Lie Tjie Pouw

Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance ( 2 )

Minggu, 03-08-2008 15:49:52 oleh: Lie Tjie Pouw
Kanal: Suara Konsumen

Setelah beberapa lama saya menulis artikel tentang “Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance” di Wikimu dan mendapatkan komentar-komentar baik yang mendukung, bersimpati sampai komentar yang antipati, ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan berdasarkan inti dari isi komentar-komentar tersebut.

1. Teliti sebelum membeli / bertanya dengan kritis

Ya memang ini adalah salah satu cara untuk menghindari masalah dikemudian hari. Lalu sebenarnya seberapa telitikah dan seberapa kritiskah seharusnya kita bertanya? Apa patokannya bahwa apakah kita sudah teliti dan kritis atau belum? Bagaimana kalau toh kalau menurut saya, saya sudah sangat teliti dan sangat kritis bertanya, ternyata masih saja ada celah yang bisa membawa malapetaka dikemudian hari, apakah nanti akan ada orang lagi yang akan berkomentar “anda kurang teliti dan kurang kritis bertanya”.

Untuk bisa teliti dan kritis, si calon nasabah sebelumnya harus mengerti luar dalam isi polis, yang mana pada waktu penawaran produk asuransi, polis tersebut belum dibuat, belum exist di bumi ini. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui misalnya, bahwa kalau kita memutuskan untuk keluar dari Prudential pada tahun pertama, maka si nasabah otomatis berhutang sejumlah uang kepada PT Prudential Life Assurance atau ketika dipromosikan bahwa, jika si nasabah mendapat serangan jantung maka si nasabah akan dicover oleh PRUCrisis Cover, tapi darimana si calon nasabah mengetahui bahwa, klaim akan dikabulkan kalau serangan jantung tersebut menyebabkan kerusakan pada jantung si nasabah, jika tidak ada kerusakan pada jantung, maka klaim akan ditolak.

Dari dua contoh diatas, timbul pertanyaan darimana si calon nasabah mengetahui hal-hal tersebut atau bisa berinisiatif bertanya “apakah jantung saya harus mengalami kerusakan dulu supaya klaim saya dikabulkan?” dan kalau si nasabah tidak mengetahui hal ini, maka ini dibilang 100% kesalahan si nasabah, karena tidak kritis dan tidak teliti sebelum membeli.

Dan kenyataan bahwa klausal-klausal di polis itu sendiri terkesan menjebak, seakan-akan tidak menjadi faktor yang perlu diperdebatkan, karena sekali lagi “kalau anda teliti dan kritis” maka anda tidak akan terjebak oleh klausal-klausal tersebut! Nah!

Bagaimana kalau saya balikkan masalah ini kepada Perusahaan Asuransinya (PA), dalam hal ini Prudential, dimana sebagai pelaku usaha wajib (yang memang secara hukum pelaku usaha diwajibkan) menjelaskan semua syarat dan ketentuan yang benar, jelas dan jujur, terlepas apakah si calon nasabah bertanya secara kritis dan teliti atau tidak.

2. Cari Agen yang profesional dan dapat dipercaya

Pertanyaan pertama yang terlintas di kepala saya adalah, apa sih ciri-ciri/ kriteria agen Prudential yang profesional dan dapat dipercaya?

- Yang cantik atau ganteng?

- Yang kelihatan necis dan selalu berpenampilan bak Presiden Direktur perusahaan multinasional?

- Yang menceritakan panjang lebar tentang kelebihan produk-produk Prudential?

- Yang membuai calon nasabah dengan janji-janji surga?

- Yang sudah lulus AAJI dan bertitel paling tidak S1?

- Yang menceritakan semua kelebihan dan kekurangan produk-produk Prudential? Dan kalaupun memang sang agen tersebut dibilang sudah menjelaskan semua kelebihan dan kekurangan produk-produk Prudential, darimana si calon nasabah mengetahui dengan pasti bahwa itu tuh benar-benar sudah semuanya? Tidak ada yang tertinggal dan tersembunyi sebelum polis diterbitkan?

Pertanyaan terakhir, seberapa banyak agen Prudential, dari yang paling junior sampai yang paling senior, yang benar-benar pernah menjelaskan semua kelebihan dan kekurangan dari produk-produk Prudential? Apakah memang benar ada agen yang seperti itu?

Kalau agen yang dapat dipercaya itu adalah cuma agen-agen yang mempunyai hubungan keluarga atau teman sangat dekat sekali, saya kembalikan pertanyaan ini kepada semua agen, apakah para agen Prudential cuma mempunyai nasabah dari kalangan keluarga dan teman terdekat saja? Dan menolak semua SPAJ dari calon nasabah yang tidak mempunyai hubungan keluarga dan pertemanan yang sangat dekat. Rasanya tidak mungkin deh…

Lalu apa? Apakah ciri-ciri mahluk yang disebut sebagai “Agen Prudential yang profesional” itu? Seperti apa rupanya? Dari mana calon nasabah yang awam di bisnis asuransi bisa mengetahui apakah si agen A atau agen B ini profesional atau tidak, bagaimana caranya? Bagaimana? Ada yang bisa memberikan petunjuk atau tidak? Bagaimana, oh bagaimana …How?

3. Sales Representative / Agen tidak profesional

Sales Representative (SR) yang tidak profesional akan selalu ada, terlepas PA-nya bagus atau tidak. Berharap semua (100%) SR sadar dengan sendirinya untuk menjadi Agen yang profesional, rasanya tidak mungkin, harus ada mekanisme kontrol dari Prudential, yang bisa mamantau apakah betul Agen-Agennya selalu bekerja secara profesional, adakah mekanisme seperti itu?.

Yang menurut saya relevan dipertanyakan disini adalah:

- Apa yang dilakukan Prudential untuk menanggulangi masalah agent tidak profesional ini? Dan apa konsekuensi untuk para agen yang ketahuan bekerja dengan tidak profesional?

- Apa tolok ukur penilaian Prudential bahwa SR-nya sudah melakukan tugasnya dengan baik, benar dan profesional atau tidak? Kalau memang tolok ukur itu ada.

- Bagaimana Prudential mengetahui bahwa si calon nasabah telah diberikan informasi yang benar, jelas dan jujur dan juga profesional oleh SR-nya sebelum Prudential menerbitkan buku polis? Dan apa buktinya?
Kalau Prudential sudah menerbitkan buku polis, sebelum memastikan apakah si calon nasabahnya sudah benar-benar mendapatkan informasi yang benar, jelas dan jujur dari agen atau tidak, maka seharusnya Prudential juga ikut bersalah dalam hal ini.

Bukankah yang melatih agen-agen tersebut adalah Prudential sendiri? Kalau agen-agen tersebut sudah dibolehkan menjual produk-produk Prudential, logikanya atas restu Prudential donk ya? Artinya Prudential menganggap agen-agen tersebut sudah cukup qualified untuk menjadi Representative-nya Prudential, lalu kenapa kalau ada agen yang tidak profesional Prudential langsung lepas tangan? Alih-alih bertanggung jawab, malah melempar tanggung jawab ke agen-agen tersebut.

4. Nasabah tidak jujur dalam pengisian SPAJ

Ini adalah komentar yang pertama kali yang saya terima. Para komentator merasa tidak perlu mengerti persoalan yang saya utarakan sebelum memberikan komentar. Seakan-akan ini sudah menjadi SOP agent dalam menanggapi protes nasabah yang klaimnya ditolak. Dengan alasan, Prudential Perusahaan Asuransi yang the best of the best sekian tahun berturut-turut menurut majalah X Y Z, tidak mungkin tidak mampu membayar klaim, masalahnya bukan tidak mampu bung, masalahnya mau atau tidak! Mampu itu belum tentu mau!

Kalau memang Prudential menganggap penting keabsahan informasi kesehatan calon nasabahnya, kenapa calon nasabah tidak diwajibkan untuk melakukan medical check up? Bagaimana kalau si calon nasabah tidak mengetahui bahwa ia telah mengidap, misalnya kanker stadium dini, sebelum menjadi nasabah Prudential, lalu setelah beberapa tahun ketahuan bahwa kanker yang sudah di stadium akhir sudah ada sebelum nasabah tersebut membeli polis Prudential, nah pasti klaim si nasabah ini ditolak mentah-mentah dan si nasabah yang malang ini akan dicap sebagai “penipu”. Malangnya nasabah Prudential.

Pada kasus saya ini, sang Agen bisa melihat saya memakai kacamata pada waktu pengisian SPAJ dan sudah dipastikan bahwa saya memiliki rabun jauh, kalau agen tersebut tidak mencantumkan informasi tersebut di SPAJ bahwa saya memiliki rabun jauh, kenapa si nasabah yang harus menanggung akibatnya?

Apakah Prudential sudah mentraining agen dengan seksama? Sudah cukup qualified?

Lalu pertanyaan saya mengenai penjelasan alasan penolakan klaim saya yang terkesan dibuat-buat dan dipaksakan, tetap tidak pernah disinggung-singgung oleh para komentator yang antipati, bahkan pertanyaan-pertanyaan saya yang bobotnya lebih rendah sekalipun, sejauh pertanyaan tersebut mengenai kekurangan produk Prudential, tidak pernah terjawab. Kenapa? Tanya kenapa?

5. Black Campaign / usaha menjatuhkan nama baik Prudential

Ya, silakan di cross check saja, kepada Prudential langsung. Tidak usah didebat panjang lebar.

Akhir kata, apa tetap masih Always Listening and Always Understanding?

Bookmark and Share

Tag/Label asuransi, agen, nasabah, klaim
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
195 komentar pada warta ini
Minggu, 03-08-2008 17:49:03 oleh: COKRO

A-ha ! panca ! lima.
moga-moga yang PART 2 ini tidak perlu seperti yang PART 1.
panjang dan.... maap, capeee deee komentar2nya




Selasa, 05-08-2008 06:39:32 oleh: edi

ngeri juga ya mas. ternyata asuransi besar berbahaya juga. turut prihatin



Selasa, 05-08-2008 08:50:52 oleh: Budi

Bpk. Lie, salut dengan kegigihan anda !!!

Memang hanya dengan cara menyuarakan lewat forum seperti ini masalah konflik dengan perusahaan raksasa dapat diperjuangkan. Sarana yg lain rasanya mustahil.

Terus konsisten, paling tidak untuk waktu 6 bln, sampai ada tanggapan yang layak dan bertanggung jawab dari yang berwenang (BUKAN yg asal sibuk membela diri).




Selasa, 05-08-2008 10:35:09 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Budi,

terima kasih atas dukungannya. betul, kalau lewat jalur resmi (pengadilan) mereka pasti lebih berpeluang untuk menang atau dimenangkan, tapi kalau di domain publik belum tentu. hidup demokrasi!

tjie pouw




Selasa, 05-08-2008 11:12:41 oleh: Astuti Dj

demokrasi kayak apa?udah krjaannya maen rekayasa sgala,demokrasi kok gitu sih



Selasa, 05-08-2008 11:36:05 oleh: Lie Tjie Pouw

rekayasa apaan ya? ngga nyambung nih ...




Selasa, 05-08-2008 15:30:39 oleh: kino

agen yg punya keluarga ato temen juga kayaknya ga menjamin Pak.justru karena punya hubungan deket itu bikin orang ga kritis dan terlalu mudah percaya.. ya ga Pak?
btw.. salut buat bapak atas perjuangannya.
moga2 pihak laen bisa lebih baik lagi dalam melayani konsumennya..jgn cuman bisa maen tuduh rekayasa ato cerita bohong aja.




Selasa, 05-08-2008 18:48:55 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Kino,

terima kasih atas dukungannya, saya bisa gigih berjuang berkat dukungan dari anda-anda sekalian.

tjie pouw




Selasa, 05-08-2008 20:26:31 oleh: COKRO

@tjie pouw

benar juga kata kino.
malah bisa jadi gak kritis kalo teman atau keluarga yang jadi agent.


@kino

kalo sudah gitu ceritanya,..bisa kesal seumur hidup terhadap keluarga atau teman yang jadi agent tersebut.


@ kepada siapapun yang bisa menjawab

Kalau seumpama calon nasabah kritis, dimisalkan diberi informasi atau di-iya-kan akan dapat tanggungan oleh sang agent dan tidak tertera sejelas-jelasnya dalam SPAJ. Apa bisa ada tambahan tertulis dari perusahaan selain SPAJ baku?
bagi saya, bisa jadi ujung-ujungnya nasabah cuma mendapatkan "agent yang tidak bertanggung-jawab" kalau tanpa lembaran hitam diatas putih perusahaan.

apa asuransi atau bisa dianggap jaminan yang didapatkan nasabah dari perusahaan penyelenggara asuransi terhadap kemungkinan adanya agent yang nakal ataupun tidak teliti me-review kembali apa yang dituliskan calon nasabah pada SPAJ?
maaf bagi saya ujian dan sertifikat-sertifikat yang pernah disebut dalam kolom sebelumnya, bukan jaminan aman buat nasabah.
yang nyata boss yaa.

sejujurnya, pertanyaan saya bukan rekayasa.
calon nasabah yang ingin dijelaskan lewat kolom ini. terima kasih




Rabu, 06-08-2008 06:26:32 oleh: Lie Tjie Pouw

@COKRO

betul, pendapat pak Kino dan anda. makanya, teori "ini kesalahan agen, bukan kesalahan Prudential" benar2 penjelasan konyol. dimana-mana perusahaan yang serius itu harus punya quality assurance dan quality control, apalagi kalau yang langsung berhubungan dengan customer.

nah sekarang apa ada mekanisme QA dan QC untuk agent prudential? seperti yang saya tulis diatas, prudential punya sistem apa untuk itu? adakah? bagaimana prudential tahu kalau calon nasabah sudah diinformasikan dengan sejelas2nya tentang produk prudential? dengan sistem seperti apa? bagaimana prosesnya? buktinya apa?

selama ini cuma bisa mengkambing hitamkan "agent yang tidak profesional". Nah kalau tidak ada sistem control sama sekali dan kemudian ada kesalahan yang dilakukan oleh agentnya masa cuma agentnya yang disalahkan? apalagi yang menyangkut informasi kesehatan calon nasabah dan yang lebih vulgar lagi NASABAH nya yang disalahkan, DITUDUH TIDAK JUJUR MENGISI SPAJ, dan yang sudah pasti harus menganggung KERUGIANNYA, udah bagus ngga dilaporin ke Polisi. GILA !!!!!





Rabu, 06-08-2008 07:24:05 oleh: COKRO

@tjie pouw
gak bakal bisa dilaporin polisi.
mereka sudah melindungi diri-sendiri dari nasabah yang merasa di "T" oleh seperti anda.
mereka makanya gampang berkelit.
lewat kolom ini kita belajar kritis terhadap yang "BB"

tetapi saya tetap menunggu jawaban dari pertanyaan siapapun yang bisa menjawab.
jawabannya jangan yang basi.

harapan saya, jawaban yang betul-betul dapat diterima pembaca kolom di wikimu, termasuk saya.
(maaf untuk golongan pembaca kali ini, kalangan BB atau pembawa majalah tidak termasuk).

dijawab yaa...
masa berjam-jam ngoceh "BB" ke calon nasabah, lalu yang ini gak bisa dijawab.
yang ini gak perlu pake strategi koq






Kamis, 07-08-2008 06:28:25 oleh: COKRO

@tjie pouw

ini saya kutip dari kolom iklan para "BB" oleh saudara aloysius weha.
kayaknya yang dipentingkan transaksi dan hadiah jalan-jalannya.


Rabu, 23-07-2008 15:56:59 oleh: verry m
Terima kasih atas penjelasan Bpk Hotma..
saya sudah cek ternyata penggantinya adalah ibu Betty Herwani.. klo blom ketemu gak apa kan pak?
kemarin saya dapat Ringkasan Transaksi tahunan yg sumpah saya gak ngerti dari jumlah yg tertera #-o .
n klo quiz mania dikirim lewat pos ya ? pengen juga ikutan ... sapa tau jadi ke istambul hehe
terima kasih







Kamis, 07-08-2008 06:53:04 oleh: Cokro

Tjie Pouw, baca juga kutipan dibawah.
Sepertinya bakal senasib dengan anda.
Angin surga pada awalnya.
P nya gak salah, dan ada saja yang lain yang salah.


Selasa, 05-08-2008 09:40:50 oleh: BerlyEvansha
kasian ya, konsumen terus yang dirugikan..Nih ada teman Agent Prudential yang saya ajukan pertanyaaan Simple : saya sudah medical check up dokter dari pihak prudential dengan kondisi semuanya normal (dibuktikan dengan surat keterangan dokter). Kemudian saya bergabung dengan Prudential, setelah 4 tahun bergabung saya didiagnosa menderita kelainan klep jantung yang mengharuskan saya dioperasi. Otomatis saya mengajukan klaim. Namun oleh dokter yang merawat saya (dari pihak prudential), saya dinyatakan menderita kelainan tersebut sejak masih kecil (sebelum saya ikut prudential) dan diagnosa sebelumnya adalah faktor ketidaktelitian dokter terdahulu. Pertanyaannya, Surat Keterangan Dokter manakah yang diakui oleh Prudential..
Tolong sebutin pasal/klausul yang mengatur hal ini di Polis Prudential..

Kamis, 07-08-2008 04:57:10 oleh: Richard
@BerlyEvansha

menurut saya kalau masalah tersebut ada lah akibat kelalaian manusia. Kalau semua dokter sempurna tidak akan terjadi malapraktek.
apakah selama ini anda tidak merasa ada kelainan pada diri anda, ataupun ada yang janggal selama waktu tersebut.karena 4 tahun bukan waktu yang singkat.
hal tersebut akan diselidiki oleh pihak pruden.
setau saja jika dalam hal ini, kalau memang benar2 pernyataan dokter terakhir memberikan penjelasan bahwa anda terkena dari kecil dan dokter yang memang dari pruden memberi data yang salah klain tetap jalan.




Kamis, 07-08-2008 07:08:54 oleh: Cokro

@tjie pouw

"menurut saya kalau masalah tersebut adalah akibat kelalaian manusia. Kalau semua dokter sempurna tidak akan terjadi malapraktek"

kenapa tidak terang-terangan aja dikatakan si P yang "BB" tidak pernah salah. selalu ada-ada saja.

tjie pouw, catat istilah baru dalam tolak klaim "malapraktek (malpraktek)".




Kamis, 07-08-2008 09:48:17 oleh: Lie Tjie Pouw

Cokro,

mereka mungkin kepingin banget jawab, tapi saya rasa mereka tidak mampu tuh ...

kita lihat saja

tjie pouw




Jumat, 08-08-2008 14:56:58 oleh: alajendra

Peraturan Perusahaan Asuransi P:
1. Perusahaan Asuransi P tidak pernah salah
2. Jika Perusahaan Asuransi P salah lihat no 1

gitu kesan dari penjelasn agent.
ck ck ck ...........
jadi mikir ikut asuransi.




Jumat, 08-08-2008 15:57:29 oleh: Andreas Susilo

ARTIKEL MEMBOSANKAN PART 2.



Jumat, 08-08-2008 16:03:46 oleh: alajendra

@Andreas Su
Berapa kali anda baca pak kok sampe bosan?




Jumat, 08-08-2008 18:40:10 oleh: Lie Tjie Pouw

lebih membosankan lagi dituduh "anda tidak jujur ketika mengisi SPAJ"



Jumat, 08-08-2008 20:16:54 oleh: Cokro

bosan atau menakutkan?

Takut karena jika calon nasabah menanyakan hal yang sama dalam kolom ini dan anda tidak dapat diberikan jawaban yang tepat?

Lebih menakutkan lagi bagi calon nasabah jika melalui kolom ini menggambarkan apa yang dapat mereka alami dikemudian hari dengan si pembawa majalah dengan potret "BB"

tidak perlu berkomentar bosan jika tidak dapat memberikan jawaban agar meyakinkan calon nasabah yang kemungkinan membaca dan belajar dari WIKIMU.

WIKIMU bisa-bisanya kita...
Bisa belajar dari membaca kolom-kolomnya.
Klarifikasi, apa dikira cuma bisa-bisanya ber-iklan aja? A-ha




Minggu, 10-08-2008 06:29:31 oleh: Lie Tjie Pouw

Hari ini saya membaca artikel menarik di koran KOMPAS di halaman 30, dengan judul “Teliti Sebelum Memilih Asuransi” ditulis oleh Lusiana Indriasari. Pada bagian akhir ada bagian yang menarik, saya kutip:

“Menurut Eddy, cara yang paling mudah untuk memilih perusahaan asuransi yang sehat dan bisa dipercaya adalah dengan melihat rating. Di luar negri, kemampuan keuangan perusahaan asuransi untuk membayar kewajibannya tercermin melalui rating tersebut. Beberapa lembaga rating independen memberikan penilaiannya berdasarkan laporan keuangan perusahaan.
Namun sayangnya, di Indonesia belum ada lembaga yang membuat rating perusahaan asuransi seperti di luar negri. Di Indonesia, rating biasanya hanya dibuat oleh majalah-majalah ekonomi.
Kata Eddy, rating versi majalah ekonomi itu tidak mencerminkan kondisi perusahaan asuransi secara menyeluruh. Faktor yang dinilai untuk membuat rating itu hanyalah melihat besarnya premi yang disetor ke perusahaan asuransi atau laba yang dihasilkan.”

Ya jelas aja menjadi yang the best of the best of the best of the best sekian tahun berturut-turut menurut majalah X Y Z, kalau penilaiannya cuma berdasarkan laba yang dihasilkan, logikanya kalau lebih banyak klaim yang ditolak, otomatis labanya juga akan lebih banyak kan?

salam sejahtera, semoga tetap menjadi yang the best of the best of the best of the best of the best ........ sepanjang masa.




Senin, 11-08-2008 15:58:57 oleh: anti prudential

Bp. Tjie,
Salut buat anda...
memang dulu waktu saya mau beli asuransi, saya bandingkan beberapa PA, salah satu nya Prudensial,
dan terlihat bahwa prudential sangat tidak transparan dalam pengelolaan biaya.
untung saya tidak ambil pruden-sial... bisa-bisa saya sial terus...

Terima kasih untuk informasinya.

AP




Senin, 11-08-2008 18:13:40 oleh: Lie Tjie Pouw

@anti prudential,

sama-sama pak.




Senin, 11-08-2008 21:12:48 oleh: Cokro

ada yang sayang terlewatkan dari kolom tetangga.

apa kemungkinan yang menyebabkan saudara lie tjie pouw ditimpa malang di kala musibah

=================================================
http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=1552

Jumat, 25-07-2008 18:34:35 oleh: yusnidar

saya sudah menjalani ujian fast tard di Prudential, bagaimana saya bisa mengetahui kalo saya lulus ujian tersebut dan masa aktif menjadi agen apakah bisa ditentukan sendiri karena saya pernah dengar apabila selama 3bulan tidak menghasilkan 1 nasabah maka akan dicut. apakah selama prospek/memasarkan produk dibantu oleh leader.

---------------

Selasa, 29-07-2008 09:47:59 oleh: Hotma Samosir
TO: Yusnidar
Sebaiknya meningkatkan komunikasi anda dengan Leader dan Agency anda karena pertanyaan tersebut semua dapat mereka jawab dengan baik.
=================================================

buat saudara Yusnidar
Doa Cokro bersamamu.
jangan diomongi disini, itu arti kongkrit jawaban tersebut.




Rabu, 13-08-2008 04:26:46 oleh: Lie Tjie Pouw

jualan polis koq pake deadline segala, 3 bulan harus 1 nasabah, lalu berikutnya harus 12 dalam 6 bulan. ya ngga heran kalau banyak agent yang ingin mempercepat closing, harus ngejar setoran kaya supir angkot, soalnya kalau tidak memenuhi target konon bisa ditendang. lalu kalau ada nasabah dari agen "yang ngejar setoran" di kemudian hari, klaimnya ditolak, yang konon disinyalir karena "ketidak profesionalan dari agentnya karena cuma ingin mempercepat closing", yang salah siapa?

oh yaaaaaa, 100% NASABAHNYA donk, siapa lagi? gimana sih? pasti itu nasabahnya tidak jujur ketika mengisi SPAJ! ngga mungkin perusahaan asuransinya yang the best of the best of the best sekian tahun berturur-turut menurut majalah X Y Z itu salah, tidak mungkin, tidak mungkin, yang pasti salah NASABAHNYA 100%, tidak bisa tidak, harus NASABAHNYA yang salah, titik.

nah lu!




Rabu, 13-08-2008 06:28:49 oleh: Cokro

Awalnya para secret service "P" ketakutan akan "1 in three".

Akibatnya mau apapun isi SPAJ, emang gue pikirin.

"3 Lo" :
Lo yang isi
Lo yang bakal rugi
Lo ini yang punya duit




Rabu, 13-08-2008 06:42:13 oleh: Lie Tjie Pouw

satu lagi "J-Lo":
J angan LO salahin perusahaan asuransinya kalau klaim LO di tolak, salahin diri LO sendiri kenapa ngisi spaJ ngga JuJur.

nah J-Lo...




Rabu, 13-08-2008 10:11:17 oleh: heri

to : Bp. Lie Tjie Pouw
saran sy :
1. sebelum menjadi nasabah prudential tanya dulu kepada agent apa sudah ikut ujian aaji?

2. mungkin masalah anda karena ada kesalahan misscomunication antara anda dengan agent anda.

3. Di dunia ini ga ada yg sempurna termasuk anda, betul kan ?

4. Masuk asuransi mengerikan kata sebagian org akan tetapi lebih sangat mengerikan bila anda tidak / blum masuk asuransi.

5. Pernah gak terpikir bagaimana org2 yg anda cintai masa depannya jika anda terkena musibah?

6. Jika anda punya mobil atau rumah pasti anda akan asuransi tetapi anda sendiri tidak mengansuransikan diri sendiri yg bisa menghasilkan mobil dan rumah tersebut, bisa disebut apakah anda???




Rabu, 13-08-2008 15:02:10 oleh: Lie Tjie Pouw

@Heri,
saran saya:
baca dulu tulisan saya diatas, baru kasih komentar.

tapi berhubung anda sudah susah payah menulis disini, saya akan tanggapi.

"1. sebelum menjadi nasabah prudential tanya dulu kepada agent apa sudah ikut ujian aaji?"

tanya:
memang apa bedanya antara agen yang sudah lulus aaji dan yang belum untuk kasus saya ini?

"2. mungkin masalah anda karena ada kesalahan misscomunication antara anda dengan agent anda."

komentar:
sekali lagi baca dulu artikel saya diatas.

"3. Di dunia ini ga ada yg sempurna termasuk anda, betul kan?"

komentar:
sangat setuju, tapi aksi penipuan tidak termasuk pada ketidaksempurnaan.

"4. Masuk asuransi mengerikan kata sebagian org akan tetapi lebih sangat mengerikan bila anda tidak / blum masuk asuransi."

komentar:
ada yang paling mengerikan, sudah masuk asuransi, bayar premi tiap bulan, tapi ketika nasabah kena musibah perusahaan asuransinya tidak mau nanggung.

"5. Pernah gak terpikir bagaimana org2 yg anda cintai masa depannya jika anda terkena musibah?"

komentar:
pernah, maka dari itu saya masuk prudential, tapi apa lacur prudentialnya memble?

"6. Jika anda punya mobil atau rumah pasti anda akan asuransi tetapi anda sendiri tidak mengansuransikan diri sendiri yg bisa menghasilkan mobil dan rumah tersebut, bisa disebut apakah anda???"

komentar:
ada dua kemungkinan jawaban:
1. kalau perusahaan asuransinya benar2 berniat menjalankan bisnisnya dengan baik dan jujur, saya akan disebut GOBLOK.
2. kalau perusahaan asuransinya brengsek, saya akan dibilang PINTAR.

nah termasuk manakah perusahaan asuransi Prudential? bisa anda jawab pak Heri?

salam
Tjie pouw




Rabu, 13-08-2008 17:43:12 oleh: Tony

saya agen asuransi Pru

*memang apa bedanya antara agen yang sudah lulus aaji dan yang belum untuk kasus saya ini?

Bedanya yang ikut AAJI sih biasanya udah ikut prosedur (setidaknya), biarpun ga menjamin tapi udah mendingan, setidaknya dia ada niat untuk long term di asuransi,dan gak akan asal ngomong.

*sekali lagi baca dulu artikel saya diatas.
oke

*sangat setuju, tapi aksi penipuan tidak termasuk pada ketidaksempurnaan.
Sebenernya bukan penipuan sih, cuma kesalahpahaman. Pada dasarnya perusahaan asuransi memiliki PROVISI, yang tujuannya untuk melindungi perusahaan dari penipuan asuransi oleh nasabah. Meskipun saya yaakin anda tidak berniat menipu. Menurut saya anda memang kurang beruntung karena memiliki penyakit bawaan yang tidak diketahui dari sebelumnya.

*ada yang paling mengerikan, sudah masuk asuransi, bayar premi tiap bulan, tapi ketika nasabah kena musibah perusahaan asuransinya tidak mau nanggung.

Sebetulnya sih sangat disayangkan kalau anda jadi trauma asuransi karena hal ini. Bisa dibilang masalah anda tidak bisa membuat keuangan anda bermasalah. Saran saya bisa dicoba jika sekarang (maaf) Sdr. Lie meninggal dunia, saya yakin anda akan digantikan, begitu juga dengan serangan jantung dan sebagainya. Silahkan coba minum broklat lalu klaim rawat inap sakit perut. Memang saja penyakit sdr kan sudah ada dari dulunya, namun memang tidak ketahuan saja dari awal. Dan juga ada kesalahan di pengisian SPAJ oleh agen, dan tanda tangan di SPAJ adalah menyatakan informasi tersebut benar adanya dan jujur. Kalau sudah di TTD tanpa mengecek ulang isinya sih sayang juga.

*nah termasuk manakah perusahaan asuransi Prudential? bisa anda jawab pak Heri?
Prudential sudah menyelamatkan masa depan ribuan keluarga, atau jutaan jika dihitung seluruh dunia, sejak jaman perang dunia pun sudah ada. Secara logis, tidak ada untungnya menipu sdr, karena klaim total yg dibayar 2007 adalah 253 milyar, dan klaim anda sama tidak ada artinya dibanding itu.

bers




Rabu, 13-08-2008 18:01:17 oleh: kino

@Bapak Tony
brarti klo ada kasus menimpah nasabah lain seperti yg dialami Pak Lie, hal itu tidak ada artinya,karena
yang bermasalah hanyalah satu dari sekian banyak nasabah Prudent. mungkin begitu maksud bapak Tony?

klo begitu, saya yakin bapak bukan agen yg sdh lulus AAJI (seperti yg bapak sebutkan diatas), karena bapak hanya asal ngomong.
brarti selama ini agen2 prudent kyk bapak ya, selalu menganggap daripada nila setitik,msh ada susu sebelanga.ckckckck.naif sekali pikiran bapak




Rabu, 13-08-2008 19:00:37 oleh: Lie Tjie Pouw

@Pak Tony

"Bedanya yang ikut AAJI sih biasanya udah ikut prosedur (setidaknya), biarpun ga menjamin tapi udah mendingan, setidaknya dia ada niat untuk long term di asuransi,dan gak akan asal ngomong."

komentar:
tapi tetap tidak menjamin kan??? bisa aja kebetulan agennya lagi "kalap" pengen buru-buru jalan-jalan ke inggris, atau udah kepepet karena harus memenuhi quota, misalnya jadi cepet2 aja closing, biarpun konon udah lulus AAJI. Jadi sekali lagi, apa bedanya antara agen yang sudah lulus aaji dan yang belum untuk kasus saya ini?.

"Sebenernya bukan penipuan sih, cuma kesalahpahaman. Pada dasarnya perusahaan asuransi memiliki PROVISI, yang tujuannya untuk melindungi perusahaan dari penipuan asuransi oleh nasabah. Meskipun saya yaakin anda tidak berniat menipu. Menurut saya anda memang kurang beruntung karena memiliki penyakit bawaan yang tidak diketahui dari sebelumnya."

komentar:
nah ini yang sudah sering saya tanyakan kepada agen-agen prudential, kalau ada kesalahpahaman, siapa yang harus menanggung kerugiannya? konon ada yang menjawab 100% NASABAH yang harus menanggung kerugiannya, apa pendapat anda pak Tony?
Beruntung sekali perusahaan asuransi memiliki PROVISI yang tujuannya untuk melindungi perusahaan asuransi dari penipuan asuransi oleh nasabah, tapi apa yang melindungi NASABAH dari usaha PENIPUAN oleh PERUSAHAAN ASURANSI? tidak ada?, kasian ya nasabah Prudential?

--Bersambung--




Rabu, 13-08-2008 19:02:20 oleh: Lie Tjie Pouw

--lanjutan--

ya saya memang kurang beruntung, tapi bukan karena punya penyakit bawaan yang tidak diketahui loh, saya pakai kacamata waktu pengisian SPAJ, lalu agen saya melihat saya pakai kacamata, mestinya si agen tahu donk kalau saya punya rabun jauh? masa ngga tahu sih? kelewatan banget deh kalau agen itu ngga tahu, atau ngga "ngeh" saya pakai kacamata, kalau yang seperti ini aja tidak "ngeh" gimana mungkin agen seperti itu diharapkan bisa lulus AAJI? bagaimana mungkin Prudential bisa merekrut dan meluluskan agen dengan kualitas seperti itu? apa memang ada standard kualifikasi untuk agen prudential? atau cuma asal comot aja? toh kalau agen melakukan kesalahan, tinggal lempar kesalahannya ke nasabah saja, beres, betul begitu?

"Sebetulnya sih sangat disayangkan kalau anda jadi trauma asuransi karena hal ini. Bisa dibilang masalah anda tidak bisa membuat keuangan anda bermasalah. Saran saya bisa dicoba jika sekarang (maaf) Sdr. Lie meninggal dunia, saya yakin anda akan digantikan, begitu juga dengan serangan jantung dan sebagainya. Silahkan coba minum broklat lalu klaim rawat inap sakit perut. Memang saja penyakit sdr kan sudah ada dari dulunya, namun memang tidak ketahuan saja dari awal. Dan juga ada kesalahan di pengisian SPAJ oleh agen, dan tanda tangan di SPAJ adalah menyatakan informasi tersebut benar adanya dan jujur. Kalau sudah di TTD tanpa mengecek ulang isinya sih sayang juga."

--bersambung--




Rabu, 13-08-2008 19:03:32 oleh: Lie Tjie Pouw

--lanjutan--

komentar:
saya harus mengalami musibah seperti apalagi supaya saya tidak "disayangkan" menjadi trauma asuransi? setelah saya mendapat penjelasan alasan penolakan klaim saya tersebut, saya tidak yakin lagi klaim-klaim saya dimasa depan akan dibayar, karena seperti yang sudah pernah saya tulis, penjelasan yang diberikan oleh prudential TIDAK TERTERA HITAM DIATAS PUTIH DIPOLIS SAYA, bisa saja dimasa depan akan muncul "penjelasan-penjelasan" yang ngga tahu nongol dari mana, pokoknya tiba-tiba saja nongol khusus untuk menolak klaim saya, yang bisa tahu ini cuma customer care prudential dan Tuhan saja.
saya menandatangani SPAJ karena memang sudah benar isinya loh, anda tahu darimana kalau SPAJ saya tidak benar isinya? oh ya, maksud anda ini kasus "J-Lo" lagi kan?

"Prudential sudah menyelamatkan masa depan ribuan keluarga, atau jutaan jika dihitung seluruh dunia, sejak jaman perang dunia pun sudah ada. Secara logis, tidak ada untungnya menipu sdr, karena klaim total yg dibayar 2007 adalah 253 milyar, dan klaim anda sama tidak ada artinya dibanding itu."

komentar:
Lalu ada berapa banyak keluarga yang dikecewakan oleh Prudential diseluruh dunia? lebih banyak atau lebih sedikit dari yang sudah diselamatkan? apakah ada orang dari Prudential yang mau meluangkan waktu untuk melakukan survey untuk itu? tidak ada? kenapa? karena prudential sudah merasa perusahaan asuransi yang the best of the best of the best? sudah merasa sempurna?
menurut anda tidak ada untungnya menipu saya? kalau cuma saya sendiri, mungkin, tapi bayangkan kalau banyak yang seperti saya, ada kemungkinan akan cukup menguntungkan bukan, betul tidak?

--bersambung--




Rabu, 13-08-2008 19:04:43 oleh: Lie Tjie Pouw

--lanjutan--

Pak Tony, sebelum anda memberikan komentar lagi untuk kasus saya ini, saya sarankan untuk membaca artikel-artikel saya di wikimu ini.
kalau anda ingin meligitimasi penolakan klaim saya, anda tidak perlu berteori panjang lebar, kalau anda bisa menjawab pertanyaan saya atas alasan penolakan klaim saya, anda dan saya tidak perlu berpanjang-panjang lebar berdebat di wikimu, tapi sayangnya, bahkan Customer Care Prudential sekalipun tidak mampu menjawab pertanyaan saya perihal penjelasan alasan penolakan klaim saya. apa penjelasan anda tentang hal ini pak Tony?

salam sejahtera
tjie pouw




Rabu, 13-08-2008 19:39:13 oleh: Tony

@kino
Yaaaa bukan soal nila setitik tapi penolakan klaim itu kan emang karena ada masalah.
Kalo ga ada msslah pasti dibayar


@tjie pouw
Terkutuklah agen bapak yg ga teliti, jujur aja nih, agen yg ga tau cara ngisi spaj ada ribuan pak. Sekarang pru udah memperbaiki penyaringan agen tuh. Soal jujur ga jujur emang disini ada mslah ga jujur. Tapi agentnya yg ga jujur, bukan bapak.
Polis bukanya ada tulis ya yg tidak menganti penyakit yg uda ada?
Kalau bapak beneran trauma sama pru gpp pak, msuk perusahaan laen aja, yg penting bapak terproteksi dan kalau mpe kritis atau meninggal yg ditinggalin ga susah, ya gak pak?




Rabu, 13-08-2008 20:07:39 oleh: Cokro

@heri
anda baca dulu dong komentar-komentar yang sudah ada.

AAJI? itu urusan "P" yang "BB".
saya sendiri dari kolom ini baru tahu AAJI.
Mungkin lebih baik para "P" diberi seragam gitu deh. Jangan lupa bawa majalah.

Tulisan gede "AAJI" dan huruf kecil bukan loper majalah.
"P" dong yang meng-asuransi-kan calon nasabahnya dari agentnya sendiri yang tidak dididiknya dan cuma mau diberi "1 in three".
sistem tebang "tak dapat 1 nasabah dalam 3 bulan, you out !".

saya juga belum mengerti, apa AAJI itu bebas dari biaya alias ditanggung si "P".
sapa tau...sapa tau deeh

prinsip saya setelah membaca kolom iklan ataupun kolom derita : "AAJI belum cukup menjamin calon nasabah" untuk tidak mengalami nasib seperti lie tjie pouw.

perangkat AAJI sekilas bagi saya hanya untuk memperkuat proteksi buat perusahaan semata.

buat hidup ini santai.
anda santai membaca apa yang dikolom ini karena yang tertulis adalah kenyataan.

anda boleh berkomentar yang maju tak gentar.
gak dilarang, apalagi saya juga ngerti karena anda agent perlu dibuatkan "patung".

mungkin komentar anda belum se-kacau dikolom lain.

silahkan anda baca.
banyak komentar.
terlebih terdapat komentar yang masih sempat-sempatnya mau memuji diri ("P") dan menjelekkan perusahaan asuransi lain.

jangan sekacau teman kau itu yaa




Rabu, 13-08-2008 23:07:02 oleh: Tony

kan udah ada surat ini ya dari PRU

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/05/26/161820/945325/283/mohon-maaf-atas-penolakan-klaim-prumed-bapak-lie-tjie-pouw

Saya menghimbau:

Kepada Sdr. Pouw
Agar bahwa masalah ini menyangkut adanya kesaklahan di SPAJ dan kesalahan agen.

Namun, saya berharap agar anak anak lain yang membaca jangan sampai tidiak jadi masuk asuransi karena kasus bpk Lie Tjie ini. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Lie Tjie Pow, saya sebenarnya ingin menyampaikan:

Bagi para nasabah yang tidak jadi masuk asuransi karena kasus anda yang sangat populer ini, dan suatu hari saat kena musibah keluarga mereka jadi terlantar, apakah anda tidak takut jadi merasa tidak enak tuh sama mereka?

Pru juga udah kasih tanggapan ya diatas...?


trims. Itu aja




Rabu, 13-08-2008 23:15:50 oleh: Cokro

saya berharap agar anak anak lain yang membaca jangan sampai tidiak jadi masuk asuransi karena kasus bpk Lie Tjie ini.

@anak-anak lain
asuransi perlu dipertimbangkan.
jangan terkecoh "BB" si pembawa majalah.
rupanya om tony takut gara-gara si pru, kemenakan-kemenakannya takut beli asuransi yang lain.




Rabu, 13-08-2008 23:40:42 oleh: tony

maksudnya cok?

intinya jangan sampai ada yg bangga karena berhasil mempengaruhi orang jadi ga masuk asuransi. Kecuali dia mau tanggung jawab sama keluarga orang yg ga jadi masuk itu.

gw uda bilang kalo ga pru beli aja yg lain, mau manu kek, ali kek, bodo amat, yang penting elu terproteksi. Jangan sampe dah masa depan keluarga loe ga terjamin alias suram gara2 nongkrong disini.




Kamis, 14-08-2008 05:23:02 oleh: Lie Tjie Pouw

@Pak Tony

"Namun, saya berharap agar anak anak lain yang membaca jangan sampai tidiak jadi masuk asuransi karena kasus bpk Lie Tjie ini. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Lie Tjie Pow, saya sebenarnya ingin menyampaikan:

Bagi para nasabah yang tidak jadi masuk asuransi karena kasus anda yang sangat populer ini, dan suatu hari saat kena musibah keluarga mereka jadi terlantar, apakah anda tidak takut jadi merasa tidak enak tuh sama mereka?"

tanya:
memang saya menyiratkan disetiap komentar saya untuk tidak masuk asuransi ya? sejauh yang saya ingat tuh ya, inti dari pesan saya adalah:
"asuransi itu penting, tapi jangan sampe terjebak masuk asuransi brengsek."

kalau ada orang yang setelah membaca kasus saya yang sangat populer ini, lalu memutuskan untuk tidak masuk asuransi sama sekali, itu kan keputusan pribadi mereka kan? masa kita harus melarang mereka untuk tidak masuk asuransi sama sekali sih? emang kita ini siapa? lagi pula kalau masalah jaminan keuangan, mungkin mereka yang anti asuransi sama sekali, punya alternative investasi yang lain, misalnya membeli properti atau inventasi di perusahaan yang lebih transparan, kenapa "jaminan" itu selalu harus datang dari perusahaan asuransi?

"kan udah ada surat ini ya dari PRU

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/05/26/161820/945325/283/mohon-maaf-atas-penolakan-klaim-prumed-bapak-lie-tjie-pouw

Saya menghimbau:

Kepada Sdr. Pouw
Agar bahwa masalah ini menyangkut adanya kesaklahan di SPAJ dan kesalahan agen."

--Bersambung--




Kamis, 14-08-2008 05:25:08 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

tanya:
anda sudah baca surat dari Pru tersebut? anda mengerti apa yang ditulis oleh Pru? anda mengerti apa yang ingin saya tanyakan kepada Pru? kalau tidak, silakan anda tanya kepada saya langsung disini, kita diskusikan panjang lebar lagi.

kalau kesimpulannya adalah: "Agar bahwa masalah ini menyangkut adanya kesaklahan di SPAJ dan kesalahan agen.", kesimpulan anda MELESET jauh dari sasaran.

"Terkutuklah agen bapak yg ga teliti, jujur aja nih, agen yg ga tau cara ngisi spaj ada ribuan pak."

tanya:
di posting yang sebelumnya saya bertanya kepada anda, kalau kasusnya seperti ini, siapa yang harus menanggung akibatnya / kerugiannya? bukankah prudential yang merekrut, melatih dan meluluskan agen-agen yang ngga tau cara mengisi SPAJ itu? lalu kalau ada RIBUAN agen yang tidak mampu mengisi SPAJ, seharusnya Prudential bertanggung jawab donk ya, belum mahir mengisi SPAJ koq sudah diizinkan menjual polis, sudah diizinkan mengisi SPAJ, yang pada akhirnya kalau SPAJ nasabah salah isi, langsung nuduh: "si Nasabah tidak jujur mengisi SPAJ" nah lu, "J-Lo" lagi dong ya!

"Sekarang pru udah memperbaiki penyaringan agen tuh. Soal jujur ga jujur emang disini ada mslah ga jujur. Tapi agentnya yg ga jujur, bukan bapak."

tanya:
sudah ada perbaikan, bagus, lalu bagaimana nasib nasabah yang sudah terlanjur direkrut oleh agen yang "ga tau cara ngisi spaj"? terima nasib sial saja? siapa yang mau bertanggung jawab? tidak ada?

"Polis bukanya ada tulis ya yg tidak menganti penyakit yg uda ada?"

komentar:
nah, makanya saya sarankan anda baca artikel-artikel saya dulu tentang masalah ini.

"Kalau bapak beneran trauma sama pru gpp pak, msuk perusahaan laen aja, yg penting bapak terproteksi dan kalau mpe kritis atau meninggal yg ditinggalin ga susah, ya gak pak?"

komentar:
terima kasih, atas anjurannya, memang sudah saya pertimbangkan.

salam
tjie pouw




Kamis, 14-08-2008 06:45:36 oleh: Cokro

@tony
asuransi itu penting.
saya setuju dengan anjuran anda.
yang membaca kolom ini pasti tahu, apa yang terbaik untuk diri dan keluarganya.

terima kasih untuk anda telah meyakinkan saya anda bukan salah-satu dari "P".

percaya deh, saya tidak pernah menganjurkan orang-orang untuk tidak membeli asuransi.
saya juga punya.
cuma saya merasa tak etis menyebutkan nama asuransi yang saya punyai.

saya sangat beruntung tidak bernasib seperti lie tjie pouw.




Kamis, 14-08-2008 09:44:43 oleh: Tony

Pak Cokro

Saya emang agent P kok, tapi saya gak maen maen disini. Dan saya mencintai perusahaan saya karena udah berkali kali ngurusin klaim itu keluar terus. Amin.

Pak Lie

Asuransi disini yang ngerekrut agent yg ga becus ngisi SPAJ itu bukan di PRU aja, tapi semua asuransi, balik lagi pak, nasib anda kurang beruntung. Rekrutment agent asuransi itu gampang banget, pemulung aja bisa jadi agent. Prudential sekarang yg mau jadi agent semua wajib AAJI, juga ikut training awal, dan ada ujiannya juga. Kalau dulu sih nggak.

Tapi maaf nih, kalo perusahaan asuransi lain juga kalau dokter yg kasih keterangan soal resiko RD dateng dari myopi juga ada kemungkinan gak diganti loh. Itu kan dokter nya yang bikin pernyataan gimanaaa gitu. Tapi jujur aja saya gak punya waktu nih baca seluruh perdebatan diatas.




Kamis, 14-08-2008 10:25:28 oleh: Lie Tjie Pouw

@Pak Tony,

"Asuransi disini yang ngerekrut agent yg ga becus ngisi SPAJ itu bukan di PRU aja, tapi semua asuransi."

komentar:
nah lu, sebelumnya pak Tony bilang kalau ada orang yang baca artikel saya lalu memutuskan untuk tidak ikutan asuransi sama sekali, lalu orang itu terkena musibah, apa saya mau bertanggung jawab?

sekarang saya balikin ke anda ya pak Tony, kalau ada orang yang ikutan asuransi, setelah baca anjuran pak Tony, lalu sudah ngisi SPAJ dengan jujur, tidak ada maksud menipu perusahaan asuransi sedikitpun, rajin membayar premi, tapi ketika terkena musibah, perusahaan asuransinya tidak mau nanggung, anda mau bertanggung jawab kepada orang tersebut?

karena konon kata pak Tony sendiri, banyak agen-agen yang ngga becus ngisi SPAJ bersliweran di indonesia ini. gimana nih?

lalu pernyataan itu apa baiknya untuk kasus saya? saya harus menerima nasib saja? begitu pak Tony?

"balik lagi pak, nasib anda kurang beruntung."

komentar:
betul, saya kurang beruntung, katena telah memilih masuk Prudential.

"Rekrutment agent asuransi itu gampang banget, pemulung aja bisa jadi agent. Prudential sekarang yg mau jadi agent semua wajib AAJI, juga ikut training awal, dan ada ujiannya juga. Kalau dulu sih nggak."

tanya:
sekali lagi, apa bedanya agen yang lulus AAJI dan belum untuk kasus saya ini?

--bersambung--




Kamis, 14-08-2008 10:30:53 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

"Tapi maaf nih, kalo perusahaan asuransi lain juga kalau dokter yg kasih keterangan soal resiko RD dateng dari myopi juga ada kemungkinan gak diganti loh. Itu kan dokter nya yang bikin pernyataan gimanaaa gitu."

komentar:
oohhh, ngga masalah, selama penjelasannya masuk diakal dan memang sudah tertera HITAM DIATAS PUTIH DIPOLIS SAYA, dan memang sudah sudah dijelaskan SEBELUM saya masuk Prudential, bukan setelah saya 4 TAHUN MENJADI NASABAH PRUDENTIAL!

kebetulan saya itu nasabahnya Prudential, jadi perusahaan asuransi yang lain mau seperti apapun, EGP aja lah ya!!

"Tapi jujur aja saya gak punya waktu nih baca seluruh perdebatan diatas."

saran saya:
kalau anda masih tertarik memberikan komentar, lebih baik membaca dulu, komentar-komentar diatas, supaya lebih nyambung.

salam
tjie pouw




Kamis, 14-08-2008 10:34:46 oleh: Agust

Tjie Pouw, lu orang maen rekayasa terus yasgala cara lu lakuin supaya pru ancur,hebat banget lu ya



Kamis, 14-08-2008 10:41:41 oleh: Lie Tjie Pouw

ya, ternyata memang para komentator baru tidak banyak berbeda dari komentator lama, saya semakin yakin bahwa memang sudah menjadi SOP untuk para agen Prudential dalam menanggapi protes nasabah ketika klaimnya ditolak, untuk menyatakan:

1. Nasabah tidak jujur mengisi SPAJ.
2. Agen yang tidak profesional (ngga becus ngisi SPAJ).

tidak kurang dan tidak lebih, yang penting perusahaan asuransinya tidak salah dan tidak akan pernah salah, memang perusahaan asuransi itu Tuhan ya? tidak pernah bisa salah? udah keblinger tuh!

salam
tjie pouw




Kamis, 14-08-2008 10:58:29 oleh: Tony

*sekarang saya balikin ke anda ya pak Tony, kalau ada orang yang ikutan asuransi, setelah baca anjuran pak Tony, lalu sudah ngisi SPAJ dengan jujur, tidak ada maksud menipu perusahaan asuransi sedikitpun, rajin membayar premi, tapi ketika terkena musibah, perusahaan asuransinya tidak mau nanggung, anda mau bertanggung jawab kepada orang tersebut?

Gak suruh nanggung jawab kok, tapi kan ga enak tuh sama keluarganya. Kalo saya yg jadi agent nya dan itu kesalahan saya waktu ngisi SPAJ kaya kasus bpk Lie, terus terang saya akan bayar. Karena klaim pruMED cuma maksimal 10juta, ga bisa lebih dari itu, yang penting klien yang uda percaya sama saya ga kecewa. Duit cepet balik, kepercayaan susah balik. Yaa itu kalo saya pribadi.

*lalu pernyataan itu apa baiknya untuk kasus saya? saya harus menerima nasib saja? begitu pak Tony?

Ga ada bagusnya untuk bapak, tapi mungkin untuk yang lain supaya lebih waspada.

*Beda agen ikut AAJI sama NGgak:

Gak terlalu beda, kan uda bilang, beda tipis doang, cuma meningkatkan sedikit keedibilitas dia, dan peluang ketipu sama agent itu lebih kecil.

*1. Nasabah tidak jujur mengisi SPAJ.
2. Agen yang tidak profesional (ngga becus ngisi SPAJ).

Betul, tapi nasabah ga jujur itu jarang, yang paling sering salah itu agen.

Perusahaan asuransi didirikan untuk bayar klaim, gak untuk yang lain. Untuk itu soal klaim mengklaim mereka akan selalu benar, tapi soal kesalahan lain sering kok, kaya salah alamat, salah ketik, dll.

*Btw uda coba naik banding belom?





Kamis, 14-08-2008 11:40:14 oleh: Lie Tjie Pouw

"Gak suruh nanggung jawab kok, tapi kan ga enak tuh sama keluarganya. Kalo saya yg jadi agent nya dan itu kesalahan saya waktu ngisi SPAJ kaya kasus bpk Lie, terus terang saya akan bayar. Karena klaim pruMED cuma maksimal 10juta, ga bisa lebih dari itu, yang penting klien yang uda percaya sama saya ga kecewa. Duit cepet balik, kepercayaan susah balik. Yaa itu kalo saya pribadi."

komentar:
ach kenapa harus ngga enak? itu kan keputusan mereka, mereka itu orang2 dewasa, ngga perlu dimomongin lagi. iya sayang sekali anda bukan agen saya ya, kalau ngga saya udah dapet duit dari anda ya pak Tony, hebat!! salut!! oh ya sekali lagi, anda tahu darimana SPAJ saya salah???

"Ga ada bagusnya untuk bapak, tapi mungkin untuk yang lain supaya lebih waspada."

komentar:
ya artinya, terima nasib aja ya pak? prudential ngga perlu bertanggung jawab, ya seperti yang selalu anda bilang "Anda kurang beruntung!"

"Gak terlalu beda, kan uda bilang, beda tipis doang, cuma meningkatkan sedikit keedibilitas dia, dan peluang ketipu sama agent itu lebih kecil."

komentar:
kalo gitu ngga relevan dijadikan bahan diskusi.

"Betul, tapi nasabah ga jujur itu jarang, yang paling sering salah itu agen."

komentar:
yang saya perlukan jawaban dari pertanyaan ini:
"kalau agen yang salah siapa yang harus menanggung kerugiannya?"

"Perusahaan asuransi didirikan untuk bayar klaim"

komentar:
baru tahu!

"Untuk itu soal klaim mengklaim mereka akan selalu benar"

komentar:
tidak sesuai dengan kenyataan! selalu benar? bisa dibuktikan?

"Btw uda coba naik banding belom?"

tanya:
naik banding kemana?

salam
tjie pouw




Kamis, 14-08-2008 11:58:43 oleh: Lie Tjie Pouw

@Agust,

"Tjie Pouw, lu orang maen rekayasa terus yasgala cara lu lakuin supaya pru ancur,hebat banget lu ya"

Emang saya hebat koq! :)

salam
tjie pouw




Kamis, 14-08-2008 12:20:44 oleh: Tony

di surat dari pru yg terbit di detik itu kan mereka menawarkan naik banding untuk peninjauan ulang klaim.

Soal saya yang akan bayar klaim nya, pasti pak, daripada nasabah kecewa, tau kan? komisi nya aja uda cukup kok pak buat bayarin klaim itu.

SPAJ salah katanya yg soal mata minus kaga ditulis itu khan?

Soal agen beda AAJI sama nggak bukan sy kok yg bawa2 diskusi.

Kalau agen yang salah yang menanggung kerugian:
1. Nasabah (seperti anda, yg 'kurang beruntung' ;)
2. Agen->kehilangan kepercayaan, ini JELAS!
3. Perusahaan -> Nama baik, ya kaya kasus disini

Kalo




Kamis, 14-08-2008 14:30:56 oleh: Lie Tjie Pouw

@Pak Tony

"Soal saya yang akan bayar klaim nya, pasti pak, daripada nasabah kecewa, tau kan? komisi nya aja uda cukup kok pak buat bayarin klaim itu."

tanya:
itu kan kalau anda yang menjadi agennya, kalau agen yang lain bagaimana? apa saya bisa minta agen saya yang bayarin klaimnya? apa dasar hukumnya?

"SPAJ salah katanya yg soal mata minus kaga ditulis itu khan?"

tanya:
di SPAJ saya tidak ada pertanyaan mengenai mata minus, gimana tuh penjelasannya?





Kamis, 14-08-2008 17:58:38 oleh: Lie Tjie Pouw

Kalau agen yang salah yang menanggung kerugian:
1. Nasabah (seperti anda, yg 'kurang beruntung' ;)

komentar:
'Kurang beruntung' = sial, koq ikut asuransi seperti masang lotere ya? kalau beruntung klaim dibayar, kalau 'kurang beruntung' = sial, klaim ditolak. enak sekali punya perusahaan asuransi ya?

2. Agen->kehilangan kepercayaan, ini JELAS!

komentar:
tidak ada gunanya buat nasabah yang 'kurang beruntung'.

3. Perusahaan -> Nama baik, ya kaya kasus disini

komentar:
keliatannya apapun yang terjadi nama baik perusahaan asuransi tersebut tidak akan jatuh, karena kalau betul alasan penolakan klaim tersebut tidak masuk diakal, bilang aja nasabahnya tidak jujur, agennya tidak profesional, nasabahnya 'kurang beruntung', agennya tidak becus ngisi SPAJ, nasabahnya tidak teliti, dsb... dsb... pernah ada yang bilang perusahaan asuransinya yang brengsek? ada sih, tapi bukan dari kubunya Prudential.

apapun jawabannya tetap saja nasabahnya yang 'kurang beruntung' itu yang menanggung kerugian, lalu konon katanya ikut asuransi itu supaya bisa tertolong kalau kena musibah, tapi pas kebetulan lagi 'kurang beruntung' bisa tambah 'kurang beruntung' (sial) tuh daripada tidak ikut asuransi.
gimana ya jadinya? padahal udah diwanti-wanti, kalau ada orang yang jadi ngga mau ikut asuransi gara2 baca artikel-artikel populer ini, bisa merasa ngga enak kalau orang itu nanti kena musibah tanpa asuransi, tapi kalau ikut asuransi kena musibah lalu alih-alih asuransinya membayar klaim, malah dituduh tidak jujur, apa tidak lebih enak lagi perasaannya? udah jatuh tertimpa tangga pula!




Kamis, 14-08-2008 20:27:38 oleh: Cokro

@tony
wah saya salah ya. ternyata anda "P".
anda tidak ada waktu untuk berdebat?
saya tidak mau melakukan debat dengan anda.
saya hanya berkomentar.
selama wikimu masih bisa saya akses, mengapa tidak?
apa yang ada dikolom lain itu namanya ber-iklan pak.
itu bukan komentar.
apa saya awalnya berkomentar "wuih iklan nih yee" di kolom aloysius weha?.

tidak bung. baca deh.

sekian yaa pak tony.
saya rasa memang waktu anda lebih baik digunakan untuk prospek.

salam.




Kamis, 14-08-2008 21:05:14 oleh: Budiman

Cape dee.............
Ini sudah tidak konstruktif dan cuma berisi BSH,barisan sakit hati.
LTP, anda tidak mungkin salah 100% dan juga tidak mungkin benar 100%.
Begitu juga dengan Prudential, agent mereka tidak mungkin 100% benar dan tidak mungkin 100% salah.

Tidak dengan apa yang anda lakukan berarti Prudential akan kehilangan nasabah.
Tidak semua asuransi beroperasi dengan baik , itu juga benar karena lagi2 tidak semua hal 100% salah dan sebaliknya.

Bagaimana kalau Anda (LTP) lebih ikhlas dan mudah2an ada jalan baik buat Anda.




Kamis, 14-08-2008 21:49:44 oleh: Cokro

"P" kehilangan nasabah?
kasihan banget?!
gaklah
jangan pesimistis
ini masih sesuai judul "Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance".

@Tjie Pouw
maap, ikhlas gak ikhlas..ikhlas gak ikhlas.
gak ngaruh kan?
cuma bertanya yaa.
lo yang punya duit ini yang bayar preminya.




Jumat, 15-08-2008 06:17:02 oleh: Lie Tjie Pouw

@Budiman,

ini sih bukan masalah benar atau salah, ini masalah hak dan kewajiban.

saya juga tidak yakin Prudential akan kehilangan nasabah cuma gara-gara artikel ini, tapi paling tidak kalau ada orang bisa membaca artikel ini bisa membuat orang tersebut lebih waspada kalau ingin ikut Prudential.

"Tidak semua asuransi beroperasi dengan baik,"

komentar:
setuju sekali, tapi kalau perusahaan asuransi melakukan kesalahan, bisa bertanggung jawab donk ya, tidak cuma sekedar minta maaf atau malah melempar tanggung jawab ke orang lain.




Jumat, 15-08-2008 11:19:23 oleh: Budiman

ya monggo sana,
sakit hati tidak menyelesaikan masalah.
saya hanya menyampaikan kok.gak mau dengar ya udah.
EGP




Jumat, 15-08-2008 17:51:42 oleh: Lie Tjie Pouw

@Budiman,

terima kasih atas sarannya pak Budiman, saya mendengarkan koq saran anda, makanya saya respon komentar anda ya pak, kalau saya ngga mau dengar saran bapak, saya tidak akan respon sama sekali.
ngga usah sewot lah pak Budiman, saya ngga minta bapak Budiman yang budiman mikirin masalah saya koq.

tapi terima kasih buat usahanya.
tjie pouw




Selasa, 19-08-2008 04:34:00 oleh: Indrano

Salam kenal,

Saya salut dengan artikel Pak Lie yang kedua ini, karena berhasil menyimpulkan hasil diskusi atas tanggapan dari artikel yang pertama dengan cukup apik. Poin-poinnya juga tersusun rapi dan sistematis dari poin 1 s/d 5. Sangat berharga untuk dijadikan bahan referensi.

Tapi begitu dimulai dengan saya melihat komentar berikut:

"Ya jelas aja menjadi yang the best of the best of the best of the best sekian tahun berturut-turut menurut majalah X Y Z, kalau penilaiannya cuma berdasarkan laba yang dihasilkan, logikanya kalau lebih banyak klaim yang ditolak, otomatis labanya juga akan lebih banyak kan?"

..rasanya sangat disayangkan ya pak harus tertulis oleh individu sekelas bapak (sy ikuti lho tulisan2 bpk dari pertama) yang awalnya begitu gamblang memaparkan fakta-fakta guna mendasari tujuan sebenarnya bapak menulis artikel ini.

justru dengan LOGIKA, saya berpikir: mana ada sih perusahaan asuransi manapun yang punya cara mendulang laba denga SENGAJA menolak klaim pak?

Ayo dong pak. tetap semangat utk di jalur dan niat pertama bapak tulis artikel ini. asik lho ngeliatnya waktu masih dengan kata2 yang tertata apik berisikan fakta dan tidak berniat menyerang siapa-siapa ('Komplain' dg 'Menyerang' beda kan pak ya?). Jangan kebawa sama komentar-komentar sinis (baik yang mendukung ato berlawanan) dong pak. Saya dukung Bapak!!





Selasa, 19-08-2008 05:59:28 oleh: Lie Tjie Pouw

@Indrano

"justru dengan LOGIKA, saya berpikir: mana ada sih perusahaan asuransi manapun yang punya cara mendulang laba denga SENGAJA menolak klaim pak?"

tapi yang jelas dengan menolak klaim perusahaan asuransi tidak "merugi" (tidak harus keluar duit) kan? masalah sengaja atau tidak sengaja, bisa kita cermati/pelajari dari klausal-klausal yang tertera hitam diatas putih di polis dan penjelasan-penjelasan yang tidak tertera didalam polis.

salam
tjie pouw




Selasa, 19-08-2008 08:46:37 oleh: CALON NASABAH

Sebenarnya setau saya semua agen itu, sebelum masuk ada training terlebih dahulu kemudian ada ujiannya (bukan aaji, tapi internal dari PA-nya), Agen Asuransi manapun baik itu Prudential, Allianz, atau yang lainnya bisa melakukan kesalahan yang sama, kebetulan bapak ikut di Prudential.
Hal ke-1 yang wajib bp tanya adalah: HAK DAN KEWAJIBAN KITA, 2. HAL2 YG MEMBUAT KLAIM KITA DITOLAK 3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI ASURANSI YANG KITA BELI 4. TANYAKAN KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN SETIAP MANFAAT TAMBAHAN (RIDERS) YANG KITA BELI 5. JIKA TERNYATA ISI POLIS TIDAK SESUAI DGN HARAPAN BAPAK, TOLAKLAH! PA MEMBERI KITA WAKTU 14 HARI PENOLAKAN POLIS JAMINAN UANG KEMBALI 100% 6. JIKA AGEN TIDAK MAMPU MENJELASKAN POINT2 YANG KITA TANYA TERSEBUT, SARAN SAYA CARILAH AGEN LAINNYA
SALAM..




Selasa, 19-08-2008 13:24:02 oleh: ade

salam kenal,

saya merasa kasian kepada bpk lie yang mengaku klaimnya ditolak oleh prudential.

daripada bapak hanya bersuara lewat wikimu, mengapa tidak diselesaikan secara legal, sehingga kelihatan siapa yang benar dan siapa yang salah

kalau memang bapak benar benar mangalami sakit dan benar benar ditolak klaimnya oleh prudential, mengapa tidak diselesaikan lewat BMAI, yang adalah lembaga yang sah yang bertugas untuk menyelesaikan perselisihan antara nasabah dan perusahaan asuransi

yang saya lihat adalah bapak takut untuk membawa masalah ini ke BMAI karena akan terungkap hal yang sebenarnya






Selasa, 19-08-2008 19:29:51 oleh: Lie Tjie Pouw

Dari komentar pak Calon Nasabah, bisa diambil kesimpulan bahwa, menjadi nasabah Prudential itu sedikit banyak mempunyai resiko, resiko mendapatkan perjanjian yang tidak seperti yang nasabah harapkan. Loh, bagaimana kalau pada waktu penawaran oleh agent Prudential tersebut si calon nasabah itu sudah merasa cocok dengan produk tersebut, lalu bagaimana bisa polis yang diterbitkan Prudential bisa tidak sesuai dengan yang diharapkan? apakah ada permainan antara agent dan PA nya? jadi PAnya bilang: "Eh kalian, agent-agent, bilang aja gini - gitu, pokoke kasih janji2 surga, ntar kalo polis udah terbit, toh nasabahnya mau ngga mau harus terima", atau kalau kenyataannya tidak seperti itu (jangan deh seperti itu) bagaimana Prudential bisa yakin kalau agent-agent nya tidak mengumbar janji yang tidak bisa dipertanggung jawabkan didalam polis? apakah Prudential tersebut memang peduli dengan hal ini? kelihatannya ngga ya? yang penting pokoke premi-premi-premi sebanyak mungkin!!!

Padahal, seperti yang selalu digembar-gemborkan para agent di wikimu ini, bahwa PA itu didirikan untuk menolong nasabahnya loh! bahkan ada yang berpendapat PA itu didirikan untuk MEMBAYAR KLAIM! siapa yang bisa tahan kalau mendapatkan promosi produk seperti itu! lalu kenyataannya selalu seperti itu?




Selasa, 19-08-2008 19:33:28 oleh: Lie Tjie Pouw

@Pak Ade

sudah saya ajukan ke BMAI pak, pada tanggal 01/07/2008, tapi sampe hari ini belum ada kabar dari BMAI pak, saya telpon berkali-kali ingin bicara dengan yang mengurus kasus saya, selalu tidak ada ditempat orangnya, kenapa ya? pak Ade bisa bantu? siapa yang bisa saya hubungi di BMAI untuk menanyakan kasus saya ini? beneran kalu pak Ade bisa nolong, saya akan berterima kasih sekali.

salam kenal juga
tjie pouw




Selasa, 19-08-2008 20:00:21 oleh: Cokro

@Ade
saya buatkan link buat anda.
mungkin anda menghindari myopia ataupun juga telah menderitanya.

http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=1552
Selasa, 15-07-2008 17:37:54 oleh: Hotma Samosir

jadi pak/ibu ade, saya yang membaca kolom ini sudah paham.

Ringkasan deh buat ade dari 3 kolom yang ada
1. Nasabah tidak jujur
atau
2. Agent yang tidak profesional
atau
3. Dokter yang tidak profesional/mal praktek
atau
4. silahkan ke BMAI

udah ah.
dah paham.
mau apalagi??




Selasa, 19-08-2008 21:36:37 oleh: Dodi

LTP dan COKRO, kerja sama anda harmonis sekali. Cuma di wikimu Anda bisa terapkan "bisa-bisanya kita".
Maksudnya apa? Bosen tahu. energi negatif tersebar di situs ini.




Selasa, 19-08-2008 22:14:45 oleh: Cokro

@dodi
LTP dan COKRO, kerja sama anda harmonis sekali.

maaf saya tidak dalam hal kerjasama.
harmonis sekali? saya gak ngerti maksud anda
saya hanya mengenal lie tjie pouw lewat kolom ini.



Cuma di wikimu Anda bisa terapkan "bisa-bisanya kita"

apa dodi tidak bisa baca pojok kiri paling atas layar? ada tertulis "Wikimu"
berwarna merah pada "W" dan selebihnya berwarna-biru termasuk kalimat "bisa-bisanya kita...".

emang cuma "wikimu yang bisa-bisanya kita..."
atau apa ada yang lain pake "bisa-bisanya kita..."?
Hah?!? ada yang pake slogan yang sama?



Maksudnya apa? Bosen tahu. energi negatif tersebar di situs ini.

hebat, anda termasuk sensitif dan punya indera yang hebat.
saya juga sebenarnya bosen baca kolom ini.
tanggapan anda dan sekalian "P" yang bermajalah "BB" sama dan itu saja berulang-ulang.
gak ada yang baru.
coba deh pada gak usah berkomentar lagi.
baca saja.
kalau anda cuma membaca, sayapun pasti tidak bolak-balik ke kolom ini.
percaya deh.
hati-hati energi negatif





Rabu, 20-08-2008 05:50:37 oleh: Lie Tjie Pouw

@Dodi,

"Bosen tahu"

komentar:
kalau bosen, koq masiihhh aja buka-buka kolom ini, aneh ... maunya pak Dodi itu apa sih?

salam
tjie pouw




Rabu, 27-08-2008 10:14:41 oleh: Deny

pak Lie.... DEWASA PAK..

DEWASA LA...

kayaknya saya harus tulis lagi perkiraan saya di kolom ini.

atau ngomong2 bapak AGEN ASURANSI MANA? ATAU PIHAK PENCARI KEUNTUNGAN DR PERUSAHAAN2 ASURANSI LAIN? TEMAN2 PENBACA JGN LUPA PERISTIWA WAKTU MANULIFE DAN PRUDENTIAL DI PAILITKAN, DAN SAAT INI KURATOR DAN TMN2NYA BERKOALISI MENCARI KEUNTUNGAN DR SELA2 HUKUM KEPAILITAN KITA. SO HATI2 DALAM MENILAI SEBUAH MASALAH.. SEPERTI BPK LIE BILANG --- DI INDONESIA TDK ADA YG TDAK MUNGKIN.

KOK KAYAKNYA BAPAK LIE INI PUNYA BANYAK SEKALI WAKTU UNTUK TERUS BERKONFRONTASI DI MILIS / FORUM INI?


BAPAK/IBU PEMBACA YANG CERDAS DAN BUDIMAN.. SARAN SAYA HATI2 LAH DALAM MENILAI SESUATU PERKARA...

MENURUT PENDAPAT SAYA :
1. APA YG DIBICARAKAN LIE SAYA JAMIN TDK SEMUANYA TULUS DAN APA ADANYA.
ATAU
2. BAPAK LIE DAN 'TEMAN2NYA DI ATAS' MEMANG KERJANYA YA INILAH... MENGKONFRONTASI SEBUAH PERUSAHAAN ASURANSI YG SEDANG BOOMING (SAAT INI PT.PRUDENTIAL)DGN HARAPAN DAPAT 'SEDIKIT SOGOKAN' SUPAYA DIAM.
ATAU
3. BAPAK LIE AGEN ASURANSI KOMPITITOR?

KRN APA YG BAPK LIE BICARAAKAN SANGAT BERLEBIHAN DALAM MENJELEK2KAN SEBUAH PERUSAHAAN ASURANSI (MIRIP ANAK SAYA KALO LAGI BERANTEM MA TEMANNYA)

PAK DEWASA LAAA.
ATAU BELUM DEWASA?

SARAN SAYA :
HATI2 TERHADAP INFOMARSI YANG BERSIFAT TERLALU MEMOJOKAN, ATAU MENJELEKKAN ATAU TERLALU POSITIVE SEKALIPUN. LIHAT BUKTI JGN HANYA OMONG KOSONG SEPERTI BPK. LIE INI? BUKAN BEGITU PAK?

DI AWAL2 BPK BILANG IKLAS... TAPI TERUS BERKONFRONTASI TIADA HABISNYA..

PAK... SADARRRRR... DEWASA LAH.. ATAU BUTUH SEKOLAH ETIKA LAGI? OMONG2 BAPAK UMUR BERAPA?
DAH DEWASA BLOM? SEKOLAH GA?

MAAF KALO MENYINGGUNG PAK..
KRN APA YG BPK CERITAKAN DI SINI JUSTRU MEMBUAT KITA2 CURIGA SAMA BPK LIE SENDIRI.

DIAWAL2 BPK BILANG IKLAH YA SUDAH LA PAK...

IKLASKAN SAJA DAN MAAFKAN DAN LUPAKAN..

BERILAH KOMENTAR YG SEWAJARNYA SAJA,KALO MEMANG BENAR KEJADIAN ITU, AMBIL SIMPATI DARI SETIAP YANG BACA. BUKAN MALAH MEMBUAT MALU DIRI SENDIRI PAK.
SEMOGA SET




Rabu, 27-08-2008 13:23:29 oleh: Deny

SEMOGA SETELAH INI BAPK BISA DIAM YA PAK... AMIN AMIN AMIN...



Rabu, 27-08-2008 18:12:48 oleh: Lie Tjie Pouw

@Deny,

waduh maaf kalau saya akan mengecewakan anda, saya tidak bisa diam, selama pihak prudential masih diam. maaf beribu-ribu maaf. :)

salam
tjie pouw




Rabu, 27-08-2008 20:28:30 oleh: Cokro

tjie pouw,

aku hanya orang yang simpati loh yaa.

aku komentar bukan ingin sogokan.

aku juga cuma mau bilang, kalau sudah mendapatkan musibah dan mendapatkan julukan tidak jujur, etika mana lagi yang mau diomongkan??

aku juga bukan dari asuransi kompetitor, jamin 100%.
kalau aku bekerja ditempat yang disebut kompetitor, jamin deh. aku baca dan diam.
gak etis.

geli juga tanggapan-tanggapan aneh.

always iklas..always maafkan. lupakan..

* menyangkal
* mengingkari
* meniadakan




Rabu, 27-08-2008 20:30:29 oleh: Cokro

kenapa sih gak diam azha?



Kamis, 28-08-2008 03:48:56 oleh: Lie Tjie Pouw

@Cokro,

Ibaratnya udah digebugin harus "terima saja, iklas, diam, maafkan, lupakan, mengalah, itung-itung beramal" kalau protes diperlakukan seperti itu dibilang "tidak etis, tidak jujur, merusak nama baik, tidak dewasa, tidak kompeten"

makin nyata aja kenapa seharusnya tidak masuk prudential.

salam
tjie pouw




Kamis, 28-08-2008 07:19:51 oleh: Cokro

kenapa saya sangat menyukai kolom "P" yang "BB" tapi tidak pernah salah???

komentar para agent "P" yang "BB" itu loh yaa.
pada lucuuu...
kayak pelawak aja.
dah konyol...bocor aja

kenapa sih gak diam saja.
duduk manis.
baca

kalau tak percaya kasus ini real.
telpon dong ke "P"
kan sudah dibilangi ama kang tjie pouw

kacang..kacang..
kacang goreng...
kacang bu...kacang pak...
kacang..kacang....
kacang gosong....kacang kosong...
gak dijamin....

kacang...kacang...
kacang goreng...
kacang...kacang...




Kamis, 28-08-2008 15:41:31 oleh: Lie Tjie Pouw

@Cokro,

koq jadi jualan kacang? jualan kacang biasanya diterminal tuh. :P




Kamis, 28-08-2008 20:41:57 oleh: Cokro

@tjie pouw
jangan gitu ah kang

@all

Kacang ?
Bisa berarti : ada yang dikacangi.

Jualan kacang?
Laris manissss…

Emang beli kacang lalu dapat yang gosong dan kosong, bisa minta ganti??
Ya namanya juga kacang.

Siapa bilang asuransi tidak perlu untuk masa sekarang?
Cokro pernah tulis?
Asuransi perlu.
Putar-putar komedi putar.
Sudah tertulis asuransi perlu.
Masih aja, itu-itu lagi.

Kalau pertemuan jangan bicarakan bonus doang.
Kisah kasus yang ada dijadikan bahan.
Jangan terjadi lagi.
Gitu aja koq repot.
Krasak sana krusuk sini.
Curiga sana, curiga sini.

Kan sudah dituliskan/diulas/diterangkan
Kisah ini adalah musibah.
Alhamdulilah, tidak terjadi pada dirimu?
Dirimu?
Bisa !
Sebagai nasabah.
Sebagai agent.
Sebagai perusahaan asuransi.

Duduk manis.
Baca.
This is a true story !
Not E!

Udah deh, aku juga pegal komentar.
Baca aja yuk yang ada.
Pembaca lain juga ngerti koq sudah dengan komentar-komentar yang ada.

Zzzzzzzzzz…Z




Jumat, 29-08-2008 22:36:25 oleh: Cokro

good boy..
nah gitu donk.
enakan juga sepi.
baca.
makan kacang.
rumpi.
tidur deh.




Sabtu, 30-08-2008 11:26:26 oleh: Malvin

@Cokro

Mas, situ tukang "kacang" dari daerah mana? ky nya situ "saingan berat" neh ama tukang kacang "P" ??? :P

Bertobatlah, nak...






Sabtu, 30-08-2008 11:56:33 oleh: Cokro

@malvin

kalau mau komentar, coba beri sesuatu yang baru.
baca dulu semua.
wikimu ini situsnya bagus.
warta terkait juga diberikan.

saya bukan agent asuransi.
jadi saya tidak merasa prudential itu sebagai saingan saya.
kayaknya saya sudah sering dicurigai dan menjelaskan bahwa maaf saya bukan agent kompetitor.
tenang aja.

saya rasa perusahaan kompetitor anda tidak sepicik itu, memakai cara-cara yang anda sekalian pikirkan itu.
malah mungkin tidak terpikir oleh mereka.
why you?

Bertobatlah, nak...
kenapa menurut eyang, saya harus bertobat?
saya tidak memberikan sesuatu yang salah.

Eyang Malvin,
cucu bertambah pintar dengan membaca sesuatu di wikimu itu suatu yang baik.
jangan dianggap murtad dan harus bertobat.




Sabtu, 30-08-2008 13:36:24 oleh: Lie Tjie Pouw

@Cokro,

keliatannya kolom ini judulnya mesti dirubah nih dari "Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance (2)" jadi "Balada seorang penjual Kacang" kedengerannya lebih cocok tuh :D




Rabu, 03-09-2008 17:17:28 oleh: Cokro

http://www.wikimu.com/News/displaynews.aspx?id=8332

Senin, 01-09-2008 22:09:31 oleh: Lidia

saya seorang ibu yang memiliki polis pru untuk anak saya sejak anak tsb berusia 8 bulan.Dia kemudian diketahui mengidap kelainan mata high myopi pada usia 3 tahun dengan minus mata 8 di masing2 matanya.. tidak ada jalan lain untuk mengurangi minus matanya itu selain operasi lasik minimal di umur 17 tahun.mohon tanggapannya, apakah operasi lasik itu bisa di cover mengingat anak saya tersebut masuk asuransinya jauh hari sebelum diketahui bahwa dia mengidap high myopi.

maaf, bukannya tidak mau berusaha mencari tahu sendiri.. tapi pasal2 didalam polis tersebut, menurut saya kata2nya sungguh rumit dan sukar untuk dicerna oleh orang awam seperti saya yang hanya S-1..
Kenapa setiap ada kata2 kedokteran tidak dijelaskan secara detail? Jadi (maaf) apakah tidak berkesan menyesatkan? Mungkin Pak Lie sendiri juga mengalami kejadian ini.. kata2 di polis sukar untuk dimengerti dan hanya diterjemahkan seadanya (hanya yang baik2nya saja yang disebutkan!) oleh agen Pru yang Pak Lie pakai..

Sekali lagi saya mohon penjelasannya yaa...
Tuhan memberkati..




Sabtu, 06-09-2008 22:17:46 oleh: sri

ayo mbok ya dikomentarin... giliran ada yang minta tolong kok jadi pada melempem begini... tadine kan rame buangett...peace



Sabtu, 06-09-2008 22:41:50 oleh: Cokro

@Sri
kalau ber iklan..pasti ramai.
kalau seperti yang diutarakan Lidia...pada diam.

tanpa diceritakan, saya bisa meraba kisah bagaimana Lidia akhirnya memutuskan membeli asuransi yang ditawarkan untuk anaknya yang baru 8 bulan.

bagiku semakin jelas.

apakah calon pembeli masih bisa yakin jika mengetahui kisah 1001 macam?




Rabu, 10-09-2008 12:29:27 oleh: eri5on

sebenarnya asuransi itu membantu manusia untuk menjadi lebih baik dalam hal mempertahankan keuangan masa depan bagi keluarga, namun hal yang perlu diperhatikan dan harus menjadi fokus perhatian, kita harus benar-benar mempelajari semua resiko yang buruk bila kita sudah ambil keputusan untuk masuk suatu asuransi, yang penting di asuransi adalah sebuah KEJUJURAN.
sebelum masuk asuransi ada baiknya kita sendiri melakukan medical chek up ke rumah sakit yang mempunyai reputasi yang baik di tingkat nasional.
memang ini membutuhkan dana namun ini demi kebaikan kita sendiri, nah kalo memang kita mengikuti prosesur yang ada , maka percayalah asuransi itu baik bagi diri kita, karna kita tidak tau kapan kita akan dipanggil oleh TUHAN YANG MAHA KUASA.
maklum aja Indonesia bukan seperti luar negeri yang sudah sangat mensosialisasikan dan sadar akan pentingnya asuransi sehingga pemerintah dan perusaahaan sangat mendukung asuransi bagi karyawannya, bukan seperti di Indonesia yang hanya JAMSOSTEK itu pun kalo masuk rumah sakit dengan pelayanan kesehatan yang tidak maksimal.
SARAN SAYA Sih:
Sebelum ANDA masuk suatu asuransi, tanyakan yang jelas apa keuntungan dan kerugiannya (memang susah mengerti kalimat di POLIS, mknya kebanyakan orang menggunakan konsultan hukum, namun apadaya, duit lagi duit lagi), dan sebaiknya ada JUJUR dalam memberikan resume kesehatan anda, serta sebelumnya lakukan medical checkup, supaya ANDA sendiri tau dengan kondisi kesehatan tubuh ANDA.
Akhirnya saya hanya mengatakan bahwa ASURANSI itu baik untuk kita, jadi bila ingin memutuskan akan masuk ASuransi, berikan waktu ANDA untuk mencari informasi yang jelas, mendetail, tentang ASuransi tersebut, dan jangan lupa sadari dulu kesehatan anda.
"SEHAT ITU MAHAL"
"Asuransi "hanyalah" Produk untuk masa depan anak Anda"
"Berikanlah yang terbaik kepada Tubuh anda sendiri"
"Kejujuran mahal juga bok"




Rabu, 10-09-2008 14:18:13 oleh: agustin hutauruk

saya salut dgn kasus pak lie,tadinya saya berharap dan ingin bergabung dengan prudential,tapi belum ah! sepanjang kasus pak lie blm terselesaikan atau pertanyaan beliau bisa dijawab pihak pru.kasus pak lie mmg gak ada apa2 nya dibanding klaim milyaran yg telah dibayarkan.pru,pru jangan membuat pernyataan yg semakin anti akan dirimu.lebih bijaklah menanggapinya oke?



Rabu, 10-09-2008 16:20:09 oleh: Lie Tjie Pouw

SOP perusahaan asuransi dalam menanggapi protes nasabah yang klaimnya ditolak.

1. tuduh si nasabah tidak jujur dalam mengisi SPAJ.
2. kalau tidak bisa membuktikan ketidak jujuran nasabah, kambing hitamkan agennya.
3. kalau tidak berhasil mengkambing hitamkan agennya, balik lagi ke no 1.

catatan sangat penting:
a. jangan sekali-kali berargumentasi mengenai penjelasan alasan penolakan klaim, karena customer care sekalipun tidak mau menjelaskan.
b. jangan sekali-kali menyalahkan perusahaan asuransinya, karena perusahaan asuransi tidak boleh disalahkan.
c. kalau semua cara diatas tidak mempan, suruh nasabahnya diam, pasrah, iklas, beramal, terima nasib saja.
d. kalau juga masih saja protes, ulangi proses dari no. 1.

nice ...

salam
tjie pouw




Rabu, 10-09-2008 17:09:18 oleh: Cokro

Ketidak-tahuan itu bencana di kala malang.

tidak tahu :
1. apa yang belum diterangkan
2. bagaimana agent/agency yang baik/bagus
3. bahwa nantinya bakalan di cap "tak jujur".




Kamis, 11-09-2008 10:38:07 oleh: wira

pak Lie & seluruh komentator

Mari kita kembalikan seluruh permasalahan yg ada kepada niat baik masing-masing, baik dari pengalaman p Lie yg ingin ada yg bertanggung jwb scr kongkrit thd mslh yg ada dgn tdk semata-mata mendiskriditkn nasabah tapi jg bentuk evaluasi dari pihak asuransi sdr, agar hal ini menjadi masukan dn tdk terjadi pada kita semua sbg masy dg budaya ber asuransi yg masih rendah.salam.......




Jumat, 12-09-2008 02:03:26 oleh: Lie Tjie Pouw

@Wira,

amin ... semoga bisa terwujud pak.

salam
tjie pouw




Jumat, 12-09-2008 10:49:04 oleh: Lie Tjie Pouw

Selama ini komentar2 dari kubu Prudential cuma berkisar pada kewajiban nasabah melulu, misalnya:

1. Nasabah wajib jujur mengisi SPAJ.
2. Nasabah wajib mencari agen yang profesional.
3. Nasabah wajib bertanya sampai sedetail mungkin.

tapi ngga pernah ada yang mau berargumen:

1. Pru juga wajib jujur dalam merumuskan polis.
2. Pru juga wajib merekrut agen yang profesional, jangan cuma maen comot aja.
3. Pru juga wajib menjelaskan segala sesuatunya sampai mendetail, terlepas ditanya atau tidak.

bagaimana? apakah PA itu tidak perlu memiliki kewajiban dalam menjalankan usahanya? apakah ini berarti PA merasa nasabah lebih membutuhkan PA dari pada PA membutuhkan nasabah?

ada yang bisa menjelaskan?

salam
tjie pouw




Jumat, 12-09-2008 11:13:48 oleh: Lie Tjie Pouw

@agustin hutauruk

welcome to the club!

salam kenal
tjie pouw




Selasa, 16-09-2008 02:10:47 oleh: adib

saya mau tanyakan arti/definisih dari nasabah dan apa perbedaan antara nasabah dengan pelanggan?
tolong jawabannya dikirim ke alamat email saya!
trimakasih......!




Selasa, 07-10-2008 18:56:01 oleh: budi

ada yg bisa bantu gw ? agen prudential saya (temen) kabur ntah kemana...!! janjinya besok ke besok...!! janji tinggal janji...!!

gw rasa dia ini bukan agen, cuman ngebantu salah satu agen auransi prudential yg katanya temen dia.

gw ikut asuransi karena gw percaya sama dia, tapi rupanya setelah pembayaran pertama, dia lepas tangan. No polis gw pun gak jelas nomernya, paket2/produk2 asuransi yg di tawarin ke gw pun gak jelas...!!

salah gw juga sih, ikut asuransi hanya karena pertemanan. zaman sekarang temen makan temen, saudara makan saudara...!!

premi gw udah jatuh tempoh 3 hari yg lalu...!!
no polis gw gak jelas yg mana satu, kasusnya udah kek gini... apa berani gw setor bulanan ke prudential ?

apa gw ikhlasin aja setoran gw yg pertama itu ?

namanya juga pengalaman, lain kali dengen temen pun mesti waspada..!!




Selasa, 07-10-2008 20:20:28 oleh: Cokro

@Budi
benar dengan temanpun kalau masalah yang berhubungan dengan uang, waspadalah.

untuk kasus anda, Prudential pun saya rasa tidak bisa membantu anda. Karena murni penipuan atas nama.

terima kasih atas bagi pengalaman.




Minggu, 12-10-2008 08:00:15 oleh: Andri Christianto

jadi ambil asuransi apa ya? terus terang yang utama juga mengkover biaya kesehatan, karena biaya kesehatan sekarang muaahaal buanget, walaupun saya pns di cover askes tapi ya seperti itulah pelayanannya. jadi klausul yang kecil2 itu harus kita pahami betul ya? wa pusing pak, terus terang saya paham yang non kesehatan aja mumet, lha wong saya yang notabebe tenaga medis aja mumet, baik baca klausul, entar salah salah malah adu teori sama temen sejawat di yg bekerja di asuransi, piye iki apike?



Kamis, 06-11-2008 22:23:54 oleh: Sutikno120169

Setelah baca pengalaman Pak Lie tadinya i ksh penilaian utk P' = 8 sek P'= 4. Perusahaan yg tidak punya itikad baik kpd pemegang polisnya. Belum lg agen2 yg dodol yg menyuruh client iklaslah tuduh client dari perusahaan lainlah atau mengkutuk agen lain. Belum lagi BMAI yg mandul.





Jumat, 07-11-2008 12:24:02 oleh: user

komentar saya "semakin besar perahu, semakin besar pula ombak yang menghadang"

jangan lihat dari sisi negatifnya saja, tapi coba tengok juga sisi positifnya.




Selasa, 25-11-2008 00:31:50 oleh: rina

saya turut prihatin akan musibah pak lie. yang saya ingin tanyakan, apakah prudential tidak membayarkan sepeserpun biaya berobat, atas kerusakan klep jantung, selama anda berobat? berapa besar seharusnya anda mendapat bayaran sesuai polish.



Selasa, 02-12-2008 19:52:58 oleh: Nikolay

emang agent prudential itu banyak yang penipu



Rabu, 03-12-2008 04:57:17 oleh: Ali

Memang utk klaim pengobatan agak susah (menurut agent pruden sendiri), kalau meninggal krn kecelakaan lebih cepat proses klaimnya, tapi pasti ada klausal tertentu lagi utk kecelakaannya versi asuransi biasalah.
Anyway stlh banyak kasus begini, aku mendingan pilih asuransi yg mengcover resiko hingga sekecil-kecilnya misal jatuh dari tangga terus memar atau lecet kena pisau, premi ngak mahal lagi cuma 50rb sampai 75rb utk resiko meninggal sampai 200jt dan rawat inap sampai 10jt lebih (tergantung premi).

Ada yg pernah klaim/pengalaman utk asuransi seperti ini yg mengcover hingga sekecil-kecilnya karena prudent tidak bisa seperti itu..

Salam,
Ali




Sabtu, 20-12-2008 16:35:30 oleh: Uzer

@pak LIE

aku yakin pak lie ni bener , aku blum ikut asuransi tp ada niatan nanti pas udah kerja.
untuk jadi agen PRU tuh gampang bgt , kita cuma dateng di kasih tahu target and hadiah untuk agen .
soalnya yang jd agen temnku sendiri aku diajak-ajak gitu asalnya mo langsung ikut tp nanti dulu deh aku cari-cari info dulu

ehhh ...
ketemunya artikel pak lie ini,
jd males ikut PRU ternyata bermasalah.
masalah pak lie aja yang di ekspose masih blum selesai apalagi customer2 PRU yang laen yang ga diterima klaimnya




Minggu, 11-01-2009 00:18:57 oleh: didot

ada gak ya badan or lembaga yang bisa menerima pengadauan nasabah sebuah perusahaan asuransi? biar bisa membantu kasus seperti ini dengan obyektif dan adil.

kalau boleh tahu sudah sejauh mana Pak Lie memperjuangkan nasibnya dengan melibatkan pihak ketiga?
Dengan melibatkan pihak ketiga yang mempunyai kapasitas dalam menyelesaikan keluhan nasabah (khususnya nasabah asuransi) nasib Pak Lie juga dapat diperhatikan dan diperjuangkan, kemudian Prudentialnya sendiri bisa ditempatkan pada posisinya yang tepat, sebagai "tersangka" atau pihak yang benar,dsb.

mohon maaf, soalnya diruang ini saya melihat info terlalu subyektif n sedikit "chaos".

Sebelumnya saya berminat memiliki polis prudential karena saya lihat dia paling bagus di berbagai sumber, selain itu berdasarkan atas pengalaman teman saya yang mempunyai tante seorang nasabah prudential di cianjur, tantenya meninggal hanya pada saat sekali dia bayar premi untuk ketiga polisnya (1 untuk tantenya dan 2 untuk anaknya), tantenya meninggal di rumah sakit dan kira-kira 2,5 bulan setelah adanya investigasi dari pihak asuransi,claim dibayarkan melalui cek kepada suaminya.

tapi setelah masuk ruang ini dan membaca keterangan Pak Lie saya jadi ragu dengan prudential,tapi di sisi lain saya masih berpikir obyektif karena (maaf) saya tidak melihat Pak Lie memberikan bukti-bukti atas ketidak puasannya, apakah benar prudential telah "bersikap" seperti itu, semua hanya berdasar pada keterangan Bapak tentang reaksi prudential.

Mohon kepada teman2 barangkali ada referensi lain tentang asuransi2 yang baik (berdasarkan data dan pengalaman)

terima kasih.






Kamis, 15-01-2009 21:09:01 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Didot,

Saya mengajukan kasus ini ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) tanggal 1 juli 2008, dan sudah dikonfirmasi berkas saya sudah diterima dan diproses. Saya telpon berkali-kali, selalu dijawab sedang dalam proses, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Sampai hari ini tidak ada kabar lagi.

sekian, mudah-mudahan anda mendapat jawaban yang anda harapkan

salam
tjie pouw





Minggu, 15-02-2009 19:58:19 oleh: Sonnie Leksono

Saya sendiri posisinya sama dengan Pak Didot. Untuk menjamin masa pension saya kelak, saya memutuskan untuk mengikuti asuransi. Untuk itu saya minta masukan dan informasi dari temen-temen saya mengenai perusahaan manasaja yang kira-kira bagus utk diikuti. Anehnya dari 10 masukan yang ada, 8 diantaranya menganjurkan utk ambil saja Prudential karena dari pengalaman mereka sendiri dan keluarga serta temen-temennya yang lain tidak pernah ada kesulitan dalam masalah klaim. Namun ada salah seorang yang menganjurkan saya utk hati-hati karena katanya ada berita miring tentang Prudential di wikimu ini. Dan hari ini saya membaca semua komentar yang ada terhadap kasus Pak Lie ini tanpa ada yang terlewatkan sedikitpun.

Untuk itu saya berterima kasih kepada Pak Lie dan Pak Cokro karena komentar Anda yang kadang (maaf) keterluan menjelekkan prudential saya menjadi bijak dalam memilih asuransi yang baik dan benar secara baik dan benar pula. HARI INI JUGA SAYA MEMUTUSKAN AKAN MENGAMBIL ASURANSI PRUDENTIAL BUKAN KARENA PENGARUH DARI AGENNYA, BUKAN PULA KARENA REFERENSI DARI 8 TEMAN SAYA TADI, TAPI KARENA PENGARUH POSITIF DARI KRITIK PEDAS ANDA.

Saya tidak berpretensi buruk kepada Anda, tapi dengan demikian banyaknya kata-kata miring yang Anda lontarkan di sini semakin menunjukkan siapa Anda dan apa sebenarnya motif Anda. Anda tidak menyadari itu tapi dari keseluruhan komentar Anda (bahkan utk setiap komentar kecil satu persatu) seorang pembaca yang kritis dan cerdas akan bisa menyimpulkannya sendiri.

Kesimpulan saya: Prudential memang pantas digoyang bahkan dijelek-jelekkan karena terlalu besar dan terlalu banyak yang menilainya terbaik di hampir segala bidang termasuk dari jumlah klaim yang dibayarkan tahun 2008 sebesar Rp285 milyar (kompas 23-10-2008) yang lebih besar dari aset pesaingnya.

Sekali lagi terima kasih Pak Lie dan Pak Cokro karena Anda telah membuat saya mengambil keputusan secara bijak dengan tetap memilih Prudential.

Salam,
Sonnie




Senin, 16-02-2009 10:23:46 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Sonnie Leksono,

Bagus, saya setuju dengan pendapat anda! memang seharusnya seperti itu pak, mengambil keputusan bukan karena pengaruh dari luar, tapi lebih kepada keyakinan diri kita sendiri.

Dan saya juga senang karena artikel-artikel saya ini bisa membantu orang lain dalam menentukan pilihannya, dan saya juga menghargai sikap anda yang tidak berpretensi buruk kepada saya, biarpun anda menganggap misi saya di Wikimu ini menjelek-jelekan Prudential, haree ginee orang seperti anda itu sangat langka!

Tapi sekedar info ya pak, saya tidak bermaksud menjelek-jelekan loh! saya cuma menceritakan apa adanya, kalau apa adanya itu terkesan jelek, yaaa mohon maaf, beribu-ribu maaf aja ya pak, tapi kita juga tidak bisa bersikap "buruk rupa, cermin dibelah"

Sekali lagi salut kepada anda pak Sonnie dan keluarga, semoga anda selalu mendapatkan manfaat positif dari Prudential, tidak seperti saya.

Salam Hormat
tjie pouw




Kamis, 26-02-2009 16:27:01 oleh: andhy

pagii...semua
pru power vision (agent) mereka luar biasa,dan dahsyat.karena apa yang mereka tawarkan kepada nasabah semua rill apa adanya dan tidak mengada2.
karna,mereka terlatih dan terdidik untuk menawarkan produk apa yang prudential tawarkan kepada nasabah.




Jumat, 27-02-2009 06:43:26 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Andhy,

AMIN ..... semoga memang seperti itu kenyataannya.

salam
tjie pouw




Rabu, 04-03-2009 21:59:05 oleh: fatmawati

Saya baru aja ikut training buat jadi agen pru, waktu itu saya diajak kakak saya buat ikut BOP prudential.
banyak kisah sukses yang menceritakan tentang keberhasilan para agen pru yang rata rata dah jadi OKB setelah bergabung jadi agen di prudential.

BOP memotivasi saya buat ikut trining jadi agen, lalu setelah itu saya training kemarin tanggal 2 maret 2009 selama 2 hari mulai jam 9 pagi sampe jam 5 sore disitu bener2 dikupas tentang apa sih asuransi itu, semua dapur dapurnya pru di buka dijelasin semua produk dan manfaatnya.

Tapiii.... disini nih yang jadi biang ricuh kenapa banyak agen yang gak qualified atw gak kompeten banyak yang jadi agen pru, karena rentang waktu yang pendek cuma 2 hari disuruh ngupas masalah yang panjang dan berat dah gitu dari pagi sampe sore emang ada jeda sih istirahat (makan siang gratis)

Banyak dari calon agen yang pada ngantuk,n bengong ngga ngerti. tapi ada juga beberapa yang antusias bertanya sedalam dalamnya tentang asuransi yang nota bene mereka buta n baru belajar.

Naaah menurut saya yang antusias itulah yang kayaknya bakal jadi agen yang bagus soalnya banyak pertanyaan yang sering ditanyakan nasabah n yang perlu nasabah tau mereka tanyakan.menurut saya orang yang banyak bertanya itu yang bener2 pengen jadi agen yang baik yang gak pengen bikin nasabahnya kecewa,
soalnya banyak hal tentang asuransi yang mungkin gak keburu dijelasin sama trinernya jadi orang yang bener bener pengen tau n kritis yang nanya melulu. dan orang orangnya saya hapal selama 2 hari itu hanya beberapa orang itu aja yang banyak nanya.

Buat Prudential mungkin training yang dilakukan harusnya lebih punya banyak waktu seminggu gitu biar ilmu yang dipelajari para agen bener2 nglotok tok.. biar gak jadi bumerang dikemudian hari
dan juga ujiannya gampang banget pertanyaannya jadi yang mungkin waktu ikut training gak konek juga bisa jawab jadi harusnya pertanyaannya lebih susah n banyak biar agen yang lulus bener2 agen yg berkualitas





Rabu, 04-03-2009 22:46:20 oleh: Tupic DS

@ Lie Tjie Pouw

:D Saya prihatin dengan pak Lie Tjie Pouw, Ada yang ingin saya sampaikan kepada para AGEN PRU..

Jadilah AGEN yang bisa menjelaskan kepada pelanggan yang nggak mengerti istilah-isitilah PRU.

Jadilah AGEN juga yang bisa menjelaskan secara detail apa-apa yang bisa diklaim.

Sudah banyak teman saya yang tidak bisa Klaim dan Harus menanggung semua biaya karena ketidakjelasan atas apa yang bisa dan tidak bisa diklaim.

Mungkin PRU akan menjadi Perusahaan Asuransi yang membutuhkan keberuntungan / HOKI dari pelanggannya. Jadi klo ada yang tidak bisa diklaim, itu berarti ketidakberuntungan sang pelanggan.

Tidak ada lagi arti kata TANGGUNGJAWAB dan MENOLONG.

Mungkin saya dan teman-teman adalah orang-orang yang tidak beruntung. :D sama seperti pak Tjie..

Saya jadi berfikir, lebih beruntung bermain judi di LAS VEGAS.. :D <= becanda ya..




Kamis, 05-03-2009 05:19:37 oleh: Lie Tjie Pouw

mbak fatmawati,

numpang tanya, apakah pada waktu pelatihan itu, dijelaskan hal-hal apa saja yang WAJIB dijelaskan kepada calon nasabah? dan apakah agen-agen tersebut DIWAJIBKAN untuk menjelaskannya kepada calon nasabah? dan apa KONSEKUENSINYA untuk para agen yang lalai menjelaskan hal-hal tersebut?

terima kasih sebelumnya
tjie pouw




Kamis, 05-03-2009 19:05:05 oleh: fatmawati

Ya seperti yang saya bilang Pak Tjie karena rentang waktunya yg mepet n gak semua calon agen konek sama yang dijelasin trainer makanya pada banyak yang bingung atw kalo dalam pikiran saya gua yang bloon apa emang banyak hal yang belum dikupas sama trainernya jd sampe trainingnya selesai juga saya masih banyak yang gak paham.

kalo masalah dijelasin apa engga kewajiban yang harus kita jelasin ke nasabah ya iya dikasih tau cuma ya itu waktunya yg gak cukup jadi cuma garis besarnya aja yg dijelasin selebihnya ya kita yang harus banyak nanya sendiri ke trainernya baru dijelasin.

sampe saat ini saya belum berani nawarin ke calon nasabah buat ikut asuransi pru walaupun itu masih lingkungan saudara sendiri soalnya saya masih belum paham banget soal asuransi banyak pertanyaan yang saya belum dapat jawabannya tentang asuransi.

padahal waktu ditraining kita dah boleh loh mulai nyari nasabah tapi saya sendiri belum berani saya pikir kalo saya sampe closing satu nasabah padahal saya belum banyak tau kelebihan n kekurangannya ntar komisi saya double pak satu dari nasabah berupa uang satu lagi dari Tuhan berupa siksa neraka, soalnya kontrak yg saya buat sama nasabah kan kontrak seumur hidup masa saya mau bawa2 dosa sampe tua sampe game over.

Makanya saya menghimbau nih buat calon agen jangan keburu nafsu nyari closingan padahal ilmu kita masih dikit kalo kita msh takut sama Tuhan, rasa peduli buat sesama khususnya nasabah coba deh Introspeksi lagi kita dah pantes belum jadi agen yang baik yang mampu mengemban tugas sebagai pelayan nasabah jangan cuma mikir duitnya doang, kasihan kan para nasabah yang harus nanggung akibatnya gara2 ulah kita.

buat Pak Tjie mudah2an bisa ikhlas dan lapang dada saya yakin Tuhan punya rencana lain buat Bapak siapa tau dengan kejadian ini Tuhan kasih Rejeki lain buat penggantinya. N buat para calon agen jadikan masalah pak Tjie n masalah nasabah lain sebagai pelajaran kita untuk lebih berhati2 dalam memberikan pelayanan kepada nasabah.




Kamis, 05-03-2009 19:22:56 oleh: fatmawati

tambahan lagi buat Pak Tjie.
Kalo masalah kita wajib apa engga memberikan penjelasan buat para nasabah ya iya pak wajib ya cuma itu tergantung individunya dia jujur gak ngasih penjelasan ke nasabah atau jangan2 emang gak tau apa yang mesti dijelasin ke nasabah gara2 ilmunya masih dikit.

Karena saya masih baru jadi calon agen saya belum tau apa ada konsekuensi yang harus ditanggung para agen kalo lalai dalam memberikan penjelasan kepada nasabah kalo waktu ditraining sih gak dikasih tau.

Maaf kalo ada hal hal yang salah dalam komentar saya buat para agen n calon agen pru.

Trims




Jumat, 06-03-2009 06:34:07 oleh: Lie Tjie Pouw

Mbak Fatmawati,

terima kasih mbak atas informasinya yang lengkap. saya juga jadi tertarik nih ikut training agen prudential :D

oh ya ada satu lagi, apa prudential menerapkan sistem target? jadi seorang agen harus mendapatkan sekian nasabah dalam waktu tertentu, kalau tidak agen tersebut di drop out.

ya, kalau memang kenyataannya seperti itu, bagaimana bisa berkualitas?

salam
tjie pouw




Jumat, 06-03-2009 09:43:34 oleh: fatmawati

Pagi Pak Tjie...

Waaah jadi semangat nih ngebahas tentang asuransi banyak loh ilmu yang saya dapet dari berbagai komentar orang tentang asuransi yang pro atau yang kontra dua duanya memberikan nasihat yang baik buat saya.

Oh iya masalah agen harus mendapatkan nasabah dengan waktu dan target yang ditentukan saya belum jelas banget waktu ditraining kemarin sih gak dikasih tau, cuma kakak saya pernah ngomong kalo dia harus dapat minimal 12 nasabah dalam satu tahun tapi dia gak bilang tentang drop out tuh.

Tapi selain training yang saya ikutin kemarin itu masih banyak juga loh training pendalaman tentang asuransi di Prudential, dan setiap agen diwajibkan untuk selalu ikut training lagi biar tambah pinter kali.

Kalo saya lihat berbagai komentar diberbagai situs saya melihat kayaknya cenderung kasus yang terjadi karena ulah agen baru yang lagi napsu2nya nyari closingan, jadi jelas aja kualitas kerja mereka bisa dibaca cuma mau cari untung !

himbauan lagi nih buat yang baru mau ikut asuransi cari deh agen yang senior paling nggak yg dah kerja lama diasuransi, tanya dan selidiki dulu seperti apa sih nih karakter agen kalo cenderung punya itikad gak baik ya jangan mau diajak gabung, kalo perlu kita baca dulu buku pedoman asuransi trus kita test essay agennya lulus gak dia jawab pertanyaan kita tentang asuransi kalo banyakan gak tau ya udah pasti tuh agen jelek lah wong dia aja gak tau asuransi mau jualan... kalo perlu kita tau alamat rumah si agen lengkap sama anggota keluarganya biar kalo ada masalah datengin aja rumahnya bawa agennya ke Pru biar mereka yang suruh ngurus klaim yg ditolak kan kita dah gaji mereka.

Pilihan kita untuk ikut asuransi apa ngga ada ditangan kita, agen cuma nawarin n jual rayuan kalo kita lebih pinter dari agen ya kita bisa membuat pilihan yg baik kalo kita dipinterin agen yaaah derita lo deeh.

Lets go move !




Jumat, 20-03-2009 13:31:11 oleh: Binsar Antoni Hutabarat

Saya jadi tertarik untuk memberikan komentar, mudah-mudahan memberi jalan keluar.
Pertama, kalau orang punya masalah, sebaiknya kita bantu orang tersebut untuk mendapatkan jalan keluarnya, bukan matimatian membantahnya hanya sekedar untuk mencuci tangan.
Kedua, kalau kita ingin membagi pengalaman, baiklah kita hanya membagikan mengenai fakta yang terjadi dan membedakannya dengan interpretasi, sehingga interpretasi tidak dipaksakan menjadi fakta.

etika bisnis di Indonesia amat rendah, kita jujur saja bahwa kebanyakan orang kerja utamanya untuk keuntungan sendiri. Bicara tentang asuransi yang dapat dipercaya memang tidak mudah. Apalagi jika kita pernaha masuk menjadi agen dan kemudian melihat pelatihan agen, jujur saja orientasi perusahaan adalah keuntungan perusahaan bukan kesejahteraan nasabah.

Masih ingat persolan KPR di Amereka yang mengakibatkan krisis global. Oleh rekayasa kerakusan manusia, Kredit yang buruk bisa direkayasa menjadi baik atau layak, demia meraup keuntungan besar, akibatnya terjadi kredi macet. Dan dunia sekarang mengalami resesi.

Untuk anda yang dikecewakan anda layak menyuarakan itu supaya orang lain tidak mengalami pengalaman yang menyakitkan. Untuk anda yang jadi agen, terimalah realitas tersebut sebagai pelajaran agar jangan jadi agen yang menyusahkan orang lain, tidak usah mati-matian membela, jujur saja etika bisnis kita masih rendah, mari kita memperbaiki diri.

Yang utama adalah apakah kita dapat menolong orang yang dirugikan itu, kalau tidak bisa janganlah menambah beban orang yang sedang rugi. Affirmative action itu semestinya pada yang termarginalkan.




Rabu, 08-04-2009 11:55:26 oleh: Romi

Dear Pa Lie,

Salam kenal utk semuanya. Kalau saya baca dari awal sampai akhir. Saya jadi khawatir sebagai nasabah di prudential. Terus terang apa yang dikatakan oleh pa Lie jujur aja ada benernya juga.

Thanks for all, especially Pak lie...saya akan baca ulang polis saya...kebetulan saya baru bayar premi yang pertama. yaaa ... iklas ga iklas kita yang bayar preminye kok....si toe enak ...upss corry..
Turut prihatin Pak Lie

Best Rgds 'n tq




Rabu, 08-04-2009 13:42:04 oleh: romi

Gak sengaja browsing....ech nemu artikel ini.




Selasa, 14-04-2009 15:38:53 oleh: dadang w

saya belum ikut asuransi manapun..tapi mau tanya sama bp Lie tjie pouw, emang bayar premi yg berapa sih pak..koq merasa dirugikan oleh PA? soalnya bos saya (pengusaha, komisaris BCA dll. pokoknya kayak banget..!) itu ikut asuransi prudential. saya bisa tahu karena saya yg suka disuruh bayar preminya, dan bayarnya menurut saya gak sedikit lo (300 jt/tahun). Saya kerja sebagai akunting di salah satu perusahaannya. jadi kalo menurut saya kalo bapak mau untung gak usah ikut asuransi mending nabung biasa aja. kalopun sakit tinggal ambil/bayar cash. gitu aja koq repot..!



Rabu, 15-04-2009 09:42:57 oleh: Lie Tjie Pouw

pak dadang w,

apa sih relevansinya bos anda yang bayar premi sampe 300jt per tahun dengan kasus saya ini?

lagipula, anda dapet ide dari mana kalau saya masuk asuransi itu guna mencari untung?

semoga membantu

salam
tjie pouw




Rabu, 15-04-2009 15:58:03 oleh: adi

Pak Tjie Pouw,

Angkat kasus aja ke Pengadilan.
Setidaknya kalo udah masuk pengadilan kan udah ada media publikasi lbh gede dari Internet.




Selasa, 21-04-2009 17:53:50 oleh: yuni

saya td pengen ikutan asuransi prudential, abis baca artikel ini malah jd ragu, tp kayaknya bagaimanapun mesti tetap ada asuransi, stidaknya untuk jaminan hari tua.



Sabtu, 25-04-2009 00:06:05 oleh: Surya

@Adi
sdr. Lie ini emang sukanya berkoar-koar, baca aja di Media Konsumen http://www.mediakonsumen.com. Banyak sudah yg memberikan solusi, saran tapi karena sudah berpikiran negative ya diterima dengan negative juga .....

Ketidak puasan pelanggan itu sudah biasa dalam bisnis, dari 10 pelanggan paling 1 yang tidak puas seperti beliau itu.
Jadi akan percuma saja dikasih saran atau tidak, dia tetap ndableg




Sabtu, 25-04-2009 07:19:52 oleh: Lie Tjie Pouw

@Adi,

ngga kuat bayar pengacara pak! wonk biaya operasi mata saya saja masih belum lunas! lagian lawan perusahaan asuransi yang konon terbaik 7 tahun berturut-turut dengan omset sampai triliunan per tahun ngga akan pernah menang di pengadilan! anda tahu sendiri kondisi peradilan di indonesia seperti apa.

memang semestinya ketika kita memutuskan untuk membeli polis prudential, kita harus sudah juga menyisihkan sejumlah uang untuk membayar pengacara dikemudian hari, karena memang kalau berasuransi di indonesia, kemungkinan besar memang harus sekali-kali masuk pengadilan

salam




Sabtu, 25-04-2009 07:31:49 oleh: Lie Tjie Pouw

@Surya,

benar pak, ternyata berkoar-koar didunia maya itu bisa menjadi sarana untuk melepas penat didunia nyata ... hahahaha ...

terima kasih anda sudah mensosialisasikan artikel saya juga di Media Konsumen.

mengenai solusi ya pak, sebenarnya solusi yang saya minta tuh jauuuhhh lebih simple, sederhana dan lebih murah. saya cuma minta jawaban saya dijawab saja koq, tapi justru tidak ada orang, dari agen-agen pertikelir sampai CC prudential yang mau, mampu atau bersedia menjawabnya.

dan pertanyaannya juga cukup sederhana koq, seperti ini:

BUKANKAH SEMUA SYARAT DAN KETENTUAN PERIHAL KLAIM SEHARUSNYA TERTERA HITAM DIATAS PUTIH DIDALAM POLIS, TANPA HARUS ADA PENJELASAN TAMBAHAN SETELAH BERTAHUN-TAHUN SESEORANG MENJADI NASABAH PRUDENTIAL?

nah, sampai hari ini jawaban ini tidak pernah ada yang mampu menjawab loh!

kalau ada orang yang mampu menjawab pertanyaan ini, saya tidak akan pernah berkoar-koar di internet pak Surya.

salam sejahtera untuk anda, semoga anda tidak pernah harus mengajukan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan saya diatas.

tjie pouw




Rabu, 06-05-2009 20:02:56 oleh: anton karawang

keadilan emang harus ditegakkan pak,
Tapi prudential harus tetap tegak berdiri
Karena kita tidak tahu apa yang terjadi besok...

matur nuwun..




Rabu, 06-05-2009 20:25:31 oleh: Lie Tjie Pouw

pak anton karawang,

betul, setuju, tapi seharusnya pesan anda itu ditujukan kepada prudential ... jangan kepada pembaca wikimu, berdiri atau duduknya prudential itu tergantung dari niat baik prudential sendiri dalam menjalankan bisnisnya ...




Rabu, 06-05-2009 21:26:09 oleh: Lina

salam kenal,
sy bingung kok hal bgt diributkan btw sy jg agent pru yang penting bagi kita sbg agent pny misi melayani sesama dan jgn hny mengejar target pribadi nanti semua org jg dpt menilai klo kita pny misi dan niat yg tulus.
Maaf yah klo kata2 sy kurang enak didengar. salam sukses untuk semua agent Pru




Selasa, 16-06-2009 13:36:10 oleh: widya

Dear all,

Saya terus terang saat ini sedang menjajaki mencari asuransi untuk jiwa dengan rider kesehatan. Pru salah satu yang menjadi referensi saya dalam memutuskan asuransi yang akan saya ambil.

Karena kasus ini, saya jadi tertarik untuk membaca klausul2 yang ada di polis prudensial tapi kan jelas tidak bisa kalau belum jadi nasabah mereka.

Apakah ada teman2 yang punya softcopy dari polis Pru? terutama yang berkaitan dengan prumed? boleh saya di kirimkan untuk jadi bahan diskusi dengan agentnya.

Tapi pengalaman menarik dengan agent Pru yang mendekati saya, benar2 fantastis hanya menjelaskan 20 menit benefit2nya langsung menyodorkan formulir aplikasi dan terlihat agak kecewa waktu saya tolak dengan alasan perlu mempelajari lebih detail karena terus terang penjelasannya begitu fantastis, tapi justru yang akhirnya membuat saya perlu mengenal lebih dalam mengenai asuransi yang akan saya ambil

Anyhow...Pak LTP selamat melanjutkan perjuangannya, saya hanya mendoakan agar kebenaran yang menang. Paling tidak masih ada "untung" dari kasus Bapak, kami2 yang sedang mencari2 asuransi bisa jadi lebih hati2 dalam meneliti setiap klausul di polis.


salam

widya




Selasa, 16-06-2009 19:50:09 oleh: Lie Tjie Pouw

@Widya,

terima kasih buat dukungannya, mudah-mudahan anda pada akhirnya mendapatkan asuransi yang bisa benar-benar bermanfaat untuk anda dan mungkin juga keluarga anda. selamat mencari.

salam




Sabtu, 20-06-2009 12:27:00 oleh: Ronal

saya tertarik dengan komentar nasabah dan yang lain2nya, tapi satu hal yang menjadi pertimbangan untuk ikut prudential, dari sekian ribu nasabah Pru hanya beberapa orang yang yang mengalami masalah. apakah ini sebagai sampel untuk menyatakan Pru kurang bertanggung jawab? bagi saya Pru masih terpercaya. klw Bapak punya maslah seperti diatas, coba berefleksi kembali. barangkali ada ketidak jujuran dlm diri Bapak sendiri.



Rabu, 01-07-2009 19:21:16 oleh: Irham Ismail

Salam Kenal Pak Lie,

Saya habiskan 3 jam 25 menit untuk baca 2 artikel bapak plus comment nya dari awal sampai akhir.

Salut atas perjuangan anda! Semoga segera mendapat penyelesaian yang memuaskan. Tapi by the way busway.. Kenapa ya forum ini sudah sedemikian ramenya, tidak satupun pihak manajemen (selain agent) dari prudential yang memberikan komentar??

Dan INTI pertanyaannya sederhana hanya 2 hal
- apabila si agen melakukan kesalahan bagaimana tanggung jawab perusahaan?
- mengapa ada penjelasan tambahan selain yang tertulis hitam di atas putih di polis?

Saya sedang di prospek oleh seorang kawan nih.. Akan saya coba tanyakan comment nya.

Salam Hangat Pak Lie




Rabu, 01-07-2009 20:33:50 oleh: Lie Tjie Pouw

@Irham Ismail,

menjawab pertanyaan anda:

1. Anda Googling saja di internet "Peraturan Pemerintah RI No. 73 tahun 1992", di pasal 27 sangat jelas sekali diatur mengenai hubungan antara agen dan perusahaan asuransinya dan juga mengenai pertanggung jawabannya.

2. Ini juga yang menjadi pertanyaan saya selama ini, banyak sekali yang berkomentar di Wikimu, terutama dari kubu Prudential, tapi tak satupun ada yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Ya tidak heran, karena CC Prudential pun tak mampu menjawab pertanyaan tersebut. maklum lah.

salam
tjie pouw




Sabtu, 25-07-2009 01:02:48 oleh: frans

waduch makasih banget atas semua masukannya... Walau agak cape baca semua komentar2nya. hehehe... Gw jd dapat pencerahan utk tetap tidak ber-asuransi dgn alasan : 1. Ikut asuransi pasti harus bayar, tp kl pas claim blom tentu kita dibayar. (dah terlalu banyak kasus kyk gini) 2. Dibanding negara2 lain kayaknya premi asuransi di indo termasuk yg super mahal. 3. Perush asuransi dan agen2nya pasti cari untung, mrk sdh menghitung dg baik probabilitas / peluang terjadinya claim. jd lbh baik kl kita menabung/ berinvestasi secara konsisten sj. 4. Penghasilan blom stabil. (hidup di indo sangatlah gak pasti banget, ada kalanya kita seneng banget ada kalanya kita susah banget. shg blom tentu kita bs setor terus walau mungkin cuma 500rb/bln selama 10 atau 15 thn dan perusahaan asuransi berharap banget anda putus ditengah jalan)



Kamis, 06-08-2009 13:00:08 oleh: Citra

Saya menyesal baru membaca artikel ini setelah membeli polis P beberapa waktu yang lalu

Saya membeli 3 polis dari agen "P" yang notabene adalah TEMAN BAIK saya , karena saya percaya dia pasti dapat diandalkan begitu saya mau klaim. Tapi hasilnya, sekarang dia malah resign jadi agen. Saya jadi bingung kok segampang itu melepas tanggung jawab? SAYA BENAR BENAR KECEWA

Saya jadi khawatir bagaimana jika saya mau klaim nanti,,Mau ditutup tidak mungkin karena polisnya udah hampir 2 tahun


@Bp. Tjie Pouw
Saya salut dengan Bp. Tjie Pouw atas perjuangan nya. Saya harap kebenaran dapat ditegakkan.