Prima Sp Vardhana

Markus Pendidikan ’Kacaukan’ PSB Sidoarjo

Senin, 07-07-2008 04:47:39 oleh: Prima Sp Vardhana
Kanal: Peristiwa

Markus Pendidikan ’Kacaukan’ PSB Sidoarjo


Seleksi penerimaan siswa baru SMP dan SMA Negeri di Sidoarjo tahun ajaran 2008-2009 telah selesai Minggu malam (6/7). Ironisnya penyelenggaraan sistem penerimaan, yang digadang-gadang menjadi filter akhir untuk “super siswa” yang mengisi bangku sekolahan itu, dalam praktiknya banyak melahirkan kekecewaan para calon wali murid. Bahkan ada suara sumbang sistem penerimaan tersebut dituding dikotori permainan markus (makelar kasus, red.) pendidikan.

“Saya yakin 100 prosen sistem PSB di Sidoarjo ini bernuansakan korupsi dan ketidakjujuran. Banyak bukti yang dilihat oleh para calon murid saat menunggu pengumuman di kantor Diknas Sidoarjo,” kata Suadi yang anaknya diterima di SMA 1 Sidoarjo. Ketidakjujuran sistem PSB Sidoarjo yang sangat menjengkelkan Suadi, adalah tidak sterilnya ruang entry data calon siswa yang ditangani oleh tim dari ITS.

Ruang entry yang memanfaatkan aula Diknas itu, ternyata bisa dimasuki hampir semua karyawan Diknas. Padahal secara hukum, seharusnya ruang entry data itu haram dimasuki non petugas entry, meski oknum karyawan Diknas itu terlibat dalam proses pengerjaan entry data.

Tidak cuma itu, ia dan beberapa calon wali murid dengan mata kepala sendiri, menyaksikan seorang karyawan Diknas yang ber-T-Shirt putih bergaris coklat kecil, berkerudung putih, dan berkacamata minus sedang berbisik-bisik dengan orang tua seorang peserta. Setelah itu, orang tua peserta itu memberikan secarik kertas yang bertuliskan tiga nomor ujian tes masuk. Kertas kecil itu kemudian dibawah oleh oknum karyawan Diknas itu masuk ruang entry, dan terlihat dari balik jendela memaksa petugas entry data dari ITS.

Ngacir Sekolah
Bisikan apa yang dilakukan oknum Diknas itu pada peugas entry data, hanya Allah SWT yang tahu. Yang pasti, setelah oknum Diknas itu beraksi, maka beberapa nama calon murid tertendang dari urutannya. Memang, ada yang rankingnya turun, tapi ada juga yang harus ngacir ke sekolahan pilihan kedua.

Mungkin, adegan yang dilihat oleh Suadi dan beberapa orang tua siswa itu hanyalah sebuah bagian dari episode PSB Sidoarjo. Namun, tentunya banyak adegan-adegan yang menodai sistem PSB Sidoarjo itu.

Adegan lain yang diungkapkan salah satu petugas entry data yang namanya menolak ditulis, adalah kedatangan beberapa oknum anggota Dewan Kab. Sidoarjo yang meminta dengan sedikit memaksa agar nama 9 nomor, yang dibawahnya itu disulap masuk menjadi murid salah satu SMP atau SMA Negeri Favorit.

“Kami tidak bisa menolak permintaan bapak anggota dewan, karena dia birokrat dan dia datang dengan selembar katabelece. Jadinya ya serba salah, semoga saja dosa kecurangan ini tertimpa pada dia,” kata petugas entry berkulit kuning itu.

Rejeki Haram
Adegan lain yang diungkapkan oleh dua orang tua siswa lain lebih memprihainkan. Yang pertama, memaparkan tetangganya yang berprofesi guru dari SMP Negeri 1 Sidoarjo dan SMP Negeri 1 Candi, setiap menjelang PSB selalu kedatangan tamu-tamu “pembawa rejeki haram” yang titip anaknya agar dibantu dapat lolos PSB dan masuk SMP atau SMA Negeri favorit.

Demikian pula yang terjadi tahun ini dan siswa titipan yang geblek saat di bangku SD itu, ternyata namanya berhasil lolos dan tercatat sebagai siswa salah satu SMP Negeri di Sidorajo. Kisah yang sama juga disampaikan oleh orang tua siswa yang lain, tapi kali ini oknum nakal pelakunya adalah karyawan Diknas tetangga. Dan, siswa titipan untuk masuk SMA Negeri itu juga lolos.

“Berdasar pada beberapa contoh korupsi di sistem PSB Sidoarjo itu, saya berharap agar Diknas Jatim ambil tindakan. Misalnya membentuk tim independen yang bertugas melakukan audit data pendaftaran siswa. Resikonya siswa yang terbukti masuk dengan main belakang harus dikeluarkan dari sekolah penerimanya,” ujar Farouk, orang tua siswa yang putranya berhasil diterima di SMP Negeri 3 Sidoarjo.

Usulan lainnya, Dinas Pendidikan Jatim hendaknya bersikap tegas dengan mengubah sistem PSB Sidoarjo diselenggarakan sebagaimana kota-kota lain di Jatim. Memanfaatkan hasil Unas siswa sebagai tiket masuk menjadi siswa SMP dan SMA Negeri. Karena dengan sistem ini, paling tidak para markus pendidikan itu gerak operandinya dapat ditekan dan diberangus.

Sedangkan sistem lainnya adalah menerapkan sisem PSB yang berkembang di negeri jiran Malaysia. Dinas Pendidikan Jatim menugaskan Diknas Sidoarjo menggelar PSB dengan sistem rayon, tapi pintu masuk siswa ke SMP dan SMA Negeri sudah ditentukan berdasar hasil Unas siswa. Artinya siswa yang hasil Unas mereka dibawah standar rata-rata harus ikhlas duduk di bangku pendidikan swasta.

“Saya yakin jika sistem PSB dari Malaysia itu diterapkan di Jatim umumnya dan Sidoarjo khususnya, maka obsesi untuk mendapatkan super-siswa untuk tenaga pembangunan negara akan terpenuhi. Sedangkan para markus pendidikan akan mati kutu dan gigit jari,” komentar Meidy, orang tua siswa baru SMP Negeri 1 Sidoarjo. (gusrachmat@gmail.com)

Bookmark and Share

Tag/Label psb, sidoarjo, markus, pendidikan, sosial
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
52 komentar pada warta ini
Selasa, 08-07-2008 10:31:20 oleh: smi

Benar sekali apa yang dipaparkan oleh Sdr. Prima Sp Vardhana, tetapi kayaknya sangat sedikit orang yang peduli dengan kejadian atau kondisi tersebut. Saya juga sangat prihatin melihat proses PSB di Sidoarjo.

Proses tersebut sebenarnya bisa sebagai tolak ukur untuk anak kita, akan tetapi kita sendiri yang memberikan contoh yang tidak benar kepada anak-anak kita.

Hidup sekali saja kok tidak jujur, hidup sekali saja kok dilumuri dengan kebohongan.

Anak kok diajari tidak jujur.....
Apa jadinya nanti...?????




Selasa, 08-07-2008 11:26:32 oleh: dpr

Hufffffff......... ternyata masih ada praktek-2 kecurangan kayak gini !!!!!!



Jumat, 11-07-2008 21:34:48 oleh: ilham

Ngapaian pake produk dari Malaysia. Emang buatan dalam negeri tidak ada yang baik. Saya pantau sistem psb real time online di DKI Jakarta, Malang dan beberapa kota lain lebih baik kok daripada sidoarjo dan surabaya. Kenapa gak survei dulu ke kota-kota itu. Dan itu produk asli Indonesia lho...



Kamis, 14-05-2009 14:50:23 oleh: Djatmiko Tri S.

Sebaiknya PSB sidoarjo mencontoh Surabaya Aja, tidak
usah pakai ujian tulis. karena pengalaman waktu saya
menemani anak saya melihat pengumumam PSB sungguh
memprihatinkan, disamping banyaknya titipan anggota dewan keluarga guru dll, juga banyak kecurangan jual beli soal tes dan tidak transparannya nilai tes(masak
hasil nilai diberi selembar kertas tidak disertai soal-soal yang kikerjakan anak mana kita tahu?)
saya juga sempat menjumpai dan menanyai nilai ujian
anak pejabat sidoarjo dengan nilai 10, 10,9,5, setelah saya usut ternyata dianya mengaku mamanya membeli soal dan jawaban seharga 6 juta, saya betul-betul prihatin dengan pindidikan di Sidoarjo
masak anak yang masih dalam taraf belajar sudah diajarai jadi pencuri gimana kalau sudah bekerja nanti bisa-bisa jadi koruptor kakap...ini sekedar
ulasan dari saya yang ingin sekali melihat pendidikan di kota sidoajo bermutu dan bebas dari kecurangan. ayo watwan sidoarjo kok tidak ada suaranya barangkali sudah dibeli kali....




Senin, 18-05-2009 07:29:58 oleh: bekty

Sangatlah prehatin PSB di Sidoarjo, bahkan tahun 2009 ini juga amburadul sebab semua siswa diperbolehkan membawa HP dalam kelas sehingga banyak contekan maupun kiriman jawaban baik dari Gurunya maupun temannya lewat HP tersebut banyak terjadi, dan bocoran-bocoran jawabanpun masih banyak sehingga anak yang bodo pun memperoleh nilai yang spektakuler.



Selasa, 19-05-2009 16:46:38 oleh: sunarya

MELIHAT ! banyak kritikan yang sedemikian dasyat hendaknya DIKNAS seharusnya instropeksi diri agar bisa berbena diri untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di Sidoarjo, yang nantinya kwalitas anak didik bisa dipertanggung jawabkan.kapan Indonesia bisa bebas KKN, klo semenjak dini sudah diajarkan sesuatu yang bener !!!! . terus terang saja saya merasa kaget! selama ujian uasbn kemaren jawaban sudah siap digilir ke semua anak !



Jumat, 22-05-2009 16:33:39 oleh: AYU

seharusnya di Sidoarjo t2 di bikin kyak di Surabaya,,,,
tidak usah pke tes lagi???klu mau masuk ke sekolah negeeri...
jadi langsung pake nilai UASBN?????




Senin, 08-06-2009 09:11:47 oleh: Mulyadin


Mari kita sama-sama merenungi hidup didunia yang cuma sebentar ini, jangan tinggalkan ilmu jahat pada putra/putri kita penerus bangsa ini.setelah besar kelak jadi pejabat, jadilah pejabat yang taqwa jangan jadi pejabat yang korup. Tapi kalau lihat proses awalnya masuk sekolah sudah diembel-embeli suap bagaimana mau jadi pejabat taqwa. gimana bisa manfaat ilmunya. saya setuju pada teman kita usulanya PSB Sidoarjo disamakan seperti Surabaya yang hanya pakai hasil UASBN saja G'pakai TESSSSS.....




Senin, 08-06-2009 14:40:25 oleh: YANTO

AKU SETUJU BANGET DEH.



Rabu, 17-06-2009 14:59:13 oleh: neno

ya donk kenapa sih pakai teest lagi buat anak saya jadi strees lagi.... sampai sakit neh.... minta tolong donk dipertimbangkan lagi... kenapa sich pakai test...? klo emang dalam hal pelaksanaannya masih banyak dosa2x yg diperbuat



Jumat, 19-06-2009 11:00:20 oleh: cak met

kalau sistem tes yang dipakai acuan, saya yakin hasilnya banyak bocornya, karena diseantero indonesia tercinta, yang namanya suap, kkn, uang pelicin, dsb itu sudah merupakan tradisi, meskipun secara undang-undang dan secara agama, jelas-jelas dilarang. tolong dinas terkait, contohlah sistem yang sudah diperlakukan seperti surabaya, bila ada kekurangan wajar, yang nantinya sambil berjalan dievaluasi untuk perbaikan, dan yang jelas tes itu ujung-ujungnya cari tambahan fulus, cuma caranya lebih halus, kesimpulannya anak yang cerdas dikalahkan dengan murid yang ortunya berduit.



Senin, 22-06-2009 10:13:52 oleh: smi

Sudah hampir setahun tulisan ini....
Parah memang, parah sekali sekali mutu proses PSB Sidoarjo.
Bagaiamana pelaksanaan PSB Tahun 2009 Sidoarjo..????????????
Tambah parah atau makin parah....
ternyata PSB Sidoarjo, duit, koneksi dan intervensi masih bisa dominan berperan...




Rabu, 24-06-2009 11:25:32 oleh: BRAFIDZ

apa kata dunia SIDOARJO!!!,kalau jujur gak po2 tapi kalau banyak mafia pendidikan sopo sing tanggung jawab pak Bupati,segera dirubah psb sda kalau mau pemerintahan yang bersih



Kamis, 02-07-2009 13:15:52 oleh: CHIZMA ALDA

Mudah-mudahan ada pembenahan untuk ditahun-tahun mendatang karena anak-anak itu merupakan aset kita dan negara



Minggu, 05-07-2009 21:00:40 oleh: mochamad ghofur

g tau ya????? mungkin itu semua juga hanya kabar burung wae. tapi ju2r AQ g puas banget dengan sistem onlinenya, kenapa utk kota sekaliber sidoarjo sistemnya masih njlimet alias mbulet atau gak jelas gak seperti saat kita buka punya surabaya. sangat jelas dan enak banget cari info mengenai data psb orang yang kita mau.
thanx dan mohon untuk diprerhatikan karena itu sangat kita butuhkan agar kita selaku keluarga pendaftar psb agar tidak salah/kesulitan dalam menentukan pendidikan untuk keluarga kita.




Senin, 06-07-2009 14:23:49 oleh: indri

Duhhh....Gaptek banget sih mekanisme psb sidoarjo.
Katanya pemilihan sekolah setelah ujian tulis bertujuan agar tidak salah pilih. Namun nyatanya sama sekali tidak efisien. Buktinya nilai hasil keseluruhan test tulis aja tidak di update di web.nya psb sidoarjo.
Ya mana kita tau dan bisa mengira-ngira??

Butuh banyak pembenaran sistem yang dapat lebih memudahkan informasi dan akses yang cepat agar tidak terlalu mepet dengan jadwal MOS...




Senin, 06-07-2009 20:10:37 oleh: sunari

malam ini mataku dibuat " MEREM - MELEK " dgn sistem on line psbsidoarjo. gimana ga' nonkrong sampai 7 jam tetep aja "l e m o t " gini koq mau maju.........................



Senin, 06-07-2009 21:10:35 oleh: Aji saputra

Tolong maraknya ketidakberesan test tambahan saat masuk di smp bukan menjadi berita umum. Kapan hari kami coba hubungi suatu lembaga pendidikan yang memfoto kopi kartu test siswa yang akan masuk SMP dan kemungkinan akan direkayasa atau diganti saat test. Tolong ini ditindaklanjuti - kalo perlu lakukan test ulang agar anak kita menjadi anak bangsa yang jujur dan bertanggung jawab. saya sempat coba lobi dan mereka katakan Bapak berani bayar berapa?? Saya bilang uang saya hanya satu juta. tapi tidak dihubungi lagi. Toolong Pak bupati dan segenap pendidik di Sidoarjo mau diapakan anak kita ini.; Allah Maha Tahu...



Selasa, 07-07-2009 09:58:20 oleh: yossef

Tahun 2009 kemarin jauh lebih parah...hampir semua anak bebas sms an, trus ma kemana ini pendidikan sidoarjo??????? percuma diadakan psb..
memang mengerikan dan sangat bobrok tap.... sedihnya kok nggak ada yang gregetan ......embuh wis




Rabu, 08-07-2009 02:03:12 oleh: hadityarista

wah,kalo kejadian yang kayak gini tidak bisa menyalahkan Tim psbnya ya kayaknya,klo ada dari cerita orang ada orang yng berbisik-bisik kemudian memberikan kertas pada oknum dan sterusnya kayaknya ini belum tentu kebenarannya yaa...
bisa saja orang yng berkata demikian itu bohong hanya untuk mengacaukan psb online sidoarjo kali ini,bisa saja kan???sebaiknya jangan suka memplot salah ataw benar klo emng gak tau apalagi menyangkut nama baik orang atw suatu komunitas...
Dan klo emng bener ada oknum yang memaksa petugas entri data untuk memasukkan data yng tidak sesuai maka kita juga harus cek ulang apakah petugas dari entri data melakukan tugasnya dengan benar dan jujur atau mengikuti oknum tersebut yng jg blum terbukti kebenarannya bagaimana...
jadi kesimpulannya menurut saya kalo ada gosip yng blum tntu kebenarannya sebaiknya di jangan langsung memplot ke salah 1 sisi dlu karena blum tentu keberannya...
dan apakah suatu tanda-tanda yang dialami suadi yang dicurahkan nya yng kemudian di tulis disini apakah benar adanya,ataukah hanya persepsi dia sendiri karena terlalu curiga atau kah apa????dari sini kita belum tau apa yang sesungguhnya terjadi jadi sebaiknya jangan bernegatif thinking dlu lah...
cari dlu kebenarannya,setelah tau akan kebenarannya baru di plot ke salah 1 sisi yang benar...
dan mari kita semua berdoa agar psb online di sidoarjo kali ini bersih dan lancar...

amien...




Rabu, 08-07-2009 02:25:14 oleh: putrajauhari

dari peristiwa yang terjadi di atas, saya sependapat dengan komentar dari 'hadityarista'. jangan mudah terpancing dengan apa yang telah terjadi, karena memang persepsi dan anggapan tiap orang berbeda jadi banyak memunculkan berbagai pendapat seperti ini. Tapi hal ini jangan dijadikan sebagai senjata untuk mendiskreditkan atau memojokkan panitia itu sendiri,
memang manusia tempatnya salah tapi juga jangan dijadikan alasan untuk saling menyalahkan satu sama lain.
Sebaliknya, bagi panitia psb kejadian seperti ini dan juga masalah2 yang lain seperti yang disebutkan diatas(walaupun itu belum benar adanya) dijadikan pelajaran untuk kedepannya agar pelaksanaan psb tahun-tahun berikutnya berjalan lebih baik lagi dari sekarang...Amin...





Minggu, 12-07-2009 07:47:29 oleh: Prihatiningtyas

Tenang saja....., Tuhan maha adil..., semua pasti ada balasannya...untuk yang main curang maupun yang dicurangi, kalau tidak di dunia ya.. nanti di akhirat. Sabar... sabar..., sekali telo.... ya... tetap telo... walaupun dimasak bagaimanapun.





Rabu, 15-07-2009 13:54:46 oleh: Susanto

kalo ditrusin... mau dibawa kemana generasi sidoarjo, masak dari UASBN sampai cari sekolah aja sdh diajari curang alias gak jujur, gimana nanti dalam proses belajar mengajarnya ?? apa itu berlaku lagi terus dan terus ?? kalau kita sadar sekolah itu bukan sekedar nyari nilai atau sekolah yang bonafit tetapi yang utama adalah nyari ilmu, untuk bekal yang akan datang. lha kalao bekalnya aja gak bener.... ??? gimana ???



Selasa, 23-02-2010 15:21:36 oleh: Bambang erfandi

Saya nih lagi cari-2 info soal psb 2010/2011 di sidoarjo, setalah baca-2 komentar yg ada, ngeri juga jadinya.

Ayo P.Guru, B.Guru dan pelaksana pendidikan, segera berbenah, malu, sudah bukan zaman-nya korupsi, kuatkan pendirian, jangan mudah terpancing. Ini teorinya sih, prakteknya ....... mudah-mudahan cocok.




Selasa, 30-03-2010 11:56:46 oleh: budi

"kalau emangnge tujuan orang tua harus yuap,nyogok, neplok, dll ke petugas atau guru, lebih baik anak didiknya ngak usah ikut Les,bimbel, try out dll, kalau bisa ngak usah belajar, karna ngak perlu susah2"
"Ya ini masukan bagi diknas Sda untuk lebih ditingkatkan pengawasan, bahkan kalau perlu dijaga aparat (disterilkan tempat tsb)"
thq




Minggu, 25-04-2010 11:22:04 oleh: Budiyono

kalo ingin membenahi sistem pendidikan terkait banyak lapisan unsur dari pengemban pendidikan itu sendiri, pemerintah dan masyarakat. kenapa aturan wajib belajar 9 thn seolah "mengharamkan" anak tidak naik kelas? siswa tdk bs baca hitungpun bs lulus SD & ironisnya dg nilai diatas rata2. kehendak orang tua yg sering memaksakan keinginannya utk memasukkan anaknya di sekolah tertentu tanpa menyadari kemampuan yg dimiliki anaknya dg mengandalkan materi atau malah bonek (untung2an). Di Indonesia ini masih lemah,mudah goyah dalam menegakkan aturan. Semakin banyak aturan mk semakin bnyak yg melanggar. Masyarakat janganlah sampai memberi kesempatan terbukanya praktik Markus seperti di dunia perpajakan. Siapa sih yg bs tahan godaan syaitan. Mulai dari kalangan bawah sampai atas hampir di semua aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah hrs benar2 tegas dalam hal ini, tp bs gak ya????? Wallohualam...



Selasa, 04-05-2010 11:15:54 oleh: Eko Prasetyonp

DINAS PENDIDIKAN SIDOARJO TAEKK KUCING. PENUH MARKUS PENDIDIKAN DAN MALING-MALING PENGHANCUR DUNIA PENDIDIKAN BANGSA



Jumat, 07-05-2010 09:26:59 oleh: R. Putu Wangsa

Markus di Jakarta mulai berjatuhan .......... mari kita berdoa semoga MARKUS di Sidoarjo segera terbongkar ......... dan SIDOARJO berubah menuju "BAIK"



Minggu, 09-05-2010 12:14:25 oleh: ummu annisha

Bismillah,marilah kita semua berbaik sangka.yg lalu biar berlalu,kita benahi yg akan datang,semua fersi diatas adalah bentuk kekecewaan,Kepedulian orang tua murid pada sistem PSB di sidoarjo.tp kalau kt pasrah pd Allah dg kemampuan Anak kita, insyaallah Anak kita yg terbaik.bs sekolah di Negeri,saya sdh 2x mengalaminya,pd saat msk smp, sy yg tau PSB memakai sistem Tes, mengikuti aturan diknas aja dan alhamdulillah saat itu bs diterima di SMPN 4,1 thn kmdn kakaknya hrs msk SMA,dg Danem rata2 9,tp sistem tdk menjanjikan sy lbh memilih sekolah di Luar kota,& alhamdulillah diterima di SMAN 15 Surabaya,saat ini kuliah di UNibraw,pd waktu adiknya yg SMPN 4 td mau msk SMA, PSB sda pun msh kayak kt beli"KUCING DALAM KARUNG"pakai tes & mepet sekali dg thn ajaran Baru yg mana jk tdk diterima Negeri,Mau tak MAu hrs di SWASTA.Akhirnya sy putuskan Lg cr sekolah diluar kota,kala itu Malang, disana kt diberi 10 pilihan sekolah,kemudahan PSB online Malang bs kt akses dg mudah dr sidoarjo,bs dilihat jk Danem bagus sdh PASTI bs seklh di Negeri,alhamdulillah diterima SMAN5 mlg,skrg diterima di ITS,jd saran untuk DIKNAS sidoarjo,PSB pakai sistem DANEMnya aja,gak perlu Pakai Tes,dan ONLINE..jangan sampai ASET "anak Pintar"sidoarjo dimiliki Kota Lain.mari kt siapkan Generasi yg JUJUR.CERDAS,AMANAH guna membangun kota Sidoarjo



Selasa, 11-05-2010 15:44:54 oleh: b marmi

Sebenarnya kalau kita sebagai orang tua percaya sepenuhnya pada kemampuan anak dan menghargai hak orang lain, tentu sistem test ini juga akan baik karena ada dua saringan yang harus dilewati, yaitu uasbn dan test. Kunci keberhasilan ini adalah kita sebagai orang tua, bukankah anak tidak tahu menahu dengan sistem titip menitip? Sekarang bagaimana dengan diknas? bisa tidak melakukan sistem psb dengan bersih? kalau tidak ya kembali ke nilai Uasbn saja, biar tidak dosa dua kali.



Senin, 17-05-2010 10:17:24 oleh: Ismail

Untuk mengantisipasi agar tidak terulangnya markus pendidikan PSB sidoarjo tahun 2010 bagaimana kalau kita sebagai orang tua murid membuat POSKO pengawasan indepedent dilokasi data entry selama psb online berlangsung dari awal sd selesai begitu ada petugas atau orang masuk ke ruang data entry yang mencurigakan langsung kita calling KPK atau satgas hukum dan saat itu juga petugasnya langsung dipecat. Kalau ada koordinatornya saya siap daftar sukarela.



Senin, 17-05-2010 10:35:15 oleh: Ismail

Selain diawasi pada saat entry data kita sebagai orang tua murid menunjuk LSM / auditor independent yang tugasnya meng audit dan mencocokan antara data (nama,nilai siswa hasil test ) dengan data yang di entry kan oleh petugas sehingga kalau ada nilai test yang dirubah dapat diketahui.



Senin, 17-05-2010 12:37:03 oleh: siswanto

sebaiknya kita jangan mencontoh daerah lain masalah sistem penerimaan siswa baru,karena sistem yang diterapkan daerah lain belum tentu tidak ada kecurangan semua kebijakan pasti ada masalah,yang perlu diperhatikan adalah masalah bagaimana kita masyarakat bisa mengawasi lebih ketat lagi agar tidak ada "MARKUS PENDIDIKAN" di kota sidoarjo yg kita cintai. terutama saat entri data dan bangku kosong disinilah pos-pos yang rawan kecurangan.karena kedua pos inilah orang-orang yang merasa punya sidoarjo berkeliaran untuk cari keuntung!!!!!!
SEMOGA SIDOARJO JAUH DARI MARKUS - MARKUS PENDIDIKAN......AMIN!!!!!!!!




Senin, 17-05-2010 12:53:04 oleh: siswanto

kita rasa cara penerimaan PSB di sidoarjo sudah baik tinggal orang DIKNAS aja yang harus kerja esktra untuk meminimalkan kecurangan2 yg terjadi.dengan sistem danem kecurangan saat penerimaan sedikit sekali tetapi saat UNAS di sinilah akan terjadi kecurangan besar_besaran......



Jumat, 21-05-2010 19:24:01 oleh: ayu

ngpain sih d sda masih pakai tes segala ga kayak d sby ?
stres tau ! belajar 2x jadinya !
kemalan !!




Senin, 24-05-2010 08:45:22 oleh: andyna

bapak/ibu
mohon informasi, mata pelajaran apa saja yang akan diujikan pada tes masuk sma? berapa soal dan berapa lama waktu tesnya? proses pendaftaran untuk tes seperti apa dan dimana?
saya butuh sekali informasi psb di sidoarjo dan tidak tahu harus mencari informasi kemana karena diknas sidoarjo pun pada waktu saya telp jawabannya "belum tau", "belum diputuskan", "belum dirapatkan", benar2 tidak membantu dan tidak memudahkan orang tua murid.
terima kasih untuk bapak/ibu yang berkenan memberi informasi.




Senin, 24-05-2010 09:49:32 oleh: tio krisna

Emang diera sekarang ini ortu + siswa bayak di hatui rasa was-was dalam menghadapi unas. namun kita harus punya keyakinan kepada anak kita bahwa mereka bisa menyelesaikan unas dg baik. Tujuan menyekolahkan anak=PANDAI utuk befikir bukan pandai menipu diri sediri. Jadilah ortu yang jujur biar anak kita jadi jujur kelak bangsa kita akan makmur
~~~~~~~~~O~~~~~~~~~~




Jumat, 04-06-2010 15:17:09 oleh: SILVIA RAHMA

kalo di SMPN SUkodono, menurut informasi yang saya dapat, saat tes PSB ada ruang khusus untuk anak-anak guru, karyawan,atau yang titip. biasanya disitu diberi hasil jawaban, sehingga anak yang geblekpun pasti diterima, silahkan dicari ruangannya sendiri, tengok dan saksikan dengan seksama.
Tanya sama guru-guru disitu, pasti dia bilang TIDAK ADA HAL ITU, karena mereka BOHONG!!!!!!




Selasa, 08-06-2010 14:57:16 oleh: b kelik

psb 2010 di sidoarjo akan segera dimulai, banyak orang tua murid yang khawatir akan keberhasilan putra-putrinya masuk ke sekolah negeri karena hanya mengandalkan kemampuan anak saja atau tidak mau titip karena takut dosa. Kasak-kusuk masih terdengar untuk bisa masuk ke sekolah yang diinginkan masih ada jalan....utk ini saya ingin bukti saja, apa memang psb tahun ini belum ada perbaikan? Kalau masih sama saja, saya tidak akan mengikutkan anak saya psb tahun depan......






































Kamis, 17-06-2010 09:35:23 oleh: agus

Wah.. hari gini masih ada tes utk psb .... tobat...tobat !!Kalo emang si pembuat kebijakan tidak mau merespon begitu banyak keluhan dari masyarakat, mari kita doakan bersama mudah-mudahan besok kalo dianya dah lulus dari dunia bisa di terima di Neraka.. tanpa tes lagi. Amin......



Jumat, 25-06-2010 11:07:31 oleh: RENI

wah, gawat, soal tes PSB masuk SMP DI KAB. sIDOARJO tadi pagi, isi soalnya bukan pelajaran kelas 4,5,6 SD. tapi pelajaran anak SMP. yang buat soal ngawur, anak baru lulus SD, diberi soal anak SMP, apa yg buat guru SMP kali ya.........



Rabu, 30-06-2010 11:31:44 oleh: YAYAK UMARDANI

Yang saya tahu kejujuran nantinya pasti akan berbuah kemenangan dan kebaikan baik dunia maupun akhirat jadi setelah anak kita berikhtiar lahir dan bathin tibalah bagi kita tawakkal kepada ALLAH SWT, Intinya saya khusnudzon aja pada system dan kebijakan yang dibuat oleh DIKNAS SIDOARJO, mudah-mudahan itu semua terbaik buat kita semua .... Amiin ...



Rabu, 30-06-2010 13:08:18 oleh: lin

memang sangat menyedihkan dunia pendidikan di Sidoarjo,awal masuk PSB dah tercium ketidak jujuran bukan rahasia umum lagi semua ikut berperan untuk berpartisipasi meloloskan bisa ke smp or sma yang berstatus sekolah negeri,fenomena 'Negeri'ini membuat selalu berebut yang akhirnya muncul ketidak jujuran untuk mencapainya ,semua sekolah sama ,semua tergantung dari siswa,bgm siswa nantinya mengembangkan pemikiran dari ilmu yang di dpt,hindari kecurangan marilah kita arahkan anak kita sesuai dgn kemampuan,sklh negeri bkn selalu prioritas menjamin kepinteran anak,sukses selalu ......



Kamis, 01-07-2010 20:19:35 oleh: andin

saya punya kakak yg baru lulus sma, ada soal tes psb sma yg susah tapi masih saya ingat, dan kemudian saya tanyakan pada kakak saya tersebut, ternyata kakak saya itu baru memperoleh pelajaran itu ketika duduk di kelas XII semester 2.

gille benner! gw mo masuk, malah di jejali soal bwt yg mo kluar???




Kamis, 01-07-2010 21:44:09 oleh: jauhari

Sangat mencolok tapi tidak ada yang kuasa untuk mencegah proyek diknas sidoarjo ini, logikanya jika hasil uasbn yang langsung dipakai on line, semua bisa gigit jari untuk mengais fulus dari celah ini..
Dengan adakan tes lagi sendiri ada celah yang bisa dimainkan (sebelum hasilnya diumumkan dan dibuat online).
Materi tesnya juga mengada-ada,PPKN, IPS dan Agama (masak gak ngerti agama di negeri kita beragam, yang pasti ada keirian tentang mudah sulitnya soal agama satu dengan yang lain)
Semua pejabat maupun anggota dewan tutup mata karena ikut bermain? atau tahu sama tahu lah.. dalam hal rejeki orang..
Masak kita kita yang nota bene rakyat biasa malah lebih pinter dan lebih tahu gelagatnya..
Saya jadi ngerti dan membenarkan suara diluar bahwa indonesia butuh 3 generasi kebawah untuk bersih dari pejabat2 yang bobrok mentalnya..
Wooiii diknas jatim, apa buta dan tuli liat sepak terjang dibawahnya.. kasih standart dong.. biar gak jalan dewek2..n maunya sendiri cari fulus..




Kamis, 01-07-2010 21:57:26 oleh: harsono

Soal2 memang dibuat sulit dengan materi yang diluar jangkaun belajar standart siswa (standart mata pelj yang diajarkan), agar nilainya pada jeblok dan bisa mengangkat nilai anak2 yang mbayar..
disinilah cara mereka (markus)bisa menjamin siswa yang goblok jadi pinter..prosentase 40% tes + 60% uasbn hanya untuk kamuflase.. itungan goblok2an jika tes nilainya disetting tinggi ya tinggal tunjuk sekolah yang diincar.. sementara 60% hanya untuk syarat saja karena diknas sudah berhitung dulu..
gak heran dah...atasannya diam karena jg dapat setoran..termasuk atasannya diknas jatim (yang kura-kura dalam perahu)




Jumat, 02-07-2010 12:38:13 oleh: citra putri periwi

hmf, saya sebagai siswa yg juga berjuang untuk mendapatkan SMA favorit merasa kecewa
karena oknum cepekan itu benar2 tidak menghargai kita2 sebagai siswa yang ingin mendapatkan sekolah favorit dengan membutuhkan banyak energi untuk memeras otak demi membanggakan orang tua, kok bisa2nya disamakan dengan orang2 licik BERDUIT ?
apakah sekarang kecerdasan otak siswa disamakan dengan uang berpuluh2 juta ?
kecurangan ini benar2 memalukan dan menjijikkan !




Jumat, 02-07-2010 13:42:15 oleh: Nurul Hidayah

Anak saya juga pernah dirugikan dengan adanya tes Psb SMP pada tahun 2008, nilai anak saya 30,14 dan dia terbuang dari pilihan I (SMPN 2) sedangkan tahun ini giliran adiknya yg masuk SMP.
Setelah di cek pd website Psb sda tahun ini, dan melihat rekapitulasi Psb th 2008 Nilai Min SMPN 2 sda pd th 2008 adlh 29,4 .Apakah 30,14 lebih rendah dari 29,4?????? Mengapa anak saya menjadi KORBAN dari orang BERDUIT? Bagaimana nasib pendidikan di Sidoarjo jika begini terus?
Semoga anak saya yg tahun ini akan memasuki SMP baru tidak menjadi korban BUANGAN ORANG BERDUIT seperti kakaknya.




Sabtu, 10-07-2010 14:11:22 oleh: Suwarjono

PSB Sidoarjo 2010 menggunakan tambahan Ujian Tulis untuk ajang pegawai DikNas Pendidikan Sidoarjo CAri duit dengan MENJUAL NILAI UJIAN TULIS seharga 2,5 juta. Ironis sekali siswa yang nilai UASBNnya TINGGI tapi jeblok ujian tulis karena tidak punya uang untuk bayar.

Lihat saja di web PSBSIDOARJO.NET, hasil rekap ujian tulis siswa 80% dibawah angka 13. Ini kelihatanh sekali DIKNAS SIDOARJO cara buat soalnya yang GEBLEK. Dan mengambil kesempatan CARI DUIT untuk menaikkan nilai ujian tulis.

Pecatt Kepala Dinas Sidoarjo!!!




Senin, 12-07-2010 12:56:26 oleh: Titin

Saya juga prihatin atas coret marut pendidikan di Sidoarjo, dimana kunci tes tulis psb memang bisa dibeli itu pengakuan jujur dari beberapa teman anak saya, yang nilai tulis psbnya diatas 8 dan parahnya mereka patungan sekelas sehingga akhirnya lolos di sman favorite. Kasekpun mengakui kecewa ada permainan diknas tentu saja kami sangat sedih .Kami juga mendengar ada kelas yang nilai psbnya bagus semua shg satu kelas masuk semua ke sman favorite bgmn bisa ?? (apakah ada jokinya ?) wallahualam . Sungguh ironis sekolah idaman negri hanya milik orang berduit .sedangkan orang miskin meskipun pandai harus lari ke swasta. Kami berharap ada perhatian dari Instansi yang terkait sungguh sangat tragis dimana persaingan yang tak sehat & kecurangan ditanamkan dini pada anak 2 kita . Bgmn kelak mental anak kita ?



Rabu, 14-07-2010 15:00:55 oleh: SURAJI

kami sebagai orang tua murid juga sangat prihatin sekali mendengar adanya markus lah dan memang kejadian itu kami alami sendiri suatau saat kami ditawari anak saya untuk masuk smp negeri faforit dan karena kami seorang pegawai swasta yang gajinya pas pasan saja maka penawaran itu kami tolak secara halus dan kebetulan anak saya juga tidak mau dengan cara itu,seandainya kelakuan ini tidak di berantas di negeri ini akan jadi apa negara ini ?



Jumat, 16-07-2010 13:28:41 oleh: eddy sudhiarto

Sebenarnya bukan hanya pada saat penerimaan saja, pada saat uasbn/unas pun terjadi kecurangan di sidoarjo, ada yalah satu pengurus yayasan sekolah yang saya tanya tentang uasbn/unas, mereka mengatakan bawha diknas sidoarjo mengumpulkan para kepala sekolah untuk memerintahkan salah satu guru disekolahnya untuk mengerjakan soal2 tsb kemudian jawabannya dibagikan kepada murid2, sedangkan pengawasnya sudah di beri pengarahan oleh diknas untuk mengamini perbuatan curang tsb, dan oleh diknas agar tiap2 sekolah memberikan tambahan uang sakunya, halo ini dibenarkan oleh anak saya yang sekarang diterima di salah satu SMP NEGRI di Sidoarjo. inilah yang membuat saya sangat prihatin atas pendidikan di Sidoarjo khususnya dan di Indonesia pada umumnya,hal ini juga dibenarkan oleh teman saya yang ada di jayapura, katanya anaknya mendapatkan BLT ( Bantuan Langsung Tulis) untuk disebarkan ke muri2 yang lainnya. Mau dibawa kemana Pendidikan ini............? ampun dech.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY