap Asuransi Prudential
Senin, 24 November 2008 - 17:00 wib
text TEXT SIZE :
Share

Kecewa terhadap Asuransi Prudential

Sebelumnya saya sangat bangga memiliki Asuransi Prudential. Tetapi saya sangat kecewa, setelah saya menerima surat dari Prudential yang isinya mengenai pemutusan asuransi tambahan PRUmed pada polis saya. Dan saya coba tanyakan kepada agencynya dengan keluhan-keluhan saya, jawabannya dia tidak tau karena dia tidak merasa mengirim data saya ke pusat untuk pemutusan, berarti kantor pusat melakukan pemutusan tanpa konfirmasi ke customer.

Dan saya tanyakan ke agency lain, bahwa agency saya ada masalah dengan orang pusat, ada pemalsuan data customer ya,g klaim. Lalu, saya coba telepon ke customer relation officer di (+62-21) 23558888, tetapi jawabannya tidak memuaskan karena tidak bisa memberikan jawaban dengan alasannya "rahasia perusahaan".

1. Yang ingin saya tanyakan mengapa Prudential bisa memutuskan asuransi tambahan PRUmed dengan cara sepihak?
2. Mengapa saya yang sudah melakukan kewajibannya tetapi mendapat pemutusan?
3. Apabila ada masalah dengan agency, mengapa customer yang kena imbasnya? yang seharusnya merupakan urusan internal Prudential.

Mohon diberi penjelasan,karena saya sangat kecewa dengan permasalahan ini.

Terima kasih.

Efrizal Aziz
Jl Urip Sumoharjo, Perum Bukit Kencana Blok AB 10, Bandar Lampung
0811-724848


Kamis, 05-03-2009 23:57:07 oleh: fatmawati

Wah jadi mikir tiga kali nih mau jadi agen pru, setelah bolak balik cari tau di banyak situs ternyata banyak juga ya masalah yang merugikan diasuransi.

Tapi bener setelah saya ikut training calon agen pru, sedikit banyak saya jadi belajar apa itu asuransi mulai dari buka buku, nanya temen, share ama suami, sampe nyari info di internet. jadi pengetahuan saya dah mulai terbuka tentang asuransi dengan bekal ini saya jadi bisa memutuskan untuk ikut asuransi apa ngga, soalnya ada niat juga dah lama saya n suami mau punya asuransi gituuu.

saya ngambil segi positifnya aja dengan belajar kita jadi tau, dengan mendengar keluhan orang kita jadi bisa merenungi, dengan pengetahuan kita jadi bisa memilih yang terbaik, dengan itikad baik kita bisa menolong orang bukan begitu...? dan sebelum melangkah ke depan kita harus punya tujuan...yang baik tentunyaa....

Salam Pak Tjie waaduuuuh dimana aja ada nih....
Hebaat EEuuuyyy


Sabtu, 21-03-2009 06:17:06 oleh: Lie Tjie Pouw

"3. Apabila ada masalah dengan agency, mengapa customer yang kena imbasnya? yang seharusnya merupakan urusan internal Prudential."

pertanyaan bagus yang tidak pernah akan dijawab! kenapa? cuma Prudential dan Tuhan yang tahu!

salam
tjie pouw


Rabu, 01-04-2009 21:24:49 oleh: Yunita

Saya ingin berbagi pengalaman selama saya menjadi nasabah Prudential. Saya sudah memiliki polis sejak Desember 2006 dan saya sudah merasakan manfaat dari asuransi ini. Bulan November 2008 kemarin saya sakit dan harus di rawat di RS selama 6 hari. Pada waktu itu saya menelepon agen saya dan mengatakan bahwa saya sedang dirawat di RS. Besok harinya dia langsung datang sambil membawa formulir-formulir untuk keperluan klaim. Setelah keluar dari RS formulir yg sudah diisi tersebut saya kembalikan kepada dia dan segera dimasukkan ke Prudential untuk diproses. Tidak sampai 1 minggu uang claim sudah masuk ke rekening saya. Terima kasih Prudential

rgds


Rabu, 08-04-2009 16:10:41 oleh: Lie Tjie Pouw

Mbak Yunita,

boleh saya tahu penyakit apa yang anda derita? dan tindakan apa yang dilakukan dokter anda. kalau dilihat dari lamanya anda berada dirumah sakit, pasti penyakitnya sangat serius ya mbak. lalu kalau boleh tahu berapa klaim yang dibayarkan oleh prudential?

terima kasih sebelumnya
tjie pouw


Kamis, 14-05-2009 21:47:16 oleh: adi san

saya baru diperkenalkan jenis asuransi Pru ini oleh seorang agen. dan setelah saya membaca beberapa komentar, saya kok jadi bingung antara ikut jadi nasabah atau tidak, karena pada saat agen itu datang, dia hanya menjelaskan hal-hal yang baik saja. jadi mohon saran dan pendapat dari teman-teman


Rabu, 11-11-2009 14:54:32 oleh: ayu

@adi san
teliti sebelum membeli pak... di asuransi manapun, pasti ada hal pengecualiannya. Pengecualian disini maksudnya adalah hak dari pihak asuransi untuk menolak klaim nasabah atas jenis2 klaim tertentu. Coba bapak tanyakan kepada agen bapak, apa2 saja yang dikecualikan dalam Pru. Dan saat dia menjawab, bapak juga evaluasi, jawabannya mantap tidak, kalo dia kelihatan ragu-ragu, atau mencoba mengalihkan pertanyaan bapak, berarti ada yang dia sembunyikan. Saya nasabah Pru juga, tapi masih baru, < 1 th. Saya ambil utk anak saya yang pakai kartu untuk hospitalnya, suami juga sdh ikut, tapi yg tidak pakai kartu. Alhamdulillah blm pernah claim sampai saat ini. Kalau sekiranya bapak ragu dengan jawaban agen bapak, bapak boleh sharing ke rahayu.perbawanti@yahoo.com.
Selamat mengevaluasi...


Selasa, 22-12-2009 22:01:51 oleh: widodo

Buat Pak Tjie pouw...
Terima kasih pak buat pencerahannya.
Just in case > buat pembanding memutuskan ikut asuransi ato nggak...

Lanjutkan pak....


Jumat, 15-01-2010 23:58:51 oleh: hari

Aku sering membaca di koran, sering banget terjadi komplain yang dialamatkan ke Prudential,itu menandakan ketidak profesionalnya agen prudential dalam memberikan keterangan /penawaran program asuransi terhadap calon nasabah..Saya pribadi tidak menyalahkan agen itu,tapi sebaiknya sebelum kita mengikuti program asuransi kita mencari referensi kepada teman2 kita atau media masa dan kita harus banyak bertanya tentang program asuransi yang ditawarkan oleh seorang agen.misalnya kelemahan2 dari program asuransi tersebut.Kita jangan tergiur dengan asumsi yang besar sebab hal tersebut akan menjerumuskan kita<sebab hal tersebut tidak masuk akal dan imposible/gak mungkin.Kalo memang mau ikut program asuransi aku sarankan ikut asuransi tradisional aja,disamping preminya murah dan uang pertangguannya besar.misalnya Uang pertanggungan 1 milyar kita hanya bayar rp 210 juta saja secara sekaligus dan 16,7 juta setahun


Kamis, 21-01-2010 21:53:22 oleh: ani

Saya hanya akan membagi pengalaman saya sebagai nasabah Pru. Kebetulan kami sekeluarga ikut Pru semua. Di bulan November 2008 suami saya dinyatakan sakit kanker. karena kami pemegang pru Hs, kami tinggal menunjukkan kartunya aja. dan pembayaran langsung dibayar Pru. kami hanya membayar kekurangannya saja. untuk kemoterapi dan Cover kritisnya juga keluar dan ini tidak perlu waktu lama juga... Dan Agen kami sangat membantu kami. dialah yang mengurus klaim2 kami ( karena untuk kemoterapi, sistemnya reimbast). Dia yang kerumah bawa formnya, sampai fotocopy identitas pun Dia lakukan.. Dia pantau terus apa klaim sudah keluar apa belum.. Dengan ikut asuransi ini, kami sangat terbantu. dan Puji Tuhan kini suamiku sudah sehat seperti sedia kala....


Jumat, 29-01-2010 10:49:19 oleh: frans budi wahyu

saya nasabah Prudential juga memang mengalami hal buruk (hampir semuanya saya rasakan buruk) sebenernya sy join karena temen saya sehingga saya jd nasabah, namun setelah saya join ada beberapa penjelasan yg tidak diterangkan sebelum saya bergabung dan menandatangani polis, lalu setelah beberapa saat, polis dtg dgn terlambat sehingga waktu untuk mempelajarinya dan ttd polis tidak mempunyai cukup waktu ditambah gaya beberapa staff prudential yg tidak ramah sekaligus dalam memberikan info secara lip services dan tidak sinkron - nah apa daya uang sudah ditranfer, namun sy merasa kurang nyaman dengan Polis ini sehingga saya mau tutup saja toh bagi saya tidak ada nilai Manfaat yg berarti dengan yg diilustrasikan, mohon tanggapan Wikiers nih?? thanks


Sabtu, 30-01-2010 07:21:07 oleh: ferry

disini saya lihat banyak yg berkomentar berbeda,ada yg pro dan kontra.3. Apabila ada masalah dengan agency, mengapa customer yang kena imbasnya? yang seharusnya merupakan urusan internal Prudential." pertanyaan bagus yang tidak pernah akan dijawab! kenapa? cuma Prudential dan Tuhan yang tahu!
Sabtu, 21-03-2009 06:17:06 oleh: Lie Tjie Pouw.sekarang menurut saya nasabah Pru dilampung sdh dapat pencerahannya.namanya sesuatu yg ada didunia ,menurut saya pasti ada hal2 yg tidak dapat memuaskan semua pihak.cuma Tuhan dan kita yg tau.thx


Kamis, 25-02-2010 01:54:16 oleh: fendy

assuransi itu hak setiap individu, tentang claim pasti ada pro kontra...tapi yang namanya bidang jasa tetap ada persaingan dan udang dibalik batu dari setiap orang yang coment tentang perusahaan itu, ,,,


Kamis, 11-03-2010 14:56:18 oleh: febrianty rachma

Menarik juga komentar-komentar di atas,semuanya bebas berekspresi meluapkan isi hatinya.Setelah saya mengalami pengalaman buruk dengan asuransi lain selain Pru,maka tergetar hati saya untuk ikut asuransi Pru yang notabene adalah perusahaan asuransi terbesar di Indonesia saat ini.Semuanya kembali pada diri kita masing-masing perlu atau tidaknya kita ikut asuransi kitalah yang bisa memutuskan.Sebagai manusia kita harus mampu melewati segala hal termasuk ketika kita sedang sakit dan dirawat di RS,jika ikut asuransi maka kita bisa tercover dan tidak perlu pusing memikirkan biayanya.Namun jika kita tidak mau membayar premi asuransi berarti kita siap untuk membayar biaya RS jika terjadi apa-apa pada diri kita.So segala sesuatu pasti ada baik dan buruknya.Karena tidak ada yang sempurna,tapi sebagai manusia yang tidak tahu takdir,tidak ada salahnya menyiapkan yang terbaik buat kepentingan anak kita dimasa mendatang.Tetap semangat buat calon nasabah dan wajib bertanggung jawab buat para agen asuransi,berempatilah pada para nasabah yang klaimnya ditolak sehingga ketika mereka puas maka nama anda akan dipasarkan oleh cerita kepuasan mereka dan anda adalah orang yang beruntung karena bisa membahagiakan orang lain.



Rabu, 21-04-2010 20:17:46 oleh: RADIT TYA DIKHA

menurut saya prudential itu bagus produk-produknya itu benara-benar membantu nasabah dan menurut saya apa yang tidak bagus dari prudential,buat nasabah tolong lah orang yang kamu cintai dan buat lah mereka kagum sama anda,dan para nasabah yang sudah join sama prudential aku harap terus ikut and jangan percaya sebelum ada buktinya ........?????!!!!


saya agen prudential untuk nasabah yang sudah join saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya


Selasa, 22-06-2010 11:46:41 oleh: R.Septa Firzal

Buat Frans Budi Wahyu : Pak Frans.... jangan quit/Lapse ..karena bapak sdh terlanjur cinta Prudential pada awalnya. Saran saya teruskan, karena bapak harus merasakan manfaatnya , bertahan dan bersabar karena bapak menabung buat kesejahteraan dan kecintaan bapak kepada keluarga untuk jangka panjang nantinya, bila butuh pencerahan/Info saya siap membantu.
Buat temen-temen yg msh membutuhkan Tabungan dan Investasi saya " R. Septa Firzal " siap membantu semampu saya demi kemanusiaan dan kesejahteraan keluarga temen - temen. saya Agen Prudential tergabung di Agency No. 1 di Indonesia. Pru Vision. Hp. saya 088 1138 4747. 0811 1645 90.


Kamis, 22-07-2010 11:29:48 oleh: m.p. wijaya

numpang nimbrung, saya pemegang polis beberapa asuransi termasuk prudential (yg jd topik), tdk ada asuransi yg tidak baik yg ada asuransi terbaik dari sekian yg baik, prudential terbaik di indonesia karena jelas dari hasil survey kepuasan pelanggan maupun dari pengujian laporan keuangan yg kita semua kesulitan mengujinya. jd tinggal pastikan butuh apa tidak asuransi, klo butuh 1.ambil asuransi sesuai kebutuhan dng tidak emosi, sungkan atau terpaksa, pasti yg banyak komplain yg masuknya terpaksa, 2.ambilah positifnya kita ikut asuransi adalah menabung, dan manfaat asuransi adalah bonus dr tabungan kita, 3.jangan mengharap mau klaim (kecuali savernya) karena klaim pasti berhubungan dengan sesuatu yg tidak menyenangkan dalam hidup, 4.tidak perlu apriori thd asuransi, karena asuransi ada di semua negara di dunia terutama negara maju, jd jangan memalukan diri sendiri. jd kalau dalam keikutan kita dengan sadar dan tujuan baik tanpa menyembunyikan maksud jahat...pasti lah apa yg kita lakukan termasuk ikut asuransi akan memberi manfaat yg baik juga. yg tidak percaya asuransi ya silakan dengan segala resiko keuangan yg tidak diketahui, berjaga-jaga lebih baik daripada sama sekali tidak melakukan apa-apa, dan asuransi tidak dapat mengganti jiwa maupun keselamatan kita, tapi nilai financial yg bisa dia ganti atas ketidakmampuan yg terjadi dalam hidup. selamat berasuransi


Rabu, 30-11-2011 08:20:02 oleh: iswahyudi

setelah baca artikel dari forum... sulit juga nentuin asuransi, kerena klaim sulit karena ketidak tauan pemegang polis...yang kadang tidak bisa semua dijelaskan sama agen karena keterbatasan dua belah pihak. pengajuan klaim jadi subyektif karena agen yang baik akan berjuang sampai klaim bisa cair. mending teliti sebelum membeli dan milih agen yang mau berjuang ngak agen karbitan.....


Kamis, 08-12-2011 11:37:13 oleh: ricky

asuransi menjadi tidak penting di saat kita hanya menabung terus tiap bulannya.tapi di saat kita sedang membutuhkannya polis asuransilah yang menetukan nasib kita.ingat bahwa musibah bisa datang kapan saja tanpa kompromi.apakah kita sudah mempersiapkan dengan matang masa depan kita atau b elum?asuransi adalah solusi termudah dan termurah untuk menjawab itu.terima kasih


Rabu, 08-02-2012 14:24:50 oleh: irfan

manta sangat coment yg ada di atas.tuk smua rekan.tujuan dari jasa keuangan adalah bagus.jadi kalaupun ada complain tu tidak smua y benar.jd kalau mau beransuransi pastikan dulu apa anda benar bena membutuhkan ya tidak.pastikan juga diri anda dalam keadaan sehat sehat.ok.salam succes tuk berasuransi di PRUDENTIAL


Selasa, 13-03-2012 12:58:48 oleh: Ian

Saya coba pandangan yang lebih obyektif. Karena logika obyektif pasti lebih benar daripada reaksi subyektif penuh curiga dan ketakutan.

1. Asuransi itu sebuah sistem yang menguntungkan semua pihak. Jika tidak, asuransi tidak akan mungkin berkembang menjadi sistem keuangan raksasa seperti sekarang di seluruh dunia.
2. Good product speaks for itself. Produk yang jelek tidak akan punya konsumen triliunan rupiah.
3. Perusahan asuransi senang membayar klaim, karena pemenuhan klaim adalah cara pembuktian bisnis yang paling baik. Pembuktian bisnis yang baik adalah jalan utama agar bisnis terus berkembang.
4. Klaim yang bermasalah adalah klaim yang tidak memenuhi ketentuan dalam polis. Polis adalah ketentuan yang berusaha melindungi bisnis agar tetap adil dan tidak bercelah. Polis melindungi perusahaan dan juga klien. Jadi bacalah dan mengertilah polis kita.
5. Keluhan dan komplain selalu berbunyi lebih nyaring daripada kepuasan. Karena kepuasan dianggap hak yang normal diterima, sementara komplain menyangkut hal tidak menyenangkan, merugikan, emosi negatif dan ketakutan. Percayalah, rasa takut dan marah lebih mudah menyebar daripada rasa syukur. Jangan kita terpengaruh teriakan ketakutan dan kemarahan orang.
6. Cara paling obyektif melihat sebuah asuransi baik atau tidak adalah dengan melihat fakta yang obyektif pula. Sudah ada perbandingan obyektif dan independen tentang semua asuransi yang ada di Indonesia yang dapat dipercaya. Bisa dilihat disini: http://www.investor.co.id/home/prudential-life-dan-asuransi-jaya-proteksi-raih-star-award/15412 .

Prudential harus dilihat secara obyektif. Dari semua poin diatas; Prudential adalah yang terbesar, terbanyak nasabahnya, terbesar pembayaran klaimnya, dan tertinggi consumer satisfactionnya. Prudential selalu menjadi yang terbaik selama 9 tahun belakangan.


Minggu, 18-03-2012 06:33:55 oleh: Hope

Saya juga merupakan nasabah pru yg sudah mendapatkan manfaat ketika anak harus dirawat di RS dengan sakit DB, memang terasa sekali manfaatnya dan saya berterima kasih sekali kepada agen saya dan pru yang sangat sigap membantu proses klaim.
Namun menurut artikel mbk Yasinta kok malah jadi ada nasabah "beruntung" dan ada nasabah "tidak beruntung" ya(tergantung agency)? Kebeneran saya nasabah yg termasuk "beruntung" pada saat itu, lalu apakah saya dijamin "beruntung" untuk seterusnya.. Padahal nasabah kan ikut asuransi untuk jaminan dan keyakinan 100persen untuk terlindungi yang tercakup hak dan kewajibannya, dan kalo memang peusahaan asuransi best of the best menurut saya harus bisa melindungi semua nasabahnya? Bukan hanya pada nasabah yang memiliki agen yg memperjuangkan nasib nasabahnya aja kan?
Mohon jawaban konfirmasi dari pihak yg berkompeten untuk kemajuan prudential juga.

Terima Kasih


Nasabah Prudential


Kamis, 29-03-2012 16:59:17 oleh: cha

Teliti sebelum membeli...
Kesehatan itu penting, biaya rumah sakit juga semakin mahal,, kalau tidak punya asuransi, ya biaya ϑȊ tanggung sendiri


Rabu, 10-10-2012 14:44:27 oleh: iman

saya sebagai nasabah dan sekaligus agen, menurut saya asuransi sangat penting, tinggal apakah seseorang tau ilmunya atau ga, untuk kebaikan kita bersama, pahami dan pelajari asuransi apa yang akan kita ambil, pelajari manfaat dan kerugiannya, sehingga apa yang kita lakukan benar2 didasari dengan ilmu, insya ALLAH apabila niatnya untuk kebaikkan pasti,berakhir dengan kebaikkan.
SEORANG AGEN : JADIKAN POSISI NASABAH MENJADI DIRI KITA SENDIRI, JADI KITA MAMPU MEMBERIKAN MANFAAT ASURANSI YANG TERBAIK.
CALON NASABAH : PELAJARI PRODUK ASURANSI APA YANG AKAN DI AMBIL, SETELAH PAHAM.... JANGAN NUNGGU WAKTU AMBIL MANFAAT ASURANSINYA....


Rabu, 31-10-2012 01:25:55 oleh: wawan

Saya seorg buruh membaca semua komentar ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ ǟϑǟ saya jadi malas mw ikut asuransi,apalagi klaimnya ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ katanya ribet sekali,dan ǟϑǟ juga pengalaman teman ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ juga ikut anggota asuransi ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ sedang diributkan,dia operasi di rumah sakit karena ususnya melilit efek dari operasi caesar biaya operasi itu 20 juta kemudian dy mengajukan klaim ke asuransi itu dan klaim itu disetujui tapi dari seluruh klaim sebesar itu ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ disetujui itu cuman 3 juta dari klaim sebesar 20 juta jadi sambil salto saya bilang aja wow...kemana kami harus nyari ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ sisanya itu sedang kamu ini hanya org buruh pak,mohon bantuannya...;adi setelah itu saya kapok ikut asuransi,apalagi skrg anak saya ǟϑǟ penyakit liver pasti dengan kepastian ngebaca. Forum ni pasti bakalan di tolak dah,Δƥǟ sich daya kami menghadapi PA segitu besarnya ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N̶̲̥̅̊G̲̣̣̣̥ dianggap paling terbaik,toh ÿ̲̣̣̣̥ǎ̜̣̍N


Sabtu, 08-12-2012 15:12:40 oleh: mfadherlambang

seru banget ya, kasus2 di asuransi..
ada yang merasa dirugikan, ada yang merasa sangat dibantu..
sebenernya, untuk bapak/ibu yang merasa dirugikan(atau bener2 dirugikan..),banyak juga nasabah yang mengalami kasus serupa dan tidak hanya di prudential saja (topik skrg).banyak kasus kekecewaan masyarakat yang menjadi nasabah diperusahaan asuransi lain.dilain pihak,tidak sedikit pula masyarakat yang merasa sangat terbantu dengan menjadi nasabah asuransi.kedua-duanya sama2 bener terjadi dan nyata.
saya sendiri adalah seorang agen salah satu perusahan asuransi,saran profesional saya, karena menjadi nasabah asuransi adalah keputusan besar dalam hidup kita dan anak istri kita tentu saja, maka selain kita harus bener2 mempelajari dengan seksama sebuah polis yang ditawarkan,kita harus bener2 memohon dan berdoa kepada Tuhan agar keputusan yang nanti kita ambil : menjadi nasabah atau tidak - bener2 membawa manfaat bukan mudarat.
saran saya,bagi bapak/ibu yang sedang menimbang-nimbang keputusan menjadi nasabah asuransi atau tidak,karena asuransi adalah sebuah program yang sangat bagus (apapun perusahaannya),hanya saja karena melibatkan variabel2 lain seperti jangka waktu kontrak, aturan2 asuransi,dll yang ikut mempengaruhi, maka supaya yang terjadi adalah bukan sebaliknya (kekecewaan/kerugian), maka : LIBATKANLAH TUHAN dalam pertimbangan2 anda. berdoalah secara intensif hingga anda mendapat petunjuk dan kemantapan.dan bagi bapak/ibu yang muslim/muslimah mohon lakukanlah sholat istikharoh secara intensif pula sampai anda mendapat petunjuk dari Alloh SWT sehingga anda dikaruniai kemantapan dalam membuat keputusan.
karena sekali lagi,asuransi it's just not about us, but it's more about the happiness of our lovely wife and children...
thx-salam asuransi


Senin, 17-12-2012 14:59:13 oleh: Georgina

@Wawan : Biaya operasi Rp 20 juta, cuma dibayar Rp 3 juta. Boleh tau ngga pak, sebenarnya dia ambil manfaat RS yang maksimalnya berapa, kan klaim sesuai dengan maksimal manfaat yang diambil? Operasi juga dibagi lagi, kecil, sedang, besar, kompleks, dan masing - masing ada plafon biayanya.

Forum ini juga bisa merupakan strategi terselubung dari asuransi sejenis untuk saling menjatuhkan. Saya sendiri agent dan saya juga sdh berkali-kali ngeklaim untuk manfaat RS untuk klien. Asalkan prosedur dipenuhi, pasti dibayar.
menurut saya sih biasa saja, ngga ribet, karena saya sendiri sudah mengalaminya.

Sedikit saran, banyak kasus komplain di sini, ngga jelas kasusnya, seperti kasus pak Wawan ini. Silakan pak, ditanggapi, manfaat RS nya berapa ya, maksimalnya. Kalau sdh tau ini, bisa dibahas lebih lanjut.





Jumat, 08-02-2013 23:13:35 oleh: crispian

saya seorang nasabah dan agen dari prudential, maaf kalo saya terkesan menggurui, tapi alangkah baiknya kalo para sauadara semua teliti mebeli asuransi, apalagi Pru HS dan Pru Med, jika saudara ikut asuransi dengan premi rendah pasti uang pertanggungannya juga rendah, kalo ingin uang pertanggugannya tinggi silahkan saudara menabung yang tinggi, ( misal umur 50 nabung 1jt, tu manfaat dari kesehatan tu minim banget ) jadi kalo mau membeli polis tanya agenya agar jelas, umur sya sekian, sy mw membesarkan di tabungannya, atau di besarkan di pertanggunga kesehannya, itu sedikit pengalaman saya melayani nasabah, dan selama ini semua claim nasabah saya lancar2 aja, kalopu ditolak itu pasti ada hal-hal yang tertera di buku polis, saya berani jamin.
atau clain 20 jt yang keluar cm 3 jt, cba bpak cek dan teliti lagi, nilai pertanggungannya berapa?? nabungnya berapa??? terima kasih


Kamis, 11-04-2013 12:00:24 oleh: alexander

sayang sekali masih banyak yang belum mengetahui manfaat dan detail asuransi.. terutama PRUDENTIAL.. saya sempat baca si buruh bilang dr 20jt hanya dapat 3jt.. saya mau bertanya... :

1.APAKAH AGEN ANDA BISA DIPERCAYA&BERLISENSI?
2.APAKAH ANDA SUDAH MEMBACA POLIS ANDA DENGAN JELAS???
3.APAKAH ANDA MEMBAYAR PREMI UNTUK POLIS YANG BENAR - BENAR ANDA BUTUHKAN??
4.APAKAH ANDA TAU PERBEDAAN PRU MED DAN HS ??

saya alex 19 tahun.. dan saya agen prudential berlisensi.. dan sejauh ini tidak ada keluhan dari nasabah saya karena saya selalu menjelaskan polis dengan TRANSPARAN.. oleh karena itu saat mereka menandatangani ILUSTRASI yang saya buat.. itu berarti mereka telah MENGERTI dan SETUJU untuk bergabung.. BUKAN setuju untuk menjadi KORBAN PENIPUAN.. asuransi memang unik.. saat kalian TIDAK BUTUH.. saat itulah anda bila beli.. saat anda sakit dan sadar akan pentingnya asuransi.. ANDA SUDAH TERLAMBAT.. jadi tolong.. PIKIRKAN MASA DEPAN ANDA DARI SEKARANG...

regards, alex.. semarang.


Jumat, 12-04-2013 22:22:28 oleh: Septian Haryaning Teguh G

"clain 20 jt yang keluar cm 3 jt"
Ini Coment asal jeplak nih,,, seandainya tindakan operasinya itu kategori Ringan , Plafon yg di sediakan itu 5.650rb jadi menurut saya coment ini terkesan mengada-ada....

By. Agent Prudential " 00495621 "


Senin, 15-04-2013 17:22:03 oleh: ubay

saya Agen Prudential,,
1. buat calon nasabah : beli asuransi bukan kaya beli cabe, jangan tergesa" pelajari dulu, cari agen yg bertanggung jawab, punya licency, kenali manfaat dan kekurangan polisnya, pastikan hingga ke pusat.
2. buat Agen : lebih care dong ke nasabah nyawa mereka lebih berharga dari nyawa anda! krn anda hidup dari kepercayaan mereka. yang ga mau peduli resign aja dan semua nasabahnya biar saya yang care.
3. buat Prudential : jangan asal rekrut orang tuk jadi agen, agen yang oon cm bikin malu prudential, tolong terbitkan juga Buku pegangan nasabah yang berisi berapa nominal financial yang sudah nasabah bayarkan baik yang masuk sebagai infestasi atau protexi.

saya yakin prudential always listening, always understanding.


Jumat, 06-09-2013 03:35:46 oleh: lia

Apabila nasabah menerima uang
klaim, dan ternyata uang klaim yang ia terima lebih
sedikit dari jumlah total setoran yang telah ia
bayarkan. Kedua kejadian ini diharamkan, karena
termasuk dalam keumuman firman Allah Ta'ala,
ﻳَﺄَﻳُّﻬﺎ ﺍﻟَّﺬﻳﻦ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻻَ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮﺍ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻜُﻢْ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺒَﺎﻃِﻞِ ﺇِﻻَّ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ
ﺗِﺠَﺎﺭَﺓً ﻋَﻦْ ﺗَﺮَﺍﺽٍ ﻣِﻨْﻜُﻢْ
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
memakan harta sesama kamu dengan cara-cara
yang bathil, kecuali dengan cara perniagan dengan
asas suka sama suka di antara kamu."


Senin, 16-09-2013 13:15:25 oleh: Tri Mulyaningsih

saya mau tanya apakah seorang agen prudential yang sudah diberhentikan karen tidak mencapai target oleh PT Prudential bisa bekerja kembali sebagai agen prudential dengan leader yang berbeda?


Rabu, 06-11-2013 21:43:47 oleh: marudin

Assalammualaikum..
Marudin
Saya nasabah dari pru,saya bukanny memihak k pru,tetapi saya memang telah di layani dengan baik oleh seorang agen dari pru ,jadi sacarilah agen yg benar"memihak dan mao bertanggung jawab terhadap kepedulian kita jangan asal sembrono saja ..saya sudah dua tahun. Jadi nasabah d pru dan sekali lagi sayasangat terbantu dengan keberadaan agen say


Kamis, 21-11-2013 10:58:26 oleh: Kiena

saya nasabah dri asuransi pru....saya ikut asuransi pru sudah dari bln 10 oktober thn 2010 saya mengambil kontrak asuransi selama 10thn hitun2 utk masadepan anak yg saat in masih kecil...mulai dri ikut asuransi angsuran kami tiap bln selalu lancar,,dan juga sya sudah merasakan manfaat klaim saya waktu ank saya masuk RS..alhamdulilah agen pru dgn cpat mngrus klaim saya..masuk thn 2013 akhir in pembayaran asuransi saya macet d karnakan usaha suami sedang d landa rugi besar2an dan hampir bangkrut,,,dri situlah kmi tdk bsa membayar angsuran asuransi perbulan,,yg saya ingin tanyakan
-apakah uang yg selama 2thn utk membayar asuransai itu hilang apabila kita sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan asuransi tsb...sedang kontrak sya dgn pru it 10thn..klo pun hangus tolong berikan alasannya..terimakasih


Minggu, 01-12-2013 22:19:45 oleh: Fendy

@ibu Kiena
berhubung saya nasabah jg nih bu mgkn bisa membantu yg krg lebih saya tau aja nih. Kalo tidak salah ingat bisa mengajukan "Cuti Premi" ke Agen yg masukin ibu ke Asuransi. tapi ttp tabungan ibu yg udah terbentuk selama berjalan 2 tahun akan perlahan2 di kikis habis untuk pembayaran premi dan biaya asuransi yg ibu ga sanggup lanjutkan.
Saran saya sih kalo ibu benar2 tak bisa melanjutkan mendingan ditarik aja bu smua tabungannya trus tutup polis deh, krn setau saya kalo nabung di prudent harus benar2 10tahun nabung baru Duitnya kembali. Kalo cuma 2 taun maap2 aja bu setau saya kepotong duit tabungannya sama Biaya Akuisisi

Saya nabung 500rb di tahun April 2004 harusnya 10 tahun mendatang di April 2004 tabungan saya 60jt. Sampai saat ini tabungan saya yg terkumpul 53jt. Puji Tuhan jg saya diberi kesehatan jadi ga perlu ada klaim2. Jadi saya anggapannya Nabung + ada perlindungan klaim kalo ada apa2, Mayan hehe.. kalo ga ada Klaim berarti Tuhan masih baik memberi saya Kesehatan yg baik selama 10 Tahun, toh habis 10 th ini saya ga perlu nabung lagi tapi dilindungi ama Pru sampe usia 75.
Kesimpulannya buat Jangka Panjng "WORTH IT BANGET"
Pengalaman saya selama menjadi Nasabah Prudent sih ^^


Selasa, 10-12-2013 19:29:47 oleh: sansan

semakin banyak pro kontra prudential,semakin membuat saya yakin tuk bergabung jadi nasabah prudential....karena rata2 perusahaan yang besar n bagus ga lepas dari keluhan2 yang akan membuat perusahaan ini bertambah maju dan kuat...mau ada yang bilang jelek atau bagus,kalau kita orang normal dan masih bisa berpikir alias ga gila.pasti dalam membeli suatu produk apapun itu akan dipelajari dulu.klo berguna ya baru beli,ga berguna ya jangan beli..menjelek2an suatu perusahaan pastilah hanya ulah kompetitor,saya paham itu karena saya pengusaha...jika kompetitor merasa sudah ga sanggup menyaingi perusahaan lain yang ada hanya cara berpikir pendek seperti beberapa orang diatas,mulut dan otaknya ga sportif haha...bijak2lah memilih asuransi.jangan beli berdasarkan mulut orang2 yang belum tentu real di forum ini..namun teliti dan kritis dalam membeli.thnx



Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY