Phil Lea

Dan....Montesquieu-pun Menangis..!!!

Senin, 04-08-2008 16:15:12 oleh: Phil Lea
Kanal: Hukum

Dan....Montesquieu-pun Menangis..!!!

Hampir semua surat kabar di Indonesia dalam enam bulan terakhir ini selalu memberitakan berita tentang korupsi,dan tiada hari tanpa pemberitaan tentang korupsi, baik dalam skala korupsi sekelas “Lurah/kepala desa” sampai pada aparatur pemerintah kelas tinggi.

Fenomena tersebut tampak sangat memprihatinkan dan menyedihkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana Indonesia sedang mengalami keterpurukan dalam segala bidang, namun tetap saja mereka sebagai incumbent melaksanakan perbuatan “Najiz dan Tidak bermoralnya”bagi kepentingan dan kepuasannya sendiri tanpa memandang lagi nilai moral dan akhlaqnya.

Pagi ini, salah satu ketua dari Golongan Karya, Burhanuddin menegaskan bahwa sekarang ini bukan hanya pada partai-partai besar yang duduk di DPR saja yang melakukan perbuatan ”haram”, tetapi penyakit kronis ini telah berimbas pada partai-partai kecil juga, yang kader-kadernya duduk di DPR maupun DPRD, sehingga bila semua itu diungkapkan secara transparan oleh KPK, maka jumlahnya pasti ratusan mendekati seribu.

Penyakit korupsi tersebut, bukan hanya dilakukan oleh anggota Legislatif, tetapi juga oleh anggota Yudikatif (Polisi, jaksa dan hakim) dan juga berimbas dan ditengarai juga pada unsur Eksekutif (Paskah Suzetta dan M.S. Kaban).

Pencetus “Trias Politica” sendiri menginginkan agar dalam pemerintahan yang bersifat demokratis, maka kekuasaan haruslah dipecah menjadi 3 (tiga) sehingga pemerintahan yang korup dapat dikendalikan atau di minimalisasi kekuasaannya. Tetapi ternyata di Indonesia, hal tersebut tidak berlaku, karena justru yang merusak negara ini adalah mereka yang disebut dengan “Trias Politica”( Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif).

Untuk semua keadaan ini, maka teori tersebut diatas tidak berlaku lagi!! Seandainya hari ini, Montesquieu, pencetus “Trias Politica” bangkit dari kuburnya serta melihat apa yang terjadi di Indonesia, dan.......Montesquieu pun menangis.!!!!!

 

 

Bookmark and Share

Tag/Label trias politica, eksekutif, yudikatif, legislatif, korupsi
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
15 komentar pada warta ini
Senin, 04-08-2008 17:12:51 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

Wah, yang "menangis" bukan cuma Montesquieu,pak Phil. Yang berjuang memerdekakan pun sampai tak mau nonton TV (berita).



Senin, 04-08-2008 19:29:50 oleh: Anwariansyah

Seandainya Montesquiue (masih) hidup di masa sekarang, mungkin ia sudah dipenjara karena dituduh menggerakkan demo mahasiswa.



Senin, 04-08-2008 22:12:15 oleh: Micky Jo

wuahhhhhhhhhhhhhh....basmi koruptorrrrrrrrr..abis ga bagii2 sihhhhh heeeee..heee..:)



Selasa, 05-08-2008 10:37:26 oleh: isfahani

trias politica yg diidamkan oleh mendiang Montesquiue adalah trias politica dari suatu kondisi masyarakat (bangsa) yg sehat jasmani dan rohani. kalau di Republik Indonesia sekarang ini baik Executive, Legislative maupun Yudicative-nya sudah pada "TIDAK WARAS" semuanya.




Selasa, 05-08-2008 14:07:27 oleh: phil lea

Dear All..!!!!
Montesquiue dengan trias politica-nya bermaksud agar pemerintahan negara demokratis tertata dengan baik, tetapi justru di Indo ini trias politicanya lah yang merusak tatanan itu atau istilahnya mas Isfahani "TIDAK WARAS", bahkan kalau perlu kita sambut usulan Mbak MJ.....basmi koruptor..!!




Selasa, 05-08-2008 18:23:28 oleh: panjikristo

Saya pun mengurut dada...
kalau Montesquieu masih hidup, pasti usianya sudah tua... mungkin mau nangis malu sama cucunya ya...
Yah memang harus dihadapi dengan lalang dada...
inilah negara kita yang penuh dengan...




Kamis, 07-08-2008 09:54:30 oleh: Meidy

Jangan-jangan yang pada duduk manis di 3 lembaga itu gak tahu siapa Montesquieu (saya saja udah nyaris lupa karena pelajaran waktu SMP).

Mungkin salah satu contohnya gini ya, pak... Beberapa tahun yang lalu saya n teman-teman ada reunian kecil-kecilan... teman-teman saya ternyata sudah pada hebat-hebat. Salah satunya ada yang profesinya sebagai Jaksa. Dia bercerita bahwa dia tidak munafik soal uang pelicin selama itu bukan kasus pembunuhan atau pemerkosaan. Trus waktu pulang dia ngotot mau mengantar saya pulang tapi saya bilang ada kendaraan sendiri.. jadi nunggu bareng... mobilnya duluan datang... Uihhhhh Camry bokkk...
Hmmmm so lucky...





Kamis, 07-08-2008 10:02:23 oleh: phil lea

@ Meidy....jaksa itu kan ada singkatannya "ngajak paksa".....so....memang tidak semua oknum jaksa nakal, menurut penerawangan saya secara moderat 50:50, ada yang bisa bantu dalam penerawangan ini ??????



Kamis, 07-08-2008 10:09:08 oleh: Anwariansyah

@Om Phil

Yang 50 jaksa nganggur, jaksa kasus maling ayam dan jaksa MPP (Masa Persiapan Pensiun) ... :D




Minggu, 10-08-2008 06:13:10 oleh: Gasto Sam

mungkin Mbah Montesquieu tidak akan semenangis itu, jika ia ingat prediksi Aristoteles tempo dulu yang meletakkan 'Demokrasi' berada di urutan paling bawa (pilihan buruk) dari siklus pemerintahan tepat di bawah sistem oligarkhi.
ketika negara dipimpin oleh banyak orang tapi untuk kepentingan sendiri.
Ah.., benar kiranya kata Plato bahwa negara harus dipandu oleh 'Nomoi'/norma-nilai-moral-hukum, tak peduli bentuk pemerintahannya apa.
Tapi bagaimana negara saat ini?
Saat demokrasi di Indonesia adalah wujud nyata kekhawatiran Mbah Plato dan Aristoteles?
Saat Demokrasi jadi 'BANCAAN' orang2 rakus harta, gila jabatan, haus wanita, buta hati?
Saat terjadi 'HUBUNGAN GELAP' antara Yudikatif-eksekutif-legeslatif?
Saat trias politica adalah 'LINGKARAN SETAN' yang menyesatkan dan menghisap urat nadi bangsa?
Jika mbah Montesquieu hidup saat ini (pastinya sudah tuwaaa banget), pasti dia tidak akan semenangis itu.
Sebagai orang 'sepuh' dan 'guru' amat bijak untuk dia tidak menangis.
Mungkin hanya menggelengkan kepala tanda 'nggak percaya', sambil bergumam:
"Dasar Bodoh!! Bukan begitu maksudnya (Trias politica-pen.)"




Kamis, 21-08-2008 14:56:40 oleh: Silvi Anhar

pak phil, kayaknya kalo udah duduk dilembaga tersebut... kayaknya susah ga terima itu uang kai ya... diterima gimana?? ga diterima .. sayang hehehehe... jadi pilih mana??
berarti yg mau duduk dilembaga2 itu musti ada ujian utk nyebutin..
1.siapakan nama penemu trias political? (kategori soal C1)
2. Apa isi dari trias political? (kategori C2)
3. Apa makna dari trias political? (kategori C4)
4. Apa alasan sbenear2nya alasan trias political diadakan? jika anda duduk disalah satu lembaga tersebut apa yg akan anda lakukan? sesuaikah dgn makna trias political?(kategori C5)
hehehehe... maaf kalo pertanyaannya ga nyambung...:-)




Sabtu, 23-08-2008 22:21:39 oleh: Kevin Pierre Armando Leatemia

Pernah ada di DPR di ungkapkan bahwa kalau KPK membasmi korupsi musti pake SP (surat peringatan)sebanyak 3 x baru di tangkep <ketauan bgt niat di DPR korupsi> kerennya negara ini justru yang tidak di ajarkan malah menjadi master. selama saya bersekolah belum pernah di ajarkan soal korupsi tapi malah prakteknya jadi "Master". God Bless Indonesia!! Rage againts Coruptor

Nb: pa ji ada buku modern state ga? lupa karya sapa... trus bukunya Ijwara tentang Inlmu negara soalnya di pake tq (081703536311)




Rabu, 03-09-2008 16:57:46 oleh: harry patty

Anwariansyah yang ini apa sama dengan yang ngajak nyoblos...???

Satu-satunya jalan logis rasional bernegara demokrasi yang baik adalah (tapi sayangnya belum ada bukti empiriknya) jadikan Budaya/Pendidikan/Masyarakat Cerdas/Manusia seutuhnya sebagai sebagai jalan dan tujuan tunggal penyelenggaraan negara. Kemajuan ekonomi dan politik akan menjadi bagian dari gejala-gejala tercapainya tujuan tersebut, termasuk di dalamnya ketaatan hukum.

Bukan lagi trias politika, apa lagi kembali pada konsep aristokrasi Platon dan Aristoteles, tetapi masyarakat merdeka dengan lima pilar. Ketika eksekutif korup lalu mengkooptasi yudikatif, maka ditambahkan kewenangan kepada legislatif agar sejajar dengan eksekutif dan mengontrolnya. Tapi karena ini pun berkembang menjadi sekolompok elit dan di mana-mana muncul kecenderungan oligarki, maka disadari perlunya pers yang bebas sebagai pilar ke 4, tetapi karena pers pun memerlukan dana besar yang berarti juga hanya bisa dimiliki (dan dikendalikan) oleh sejumlah kecil orang sangat kaya, maka oligarki itu pun meluas mencakup para pemilik modal/pers. Akhirnya seorang pendidik besar pada awal abad ke 20 mengusulkan pilar kelima negara demokrasi yaitu publik yang cerdas yang dicapai melalui pendidikan publik 12 tahun (pendidikan dasar 12 tahun) bagi semua anak dengan materi dan kualitas yang sama.Publiklah yang harus mampu mengambil peran sebanyak mungkin sehingga peran pemerintah (trias politika lama) menjadi berkurang, yang otomatis juga mengurangi kewenangannya, dan otomatis lebih jauh, mengurangi kontrol atas sektor-sektor vital termasuk yang gemuk-gemuk yang menjadi sumber korupsi.

salam




Senin, 01-03-2010 22:15:29 oleh: Donly Bilote

Menurutr saya.......
Bukan Hanya MOnthesquiu yg menangis ttpi jga para pejuang qta yg dahulu memerdekakan indonesia........dengan harapan kedepan nnti Indonesia yg qta cintai akan makmur namun ternyata hal ityu tdk nampak di negara qta..........mungqn lebih baik qta tdk usa punya lembaga pemerintahan dari pada punya lembaga pemerintahan tapi orang2 yg ada di dalam nya adalah orang2 kotor,najis perilaku mereka,tdk memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat.............tapi malah makan uang rakyat........




Kamis, 05-08-2010 10:12:29 oleh: prakoso

tapi pak menurut pandangan saya,, apabila trias politica di jalankan secara konsekuen malah bisa menimbulkan perpecahan, karena kekuasaan terbagi...malah tidak ada persatuan nanti nya. Bukan sistem yudikatif, eksekutif, ato legislatif yang salah. Apabila harus ada yang disalahkan, yang salah adalah para manusia2 bejat yang duduk disana. Dan kita pun juga salah pak, karena secara langsung ato tidak kita lah yang telah memilih mereka.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY