Rina Nazrina

Diary Tradisional, Elektronik, atau Online?

Rabu, 09-07-2008 16:06:03 oleh: Rina Nazrina
Kanal: Opini

Diary Tradisional, Elektronik, atau Online?

Orang yang kembali ke buku harian adalah orang yang mencari dirinya, penyusuran jalan menuju pengembangan dan kesadaran, jalan menuju kreativitas.”

- Anais Nin (1903-1977)

Buku harian alias diary, adalah salah satu cara yang paling membebaskan untuk mengekspresikan diri. Terutama bagi Anda yang suka menulis. Di zaman canggih seperti sekarang tentu banyak pilihan media untuk menulis diary.

Baiklah, saya sebutkan satu-satu.

Pertama, diary tradisional. Yaitu diary yang ditulis dalam buku, lalu bukunya disimpan di bawah bantal, atau bawah kasur, atau bawah tumpukan baju di lemari, atau pun tempat-tempat tersembunyi lainnya.

Secara fisik, biasanya dipilih buku yang agak tebal, dengan cover dan desain halaman yang menarik, dan kalau perlu dilengkapi dengan gembok. Sudah jelas penulis diary jenis ini tidak mengharapkan orang lain membaca bukunya.

Maka isinya pun akan sangat bebas, tidak mengikuti konvensi apapun. Topiknya juga tidak terbatas (mau tentang SARA, provokasi sosial, propaganda politik, ajaran sesat, atau pun sekadar makian kepada tetangga yang menyebalkan, atau kata-kata romantis norak untuk pacar, terserah).

Secara umum, isinya akan benar-benar berupa curahan hati sang penulis.

Kelebihan:

- Isinya akan amat jujur. Efek psikologisnya akan amat melegakan penulisnya.

- Bisa jadi bukti yang bermanfaat jika si penulis pada suatu hari terlibat dalam suatu kasus kriminal, misalnya. Atau diary ini kemudian bisa menjadi catatan sejarah yang penting seperti yang terjadi pada Anne Frank dan Mochtar Lubis.

- Praktis dibawa kemana-mana, sehingga bisa diupdate dalam bus, atau di ruang tunggu dokter gigi. Kapan saja, di mana saja.

Kekurangan:

- Karena dirahasiakan oleh pemiliknya, dapat saja sebuah buku diary yang sebenarnya isinya bagus luar biasa, tidak dapat diakses oleh orang lain atau bernasib teronggok di gudang hingga hari kiamat tanpa pernah ditemukan oleh orang lain. Mubazir begitu saja.

- Kalau kita punya sepuluh buku, dan ingin mencari tulisan tentang sesuatu, maka kita harus baca halaman demi halaman dari sepuluh buku itu. Jejak satu-satunya hanyalah kalau kita bisa menyebutkan tanggal / bulan / tahun tulisan yang kita cari.

 

Kedua, diary elektronik. Yaitu diary yang disimpan dalam bentuk file komputer. Pada awal tahun 1990-an, dokter muda dalam film seri Doogie Howser tampak selalu mengetik diary di komputernya di akhir episode. Biasanya isinya adalah ‘pelajaran yang ia peroleh hari ini.’ Keren sekali kelihatannya bagi saya yang waktu itu masih SMP kelas satu dan belum pernah menyentuh komputer.

Kelebihan:

- Praktis tidak perlu membeli buku.

- Keamanannya bisa diatur dengan password. (Meskipun tetap mesti berhati-hati dengan teman yang profesinya hacker. Tapi yah… probabilitas dijebolnya sama dengan kemungkinan teman kita tiba-tiba merogoh bawah kasur kita untuk mencari triplek tapi malah ketemu buku).

- Ada fasilitas ‘find words’ jadi gampang kalau mau mencari tulisan-tulisan yang telah lampau.

- Bisa diedit sepuasnya, diupdate semaunya, atau dihapus tanpa bekas.

Kekurangan:

- Komputer bisa diserang virus, flash disk bisa ‘entah di mana’, CD bisa patah kedudukan, dan akibatnya file Anda hilang. (Oh, it’ll hurts u so much, baby. Yup, i’ve been there).

- Tidak bisa diupdate di mana saja kalau Anda tidak punya laptop. Dan kalau pun punya, tetap tidak bisa dibuka di bus -kecuali tampang Anda lebih garang dari perampok-.

 

Ketiga, diary online. Yaitu diary yang berbasis web. Orang sering mengidentikkannya dengan weblog atau blog. (Meskipun tak semua blog isinya bisa disebut ‘diary’).

Blog yang Anda baca ini contohnya. Saya meniatkannya memang sebagai ‘personal blog’. Isinya ya tentang curhatan saya, uneg-uneg, buah pikiran, dan komentar-komentar tentang suatu isu, baik yang penting maupun yang dirasa penting.

Kelebihan:

- Idenya adalah berbagi. Menyuarakan sesuatu yang kita sadar ini untuk orang banyak, dan oleh karenanya mampu menggerakkan orang untuk melakukan hal-hal positif (atau negatif, eh, kalo ini berarti kekurangan donk ya).

- Kalau ternyata disukai banyak orang, maka bisa jadi seleb dadakan seperti Raditya Dika.

- Tidak bisa hilang. (Kecuali ada hacker yang iseng menjebol situs Anda dan menghilangkannya atau mengubah kontennya, tapi ini juga kalau Anda adalah orang yang cukup penting untuk dikerjai macam itu, misalnya Anda adalah seorang Menteri atau agen rahasia berbahaya yang sedang menyamar).

- Ada fasilitas yang memungkinkan tulisan Anda mendapat feedback dari pembaca. Misalnya dengan mereka memberi komentar, me-link blog Anda, dll.

Kekurangan:

- Isinya tidak akan benar-benar jujur. (Kecuali ditulis dengan identitas samaran, tapi ini juga pastinya tidak akan bisa benar-benar terbuka, karena selalu ada perasaan ‘takut ketahuan’). Securhat apapun, paling tidak nama-nama atau lokasi akan disamarkan. Segamblang apapun, penulisnya tetap terikat dengan etika dan hukum (apalagi bukankah di negara kita sudah ada UU internet?!).

- Kalau isinya sangat amat personal hingga nyaris ‘tidak berguna’ atau ‘tidak berarti apa-apa’ buat orang lain, apalagi kalau isinya pun tidak menarik, maka diary jenis ini tak akan dipedulikan orang. Ini akan cukup menyakitkan bagi sang penulis, hingga akan lebih baik kalau dia memilih jenis diary yang dua di atas saja.

 

Overall, mengenai tingkat kepuasan, hm… bagi saya masing-masing jenis diary memiliki efek puasnya sendiri-sendiri. Kalau menulis di diary tradisional dan elektronik, saya bisa amat lega karena seluruh uneg-uneg pikiran dan perasaan bisa keluar tanpa takut orang lain tahu. Mengatakan apa saja dengan bebas itu relieving dan menyehatkan jiwa.

Sedang untuk diary online, yah… kepuasannya adalah jika mendapatkan sambutan baik dari pembaca ataupun feedback menarik dari ide-ide yang dilontarkan.

Jadi gimana, pembaca yang baik, any comments?!
Bookmark and Share

Tag/Label menulis, diary, buku harian, opini
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
5 komentar pada warta ini
Rabu, 09-07-2008 16:19:13 oleh: Nurliati Sari Handini

DIary..Memang bisa jadi sarana "terapi" yang ampuh. Duluuuu banget waktu masih SMP, saya rutin mengisi diary (tradisional) sebelum tidur. Isinya sangat rinci, termasuk kapan mandi, dll..Hehe..Lucu juga ya? Menulis di diary memang sangat membantu menyalurkan emosi. Setelah semua ditulis, jadi bisa direnungkan kembali & "merumuskan" apa yg dipelajari dari kejadian hari itu plus apa yg hrs dilakukan utk menjadi lbh baik. Lumayan berat ya buat ukuran anak SMP..Kalau dipikir-pikir, rasanya penulisan diary itu juga yang membantu saya membagi waktu dengan baik, bisa fokus ke pelajaran & bisa punya prestasi yang lumayan membanggakan. hehe..Sekarang siy sibuk..Nulis diary, mana sempat? ;-P



Rabu, 09-07-2008 17:31:08 oleh: Eko Nurhuda

Aku dari dulu gak suka nulis diary. Ketika pertama kali ngeblog (katanya blog merupakan diary online tho?), yang aku tulis bukannya diary. Anyway, ada gak sih cowok yg rajun nulis diary?



Kamis, 10-07-2008 02:19:45 oleh: Aprilia

aku bukan tipe penggemar diary. takut terbaca oleh orang, malu rasanya ;)
tetapi sejak mempunyai blog (aku angggap blog-ku diary) mencoba untuk menuliskan apa yang kira-kira bisa kubagi...hasilnya, lebih banyak mandeg daripada teratur di update...tetep merasa tulisannya belum pantas di publish... ;)




Kamis, 10-07-2008 09:51:36 oleh: Retty N. Hakim

Saya sejak mengenal Anne Frank lewat bukunya ikutan punya diary. Sejak kenal tulisan Kartini lewat surat-suratnya semakin memperluas cakupan tulisan di diary. Tapi belakangan sering kurang mood untuk menulis.

Blog menarik juga, tapi tentunya fungsinya sedikit beda dari buku harian biasa. Karena sifatnya yang terbuka ya ada banyak kode etik yang perlu dipelajari dan diingat he..he..he...Tapi semangat menulisnya terpompa terus ...




Jumat, 11-07-2008 13:16:41 oleh: Anita Sabidi

Diary tradisional, i love to hand write.. Kadang ga cuma ttg cerita sehari-hari aja, tapi juga ttg ideas on books, music or even a movie. Dan kebetulan saya suka gambar komik, jadi pake karikatur.

Dari SMP hingga kuliah saya menulis hanya pada saat saya memperoleh ilham. Semuanya tersusun rapi di lemari saya.

Tapi itu dulu, sekarang saya harus ngumpet2 tiap kali menulis diary tradisional karena takut ketahuan suami.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY