Leonardo Paskah Suciadi

Rumitnya Masalah Sistem Asuransi Kesehatan di Negeri Kita

Jumat, 30-05-2008 18:31:29 oleh: Leonardo Paskah S
Kanal: Layanan Publik

Saya akan mengawali tulisan ini dengan cerita nyata tentang pasien yang sedang saya rawat di rumah sakit:

Ibu F, 27 tahun dirujuk ke rumah sakit kami karena perdarahan jalan lahir saat sedang hamil tua. Setelah diperiksa ternyata si ibu memiliki plasenta letak rendah dan bayi sudah meninggal. Lebih jauh lagi ternyata ia memiliki keracunan kehamilan (pre eklampsia berat) yang salah satunya ditandai dengan hipertensi berat, kemudian hasil dari laboratorium menunjukkan kerusakan hati dan gagal ginjal.

Si Ibu adalah pasien ASB (Asuransi Kesehatan -askes- Plus / askes komersil à bukan askes orang miskin yang ditanggung negara, melainkan askes untuk warga umum ). Setelah dioperasi untuk pengangkatan rahim untuk mengatasi perdarahan berat yang telah berlangsung, karena kondisinya si ibu di rawat di ICU dimana saya bertugas. Di ICU selama 3 hari kencing sama sekali tidak keluar walaupun sudah diberikan obat-obatan, dan itu tandanya gagal ginjalnya semakin berat sehingga pada suatu titik ia harus cuci darah.

Namun pihak ASB dalam ketentuannya memang tidak menanggung cuci darah sehingga akhirnya pihak keluarga harus menanggung sendiri tindakan urgent itu dengan biaya Rp.750.000 (padahal suami hanya buruh dengan penghasilan 1,5 juta/bulan). Hal itu disambut stress oleh keluarga tapi akhirnya mereka berhasil mengumpulkan biaya tersebut. Cuci darah dilakukan. Sialnya, pembuluh darah di lengan ibu tidak dapat dipasang selang cuci darah sehingga tindakan khusus untuk memasukkan selang lewat leher wajib dilakukan dan itu harganya 1,2 juta serta tidak ditanggung ASB.

Tentu saja hal itu hanya bisa disambut tangis pasrah oleh pihak keluarga. Namun beberapa jam kemudian mereka berhasil mengumpulkan uang sehingga cuci darah dilakukan. Sehabis cuci darah respon ibu belum komplit sehingga ia harus cuci darah satu kali lagi (minimal) dan sialnya fakta itu didikuti oleh keputusan dari ASB yang menyatakan bahwa biaya asuransi ibu tsb sudah mentok selama perawatan seminggu di ICU sehingga selanjutnya semua biaya keluargalah yang menanggung. Dan keluarga kali ini benar-benar habis ‘nyawa' mereka tidak bisa berbuat banyak lagi karena biaya inap di ICU saja sudah Rp.450.000/malam, belum lagi bag transfusi darah dan obat-obatan rutin per hari. Yang aneh, ASB memiliki ketentuan bahwa pasien mereka tidak boleh mendapat bantuan pendanaan dari pihak ke-3 misalnya dari yayasan sosial. Padahal rumah sakit kami memiliki pendanaan social yang beberapa kali sudah dialokasikan untuk menanggung biaya perawatan pasien umum yang tidak mampu bayar. Sedemikianlah masalah rumitnya asuransi kesehatan di negara kita.

 

Sudah saatnya asuransi kesehatan yang professional merangkul semua penduduk Indonesia. Sistem semacam ini sudah lama berlangsung di negara-negara maju seperti USA misalnya. Di sana sistem pelayanan kesehatan sudah memakai system jaminan kesehatan berbeda dengan di Negara kita yang masih berkutat di system ‘pay for service', bayar dulu baru dilayani. Sistem semacam pay for service sama sekali tidaklah cocok untuk pelayanan medis karena untuk urusan sakit terlebih gawat darurat adalah tidak mungkin menunggu uang dulu baru bisa dilakukan tindakan life saving. Namun yang perlu diingat, dalam hal pengobatan, rumah sakit itu bukanlah lembaga sosial melainkan lembaga profit sehingga tidak mungkin semua pasien yang datang dilayani tanpa ada kepastian pembayaran. Mungkin terdengar tidak etis; kok menolong nyawa harus tunggu-tunggu duit, tapi demikianlah hukumnya, kita harus menyadari bahwa rumah sakit memang didirikan bukan untuk beramal walaupun menyinggung bidang kemanusiaan, kecuali rumah sakit atau klinik bakti sosial yang memang didirikan untuk itu. Salah satu jalan keluar untuk masalah ini adalah adanya jaminan kesehatan yang berupa asuransi pada setiap individu seperti layaknya di negara-negara maju termasuk Singapura.

Kesadaran urusan asuransi kesehatan pada masyarakat Indonesia masih relatif rendah pada kalangan menengah atas (walaupun sekarang sudah mulai membaik), dan asuransi adalah mustahil bagi kalangan ekonomi lemah karena semua pengahasilan mereka habis di kebutuhan primer (sementara asuransi adalah kebutuhan tersier). Padahal masalah sakit tidak ada yang tahu dan dapat menimpa semua orang baik kaya atau miskin, baik berupa kecelakaan, stroke, serangan jantung, kanker ataupun penyakit terminal seperti gagal ginjal yang memerlukan cuci darah rutin. Ketika sepanjang sehari-hari kita tidak mengalokasikan uang sebagai cadangan dalam kondisi semacam demikian maka ketika bencana tersebut menimpa segala macam hambatan ekonomi akan menghalangi tindakan medis yang cepat dan tepat.

Saat ini pemerintah sudah lumayan tanggap atas kondisi semacam ini, hal ini dimulai dengan program JPKM (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat) seperti Askes, Jamsostek, Askeskin; walaupun pelaksanaan di lapangan corat marut dan banyak utang ke pihak rumah sakit. Kini hadir dalam bentuk yang baru sebagai JamKesMas dan diharapkan proses alur pembayaran ke pihak rumah sakit jauh lebih baik. Sistem semacam ini sangat menolong sekali terutama bagi pasien yang benar-benar miskin. Saat ini seorang pemulung mungkin menjalani cuci darah atau transfusi darah karena memang ditanggung Askeskin, suatu hal yang pastinya mustahil sebelum program asuransi ini berjalan. Sudah banyak nyawa tertolong oleh karena asuransi ini.

Tapi sayangnya kelemahan asuransi di negara kita ini adalah ‘masih nanggung'. Maksudnya, masyarakat yang setengah miskin tidak mendapatkan asuransi dalam nilai penuh akan semua tindakan medis, misalnya cuci darah atau pemeriksaan darah khusus harus bayar sendiri. Selain itu pasien yang menengah ke atas tentu saja Negara tidak menanggung asuransi kesehatan mereka melainkan perusahaan tempat mereka bekerja yang wajib menanggung. Nah repotnya jika perusahaan itu perusahaan kecil maka lagi-lagi nanggung, yaitu untuk sejumlah budget tertentu saja jika melebihi maka keluarga sendirilah yang harus menanggung biaya perawatan selanjutnya. Kondisi semacam ini sangat menyulitkan pihak pasien, istilahnya dibantu tapi setengah-setengah.

Memang sudah saatnya diperlukan pihak asuransi professional yang benar-benar mampu mengelola permasalahan kesehatan bagi rakyat banyak di Negara kita, dengan demikian akses masyarakat ke kesehatan komplit. Selain itu tentunya upaya promotif dan preventif harus menjadi fokus utama di bidang kesehatan yaitu dengan pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini agar semakin banyak penyakit yang dapat dicegah sehingga beban negara berkurang untuk menanggung warganya yang sakit berat dan tak produktif.

 

Bookmark and Share

Tag/Label asuransi, asuransi kesehatan
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
8 komentar pada warta ini
Jumat, 30-05-2008 22:01:11 oleh: afdal

kalau mau asuransi kesehatan yang memberikan pelayan yang memuaskan pilihlah asuransi kesehatan BUMIPUTERA bukan yang lain.empat tahun lagi bumiputera akan berumur 1 abad dengan segudang pengalaman.




Sabtu, 31-05-2008 08:09:07 oleh: Retty N. Hakim

Tulisan ini saya vote berguna! Walaupun punya asuransi memang saya masih tergantung kartu kredit untuk nalangi bayar sebelum asuransi memberikan bantuan pembayarannya, dan cara ini bisa jadi membuat saya terkena beban bunga kalau proses klaim saya agak lama.

Dan saya sering lihat orang dengan kartu askes yang kebingungan karena kelas perawatan untuk pasien askes sudah penuh...




Sabtu, 31-05-2008 13:36:34 oleh: Leonardo Paskah S

spt yg mbak retty sampaikan,srg kali pasien askes dtolak di rumah skt dengan alasan sudah pnuh.ini suatu persoalan yang sering djumpai,akibatny pasien byk tertunda dalam pnanganan mdis.mgkin byk rumah sakit yang menyediakan pelayanan askes,tapi alokasi kamar atau pasiennya msih sangat kurang.ini merupakan PR brsama bagi instansi medis.



Jumat, 13-06-2008 18:39:01 oleh: mei

nibrung ya...
jika melihat kebutuhan, setiap orang wajib memiliki asuransi dengan nilai manfaat min 2xlipat dibanding biaya berobat yang ada di Indonesia,mis kalo kena DBD biaya sekitar min 1jt maka nilai yang dimiliki yah 2jt lah. akan tetapi jika ditilik dari tingkat kemampuan masyarakat, tidak semua orang mampu membayar premi yang cukup mahal untuk mendapat fasilias tersebut. dilihat dari kemauan seseorang,maka ditemukan masih banyak orang tidak ingin asuransi karna berpikir akan sehat terus....????? contoh nih si A menemukan barang yang disukainya kemudian dia akan melakukan apa saja untuk mengumpulkan uang sehingga barang tersebut,tapi kenapa tidak pada asuransi.....toh buat masa depan juga dan manfaatnya buat kita juga. banyak orang bela-belain utk kesenangan yang sesaat tapi lupa untuk mempersiapkan yang sekarang ya???? tidak maksud menyinggung atao mengkritik tapi hanya menuangkan apa yang ada dipikiran saya....peace ;D




Sabtu, 12-07-2008 16:40:01 oleh: Mas Cahya

Saya punya pengalaman berasuransi dengan paket Sehat-Koe dari Asuransi Bumiputeramuda yang mengambil manfaat untuk istri dan 2 orang anak saya. Ketika salah seorang anak saya mendapatkan perawatan opname di suatu rumah sakit swasta, saya mendapatkan pelayanan klaim yang cukup memuaskan meskipun dengan sistem reimburst.



Selasa, 17-11-2009 14:38:14 oleh: Abdul Haries

Apakah Asuransi Kesehatan dalam menanggung keluarga terutama Anak, tidak bisakah yang di tanggung sampai 3 orang Anak ... Makasih atas perhatiannya...!!!!



Senin, 17-05-2010 19:51:05 oleh: Rusman

Cerita mengenai Ny F diatas dalam dunia asuransi itu sudah biasa terjadi, yang harus diperhatikan disini adalah seharusnya sebelum anda membeli suatu produk asuransi apapun asuransinya anda harus tau manfaat apa saja yang akan anda dapatkan dari produk tersebut (segala sesuatu yang dijamin), apa saja yang termasuk dalam pengecualian (yang tidak dijamin) dari produk tersebut, sehingga pada saat anda sakit anda sudah tau apa saja yang di jamin dan tidak dijamin, setelah itu bandingkan premi yang harus anda bayar dengan manfaat yang akan anda terima sesuai atau tidak? jika menurut anda tidak sesuai maka carilah asuransi lain yang menjual produk murah dengan manfaat segudang. Ingat teliti sebelum membeli!!!

NB: saya meragukan kalimat Bpk leonardo yang mengatakan bahwa ASB melarang klienya untuk menerima pendanaan dari pihak ketiga, apa itu benar? karena menurut sepengetahuan saya tidak pernah ada asuransi yang melarang pendanaan pada kliennya dari pihak lain apapun itu bentuknya.




Rabu, 08-02-2012 00:14:43 oleh: PRAS TYO

Bagaimana klo buat ansuransi khusus masyarakat kalang bawah dengan kwalitas kesehatan masyarat kelas atas. sistem pembiayaan ansuransi harian.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY