Lie Tjie Pouw

Pengalaman Menjadi Nasabah PT Prudential Life Assurance

Rabu, 21-05-2008 11:42:45 oleh: Lie Tjie Pouw
Kanal: Suara Konsumen

Ini adalah sebuah cerita nyata bagaimana berurusan dengan perusahaan asuransi yang konon bermoto "always listening, always understanding".

 

Pada tahun 2003 saya membeli polis PT Prudential Live Assurance, setelah mendengarkan promosi yang menggiurkan dengan segala janji-janji surga dari sales representative Prudential. Saya memborong hampir semua produk yang ditawarkan, antara lain:

 

- Asuransi Dasar

- PRUlinkassurance accountuntuk jangka waktu 65 tahun

- Asuransi Tambahan

- PRUcrisis cover 65untuk jangka waktu 30 tahun

- PRUmeduntuk jangka waktu 30 tahun

- PRUpersonal accident death and disablementuntuk jangka waktu 25 tahun

- PRUpayoruntuk jangka waktu 10 tahun

Produk yang saya beli adalah Polis asuransi jiwa, dengan produk tambahan asuransi kesehatan (PRUmed). Setelah tepat 4 tahun saya menjadi nasabah Prudential, mata kanan saya harus dioperasi, karena saya menderita Retinal Detachment (RD) atau retina robek. Di polis pada bab "Ketentuan Khusus Asuransi Tambahan PRUmed" dinyatakan bahwa tindakan operasi untuk jenis penyakit RD akan ditanggung dan bahkan digolongkan sebagai tindakan operasi Major.

Dengan penuh harapan saya mengajukan klaim atas penyakit saya tersebut. Setelah menunggu kurang lebih 4 minggu (dijanjikan 2 minggu), saya mendapat kabar bahwa klaim saya ditolak!

Kaget mendengarnya saya bertanya, apa alasannya? Pertama-tama jawabannya adalah bahwa penyakit yang saya derita tersebut sudah ada sebelum saya menjadi nasabah Prudential, ini jelas tidak mungkin karena RD harus ditangani dengan cepat dalam hitungan hari, kalau saya menunggu 4 tahun baru pergi ke dokter, mata saya pasti sudah akan buta. Saya menuntut penjelasan yang lebih masuk akal, untuk ini pun diperlukan perjuangan keras selama berminggu-minggu, selama itu saya cuma dihubungi oleh staf-staf customer care yang tidak mengerti permasalahannya dengan jelas dan kalau saya menanyakan sesuatu, selalu dijawab "Pertanyaan bapak akan saya sampaikan ke atasan saya" atau kalau sudah kepepet tidak bisa menjawab pertanyaan saya, jawaban klisenya adalah "Ya itu akan menjadi masukan buat kami" atau "Terima kasih atas masukannya".

Salah satunya yang paling mengesankan adalah ketika saya dihubungi lewat telepon oleh seorang yang mengaku dokter dari pihak Prudential, dijelaskan penolakkan atas klaim saya tersebut didasarkan oleh informasi yang salah, bahwa di Form Pengajuan Asuransi Jiwa tidak tertera bahwa saya mempunyai penyakit High Myopi (rabun jauh), waktu saya membolak-balik form isian tersebut lagi, saya tidak menemukan kolom dimana saya harus menyatakan bahwa saya menderita rabun jauh atau tidak, LUAR BIASA, bahkan seorang staf ahli Prudential pun tidak mengenal informasi apa saja yang tertera di form pengajuan tersebut, yang nota bene dibuat oleh Prudential sendiri.

Setelah ngotot dan menelpon berkali-kali selama berminggu-minggu, baru ada seorang yang mengaku mempunyai posisi tinggi menelpon saya, beliau menjelaskan berdasarkan bahwa penolakkan atas klaim saya tersebut didasarkan oleh informasi dari dokter yang merawat saya yaitu: RD yang saya derita kemungkinan disebabkan oleh rabun jauh yang saya derita sejak lahir. Dan berdasarkan klausal Pengecualian 4.3

Perawatan rumah sakit atau pembedahan akibat Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya, dimana rabun jauh termasuk di dalam term Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya.

Dimana definisi Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya adalah sbb:

Adalah cacat, keadaan sakit atau ketidakmampuan tertanggung yang telah ada atau yang gejalanya timbul atau berkembang sebelum tanggal mulai berlakunya Asuransi Tambahan PRUmed dan telah diketahui atau seharusnya secara wajar diketahui oleh tertanggung atau berdasarkan perkembangan patologis penyakit yang diterima secara medis.

 

Myopia atau rabun jauh yang saya derita dianggap sebagai "ketidakmampuan", seperti yang dijelaskan oleh seorang staf Prudential lewat email pada tanggal 8 Januari 2008 sbb: "Berdasarkan definisi medis, Myopia adalah ketidakmampuan berupa penglihatan di mana ketajaman penglihatan berkurang untuk penglihatan jarak jauh."

Di sini bisa dilihat kreativitas dari pihak para staf Prudential yang menyatakan bahwa rabun jauh yang disebutkan sebagai penyebab terjadinya RD adalah sebuah "ketidakmampuan berupa penglihatan di mana ketajaman penglihatan berkurang untuk penglihatan jarak jauh" dan berhubung kata "ketidakmampuan" tertera di dalam definisi Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya dan klausal pengecualian PRUmed 4.3 mengandung kalimat Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya, maka dengan mudah klaim saya ditolak!, ringkasannya seperti dibawah ini:

 

1. rabun jauh -> ketidakmampuan

2. menurut surat keterangan dokter -> mungkin RD disebabkan rabun jauh yang sudah ada sejak lahir.

3. klausal pengecualian PRUmed 4.3, menggabungkan point1 dan point 2.

 

Logika diatas baru bisa didapat dari penjelasan KHUSUS oleh staf Prudential dan DILUAR aturan-aturan yang tertulis dipolis, bukankah polis asuransi itu seharusnya adalah satu-satunya pegangan yang valid? Yang menjadi pegangan perihal hak dan kewajiban pihak asuransi dan nasabah dan bukan penjelasan-penjelasan susulan setelah saya 4 tahun menjadi nasabah Prudential? Kenapa harus dibutuhkan penjelasan extra di luar aturan-aturan yang tertulis di dalam polis untuk menolak klaim saya? Kalau memang syarat dan ketentuan yang berlaku adalah demikian, kenapa tidak dijelaskan dengan bahasa awam sehingga setiap nasabah yang membaca polis tersebut dapat mengerti tanpa harus dijelaskan secara khusus oleh Prudential? Misalnya kenapa tidak dicantumkan catatan kecil bahwa RD yang disebabkan oleh rabun jauh tidak bisa dicover? Dari mana nasabah bisa mengikuti nalar pebisnis asuransi seperti itu kalau tidak ditulis secara gamblang dan kasat mata dibuku polis? Buat saya ini berbau jebakan kalau bukan penipuan.

Kalau kita membaca undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 18 ayat 2 yang berbunyi: "Pelaku usaha dilarang mencantumkan klausul baku yang letak atau bentuknya sulit terlihat dan tidak dapat dibaca secara jelas, atau yang pengungkapannya sulit dimengerti." Maka bisakah kita menyatakan bahwa klausul pengecualian PRUmed 4.3 telah melanggar pasal 18 ayat 2 UU Perlindungan Konsumen karena "pengungkapan" klausul tersebut sulit dimengerti? Silakan nilai sendiri.

Sekarang saya bertanya-tanya, apakah akan ada lagi aturan-aturan yang tidak tertulis dipolis yang "tersembunyi" di dalam rumusan aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan di dalam polis saya tersebut yang sewaktu-waktu akan muncul melalui penjelasan-penjelasan extra diluar aturan-aturan yang tertulis dipolis jika lain kali saya mengajukan klaim untuk dijadikan alasan guna menolak klaim saya? Lalu apa gunanya buku polis? Pertanyaan berikutnya adalah, apa gunanya saya menjadi nasabah asuransi?

Saya bertanya apa penyebab RD yang akan ditanggung oleh Prudential? Kasus yang pernah ditanggung selama ini untuk penyakit RD itu apa saja penyebabnya? Apakah memang PERNAH ada klaim untuk RD yang sudah pernah disetujui? Atau mungkin sampai sekarang belum pernah ada yang disetujui? Prudential mengelak untuk menjawab apa saja penyebab RD yang telah disetujui, dengan alasan bahwa detail klaim tersebut rahasia dst...dst..., asumsi saya sih belum pernah ada klaim RD yang pernah disetujui.

Menurut Prudential melalui email tanggal 11 Januari 2008 prinsip perusahaan Asuransi yaitu "Memberikan perlindungan terhadap resiko yang belum terjadi atau memberikan perlindungan terhadap suatu resiko yang terjadi setelah perlindungan Polis dimulai." Tapi kenapa prinsip ini dan prinsip-prinsip yang lainnya tidak dijelaskan kepada calon nasabah sebelum calon nasabah itu menjadi nasabah Prudential? Bukankah menurut undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 4 point c. mengenai hak dan kewajiban konsumen yang tertulis sbb: "Hak seorang konsumen adalah hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa." Tetapi kenapa informasi mengenai prinsip-prinsip perusahaan asuransi baru dijelaskan setelah 4 tahun saya menjadi nasabah Prudential? Karena pada waktu saya ditawari produk asuransi Prudential, sales representative Prudential tidak menjelaskan sepatah katapun tentang prinsip perusahaan Asuransi tersebut.

Lalu melalui email tangal 11 Januari 2008 saya bertanya apakah Prudential mengarahkan para sales representativenya untuk menjelaskan mengenai prinsip-prinsip diatas tersebut? Pihak Prudential tidak mau menjawab pertanyaan ini, ini saya artikan bahwa Prudential tidak pernah mengarahkan pada sales representativenya untuk menjelaskan prinsip-prinsip perusahaan asuransi yang disebutkan di atas pada waktu mereka menawarkan polis Prudential kepada calon nasabah, apakah ini sebuah jebakan? Silakan menilai sendiri.

Untuk anda yang ingin membeli polis Prudential, saran saya berhati-hatilah, karena tidak semua aturan dan syarat yang perlu anda ketahui tertera hitam diatas putih dipolis anda. Masih ada kemungkinan ada aturan-aturan tambahan yang "tersembunyi" di dalam rumusan aturan yang tertera dipolis, perlu anda ketahui bahwa biasanya aturan-aturan tersebut ditulis oleh pengacara-pengacara yang memang sangat pandai dan sudah terbiasa memainkan kata-kata.

Untuk anda yang sudah terlanjur membeli polis Prudential, berhati-hatilah ketika anda ingin mengajukan klaim, terutama dengan klausal pengecualian PRUmed 4.3. Klausal ini terkesan bias dan bisa dirumuskan sesuai kebutuhan Prudential untuk menolak klaim-klaim anda.

Akhir kata saya menyimpulkan, PT Prudential Life Assurance tidak selalu "always listening, always understanding"!

Bookmark and Share

Tag/Label asuransi, prudential
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
590 komentar pada warta ini
Rabu, 21-05-2008 13:22:46 oleh: Phil Lea

Ayo..para agen asuransi Prudential beri komentar dunk terhadap ketidak enakan nasabahnya, jangan jualan aja.!!
Atau mottonya diubah : Always Listening.. and you Always Kebanting..!!!!




Rabu, 21-05-2008 13:36:51 oleh: silvi anhar

yah itu deh salah sat aku rada takut ikutan asuransi..
sebenarnya asusransi yg bagus apa ya?




Rabu, 21-05-2008 13:53:11 oleh: Ruben AM

Memang rasanya hampir semua sales assuransi sangat manis omongannya ketika menawarkan produknya, tapi saat kita klaim pada menghindar cari alasan, termasuk asuransi PRUDENTIAL



Rabu, 21-05-2008 15:28:14 oleh: Richard

wah ngeri ya.. rasanya prudential mesti menjelaskan nih.. Padahal salah satu yang terbesar di Indonesia, kok tidak tanggap ya?



Rabu, 21-05-2008 15:29:42 oleh: job

wow, saya pernah kerja di perush. outsource asuransi kesehatan, dan penolakkan klaim kaya gini sih salah satu makanan sehari2 di situ. tapi kejadian ini paling unik deh, maksa banget rabun jauh yg notabene "diderita" oleh sebagian besar manusia di dunia ini diklasifikasikan sebagai ketidak-mampuan.
good luck yah PRU dengan brand image nya.. nambah satu lagi deh nilai negatif buat kamu..




Rabu, 21-05-2008 15:30:16 oleh: titin rahmat

asuransi asuransi, cara hidup miskin mati kaya raya.



Rabu, 21-05-2008 15:33:10 oleh: Hannes Morgan

Sabar dulu. Biar gimana juga asuransi adalah salah satu kebutuhan kita. Gak baek langsung maen vonis. Lebih baik kalo tanya langsung ke web resmi bersangkutan. Lebih efektif dan adil.
Sing sabar. Pasti lebih bijaksana.




Rabu, 21-05-2008 15:38:16 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Lie Tjie Pouw ...

Saya sendiri (bukan Agent)ikut asuransi karena tergerak untuk mempunyai sesuatu yang bisa memproteksi diri saya dan keluarga kelak ...
Dan terus terang baru di Prudential saya mendapatkan nilai lebih tentunya. Sayapun dengan kesadaran sendiri bahkan mengalihkan beberapa polis asuransi saya yang berada di beberapa perusahaan asuransi lain ke Prudential (diantaranya CIGNA dan LIPPO-AEG). Terlebih setelah peristiwa yang dialami oleh adik kandung yang mengalami kecelakaan lalu lintas dimana mengalami patah tulang tangan kanan akibat benturan keras yang diakibatkan motor beradu dengan motor.

Dalam peristiwa tersebut, dimana sang adik kandung baru bergabung selama 2 bulan sudah memperoleh manfaat banyak dimana biaya perawatan 100% mendapatkan penggantian dengan proses claim tidak lewat lebih dari 3 hari kerja sedangkan investasi yang ditanamkan tidak berubah nilainya sedikitpun bahkan cenderung bertambah setiap bulannya (kebetulan adik ikut Prudential PruSyariah Investasi dengan nilai tambah PruMed untuk kesehatan dan proteksi jiwa).

Saya sudah banyak membaca kasus anda pada kolom komentar di artikel yang ditulis oleh Wikimuers kita Aloysius Weha. Oleh pihak Agent saya dulu langsung ditulis memakai kacamata dikarenakan menderita rabun jauh dengan sepengetahuan saya sebagai pemegang polis. Inti dari permaslahan anda hanyalah :
1. Anda tidak kritis bertanya tentang apa saja yang seharusnya menjadi hak dan kewajiban anda dengan pihak Agent anda. Karena bagaimanapun anda akan membayar sejumlah rupiah yang tidak kecil nilainya serta dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk Proteksi yang anda harapkan.

2. Ada baiknya anda berhubungan dengan seseorang yang anda kenal cukup baik sebagai Agent (personality-nya serta Skill / kemampuan yang bersangkutan di dalam menjelaskan produk yang ditawarkan).

3. Diwajibkan Agent setiap perusahaan asuransi harus lulus ujian standard AAJI yang bersifat Nasional.

Trims ...




Rabu, 21-05-2008 21:09:37 oleh: Christo

Saudara Lie Tjie Pouw

Saya merasa prihatin atas apa yang anda alami.
Retinal Detachment (RD) atau retina robek yang anda alami dan alasan penolakan karena dianggap tidak memberikan keterangan bahwa anda menderita High Myopi (rabun jauh).

Saya juga sudah banyak membaca kasus anda pada kolom komentar di artikel yang ditulis oleh Wikimuers Aloysius Weha.

Saran mengenai sebaiknya membeli polis dari agen asuransi yang dikenal secara baik adalah bijak.

Tidak mungkin jika seorang awam seperti saya, sebelum membeli polis harus banyak membaca dan mengerti tentang penyakit dan seluk-beluknya.

Apa yang saya punyai/derita sekarang? (jika tahu menderita).
Kira-kira apa perkembangannya dikemudian hari?
Apakah akan menyebabkan saya tidak dapat melakukan klaim dikemudian hari?

Untuk apa yang anda derita, tidak mungkin anda cukup membaca buku tentang kesehatan umum.

Saya sendiri pasti berusaha mengobatinya tanpa menunggu harus operasi.

Mas Eryawan, maaf mas...kalo adik anda kecelakaan motor beradu motor tidak diganti, mungkin pekerjaannya sebagai pemain pengganti di film laga (bercanda yaa mas...)




Rabu, 21-05-2008 22:01:43 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Eryawan Nurcahya,

Terima kasih atas komentarnya, sekali lagi komentar yang menitik beratkan (atau menggeser) permasalahannya kepada si nasabah dan agent. Saya akan langsung bahas point demi point dari komentar anda:

“1. Anda tidak kritis bertanya tentang apa saja yang seharusnya menjadi hak dan kewajiban anda dengan pihak Agent anda. Karena bagaimanapun anda akan membayar sejumlah rupiah yang tidak kecil nilainya serta dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk Proteksi yang anda harapkan.”

Komentar saya:
Betul, saya harus bertanya lebih jauh lagi mengenai hak dan kewajiban, tapi jika anda melihat dari sisi nasabah yang rata-rata awan tentang bisnis asuransi, mungkin si nasabah tersebut juga tidak tahu apa yang harus ditanyakan, dan bukankah ini lebih merupakan kewajiban dari pihak prudential untuk menjelaskan, tanpa harus ditanya? Seperti yang tertera pada UU Perlindungan Konsumen?
kelihatannya hal-hal seperti ini memang sering terjadi, dimana ada agent yang nakal yang berusaha mempercepat proses closing lalu mengabaikan prosedur-prosedur yang seharusnya mereka lakukan supaya tidak akan ada kesalahpahaman di kemudian hari.
Lalu saya akan bertanya, apa yang dilakukan Prudential untuk mengurangi hal-hal seperti ini? Kelihatannya tidak ada.

“2. Ada baiknya anda berhubungan dengan seseorang yang anda kenal cukup baik sebagai Agent (personality-nya serta Skill / kemampuan yang bersangkutan di dalam menjelaskan produk yang ditawarkan).”

Komentar saya:
Yang ingin saya tekankan didalam artikel saya tersebut adalah, dimana Prudential harus membuat satu system dimana si agent tidak mungkin melakukan short cut untuk mempercepat closing (yang menurut agent-agent prudential sendiri, memang sering dilakukan agent prudential) dan kewajiban untuk melakukan general check up dulu, misalnya, supaya data yang tertera pada SPAJ itu benar-benar valid.
Sepupu saya bekerja sebagai agent Prudential Singapore,

--Bersambung--




Rabu, 21-05-2008 22:02:59 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

jika ada orang indonesia yang berminat membeli polis Pru Singapore, Pru Singapore bahkan bersedia membayarkan tiket PP ke Singapore untuk si calon nasabah untuk melakukan general check up di Singapore, kenapa ini tidak dilakukan Pru Indonesia?
Pada kasus saya ini, saya menitik beratkan pada keanehan alasan penolakan klaim saya, dimana penjelasan korelasi antara rabun jauh dan retinal detachment tersebut tidak tertera hitam diatas putih didalam polis saya, lalu semua orang pemegang polis prudential akan bertanya-tanya, alasan-alasan apa lagi yang akan dikeluarkan prudential untuk klaim saya (mudah-mudahan tidak pernah lagi) dikemudian hari, toh penjelasan alasan penolakan TIDAK HARUS tertera hitam diatas putih di polis. Dengan contoh kasus ini, praktis SEMUA kasus klaim SAH-SAH saja ditolak, dan alasan bisa dirumuskan belakangan, tidak harus mengacu kepada apa yang tertulis di polis. Dan ini bukan permasalahan yang terletak di agency prudential.

“3. Diwajibkan Agent setiap perusahaan asuransi harus lulus ujian standard AAJI yang bersifat Nasional.”

Komentar saya:
Apa sudah semua Agent pru melakukan ini? Sejak kapan?




Kamis, 22-05-2008 10:14:15 oleh: bajoe

Pru dalam kurun waktu terakhir ini memang agresif merekrut banyak agen. Dan seperti sudah menjadi postulat, makin banyak kita merekrut agen (apalagi yang bukan karyawan tetap) makin susah kita mempertahankan kualitas layanan. Makin banyak agen, bisa jadi makin banyak agen yang nakal.

Nah apesnya Pak Lie ketemu agen yang tidak benar2 menjelaskan dari A-Z. Mungkin apa yang dialami Pal Lie tidak sendirian, tapi mungkin hanya diam saja. Bisa jadi prosentasenya besar, bisa juga kecil.

Rasanya aneh dengan pernyataan Pak Eryawan, kalau ini kesalahan nasabah karena tidak kritis. Tidak semua konsumen adalah serba tahu, tugas dari agen, sales, penjual adalah menjelaskan seterang mungkin akan produk yang ditawarkan. Bukan memanfaatkan ketidaktahuan calon konsumen.

Dari kasus Pak Lie ini, aku berpendapat ini kesalahan dari agen yang melayani. Walau tidak semua agen Pru demikian, karena banyak juga yang baik.

Tetapi di sini manajemen Pru tidak siap mengantisipasi dampak bila ada agen yang 'nakal', bagaimana penanganan komplain dari nasabah yang dirugikan. Agen yang nakal itu bisa kita temui di banyak perusahaan asuransi kok, tidak monopoli Pru. Tetapi bagaimana perusahaan asuransi menangani komplain dari pelanggan, itulah yang menentukan kualitas layanan produk asuransi itu sendiri.




Kamis, 22-05-2008 11:12:05 oleh: Lie Tjie Pouw

kalau kasus ini dibilang kesalahan agentnya, ada betulnya, tapi apa yang dilakukan oleh prudential untuk menghindari hal-hal semacam ini? tidak ada.

si agent memang harus bisa bekerja secara professional, tapi perusahaan asuransi yang baik tentunya tidak bisa cuma pasrah kepada agent-agentnya saja, apalagi yang harus menanggung kerugian pada akhirnya adalah nasabahnya.

harus ada control mechanism dan system yang baik agar si agent benar-benar menjalankan tugasnya secara professional.

jadi mungkin saja si agent yang bersalah, tapi, berhubung agent itu ada representativ dari pt prudential, maka saya tidak bisa memilah-milah bahwa ini salah si agent atau tidak, buat saya agent, customer care dll itu adalah ya pt prudential, tidak lain tidak bukan.

kalau ada salah satu komponen tersebut yang melakukan kesalahan, maka ya pt prudential yang harus menanggung semua, sama sekali tidak etis kalau prudential melempar kesalahan tersebut ke agentnya atau bahkan ke nasabahnya.

disinilah bisa dinilai apakah sebuah pt asuransi itu bonafid atau tidak, bukan berdasarkan penilaian majalah-majalah!




Kamis, 22-05-2008 11:19:38 oleh: Ira Meida

kejadian yg dialami pak lie mengajarkan kita smua untuk lebih berhati2 bila ingin memutuskan ikut asuransi. trimakasih pak udh share soal ini.



Kamis, 22-05-2008 11:46:58 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu ira,

sama-sama, jangan silau dengan penilaian dari majalah-majalah tentang pt-pt asuransi, yang jelas mulai sekarang, kalau ada pt asuransi yang tidak mensyaratkan general check up untuk menjadi nasabah, mendingan cari yang lain.

salam




Kamis, 22-05-2008 13:41:23 oleh: Agus Mardhika

Namanya juga orang "jualan", pasti akan dikasih yang manis-manisnya aja, sedangkan yang pahit untuk yang beli.

Yang pasti agen itu punya target untuk menjual produknya, makin sedikit pengetahuan dan pertanyaan dari calon pembelinya, itu akan semakin baik (bagi agen..)

Memang harus diakui ada saja agen yang tidak fair, dan cenderung memanfaatkan ketidak tahuan calon "pembelinya"

Dan memang harus pembelilah yang jeli dan pintar, jangan harap agen akan memberikan semua penjelasan dengan rinci dan akurat.





Kamis, 22-05-2008 13:51:12 oleh: chika

Saat Mas Aloysius Weha menulis artikel tentang Prudential yang sifatnya positif, banyak banget para agen yang kasih komentar. Seakan berlomba meyakinkan bahwa Prudential memang yang terbaik.
Tapi ketika ada tulisan mengenai keluhan nasabah, pada ngumpet kemana ya agen-agen yang dulu kasih komentar? Ayo....berani kasih penjelasan yang jujur dong, jangan cuma mau uangnya tapi ketika harus bayar klaim, berusaha tarik ulur sampai nasabah putus asa. Atau mungkin memang mereka punya pendapat, selama bisa ditolak kenapa harus dibayar kali ya?




Kamis, 22-05-2008 16:25:02 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Lie Tjie Pouw ...

Hanya sekedar menambahkan ...

1. Re : Sepupu saya bekerja sebagai agent Prudential Singapore,
Tanggapan : Waduh mas kalau sebelumnya saya ambil polis Prudential dengan saudara Mas yang di Singapore boleh tuch saya jalan-jalan gratis ke Singapore plus dapat General Check Up lagi di rumah sakit yang cukup bonafid (benar nggak sich ..., karena apabila betul sudah banyak nasabah Prudential di Indonesia yang kabur ke Singapura ... khan jalan-jalan gratis apalagi tabiat orang Indonesia yang meng-dewa-kan semua yang berbau " made in Luar Negeri" plus " Gratis ").
Sepengetahuan saya selama mengikuti seluruh prosedur semua perusahaan asuransi yang ada di Indonesia tidak ada yang mensyaratkan General Check Up untuk kesehatan. Yang ada ditanyakan pihak Agent prudential saya saat itu adalah apakah saya pernah dirawat di Rumah Sakit dengan penyakit tertentu dan berapa lama saya mendapatkan perawatan untuk penyakit yang saya derita. Itupun yang saya alami juga dengan perusahaan asuransi yang lain dimana menurut mereka (seluruh perusahaan asuransi) bahwa " Rekam Medik " dari rumah sakit yang bersangkutan bilamana memang saya dirawat di rumah sakit tersebut, sudah menjadi patokan mereka sejauh diterima / tidaknya Klaim yang diajukan nantinya untuk dikabulkan.

2. Re : Diwajibkan Agent setiap perusahaan asuransi harus lulus ujian standard AAJI yang bersifat Nasional.”
Tanggapan : Hanya sekedar informasi bahwa mulai periode Mei 2008 diwajibkan setiap Agent harus memliki sertifikat AAJI yang bersifat Nasional yang boleh menawarkan apapun produk asuransi dan ini berlaku untuk seluruh Agent Prudential. Saya tidak paham apakah aturan yang serupa berlaku pula di perusahaan asuransi yang lain.

Melalui kolom komentar ini pula saya ingin memberitahukan kepada para Wikimuers bahwa apabila tertarik dengan produk asuransi dari perusahaan asuransi manapun, harap meminta kartu lisensi yang bersangkutan bahwa ybs telah lulus uji




Kamis, 22-05-2008 16:28:38 oleh: Eryawan Nurcahya

lanjutan ...

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dari Agent-Agent nakal yang berupaya memanfaatkan kelemahan kita sebagai nasabah yang memegang polis dari perusahaan asuransi tertentu.

Semoga bermanfaat.

Trims ...




Kamis, 22-05-2008 16:53:27 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Eryawan Nurcahya

untuk yang ini, silakan anda check sendiri:
"1. Re : Sepupu saya bekerja sebagai agent Prudential Singapore,
Tanggapan : Waduh mas kalau sebelumnya saya ambil polis Prudential dengan saudara Mas yang di Singapore boleh tuch saya jalan-jalan gratis ke Singapore plus dapat General Check Up lagi di rumah sakit yang cukup bonafid (benar nggak sich ..., karena apabila betul sudah banyak nasabah Prudential di Indonesia yang kabur ke Singapura ... khan jalan-jalan gratis apalagi tabiat orang Indonesia yang meng-dewa-kan semua yang berbau " made in Luar Negeri" plus " Gratis ")."

untuk yang ini, saya bertanya di artikelnya Mas Aloysius Weha:

"Sepengetahuan saya selama mengikuti seluruh prosedur semua perusahaan asuransi yang ada di Indonesia tidak ada yang mensyaratkan General Check Up untuk kesehatan. Yang ada ditanyakan pihak Agent prudential saya saat itu adalah apakah saya pernah dirawat di Rumah Sakit dengan penyakit tertentu dan berapa lama saya mendapatkan perawatan untuk penyakit yang saya derita. Itupun yang saya alami juga dengan perusahaan asuransi yang lain dimana menurut mereka (seluruh perusahaan asuransi) bahwa " Rekam Medik " dari rumah sakit yang bersangkutan bilamana memang saya dirawat di rumah sakit tersebut, sudah menjadi patokan mereka sejauh diterima / tidaknya Klaim yang diajukan nantinya untuk dikabulkan."

pertanyaan saya:

"lalu bagaimana kalau ada calon nasabah anda yang tidak mengetahui bahwa dia ternyata sudah mengidap penyakit kronis pada waktu pengisian SPAJ? misalnya kanker, yang pada stadium dini tidak bisa dirasakan. dan kemudian setelah beberapa tahun menjadi nasabah prudential nasabah tersebut jatuh sakit dan menurut diagnose dokter yang merawatnya menyatakan bahwa penyakit tersebut sudah bersemayam sebelum nasabah tersebut membeli polis prudential.

apakah klaim si nasabah tersebut akan diterima atau ditolak? akan bernasib sialkah si nasabah ter




Kamis, 22-05-2008 16:53:54 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Lie Tjie Pouw ...

Boleh yaa menambahkan lagi, ijin lho ...

Setelah saya baca ulang artikel Mas, akhirnya saya sendiri bersyukur telah mengambil polis asuransi Prudendential, bagaimana tidak karena Prudential Singapore aja berani koq memberikan " Gratis " jalan-jalan Ke Singapore plus " General Check Up " di Rumah Sakit tersohor di Singapore. Sayang yaa ... kenapa nggak sekalian " Gratis " belanja di Orchid Road yang terkenal itu. Saya berpikir ... apa ada yaa " asuransi yang world wide " punya serta buka cabang di Indonesia bahkan yang katanya bergabung dengan salah satu " Bank Terbesar " di Indonesia, bisa memberikan pelayanan yang serupa dengan Prudential.

Omong-omong ... boleh dech Mas beritahukan kepada saudara Mas yang menjadi Agent Prudential di Singapore, saya mau ambil polis Prudential lagi untuk anak saya ... apa bisa dibantu Mas ...
Kebetulan saya orang tuanya ingin juga lho jalan jalan gratis di Singapore (tidak mungkin khan seorang anak bepergian ... ke luar negeri lagi ... sorangan wae).
Boleh di Japri aja dech ke saya yaa ...

Atas bantuan yang diberikan ... matur nuwun ...

Trims ...




Kamis, 22-05-2008 16:54:42 oleh: Lie Tjie Pouw

--lanjutan--

apakah klaim si nasabah tersebut akan diterima atau ditolak? akan bernasib sialkah si nasabah tersebut?"

bisakah anda menjawabnya?

Komentar tambahan:
Kenapa kalau tidak ada pt asuransi yang mensyaratkan general check up, artinya bahwa tanpa general check up-lah prosedur yang benar? Bagaimana sebuah pt asuransi bisa memastikan bahwa si calon nasabah tersebut tidak menderita penyakit kronis yang tidak bisa terditeksi dengan mata telanjang? Yang juga tidak diketahui oleh si calon nasabah, baca pertanyaan saya diatas, tanpa general check up?

Yang selama ini dilakukan oleh prudential adalah, ketika si nasabah mengajukan klaim, langsung ditolak dengan alasan bahwa penyakit tersebut sudah ada sebelum si nasabah membeli poli prudential, mudah, murah dan meriah kan?

Tapi apa ini yang anda bilang prosedur yang benar?

Saya yakin tidak.




Kamis, 22-05-2008 17:02:02 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Eryawan Nurcahya,

tentunya tiket gratis ya cuma buat calon nasabah donk, kalau satu keluarga dikasih fasilitas juga, ntar ngajak2 om, tante, pakde, bude, opung, kakek, nenek, rt, rw, tetangga, lurah + keluarga juga (nga mao rugi juga) akhirnya satu desa transmigran ke singapore (transmigran bedol desa).

tau sendiri kan sifat aji mumpung orang indonesia?

salam hangat




Kamis, 22-05-2008 17:06:00 oleh: Lie Tjie Pouw

Mbak Chicka

"Atau mungkin memang mereka punya pendapat, selama bisa ditolak kenapa harus dibayar kali ya?"

setuju!




Kamis, 22-05-2008 18:05:29 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Lie Tjie Pouw ...

Ijin lagi yaa ...

1. Re : ... kalau ada pt asuransi yang tidak mensyaratkan general check up untuk menjadi nasabah, mendingan cari yang lain ... saya ambil di kolom komentar jawaban Mas atas pertanyaan Mbak Ira Meida ( apakabar Mbak Ira ... ).
Tanggapan : ... jika ada orang indonesia yang berminat membeli polis Pru Singapore, Pru Singapore bahkan bersedia membayarkan tiket PP ke Singapore untuk si calon nasabah untuk melakukan general check up di Singapore, kenapa ini tidak dilakukan Pru Indonesia? ... saya ambil dari komentar Mas sendiri lho. ( juga dari komentar Mas sendiri khan ... Sepupu saya bekerja sebagai agent Prudential Singapore ...)

Kesimpulan saya : Alhamdulillah ... saya tidak salah pilih ambil polis asuransi Prudential, karena hanya Prudential yang berani melakukan " General Check Up " ... terlebih dahulu untuk para calon nasabahnya. Apa ada asuransi yang World Wide punya dapat memberikan pelayanan yang serupa ? Apalagi dengan " jalan-jalan Gratis " ke Singapura.

Saya tunggu " Japri " nya dech untuk nama, alamat dan nomor telepon yang mudah dihubungi untuk saudara Mas yang jadi Agent Prudential Singapore, kebetulan banyak anggota keluarga saya yang mau ambil polis Prudential plus jalan-jalan keluar negeri tanpa takut bilamana ada Klaim yang muncul bakal tertolak karena sudah dilakukan " General Check Up " terlebih dahulu. Setuju khan Mas ... harus ... " General Check Up ".

Trims ...




Jumat, 23-05-2008 07:17:45 oleh: Lie Tjie Pouw

Untuk Mas Eryawan Nurcahya,

untuk informasi tersebut silakan cari sendiri di internet. saya disini bukan untuk mempromosikan prudential, maaf.




Jumat, 23-05-2008 14:59:37 oleh: Meidy

Pak Lie Tjie Pouw turut prihatin dengan kejadian yang dialami.

Dengan kejadian ini kita bisa belajar satu hal : Teliti sebelum membeli.

Mas Ery, wah saya juga ikutan asuransi tapi Medical Check Upnya cuman di Medistra. Mungkin karena bayar preminya cuman Rp 15jt-an setahun ? Kalo mau general check up di Singapore mungkin bayar premi yang nol-nya banyak kali ya ?




Jumat, 23-05-2008 16:45:52 oleh: Eryawan Nurcahya

Mbak Meidy ...

Apakabar ... sudah lama tidak berjumpa yach ...

Waduh ... saya sendiri juga nggak tahu sich, nanti dech saya tanyakan ke Agent Prudential saya dulu ...

Ada kemungkinan dengan premi yang " nol " nya banyak.

By the way, saya sendiri juga sedang tunggu " Japri " dari Mas Lie Tjie Pouw untuk kontak saudara sepupunya yang bekerja di Prudential Singapore.

Kalau sudah dapat, kita bisa berangkat bareng lho buat jalan-jalan " Gratis " di Singapura plus " General Check Up " di sana.

Trims ...




Jumat, 23-05-2008 17:49:09 oleh: Lie Tjie Pouw

Mbak Meidy,

betul, harus teliti sebelum membeli, karena didunia ini ada perusahaan yang menjual barang bagus ada perusahaan yang menjual barang rongsokan dan pake tipu-tipuan pula, makanya kita memang harus teliti sebelum membeli.

mbak Meidy, anda masuk asuransi apa? anda harus check up dulu? karena konon menurut mas Ery, ngga ada pt asuransi yang minta check up untuk meluluskan SPAJ nya calon nasabah, mana nih yang benar?

Mas Ery, maaf mas, ternyata saya salah, pru singapore tidak memberikan tiket gratis lagi, tapi check up memang diharuskan, maaf ya mas, ngga bisa jalan-jalan gratis deh ... :P

salam hangat




Jumat, 23-05-2008 18:14:00 oleh: Meidy

Pak Lie Tjie Pouw, saya ikut beberapa asuransi tapi bukan Pru. Dulu ( 6 tahun yl ) saya harus general check up karena pertanggungannya lumayan besar. Yang lainnya gak perlu krn UP nya kecil2 tapi itu saja saya super hati2 mengisi formulir SPAJ dan sejauh ini Authorized Agent (baru 10 tahun sih) saya top banget. Saya bisa diskusi dengannya walaupun produk yang saya ambil bukan dari asuransi jualannya.





Jumat, 23-05-2008 18:56:19 oleh: Eryawan Nurcahya

Mas Lie Tjie Pouw ...

Waduh sayang yach ... jalan-jalan gratisnya tidak jadi dech ...

Tapi anggota keluarga saya cukup terhibur karena menurut Agent prudential kami ada berita baik. Bahwa untuk setiap SPAJ yang akan diterima oleh Prudential akan diberikan penilaian awal terlebih dahulu.

Sehingga bila dibutuhkan persyaratan tambahan, yang bersangkutan akan di rekomendasikan untuk melakukan " General Check Up ".

Dan yang menjadi kabar baiknya adalah ... biaya untuk " General Check Up " itu sendiri akan dibayarkan oleh pihak Prudential sendiri.

Jadinya walaupun tidak mendapatkan jalan-jalan gratis ke Singapura tapi tetap " Gratis " untuk biaya " General Check Up ".

Setuju khan Mas ... untuk ... " General Check Up".

Alhamdulillah ... pada akhirnya saya memang tidak salah pilih mengambil polis Prudential untuk proteksi saya dan anggota keluarga saya yang lain. Dan ternyata juga tidak salah pilih ... sepupu Mas Lie Tjie Pouw ... untuk menjadi Agent Prudential Singapore ...

Trims ...




Jumat, 23-05-2008 19:52:10 oleh: Christo

Oaaduuuh...jadi rame sich?!

Topiknya adalah High Myopi (rabun jauh) yang mengakibatkan gagal klaim.

Gak masuk akalku. wekekekekekekek.... .

standard AAJI?
ogah ah pusiiing...apa lagi tuch?!

kalau sekarang ada yang tawarin asuransi, aku mau diterangkan oleh si agen :

"pak, bapak saya lihat ini itu...kalo beli punya saya, bapak tidak bakalan dapat bayaran klaim...karena punya bapak itu ini dan begitu dah jadinya..."

ogah aku dapat :" selamat pagi/siang/sore/malam......saya sudah bersertifikat lho..."

maaf, aku gak mau singgung siapapun loh yaa...

kan ceritanya cuma kalo aku ada yang tawarkan asuransi.




Jumat, 23-05-2008 22:57:19 oleh: Arviansyah

Maaf, saya bukan mau ngomentari masalah Asuransi krn saya anti asuransi ... menurut saya kita tidak akan bisa mengubah apakah yang sudah ditakdirkan olehNYA, tapi hanya untuk informasi saja... mungkin bermanfaat bagi yang mau ngecek langsung bagaimana sih Agen-2 Asuransi Prudential.
...
Saya pernah diajak utk mjd agent Prudential oleh teman saya (dibayarin dinner di Rest. Apt. Rasuna Said lho). Menurut dia; kalo punya waktu datang di Seminar Prudential yg jadwalnya setiap hari Sabtu jam 9am di Gedung Jaya Thamrin (kalo ga salah di lantai 9).

Disana selalu akan berkumpul Agen2 Pru yg sudah pernah dapat award / komisi gede2 (s/d ratusan juta dan malah ampe jalan2 ke luar negri)

Salam,

Note: Perekrutan Agennya saja, manis banget apalagi jualan Produknya pasti lebih "mannnisss".




Sabtu, 24-05-2008 08:24:13 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu Meidy,

wah senang sekali kalau bisa mendapat pt asuransi yang bonafid ya, apalagi agentnya professional, memang bu, harus teliti sebelum membeli, setuju banget. apalagi bisa check up dulu, supaya tidak salah isi SPAJ dan nanti kalau klaim malah bisa dituduh berusaha menipu dengan tidak mengisi SPAJ tidak benar.

Bu Meidy, kalau boleh tahu asuransi anda itu apa? kirim ke email saya saja langsung ya, kalau ditulis disini, nanti dikira mau promosi lagi.

tolong kirim ke email saya : lietjiepouw@yahoo.de




Sabtu, 24-05-2008 08:27:10 oleh: Lie Tjie Pouw

mas Ery,
"Tapi anggota keluarga saya cukup terhibur karena menurut Agent prudential kami ada berita baik. Bahwa untuk setiap SPAJ yang akan diterima oleh Prudential akan diberikan penilaian awal terlebih dahulu.

Sehingga bila dibutuhkan persyaratan tambahan, yang bersangkutan akan di rekomendasikan untuk melakukan " General Check Up "."

was saya juga ikut terhibur, kalau keluarga anda bisa terhibur, mudah-mudahan kedepannya anda selalu mendapatkan service yang memuaskan dari prudential ya mas, jangan kena nasib sial seperti saya ini, selamat sekali lagi!.

ngomong2 mas anda bilang toh perlu check up, padahal anda menulis hari kamis, 22-05-2008, jam 16:25:02 seperti ini:

"Sepengetahuan saya selama mengikuti seluruh prosedur semua perusahaan asuransi yang ada di indonesia tidak ada yang mensyaratkan General Check Up untuk kesehatan. Yang ada ditanyakan pihak Agent prudential saya saat itu adalah apakah saya pernah dirawat di Rumah Sakit dengan penyakit tertentu dan berapa lama saya mendapatkan perawatan untuk penyakit yang saya derita. Itupun yang saya alami juga dengan perusahaan asuransi yang lain dimana menurut mereka (seluruh perusahaan asuransi) bahwa " Rekam Medik " dari rumah sakit yang bersangkutan bilamana memang saya dirawat di rumah sakit tersebut, sudah menjadi patokan mereka sejauh diterima / tidaknya Klaim yang diajukan nantinya untuk dikabulkan."

jadi yang benar yang mana nih mas, perlu atau tidak perlu general check up nih? "japri" loh yah pertanyaan ini dijawab.




Sabtu, 24-05-2008 09:46:49 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Arvi,

Terlepas apakah pt asuransi A atau B itu berengsek atau tidak, sebenarnya punya asuransi itu berguna, terutama asuransi kesehatan, karena dimasa-masa sulit mungkin asuransi tersebut bisa membantu. Nah tapi kalau peran “membantu” dari asuransi tersebut sudah tidak berfungsi, malah ikut asuransi itu malah jadi bencana.

Pada kasus saya ini, sebenarnya yang saya minta dari customer care prudential itu cuma sekedar penjelasan yang masuk akal, bukan penjelasan yang tidak tahu dari mana, tiba-tiba “jreng” nongol didepan pintu. Dan kalau didebat, kenapa penjelasan seperti yang mereka berikan tidak tertera hitam diatas putis di polis saya, saya cuma mendapat jawaban, “terima kasih atas masukan anda”, terus kalau saya protes dengan menulis artikel di internet, langsung dituduh “berusaha menyembunyikan informasi dengan sengaja” kasarnya “menipu” lah.

Kalau saya bertanya lagi, “bagaimana bisa menyembunyikan keadaan rabun jauh yang saya punya, kalau si agentnya melihat saya memakai kacamata?” maka pembicaraan dimulai dari awal, dan saya dituding, bahwa saya memang BENAR-BENAR berusaha menyembunyikan informasi dengan sengaja. Duh!




Sabtu, 24-05-2008 17:50:42 oleh: Suzanna

koko Lie Tjie Pouw ...

Setelah membaca artikel koko, akhirnya saya memutuskan untuk ikut ambil polis asuransi Prudential.

Keputusan ini memang setelah saya melakukan analisa yang mendalam dari semua asuransi yang ada di Indonesia. Finalnya setelah membaca artikel koko, keputusan dijatuhkan dengan mengambil polis asuransi kepada PT. Prudential Indonesia.

Menjadi ... tak bisa ke lain hati ... setelah membaca kolom komentar mas eryawan, saya panggil mas ER aja (dengar-dengar mas ER ini, dari sumber yang dapat dipercaya ... banyak fansnya juga). Disitu tertulis untuk medical check up yang direkomendasikan oleh Pru akan dibayarkan oleh pihak Pru sendiri. Dan memang setelah saya lakukan cross check dengan yang pernah mengambil polis asuransi Pru, adalah benar adanya.

Omong-omong, apa ada dari Wikimuers yang menjadi Agent Pru, mau menolong saya ? saya mau mengambil polis asuransi Prudential.

Juga buat koko Lie Tjie Pouw, saya mau menjawab pertanyaan koko kepada mas ER. Koko ini harus bisa melihat bahwa mas ER sendiri setuju koq dengan medical check up.

Ini saya kutip dari jawaban mas ER ... Setuju khan Mas ... untuk ... " General Check Up".

Maaf mas ER karena saya lancang ambil porsi mas ER untuk menjawab pertanyaan dari koko.

Oh ya untuk Wikimuers yang kebetulan Agent Pru saya minta yang punya Sertifikat AAJI, seperti yang disarankan oleh mas ER, saya persilahkan untuk menghubungi saya ... Japri ... aja biar nggak repot-repot.

Salam kenal mas ER ... dan terima kasih koko.




Sabtu, 24-05-2008 23:50:12 oleh: ACEN

untuk Titin rahmat

kalmat "asuransi asuransi, cara hidup miskin mati kaya raya". maksudnya apa ya? ANDA TIDAK BERDOSA SAAT HIDUP MISKIN, TAPI ANDA AKAN SANGAT BERDOSA APABILA ANDA MATI DALAM KEADAAN MISKIN, KARENA ANDA AKAN MENINGGALKAN PENDERITAAN BUAT KELUARGA ANDA!!!




Minggu, 25-05-2008 00:04:51 oleh: ACEN

Pak Lie Tjie Pouw,
Apa yg ga enak bagi anda belum tentu ga enak bagi org lain, mungkin dgn kekecewaan yg anda alami (yg bisa saja disebabkan oleh anda sendiri),skrg anda sedang menjadi seorang pahlawan bagi semua orang untuk menyelamatkan keuang mereka, tetapi anda akan menjadi seorang PEMBINASA setiap keluarga dimasa mendatang!!!!




Minggu, 25-05-2008 00:15:58 oleh: ACEN

Mbak Chicka

"Atau mungkin memang mereka punya pendapat, selama bisa ditolak kenapa harus dibayar kali ya?"

mbak Chicka, kyknya anda belum benar-benar memahami kehidupan yang harus ditunjang dengan keuangan yang baik dimasa mendatang, sehingga pandangan anda thdp asuransi secara umum sangat negatif, mungkin anda perlu sekolah lagi, secara khusus tentang ASURANSI dan EKONOMI DALAM KELUARGA.




Minggu, 25-05-2008 15:33:58 oleh: COKRO

rupanya kisah si pr juga disini

si ACEN galak juga

CEN, jangan galak dong komentar baliknya.
kita juga tahu koq kamu itu agen yang loyal.

takut amat sih?
kontrak mati yaa? sudah banyak agen-agen rekrutan kamu yaa?

jangan takut cen
orang bisa menilai koq isi tulisan yang ada

yang acen tulis itu bukan BELA DIRI
tapi lebih mirip kebakaran jenggot

kalem choi




Senin, 26-05-2008 08:50:44 oleh: Lie Tjie Pouw

Cici Suzanna,

saya panggil cici anna aja ya, bagus kalo cici Anna udah bisa mengambil hikmahnya dari tulisan saya, semoga cici Anna akan benar-benar mendapatkan service yang selalu memuaskan dari prudential, jangan sampai cici dikerjain sama prudential seperti saya ya. tapi nanti kalo cici Anna toh dikerjain sama prudential, jangan salahin koko ya ... japri loh, soalnya koko udah memperingatkan kalo prudential itu seperti itu, beneran japri ya!

terima kasih untuk klarifikasi cici Anna mengenai medical check up, karena keliatanya mas ery udah ngga mau jawab pertanyaan koko tuh. koko jadi bingung nih, katanya tidak ada pt asuransi yang mensyaratkan medical check up, kata mas ery, tapi kata mas ery juga, untuk diterima jadi nasabah prudential harus ada medical check up, jadi yang mana yang benar ya cici Anna?
koko sendiri ngga pernah medical dibayarin check up tuh sama prudential, tau-tau udah dikirimin polis aja, dan ketika mengajukan klaim, lalu ditolak konon karena data kesehatan yang tertera di SPAJ tidak sesuai dengan kenyataan, duh gimana nih ya cici Anna?

Kalau cici Anna mau cari agent prudential, cari di forumnya mas aloysius weha, disana banyak banget "die hard" agent prudential, selamat mendaftar cici Anna, sekali lagi semoga tidak tertipu oleh prudential yaa...:P




Senin, 26-05-2008 08:52:08 oleh: Lie Tjie Pouw

ACEN, aduh emang galak banget anda ini, jangan galak-galak deh, nanti kena stroke loh, eh tapi udah diasuransikan ke pru ya? tapi apakah klaim stroke yang disebabkan gara-gara terlalu semangat menulis di forum saya ini akan disetujui sama pru? coba check dulu Cen, nanti kalau ngga dicover sama prudential, malah berabe ya ngga?

memang mungkin ya apa yang buat saya ngga enak, belum tentu ngga enak buat yang lain, memang saya sih open minded aja, mungkin aja memang diluar sana ada orang-orang yang suka ditipu ... :P




Senin, 26-05-2008 15:17:16 oleh: chika

Wah...bener nih, ada yang kebakaran jenggot.
Bung Aceh, ngga usah nyumpahin orang dengan bawa-bawa dosa segala lah. Dosa itu kan urusan masing-masing pribadi.
Dan saya pikir bukan hak anda untuk menilai apakah saya sudah merencanakan masa depan saya dengan benar atau belum. Apalagi menyarankan saya untuk sekolah segala...astaga...naif banget anda ya...Mungkin orang akan lebih baik dengan punya asuransi, tapi ini kan hanya salah satu jalan. Masih banyak jalan yang lain untuk mempunyai masa depan yang baik.
Dan asal Anda tahu saja ya, saya sudah punya polis asuransi sejak dulu, bahkan jangan-jangan sebelum Anda jadi agen kali....Dan bukan cuma saya, tapi juga seluruh keluarga saya.
Jadi Bung, hati-hati menilai orang....karena itu justru akan menunjukkan sejauh mana kapasitas anda! Semoga Anda jadi agen yang jauh lebih bijaksana.




Senin, 26-05-2008 15:28:01 oleh: chika

*Ralat : Bung Acen (maaf...bukan Aceh)

*Pal Lie
Waktu saya ambil Pru tidak ada keharusan untuk medical check up tuh. Lain waktu saya ambil asuransi yang sebelumnya, harus ada medical check upnya. Mungkin beda-beda ya. Atau karena saya sudah kenal lama dengan agennya sehingga sudah yakin saya tidak penyakitan kali ya Pak...he..he..Atau mungkin benar kata Meidy, tergantung jumlah "nol"nya...




Senin, 26-05-2008 20:08:06 oleh: larasati

Saudara Lie

Saya juga punya polis Pru dan pada pengajuan SPAJ juga tidak keharusan medical check up untuk mami saya dan kebetulan tidak ada klaim yang ditolak pada saat mami saya mengalami diabetes.

Terima kasih atas saran anda, karena dari artikel anda juga akhirnya saya memutuskan mengambil lagi polis Pru untuk diri saya sendiri.

Oh ya, saya khawatir dengan maaf ... kemampuan anda mengartikan kalimat ... pada kolom komentar mas ery ... (saudari Suzanna, ijin ya, saya memanggil mas ery dengan panggilan mas ER juga, ... hmm ... saya juga ngefans sama beliau).

Saya sendiri paham dengan apa yang dimaksudkan oleh mas ER, hanya dengan satu kali baca saja, bahwa mas ER setuju koq dengan medical check up, terlebih bila yang merekomendasikan adalah Pru sendiri dan ternyata untuk itu juga dibebaskan dari biaya alias Gratis lagi.

Saya minta bantuan dari Wikimuers yang juga menjadi agent Pru untuk menghubungi saya. Kebetulan saya sendiri mau mengambil PruSyariah dengan manfaat PruMed.

Atau seperti saran mas ER, Agent dengan sertifikat AAJI yang saya harapkan dapat membantu saya. Jangan takut, tidak perlu pakai traktir segala karena saya tahu produk yang anda tawarkan memang OK punya.

Salam kenal juga mas ER dan terima kasih saudara Lie.




Selasa, 27-05-2008 03:43:36 oleh: Lie Tjie Pouw

Mbak Larasari,

Sama-sama mabk Larasari, saya juga sangat senang kalau tulisan saya bisa sangat berguna untuk anda dan cici Anna, saya benar-benar berharap supaya semua nasabah pru itu mendapat pelayanan yang sangat-sangat memuaskan seperti ibu anda, tapi sayangnya tidak tuh, kenapa ya? mungkin ibu anda kenal orang dalam pru? masalahnya saya dengar dari seorang agent, supaya sebuah klaim bisa disetujui, maka agent-agent tersebut harus memanipulasi klaim nasabahnya, kalau cuma mengikuti aturan yang tertera di polis, sangat-sangat kecil sekali kemungkinannya klaim tersebut disetujui, apa anda melakukan hal yang sama dengan agent anda? atau mungkin anda sendiri agent untuk ibu anda ya? atau bagaimana?

terima kasih telah berbagi pengalaman anda...

tolong bandingkan dengan artikel berikutnya...




Selasa, 27-05-2008 03:45:16 oleh: Lie Tjie Pouw

Ini saya dapat dari Tempo interaktiv, linknya disini http://www.tempo.co.id/komentar/?berita=brk,20040423-35,id.html&act=read

Prudential masih berani pasang iklan
Pada tgl 27 April 2004 di harian Rakyat Merdeka halaman 7 juga ada surat pembaca yang dimuat 1/4 halaman dengan judul "Jeritan hati nurani korban asuransi Prudential" yang dikirim oleh ibu Ng Sok Hie dari Pematang Siantar, Sumatera Utara pemegang polis no 19311786, 19311801, 19309381, 19309766 atas nama suami, ybs, dan kedua anak ybs. Suami ibu Ng Sok Hie meninggal dunia 28 Januari 2003. Setelah menunggu 4 bulan akhirnya kalin arusansi atas nama suaminya keluar dan klaim bebas premi atas nama kedua anaknya juga keluar tetapi hanya sampai bulan oktober 2003. Waktu ybs mengirimkan surat menanyakan penghentian pembayaran manfaat bebas premi tersebut ybs malah diperiksa dipanggil oleh POLDA Sumatera Utara dengan surat panggilan no. Pol S.Pgl/37/I/2004/Reskrim dan diperiksa selama lebih dari 6 jaum sesuai BAP tertanggal 3 Februari 2004 serta dijadikan TERSANGKA penipuan oleh Prudensial . Sampai saat ini janda malang tsb sedang berjuang dari sergapan hukum demi masa depan anaknya yang berumur 10 dan 8 tahun dan balik menggugat Direksi dan COO Prudential dengan dugaan penggelapan dana komsumen dengan bukti pengaduan ke Mabes Polri no. Pol. TBL/92/IV/2004/Siaga-III tertanggal 20 April 2004.

Yang sangat mengejutkan, ternyata Prudential masih berani memasang iklan promosi di harian Kompas pada tanggal 23 April 2004 kemarin.
Gunawan(iggun2003@yahoo.com) - Tangerang




Selasa, 27-05-2008 03:46:17 oleh: Lie Tjie Pouw

Dari Kompas Interaktiv, http://64.203.71.11/kompas-cetak/0709/06/opini/3814250.htm

Klaim Dibalas Pembatalan Polis

Terkait dengan pembatalan polis asuransi Prudential (Nomor: 23844947) oleh Prudential, sebagai nasabah saya dirugikan karena kelalaian agen, dalam hal ini unit manager, yang melakukan pengisian SPAJ dengan tidak menuliskan riwayat hipertensi suami sebagai tertanggung, seperti sudah disampaikan pada saat wawancara secara rinci sampai pada obat yang dikonsumsi.

Saat suami saya mengalami serangan jantung dan melakukan klaim, yang kami dapatkan adalah surat pemberitahuan pembatalan transaksi dan polis dari Prudential. Meskipun sudah bertemu dengan pihak agen (RJ kode 0005397), unit manager (EP kode 00004026), serta pihak Prudential diwakili bagian legal (Bapak Reno) dan bagian klaim (Bapak Yudi) pada 10 April 2007 di Kantor Pusat Prudential, saat itu unit manager yang bersangkutan mengatakan, ada kesalahan manusia (human error) di sini. Sebab, agen yang mengisi SPAJ berpikir yang bersangkutan hanya minum obat hipertensi apabila sedang stres karena banyak pekerjaan.

Namun, polis tetap dibatalkan, klaim ditolak. Selain itu, yang sangat disayangkan, agen serta unit manager terkait masih bebas mencari nasabah baru tanpa ada sanksi. Kenyataan adanya kelalaian seseorang dinihilkan tanpa ada sanksi, padahal ada pihak lain yang menanggung kerugian karena kelalaian ini. Sebagai perbandingan, seorang dokter bisa dikenakan sanksi kode etik kedokteran apabila melakukan malapraktik. Namun, untuk agen asuransi yang lalai, sehingga merugikan nasabah secara moril dan materiil, tak ada sanksi yang diberikan oleh perusahaan sekaliber Prudential dengan nama besarnya.

--Bersambung--




Selasa, 27-05-2008 03:47:16 oleh: Lie Tjie Pouw

--Lanjutan--

Setelah pertemuan tersebut, saya telah beberapa kali mengirimkan surat keberatan kepada Prudential (pada 22 Maret 2007, 12 Juni 2007, dan 27 Juli 2007). Namun, sampai saat ini belum mendapat tanggapan.

Pihak Prudential bersikap lepas tangan dan tidak mau turut bertanggung jawab terhadap kelalaian yang dilakukan oleh unit manager yang menjual produknya. Padahal yang bersangkutan telah mendapatkan pelatihan (training) dan memegang izin dari Prudential untuk mencari nasabah. Dan keputusan yang diambil tidak mempertimbangkan fakta ada kelalaian yang dilakukan oleh orang Prudential sendiri. Daisy A Kumayas Jalan Pratama 3/S 12, Bekasi




Selasa, 27-05-2008 21:37:34 oleh: COKRO

gini caranya membuat tanggapan yang benar, bukan malahan sewot

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=8480&post=6




Rabu, 28-05-2008 02:33:05 oleh: andre

Dear All,
Turut prihatin utk pak Lie.. Mohon untuk pihak prudential menanggapi kasus ini secara serius. Survey kecil2an yang saya lakukan, menemukan beberapa fakta bahwa para agen pru terbukti tidak cakap dalam bekal ilmu & penguasaan produk. Mereka hanya agresif dalam menjual produk tanpa menjelaskan hak & kewajiban klien secara transparan. Contoh : banyak sekali pemegang polis yang tidak tau bahwa claim prumed itu TDK GRATIS, tapi mengambil nilai unit investasi yg dimiliki. Artinya ketika nilai investasi belum terbentuk & terjadi claim rumah sakit, siap2lah gigit jari karena berarti klien akan "berhutang". Agen tidak pernah menjelaskan bahwa claim Uang Pertanggungan(UP) jiwa itu bertahap prosentasenya (20 % tahun pertama,40 % tahun ke2,dst...). Polis dg UP jiwa 250 juta misalnya, ketika terjadi resiko meninggal di tahun pertama, ahli waris HANYA mendapatkan santunan 50 juta saja. Belum lagi klausul perlindungan penyakit kritis, kenapa tidak dijelaskan bahwa ketika terjadi klaim critical illness, akan mengurangi UP jiwa yg dimiliki?
Walaupun semua pasal tercantum dalam polis,tapi masyarakat awam dibodohi melalui presentasi short cut yg penuh janji surga & seolah "menutup2i" kondisi yang sesungguhnya?
Terlalu banyak "borok" yang harus diulas tentang fenomena produk prudential. Tolong, jangan hanya mengejar keuntungan bisnis-nya saja. Bukankah spirit asuransi yang sesungguhnya itu untuk melindungi nasabah dari berbagai ancaman resiko?
Saya pribadi akhirnya memutuskan cut loss sbg pemegang polis prulink. Nggak masalah dg kerugian materi yg harus saya tanggung, daripada lebih lama saya dibodohi tanpa saya menyadari semuanya sudah terlambat?

Saya & keluarga memutuskan beralih ke produk tradisional utk urusan asuransi (term life+hospital benefit). Investasi saya alihkan ke reksadana.
SEMOGA BERMANFAAT.




Rabu, 28-05-2008 06:11:03 oleh: COKRO

Benar andre,
pihak prudential harusnya menanggapi.
kalau cuma agen yang kita tidak ketahui seberapa tinggi jabatan (penghasilannya) dari prudential?
jawabannya nanti ngawur
kan bisa saja kutu loncat
maaf saja
loyalmu loyal sesaat




Rabu, 28-05-2008 06:46:18 oleh: Meidy

Ikut nimbrung lagi.

Agent-agent itu sebaiknya jangan lupa bahwa hidup mereka itu tergantung dari nasabah. Mereka itu adalah jembatan antara nasabah dan pihak asuransi. Tidak semua nasabah itu mengerti tentang bahasa asuransi (saya juga gak yakin semua agent itu mengerti).

Janganlah mau hidup dari penderitaan orang lain. Apa tega jalan-jalan ke Paris atau dapat bonus gede karena melampaui target tapi ternyata itu hasil dari 'maaf' membodoh-bodohin orang, yang penting capai target.

Saya bukannya mengatakan semua agent itu jahat ya. Karena ada juga agent yang baik dan bertanggung jawab bukan hanya sekedar beli putus karena mereka tahu bahwa hidup asap dapur mereka tergantung dari para nasabah.

Apa kalo tidak mencapai target, perusahaan asuransi akan tetap memberikan gaji atau komisi pada para agent ????
Untuk top agent apa perusahaan asuransi akan membangun monumen kalo anda mati ? Belum tentu.

Soal 'award' kita juga harus melihat 'award' yang diterima pihak asuransi itu untuk kategori apa, kan ada untuk service, untuk omzet dan lain sebagainya karena ada berbagai macam kategori.

Saya sekarang lagi diuber-uber oleh agent asurani saya. Kenapa ? Untuk pencapaian target ?
BUKAN !! Saya dikejar-kejar karena saya malas mengurus kelengkapan proses claim yang saya ajukan dari 6 bulan yang lalu.







Rabu, 28-05-2008 08:05:13 oleh: Yessy Sutana

Dear All,

Saya seorang agen di Prudential. Mungkin ada baiknya kalau saya coba jelaskan bagaimana proses penerimaan seorang nasabah di Prudential.

Sebuah perusahaan asuransi menerima pengajuan asuransi berdasarkan tingkat resiko yang masih bisa diterima oleh perusahaan tersebut. Untuk itu makanya ada proses seleksi calon nasabah.

Proses pertama adalah tugas agen, karena agen adalah underwriting lapangan, mengenal calon nasabah secara langsung. Syarat untuk memiliki polis paling dasar adalah sehat jasmani dan rohani. Secara umum semua orang bisa menilai ini. Maksudnya kalau orangnya ga sehat ya jangan diprospek.

Lalu saat pengisian SPAJ (Surat pengajuan asuransi jiwa), untuk di Prudential, itu berlembar2 karena ada pertanyaan riwayat kesehatan yang harus ditanyakan oleh agen ke nasabahnya. Kalau dalam SPAJ tidak ada penyakit sebelumnya yg pernah diderita, maka SPAJ akan langsung diterima oleh Prudential. Makanya ada nasabah yang tidak perlu jalanin medical check up, krn berdasarkan data di SPAJ dia sehat.

Tapi kalau ada riwayat yang masih perlu diteliti lagi tingkat resikonya apakah bisa diterima atau tidak, maka akan ada permintaan tambahan dari Prudential, bisa berupa medical check up, pengisian kuesioner untuk keadaan tertentu berhubungan dengan kesehatan, pekerjaan atau hobi beresiko, permintaan resume medis dari RS yg pernah merawat calon nasabah, dsb.

Nah maka perlu saya tekankan lg pada saat pengisian SPAJ yg benar adalah semua pertanyaan harus ditanyakan oleh agen dan dijawab jujur oleh nasabah. Asuransi hanya berprinsip pada kepercayaan. Kalau saya sedang menanyakan ini, biasanya saya tekankan ke nasabah bahwa semua yg dikatakan jujur, kalau ada data yg disembunyikan, bersiaplah nanti klaimnya ditolak.





Rabu, 28-05-2008 08:28:31 oleh: Yessy Sutana

Kadang ada agen yang tifak prof ingin agar nasabahnya cepat diterima sehingga pengisian SPAJ ini tidak dilakukan dengan benar. Ini yang bisa berakibat suatu saat klaim nasabah ditolak. Tapi bisa juga agennya sudah menanyakan dengan teliti, tapi nasabah tidak jujur dalam menjawab. Kalau terjadi perselisihan di kemudian hari, kita tidak bisa tahu mana yang salah dalam hal ini.

Nah kembali ke proses penerimaan nasabah, setelah data yang diperlukan oleh Prudential mengenai kesehatan calon nasabahnya sudah lengkap, Prudential akan memutuskan apakah nasabahnya:
1. diterima dengan standard (premi dan manfaatnya lengkap)
2. diterima dengan substandard (premi lebih tinggi atau ada manfaat yang dikecualikan)
3. ditunda penerimaannya
4. ditolak

Untuk yang diterima dengan substandard pun masih ditanyakan ke calon nasabahnya apakah mereka setuju dengan premi lbh mahal atau adanya pengecualian (kadang di 2 tahun pertama dikecualikan, tapi bisa direview setelah 2 tahun, kalo ternyata nasabah tdk pernah sakit berhubungan dgn yang dikecualikan, bisa saja setelah itu diterima tanpa pengecualian).

Prudential sebenarnya sangat teliti dlm menyeleksi calon nasabahnya. Lebih baik susah masuknya (jadi nasabah) daripada susah keluarnya (klaimnya).

Sebenarnya saat kita membeli polis asuransi jiwa, ada 3 faktor yang perlu dilihat.
1. Company (perusahaannya bagus atau tidak)
2. Product (produknya bagus, bermanfaat atau tidak)
3. Agent (agennya profesional atau tidak)

Dan faktor terpenting adalah di agen, karena nantinya agenlah yang mengurusi semua klaim nasabah. Tugas agen tidak hanya menjual tapi juga mengurus klaim dan melayani nasabah. Seorang nasabah akhirnya puas atau tidak dengan Prudential lebih karena bagaimana agennya melayani dia. Kita bisa liat ada yang komentar positif mengenai Prudential, bisa saya pastikan karena agennya bagus, kalau yang berkomentar negatif ttg Prudential pasti karena agennya tidak bagus. Prudential dan produknya sama untuk semua orang, ta




Rabu, 28-05-2008 10:51:35 oleh: ANDRE

Terimakasih atas tanggapan diplomatis dari ibu Yessy.
Kalau boleh bertanya, mengapa sampai sejauh ini saya belum pernah mendengar atau menemukan agen prudential yang benar2 transparan menyampaikan resume produk di awal presentasi? Kenapa tidak pernah disampaikan soal tahapan claim UP jiwa yang berjenjang atau tidak langsung 100 % ; Critical Illness yang memangkas UP dasar ; klaim medical yang DIAMBIL dari nilai investasi yang terbentuk ; adanya cost of insurance yang harus ditanggung pemegang polis seumur hidup (sampai 99 tahun) walaupun program yg diambil utk pembayaran 10 tahun saja misalnya? DLL...?? Kenapa yang disampaikan semua agen prudential selalu seperti ini " bapak, hanya dengan menabung 500 rb sebulan, manfaat yang bapak peroleh adalah perawatan rumah sakit sekian ; pertanggungan jiwa sekian juta rupiah ; bonus penyakit kritis sekian ; dan di usia sekian bapak sudah memiliki tabungan investasi sekian ratus juta rupiah ; blablabla....WHY ???
JELAS, sbg masyarakat awam ada di posisi lemah yang TERTIPU mentah2 dg bualan kehebatan produk pru yg ditawarkan.
Menurut saya, pihak klien tidak akan keberatan kalau semuanya dijelaskan di awal. Paling jauh resikonya adalah : nggak ada yang mau beli produk prudential...




Rabu, 28-05-2008 11:06:14 oleh: Lie Tjie Pouw

Sdri. Yessy Sutana,

Terima kasih buat tanggapannya yang sangat menyeluruh.

tapi dari penjelasan anda tersebut, timbul 2 pertanyaan dari saya,

pertanyaan 1:
Bagaimana kalau kejadiannya adalah, si calon nasabah sendiri tidak tahu bahwa, dia sedang mengidap penyakit yang tidak diketahuinya, misal kanker stadium dini tidak bisa dirasakan dan dilihat dengan mata telanjang.

bagaimana jika dalam beberapa tahun kemudian si nasabah tersebut mengajukan klaim untuk penyakit yang tidak dia ketahui waktu pengajuan SPAJ, apakah klaimnya akan diterima atau ditolak? karena penyakitnya itu sudah ada sebelum dia menjadi nasabah Prudential.

pertanyaan 2:
lalu kalau ada agent yang tidak prof, dan dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, siapa yang harus menanggung akibatnya? nasabah atau prudential? karena harap diingat, agent itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pt prudential.

sekian dulu, terima kasih
Tjie Pouw




Rabu, 28-05-2008 14:36:12 oleh: Yessy Sutana

Untuk Pak Lie,

Untuk kasus seperti itu, klaimnya akan diterima Pak. Saya ambil patokannya begini. Kalau memang nasabahnya sama sekali tidak tahu, dia pasti tidak pernah ada catatan rekam medis berhubungan dengan itu. Tapi kalau ada catatannya di RS dan tidak dilaporkan saat pengajuan, tentu saja klaimnya bisa ditolak.

Mengenai agen tidak prof, tentu saja semua pihak menerima akibatnya, Prudential hilang kepercayaan, agen juga bisa diterminasi, sedangkan nasabah dirugikan. Saya tidak punya wewenang untuk bilang siapa yang harus menanggung. Tapi ada badan yang khusus menangani perselisihan seperti ini yaitu BMAI (badan mediasi asuransi indonesia) www.bmaindo.com




Rabu, 28-05-2008 16:30:15 oleh: Christo

Setelah sekian lama dan sekian banyak komentar serta tanggapan, rupanya masih ada yang masih merasa kurang jelas.

Sesuai yang saya baca, KANAL KONSUMEN.
Saudara kita menyuarakan apa yang dialami.
Bersifat menghimbau, namun tentunya keputusan membeli berada kepada calon pembeli.

Apakah setelah membaca, akan masih ada yang membeli? Tentu.

Yang paling mempunyai kemungkinan untuk membeli adalah orang yang masih berhubungan akrab dengan seorang agen.
Lazimnya, seorang agen pasti mempunyai polis dari perusahaan yang diwakilinya.
Jika tidak, jangan mengambil keputusan membeli darinya.

Semoga ada tanggapan resmi dengan tata bahasa yang baik dan benar dari seseorang yang memang harus mewakili suatu perusahaan asuransi yang besar dan dinyatakan “the BEST” untuk memberi tanggapan. Bukan seperti tanggapan yang ada pada kolom yang lain

High Myopi yang banyak diderita umat manusia mengakibatkan gagal klaim sewaktu mendapat musibah Retinal Detachment.

Maaf, sekali lagi bagi saya itu mengada-ada.

Saya ingin membaca tanggapan resmi yang akan membuka wawasan saya bahwa High Myopi benar pantas dipakai untuk membatalkan klaim jika terjadi Retinal Detachment, untuk kasus yang disuarakan saudara Lie.
Maaf bukan saya merendahkan seorang karena hanya agen semata.

Bisakah anda memberitahukan kepada atasan anda tentang adanya forum ini?




Rabu, 28-05-2008 16:40:21 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu Yessy,

untuk jawaban 1:
apakah itu pendapat pribadi anda, atau memang didasari oleh fakta yang (paling tidak) berdasarkan klausal2 yang tertera di polis? karena apa yang saya alami itu sangat2 bertolak belakang dengan jawaban anda. Lihat klausal pengecualian PRUmed 4.3 (yang juga menjadi alasan penolakan klaim saya), disana tertera bahwa (yang dikecualikan) "perawatan rumah sakit atau pembedahan akibat kondisi yang telah ada sebelumnya" dan "kondisi yang sudah ada sebelumnya" itu didefinisikan sebagai "cacat, keadaan sakit atau ketidakmampuan tertanggung yang telah ada atau yang gejalanya timbul atau berkembang sebelum tanggal mulai berlakunya asuransi tambahan PRUmed dan telah diketahui atau seharusnya secara wajar diketahui oleh tertanggung atau berdasarkan perkembangan patologis penyakit yang diterima secara medis". Dari dua statement tersebut, klaim si nasabah ini sudah dapat dipastikan TIDAK AKAN DISETUJUI karena penyakit tersebut sudah ada sebelumnya, jadi jawaban anda tersebut tidak benar.

untuk pertanyaan 2:
mungkin saya memang kurang spesifik menulis pertanyaan yang kedua ini, jadi saya ulangi sbb:

kalau ada agent yang tidak prof, dan dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, siapa yang harus BERTANGGUNG JAWAB? nasabah atau prudential? karena harap diingat, agent itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pt prudential.

bisa anda menjawab kembali pertanyaan no 2?

terima kasih sebelumnya

Tjie Pouw




Rabu, 28-05-2008 16:46:17 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Christo,

saya sudah juga sudah berdebat lama dengan customer care bagian klaim, tapi mereka tetap tidak mau mendengar dan mengerti (always listening and understanding?) mengenai keberatan saya.

ya mungkin karena prudential merasa kebal hukum, jadi merasa bisa berbuat semau mereka.

salam

tjie pouw




Rabu, 28-05-2008 16:52:02 oleh: Meidy

Pak, nanya dong... apa penyebab dari robeknya retina sehingga Bapak harus melakukan operasi ?



Rabu, 28-05-2008 17:36:03 oleh: Dino

Matiin aja semua sales asuransi.



Rabu, 28-05-2008 17:49:36 oleh: Ardhi Dharma

Dear Mr. Christo, Mr. Lie, Ms. Yessy

Seperti yang sudah saya sampaikan pada artikel Pengalaman ikut asuransi Prudential bahwa harus ada hubungan yang erat antara nasabah, agent dan perushaan asuransi. Karena ketiga pihak inilah yang membentuk terjadi nya asuransi.
Namun memang masing-masing pihak mepunyai porsi nya masing-masing.

Agent asuransi berkewajiban memberikan keterangan mengenai produk, proses klaim dan tata cara pengurusan klaim. Namun Agent tidak berhak memutuskan apakah nasabah tersebut dapat di proteksi atau tidak. Apalagi Agent tidak boleh memutuskan klaim dapat di terima atau di tolak sebelum mendapatkan persetujuan tertulis dari pihak asuransi ( diterima / di tolak ).

Kalau kita menyimak difinisi dari agent itu adalah kepanjangan tangan dari pada perusahaan asuransi. ( Bukan karyawan dari perusahaan asuransi ).
Sehingga perusahaan asuransi pada kenyataan nya tidak dapat mempertanggung jawabkan kelalaian agent nya dilapangan.

Seorang Agent hanya dapat membantu menyembatani hubungan antara nasabah dengan pihak asuransi, sehingga terjadi hubungan yang harmonis diantara ketiga nya.

Asuransi kesehatan erat hubungan nya dengan analisa dokter. Sehingga semua yang berhungan dengan kesehatan mau tidak mau ada keterlibatan dokter ( Saksi ahli ). Sekarang tinggal informasi yang mana ( Dokter perusahaan asuransi / Dokter netral ) yang dapat di pakai sebagai landasan untuk dapat memutuskan klaim tersebut di terima atau di tolak.

Semoga membantu.




Rabu, 28-05-2008 18:37:27 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Ardhi,

saya kurang setuju kalau pt asuransi tidak perlu mempertanggung jawabkan kelalaian dari agent lapangan, karena ketika kita bertatap muka dengan sang agent, maka sebenarnya kita bertatap muka dengan pt asuransi tersebut, semua syarat, ketentuan dan benefit yang dijanjikan oleh si agent itu harus bisa dipertanggung jawabkan oleh pt asuransi tersebut. kalau tidak ada backup semacam itu, artinya jaminan tersebut akan ditanggung oleh si agent sendiri, siapa yang mau membeli jaminan dari si agent?

dalam hal ini pihak pt asuransi tersebut yang harus melakukan recruitment yang ketat dan indroktinasi yang positif kepada para agentnya, karena sekali lagi agent2 tersebut adalah perwakilan resmi dari pt asuransi itu.

kalau tidak, pt asuransi akan bertindak semaunya dan melempar semua kesalahan kepada agentnya, toh agent tersebut juga tidak akan diproses secara hukum, komisi sudah diterima, jadi nothing to lose.

jadi sebagai tanggung jawab moral pt asuransi, sudah seharusnya pt tersebut menanggung akibat dari kelalaian agentnya, kalau memang ada.

Tjie Pouw




Rabu, 28-05-2008 20:42:51 oleh: Christo

Pak Ardhi,

saya bingung dengan pernyataan anda sebagai berikut:

agent itu adalah kepanjangan tangan dari pada perusahaan asuransi. ( Bukan karyawan dari perusahaan asuransi ).

perusahaan asuransi pada kenyataan nya tidak dapat mempertanggung jawabkan kelalaian agent nya
dilapangan.

Agent tidak boleh memutuskan klaim dapat di terima atau di tolak sebelum mendapatkan persetujuan tertulis dari pihak asuransi ( diterima / di tolak ).


Bagi saya ada yang tidak cocok dari pernyataan-pernyataan yang anda sendiri utarakan.

Tapi saya maklum.
Saya kan lagi menunggu tanggapan resmi dari Asuransi yang tersebut di kolom ini.

Saya yang kebetulan membaca kolom ini merasa yakin akan 1 hal : banyak pembaca kolom ini dari berbagai displin ilmu.

Jika always listening diterapkan, pasti akan ada tanggapan resmi.
Apalagi jika always understanding...
Kan tanggapan resmi yang dinantikan.

Berikutnya? nanti deh nyusul....

Sekian dan terima kasih.




Kamis, 29-05-2008 10:36:41 oleh: Ardhi Dharma

Dear Mr. Lie, Mr Christo

Agent asuransi jiwa pada umumnya di bekali oleh perusahaan asuransi dengan keunggulan dari produk-produk asuransi yang di jual oleh perusahaan asuransi tersebut ( Training produk 3-5 hari ).

Dan selalu yang di tonjolkan adalah keungulan dari pada produk nya tersebut tanpa diberikan kelemahan-kelemahan nya.

Dan juga Agent asuransi Jiwa pada umumnya di kejar oleh target penjualan.

Saya setuju bilamana calon tertanggung atau tertanggung berhadapan dengan agent asuransi, si Agent asuransi mewakili perusahaan asuransi dalam menerangkan produk-produk dari asuransi yang di wakili nya.

Namun Bilamana ada agent yang menambahkan benefit atau tidak menginformasikan pengecualian-pengecualian ( Exclution )yang berkenaan dengan produk yang dijual baik sengaja ataupun tidak, maka perusahaan asuransi tidak dapat mempertanggung jawabkan hal tersebut.

Memang status Agent asuransi hanya sebagai kepanjangan tangan ( perantara ) daripada perusahaan asuransi.
Sehingga pada kenyataan nya di lapangan perusahaan asuransi dapat melempar tanggung jawabnya apabila terjadi kelalaian tersebut.

Singkat kata, adanya asuransi dapat berjalan dengan baik bilamana ada kerja sama yang baik antara Nasabah, Agent, dan perusahaan asuransi.

Semoga membantu.






Jumat, 30-05-2008 10:31:00 oleh: Lie Tjie Pouw

pak Ardhi,

"Sehingga pada kenyataan nya di lapangan perusahaan asuransi dapat melempar tanggung jawabnya apabila terjadi kelalaian tersebut."

kalau ada pt asuransi yang tidak melempar tanggung jawabnya ke orang lain apabila terjadi kelalaian, itulah pt asuransi yang the best of the best, bukan cuma berdasarkan penilaian majalah2 semata.

kalau memang niat, bisa dibuat suatu system dimana agent2 tersebut tidak akan nakal, nah sekarang pertanyaannya apakah ada niat baik tersebut? wong saya minta penjelasan perihal penolakan atas klaim saya saja susahnya minta ampun, prudential cuma bilang 'ditolak', wasalam.

lagi pula, apa yang saya keluhkan diatas itu, seperti juga yang dipertegas oleh pak Christo, sebenarnya tidak menyangkut nakal tidaknya si agent, tapi bahwa penjelasan penolakan klaim saya tersebut yang terkesan dibuat-buat, bahkan ibu Yessy Sutana sekalipun langsung menghilang begitu beliau di konfrontasi oleh pertanyaan tersebut.




Jumat, 30-05-2008 12:12:53 oleh: Yessy Sutana

Selama pengalaman saya jadi agen, saya lihat Pru sangat gampang dalam membayar klaim. Dokumen tidak lengkap saja masih mau dibayar, pengajuan klaim yang melebihi batas waktu saja juga dibayar. Saya tahu sekali Prudential tidak pelit dalam membayar klaim. Ini yang kenyataannya, saya tidak mengada-ada. Dan itu menurut saya jauh lebih penting daripada kata2 di dalam buku polis. Bener ga? Yang penting prakteknya klaim dibayar.

Prudential selama ini membayar klaim berdasarkan bukti yang diterima. kalo memang layak dibayar, tentu saja dibayar, kalo tidak layak karena ada ketidakjujuran pengisian SPAJ, ya tidak dibayar. Kalo emang tidak ada yang bisa membuktikan kalo nasabah tidak jujur atau tidak, atau berada di daerah abu-abu, Prudential akan membayar. Bisa saja sebenarnya Pru bisa menolak klaimnya, tapi dengan alasan bisnis pun Prudential mau membayar, daripada namanya jatuh. Berapa nilai beberapa juta demi suatu nama baik? Toh kemampuan dan kekuatan finansial Prudential sudah tidak diragukan lagi. Anda pun kalau berada di posisi sbg Prudential akan melakukan hal sama, demi menyelamatkan bisnis ke depan tentu saja rela keluar uang yg nilainya kecil dibanding bisnis anda.

Saya curiga kalo hal2 seperti ini hanya rekayasa saja, karena saya sudah amati banyak perusahaan besar mengalami isu2 negatif. Semakin tinggi pohon berdiri, semakin besar angin menerpa. Sangat mungkin ini salah satu cara dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Prudential. Mungkin pak Lie yang tahu persis hal ini.







Jumat, 30-05-2008 14:56:34 oleh: Ardhi Dharma

Pa Lie, Ms. Yessy

Seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa di dalam asuransi harus ada hunungan yang erat antara Tertanggung, Agent dan Asuransi. Sehingga bilamana ada hal-hal yang perlu di jelaskan, masing-masing pihak dapat memberikan kontribusi nya.

Permasalahan ini hanya bisa di di cari kan jalan keluar bilamana Tertanggung, Agent dan ASuransi bisa duduk bersama dan masing-masing berusaha untuk mencari jalan keluar nya.

Semoga membantu




Jumat, 30-05-2008 15:59:21 oleh: yuni

terimakasih pak atas info yang diberikan..semoga berguna..bahwa asuransi hanyalah produk janji-janji uang masuk susah keluarnya....



Jumat, 30-05-2008 22:54:57 oleh: Christo

Permasalahan ini hanya bisa di di cari kan jalan keluar bilamana Tertanggung, Agent dan ASuransi bisa duduk bersama dan masing-masing berusaha untuk mencari jalan keluar nya

semoga asuransi yang tersebut dikolom ini melalui sang agent, mengundang anda saudara lie.

bagi saya, komentar saudara ardhi sudah tepat.


Saya curiga kalo hal2 seperti ini hanya rekayasa saja, karena saya sudah amati banyak perusahaan besar mengalami isu2 negatif. Semakin tinggi pohon berdiri, semakin besar angin menerpa. Sangat mungkin ini salah satu cara dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Prudential. Mungkin pak Lie yang tahu persis hal ini.

Pihak-pihak itu siapa?

Saudara Lie, saya jadi ingin tahu apa yang anda ketahui.




Saudari/Ibu Yessi,

"Semakin tinggi pohon berdiri, semakin besar angin menerpa".

Pendapat saya, itu tergantung jenis pohon dan akarnya.

"Sangat mungkin ini salah satu cara dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan"

Anda boleh percaya atau tidak, saya pribadi tidak ingin menjatuhkan perusahaan asuransi yang tersebut dikolom ini. Saya masih sebagai pembeli polis asuransi dan belum terpikir sampai sekarang untuk menjadi seorang penjual.

Selama berkomentar, sangat jauh dari pikiran saya bahwa ini adalah rekayasa dan hasil kerja dari perusahaan lain yang tidak tersebut dikolom ini (semoga saya tidak salah mengartikan kata pihak. maaf jika salah).


semoga pihak asuransi tersebut dikolom ini mengundang saudara lie, kemudian kekeliruan jika memang ada yang keliru dapat dijelaskan.

saya ulang lagi yaa link yang diberikan saudara COKRO

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=8480&post=6

pasti dibantu muat oleh pak administrator.






Sabtu, 31-05-2008 08:33:41 oleh: Lucas Maringka

Teman-teman,

Sebagai Unit Manager di Prudential, saya hanya mau komentar tanpa mau saling menyalahkan salah satu pihak. Tujuan nya agar agen maupun nasabah sama-sama bisa lebih baik saat terjadi closing.

1. Dalam beberapa kasus memang terjadi informasi yang disampaikan agent kurang lengkap atau kurang jelas, sehingga dikemudian hari bisa menimbulkan masalah. Kalau mau intropeksi memang para agent harus terus meningkatkan product knowledge nya. Sebagai asuransi terbaik, Prudential dengan sales academy nya, secara luar biasa memberikan TRAINING gatis kepada agent2 nya dengan jadwal yang sangat fleksibel/banyak pilihan. Juga mulai bulan Juni ini, setiap agen baru, baru bisa mengajukan aplikasi sebagai agen setelah training. Sayapun selalu memotivasi agen-agen saya untuk terus meningkatkan product knowledge mereka.

2. Di pihak nasabah memang juga banyak yang sangat awam, sehingga akhirnya merasa "dikerjain". Ada baiknya memang banyak bertanya di awal.

Dalam kasus Sdr. Lie Tjie Pouw, saya rasa komentar2 sudah banyak, jadi himbauan saya hanya seperti diatas, agen maupun nasabah memang harus sama-sama BELAJAR agar tidak terulang kasus seperti ini.

Last but not least, bagi saya product unit link sangat bermanfaat, saya jadi nasabah Pru sejak th 2000, dan akhir nya tertarik menjadi agent th 2006.




Sabtu, 31-05-2008 09:35:53 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu Yessy,

itu kan cuma berdasarkan pengalaman anda, bagaimana dengan pengalaman orang lain? apakah anda sudah pernah melakukan survey kepada nasabah2 prudential?

saya tidak merekayasa apapun dalam kasus ini, apa yang saya ceritakan diatas itu memang benar2 terjadi, silakan anda konfirmasi kepada unit manager Elita Hidayat atau ke bagian Klaim prudential dengan ibu Yulinda Basir.

lebih baik anda menjawab pertanyaan2 yang pernah saya ajukan kepada anda. kalau anda bisa menjelaskannya anda bisa membuktikan bahwa memang alasan penolakan klaim saya tersebut valid.

mengenai ketidakjujuran data di SPAJ, khusus untuk kasus saya, yang relevan dalam hal ini adalah kondisi mata saya, karena saya mempunyai high myopi, maka pertanyaan saya adalah, BAGAIMANA SAYA BISA MENYEMBUNYIKAN HIGH MYOPI SAYA KALAU SI AGENT MELIHAT SAYA MEMAKAI KACAMATA?

jadi bisa disimpulkan bahwa tidak ada percobaan untuk berbohong mengenai data kesehatan saya, paling tidak untuk masalah high myopi tersebut.

ada lagi cerita yang belum pernah saya ungkapkan selama ini.

ketika saya menanyakan masalah ini via email, customer care prudential terkesan malas2an menjawab email saya, pertanyaan2 saya tidak langsung dijawab, sampai pada satu hari email saya tidak dijawab selama 3 hari, agent, unit manager juga sudah menghilang dan lepas tangan. lalu saya mengirim email lagi kepada customer care, saya bilang kalau email tersebut tidak dijawab, saya akan berkomunikasi dengan prudential lewat media massa. langsung email saya dijawab dengan sangat cepat.

sampai pada satu hari, customer care sudah tidak mau berkorespondensi dengan saya lagi lewat email, saya tulis dikoran kompas di kolom Redaksi Yth, pada hari senin, 11 feb 2008, hari berikutnya, hp saya berdering sepanjang hari ditelpon oleh prudential, dari orang2 yang sebelumnya sudah tidak mau menjawab pertanyaan2 saya lagi.

sekali lagi kalau tidak percaya, silakan dikonfirmasi.




Sabtu, 31-05-2008 09:37:22 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Christo,

"Permasalahan ini hanya bisa di di cari kan jalan keluar bilamana Tertanggung, Agent dan ASuransi bisa duduk bersama dan masing-masing berusaha untuk mencari jalan keluar nya

semoga asuransi yang tersebut dikolom ini melalui sang agent, mengundang anda saudara lie."

jangan harap prudential mau mengundang saya untuk menjelaskan, saya minta penjelasan dari telpon/email saja susahnya setengah mati, setelah saya marah2 baru ada yang mau menelpon saya.
lagipula, pihak prudential tidak mampu menjawab pertanyaan saya atas alasan penolakan tersebut.




Sabtu, 31-05-2008 13:41:20 oleh: Christo

Saudara Lie,
Bisa saya diperlihatkan lembar SPAJ yang anda punyai? jika tidak berkeberatan dengan lembaran hasil scan saja sudah cukup.

Berapa halaman yaa?

Turut berduka jika ternyata memang pihak asuransi tidak mau mengundang anda. Mengerikan juga.

Kriteria aman untuk membeli asuransi dari perantaraan orang dari kalangan keluarga, saya pikir tidak relevan lagi.

Jika pihak asuransi dengan mudah melimpahkan kesalahan kepada pihak lain, yaitu kepada perantara atau pembeli. Pokoknya gue cukup setoran aja. Susahnya lo berdua yee.


Bayangkan, sesuatu hal dengan jumlah prosentase sekian kecilnya untuk dapat digolongkan sebagai pemicu sesuatu penyakit dan hanya kelebihan sekian kecilnya prosentase pemicu jika dibandingkan terhadap orang yang normal alias sehat.

Apakah tidak cuma mengakibatkan sang keluarga kita cap menjadi antek?

Karena lo berdua yang urusan...urusan lo berdua deh.

Rupanya sia-sia saya membaca kolom ini.
Asuransi yang anda pilih tidak merasa perlu memberikan tanggapan resmi.
Cukup dari orang yang menjadi perpanjangan tangannya.

Anda saja yang sudah mengeluarkan uang dicuekin, apalagi saya !

We are the champion my friend..will keep on silent till the end....




Minggu, 01-06-2008 08:42:04 oleh: Ardhi Dharma

Membaca tanggapan-tanggapan yang diberikan selama ini, kita semua disini belum mendapatkan keterangan yang dari pihak-pihak yang seharusnya memberikan konfirmasi atas permasalahan Mr. Lie.

Seperti yang sudah di sampaikan oleh Mr. Christo diatas menganai salah satu tanggapan dari pada salah satu perusahaan ( http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=8480&post=6 )

Kalau memang memungkin kan, pihak administrator dapat menyampaikan permasalahan ini kepihak perusahaan.

Atau bilamana memungkinkan pihak Administrator menjadi penguhubung antara Mr. Lie, Agent dan pihak perusahaan asuransi. ( Kalau memang seperti yang Mr. Lie sampaikan bahwa pihak agent dan/atau Manager serta asuransi tidak mau atau lepas tangan ).

Dan bilamana hal tersebut dapat di lakukan, dan di dapatkan penyelesaian yang baik maka kami mohon dapat di informasikan mengenai penyelesaian tersebut.

Agar supaya kami semua disini mendapatkan pembelajaran atas permasalahan yang di hadapi seperti Mr. Lie.

Hal ini dibuat agar kami semua mendapatkan informasi yang benar-benar dapat di pertanggung jawabkan.

Bagaimana Administrator ???

PS : Pertemuan antara Nasabah, Agent dan Perusahaan di prakarsai oleh Administrator

Semoga membantu




Minggu, 01-06-2008 08:50:50 oleh: Christo

Setuju dan paham.

jika telah dihubungi dan tidak ada aksi, yaa kita kan bisa menilai sendiri.

bukan rekayasa.
bukan ingin menjelekkan.

hanya ingin tahu yang sebenarnya.




Minggu, 01-06-2008 16:16:51 oleh: WURYANANO

Memang berdasarkan pengalaman pribadi saya, sebagian besar asuransi itu hanya muluk-muluk promosinya di depan saja. Kalo nasabah sudah kepegang tangan...wah itu seringkali membuat nasabah seperti orang bodoh, karna dibodohi sejak awal nggak merasa.

Saya, sejak mengalami hal bodoh mengenai asuransi, sekarang selalu menolak tawaran asuransi, terutama yang whole life dan asuransi jiwa.

Untuk asuransi jiwa, saya membuat asuransi sendiri buat saya, keluarga saya, dan para karyawan saya...gampang aja kok buat model asuransi itu.

Saya hanya percaya, asuransi musibah kebakaran dan huru-hara atau asuransi mobil...karena berkaitan dengan keamanan bisnis-bisnis, maupun aset-aset saya. Asuransi begini tetap saya ikuti.

Salam,
Wuryanano
http://wuryanano.wordpress.com/




Senin, 02-06-2008 13:30:27 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Christo, Pak Ardhi,

terima kasih atas dukungannya, ya memang sekarang ini ujian yang sesungguhnya, apakah memang prudential pt asuransi yang konon "always listening and always understanding"? dan konon yang the best of the best 6 tahun berturut2 menurut majalah2? jangan cuma sesumbar aja, buktikan!

saya yakin tidak akan ada bukti, biar kita tunggu 100 tahun lagi sekalipun! sayang punya nama besar, tapi tidak bisa memberikan bukti yang selayaknya ... sungguh sayang ...




Rabu, 04-06-2008 19:26:32 oleh: Eka Wirasatrya

Pak Lie Tjie Pouw

Saya agen prudential. Bapak sudah pernah ditemui agen dari prudential belum? Kalo belum boleh saya ketemu pak? Saya ingin tahu disaat pengisian SPJ apa saja yang dilakukan dan pertanyaan apa saja yang ditanyakan oleh agen yang menemui bapak pada saat itu. Boleh tahu juga siapa agen yang menemui bapak? Sekalian juga sama bapak Christo. Jangan2 bapak Christo ini kerja diasuransi lain yah? Kalau bisa saya simpulkan bapak Lie membeli Produk PAA yah? Kalo saya pikir sih kayanya capek ngetik dan buang2 waktu aja kasih koment disini. Bapak Lie sekali lagi kalo bapak Lie kiranya mau menyediakan waktu untuk ketemu saya. Balas saja kesini mengenai tempat dan jam berapanya. Hari minggu saya akan cek lagi ke sini.

Terima kasih sebelumnya.




Rabu, 04-06-2008 20:59:29 oleh: Christo

Eka Wirasatrya,

sebaiknya saudara pertanyakan saja dengan saudara Lie Tjie Pouw mengenai usulan bertemu.

bahwa saya sekalian ikut hadir, mohon maaf saja saya tidak berminat untuk hadir. walaupun saudara Eka menyatakan diri ditunjuk mewakili memberi tanggapan resmi atau semacamnya.

sekali lagi maaf, perkiraan bahwa saya ini bekerja di asuransi lain adalah 100% salah.
seperti pada komentar saya sebelumnya (baca komentar Jumat, 30-05-2008 22:54:57.)

saya hanya ikut prihatin, koq asuransi yang disebutkan saudara Lie tidak menanggapi.

bagi saya sih tidak capek dan buang2 waktu untuk memberi komentar di wikimu.

Wikimu...bisa-bisanya kita !

kalau bagi saya sih menarik untuk membaca apa yang tertera di website ini.

yaa namanya juga wikimu menarik untuk dikunjungi.

apalagi masih gratis untuk memberi komentar yang bertanggung-jawab




Kamis, 05-06-2008 05:19:57 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Eka Wirasatrya,

Terima kasih atas tawarannya, kalau anda ingin melihat SPAJ saya, sebelum anda jauh-jauh menemui saya, silakan check dulu dengan unit manager Elita Hidayat atau mungkin anda bisa berkoordinasi dengan bagian cutomer care dengan Yulinda Basir, sebut saja nama saya, beliau-beliau itu pasti kenal saya, dan silakan anda pelajari SPAJ saya.

Kalau anda masih penasaran juga, anda bisa hubungi saya lagi disini.

Kalau anda ingin bertemu, sebelumnya saya ingin mendapat jawaban dari pertanyaan saya, yang sudah berulang-ulang kali saya tanyakan tapi tidak ada yang mampu menjawab, bahkah customer care juga tidak bisa.
Pertanyaannya adalah:
"Kenapa penjelasan alasan penolakan klaim saya tidak tertera hitam diatas putih di polis saya? kenapa harus ada penjelasan khusus DILUAR dari aturan-aturan yang tertera di polis saya? Kenapa syarat dan ketentuan tidak ditulis secara gamblang supaya orang awam bisa mengerti tanpa harus ada penjelasan khusus?"

kalau anda juga tidak mampu menjawab pertanyaan diatas, saya ragu pertemuan kita akan ada manfaatnya.

tapi terima kasih atas usaha anda
Tjie Pouw




Kamis, 05-06-2008 08:33:54 oleh: Meidy

Pak, saya sarankan ke kantor Prudential saja langsung. Saya menemukan berita di situs lain pihak Pru sudah menjawab keluhan Bapak. Lihat di http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/06/02033596 atau http://suarapembaca.detik.com/index.php/detik.read/tahun/
2008/bulan/05/tgl/26/time/161820/idnews/945325/idkanal/283

Semoga ada penyelesaiian dari kasus Bapak, mendingan didatangin saja langsung dan bertemu dengan yang mengirim surat jawaban keluhan Bapak.




Kamis, 05-06-2008 10:08:16 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu Meidy,

ya memang sudah, tapi jawabannya tidak menjawab pertanyaan saya, lagipula saya disini juga ingin memperingatkan para pembaca untuk berhati-hati kalau mau membeli polis asuransi.

terima kasih bu Meidy





Jumat, 06-06-2008 11:21:07 oleh: Oktav Askes Batam

Bapak/Ibu/Sdr/i sekalian.....

Dari pada ribut2 masalah general check up sebelum membeli polis asuransi, beli saja produknya PT Askes (Persero. banyak pilihannya kok untuk calon peserta. dan yang penting ; TIDAK ADA general check up, sebelum sakit. preminya murah, providernya merata di seluruh indonesia.
hubungi aja PT Askes terdekat.
Hidup Askes...!!!




Rabu, 11-06-2008 11:53:57 oleh: R. Otok Baroto, SE

Semua keluhan dari nasabah sebaiknya harus ditanggapai dengan baik dan penuh perhatian. Terutama para Agen yang telah berhasil meng closing nasabahnya agar selalu care dan penuh atensi terahadap segala permasalahan nasabahnya. Seperti SALAM Prudential : SEMANGAT PAGI!
Sebaiknya tidak cuma sebagai semangat dalam mencari Nasabah, tapi yang lebih penting sebagai semnagat untuk siap setiap saat membantu nasabah yang sedang sakit atau sedang menagalami masalah dalam pengurusan Claim di Prudential.

Terima Kasih atas kritik dan sarannya. Mudah-mudahan bisa menambah wawasan dan pengetahuan buat saya.
Terima Kasih

Saya Agen Prudential Baru

R. Otok Baroto, Se




Kamis, 12-06-2008 14:30:17 oleh: Lie Tjie Pouw

Sdr. R. Otok Baroto, Se

senang sekali mendengar bahwa kolom saya bisa dijadikan bahan pelajaran untuk anda. kita sama-sama memetik pelajaran dari kasus saya ini.

terima kasih kembali, karena jarang ada orang dari pihak prudential yang mau mengakui secara gentel kekurangannya dan bahkan menjadikan kasus menjadi bahan pelajaran, karena biasanya mereka akan langsung menuduh yang bukan-bukan kepada nasabahnya.

Salut!

Lie Tjie Pouw




Kamis, 12-06-2008 14:37:30 oleh: pongo

lho lq sepi?????udahan????yaah,padahal saya maw buat sinetronnya.....



Kamis, 12-06-2008 18:18:42 oleh: Lie Tjie Pouw

Pongo,

blum udahan, lagi break aja nonton Euro 2008 :p




Selasa, 17-06-2008 21:37:27 oleh: adhi

saya hanya berdoa semoga asuransi yang berniat baik tetap eksis, namun asuransi yang tidak bertanggung jawab seperti diatas cepat hangus dimuka bumi indonesia.amin.....



Rabu, 18-06-2008 00:52:14 oleh: ira

Saya yakin prudential BUKAN asuransi yang bagus



Rabu, 18-06-2008 11:23:40 oleh: zaka setia

Saya tidak berminat masuk asuransi lagi karena pada waktu saya tidak melanjutkan dan saya minta uang saya dikembalikan, ternyata tidak penuh. Nyampe 60 % aja tidak. waduuuuh....cape deh...ada aja alasannya. Mending nabung di bank, ketahuan.... Uangku dirampok.... Sekedar pengalaman....



Rabu, 18-06-2008 17:06:32 oleh: Iwan S

Pak Lie,
seperti tulisan bapak sebelumnya :

"Kamis, 05-06-2008 10:08:16 oleh: Lie Tjie Pouw

Bu Meidy,
ya memang sudah, tapi jawabannya tidak menjawab pertanyaan saya, lagipula saya disini juga ingin memperingatkan para pembaca untuk berhati-hati kalau mau membeli polis asuransi."

Saya juga sudah baca respons dari Ibu Nini Sumohandoyo, berikut kutipannya "Kami juga telah menyampaikan kepada Bapak Lie Tjie Pouw bahwa kami tetap membuka kesempatan seluas-luasnya kepada yang bersangkutan untuk mengajukan kepada kami proses peninjauan ulang keputusan klaim, dengan melengkapi Surat Keterangan Dokter mengenai diagnosa penyakit dan tindakan yang dilakukan."

nah jadi ada jalan bagi Bapak untuk "naik banding", dan mudah2an bisa membuka peluang utk mendapatkan claim itu. kecuali... Bapak cuma ingin memperbesar masalah ini




Kamis, 19-06-2008 10:46:29 oleh: daryono

saya adalah nasabah baru prudential
sebenarnya sudah lama sekali saya ingin ikut asuransi. namun saya bingung memilih asuransi yang baik.akhirnya saya memilih prudential karena ajakan agen ,yang juga sebagai atasan saya di tempat bekerja.namun agen yang saya ikuti terkesan di mata saya kurang mengetahui informasi-2x yang ada diprudential. sehingga terkesan juga tidak terbuka / menutup-nutupi dalam menjelaskan nengenai prudential yang saya ambil.




Kamis, 19-06-2008 15:50:59 oleh: Dante SN

Prudential sepertinya juga Pudensial.
Memang berasuransi kadang pas bagus dapetnya bagus, pas apes ya apes. Inilah bisnins Asuransi.
Saya pun dengan Prudential mengalami Prudensial.
Tapi bukan maslah klaim, tapi janji Adendum Polis Kesehatan samapai sekarang belum dapet. Sudah bayar ke agen pengurusannya tapi masih saja lebih 1 tahun belum dapet. Anehnya polis yang lainnya saya dapet. Jadi memang kacau Pudential ini.




Kamis, 19-06-2008 21:11:51 oleh: COKRO

mas dante,
sudah menghubungi prudential?
lalu?
moga-moga bukan itu yang akan anda jawab




Jumat, 20-06-2008 12:38:25 oleh: Tommy

Saya juga pernah punya pengamalan buruk dgn salah satu asuransi asing terbesar di Indonesia. Dulu sewaktu saya ambil masih dibawah bendera Aetna, lalu ING-Aetna, lalu 'M...' Hanya karena ajakan dan rasa kekeluargaan dgn seorang teman yg menjadi agennya akhirnya saya membeli polis tersebut.

Singkat cerita, teman saya yg menjadi agen itu menggunakan uang para kliennya termasuk saya utk kepentingan pribadi. Selama ini saya dan klien2nya yg lain memang diminta dia utk mentransfer ke rekeningnya. Disinilah pangkal kesalahan saya juga sebagai klien. Terlalu percaya dgn teman/orang dekat.

Awal2nya memang tidak bermasalah. Alasannya utk kemudahan dan praktis saja. Jika saja tidak ada surat pemberitahuan tunggakan selama 1 tahun dari pihak asuransi saya tidak akan pernah tahu. Si agen berkilah bahwa itu karena pengalihan proses adminsitrasi dari pihak asuransi yg beberapa kali berganti tangan itu. Dia juga menyalahkan pihak bank.

Memang asuransi pd dasarnya baik utk masa depan kita.

Setelah kejadiannya ini saya belajar bahwa:
1. Nama besar asuransi bukan jaminan 100% semuanya akan beres dan lancar.

2. Harus teliti dan bawel, tanya sebanyak-banyaknya. Bandingkan dgn asuransi2 lain. Ingat bisnis asuransi itu menjual sesuatu yg tidak keliatan, sifatnya masa depan tapi mereka sudah menikmati keuntungannya sekarang dibanding nasabahnya. Telat kita didenda, sebaliknya jika ada claim susahnya minta ampun, berbelit-belit.

3. Hati-hati dgn para agennya. Apalagi jika diminta membayar premi melalui rekening sang agen. Walau itu teman, saudara, atau apalah. Memang hanya sebagian kecil yg brengsek, namun banyak juga yg berdedikasi tinggi dan berhati mulia. Agen yg brengsek itu biasanya bekerja semata-mata utk mengejar target dan tidak peduli dgn kondisi klien ke depannya. Padahal profesi agen asuransi adalah seumur hidup loh.

4. Kita harus benar-benar mengerti HAK dan KEWAJIBAN kita sebagai klien sebelum menandatangani polis.

Semoga sharing ini berguna. GBU.




Jumat, 20-06-2008 15:35:04 oleh: ulli

turut prihatin pak,
semoga para agen asuransi faham betul dgn produk mreka dan berusaha menjadikan klien itu sebagai partner, bukan sbg objek.
Utk pak eryawan, kasus tabrakan motor itu benar2 sesuatu yg lazim di cover asuransi pak, kasus ini jangan dipandang sesempit itu.




Jumat, 20-06-2008 16:38:28 oleh: Erwin

Mas
Lie Tjie Poew

Apakah sekarang anda masih menjadi anggota Prudential ? saya juga turut prihatn mas , mudah -mudahan pengalaman ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang ....
karena juga saya anggota prudential , ngeri juga melihatnya jika kejadian ini menimpa kita !!!!




Jumat, 20-06-2008 16:50:10 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Iwan S,

wong klaim yang pertama aja blum tuntas koq penjelasannya, saya tanya tidak dijawab2, mau minta penijauan kembali lagi, tambah banyak donk pertanyaan yang tidak dijawab nanti, tambah sebel aja donk :p




Sabtu, 21-06-2008 13:14:36 oleh: Johan

salam kenal semua.

sedikit kasih pendapat. dan langsung dari pengalaman pribadi saya sendiri .

KALAU ANDA ADALAH CALON PROSPEK DARI SATU AGEN ATAU PERUSAHAAN ASURANSI MAKA ANDA ADALAH RAJA ATAU RATU .APAPUN YANG ANDA MINTA PASTI DI USAHAKAN . TETAPI SETELAH ANDA MENJADI NASABAH MAKA JANGAN BERHARAP LAGI.

SALAM SEMUA




Selasa, 24-06-2008 11:14:21 oleh: Ken

salam kenal,
tentang Prudential ya?

kalau boleh beropini, Pru itu salah satu incurance terbaik ya di Ind. malah 5 tahun berturut-turut mjd asuransi terbaik di Ind. kalau mendapat prestasi spt itu sudah pasti kineja di dlm nya terbaik dalam urusan nilai tunai (investasi),proteksi,dan pembayaran KLAIM pd khususnya.

setahu saya (bukan agent/nasabah) pengajuan klaim di tolak kalau di Pru , hanya ada 2 alasan,yaitu:

1.Nasabah tidak jujur dlm pengisian SPAJ
2.lapse pada pembayaran premi.

Nah,jika ada klaim ditolak pasti ada 'sesuatu' di dalamnya.


Mas Lie Tjie Poew:
cuma saran,daripada mengkritik Prudential terus2an di internet itu ga baik mas. mungkin selama ini Mas Lie berhubungan dgn si AGENT/JABATAN TINGGI DI PRU hanya lwt telp. lebih baik langsung ketemu 8 mata aja (nasabah,Agent,Leader si Agent,dan Dr.Pru)

Nah,altrnatif spt itu lebih klop utk menyelesaikan masalah ,drpd bergosip ria disini yg tdk berujung???

tnx ...
Salam kenal,

Ken




Selasa, 24-06-2008 11:31:03 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Ken,

"kalau boleh beropini, Pru itu salah satu incurance terbaik ya di Ind. malah 5 tahun berturut-turut"

Komentar saya:
bukan jaminan, silakan anda baca alasan penolakan klaim saya, kalau ada yang tidak anda mengerti, silakan bertanya di forum ini, saya dengan senang hati menerangkan panjang lebar kepada anda.

"setahu saya (bukan agent/nasabah) pengajuan klaim di tolak kalau di Pru , hanya ada 2 alasan,yaitu:

1.Nasabah tidak jujur dlm pengisian SPAJ
2.lapse pada pembayaran premi."

Komentar saya:
udah dijelaskan berkali2 mengenai masalah ini, ngga perlu dijelaskan lagi.

"Mas Lie Tjie Poew:
cuma saran,daripada mengkritik Prudential terus2an di internet itu ga baik mas. mungkin selama ini Mas Lie berhubungan dgn si AGENT/JABATAN TINGGI DI PRU hanya lwt telp. lebih baik langsung ketemu 8 mata aja (nasabah,Agent,Leader si Agent,dan Dr.Pru)

Nah,altrnatif spt itu lebih klop utk menyelesaikan masalah ,drpd bergosip ria disini yg tdk berujung???"

Komentar saya:
ini bukan gosip loh!, anda seharusnya bisa membedakan antara gosip dengan kisah nyata, yang jelas kisah nyata itu bukan gosip, gosip itu biasanya ada di tv di acara infotainment.

Sekedar informasi untuk mas Ken ya, jangankan bertemu, minta penjelasan lewat telpon, email bahkan surat pemberitahuan resmi saja susahnya minta ampun, surat pemberitahuan resmi itu baru dikirim setelah saya menulis artikel di koran kompas, di kolom redaksi yth.

mas Ken, masih ada saran yang lain lagi? saya sangat berterima kasih sekali kalau anda masih mempunyai saran lagi.

Salam kenal juga.

Lie Tjie Pouw




Rabu, 25-06-2008 02:36:53 oleh: irsan ciputra

saya irsan ciputra salah satu manager di pru...
saya tidak membela siapa2..
saya cm mau katakan sampai hari ini, setiap hari ada 1700-2000 orang pengajuan baru di prudential.
dan di unit saya sendiri sudah banyak yang klaim kesehatan.
pru sangat kooperatif kok, dan tidak berbelit2..
14 hari kerja uang cair, paling lambat 20 hari kerja.
jadi kasus seperti ini hanya salah paham saja disaat penjelasan agent yang kurang jelas dalam pengisisan spaj(surat pengajuan asuransi jiwa).
untuk para agent pru tetap semangat dan keep fighting.
ingat ini sudah tengah tahun, goal setting anda sampai mana!!!
sukses untuk anda..
sehat selalu bpk lie tjie pouw




Rabu, 25-06-2008 04:37:20 oleh: Lie Tjie Pouw

Pak Irsan Ciputra,

Senang masih bisa mendengar komentar dari staf prudential yang masih optimis.

apa yang pak irsan utarakan itu kan cuma teori, ya memang SOP nya seperti yang bapak sebutkan tadi, 14 hari uang cair, paling lambat 20 hari dsb, dsb... tapi, ada tapinya, itu kalau klaim nasabah tidak terkena jeratan klausal-klausal yang menjebak, seperti kasus klaim saya ini, betul kan?

pak boleh tanya ya, mumpung ada manager prudential disini, kalau terjadi salah paham disaat penjelasan agent yang kurang jelas dalam pengisisan spaj(surat pengajuan asuransi jiwa), siapa ya yang harus menanggung akibatnya?

nasabah? atau siapa?

terima kasih sebelumnya atas jawabannya ya pak.

sehat selalu juga untuk pak irsan, dan untuk para agent pru, ayo genjot terus penjualan, ingat komisi, bonus dan tiket jalan2nya.

salam sejahtera untuk anda para staf prudential.




Rabu, 25-06-2008 15:01:11 oleh: adi

Salam Hangat Pak Lie

Pak Lie, saya membaca kolom ini dari atas sampai kebawah... bener2 semakin membuka wawsan saya untuk berjualan asuransi yang benar dan bertanggung jawab, pak Lie saya Agent asuransi, tp bukan Pru, .. saya masih muda pak, karir saya masih jauh sekali.. prisip saya sebelum gabung jadi agent asuransi, saya pengen berbuat baik, dengan unit link kita bisa menabung sekaligus mendapat perlindungan kesehatan.. kerja di asuransi emang penuh resiko dan tantangan, di satu sisi kita para agen dikejar target,,. akhirnya terkadang kita hanya mengejar closingan itu... saya akui pak, kadangkala ketika saya memprospek nasabah di pikiran saya pengen nya ni nasabah closing dan riwayat kesehatan nya kita clean kan... cuman saya teringat omongan ibu saya, kalo kita bekerja niat nya adalah untuk ibadah.. maka kalo saya menyembunyikan fakta, maka saya anggap uang jerih payah saya sia sia..akhirnya yg terjadi saya isikan benar2 satu demi satu pertanyaan yang ada di SPAJ dengan sepengetahuan nasabah saya.. akhirnya yang terjadi, banyak aplikasi nasabah saya yang terpending di bagian underwriting, bahkan ada yang sampai pengecualian karena riwayat kesehatannya , target saya tidak terpenuhi.. saya termasuk agen yang penjualannya biasa2 saja,.. tapi saya puas dengan apa yang saya lakukan,biarlah saya di pandang rendah oleh jajaran team sales saya, tapi saya sudah melakukan hal yang benar menurut saya... apa yang saya lakukan saat ini juga akan dimintai pertanggung jawabannya kelak nanti...maka saya hati2 sekali dalam pengisian aplikasi itu. Terima kasih pak Lie, apa yang pak Lie dan Teman2 disini ceritakan semakin mantap saya jualan asuransi yang jujur dan tidak menyembunyikan fakta... akhir kata saya juga bersimpati atas apa yang diderita pak Lie,.. semoga kesehatan selalu diberikan untuk Pak lie.

Terima Kasih
Salam Sukses Selalu




Rabu, 25-06-2008 16:10:46 oleh: illian deta arta sari

sebenarnya crita pak lie bukanlah hal yang baru. cobalah kita searching di internet, atau buka buka media, berapa banyak keluhan pemegang polis yang tidak terlayani dengan baik ketika saat-saat genting itu tiba. jumlahnya sudah tidak terhitung.

karena itu, setelah melihat dan mendengar cerita-cerita itu, saya bener-bener skeptis sama yang namanya asuransi khususnya yang sistemnya kita bayar rumah sakit dulu baru minta klaim. untuk sharing saja, saya dapat asuransi askes karena suami PNS. saat saya melahirkan, biaya RS langsung dipotong dgn menunjukkan kartu. jadi saran saya, buat siapa saja lebih baik cari asuransi yang sistemnya langsung memotong otomatis saat membayar.




Rabu, 25-06-2008 23:53:56 oleh: irsan ciputra

memang betul pak lie, dalam kasus2 tertentu pasti lebih lama dari 14-20 hari dan bisa jg ditolak klaimnya..
lebih2 pihak asuransi bisa memutuskan sepihak polis asuransinya, karena dianggap nasabah punya niat yang kurang baik..
oleh karena itu hal yang paling penting dari sebuah perjanjian asuransi adalah hitam diatas putih, jangan hanya berpegangan dengan agent..

*kalau terjadi salah paham disaat penjelasan agent yang kurang jelas dalam pengisisan spaj(surat pengajuan asuransi jiwa), siapa ya yang harus menanggung akibatnya?
nasabah? atau siapa?

100% nasabah, karena kita tdk bisa menyalahkan agent, masing2 agent mempunyai watak dan sifat yang berbeda2. ada yang profesional ada yang cm cari komisi..
dlm hal ini nasabah harus jeli sebelum diajukan dicek secara teliti, dan setelah jadi polis cek kembali, karena seluruh spaj ada didalam polis.
kalu perlu tlp customer servis prushaan asuransi tersebut, tenyakan point2 yang dibeli, premi, dan polis sah atau tdk..

* sekedar sharing, menurut pengalaman saya, orang indonesia rata2 blm mengerti asuransi, jadi mudah sekali tertipu oleh agent yang biasanya kerabat dekat mereka, karena orang indo masih sistem kepercayaan 100%, bukan profesionalitas, jadi masih dibutuhkan banyak agent yang profesional..


pak lie, sy mau tanya, apakah bapak lie punya asuransi lain selain pru? kl ada apa? kl jg ada kpn masuknya?

*masukan bagi seluruh pembaca, menuurut berita, ada kemungkinan dalam beberapa tahun ini agent asuransi harus minimal S1, ini bisa menigkatkan profesionalitas meskipun tidak mutlak dan kembali tergantung dari masing2 individunya...
thank's




Kamis, 26-06-2008 10:41:51 oleh: Lie Tjie Pouw

"memang betul pak lie, dalam kasus2 tertentu pasti lebih lama dari 14-20 hari dan bisa jg ditolak klaimnya.. lebih2 pihak asuransi bisa memutuskan sepihak polis asuransinya, karena dianggap nasabah punya niat yang kurang baik.. "

Pertanyaan saya:
bagaimana kalau prudential tidak bisa membuktikan bahwa saya memang dalam hal ini mempunyai maksud jahat? tapi tetap saja klaim ditolak?

"100% nasabah, karena kita tdk bisa menyalahkan agent, masing2 agent mempunyai watak dan sifat yang berbeda2. ada yang profesional ada yang cm cari komisi.. "

Pertanyaan saya:
apakah dijelaskan oleh prudential sebelumnya kepada nasabah bahwa kalau agentnya brengsek, maka 100% kerugian yang timbul akibatnya harus ditanggung nasabah? kalau tidak pernah dijelaskan bukankan ini sekali lagi melanggar UU no 8 tahun 1999, mengenai UU perlindungan Konsumen, pasal 7 point b, yang berbunyi:
"kewajiban pelaku usaha adalah memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan"

Kalau nasabah meminta klarifikasi kepada prudential SETELAH nasabah tersebut menerima polis, artinya si nasabah sudah terikat dengan klausal2 yang tertera di dalam polis, termasuk jika si nasabah keluar di tahun pertama, maka si nasabah tersebut otomatis BERHUTANG kepada prudential, jadi apa gunanya meminta klarifikasi SETELAH TERJEBAK?

jadi seharusnya penjelasan yang sangat menyeluruh itu dilakukan SEBELUM si nasabah menanda tangani SPAJ, betul ngga? kalau anda bisa menoleransi bahwa

"karena kita tdk bisa menyalahkan agent, masing2 agent mempunyai watak dan sifat yang berbeda2. ada yang profesional ada yang cm cari komisi.."

sedangkan anda tidak bisa menoleransi bahwa masing2 calon nasabah juga mempunyai watak dan sifat yang berbeda2, ada yang teliti ada yang cenderung percaya kepada promosi2 yang diberikan agent2

--Bersambung--




Kamis, 26-06-2008 10:57:09 oleh: Lie Tjie Pouw

-- Lanjutan --

apakah ini adalah merupakan itikat baik sebagai pelaku usaha? pendapat saya sih: sangat diragukan!

"* sekedar sharing, menurut pengalaman saya, orang indonesia rata2 blm mengerti asuransi, jadi mudah sekali tertipu oleh agent yang biasanya kerabat dekat mereka, karena orang indo masih sistem kepercayaan 100%, bukan profesionalitas, jadi masih dibutuhkan banyak agent yang profesional.. "

Pertanyaan saya:
maka dari itu seharusnya perusahaan asuransi tersebut HARUS MEMASTIKAN bahwa agentnya memberikan pengertian kepada calon nasabahnya dan bisa memberikan bukti kepada pt asuransinya bahwa si calon nasabah SUDAH MENGERTI dengan produk2 yang ditawarkan dan dibeli, kalau closing bisa dilakukan begitu saja, pt asuransi tersebut juga ikut bersalah. Lalu apakah kenyataan mungkin ini disalah gunakan oleh prudential untuk mengeruk keuntungan sebanyak2nya dari rakyat indonesia? aji mumpung masih banyak orang bego di indonesia, maka, genjot terus penjualan polis, tidak perlu penjelasan menyeluruh yang penting premi, betul begitu? karena saya tidak melihat adanya itikat baik dari prudential dalam menjalankan usahanya.

"pak lie, sy mau tanya, apakah bapak lie punya asuransi lain selain pru? kl ada apa? kl jg ada kpn masuknya?"

Jawaban saya:
tidak ada, dan tidak akan pernah ada lagi.

"*masukan bagi seluruh pembaca, menuurut berita, ada kemungkinan dalam beberapa tahun ini agent asuransi harus minimal S1, ini bisa menigkatkan profesionalitas meskipun tidak mutlak dan kembali tergantung dari masing2 individunya..."

Komentar saya:
tidak akan ada gunanya, selama perusahaan asuransinya tidak mempunyai itikat baik dalam melakukan usahanya, lagipula, apakah kenyataan diatas akan meniadakan keadaan sekian ribu nasabah2 yang sudah terjebak dan tertipu oleh perusahaan asuransi tersebut?

saya rasa tidak.
Tjie Pouw




Kamis, 26-06-2008 10:59:39 oleh: Lie Tjie Pouw

FYI,

dari forum yang lain ada yang menulis:

Kamis, 26-06-2008 08:19:21 oleh: John

Halo para agent Prudential, coba tolong kalian lihat website ini : http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/
tahun/2008/bulan/06/tgl/12/time/184121/idnews/955341/idkanal/5

MENGAPA ASURANSI BEST OF THE BEST GAK ADA DALAM LIST INI YA???

ADA YG BISA JAWAB KENAPA????




Kamis, 26-06-2008 11:23:22 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Adi,

Senang mendengar bahwa forum ini bisa berguna untuk anda juga, memang betul, kalau perusahaan asuransi nya tidak mempunyai itikat baik, anda sebagai manusia bermoral bisa menjadi filter untuk calon nasabah anda.

saya yakin sekali, sekarang mungkin anda tidak banyak mendapat manfaat dengan penjualan yang "biasa-biasa" saja, tapi pada waktunya nanti, apa yang anda tanam sekarang itu akan berbuah manis sekali dikemudian hari.

tjie pouw




Kamis, 26-06-2008 11:42:51 oleh: Lie Tjie Pouw

Dari Koran Tempo.

Senin, 12 November 2007
Ekonomi dan Bisnis
"Gencarkan Sosialisasi Badan Mediasi Asuransi"

JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta perusahaan-perusahaan asuransi menginformasikan Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) kepada para pemegang polis. Walhasil, nasabah asuransi mengetahui keberadaan badan mediasi bila terjadi sengketa. "Industri (asuransi) harus membiasakan diri menambah informasi untuk perlindungan hak nasabah," kata Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatawarta di Jakarta pekan lalu.

Komentar:
Kenapa ya saya tidak pernah dapet informasi tentang BMAI ini dari prudential? apa prudential takut kalau menolak klaim, si nasabah bisa ngadu ke BMAI?

ada yang bisa jawab?

tjie pouw




Kamis, 26-06-2008 14:35:43 oleh: Rifqi Aulia s

Hai salam kenal utk nasabah maupun agent pru.
saya baru 2 bln menjadi agent di pru selama saya mencoba menawarkan pru ke calon nasabah saya, mereka ternyata sudah banyak yang tahu prudential dan mereka selau bilang bahwa prudential itu bagus. hanya saja mereka memilih2 agent nya karna buat mereka agent yang menawarkan itu harus bisa di percaya dan bertanggung jawab, jika mereka mengajukan klaim mereka berharap agent bisa membantu mereka.Bukankah itu yang di anjurkan untuk jika jadi agent.walaupun saya blum pernah kedapatan nasabah yang mengajukan klaim. yah moga2 calon2 nasabah saya sehat sampai umur 99thn.dan tidak mendapatkan penyakit yang aneh2 biar kalo klaim gampang di setujui.Semoga prudential berjaya terus sampai saya jadi kaya. hahaha (becanda).




Kamis, 26-06-2008 16:42:55 oleh: Lie Tjie Pouw

"mereka ternyata sudah banyak yang tahu prudential dan mereka selau bilang bahwa prudential itu bagus."

yah, saya juga pada awalnya mendapat informasi seperti itu, sampai suatu hari mengalami hal seperti ini, kalau mereka itu mengalami hal yang serupa seperti ini, masih mau bilang prudential itu bagus? rasanya tidak mungkin deee... kasian deh mereka itu...

duh!

tjie pouw




Kamis, 26-06-2008 17:58:56 oleh: Yusha

Kamis, 26-06-2008 08:19:21 oleh: John

Halo para agent Prudential, coba tolong kalian lihat website ini : http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/
tahun/2008/bulan/06/tgl/12/time/184121/idnews/955341/idkanal/5

MENGAPA ASURANSI BEST OF THE BEST GAK ADA DALAM LIST INI YA???

ADA YG BISA JAWAB KENAPA????




halo juga pak John. salam kenal.
kebetulan saya nasabah Pru.
kalau boleh kasih masukan nih,coba anda boleh liat di 27 peringkat asuransi terbaik itu,perhatikan dgn jelas modal asset nya.

hanya dari 250 miliar kebawah & 250 miliar ke atas.

Bung John menanyakan dimanakah Prudential berada?

Nah,silahkan anda melihat majalah Investor dr 2002-2007. (Pru selalu berada di peringkat 1)
dan di akhir 2007 kemarin ,asset Pru sdh diatas 5 Triliun (silahkan liat majalah "INVESTOR" 2007).

kabarnya 2008,Pru masih tetap di peringkat 1 dan asset bernilai diatas 7,5 Triliun.

tentunya Prudential "best of the best"
anda bs melihat lebih lengkapnya di www.prudential.co.id



salam hangat.
Yusha




Kamis, 26-06-2008 18:07:02 oleh: Ken

halo pak Lie. terus terang saya tdk ada pengalaman apa2 tentang jd nasabah/agent. saya jg ikut prihatin ttg kej yg pak Lie hadapi,smoga dgn adanya forum ini ,tdk ada lg kej spt ini.

btw,jika boleh tau Pak Lie bekerja di bidang apa ya?
kok cepat sekali bls2 forum ini?

boleh tuh pak klo ada lowongan kerja yg santai spt Pak Lie... hehehe (Just KiddiNg) ;p




Kamis, 26-06-2008 21:41:02 oleh: Lie Tjie Pouw

Mas Yusha,

oh peringkat 1 untuk prudential itu cuma berdasarkan aset saja toh? jadi the best of the best dalam mengumpulkan aset? ngga heran seh, kalau nasabahnya cuma bisa bayar premi tanpa bisa dapat klaim. bisa masuk ngga bisa keluar ... mmm

salam hangat
tjie pouw




Jumat, 27-06-2008 03:01:08 oleh: Lie Tjie Pouw

mas Ken,

"terus terang saya tdk ada pengalaman apa2 tentang jd nasabah/agent"

ngga punya pengalaman tapi bisa nulis seperti ini:

"setahu saya (bukan agent/nasabah) pengajuan klaim di tolak kalau di Pru , hanya ada 2 alasan,yaitu:

1.Nasabah tidak jujur dlm pengisian SPAJ
2.lapse pada pembayaran premi.

Nah,jika ada klaim ditolak pasti ada 'sesuatu' di dalamnya. "

jadi tulisan diatas itu cuma omong-omong kosong donk ya? apa sifat mas ken biasa ber-omong kosong-ria? (becanda)





Sabtu, 28-06-2008 16:42:26 oleh: COKRO

menolong itu ibadah.
menjadi agent asuransi itu seharusnya menitik-beratkan dalam menolong orang dalam menghadapi ketidak-pastian.
nah, kalau menjadi agent asuransi itu dengan iming-iming hadiah jika bisa menggaet banyak nasabah.
nasabah pasti dapat musibah.
ah..dan ah




Minggu, 29-06-2008 15:13:15 oleh: dr. iwan

pak lie sy turut khawatir dengan masalah anda. dengan adanya kasus seperti ini dapat menjadi pelajaran buat yang lain.
penyakit anda tidak 100% dapat disebabkan karna rabun.
salam.




Senin, 30-06-2008 01:37:19 oleh: andi

salam pak...... seru banget nih debatnya....
saya agen pru... boleh komentar dikit ya....
setiap penawaran asuransi terhadap nasabah, biasanya kita slalu tawarin medical check up gratis brapapun jumlah UP tapi kebanyakan nasabah ( 7 dari 10) menolak layanan tersebut karena alasan sibuk.... kadang saya sampai menolak nasabah untuk ambil polis jika orang tsb menolak medical check up apalagi jika umurnya sudah tua.... jadi serba kuatir... jangan2 orang tsb ada penyakit trus kalau klaim ditolak... tidak semua agen hanya fokus pada komisi aja pak walau tidak dipungkiri banyak agen BRENGS*k (karena ortu pernah ditipu oleh agen makanya aku mutusin jadi agen biar keluarga n temen ga ada yg kena tipu lagi)

untuk pembayaran klaim, kondisi kritis tetap akan dibayarkan stelah polis lewat 3 bulan walaupun telah ada sebelum bergabung dengan 1 syarat : TIDAK ADA REKAM MEDIS AKAN PENYAKIT TSB. Jadi paling aman ya tes darah sebelum ambil polis... karena dari hasil tes darah bisa diketahui kesehatan pasien. Untuk kondisi cacat yang diderita oleh nasabah, harus juga dicantumkan dalam SPAJ seperti pernah patah, kelainan organ tubuh, rabun jauh, amandel, asma dll..

semua perusahaan asuransi pada dasarnya sama pak.... punya aturan main.... terkadang kesalahan ada pada miskomunikasi antara agen dengan nasabah....
dan nasihat buat bapak2 petinggi perusahaan asuransi manapun.... lebih selektif pak dalam merekrut agen... mungkin karena tlalu agresif dan tidak memperhatikan kualitas agen maka timbul kasus yang dialami saya, pak lie maupun bapak2 korban lainnya.....




Senin, 30-06-2008 01:48:03 oleh: andi

tanggapan atas ranking di detik finance.......
itu komentar oleh asuransi sinarmas...... tentu mreka brusaha nutup2in dan membangga2in diri sendiri...... memang benar sinarmas no 1 untuk perusahaan asuransi di atas 250 tp di bawah 1m
kalo AXA bilang nomor 1... sah2 aja karena dia memang nomor 1 untuk perusahaan asuransi di atas 1 m tp dibawah 5m........
coba dibayangin aja.. masak perusahaan sebesar manulife, bumiputera, AIG, axa, prudential, dll... tidak ada dalam 3 besar? padahal mereka adalah perusahaan besar pak......
jadi males kalau semua agen slalu bangga2in perusahaan masing2 (mau bangga2in terserah tp GA USAH MAIN FITNAH2 PERUSAHAAN LAIN!!!!!)
setiap perusahaan memiliki plus minus masing2 pak.... saya memiliki masing2 proposal polis dari masing2 perusahaan top seperti AIG, allianz, manulife, sequis, axa, dll untuk dikomparasi..... setiap perusahaan memiliki keunikan masing2 yg ga ada di perusahaan lain pak.....




Senin, 30-06-2008 01:56:38 oleh: ANDI

pak lie dari polis anda... rasanya anda ambil polis waktu umur 35an ya? kok payor anda cuman dikasi 10 taun aja? biasanya payor harus sampai dengan usia 65 taun pak.....
saya sempat baca2 aturan CCcover, prumed, dll. dalam polis prudential dan saya sendiri tidak paham sepenuhnya... lebih baik konsultasi dengan dokter pribadi dan terpecaya sebelum mengambil polis untuk masalah2 aturan kesehatan dalam polis karena dokter lebih paham dibandingkan dengan agen.... coba aja suruh para senior untuk jelasin istilah2 medis dalam polis, mreka dijamin juga ga bakalan paham walaupun dah puluhan tahun dalam dunia asuransi.......




Senin, 30-06-2008 04:21:08 oleh: Lie Tjie Pouw

dr. Iwan

memang pak, dokter yang merawat saya pun menulis bahwa RD saya itu MUNGKIN diakibatkan karena rabun jauh yang saya punya, tapi untuk prudential kata MUNGKIN saja sudah SANGAT-SANGAT MENCUKUPI untuk menjadi alasan penolakan klaim saya, jadi memang pada dasarnya tidak ada niat untuk selalu memberika pelayanan yang sesuai janjinya prudential. apalagi mottonya yang always listening and always understanding?

duh!

tjie ppouw




Senin, 30-06-2008 04:39:04 oleh: Lie Tjie Pouw

Bung Iwan,

apa yang anda tulis itu cuma teori saja, saya sudah pernah membahas. masalah dengan SPAJ yang tidak ada informasi rabun jauh, saya bolak balik spaj saya tidak ada kolom yang mengharuskan saya mengisi apakah saya punya rabun jauh atau tidak, konon form tahun 2003 memang tidak ada, baru ada di form tahun 2005. lalu kan yang mengisi spaj itu si agent kan? lalu kalau ada salah informasi siapa yang harus salah?

"untuk pembayaran klaim, kondisi kritis tetap akan dibayarkan stelah polis lewat 3 bulan walaupun telah ada sebelum bergabung dengan 1 syarat : TIDAK ADA REKAM MEDIS AKAN PENYAKIT TSB."

kelihatannya anda sendiri tidak mengerti syarat dan ketentuan yang tertera di polis prudential, baca klausal pengecualian PRUmed 4.3, seperti yang sudah saya jelaskan ditulisan saya diatas.

sekali lagi, kasus ini muncul tidak hanya disebabkan semata2 karena agentnya brengsek atau tidak, tapi juga terlihat jelas bahwa perusahaan asuransinya yang juga TIDAK punya itikat baik dalam menjalankan usahanya.

tjie pouw




Senin, 30-06-2008 04:41:24 oleh: Lie Tjie Pouw

maaf komentar saya yang terakhir itu seharusnya ditujukan kepada bung ANDI

tjie pouw




Senin, 30-06-2008 11:56:15 oleh: sikil

jangan karna 1 kasus yg "ga jelas", trus menjelek2an perusahaan yg sudah dirasakan baik manfaatnya oleh masyarakat, trus terang saya jg nasabah prudential jg loh, saya percaya setelah melihat sendiri paman saya yg jg sebagai nasabah mengalami kondisi kritis (stroke). perusahaan tidak pernah mempersulit claim kok, buktinya....



Senin, 30-06-2008 13:45:43 oleh: adi

Halo pak Lie...

Kalo saya yang jadi agen, atau petinggi dari perus tersebut,..saya yang akan datang ke tempat bapak.. melihat masalah ini secara detail.. intinya adalah komunikasi.. setelah ketemu langsung pastinya akan ada komunikasi dua arah.. yang mana kita tidak berdebat tapi mencari solusi dan penyelesaian.. bagaimanapun juga konsumen adalah raja..

Untuk masalah peringkat dalam perusahaan asuransi, saya rasa itu ga jadi masalah, mau no 1 no 2 no 3, yang jelas bagaimana diri sendiri (agen2nya) melayani nasabah dengan segenap keihlasan hati dan ibadah.. karna kalo kita mendapat ucapan terima kasih dari para nasabah atas layanan yang kita berikan, menurut saya itulah yang terpenting, daripada meributkan peringkat peringkat itu sendiri.

Salam




Senin, 30-06-2008 14:03:49 oleh: Lie Tjie Pouw

Bung Sikil,

bisa dijelaskan bagian mana kasus saya ini yang "ga jelas"? mari kita bahas. sudah saya jelaskan diatas panjang lebar, tapi kalau memang masih belum jelas, silakan bertanya sebanyak mungkin. akan saya jawab satu per satu, japri pisan deh ...

salam

tjie pouw




Senin, 30-06-2008 14:05:47 oleh: Lie Tjie Pouw

hallo juga pak andi,

sayangnya anda bukan agent saya ya. :), jadi tetap saja saya menganggap itu semua cuma teori saja, buat saya belum terbukti. tapi sekali lagi, bahwa pada kasus saya ini permasalahannya bukan terletak pada agentnya brengsek atau tidak, kan kalau agent kita brengsek, kita bisa ke atasnya unit manager, kalau unti managernya brengsek juga bisa ke atasnya lagi, dst...dst... jadi masalah agent sebenarnya tidak begitu penting. Permasalahannya disini terletak pada politik perusahaannya yang terllihat sama sekali tidak memililki itikat baik dalam menjalankan usahanya, silakan baca lagi artikel saya diatas, kalau ada yang tidak anda mengerti silakan tanya kepada saya, apa saja, saya akan jawab, japri juga ...

salam

tjie pouw




Senin, 30-06-2008 18:26:08 oleh: andi

halo juga pak lie....
boleh tau pak lie menderita minus berapa?
saya pernah mengajukan polis dan polis tersebut ditolak karena calon nasabah saya menderita minus hingga 10 dimana kelainan ini menyebabkan besarnya peluang kebutaan... jadi kalau di kemudian hari terjadi klaim sehubungan dengan mata, akan ditolak karena dianggap kondisi matanya telah cacat sebelum bergabung.......
saya rasa perusahaan asuransi manapun sama dengan perusahaan jenis apapun.. mereka punya aturan main tsendiri yang kadang membuat kita kecewa karena tidak paham dengan aturan yang telah dibuat.... (karena itu slalu ada tanda * => term & condition applied T_T )




Senin, 30-06-2008 18:32:03 oleh: andi

bagi para petinggi perusahaan asuransi manapun yang saat ini sedang baca surat keluhan ini :

# didiklah agen menjadi agen yang berkualitas pak.... jangan cuman kejar setoran aja... ibaratnya bapak sering menyuruh orang buta huruf untuk menjual kamus terhadap sesama orang buta huruf..... baik yang beli maupun yang jual sama2 ga ngerti apa barang dagangannya pak... walau tidak dapat dipungkiri bahwa asuransi juga sering menolong hidup kita.....




Senin, 30-06-2008 18:43:08 oleh: andi

agen juga manusia awam pak.... kagak ngerti smua bahasa dalam polis T_T
tidak semua agen brusaha nutup2in aturan yang ada dalam polis, terkadang kita juga bingung informasi apa aja yang harus disampaikan.... kalau si nasabah cuman diem aja masak kita harus panjang lebar bercerita? dijamin hari ini kita berkukuruyu, besoknya si nasabah dah lupa dengan apa yang kita omongin......
kecuali kalau si nasabah udah panjang lebar bertanya, si agen brusaha menghindar n tidak menjawab pertanyaan....
kaya pengalaman pribadi barusan, aku diajak calon nasabah ke salah satu perusahaan asuransi lain yang nawarin polis ke dia (asalnya dia sangat berminat dengan tawaran tsb).... di tempat tersebut aku cuman bertanya soal hospital, si agen jawab mbulet ga karuan sampe pada akirnya pertanyaan saya tersebut tidak dijawab hingga pertemuan usai.... alhasil lumayanlah saya dapat nasabah baru berkat dukungan agen asuransi lain (keren bok.... baru pertama dibantu kompetitor closing)
dari sini saya rasa kesalahan ada pada agen tsb karena dia tidak memahami aturan yang tertera dalam polis (saya sempat baca aturan tsb dan telah mengerti cuman ngetes agen tsb aja he2)

TUHAN AMPUNI AKU KARENA TELAH MENCOBAI ORANG LAIN




Senin, 30-06-2008 18:50:23 oleh: andi

pak lie saran terakhir saya buat masalah bapak....
datangi kantor tempat mantan agen anda bergabung... minta mereka membantu menyelesaikan permasalahan anda.... kalau mereka tidak bersedia, ajukan tuntutan hukum aja ke kantor tsb (mereka udah trima gaji dari anda tentu harus laksanain tugas donk, sedihnya jadi agen..... trima gaji 2 tahun tp harus mengabdi hingga menutup mata ==> brusaha jadi agen dengan sepenuh hati dan nurani walaupun tidak menutup mata terhadap komisi yang diberikan he2) dan kepada prudential (ga saranin ini karena uang pasti abis banyak, belum lagi kalau ternyata bukti2 tidak mendukung anda)




Senin, 30-06-2008 19:18:32 oleh: gilang

Asuransi?????..... dibenakku yag ada justru lebih banyak bohongnya..... Asuransikan semua pada yang Maha Kuasa saja, lebih afdol....

Pemilik perusahaan asuransi, agen2... ingatlah... asuransi yang kamu kelola bisa membawamu ke surga maupun neraka.





Selasa, 01-07-2008 07:34:00 oleh: andi

untuk bapak gilang
anda bilang asuransi boong?
saya setuju saja ama bapak
asal liat dulu perusahaan dan agennya........
perusahaan baik2 tp agen ga baik juga sama aja..
atau perusahaan ga baik tp agennya baik...
jadinya ya banyak yang ketipu.....
kita kerja biasa aja sama aja juga bisa membawa ke surga atau neraka.....
contoh nih : jual barang bekas ngakunya baru.....
harus disadari manfaat asuransi penting pak

contoh :
+ bapak naik pesawat atau kereta api, tiket bapak ada asuransinya.
+ bapak kredit mobil atau motor, pasti disuruh ambil asuransi
+ kredit rumah, pasti bank suruh ambil asuransi rumah.
+ KTP n SIM bapak juga menyediakan asuransi kecelakaan.
+ kalo asuransi menipu, kenapa smua bank2 besar di indonesia (BCA, Mandiri, Panin, dll) pada jualan asuransi? apa ga takut ntar customer mereka pada lari?
+ Tuhan sendiri juga menyuruh kita melakukan asuransi... contoh dari agama nasrani nih..... kejadiannya Yusuf di tanah Mesir.... Tuhan menyuruh Yusuf menyisihkan hasil panen selama 7 tahun masa kelimpahan supaya dapat dipakai pada masa 7 tahun masa kekeringan....
+ memang benar kita harus menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa.... TAPI APAKAH DIA PERNAH BERJANJI BAHWA UMATNYA SAMA SEKALI TIDAK AKAN TERKENA MUSIBAH, PENYAKIT ATAU KEMALANGAN LAINNYA?




Selasa, 01-07-2008 09:26:09 oleh: Winarto

Hbat juga ni orang,tulisan cuman 1 biji udah bisa jadi yg paling favorit...rekayasa macem apalagi ni,oii.



Selasa, 01-07-2008 10:33:59 oleh: Lie Tjie Pouw

Winarto

ngga pake rekayasa oii, cuma mencertitakan apa adanya, bisa menjadi paling favorit, mungkin karena cerita ini apa adanya ... ngga ada rekayasa. coba deh kalo anda cerita sesuatu apa adanya, pasti juga akan menjadi yang paling favorit, jangan pake rekayasa2an segala.

salam
tjie pouw




Selasa, 01-07-2008 10:45:37 oleh: Lie Tjie Pouw

mas Andi,

terima kasih untuk saran2nya ...




Selasa, 01-07-2008 11:14:55 oleh: Winarto

bisa aja semua juga tau kartunya,oii.



Selasa, 01-07-2008 13:02:18 oleh: theo

Umumnya pers besar asuransi adalah pemain asing, mrk merekrut para agen, komisi dan rewards spt sebuah pers MLM dgn mengeruk keuntungan dari pertaruhan nasib org, itupun masih dikadalkan dgn beberapa klausul bila kita tdk hati2. Saking menguntungkan (makin besar) dan dpt menyedot devisa, negara asalnya tdk segan2 trn tangan membelanya bila terjadi mslh, spt kasus asr dr kanada dahulu. Saya pernah ditawarkan dgn iming2 semua biaya ditanggung tanpa terkecuali, tapi stlh melihat beberapa penolakan klaim, maka lebih baik saya tabungkan sendiri saja uang preminya. "Understanding before being cheated".



Selasa, 01-07-2008 15:57:17 oleh: Lie Tjie Pouw

Setuju sekali dengan pak Theo, yang paling parah itu adalah klausal2 yang menjebak dan sangat abstrak yang tertera di polis yang tidak kita ketahui waktu kita ditawari produk2 asuransi tersebut, bahkan prinsip2 bisnis asuransi yang seharusnya bisa dijelaskan pada waktu penawaran tersebut juga tidak dijelaskan. andaikata sekalipun ada agent2 yang konon memang berniat baik ingin membantu nasabahnya untuk memberikan jaminan keuangan di kemudian hari, menjamin keselamatan keluarganya bla..bla..bla.. tapi apa mereka bisa menjelaskan semua yang tertulis di dalam polis yang belum diterima si nasabah pada waktu penawaran? rasanya tidak mungkin deh.

bahkan pada waktu saya mengajukan keberatan atas penolakan klaim saya via telpon kepada seorang unit manager prudential, tampaknya si unit manager tersebut juga tidak menguasai bidangnya tersebut, kebingungan ketika berbicara dengan saya.

kalau unit managernya aja bisa kebingungan apalagi agent2 bawahannya?

ya memang seharusnya saya juga menabungkan sendiri saja uang preminya, selama 4 tahun itu, kalau itu yang saya lakukan saya tidak perlu berhutang untuk membayar biaya operasi mata saya.

ikut asuransi koq malah jadi tambah melarat ya? katanya ikut asuransi itu malah seharusnya bisa tambah kaya, apa yang tambah kaya itu cuma pemegang saham asuransinya itu saja?

tjie pouw




Selasa, 01-07-2008 18:53:26 oleh: andi

untuk pak theo :
apakah benar dalam aturan polis memang disebutkan bahwa perusahaan menanggung segala biaya? jangan cuman dari perkataan agen tp ga ada dalam polis.... agen sukanya janji muluk2 pak... makanya stiap janji agen buktiin dalam aturan polis ada tidak....
kalo memang ada dalam polis, bapak bisa tuntut tuh prusahaan induknya.... lha di luar negeri sana tuntut menuntut gampang kok.....
gua pernah kepleset di amerika, gua tuntut pemilik tokonya, lumayan dapat 1500usd.....
kalo di luar sana pak, perusahaan besar tidak selalu menang, hukumnya masih adil.... ga kayak di indo.... dah tau perusahaan brengsek tp masih aja ga diapa2in (tuh yg bikin gua sengsara surabaya-malang dari 1,5 jam jadi 3-4jam)

untuk pak lie
boleh tau bapak menderita minus berapa?
setelah saya bolak balik SPAJ nya ternyata tercantum kolom pertanyaan apakah nasabah pernah mengetahui, dianjurkan diagnosa, diperiksa, dilakukan pengobatan oleh dokter sehubungan dengan : mata, rabun jauh, gangguan penglihatan, THT, alat pencernaan, dll.....

kemungkinan kesalahan dalam kasus pak lie ini adalah kesalahan agen bapak karena tidak teliti dalam menyampaikan informasi kepada bapak....


untuk pak winarto :
ini murni bukan rekayasa pak....
ini murni niat baik orang2 yang berusaha membantu dan mencari sumber masalah, supaya besok2 jangan terulang lagi kasus kaya gini....
sebagai agen, ketakutan saya paling besar adalah jika klaim nasabah saya ditolak, berapapun jumlahnya...




Selasa, 01-07-2008 19:00:52 oleh: andi

kekurangan terbesar dari perusahaan asuransi di Indonesia adalah agennya sama sekali ga profesional..... taunya cuman jualan aja tp ga tau aturan2 produknya....

sistemnya cuman rekrut, jual, trus bhenti....
karena itu sebelum beli asuransi, liat2 dulu pak pengalaman serta masa kerja agen.... masak agen baru 1 bulan, blom ikut training apa2, sudah berani janji muluk2, bapak berani beli dari dia?

itulah bedanya Indonesia dengan luar negeri pak....
di luar negeri sangat dipentingkan keprofesionalannya.... karena kesalahan agen dalam menerangkan suatu produk, bisa2 perusahaan induknya dituntut..... ya berdoa saja lah hukum di Indonesia lebih fair (kan keren isa maen tuntut2, lantai restoran licin dituntut, kejatuhan barang dituntut, kaget kenak klakson dituntut, buntut2nya jadi kentut smua ^^)




Selasa, 01-07-2008 23:09:11 oleh: COKRO

kalau saya sih pengennya dalam surat yang kita teken itu ada dijelaskan rincian jelas.

benar kata bang andi, proses hukum disini belum cukup melindungi.

mengenai saran bahwa kita sebagai calon pembeli harus kritis terhadap agent, apa bisa yaa?
kalau jawabnya janji surga juga?
kan tidak ada hitam diatas putih selain SPAJ tersebut?

ada yang bisa beri saran/jawaban?
tolong donk.

(jangan jawabannya yang " kami the best of the best" yaa. saya lagi gak butuh buaian)




Rabu, 02-07-2008 00:52:25 oleh: ayu

hehehe... sy juga pemegang polis pru. seminggu lalu sy telp agen sy karena setelah check up tumor mamae saya ternyata ada lagi.setahun lalu sebelum sy jadi nasabah pru, sy mmg pernah operasi tumor mamae dan dinyatakan sudah bersih.
dari penjelasan agen, ternyata penyakit tumor tidak dicover karena punya potensi untuk tumbuh lagi. yang mereka cover cuma penyakit TBC karena kalo penyakit TBC dinyatakan bebas berarti bebas untuk selama-lamanya. saya sudah males mendengar keterangan yang njilimet. katanya sih.. "mbak klaim aja..siapa tau bisa dicover". lalu saya bilang.. "daripada sy susah2 mending gak usah aja. sy gak mau stress mikirin asuransi yang juga jelas2 gak mau cover biaya operasi dan rawat inapnya".
telepon sy tutup tanpa solusi.
daripada sakit hati, sy ambil wudhu dan sholat...masih bersyukur sy PNS jadi kalaupun pru gak mau tanggungjawab ada ASKES yang setia melayani walaupun dengan pelayanan yg standar. makasih ya ASKES (agak promo dikit hehehe)

salam u semua...




Rabu, 02-07-2008 01:13:54 oleh: andi

hahaha......
prinsip dasar semua perusahaan asuransi dalam menolak klaim nasabah adalah ditemukannya bukti oleh tim investigasi dari perusahaan bahwa si nasabah pernah menderita penyakit yang sama atau kelainan bawaan sebelum mengambil polis.........

selama ga ada bukti, mereka pasti bayar kok....
kayak nasabah rekan kerja saya.......
dia baru bergabung 6 bulan, tau2nya udah terkena tumor yang katanya dokter mungkin udah ada sejak 1,5 tahun yang lalu.... tp karena nasabah tsb ga pernah mengetahui dan pergi ke dokter untuk memeriksa, ya tetep dibayar ama perusahaan.......

tinggal nunggu jawaban dari pak lie tentang ukuran minus beliau.... kok keputusan dari penolakan klaim adalah high miopi bukan miopi biasa... takutnya minus pak lie >= 6...

aturan polis hitam di atas putih pak cokro.....
smua kondisi yang telah ada dan disadari oleh pasien tidak akan dicover sampe kapanpun......
makanya harus dicantumkan dalam spaj.. ntar itu urusan perusahaan untuk mengeluarkan underwriting atau tidak......... selama sudah dicantumkan dalam spaj dan perusahaan tidak mengeluarkan underwriting maka perusahaan pasti akan bayar...

makanya paling enak ikut medikal checkup gratis... lalu tanya jawab ama dokter yang memeriksa... beliau kan lebih tau tentang penyakit.... sangking bingungnya karena masalah ini, tadi bikin SPAJ, semua penyakit (batuk pilek, maag, dll.) nasabah dalam 2 tahun ta tulis dalam SPAJ hahaa...... ntar buntut2nya pasti kena tegur dari jakarta...