Dalam artikel yang pernah saya tulis di wikimu tentang batu saluran kemih yang lalu, Mbak Retty sempat memberi komen yang menanyakan tentang penulisan singkatan gelar dokter yang benar. Wah kebetulan sekali, karena memang masalah penulisan tersebut seringkali membingungkan bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga malah di kalangan para dokter dan mahasiswa FK sendiri. Saya pun sempat bingung karena beberapa tempat menuliskan gelar dokter sebagai ‘dr.’ sedangkan yang lain menuliskannya dengan ‘Dr.’ , hal tersebut merancukan antara dokter dengan doktor.
Jadi saya ingin berterima kasih kepada Mbak Retty atas pertanyaannya yang memang mengingatkan saya untuk suatu waktu menuliskan apa yang saya tahu tentang masalah ini.
Saya juga sempat bingung tentang polemic tersebut, sehingga saya pun pernah mencari tahu sumber resmi tentang hal itu. Penulisan singkatan kata dokter ternyata ada perbedaan paham antara ketentuan dari departemen kesehatan dengan departemen pendidikan dan kebudayaan. Departemen kesehatan sejak lama menganut penulisan yang benar adalah sebagai ‘dr.’ (dengan ‘d’ huruf kecil) untuk mengacu pada dokter dan ‘Dr’ (dengan ‘d’ huruf besar) sebagai acuan ke gelar doktor. Namun timbul permasalahan dalam dunia jurnalistik, yaitu bagaimana jika suatu kalimat dimulai dengan tulisan ‘dr A’ karena jika dimulai dengan huruf kecil di awal suatu kalimat maka hal tersebut berarti mengingkari cara penulisan yang benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang mengharuskan huruf pertama di awal setiap kalimat berupa huruf capital. Menyiasati masalah tersebut maka penulisan ‘dr. A’ untuk diawal kalimat harus diubah sebagai ‘Dokter A’.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang juga bertanggung jawab tentang masalah bahasa Indonesia yang baik dan benar kemudian mengklaim bahwa penulisan yang tepat untuk dokter sebaiknya justru sebagai ‘Dr.’ sehingga dengan demikian permasalahan tentang huruf kapital diatas dapat terselesaikan. Dan dengan demikian penulisan yang benar untuk gelar Doktor menurut mereka adalah sebagai ‘DR.’
Kecenderungan yang ada saat ini, klaim cara penulisan seperti departemen pendidikan dan kebudayaan tersebutlah yang sudah resmi dipakai. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengenakan singkatan ‘Dr.’ sebagai singkatan resmi untuk dokter, hal ini tampak dari seminar-seminar medis resmi yang diselenggarakan IDI dimana penulisan para dokter disana sudah sebagai ‘Dr’. Selain itu majalah kedokteran ‘DOKTER KITA’ yang notabene dikelola langsung oleh DR.Dr.Siti Fadillah,SpJP (Menteri Kesehatan RI) merupakan majalah kesehatan pertama di Indonesia yang komitmen menuliskan singkatan dokter sebagai ‘Dr.’
Dengan demikian menurut saya, bagi semua masyarakat dan kolega, sudah saatnya menyamakan persepsi penulisan gelar dokter yang tepat sebagai ‘Dr’ supaya polemic tentang permasalahan tersebut dapat terselesaikan.
Terima Kasih, semoga artikel ini dapat memberikan info yang cukup jelas.