Vinnie Vincent

Homo dan Lesbian, Apakah Dosa?

Selasa, 11-12-2007 09:38:02 oleh: Vinnie Vincent
Kanal: Remaja

Sejak bersekolah dari SD sampai SMA di sekolah yang sama, sering sekali saya dicekoki nasihat, 'Kalau pacaran itu yang 'sehat', jangan sampai berbuat yang nggak-nggak." Bukannya saya mau protes soal aturan pacaran yang sehat, tapi nasihat yang sering ditambahi kalimat-kalimat lain yang melarang ini jadi berdampak agak negatif, paling tidak menurut pandangan saya.

Kalau di sekolah ada siswa/i yang ke mana-mana berdua dengan temannya yang sesama jenis, misalnya, nantinya akan muncul komentar-komentar, "Ih kalian lesbi ya?" "Kayak homo," dan masih banyak lagi. Padahal bisa saja kan, kalau mereka memang tertarik pada satu hal, misalnya suka baca komik yang sama, dan anak-anak lain ternyata tidak suka? Otomatis mereka jadi 'nempel' karena memang cocok. Tapi kalau dua orang berlainan 'jenis' terlihat akrab, kemana-mana juga berdua, sepertinya hampir tidak ada celetuk, "Eh kalian berdua pacaran ya?" Sepertinya anak-anak jaman sekarang lebih tertarik pada orang-orang homo atau lesbian.

Kalau ada cerita, misalnya di Alkitab, tentang Yudas yang menyerahkan Yesus dengan cara menciumnya, atau Paus yang menenangkan raja juga dengan cara menciumnya, langsung terdengar orang-orang mencap 'homo'. Padahal bukankah ciuman menandakan cinta, dan cinta bisa terjadi antara orang tua dengan anak, antara sahabat, bahkan antara hewan dengan pemiliknya? Sayangnya pengertian ciuman sudah dicampuradukkan dengan ciuman yang bersifat vulgar, hanya mengumbar hawa nafsu seperti dalam film-film Barat. Karena Yesus orang yang penuh kasih, tidak salah bila Dia mencintai saudara-saudara manusiaNya dan ditunjukkan dengan ciuman, bukan? Bahkan sekalipun ciuman maut Yudas pun diterimaNya.

Guru saya pun mengatakan bahwa orang-orang homo dan lesbian adalah orang-orang berdosa. Padahal kalau saya renungkan, terkadang mereka jadi begitu bukan karena kelainan atau dosa, tapi karena terpaksa. Saya pernah membaca sebuah artikel bersambung di tabloid yang menceritakan kehidupan para TKW di HongKong. Banyak di antara mereka yang menikah dengan sesama jenis, padahal suami dan anak-anak menunggu di kampung halaman. Lalu yang jadi pertanyaan, kok bisa?

Rupanya mereka sering merasa kecewa dengan laki-laki. Kalau berkencan dengan laki-laki berkebangsaan asing, setelah itu dipukuli atau dikuras uangnya. Sementara dengan sesama perempuan, mereka saling mengerti, tidak saling menyakiti. Lalu apakah dosa kalau mereka jadi saling jatuh cinta? Kita sendiri apakah mau berpacaran dan (nantinya) menikah dengan orang yang setiap hari memukuli dan 'merampok' hasil kerja keras kita? Kalau memang ada, mungkin memang benar cinta, terpaksa, atau hanya sekedar obsesi saja.

Kemungkinan lainnya, menurut seorang dokter, adalah karena hormon di dalam tubuh. Bisa saja fisiknya seorang perempuan, tapi karena hormon 'laki-laki'nya lebih dominan dibanding hormon 'perempuan'nya, kecenderungannya adalah jatuh cinta pada sesama perempuan, demikian juga dengan sebaliknya. Memang bisa saja sih, orang itu disuntik hormon. Tapi bukankah itu berarti melawan kodratnya, bukan sekadar sebagai Adam dan Hawa, tetapi ciptaan Tuhan yang lain yang memang diciptakan demikian adanya.

Saya lebih tidak setuju dengan kata-kata guru saya, yaitu bahwa 'yang sesama jenis tidak diperbolehkan jadi satu karena kalau perempuan tugasnya melahirkan anak, laki-laki yang membuahi si perempuan. Kalau sesama jenis, maka pasti akan jadi timpang'. Sekarang saya bertanya lagi, memangnya jumlah manusia di bumi ini sudah sedemikian langkanya kah? Kalau badak bercula dua yang dibilang begitu sih oke, tapi manusia? Kalau orang kurang mampu yang punya anak sepuluh dan tidak bisa menghidupi semua anaknya, apakah masih harus mengikuti tugasnya?

Kalau sekadar persoalan sifat, pasti satu dari pasangan tersebut harus mengalah. Bukankah pasangan yang berbeda jenis pun harus rela mengalah? Sering terjadi di antara selebritis kita, karena suami dan istri sama-sama mau kerja, lalu mereka cerai dengan alasan tidak cocok? Kalau begitu, berarti bukan masalah gender, tapi rela berkorban atau tidak, bukankah begitu?

Masalah ini, saya sadari, memang sangat kontroversial, terutama karena menyangkut agama dan Kitabnya. Akan lebih baik apabila masalah 'benar dan tidak' dipisahkan dari pengaruh buruk yang mengkotak-kotakkan suatu perbuatan. Sebuah benda yang terlihat kubus, mungkin dari sisi lain terlihat lancip atau bulat. Kalau kita mencoba melihat orang-orang yang tak kita kenal dari sisinya dan bukannya malah mencap buruk dan dosa, mungkin dunia ini akan jadi penuh cinta, tidak terbatasi peraturan yang tak masuk logika.  Semua orang pasti ingin dimengerti, begitu pun mereka yang kita cap berdosa karena 'lesbian' atau 'homo'.

Bookmark and Share

Tag/Label homo, lesbian
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim warta ini
* Email penerima:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
41 komentar pada warta ini
Selasa, 18-12-2007 07:56:31 oleh: Muhammad Affip

menurut saya sih tergantung kepada anda sendiri. mau disebut dosa atau apalah itu kembali kepada kemampuan anda sebagai pribadi dalam, menentukan setiap pendapat. kalau anda pusing dengan segala pendapat yang ada di luar anda, masalahnya ada pada anda.



Jumat, 21-12-2007 16:01:28 oleh: Deirdre Tenawin

menurut saya, memang harusnya kita kasihan dengan orang - orang yang homo dan lesbi itu, sebab umumnya mereka yang homo dan lesbi itu begitu karena akibat dari trauma. seperti yang anda ceritakan di atas.

"TKW di HongKong. Banyak di antara mereka yang menikah dengan sesama jenis, padahal suami dan anak-anak menunggu di kampung halaman. Lalu yang jadi pertanyaan, kok bisa?
Rupanya mereka sering merasa kecewa dengan laki-laki. Kalau berkencan dengan laki-laki berkebangsaan asing, setelah itu dipukuli atau dikuras uangnya."

apa yang mereka alami memberikan pukulan batin tersendiri, dan membuat mereka kehilangan kepercayaan terhadap lawan jenis mereka. tapi bagaimanapun perkawinan sejenis itu tidak seharusnya dilegalkan, karena pada dasarnya manusia diciptakan Tuhan sepasang, pria dan wanita agar sempurna karena saling melengkapi. perkawinan sejenis sama saja melanggar apa yang telah dikodratkan Tuhan. seorang menganggap dirinya lesbi atau homo karena mencintai rekannya yang sesama jenis padahal, mencintai yang sesama jenis itu tidak salah kok. kita kadang mencintai teman baik/ sahabat kita kan ? tapi tentu tidak boleh dijadikan pasangan hidup.




Jumat, 18-01-2008 20:31:19 oleh: Vinnie Vincent

Hmm, gimana ya, menurut saya sih kalo cinta pada teman baik itu beda, itu cinta pada sahabat, bukan teman untuk hidup.

Lagipula, Tuhan kan juga bersabda, "Cintailah sesamamu manusia..."

Hehe, kidding... :)

Kalau mau bicara kodrat, bagaimana dengan mereka yang dilahirkan memang dengan hormon 'laki-lakinya' kurang bagi yang laki-laki, atau yang perempuan kekurangan hormon 'perempuan'nya? Keadaan mereka sejak lahir memang begitu, bukankah kalau mencoba melawan sifat asal mereka, justru malah melawan kodrat hidup mereka sendiri?

Masalah ini memang bukan masalah yang mudah, dilihat dari unsur agama, sosial, dll. Tapi saya hanya berharap agar mereka yang 'berbeda' dari kita itu juga bisa mendapatkan hak sepenuhnya sebagai manusia, bukan digunjingkan di belakang. Seperti halnya penderita AIDS atau kusta, mereka juga direndahkan, padahal itu kan bukan maunya mereka sakit begitu...




Jumat, 18-01-2008 20:34:51 oleh: Vinnie Vincent

BTW Di, moga-moga guru agamanya nggak baca artikel ini ya... Abis banyak banget penentangannya, ntar nilainya udah jelek malah makin merah lagi ^^

Kayak waktu itu pas ngobrol di bangku pinggir lapangan, tau2 orangnya muncul... Wah gawat...




Sabtu, 19-01-2008 08:13:03 oleh: Retty N. Hakim

Guru Agama kalau arif seharusnya senang punya murid kritis, tinggal dia yang harus lebih pandai lagi membantu sang murid menemukan bacaan atau studi kasus yang bagus.

Sebagai orang tua saya sih senang dapat masukan pemikiran dari remaja, jadi saya tahu apa saja yang menjadi wacana pemikiran mereka. Setidaknya kalau anak saya remaja tidak terlalu besar jurang pemikiran antara saya dan mereka.




Minggu, 20-01-2008 10:24:32 oleh: Deirdre Tenawin

sebaiknya sih emang gak jadi bahan gunjingan... kan kasihan... mungkin mreka juga gak tau knapa mreka begitu.. mungkin karena didikan lingkungan, trauma, kelabihan hormon, dan alasan lainnya yang berbeda tiap individunya... tapi yang jelas, pastinya mreka tidak pernah berharap akan jadi seperti itu.. setiap orang pasti maunya juga jadi manusia yang normal.. ya kan vin??

maksudnya guru agama si "omas" ya??? hahaha




Minggu, 20-01-2008 10:29:47 oleh: Deirdre Tenawin

buat tante Retty.. coba guru agama kita tuh tante... pasti menyenangkan ya bisa sharing banyak hal..hehehe guru agama kita tuh jauh banget tan dari yang namanya arif... guru diktator dan merasa paling benar dan pintar.. hate her so much.. mungkin kapan2 bisa dibahas tuh tentang guru2 yang diktator.. bagus juga.. hehehe



Senin, 21-01-2008 20:28:48 oleh: Vinnie Vincent

Hush ntar ketauan gurunya lho, kalo dari internet kan bisa diliat siapapun... Tapi emang nyebelin sih, kayaknya kita sebagai murid tuh sama sekali nggak ada haknya. Hmm boleh juga ni diangkat jadi tulisan, ntar kita bareng2 bikin ya Dei... :)



Senin, 21-01-2008 21:28:17 oleh: Hilmiy

wah, gimana nih.. jd ada perasaan yg mengganjal..

sebagai manusia, kita memiliki hak untuk bebas. guru dan muridkan sama sama manusia. murid cukup meghormati sang guru, murid tidak boleh menjadi budak sang guru. guru yg menjinjing aliran panjang birokrasi y sebenarnya tidak perlu.




Jumat, 22-02-2008 20:50:31 oleh: sesilia nuke ernawati

di perjanjian lama ada tentang larangan hubungan sejenis, sementara di perjanjian baru, surat korintus klo ga salah, disebut juga larangan hubungan sejenis, rasa2nya yg disebut hubungan sejenis adalah secara seksual. Klo cuma cium pipi, tak masalah lah yaw....



Rabu, 26-03-2008 15:11:39 oleh: sofhie

terkadang lesbi itu bsa ngbingungin diri sndiri yg mngalami hal ini,prcya ga prcya mreka speerti itu nmun,rsa yg tmbul dr mreka terkadang malah lebih dr segala" nya yg mreka miliki shingga mreka sangat bergantung sama rasa itu..pduli pa ga nya trhadap agama or lingkungan yg mngucilkannya,itu bergantung pada keimanan masing"



Kamis, 17-04-2008 16:37:04 oleh: mahda

im lesbian... nice article...



Kamis, 01-05-2008 09:33:59 oleh: Aliyah ilmiyatur riza

yupe...aq jg stuju ma mahda,klo artkel ne bgus...coz q skrg gi bgung bgtmo bkin artkel ap bwt tgs akhirq..aq jg punya sohib cewe'&dy dkt bgt ma aq..knmi br2 co2k..obrolan kmi nyambung,tp tmn2q yg laen ky punya "gambaran laen"ttg kmi br2
itu bkin aq sam sekali g nymn...hax krn sft n krkterq yg agk tomboy beda ma sohibq yg lbh girly...
hh..g shrusx org tuh mndang sblh mata pd smua hal...termasuk kaum lesbian ato homo seklipun...




Jumat, 02-05-2008 10:27:46 oleh: ohoi

Homo/lesbi ya dosa, gitu saja kok susah2.
Soal siapa yang disalahkan ntar juga ada ngatur. Meski faktor eksternal yg menjadikan seseoarang menjadi homo/lesbi bukan berarti perbuatannya dibernarkan. Soal ampunan ya ntar tuhan yg mutusin.

Kita hanya bisa mengingatkan bahwa itu dosa, tinggalkan saja. Gak mudah ya ..? itulah namanya perjuanagn hidup. Bukankah saat memilih menjadi lesbi/homo itu sebuah kebebasan yg tuhan berikan kepadanya ? Demikian pula saat menyadarinya sbg dosa, tetap menjadi pilihan bebas baginya. Bagi yg ingin mengisi hidupnya dengan jalan yang benar, silahkan tinggalkan homoseksual/lesbian itu. Tobat.

Kalau ingin mengingkari tuhan, ya uptoyou... orang lain hanya bisa berusaha memberikan kepedulian untuk kebaikan dalam meniti jalan tuhan.




Sabtu, 02-08-2008 19:41:54 oleh: andrey

yup.....aq jg bingung
skarang gimana kalo dari lahir sesorang udah jd gay,bawaan lahir gt. apa jg salah? kan itu warisan gen dari keluarga yg gag bs dpersalahkan.
apa kalo sorang turunan gay emang dtakdirkan gag prnah brubungan sex karna gag tertarik ma lawan jnis, sdangkan sex sesama jenis dilarang...
trus musti gimana?
apakah nikah dgn prempuan dan pura2 jd laki2 normal sbg pilian terbaik?apakah dia harus pura2 dan berboong seumur idub?




Rabu, 03-09-2008 16:34:17 oleh: PuBby

Jumat, 02-05-2008 10:27:46 oleh: ohoi
Homo/lesbi ya dosa, gitu saja kok susah2.
Soal siapa yang disalahkan ntar juga ada ngatur. Meski faktor eksternal yg menjadikan seseoarang menjadi homo/lesbi bukan berarti perbuatannya dibernarkan. Soal ampunan ya ntar tuhan yg mutusin.
Kita hanya bisa mengingatkan bahwa itu dosa, tinggalkan saja. Gak mudah ya ..? itulah namanya perjuanagn hidup. Bukankah saat memilih menjadi
lesbi/homo itu sebuah kebebasan yg tuhan berikan kepadanya ? Demikian pula saat menyadarinya sbg dosa, tetap menjadi pilihan bebas baginya. Bagi yg ingin mengisi hidupnya dengan jalan yang benar, silahkan tinggalkan homoseksual/lesbian itu. Tobat.
Kalau ingin mengingkari tuhan, ya uptoyou... orang lain hanya bisa berusaha memberikan kepedulian untuk kebaikan dalam meniti jalan tuhan.

================================================

Baca pendapat ini bikin gw ketawa deh. Sumpah. Hehe
tentang dosa atau tidak, bukan manusia yang menetapkan. Tapi Tuhan! Itu saja. Jadi masalah manusia itu memilih orientasi seksualnya sebagai homo atau hetero, itu sah-sah aja menurut gw. Karna itu adalah suatu kondisi di mana manusia memilih jalan hidupnya untuk menjadi eksis.
Dan ke-eksis-an itu memerlukan kenyamanan untuk hidupnya. Kalau orang memilih sesuatu, ya pasti akan ada konsekwensinya. Entah itu dilaknat sama manusia2 sok tahu tentang hukum Tuhan, atau dicemooh dll.

Tapi setidaknya kan tidak menghakimi dengan tudingan dosa bagi mereka.Tudingan yang gak tau pasti apa maknanya bisa bikin suatu perdebatan panjang yang akhirnya toh juga kekerasan yang terjadi.Nanti homoseksual lagi yang disalahkan.Dianggap bahwa homo = pelaku kekerasan.

hahahahahah...
hendaknya manusia itu jangan sok tau deh tentang hukum Tuhan.Urus aja dulu diri sendiri, sapa tau masih ada dosa2 yang lebih besar daripada temen-temen heteroseksual.
Setiap manusia pasti punya dosa, bukan hanya temen2 homoseksual aja.Jadi, NGACA dulu donk.Hahahah...




Senin, 08-09-2008 08:29:19 oleh: intan

Seorang lesbian juga ingin dihargai. Saya tahu itu dosa. Namun, entah mengapa saya tidak bisa meninggalkanya. Saya tahu, saya salah. Banyak para lesbian yang membela diri mereka. tapi, saya tidak akan membela diri. Saya juga ingin hidup normal seperti dulu. tapi terlanjur cinta dgn yang dulu musuh saya. Tapi, dia seorang perempuan.

yang ingin saya pertanyakan. Kalian selalu bilang 'CINTA' adalah anugrah terbesar dari Tuhan. Lalu mengapa kini kalian sendiri yang mempergunjingkan itu??

APAKAH ANUGRAH TUHAN ITU SALAH???




Rabu, 10-09-2008 16:09:10 oleh: vcapsule

Cinta adalah anugrah tapi yang harus diingat adalah apa arti dari agama tsb, klo kita kembali ke jaman nabi Luth dimana kota sodom and gomorah dihancurkan yang dikarenakan penyalahgunaan cinta itu sendiri. Agama adalah pembatas dari manusia yang diracik dengan moral, citra, derajat, pendidikan bahkan cinta itu sendiri. Kita jgn salahkan cinta tapi intropeksi diri. Coba dekatkan kepada Tuhan dan Tuhan pasti akan memberikan jawabannya. Even I'm DJ but Me not hypocrite mean freedom still got limit also me not homophobia coz i had many gay friend but the lucky thing is me STRAIGHT.. I love make baby, sis..Peace



Minggu, 14-09-2008 13:40:49 oleh: Vinnie Vincent

Kpda tman2 yg tlah memberi komentar, terima kasih banyak atas partisipasinya. Saya tidak mengira komennya sebanyak ini, namun saya menyadari bahwa masalah ini bukanlah masalah yang mudah diputuskan benar atau salahnya, namun saya juga prihatin atas segala cap yang diberikan masyarakat. Kalau semua orang memiliki hak, maka semestinya orang-orang dengan personaliti berbeda dari kebanyakan orang juga boleh mendapatkan haknya.

Untuk ohoi,
maaf kalau saya salah, tapi saya kira dosa atau tidak, manusia tidak bisa mengatakan secara pasti kecuali memang tertulis berdasarkan kata-kata Tuhan. Selain itu, toh orang yang kita sebut berdosa belum pasti selalu merugikan orang lain. Akan tetapi, definisi dosa itu kembali lagi ke masing-masing individu.

Terima kasih atas komentarnya.




Selasa, 16-09-2008 09:51:21 oleh: mr jackal

KLo mnurut sy tu homo n les bi musti dimusnah kan dari muka bumi ini
seperti yang terjadi pada kaum nabi luth
kita basmi mereke sampai keakar2-a
karena mang tidak da keringanan bagi mereka
merekla musti dirajam n dibakar , jngan sampai mereka menghasilkan keturunan , krn bisa jadi bencana .......................
PEACE FROM HELL KEPADA SEMUA KOMENTATOR




Selasa, 23-09-2008 17:31:04 oleh: adhita

kt jg g bs mempunish orang2 yg hmo or lesbi dgn cr bkar atw apalah nm_a tu...
mreka jg pgen hidup seperti hal_a orang2 nrmal..

kn bnyak komen di atas bahwa mereka d lhirkan bnyk kurang_a dlm hal hormon sehingga mereka jd seperti itu...

klo bkan takdir yang bilang g bakal terjadi kn???

bnyk org org blg itu cmuwa udea d atur...




Minggu, 09-11-2008 12:37:49 oleh: chaca

cinta adlh anugrah yang harus di syukuri oleh setiap insan.

menurut saya,, berbicara tentang HOMO dan LESBI tidak akan pernah ada habis nya .. !!!
karena di negara qta skrg ini bnyak sekali kontroversi antara BENAR atau TIDAK ???

kalau di lihat dari sisi yang lain ketertarikan dengan sesama jenis itu bisa di bilang salah dan benar,, karena dibalik semua itu ada suatu alasan mengapa mereka bisa SALING TERTARIK DENGAN SESAMA JENIS ??????
sebenarnya, bagi orang yang tidak pernah memasuki dunia mereka,, akan menyebutnya itu adalah SALAH !!!!
nmun bagi seseorang yang bsa melihatnya dan berbicara dari hati ke hati akn berbeda tanggapannya dengan orang yang cuma bisa melihat dengan sebelah mata !!!

pernakah kalian berfikir ?? apakah mereka tidak bertentangan dengan BATIN ????
saya seorang pelajar yang pernah berbicara dan mencari tahu langsung apa sebab mereka memutuskan seperti itu??????????

ada di antara mereka yang becerita dengan HATI YANG LIRIH menahan pergejolakan BATIN yang DAHSYAT !!!!!
karena smua itu adalah prbuatan dari oarang tua yang tidak pantas di sebut sebagai orang tua yang BAIK !!! jauh sekali dari kategori trsebut !!!
orang tua yang hanya memikirkan kpentingan PRIBADI dan akhirnya IMBAS tersebut terkena pada anak..
DIMANA HATI DAN PIKIRAN KALIAN !!!!
lalu jika kalian ada di salah satu diaantara mereka ?? mungkin kalian tdak berfikir panjang untuk mmikirkan jika kalian yang ada di posisi mereka,, karena kalian beruntung,, Punya jiwa yang sempurna,, jati diri yang jelass !!!
TAPI MEREKA ???
bertahun - tahun mereka mencari JATI DIRI yang sebenarnya sudah menjadi KODRAT !!
mereka juga harus melewati hari2 dengan PERTANYAAN!!!!!!!!!!!

bahkan salah satu dari mreka bercerita, hampr 2 tahun lamanya,, dan hampir tiap hari ia membaca buku di perpustakaan nasional untuk memastikan.. APAKAH MEREKA LASBI ???
TERIRIS sekali saya ketika mendengarnya..

jadi,, jgnlah berbicara sebelum tahu mereka sbenarnya !!!!

SKIT adlh SKIT !!!!




Jumat, 21-11-2008 22:35:31 oleh: everlee

bukan dosa. yang dosa adalah merugikan orang lain dan orang banyak. kalu saling mencintai meskipun jenis kelaminnya sama, masa sih dosa? emang siapa yg disakiti, siapa yg dirugikan? ada2 aja dunia ini. hanya karena mayoritas, lantas kaum hetero seenaknya menghujat mereka sebagai dosa!

lebih baik urusin dosa2 lain yang merugikan orang banyak, misalnya korupsi.




Minggu, 28-12-2008 13:17:04 oleh: siti fatimah

ya....... mencintai sesama jenis sangat mengherankan tapi saya senang sekali liat waria soalnya gaya mereka sangat lucu dan menggemaskan ini menurut saya..........



Senin, 02-02-2009 20:45:28 oleh: Oktovianus Pogau

Jelas dosa lha...!!!





Senin, 22-06-2009 13:44:00 oleh: elisabeth diah pranita suri

lok,lesbiato gay menurut gua,tuch bisa di blang dosa.kan Tuhan menciptakan manusia utk berpasangan tapi yang lawan jenis,dan saling menyayangi.tapi cz ada gay ato lesbi?katanya sie lawan jenis ini saling menyakiti mereka jadinya mreka terjun ke dunia sperti itu.dan saya g setuju banget.cz masih byk pasangan yang butuh qta.makanya jangan putus asa gtu dech,pokoknya qta bersemangat utk hidup.



Minggu, 02-08-2009 13:08:41 oleh: iskandar

tapi apakah kalian tahu bagaimana perasaan kalian jika kalian tahu klo kalian gay
ini takdir q tak bisa merubah nya
q gay sejak dari SMA




Jumat, 19-02-2010 16:40:26 oleh: indah

Seharus nya kita memang harus kasihan terhadap mereka yg sudah terlanjur menyimpang,namun bukan dg cr mengucilkan ato mengguncing mereka tp setidak nya dg cr pendekatan2 ma mrk,ajak tu lebih mengingat ma TUHAN,yachhh emang g semudah membalikkan telapak tangan see.....



Senin, 15-03-2010 10:23:08 oleh: Azizan

Yach Jelaslah Dosa.Karena manusia ini diciptakl berpasang-pasangan antara laki-laki dan wanita.Jadinya itu udah hukum yang nggak bisa dirubah,Mengapa kita harus menyalahi takdir.DI Al-qir'an ada kisah nabi luth dan kaumnya di negri saudum yang kena azab karena di sana berlaku homoseksual.Kalau ngak percaya buka aja Al-Qur'an atau tanyak aja kepada yang ahli agama Islam !
By az1z4n@yahoo.com




Sabtu, 20-03-2010 09:02:13 oleh: Lia Lillyantina

Menurutku mencintai sesama jenis itu tidak berdosa. Mana ada cinta itu dosa. yang ada juga nafsu yang membawa dosa. Sebatas kalian masih bisa menjaga diri dari hawa nafsu utk "bercinta".

Lha klo kita pacaran sama yang normal2 aja ( cowok pacaran sm cewek ), klo pacarannya kebablasan dan terjadi sex pra nikah aja udah dosa. Apalagi yang sex dengan sesama jenis.

O'iya sex itu halal utk org yg udah nikah, dan nikah hanya boleh dilakukan antara cowok dengan cewek. bukan cowok dengan cowok, ataupun cewek dengan cewek.

Terkadang cinta memang tak harus memiliki, ada baiknya utk temen-temen yang mencintai sesama jenis agar mencoba utk saling sahabatan ato jadi sodaraan aja. Dan alihkan segala hasrat utk bercinta, dengan kegiatan-kegiatan lain seperti
a) Membuat Puisi atau Novel ..... (barangkali aja ada penerbit yang tertarik membukukan karya anda, lumayan tuh)
b) Menggambar design baju-baju.... (barangkali aja design anda bisa lebih ngetop drpd design oscar lawalata)
c) Membuat penelitian dan analisa... (barangkali anda bisa jadi psikolog yg bisa membantu orang2 yg suka sesama jenis)
d) Banyak belajar ilmu agama...(Siapa tau suatu saat ada panggilan jiwa utk berdakwah kepada orang2 yang senasib dengan anda)
e) Atau lakukan apapun yang bisa mendatangkan manfaat bagi kehidupan umat manusia, Pasti semua manusia akan sangat salut pada anda.

Biasanya orang dengan kecenderungan seperti anda, malah mempunyai potensi dan kreativitas yang lebih tinggi daripada manusia rata-rata.

Selamat berjuang...
Semoga Berhasil...




Minggu, 28-03-2010 18:31:19 oleh: Vinnie Vincent

@ Indah,
Banyak dari mereka sudah sangat mengenal Tuhan kok, bahkan saya aja kalah religius, haha.

@ Azizan,
Saya pernah baca berita dimana kelompok PELANGI yang mewadahi kaum homoseksual bertemu dengan sarjana agama moderat, dari berbagai agama, dan menurut mereka, di kitab suci masing-masing memang tidak ditulis larangannya, melainkan hanya karena tafsir masyarakat saja.




Minggu, 29-01-2012 02:10:20 oleh: nana

Begini, jujur gay dan lesbi itu dosa, bkan saya mau menghakimi atau apa, karena jelas-jelas itu ditulis di alkitab, seperti ditulis sesilia nuke ernawati di atas, bahkan di 2 perjanjian ada. Dan dari awal pun Tuhan mnciptakan adam dan hawa, bkan hawa dan sinta atau adam dan budi. maaf kalau ada sama nama.

Tapi saya mengerti bahwa gay dan lesbi itu bkn kesalahan mereka, karena bkn hanya karena trauma, tapi emang ada sesuatu yg salah dalam diri mrka, entah hormon atau apa, yang membuat mereka lbh trtarik ke sesama jns tnpa mrka bsa hndari. Saya pernah mndgar byk dari mrka yg sdah mncoba sgala cara dan ingin berubah tapi tidak bisa. Mrka sndiri mngalami pertentangan batin dan mrka tidak bsa berbuat apa-apa karena, istilahnya "itu sudah dari sananya".

Maka dari itu saya tidak bisa mngrti bagaimana cara memulihkan mereka sampai skrg. Di satu sisi saya kontra karena saya tahu Tuhan melarang, di sisi lain saya pro karena itu bkan kemauan mereka. Apakah ada cara untuk mengubah mereka? karena menurut saya yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana mengubah mereka untuk mencintai lawan jenis seperti seharusnya.




Sabtu, 30-06-2012 09:52:29 oleh: yasha

sya lesbian dn sya sering di cemooh orang sbnrnya lesbian itu adlah pilihan hidup karna jjur sya gak bisa ska sma cwok dn sya mrsa lw sya cwo sya sring pcrn dngn ssm,a lesbian sya nyman dngn lsbian dn sya tidak mau mnikah dngn cwooooooo cwo itu tidak menarik ga kya prmpuan i like this




Minggu, 08-07-2012 08:30:22 oleh: Gusti Arjuna

Seringkali kita melihat ayat atau sloka yang dianggap suci harus dibaca dilafalkan dan ditulis dalam bahasa aslinya, merupakan kamuflase yang bertujuan secara psikologi mensakralkan ayat atau sloka tersebut, yang seharusnya dipahami dan dijalani isinya dan diucapkan maupun ditulis dalam bahasa apapun kebenarannya tetap sama.
Telah terjadi terlalu banyak pertentangan, penafsiran, perpecahan, kekerasan, kegelapan. Sehingga sesuai dengan ayat berikut, sekaligus menjawab pertanyaan "apakah kitab itu benar wahyu langsung dari Tuhan"? jawabannya Tidak.
“Kalau kiranya Kitab itu bukan dari sisi Tuhan, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.” (AN82)

Hanya saja semuanya didoktrin untuk pasrah dan bungkam menelan mentah-mentah apa yang mereka yakini harus benar atas nama Tuhan.

Petuah-petuah Nabi dapat digunakan sebagai pegangan hidup selama sesuai dengan Dharma. Untuk itulah diperintahkan manusia melakukan Ijtihad guna memutuskan suatu perkara yang
tidak sempurna atau lengkap dalam Petuah Nabi maupun Tafsirannya, dengan mengacu kembali kepada sumbernya yakni Weda.

Dosa (sansekerta) adalah segala pikiran, perkataan dan perbuatan yang menyimpang dari ajaran Weda.

Dosa diukur berdasarkan Karma Papa (karma yang menimbulkan keterikatan dan kesengsaraan), dan sebaliknya Punya Karma (karma yang menjadi sebab adanya pahala yang baik). (SS. 4)

Tiga bentuk dosa (Tri Mala):
1. Kasmala, yaitu perbuatan yang buruk.
2. Mada, yaitu perkataan pembicaraan yang buruk.
3. Moha, yaitu pikiran, perasaan, yang buruk.

Catur Pataka, empat tingkatan dosa sesuai dengan jenis karma yang menjadi sumbernya yang dilakukan oleh manusia:
1. Pataka (dosa kecil)
Contohnya:
Brunaha (menggugurkan bayi dalam
kandungan),
Purusaghna (menyakiti orang),
Kaniya Cora (mencuri perempuan pingitan),
Agrayajaka (bersuami istri melewati kakak),
Ajnatasamwatsarika (bercocok tanam tanpa masanya).
2. Upa Pataka (dosa sedang)
Contohnya:
Gowandha = membu




Minggu, 08-07-2012 08:35:14 oleh: Gusti Arjuna

Setelah jelas mengenai apa itu dosa dan sumber-sumber dosa, apakah menjadi seorang Gay itu dosa? Jawabnya adalah tidak. Dosa itu jika seorang Gay melanggar aturan Weda seperti melacurkan diri, tidak berkomitmen, mabuk seks (loba), dsb. Gay (“Tritiya-Prakriti) menurut weda merupakan hak dasar, hak asasi manusia dan merupakan sesuatu yang alamiah yang dituangkan dalam konsep “Tritiya-Prakriti". Berfikiran buruk (moha) dan mengebiri (kasmala) hak asasi seorang gay adalah merupakan perbuatan dosa. Itulah mengapa pernikahan sejenis sejak dahulu dilegalkan Dewan Hindu (Parisadha) India dan Inggris.



Minggu, 08-07-2012 08:44:47 oleh: Gusti Arjuna

2. Upa Pataka (dosa sedang)
Contohnya:
Gowandha = membunuh sapi
Yuwati wadha = membunuh wanita
Bala wadha = membunuh anak-anak
Wrdha wadha = membunuh orang
yang tua renta
Agaradaha = menyerang dengan senjata dan menyakiti orang
3. Maha Pataka (dosa besar)
Contohnya:
Brahmanawadha (membunuh orang suci/pendeta),
Surapana (mabuk karena alkohol),
Swarna stya (mencuri emas),
Kanyawighna (memperkosa gadis)
Guruwadha (membunuh guru).
4. Ati Pataka (dosa terbesar)
Contohnya:
Swaputribhajana (memperkosa saudara perempuan),
Matrabhajana (memperkosa ibu),
Linggagrahana (merusak tempat suci).
Maya (membunuh/makan hewan maupun ikan tanpa mendoakan rohnya agar diterima Yang Maha Pencipta)

(Selengkapnya baca Slokantara, 15-17)




Minggu, 08-07-2012 08:47:32 oleh: Gusti Arjuna

Janganlah mengadopsi sebuah ajaran tanpa tahu dasar dan filosofinya. Demikian pula dengan Puasa, diwajibkan bagi manusia untuk berpuasa sesuai dengan ajaran Weda (pendahulu) agar bertaqwa.
Dengan membunuh atas nama Tuhan, dijarah dibalas dengan menjarah, seorang brahmana menikah demi menolong orang, memaksa orang lain untuk ikut tidak makan, melakukan perbuatan anarkis dalam menegakkan apa yang diyakininya benar, merupakan perbuatan tidak bertaqwa dan bertentangan dengan konsep Puasa (Pengendalian Panca Indra). Nantinya hanya menjadi panutan umat dan menebarkan kegelapan (kali) di muka bumi ini. Kisah para Nabi merupakan sebuah studi kasus yang dibuat leluhur sebagai pembelajaran bagi generasi berikutnya seperti yang dilakukan di setiap zaman.
Hindu mengajarkan untuk tak menilai seorang manusia dari hasil akhirnya melainkan dari keseluruhan proses yang dijalani oleh manusia tersebut (Karma-Phala). Mencoba meniru apa yang dilakukan Para Nabi pahalanya tidak sama karena prosesnya saja berbeda.




Minggu, 08-07-2012 10:08:53 oleh: Gusti Arjuna

Pria Afrika Selatan, Muhsin Hendricks (43) adalah seorang imam dan seorang homoseksual. Yayasannya The Inner Circle membantu orang-orang muslim yang bergulat dengan seksualitas
mereka. Pesannya: "Muslim dan homo boleh!" Tidak semua orang setuju dan oleh karena itu pula Hendrick resminya sudah bukan imam lagi dan memilih pasangan hidup berasal dari Non Muslim (Hindu). Menurut Hendricks, dalam cerita Sodom dan Gomora, penduduk kota itu dihukum karena
perkosaan, bukan karena hubungan seks. "Saya tidak bisa mempercayai apabila Allah yang maha kasih dan penyanyang mengutuk saya untuk sesuatu yang saya sendiri tidak memilihnya."
Allah mengakui keberadaan homoseksual, Seperti dalam surat Sura 24 ayat 31. "Disebutkan bahwa perempuan harus berpakaian ekstra ketika keluar rumah..... Tapi tidak di depan laki-laki yang tidak tertarik terhadap mereka. Mereka ini pasti homo."
Hendrik sempat menikah dan memiliki tiga anak. Istrinya tahu bahwa suaminya homo, tapi memutuskan untuk tetap bertahan hingga 6tahun dan akhirnya bercerai. Imam Hendricks dihormati sebagai imam di mesjid-mesjid Capetown karena pengetahuannya.
Imam Hendricks, sementara ini telah menemukan pasangan hidupnya. Pasangannya itu beragama berbeda, Hindu,
Karirnya sebagai imam berakhir begitu saja. Pemahamannya mengenai homoseksualitas dan Islam tidak dianggap sesuai dengan doktrin resmi. Ia dicap sebagai penganut syaitan. Hendricks menerima banyak ancaman fisik, dan kritik dari sekelilingnya.
Dengan yayasannya
The Inner Circle, ia berupaya membantu sesama muslim yang hendak coming out - membuka jati diri sebenarnya. Hendricks menyelenggarakan seminar pemberdayaan bagi anak-anak muda mengenai kesadaran
diri.




Rabu, 24-04-2013 11:27:22 oleh: ayu kusumaningsih

tolong kalo bisa kita kontak lewat e-mail.

karna saya juga sedang dalam masalah, yang berkaitan dengan artikel anda.
kalo berkenan,balas di e-mail saya. makasih




Rabu, 24-04-2013 12:07:42 oleh: sukma

Menanggapi komentar (Minggu, 09-11-2008 12:37:49 oleh: chaca)

Kalo boleh aku cerita. Aku juga punya sahabat sama jenis dengan aku juga cewek. Lambat laun rasa sayang aku sama dia jadi cinta karna semua kebaikan yang dia kasih, kasih sayang, pengorbanan, pokoknya semua yang dia kasih tu lebih2 daripada pas aku hubungan sama mantan2 aku. Karna aku suka bareng sama dia, tidur bareng, ngapa2in bareng, jadi rasanya sayang banget sama dia, sampe mungkin bisa dibilang aku nglakuin hub. badan dengan frekuensi jarang. Aku ga tau apa itu lesbia atao bukan, yang jelas aku sayang banget sama dia tapi aku juga normal, suka ma cowok. Sekarang sahabatku, ngejauhin aku, karna ortu dia tau hub.kita, padahal kita sadar kalo kita salah, dan kita mau perbaiki itu. Tapi dia mungkin sekarang benci sama aku, sampe sekarang aku takut kehilangan dia terutama kasih sayang dia :'( tapi ortu udah pasti ga setuju. Sampe sekarang juga aku terus belajar ikhlas, tapi sulit, bukan karna hub.badan tapi kasih sayangnya :'( dan cuma dia orang yang aku percaya dan selalu buat aku nyaman saat disamping dia selain keluarga aku. Dia soulmate aku :'( Sampai2 aku frustasi :'(
Apa salah kalo aku diberi kesempatan 1 kali lagi? Salah, kalo aku mau nebus dosa? Salah? Ada yang mau kasih saran? masukan?




Rabu, 24-04-2013 12:13:46 oleh: sukma

dia(sahabatku) juga normal,
tapi setelah ortunya tau,, keadaan jadi ga seperti dulu lagi. Saat aku minta kesempatan, dengan semua yang aku jelasin panjang lebar ke dia, dengan semua memori yang udah kita jalanin bareng, cita2, impian, semuanya, dia hanya bisa menjawab, " kamu mau kita bareng tapi aku ga kayak dulu lagi, kamu mau kita bareng tapi akunya terpaksa, kamu mikir ga sih perasaan aku, mikir ga perasaan ortu aku, mikir ga" aku hanya khawatir, karna dia udah ga dianggap normal ortunya. Aku harus gimana?? :'(




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

BERGUNA REMAJA (bulan ini)

DILIHAT REMAJA (minggu ini)

TERBARU REMAJA

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY