Mestika Dewi

Remaja Dan Seks...

Rabu, 01-07-2009 10:20:53 oleh: Mestika Dewi
Kanal: Remaja

Apakah Anda pernah membaca tentang hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Terus akhir-akhir ini juga dibeberapa majalah dimuat mengenai tulisan tentang fenomena seks di usia remaja. Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa ada remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televisi. Belum lagi, membaca artikel di majalah lain mengenai prostitusi di kalangan siswi remaja, ternyata hal itu dibuktikan benar pula dari penelitian yang dilakukan majalah tersebut.

Entah karena kurang perhatian orang tua, sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini? Entahlah. Remaja memang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Tugas utamanya adalah pembentukan identitas atau konsep diri, dan membentuknya dengan baik memang tidak mudah. Masalah-masalah remaja seperti ini, sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Mengijinkan dirinya melakukan hal ini, merusak diri sendiri karena ia menilai dirinya secara kurang tepat.

Saat ini, sulit menemukan figur yang tepat untuk dijadikan model alias contoh bagi remaja untuk bertindak sebaiknya ia seperti apa. Hal ini, tampaknya dapat membuat remaja buntu mau harus bergerak di mana. Apalagi, informasi remaja juga sangat terbatas atas masalah ini. Dan sedihnya lagi, batasan yang kaku tanpa memberikan penjelasan, membuat remaja yang RASA INGIN TAHUNYA BESAR, malah ingin coba-coba, jadinya SALAH JUGA!

Beberapa kondisi remaja yang pernah penulis lihat, mungkin pula dapat memberikan gambaran remaja kita, ada yang menyedihkan ada dan ada pula yang mengharukan. Di pinggiran Jakarta Barat, Dumpit, masalah seks dengan melegalkannya menjadi pernikahan dini atas dasar masalah ekonomi yang mendesak, tampaknya sudah biasa. Orang tua di sini malah yang membiarkan anaknya menikah dini agar perekonomian orang tua membaik. Apa remaja ada pilihan?

Di sisi yang lain, di bagian Jakarta Barat yang lain, di daerah elitnya, remaja-remaja berkumpul untuk membahas bahwa pacaran sebaiknya tidak dilakukan dahulu, terkait dengan nilai-nilai budaya dan agama. Guru-guru yang memfasilitasi untuk pembahasan ini. Jangankan bicara mengenai seks secara vulgar, pacaran saja tidak boleh. Baik yah guru-gurunya, tapi apa itu cukup?

Ada pula, remaja yang khusus dibawa orang tuanya dari luar negeri untuk dikonsultasikan ke profesional, orang tua mulai prihatin karena anaknya pernah pulang hingga larut malam dengan ‘cipok’ sana-sini di lehernya. Usut punya usut, orang tua memang tidak pernah punya waktu dengan anaknya. Jadinya kaget deh, bingung.

Meski dianggap penting, pendidikan seks bagi remaja belum terlalu banyak dilakukan ternyata. Jarang ada guru yang kreatif yang bisa memfasilitasi hal ini, tapi ada koq seperti di atas, meski masih perlu dibenahi. Nah, mengharapkan dari guru saja, sebagai orang tua juga tampaknya tidak tepat. Sumber utama remaja bisa mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai seks (hal-hal yang berhubungan dengan jenis kelamin sampai dengan hubungan seksual) hanyalah bisa didapat secara tepat dari orang tua atau keluarga. Akan tetapi, biasanya orang tua atau keluarga sendiri yang risih membahasnya. Untungnya banyak buku-buku yang jadi pedoman untuk membahas masalah ini. Jadi bukan alasan untuk sulit melakukannya. Mungkin masalahnya, ada waktu tidak ya untuk membahasnya?

Akan tetapi yang paling penting sebagai remaja, tampaknya perlu untuk lebih MAU MENGAMBIL SIKAP DAN MENJADI ASERTIF (berani berkata ‘tidak'), bekal yang tampaknya akan dapat menjawab tantangan apapun agar tidak tergerus oleh jaman. PUNYA KONSEP DIRI YANG BAIK ITU MEMANG TIDAK MUDAH. AKAN TETAPI, SETIDAKNYA REMAJA TIDAK PERLU MERUSAK DIRI SENDIRI. BUKTIKAN MENJADI YANG TERBAIK DENGAN PRESTASI, MASA DEPAN TETAP DITANGAN PARA REMAJA, HARAPAN BANGSA KITA… Sebagai orang yang sudah lebih tua sedikit, mendukung remaja untuk maju. Kalau remaja ingin konsul sewaktu-waktu, silakan saja :)

Bookmark and Share

Tag/Label remaja, pendidikan seks
Penilaian anda

Kirim warta ini
* Email penerima:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
25 komentar pada warta ini
Senin, 13-07-2009 10:06:20 oleh: Riski Oktavia

wah...
kren bgtz pndpt @
emnk bner zaman skrnk khus@ank mda ap lg yg msi skul...
mdah bgtz melakukan hal_hal yg tdk shrs@
pdhl seusia mreka d tuntut untk bljr
tp mnurt sy..
oia. nma q riski
smw hal mitu awl@ krna pngruh teknologi yg smkin canggih.//.




Senin, 13-07-2009 16:12:20 oleh: Mestika Dewi

hai riski :) salam kenal ya...
betul tuh, teknologi banyak pengaruhnya...
dan agar tidak memberi pengaruh buruk, makanya kita perlu asertif juga...
seneng deh kalo denger anak muda punya pendapat... mudah-mudahan terus asertif ya ki... sukses...




Minggu, 19-07-2009 14:11:41 oleh: MONICA

Ha! wi salam kenal yah iyahnih akhir"nie npa yach bnyak bgt khususnya anak muda yg ngelakuin hub sex.yaCh mungkin nie jug krn prknbangan juga sich dimana prkembangan IPTEK smkin canggih.ough yach ky N dewi caLam kenaL azyah....!



Minggu, 16-08-2009 07:21:34 oleh: Rian Setiawan

Remaja emang tidak akan pernah bisa berfikir panjang. Bertumpuk saran para ahli tidak di gubris oleh remaja2 sekarang. Memperbanyak kegiatan tidak menjamin remaja itu tidak terjun ke dunia Seks. sudah banyak juga digambarkan bahwa seks diluar nikah itu cukup berbahaya, bahkan lebih berbahaya diluar fikiran remaja.

Hal2 klasik selalu saja menjadi alasan utama, bagi saya kasih sayang orang tua menjadi pondasi awal. Tumpukan kasih sayang sedari kecil dan pengawasan yg tidak seperti seorang guru mengawasi muridnya. Karena, semakin ketat penjagaan semakin "gila" jg remaja utk melawan.

Nice artikel, renyah utk dibaca




Senin, 17-08-2009 20:53:57 oleh: Tri Hadi

Dilarang atau dianggap sebagai hal yang tabu bukan merupakan cara yang efektif, so emang penting adanya sex education. Ada kekhawatiran jika diberi sex education kesannya seperti memperbolehkan, padahal bukan seperti itu. Berdasarkan pengalaman praktek salah satu cara paling efektif utk menekan free sex di kalangan remaja adalah perhatian dan komunikasi yang baik dengan orang tua, sayangnya banyak keluarga modern yang sepertinya dalam mendidik anak lebih menekankan aspek materi tanpa diimbangi dengan waktu dan perhatian yang cukup.

Saya jg prihatin dengan fenomena sebagian anak2 sekolah menjajakan diri utk uang padahal sebenarnya tidak kekurangan, hanya gara2 tuntutan konsumerisme spt misalnya ingin punya blackberry dsbnya.

Anyway, nice articel Tika..




Selasa, 18-08-2009 21:51:43 oleh: Mestika Dewi

@ Monica : salam kenal ya...
@Rian : s7 tuh, analogi yang suka di pakai, remaja tuh kayak menggenggam beras di tangan, semakin di genggam, semakin banyak beras yang jatuh... bakal berontak deh remajanya kalo terlalu ketat aturan untuk merekanya...
@Tri : hayu tri, bikin artikel juga :) akhirnya ketemu rekan seprofesi disini.. di sharing dong hasil pengalaman lo yang lainnya juga...
yup, betul banget, kasus2 kayak gini pasti solusinya komunikasi... ditunggu artikelnya lo ya :)




Rabu, 19-08-2009 22:07:49 oleh: Dimy


Dosa..
sungguh dosa..




Rabu, 07-10-2009 01:57:25 oleh: jefri sitorus

ahh..
da rusak anak2 muda jaman skrg ni..
ada ga ya,
pemerintah kita turun tangan soal ini???




Selasa, 03-11-2009 15:08:29 oleh: izan alya fara

nama aq izan usia 22 thn..085693337788..ikutan ya...yang penting...smua dari diri sendiri aja...klo qta dekat sm tuhan..insyaallah...kuat kok...



Senin, 23-11-2009 11:04:46 oleh: hans aditya

semua tergantung kepada sosialisasi keluarga, keterlibatan lingkungan dan teman sepergaulan.nama qu hans, aq mau tau lebih banyak tentang dunia malam anak remaja tolong hub ke no 085692955753



Minggu, 06-12-2009 20:02:51 oleh: Ibnu Ram

menurut saya pribadi; permasalahan utama adalah
1. terlalu bebasnya pakaian yang mengumbar nafsu beredar....
2. tayngan sinetron TV yg hanya menampilkan tentang kekayaan,fitnah,juga lika liku cinta tentunya.
3. dll.

tp semua itu kembali kekita masing" krn kita pun sedikit banyak juga berperan dlm memperbaiki au memperburuknya...

Mohon maaf jika komentar saya tidak berbobot...




Selasa, 16-02-2010 11:53:06 oleh: emma

pengalaman nyata yang kualami adalah..kasih sayang dari keluarga plus kepercayaan yang diberikan oleh ayah dan kakak laki2ku, pendidikan iman, kegiatan full yang positif,lingkungan pertemanan, dan yah sepertinya teoritis tapi kenyataannya seperti itu..so..selamet dech..



Selasa, 16-02-2010 14:17:16 oleh: syahrukh

Sebenernya apa pengaruhnya hasil survey ini? Toh kita tetep biasa biasa aja dengan hal hal itu. Perkosaan, seks bebas udah biasa di negeri ini. Dan yang ngajarin juga orang tua ( orang yang lebih tua). Toh hidup itu memilih. Setiap pilihan ada resikonya. Kalo di Indonesia kita orang tua lah yang harus jaga anak kita dan jangan merusak anak orang lain. Apakah keperawanan ini penting? kalo penting berarti harus di jaga. tapi kalo ga bisa, masak kita marahin anak orang. Toh orang tuanya sendiri membebaskan. Kita negara yang bermacam macam agama. Dan kayaknya agama Islam yang keras melarang ini. Tapi anehnya orang yang - mengaku - beragama Islam yang banyak gini. Artinya negara ini sudah menjadi negara liberal. kalo rakyat Indonesia ga suka dengan hasil survey ini mari ramai ramai larang hal ini. tapi kebanyakan cuek. Anaknya maen sama orang sembarangan biasa aja malah seneng apalagi ada duitnya.
Terserah Negara Ini mau di bwa kemana. Saya dukung Indonesia Maju ga cuma teknologi tapi tabiat orang Indonsia juga harus di perbaiki.




Selasa, 16-02-2010 14:34:47 oleh: yanuar

nice artikel, prinsipnya sih kalau anda sudah pernah baca artikel ini dan sudah baca komentar saya ini tapi masih ada rasa-rasa ingin mencoba seks pra-nikah.
berarti masalahnya ADA PADA ANDA SENDIRI !!!




Selasa, 16-02-2010 16:40:58 oleh: uki

ada yg bisa kasih link hasil survey komnas anak tahun 2008, jumlah orang yang disurvey berapa orang ya?
pake metoda penelitian yang bagaimana?
ini untuk melihat seberapa akurat data tersebut




Selasa, 16-02-2010 22:34:12 oleh: ayahrafi

Uraian yang cukup menarik, cuma sayang penulis tidak menelaah lebih lanjut mengenai hasil survey yang dibuat rujukan dan malah terlalu asyik menggiring opini bahwa hasil survey ini adalah valid. Hasil survey menurut saya adalah sebuah naskah akademik, sebuah hasil dari kegiatan ilmiah yang dilakukan dengan kaidah-kaidah baku yang sudah disepakati. Survey harus dilakukan dengan metodologi yang benar, mulai dari kesesuaian tujuan penelitian dengan metodologi yang digunakan (penghitungan besaran sampel minimal, distribusi sampel, tools yang digunakan, data quality assurance, tabulasi dll) hingga proses analisis dan penarikan kesimpulan harus dilakukan dengan benar. Apabila semua hal tersebut dipenuhi, maka saya setuju bahwa hasil ini valid. Tapi kalau hanya survey tersebut melibatkan sepuluh atau seratus siswa SMP di Jakarta yang ditemui dijalan dan diinterview sambil lalu dengan metodologi asal jadi kemudian dianalisis dan hasilnya digeneralisasikan untuk jutaan siswa SMP di seluruh Indonesia, maka hasil survey seperti ini tidak selayaknya dipublikasikan. Hanya akan membingungkan masyarakat. Istilah akademisnya ‘garbage-in, garbage-out’; atau ‘masuk sampah, keluar sampah’. Terlepas dari itu semua, saya sangat setuju dengan upaya-upaya yang harus kita lakukan dalam mencegah terjadinya degradasi moral melalui kontrol oleh keluarga dan juga kontrol sosial oleh masyarakat. Mudah-mudahan generasi penerus kita terhindar dari bencana moral dan mampu menjadikan Indonesia lebih jaya.



Rabu, 17-02-2010 00:26:24 oleh: ALI

Saya agak bingung dengan kata" 62,7% siswi smp tidak perwan lagi

apakah ini merupakan angka survei secara nasional atau hanya survei dari 1kota?

maaf saya mungkin memang kurang banyak pengetahuan..tapi setahu saya,pergaulan anak muda di indonesia tidak sampai "separah" itu

jadi kalau boleh saya sarankan..jika ada artikel seperti ini.alangkah lebih baik nya apabila disertai dengan keterangan yang lebih jelas atau kalau boleh di beritahukan dari mana "opini" yang disampaikan itu berasal,entah dari koran dsb

thxx




Rabu, 17-02-2010 08:19:56 oleh: Harry

survey nya seperti apa? methodenya bagaimana? samplenya berapa? tingkat errornya berapa? sebarannya bagaimana?
kita harus tahu itu semua dulu, baru bisa menilai




Rabu, 17-02-2010 09:57:01 oleh: dhynox

Penggunaan IPTEK yg kebablasan,harus di perkuat dengan IMTAQ...



Rabu, 17-02-2010 10:08:53 oleh: jumrah.mahmud

Yang salah perintah.Karena pemerintah tidak kerja sama dengan para ulama.maka dari itu Alam tdk senang prilaku manusia. Saya harap Pemerintah Dekatlah sama para ulama karena mengatur Negara dan Alam,Ataupun Manusia di dunia ini.Trim,s



Rabu, 17-02-2010 10:54:12 oleh: sabtua

data survey nya benar 2 ga dan tahun berapa, sampelnya dimana, n bagai mana metode pengambilan sampelnya, dan pengambilan sampelnya dimana aja,
""mnrt saya faktor ini semua bersumber dari manusianya, orang tua, guru, dll g bisa disalahkan, mari kita kembali kekopsep, dan dasar negara ini n kita junjung, jgn cm dibaca tp tdk dilakukan, mulai sekarang mamfaatkan waktu itu dengan baik, untuk masa depanmu kelak,,,,,,,"""




Senin, 12-07-2010 22:22:35 oleh: ali mustofa

bwat smua salam kenal z,,Aku ali
bodohnya para remaja yang melakukan hal itu mungkin mereka cuma berpedoman kalo tidak ngesexs gak gaul,,,
smua mang berpengaruh bAIK GURU,ORTU N LINGKUNGAN pi smua itu tinggal manusianya bisa mengendalikan dirinya pa tidak,,,,




Selasa, 28-09-2010 08:09:46 oleh: reza pangeran

ass... saya reza biasa d'panggil echa,iya nih... tambah banyak anak smp yg ngesex,,akibat pergaulan bebas.. mungkin mereka hanya memikirkan kesenangan hidup.. tanpa memikirkan dri mereka sendiri.. itu semua karna kelalian ortu,,, mungkin cuman itu yg bisa saya ucap kan,,sekian dan terima kasih...?



Selasa, 28-12-2010 08:52:02 oleh: Mestika Dewi

Maaf baru sempat membalas, mengenai hasil bisa dibrowse saja ya, banyak yang mengungkapkan data ini dan memang sudah di 'publish' di berbagai media.

Tulisan ini sebagai 'concern' terhadap masalah remaja, tampaknya bersama-sama kita bisa bangkitkan remaja kita sebagai generasi penerus bangsa :)




Rabu, 13-06-2012 10:11:14 oleh: vieza

emang bener pendapat yang telah di cantumkan diatas.50 dari 100 orang pelajar sudah kebanyakan melakukan seks bebas,jadi moga-moga dengan blog ini para pembaca dapt menjadi orang yanga tidak termasuk orang-orang diatas




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

BERGUNA REMAJA (bulan ini)

DILIHAT REMAJA (minggu ini)

TERBARU REMAJA

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY