Bagi pemirsa setia Kickandy di Metro TV, tentunya tahu bagaimana tayangan tersebut mampu menginspirasi banyak orang, dan seperti apa pesan moral yang disampaikan dalam setiap episodenya.
Salah satunya adalah episode "Berbagi dalam Keterbatasan" (http://www.kickandy.com/topik.asp?id=124), yakni tayangan mengenai seorang difabel asal Jawa Timur, Sugeng Siswoyudono yang juga pembuat kaki palsu. Berkat cerita tentang pengalaman beliau, akhirnya orang yang senasib dengannya termotivasi untuk "bangkit" lagi dari keterpurukannya akibat kehilangan kakinya.
Tak hanya satu atau dua orang saja yang terbuka hatinya untuk kembali 'bangkit' dari ketidakberdayaan akibat fisiknya tidak sempurna. Buktinya, dalam episode "Sopotong Kaki, Sejuta Harapan"(http://www.kickandy.com/pretopik.asp) Kamis (8/5) malam, setidaknya ada beberapa orang yang menginginkan kaki palsu buatan Sugeng, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk orang lain.
Di samping itu, ada satu hal yang menurut saya luar biasa, yakni pencanangan gerakan Seribu Kaki Palsu Gratis oleh Kickandy bekerjasama dengan Menristek RI dan beberapa sponsor. Tentu saja gerakan ini dicanangkan menegingat banyaknya saudara-saudara kita yang bernasib seperti pak Sugeng, agar mereka bisa 'bangkit' kembali dan melanjutkan perjalanan hidupnya dengan lebih bersemangat.
Menurut saya, gerakan ini menjadi contoh yang baik bagi siapa pun, bahkan juga bagi pemerintah. Bahwasannya sudah saatnya kaum difabel di negeri ini dipedulikan, bukan dalam arti dikasihani, tetapi dfasilitasi supaya mampu memberdayakan dirinya di tengah keterbatasan fisik. Saya yakin jika para difabel diberi "umpan", mereka juga akan mempu mengail ikan sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada orang lain. Ayo kita dukung Gerakan 1000 Kaki Palsu Kickandy!