Anwariansyah

Alam Semesta Berawal (Teori Big Bang), Pendukung Versus Penentang

Selasa, 13-05-2008 13:20:12 oleh: Anwariansyah
Kanal: Iptek

Alam Semesta Berawal (Teori Big Bang), Pendukung Versus Penentang

Di situsnya http://www.harunyahya.com/ Harun Yahya, yang nama aslinya Adnan Oktar seorang ilmuwan yang juga agamawan dari Turki, menguraikan pembahasan tentang penciptaan alam semesta. Untuk memudahkan pemahaman isi dari uraian tersebut penulis mencoba menyajikan tulisan - yang adalah hasil copy dan paste dari isi situs tersebut - dalam bentuk tabel agar lebih mudah untuk memperbandingkan, antara alasan-alasan yang dikemukakan pihak yang mendukung teori alam semesta berawal dan berakhir dengan pihak yang menentangnya.

 

PENDUKUNG

PENENTANG

A.TEORI (SKOR = 1)

(1).Alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan - perhitungan berdasarkan teori relativitas (yang mengantisipasi kesimpulan Friedman dan Lemaitre). Terkejut oleh temuannya, Einstein menambahkan "konstanta kosmologis" pada persamaannya agar muncul "jawaban yang benar", karena para ahli astronomi meyakinkan dia bahwa alam semesta itu statis dan tidak ada cara lain untuk membuat persamaannya sesuai dengan model seperti itu. Beberapa tahun kemudian, Einstein mengakui bahwa konstanta kosmologis ini adalah kesalahan terbesar dalam karirnya. (Pengemuka : Albert Einstein, pada tahun 1915)

 

 

(2).Ditemukan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. (Pengemuka : Ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, tahun 1922)

 

 

 

 

(3).Semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari "sesuatu" itu. (Pengemuka : Astronomer Belgia, George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman)

(4).Dengan mengembangkan perhitungan George Lemaitre lebih jauh dan menghasilkan gagasan baru mengenai Dentuman Besar. Jika alam semesta terbentuk dalam sebuah ledakan besar yang tiba-tiba, maka harus ada sejumlah tertentu radiasi yang ditinggalkan dari ledakan tersebut. Radiasi ini harus bisa dideteksi, dan lebih jauh, harus sama di seluruh alam semesta. (Pengemuka : George Gamov, tahun 1948)

 

 

B.BUKTI-BUKTI SAINS (SKOR = 1)

(1).Tahun 1920-an adalah tahun yang penting dalam perkembangan astronomi modern. Pada tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein.

(2).George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman. Berdasarkan perhitungan ini dia menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat (aftermath) dari "sesuatu" itu.

(3).Pada tahun 1929 astronomer Amerika, Edwin Hubble, yang bekerja di Observatorium Mount Wilson California ketika mengamati sejumlah bintang melalui teleskop raksasanya menemukan bahwa cahaya bintang-bintang itu bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan bahwa pergeseran itu berkaitan langsung dengan jarak bintang-bintang dari bumi. Hubble membuat penemuan penting bahwa bintang-bintang tidak hanya menjauh dari bumi; mereka juga menjauhi satu sama lain. Satu-satunya kesimpulan yang bisa diturunkan dari alam semesta di mana segala sesuatunya saling menjauh adalah bahwa alam semesta dengan konstan "mengembang".

(4). Dalam dua dekade, bukti pengamatan dugaan Gamov diperoleh. Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sebentuk radiasi yang selama ini tidak teramati. Disebut "radiasi latar belakang kosmik", radiasi ini tidak seperti apa pun yang berasal dari seluruh alam semesta karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi, juga tidak mempunyai sumber tertentu; alih-alih, radiasi ini tersebar merata di seluruh jagat raya. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah gema Dentuman Besar, yang masih menggema balik sejak momen pertama ledakan besar tersebut. Gamov telah mengamati bahwa frekuensi radiasi hampir mempunyai nilai yang sama dengan yang telah diperkirakan oleh para ilmuwan sebelumnya. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.

(5). Pada tahun 1989, George Smoot dan tim NASA-nya meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa. Sebuah instrumen sensitif yang disebut "Cosmic Background Emission Explorer" (COBE) di dalam satelit itu hanya memerlukan delapan menit untuk mendeteksi dan menegaskan tingkat radiasi yang dilaporkan Penzias dan Wilson. Hasil ini secara pasti menunjukkan keberadaan bentuk rapat dan panas sisa dari ledakan yang menghasilkan alam semesta. Kebanyakan ilmuwan mengakui bahwa COBE telah berhasil menangkap sisa-sisa Dentuman Besar.

(6). Ada lagi bukti-bukti yang muncul untuk Dentuman Besar. Salah satunya berhubungan dengan jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta. Pengamatan menunjukkan bahwa campuran kedua unsur ini di alam semesta sesuai dengan perhitungan teoretis dari apa yang seharusnya tersisa setelah Dentuman Besar. Bukti itu memberikan tusukan lagi ke jantung teori keadaan-stabil karena jika jagat raya sudah ada selamanya dan tidak mempunyai permulaan, semua hidrogennya telah terbakar menjadi helium.

 

 

C. BANTAHAN TERHADAP TEORI ALAM STATIS (SKOR = 1)

(1).Alam semesta mengembang dan mengkerut. Penemuan Hubble bahwa alam semesta mengembang memunculkan model lain yang tidak membutuhkan tipuan untuk menghasilkan persamaan sesuai dengan keinginan. Jika alam semesta semakin besar sejalan dengan waktu, mundur ke masa lalu berarti alam semesta semakin kecil; dan jika seseorang bisa mundur cukup jauh, segala sesuatunya akan mengerut dan bertemu pada satu titik. Kesimpulan yang harus diturunkan dari model ini adalah bahwa pada suatu saat, semua materi di alam semesta ini terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai "volume nol" karena gaya gravitasinya yang sangat besar. Alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa yang mempunyai volume nol ini. Ledakan ini mendapat sebutan "Dentuman Besar" dan keberadaannya telah berulang-ulang ditegaskan dengan bukti pengamatan.

(2).Alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Ada kebenaran lain yang ditunjukkan Dentuman Besar ini. Untuk mengatakan bahwa sesuatu mempunyai volume nol adalah sama saja dengan mengatakan sesuatu itu "tidak ada". Seluruh alam semesta diciptakan dari "ketidakadaan" ini. Dan lebih jauh, alam semesta mempunyai permulaan, berlawanan dengan pendapat materialisme, yang mengatakan bahwa "alam semesta sudah ada selamanya".

 

D.DUKUNGAN-DUKUNGAN (SKOR = 1)

(1).Dihadapkan pada bukti seperti itu, Dentuman Besar memperoleh persetujuan dunia ilmiah nyaris sepenuhnya. Dalam sebuah artikel edisi Oktober 1994, Scientific American menyatakan bahwa model Dentuman Besar adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan pengembangan terus menerus alam semesta dan hasil-hasil pengamatan lainnya.

(4).Ahli astrofisika Amerika, Hugh Ross, menyatakan Pencipta jagat raya, yang berada di atas segala dimensi fisik.

 

E.PENGAKUAN-PENGAKUAN LAWAN (SKOR = 1)

(1).Setelah mempertahankan teori Keadaan-Stabil bersama Fred Hoyle, Dennis Sciama menggambarkan dilema mereka di hadapan bukti Dentuman Besar. Dia berkata bahwa semula dia mendukung Hoyle, namun setelah bukti mulai menumpuk, dia harus mengakui bahwa pertempuran telah usai dan bahwa teori keadaan-stabil harus ditinggalkan.

(2).Saya akan mulai dengan mengakui bahwa penganut ateis Stratonis harus merasa malu dengan konsensus kosmologis dewasa ini. Karena tampaknya para ahli kosmologi menyediakan bukti ilmiah untuk apa yang dianggap St. Thomas tidak terbukti secara filosofis. (Filsuf ateis, Anthony Flew).

 

A.TEORI (SKOR = 1)

(1).Gagasan "keberadaan abadi" ini sesuai dengan pandangan orang Eropa yang berasal dari filsafat materialisme. Filsafat ini, yang awalnya dikembangkan di dunia Yunani kuno, menyatakan bahwa materi adalah satu-satunya yang ada di jagat raya dan jagat raya ada sejak waktu tak terbatas dan akan ada selamanya. Filsafat ini bertahan dalam bentuk-bentuk berbeda selama zaman Romawi, namun pada akhir kekaisaran Romawi dan Abad Pertengahan, materialisme mulai mengalami kemunduran karena pengaruh filsafat gereja Katolik dan Kristen. Setelah Renaisans, materialisme kembali mendapatkan penerimaan luas di antara pelajar dan ilmuwan Eropa, sebagian besar karena kesetiaan mereka terhadap filsafat Yunani kuno. (Pengemuka : Pemikir Yunani Kuno)

 

(2).Pendukung materialisme Immanuel Kant menyatakan bahwa alam semesta ada selamanya dan bahwa setiap probabilitas, betapapun mustahil, harus dianggap mungkin. Pengikut Kant terus mempertahankan gagasannya tentang alam semesta tanpa batas beserta materialisme. Pada awal abad ke-19, gagasan bahwa alam semesta tidak mempunyai awal- bahwa tidak pernah ada momen ketika jagat raya diciptakan-secara luas diterima. Pandangan ini dibawa ke abad ke-20 melalui karya-karya materialis dialektik seperti Karl Marx dan Friedrich Engels. (Pengemuka : Immanuel Kant, masa Pencerahan Eropa)

(3). Pandangan tentang alam semesta tanpa batas sangat sesuai dengan ateisme. Tidak sulit melihat alasannya. Untuk meyakini bahwa alam semesta mempunyai permulaan, bisa berarti bahwa ia diciptakan dan itu berarti, tentu saja, memerlukan pencipta, yaitu Tuhan. Jauh lebih mudah dan aman untuk menghindari isu ini dengan mengajukan gagasan bahwa "alam semesta ada selamanya", meskipun tidak ada dasar ilmiah sekecil apa pun untuk membuat klaim seperti itu. (Pengemuka : Georges Politzer, pendukung setia Marxisme dan Materialisme, pengarang buku Principes Fondamentaux de Philosophie).

 

 

 

 


B. BUKTI-BUKTI SAINS (SKOR = 0)

TIDAK ADA

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. PEMBELAAN DIRI (SKOR = 1)

Para ahli astronomi yang memihak materialisme dan setia pada gagasan alam semesta tanpa batas yang dituntut paham ini menentang Dentuman Besar dalam usaha mereka mempertahankan doktrin fundamental ideologi mereka.

(1).Arthur Eddington, ahli astronomi Inggris yang berkata, "Secara filosofis, pendapat tentang permulaan yang tiba-tiba dari keteraturan alam sekarang ini bertentangan denganku.".

(2).Fred Hoyle, pertengahan abad ke-20, dia mengemukakan sebuah model baru yang disebutnya "keadaan-stabil".

 

 

 

 

 

 

 

 

 


D.DUKUNGAN-DUKUNGAN (SKOR = 0)

TIDAK ADA

 

 

 

 

 

 

 

E.PENGAKUAN-PENGAKUAN LAWAN (SKOR = 0)

TIDAK ADA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN : SKOR 5 : 2 UNTUK TEORI BIG BANG

 

 



Sumber: Penciptaan Alam Semesta oleh Harun Yahya di situs www.harunyahya.com
Bookmark and Share

Tag/Label sains, iptek, ilmu, pengetahuan, teknologi, harun yahya, teori, alam semesta, big bang, materialisme, ateis, ateisme, ilmuwan, saintis, anwar, anwariansyah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
58 komentar pada warta ini
Selasa, 13-05-2008 13:32:54 oleh: Dina Sulistyana

ah, sayang sekali tulisan saya dihapus oleh Admin Wikimu.




Selasa, 13-05-2008 13:44:44 oleh: Oni Suryaman

Memang konsensus sekarang cenderung menerima teori Big Bang, namun titik awal alam semesta yang dipostulatkan Bing Bang masih menjadi perdebatan luar biasa. Seperti apakah titik awal alam semesta itu.

Titik awal alam semesta itu adalah di saat alam semesta baru berukuran atom. Alam semesta dalam ukuran makro sekarang dapat dijelaskan dengan teori relativitas dan dalam ukuran mikro dengan teori kuantum. Mestinya alam semesta pada ukuran atom, kedua teori itu dapat disatukan. Kenyataannya tidak, keduanya saling bertolak belakang. Pencarian akan penyatuan kedua teori ini alias teori Supersimetri masih jauh dari selesai. Salah satu kemungkinan pemecahannya adalah teori Dawai (String Theory).

Agamawan juga cenderung suka dengan Bing Bang karena menandakan alam semesta yang berawal, dan sebelum itu tidak ada dan mengharuskan adanya Sang Pencipta. Ilmuwan tidak berani sejauh itu. Membuktikan apakah ada Tuhan Pencipta masih di luar jangkauan.




Selasa, 13-05-2008 14:07:04 oleh: Dina Sulistyana

Oni benar sekali, teori Big Bang tidak menyiratkan keharusan ada Sang Pencipta.

Ketika ditanya mengapa Alam Semesta ada?(“Pertanyaan 4: Mengapa alam semesta ada? Dapatkah sains menjawabnya?”), Profesor Hawking menjawab: "Saya sekarang berpikir saya dapat meperlihatkan bahwa alam semesta diciptakan secara spontan dari ketiadaan, menurut hukum-hukum sains. Alam semesta ada karena teori relativitas umum dan teori kuantum mengizinkannya untuk ada. Jika saya benar, alam semesta terkandung dirinya sendiri (self-contained) dan diatur oleh sains saja."

Origin of the Universe - Stephen Hawking (5 of 5)
http://www.youtube.com/watch?v=O8Kp0rQ23PY&feature=related




Selasa, 13-05-2008 14:08:13 oleh: Yobel

Bung Anwariansyah, mungkin teori itu bisa berkembang terus,jadi harus ada penelitian yang rutin dan terus menerus soalnya setiap teori yang dikemukakan harus terus diikuti. Alam Raya Nan Indah Permai pasti ada sebab dan akibatnya, karena
teori ajaran sebab-akibat sangat mungkin,selain itu ada ajaran DZAT yang mutlak adanya, yang kita
kenal sebagai Tuhan,jadi apapun ajarannya itu sudah kita ketahui,dan Semesta Raya ini dikuasai dan dikelola oleh yang MAHA itu.Kalau kita pikir betul,setelah mengerti diatas ulasan teori tsb,
ada harusnya teori yang mengarah pada hipotesa
begini, apabila DZAT (TUHAN) yang mutlak adanya
itu yang memancarkan segalanya sehingga semua KOSMOS bertemu ke titik DZAT itu, apakah sebelum Penciptaan atau saat sekarang ini masih berpikir
para ilmuwan tentunya diluar jangkauan material/
spiritual sifatnya,mungkin Ateisme mengarah kesitu
dan kaum berketuhanan yang maha esa mencari artian
yang kongkrit melalui teori2 diatas,jadi hemat saya
apakah ada pemikiran yang diluar jangkauan alam semesta raya kalau itu diciptakan oleh Tuhan waktu Penciptaan Dunia ? Ada jawabnya setelah para
planet terdeteksi adanya lalu dikembangkan terus sampai sekarang ini dan mungkin alam lain selain yang dijajagi ilmuwan yang dapat berbicara, pendek kata orang mempelajari yang nyata tapi ada yang tidak nyata dan alam itu bermacam-macam adanya sehingga dibilang tak terbatas oleh karena
Tuhan Allah itu Maha Tak Terbatas dan Mutlak Adanya sebagai Penguasa Tunggal Semesta Jagad artinya semua alam lain sumbernya dari TUHAN itu sendiri.




Selasa, 13-05-2008 14:13:38 oleh: Anwariansyah

@Oni Suryaman

Terlepas dari ada atau tidak adanya Tuhan - dan memang tidak akan pernah bisa dibuktikan secara ilmiah, karena keberadaan Tuhan tidak akan pernah bisa dihitung dan dianalisa oleh sains - manusia memang hanya bisa mengadakan pendekatan. Seperti halnya alam yang selalu mengembang secara dinamis, maka perangkat ilmunya pun akan terus berkembang secara dinamis.

Teori Dawai (String Theory) sulit dibuktikan dengan eksperimen karena membahas ukuran yang sangat kecil. Belum bisa juga disebut mewakili Teori Segalanya (Theory Of Everything)-nya Albert Einstein. Namun paling tidak kita sudah tidak berada pada kondisi statis, terkungkung oleh keyakinan usang Materialisme.




Selasa, 13-05-2008 14:22:23 oleh: Anwariansyah

@Dina Sulistyana

Kemampuan sains untuk "mendeteksi" keberadaan Tuhan memang sangat jauh dari mungkin, tapi dalam sains akal (mind) diposisikan sebagai pengambil keputusan, bukan rasa (feeling). Nah, untuk seorang saintis sekelas Stephen Hawking, masuk akalkah bila ada hukum (Hukum Relativitas, dll) ada tanpa ada yang menciptakan ? Sedangkan seluruh objek yang belum sedia setelah kita ada, juga harus kita buat dulu dengan tangan kita.

Kalau orang kampung bilang, Stephen Hawking "maksa" biar sesuai dengan semangat Ateis. Seharusnya, percaya atau tidak percaya akan Tuhan, akal harus nomor satu dulu. Bila nanti ternyata bukti-bukti sains mengarah kepada jawaban akan adanya "Kekuatan Luar Biasa" yang mencitakan alam ini, Stephen Hawking harusnya "nerimo dengan legowo".




Selasa, 13-05-2008 14:28:45 oleh: Anwariansyah

@Yobel

Pendekatan sains memang tidak akan pernah bisa menemukan jawaban tanpa diiringi Iman. Tapi berusaha untuk mencari tidak akan pernah sia-sia. Karena biasanya manusia akan bertekuk lutut tesungkur atas ketidakberdayaannya setelah akalnya tidak mampu lagi menggapai. Tuhan tidak membutuhkan pengakuan manusia, tapi manusialah yang akan terus mencari-Nya. Dan bila Tuhan menghargai upaya manusia itu, maka Dia tentu tidak membiarkan dan akan memberikan jawabannya. Only God's know.




Selasa, 13-05-2008 14:30:22 oleh: Dina Sulistyana

penting sekali untuk selalu memelihara kejujuran agar pikiran kita tulus dan hati kita murni.

kalau tidak tahu katakan tidak tahu.
kalau tidak yakin katakan tidak yakin.
kalau asumsi/praduga katakan asumsi/praduga.
kalau itu hipotesis/pemikiran jangan katakan itu teori/kebenaran.

lebih baik tidak tahu & hidup dalam misteri yg mengasyikkan, daripada pura-pura tahu dgn penuh keyakinan tapi salah (dan marah kalau disalahkan).








Selasa, 13-05-2008 14:45:28 oleh: Zenon

Atheis pada batasan pengertiannya yaitu orang sebelum mengenal Tuhan Semesta Alam masih menggunakan apasaja yang bisa dijadikan objek pemujaan dan bisa juga melingkupi penyembahan berhala dan penyembahan banyak objek, yaitu pemikiran selain Tuhan Semesta Alam karena belum ada kontak yang mengarah ke Satu Tuhan dari sekian banyak yang dipuja pada Jaman Jahiliyah istilahnya yang dijadikan Objek Pemujaan,bermacam-macam adanya sebenarnya manusia itu dasar hatinya
percaya Satu Tuhan,maka karena ketiada tahuan apa sebenarnya yang membuat pohon tumbuh,gunung meletus,air bah lautan bergolak, matahari bersinar terbenam, mahluk berkeriapan di bumi, pasti ada yang menciptakan bisa demikian adanya
dan yang mengatur sehingga selaras semesta alam
Nah, karena alam itu tetap ada, lama-kelamaan manusia tahu bahwa kalau yang mengatur alam ini satu adanya yaitu Tuhan Maha Esa , kalau yang mengatur banyak bisa kacau dan manusia tidaka dapat hidup tenang dibumi memang bencana alam terjadi tapi ada sebab dan akibatnya, biarpun orang Atheisme sekalipun pasti mengarahkan pemikirannya ke SATU TUHAN lama kelamaan jadi orang percaya, Amin.




Selasa, 13-05-2008 15:03:42 oleh: Jacklyne Ang

Mbak Dina Sulistyana memang benar kalau kejujuran itu harus di pegang erat-erat, jaman sekarang ini mana ada yang bisa tahu jujur apa tidak karena hanya Tuhan sendiri saja yang maha tahu, penalarannya kita semua sebenarnya melalui hipotesa sebelum menjadi teori yang bisa dipakai oleh umum, kalau teori yang berbalik ke hipotesa
berarti bukan teori jadi istilahnya yang salah tulis makanya bingung dan kita harus legowo jangan
jadi 'pembunuh karakter' karena itu lebih cekatan memilah mana yang teori dan mana yang mendekati kebenaran(hipotesa) gitu aja koq repot2 bahasnya.




Selasa, 13-05-2008 15:12:24 oleh: Doddy

Mbah Dina S. yang sabar yah Mbah,kalau strength banget kayak gitu orang jadi tak mau kasih tulisan abisnya kelihatan emoticon banget, ini kan baru pendapat dari mereka dan boleh-boleh saja orang kasih pendapat, tergantung kitanya yang baca,okey.....sudah Mbah minum dulu...yah,
tapi jangan nyembur ya Mbah.......???????????????




Selasa, 13-05-2008 15:16:41 oleh: rd

oi oi gak usah berdebat masalah keyakinan oi ... gak akan ada habisnya ... pikirin tuh bensin yang sebentar lagi naik, gimana dampaknya, apakah dolar akan naik, apakah bisa ada kerusahan ?
gak usah mikirin hal yang tidak penting ini oi...




Selasa, 13-05-2008 15:50:59 oleh: pepeng

iya nih, zaman susah begini ngomongin Big Bang lah, Harun lah, Hawking lah. Makan nasi yg kenyang dulu baru ngomong lagi.
ya ya ya




Selasa, 13-05-2008 16:14:49 oleh: Anwariansyah

@Dina Sulistyana

Pertanyaan mengapa alam semesta ada, tentu terlalu dini untuk dipertanyakan karena sains masih berkutat dalam pendekatan awal alam semesta. Statement Stephen Hawking menunjukkan dia sedang berasumsi atau berhipotesa tapi belum dapat membuktikan kebenaran asumsinya dengan pembuktian sains. Semua yang kita bicarakan di sini adalah hanya sebatas pendapat karena kita tidak pernah melahirkan teori apalagi bereksperimen mengujinya.




Selasa, 13-05-2008 16:16:38 oleh: Anwariansyah

@Zenon

Itulah pemikiran atau hipotesanya Nabi Ibrahim a.s. / Abraham.




Selasa, 13-05-2008 17:13:02 oleh: Mieka Kurnia Yasa

Saya pernah membandingkan gagasan-gagasan Harun Yahya dengan ilmuwan lainnya. Saya sampai pada kesimpulan bahwa Harun Yahya bukanlah seorang ilmuwan tapi lebih kepada seorang agamawan yang berusaha menentang semua teori sains yang tidak sesuai dengan kayakinan agamanya. Gagasan-gagasannya lebih banyak bersifat pseudo sains.

Dari beberapa buku Harun Yahya yang pernah saya baca, saya melihat beberapa hal penting yaitu :

1. Fakta-fakta ilmiah sering dicari rujukannya kepada kitab suci keyakinannya.
2. Fakta-fakta yang ada dipilah-pilah apakah sesuai atau tidak dengan keyakinan agama.
3. Fakta-fakta yang tidak sesuai dengan keyakinan agama akan dibuat bantahan-bantahannya.

Sikap yang benar menurut saya dalam memahami sains adalah membuka diri untuk menerima sains dari mana pun datangnya tanpa harus merasa kehilangan keimanan kita dan tanpa mencocok-cocokkan kebenarannya dengan apa yang kita dapatkan dalam agama kita.




Selasa, 13-05-2008 20:19:23 oleh: Anwariansyah

@Mieka Kurnia Yasa

Paling tidak referensinya berupa pembuktian ilmiah oleh saintis-saintis tersebut sejauh ini belum ada yang membantah kebenarannya. Dibandingkan ungkapan-ungkapan filosofis dari orang setingkat Stephen Hawking yang belum dibuktikan secara ilmiah di laboratorium. Bila ada yang sanggup menyajikan bahtahan ilmiah (bukan filosofis) yang terbukti secara fakta ilmiah, kenapa tidak membikin bahtahan langsung secara terbuka ? Setiap saintis yang berpegang kepada kebenaran sains pasti akan bisa menerima kebenaran ilmiah yang telah teruji secara ilmiah.




Kamis, 12-06-2008 22:12:54 oleh: ibnusomowiyono

Saya menggagas Teori Minimalis yang dengan tegas menyangkal teori materialisme dan menganggap atheisme merupakan kesombongan manusia, tetapi saya juga yakin bahwa bigbang bukanlah permulaan terciptanya Alam Semesta melainkan lahirnya Sub Alam Fisika. Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu-satunya yang dapat menciptakan something from nothing dan sebaliknya. Selama ini banyak rahasia Sub Alam Fisika yang belum terpecahkan karena kekeliruan manusia yang menganggap Sub Alam Fisika sebagai Alam Semesta. Fenomena cahaya yang mendua dan terjadinya foton seakan dibiarkan begitu saja, padahal itu dapat memberikan petunjuk bahwa alam semesta isinya bukan sekedar materi yang bermasa. Baik yang mendukung atau yang menentang teori bigbang sama saja, hanya berkutat pada materi, partikel/quantum, tak peduli pada ciptaan Tuhan Yang Maha Esa lainnya yang jauh lebih hebat dari materi.



Rabu, 18-06-2008 21:55:27 oleh: ibnusomowiyono

Teori Minimalis dan Formula Supernatural Modern termasuk bagian dari ilmu informatika, jadi bukan sience (karena sciense hanya berkutat pada materi bermasa). Dalam teori ini dijelaskan berbagai Sub Alam Semesta lengkap dengan dimensi dan "isinya" serta bagaimana cara mengaksesnya. FSM bahkan menjelaskan apa itu energi,body dan wave yang belum tentu bermasa. FSM dapat menjelaskan dugaan terjadinya foton, rahasia Sg-3 Bermuda, Blackhole. Ingat: semua itu sekedar informasi, namun dapat memberikan inspirasi bagi para ilmuwan agar tidak hanya berkutat pada materi dan quantum. TM juga dengan tegas menjelaskan bahwa Tuhan YME tidak termasuk dalam Alam Semesta,apalagi SUb Alam Fisika, jadi tak mungkin dijelaskan/dibuktikan oleh Sience, maupun ilmu Semu/Religi (kecuali hanya dapat diyakini ada dan kesaan Nya) apalagi oleh mereka yang berfaham materialsime/atheisme.FSM dapat digunakan untuk mengisikolom-kolom kosong dalam Perieodic Classification of Elements (Mendelyeev Plan), misalnya kolom didepan H dengan nilai pecahan atau semu (imaginer).



Kamis, 17-07-2008 08:51:15 oleh: benny jovial

FSM menambah lepas dahaga logika kita tentang jagad raya yang terbatas dengan alam semesta yang tidak terbatas
jagad raya dapat dilihat penciptaannya pada surat al anbiyaa ayat 30; disitu tersebut bahwa bumi dan langit dahulu menyatu (satu kesatuan seperti titik tunggal), kemudian sesuatu memisahkannya (saking kuatnya pemisahan tersebut sehingga menjadi suatu ledakan maha dahsyat), setelah proses itu dengan terciptanya air dimulailah kehidupan..




Kamis, 07-08-2008 07:06:12 oleh: ibnusomowiyono

Sebentar lagi saya akan posted tulisan saya dalam bahasa Ingris yang berjudul Basic Information of Universe, mungkin ada manfaatnya dibaca untuk direnungkan betapa terbatasnya kemampuan manusia untuk mengakses ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, apalgi untuk menguak rahasia tentang Dia. Disitu saya bedakan antara: a. Supreme phenomenon. b. Supernatural phenomenon. c. Natural phenomenon dan d. Artificial phenomenon. Satu tujuan saya: Mengagungkan Nya.



Kamis, 07-08-2008 09:00:37 oleh: Anwariansyah

@ibnusomowiyono

Oke, jangan kelamaan ... :)




Rabu, 17-09-2008 16:15:39 oleh: ARDIANSYAH RUSUNG

Pada era tahun 70-an, dalam pertemuan yg diadakan o/gereja & para ilmuwan di dunia, diangkat juga topik tentang teori big bang. Dlam kesempatan itu, Paus Yohanes Paulus II menyampaikan bhw ilmu pengetahuan, dalam menyelidiki awal tjdnya alam semesta, hny boleh membahs apa yg tjd stelh dentuman besr, tetp tdk blh menyelidiki apa yg tjd sblm big bang krn itu mrpkan urusan Tuhan. Teori big bang menyatakn bhw alam semesta berasal dr satu ttk singularitas dimana di dlmnya semua hukum fisika runth akibat suhu dan tingkat kerapatan yg sgt besar. Bagi kaum agamawan, saya kira ckp menarik u/ mempertimbangkan gagasn almarhum Paus Yohanes Paulus II.



Sabtu, 27-09-2008 10:56:07 oleh: Anwariansyah

@Ardiansyah Rusung

Anda benar, membahas hal yang di luar kapasitas kita sebagai manusia bisa berakibat penyimpangan berpikir dan kesesatan.




Sabtu, 27-09-2008 11:10:06 oleh: ikhwan kunto alfarisi

memangnya keberadaan tuhan harus dr teori big bang yaa? bukan kah kita sdh merasakan ada nya tuhan?



Selasa, 07-10-2008 10:14:22 oleh: ibnusomowiyono

Ciptaan Tuhan YME bukanlah sekedar materi, banyak yang lebih hebat dari iru. Seharusnya sangat lucu bagi saya seorang religius hanya memikirkan masalah materi hingga membatasu diri fenomena sesudah bigbang, padahal jelas sience itu hanya berkutat pada materi. Menurut saya science dab tehnologi itu berbasis materi/quantum sementara agama/religi itu berbasis non materi, sedangkan informatika juga berbasis non materi namun bukan sekedar believintg melainkan believing and thinking.



Selasa, 07-10-2008 10:22:47 oleh: Anwariansyah

@Mas Ikhwan dan Ibnu

Pembahasan materi atau bukan hanya sekedar ajang berpikir. Kita tidak mungkin membaca sebuah buku sekali baca, kalau tidak bertahap dari bab ke bab, dari pasal ke pasal. Begitu pun pembahasan ilmu, ada bab-bab dan pasal-pasalnya. Yang terpenting bagi seorang ilmuwan, saintis, ulama, pemikir dll, ilmu Allah itu sangat luas, jadi kita harus selalu open mind.




Selasa, 07-10-2008 10:57:11 oleh: ibnusomowiyono

Saya sependapat dengan anda!



Rabu, 15-10-2008 15:22:37 oleh: indah

kok gak ada gambarnya sichhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh




Sabtu, 25-10-2008 10:08:50 oleh: ibnusomowiyono

Dalam tanya jawab Teori Minimalis (tjtm4)di www.ibnusomowiyono.multiply.com saya mengulas bagaimana fenomena Bigbang menurut TM.
Energi semu belum membutuhkan ruangan nyata, ketika suatu saat berubah menjadi energi nyata maka butuh ruang nyata, Karena ruang nyata sangat terbatas maka terjadilah gesekan antar parikel yang menimbulkan suhu sangat tinggi. Karena internal energi "benda raksaksa" itu tak sanggup menahan pengembangan akibat suhu yang sangat tinggi, maka meledaklah bola raksaksa itu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan energi yang sangat luar biasa besarnya. Itulah Bigbang.
Science tak mengungkap sesuatu sebelum Bigbang karena menganggap tak penting, sebaliknya Teori Minimalis nenginformasikan bahwa mengungkap fenomena sebelum Bigbang sangat penting, karena menurut TM, Sub Alam Fisika (alam nyata) diciptakan oleh Tuhan YME dari Sub Alam Semu yang telah diciptakan oleh Nya jauh sebelum Bigbang. Sub Alam Semu diciptakan oleh Tuhan YME dari nohing (bukan sesuatu). Hanya Tuhan YME yang sanggup menciptakan something from nothing. Teori Minimalis juga menginformasikan bagaimana pentingnya Sub Alam Semu bagi kemajuan manusia yang diberi kesempatan oleh Tuhan YME untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi generasi berikutnya. Tanpa mengexplorasi dan kemudian mengexploitasi seluuruh isi Alam Semesta maka manusia akan tertinggal dari makluk-makluk cerdas lainnya, misalnya Alien. Teori Minimalis menganggap hidup manusia secara individual memang sangat pendek namun dapat berkesinambungan dari satu genertasi kegenerasi berikutnya dan dapat menggunakan informasi dari masa lampau dan obsessi masa depan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat.




Sabtu, 25-10-2008 10:23:14 oleh: ibnusomowiyono

Menguak fenomena sebelum Bigbang sangat penting, karena Sub Alam Fisika diciptakan oleh Tuhan YME dari Sub Alam Semu.Dalam tjtm 4 saya uraikan manfaat menyingkap Sub Alam Semu agar manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya,misalnya Alien.



Sabtu, 25-10-2008 10:28:08 oleh: ibnusomowiyono

Menguak fenomena sebelum Bigbang sangat penting, karena Sub Alam Fisika diciptakan oleh Tuhan YME dari Sub Alam Semu.Dalam tjtm4 saya uraikan manfaat menyingkap Sub Alam Semu agar manusia tak tertinggal dari makluk cerdas lainnya,misalnya Alien.



Selasa, 28-10-2008 22:16:16 oleh: mahendra

kenapa kita selalu mengatakan teori big bang bukan teori yang diyakini, seperti teori minimalis, bahwa tuhan menciptakan semua dari seberkas cahaya, lalu dalam penelitian lajutan ada teori relativitas atom yang berkecepatan tinggi, sehingga ada tambahan pengetahuan akanhal itu. misalnya dunia memang berasal dari seberkas cahaya, lalu teori dentuman atau big bang itu sendiri dari mana, karena teori dentuman itu sendiri berarti khan sudah ada unsur materi, bila teori pusaran magnit bagaimana, dan bila partikel yang terbentuk dalam gugus galaxy dan karena terlempar sehingga terjadi apa itu juga termasuk dalam teori dentiman sehingga tercipta manusia.




Jumat, 31-10-2008 21:34:29 oleh: ibnusomowiyono

Saya tak meragukan apalagi menyangkal teori Bigbang. Saya hanya mengkritisi bahwa bigbang bukan kelahiran Universe melainkan kelahiranm Sub Alam Fisika. Teori Minimalis bagian dari Informatika, jadi sekedar "mengabarkan" bahwa Universe tak hanya terisi oleh materi yang bermassa, melainkan ada energi yang tak bermasa, diantaranya informasi. Jika para ilmuwan tak dapat membuktikan informasi itu memiliki massa berarti di Universe ini ada energi yang tak bermasa.



Kamis, 06-11-2008 11:00:51 oleh: PeiN the Leader of Akatsuki

ehK, , ,

kalu TeoRy BiGBang tUch Gimana Sich AwaL PenJeLasAn'y TerJadi Nee THeory, , ,


truss Hal Aƒa Aj yG MeMpEnGarUHi TerJadinya Teori BIG BANG, , , , ,!!!



Kasih Taw DoNg,,,, ! ! !

☼☼☼☼☼δ¢¢




Jumat, 07-11-2008 15:49:36 oleh: Indi Sujawe

Salam!
Cahaya/sinar adalah energi yang paling halus dan paling kuat. Sinar x dapat dipergunakan untuk melihat sesuatu dibalik suatu halangan. Sinar laser dapat memotong baja yang paling tebal dan paling keras sekalipun.

Sumber semesta adalah energi di atas energi, cahaya di atas cahaya NURRUN ALA NURRIN.

Damailah semesta.




Selasa, 11-11-2008 03:45:34 oleh: ibnusomowiyono

Dlam fisika sudah terbukti mata manusia hanya sanggup mengakses cahaya dalamban frequansi yang teramat sangat sempit, Itu baru cahaya yang berfoton, belum cahaya yang tak berfoton. Dalam Ufo 2 di wwww.ibnusomowiyono.multiply.com Ahli cybermatika yang bernama Bob Gate dalam bukunya Magnifacient of Transvave mengemukakan paling tidak ada dua jenis cahaya, yang menimbulkan foton dan dinamakan sebagai symetrical transwave dan assymetrical transwave yang tak berfoton hingga memiliki kecepatan lebih tinggi dari cahaya berfoton. Jika manusia sanggup memanfaatkan assymetrical transwave maka manusia akan sanggup berkomunikasi dengan galaksi lain yang jika digunakan symetrical transiwave membutuhkan waktu jutaan tahun, sebagai apa yang kita lakukan di bumi yang saat ini, hanya dalam hitungan detik. Sayang.......... itu mungkin baru dapat dilakukan sesudah abad ketigapuluh, sebab fiksi bh itu berlatar belakang abad ke 30. Tertarik? Baca Ufo 2 atau Fiksi Blackhole secara lengkap di situs saya.



Selasa, 11-11-2008 09:02:32 oleh: Anwariansyah

@ibnusomowiyono

Akan lebih menarik kalau komentar Anda dijadikan sebuah warta iptek di wikimu, jadi kita semua bisa berbagi. ;)




Selasa, 11-11-2008 21:03:12 oleh: ibnusomowiyono

Sdr Anwariansyah, trima kasih atas saran anda. Saya memang sangat berharap gagasan saya dikritisi, namun saya tak terlalu berharap omongan saya didengar, sebab saya ini bukan apa-apa, padahal saat ini yang didengar bukan omongan seseorang melainkan siapa yang omong. Saya bersyukur saat ini tersedia web dan blog, lebih lagi google telah menterjemahkan tulisan berbahasa Indonesia ke bahasa Inggris,hingga siapa saja dapat membaca dan mengerti gagasan saya, Teori Minimalis tak termasuk dalam IPTEK, melainkan sekedar informatisi yang memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk berekpresi, tanpa dibebani oleh keharusan membuktikan.



Rabu, 17-12-2008 22:00:41 oleh: rokhim

Bapak ibnusomowiyono dan bapak anwariansyah ...memang pemikir kritis ...yang saya tahu mereka-mereka yang selalu ingat dan memikirkan kekuasaan Tuhannya adalah orang-orang yang baik dan hebat. ... barangkali saya bisa minta sedikit banyak buku2 yang sudah anda-anda baca. ....supaya saya bisa meniti langkah seperti anda.. trims..



Jumat, 09-01-2009 05:41:39 oleh: ibnusomowiyono

Yang perlu anda ketahui usia saya pada saat ini adalah 73 tahun lebih sedikit. Sejak kecil saya lebih senang menulis dari pada sekedar membaca buku. (Dapat anda baca pada www.ibnusomowiyono.multiply.com. Cari: stph (sedikit tentang pengalaman hidupku). Saya lebih banyak belajar dari pengalaman hidup dan memperhatikan lingkungan. Saya sangat tertarik pada buku-buku ilmu pengetahuan,terutama yang berkaitan dengan bidang ilmu yang saya pelajari (Listrik) dan yang saya butuhkan untuk menunjang kehidupan saya (misalnya photografi, tehnik) dan hobi saya musik.
Mertua saya seorang Theosofi dan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Saya sering "terlibat" diskusi dengan sahabat beliau (kesepuhan) mengenai "arti" kehidupan.




Jumat, 09-01-2009 07:16:56 oleh: Anwariansyah

@rokhim

Trmksh atensinya. Anda bisa klik www.harunyahya.com/indo/ buku-2 yang bagus banyak a.l : 1.Memadukan Akal & Kalbu dlm Beriman oleh M.Fethullah Gulen 2.Seri Buku-2 karangan Agus Mustofa 3.DNA Tuhan dalam Gen Kita oleh Kazuo Murakami 4.Kuasa Gen atas Takdir Manusia oleh John C. Avise




Sabtu, 07-02-2009 21:12:29 oleh: dedenbasuki

Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia
: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu, keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang  hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Al Anbiya 3)




Sabtu, 07-02-2009 21:12:31 oleh: dedenbasuki

Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia
: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu, keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang  hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Al Anbiya 3)




Senin, 23-02-2009 11:13:04 oleh: ibnusomowiyono

Menurut TM Tuhan YME memisahkan antara Awang Uwung yang tak berdimensi hingga abadi dengan Universe yang mengenal dimensi waktu hingga tak abadi. Diasumsikan Awang Uwung terisi oleh nothing (0#00 dan 00#0) yang invalid (tak terjangkau oleh kemampuan manusia) dan soul (#0#0#0) invalid yang juga tak terakses oleh kemampuan manusia. Tuhan memberikan sentuhan awal untuk merubah 0#00 dan 00#0 menjadi #0#00 dan #00#0.......... dan seterusnya.
Banyak ilmuwan yang tidak mengakui adanya penciptaan dan menganggap alam semesta terjadi begitu saja hingga teori bigbang pun tak sanggup meyakinkan mereka bahwa alam semesta itu diciptakan oleh Tuhan YME.
Saya ingin "menjelaskan" kepada mereka (orang yang dianggap kafir oleh agama) agar tidak takabur dengan cara menggagas teori minimalis. Teori minimalis bukanlah saint maupun keyakinan/religi, melainkan termasuk dalam informatika.
Sama sekali saya tak bermasud "menggoyahkan" keyakinan mereka yang dengan jelas mengakui tentang keberadaan Tuhan YME dan keagungan Nya.
Namun saya menganggap bahwa Tuhan YME bukan sekedar pencipta yang harus melakukan sendiri segala penciptaan itu sebagai seorang pelukis atau pemahat, melainkan juga perencana agung yang dengan cermat telah merencanakan yang akan diciptakan dan hukum untuk mengaturnya sehingga cukup dengan satu sentuhan awal semuanya berkembang sesuai dengan rencana dan patuh pada hukum yang telah diciptakan untuk mengatur ciptaan Nya itu ( Hukum Ekologi Universe). Disisi lain Dia memiliki hak mutlak, sehingga sesuatu hanya dapat terjadi atas izin Nya.
Jika anda tertarik akses www.google.co.id cari teori minimalis. atau akses www.ibnusomowiyono.multiply.com.




Senin, 18-05-2009 05:24:38 oleh: ibnusomowiyono

TM memberikan informasi untuk dibuktikan oleh para ilmuwan:
1. Formulai E=mc2 hanya berlaku/valid jika m#0 (massa tak sama dengan nol) sebab menurut TM ada yang tak bermassa namun memiliki energi, misalnya cahaya dan informasi. Jika tak dapat dibuktikan bahwa cahaya dan informasi memiliki massa, berarti ada energi tak bermasa.
2. Jika ada energi/body bermassa dan tak bermassa, maka bagaimana prosesnya dari tak bermassa menjadi bermassa. Apakah quantum mechanics atau Teori Relativitas dapat menjelaskan perubahan/proses terjadinya massa? Mungkin Teori Dawai dapat menjelaskan secara mathematis, namun sulit untuk dibuktikan secara percobaan. TM menginformasikan: Photon merupakan media transisi menuju keseimbangan prima sedangkan graviton merupakan media transisi keluar dari keseimbangan prima.
3.Mengapa diantara dua materi bermassa terjadi gaya tarik menarik gravitasi? TM dapat menduga terjadinya gaya tarik gravitasi dengan mengasumsikan setiap materi bermasa memancarkan elementer clearwave (gelombang materi dasar). Interaksi antara gelombang ini menimbulkan graviton (yang saat ini masih merupakan misteri fisika). Gaviton akan pecah menjadi pra clear energi dan praclear wave yang tak memiliki massa hingga tak memerlukan ruang hingga menimbulkan kekosongan materi. Menurut fisika "kekosongan" dapat menimbulkan tekanan negatip terhadap lingkungan yang tak kosong. Kekosongan diantara dua materi bermassa inilah yang terasa sebagai gaya tarik gravitasi diantara dua materi.
Dengan mengasumsikan bahwa universe terdiri dari materi/energi bermassa yang memerlukan ruangan dan body/energi yang tak bermasa dan belum memerlukan ruangan TM dapat menjelaskan fenomena yang tak dapat dijelaskan tanpa mengasumsikan adanya energi tak bermassa.




Jumat, 20-11-2009 16:12:17 oleh: rahmat maulana

alam semesta pada dasarnya merupakan hasil maha karya ciptaan alloh swt.



Jumat, 08-01-2010 15:03:55 oleh: al farabi

gimana yaah ledakan yang hebat itu sempai ada kepingan seperti bumi



Selasa, 12-01-2010 09:36:52 oleh: sugiyanto

sangat menarik membaca uraian-uraian yang berkaitan denga bigbang theory. rasanya semangat membca saya masih sangat kurang. terimakasih, saya harus semakin rajin membaca lagi dalam arti : membaca tanda-tanda yang ada disekitar kita. ya. ya. terimakasih tuhan.



Minggu, 14-02-2010 09:33:55 oleh: fajri harun al rasyid

kalo menurut saya. back to Al-Qur'an..semuanya sudah terinci di sana.. terimakasih..



Senin, 01-03-2010 13:57:11 oleh: ibnusomowiyono

FSM E= - x + y dapat digunakan untuk menginformasikan bahwa setiap sistem materi jumlah energinya nol karena hanya mungkin terjadi saat (x) kutub selatan magnet monopole weber nilai variablenya sama dengan (y) atau kutub magnet utara.
Jika x dan y nilainya belum sama maka E#0 jadi tak mungkin terjadi q. Jika q (guantum) merupakan nilai terkecil dari partikel bermassa, maka saat E#0 tak mungkin terjadi massa. Jadi massa hanya mungkin terjadi saat x=y=q=quantum dan justru akan menyebabkan yang belum seimbang prima itu memiliki Energi untuk melakukan aktivitas luar biasa hebatnya.
Menururt saya Formula E = mc^2 itu menyatakan hubungan antara energi dengan massa. Jika saya cari turunan pertamanya dE = d(c^2*m). Jika diasumsikan c konstant, maka akan didapat dE= c^2* dm.
Arinya perubahan massa akan menimbulkan energi yang besarnya c^2*dm. Ini telah dibuktikan: jika inti atom ditembak dengan elektron berkecepatan tinggi hingga energi kinetiknya sanggup memecahkan inti atom, maka akan terjadi inti atom dengan bobot atom lebih kecil lebih kecil disertai terjadinya energi (E) dan radiasi sinar alpa,beta dan gamma.
Lalu mengapa Formula Einstein menyatakan E = mc^2.
Saya tak dapat memahami formula ini , karena ketika saya isi m=0 ternyata E= 0. Kenyataan cahaya dan informasi tak memiliki massa tetapi memiliki energi. Saya semakin bingung ketika mempelajari teori quantum yang menyatakan bahwa cahaya memiliki sifat mendua, disatu sisi merupakan gelombang elektro magnet, disisi lain merupakan aliran photon yang juga diasumsikan tak memiliki massa sehingga dapat bergerak menyamai kecepatan cahaya. Kesimpulan saya universe ini terisi oleh energi yang bermassa dan tak bermassa
Lalu bagaimana proses terjadinya massa dari yang tak bermassa? Apa bedanya partikel yang bermassa dengan body/energi yang tak bermassa?




Senin, 01-03-2010 15:30:10 oleh: Falettihan

Teori Big bang tdk jauh beda dengan yang diteorikan Ibnu Taymiyyah sebelum ia mengenal; karakter dan masih menjadi penentang kebenaran para sufiyah terdahulu, Bahwa "adanya bayangan setelah ada suatu yang menjadikan terwujudnya bayangan tersebut" yg ksimpulannya adalah "adanya Tuhan terbukti setelah adanya ciptaanNya" Inilah pemahaman yg kurang benar. Sedangkan para sufiyah menjelaskan bahwa "SesungguhNya Dia ada sebelum semua(termasuk alam semesta seisinya)ada dan Dia maha kekal abadi bahkan setelah tiadanya yang ada". Karena sesungguhnya adanya atau tidak adanya sesuatu yang selain Dia itu tidak sedikitpun menambah ataupun mengurangi Wujud dan baqo'Nya. Alam semesta beserta isinya itu hanyalah sedikit alamat yg menjadikan tanda2 kebesaranNya dan Mahaagungnya Dia bagi orang2 yg mau berfikir dan kemudian ia akan bersaksi berdasarkan tingkat Musyahadahnya.



Kamis, 04-03-2010 09:23:15 oleh: Surahman

Benarlah firman Allah SWT Dalam surah al-baqarah ayat 2 "kitab (AL-qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya , petunjuk bagi mereka yang bertaqwa"



Minggu, 11-04-2010 23:57:46 oleh: Ifa

Sains adalah sains, Agama adalah agama. Agama dipercaya melaui Iman. Sains dipercaya melalui akal. Jadi sia-sia otak manusia membuktikan keberadaan Tuhan melalui akalnya.
Buat saya kalau ada yang menanyakan :
Apakah anda percaya kalau Tuhan itu ada ? Ada.
Bagaimana anda membuktikan bahwa Tuhan itu ada ? Tuhan itu ada, karena kehidupan ini ada.




Selasa, 13-04-2010 16:44:24 oleh: dewa

maaf pak mengganggu....., saya masih sedikit kurang mengerti tentang teory bigbang...,

sebenernya teory itu merupakan teori asal mula alam semesta atau hanya pengisian materi kedalam suatu dimensi ruan dan waktu saja...., klaupun teori asl muasal alam semesta...,
apakah ruang waktu tempat kita berada sekarang bisa muncul dengan begitu saja.....,





Sabtu, 08-05-2010 17:15:21 oleh: mudjiono

Fakta alam semesta mengembang hasil observasi Edwin Hubble dan teori relativitas umum Einstein menjadi pendukung kuat teori Bigbang. Dengan landasan tersebut diyakini alam semesta dini berupa bola yang sangat mampat lalu meledak dahsyat (Bigbang). Kalau ada alternatif lain pengembangan semesta tidak harus diawali dengan ledakan dari satu titik ke semua arah, maka teori Bigbang mendapat saingan dan ada kemungkinan dapat ditolak kebenarannya. Inilah peluang ilmuwan Indonesia untuk menemukan alternatif lain dari Bigbang. Sekedar catatan Teori Bigbang rasa-rasanya tetap menggambarkan naluri egosentris dari manusia. Setelah ilmuwan berhasil melepaskan diri dari paham geosentris, senyatanya masih mencari-cari titik pusat alam semesta. Selamat berjuang bagi ilmuwan Indonesia untuk ikut berperan menemukan teori tandingan dari Bigbang.




Jumat, 13-08-2010 20:43:56 oleh: wawan

Ikut nimbrung om ...

Saya percaya pada konsep Gusti Pangeraning Bawono, Tuhan Raja Semesta Alam.

(Salut untuk diskusi pd artikel ini.)

Tengkyu




Jumat, 30-03-2012 10:59:37 oleh: Adya Bestari

Sederhana saja..., secara rasional dan radikal..apa pun itu..selagi bisa di respon dengan panca indra baik bersifat wujud maupun metafisika pasti ada awalan nya. jadi kita perlu menelaah sebuah kasus dengan lebih bijak sana.



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY