Ira Meida

UANku Sayang...UANku Malang...

Jumat, 25-04-2008 16:22:26 oleh: Ira Meida
Kanal: Peristiwa

Ujian Akhir Nasional (UAN) yang katanya memusingkan, ternyata meninggalkan jejak yang kurang sedap di beberapa wilayah. Reportase sore, salah satu acara berita favorit saya, menayangkan kecurangan delapan belas oknum guru di Deli Serdang, Sumatera Utara. Mereka terpaksa digelandang aparat kepolisian ketika ketahuan berusaha memperbaiki beberapa lembar jawaban peserta UAN. Ketika polisi bertanya apa alasan para oknum guru ini, mereka menjawab hanya ingin membantu para siswa tanpa ada maksud lain. Bahhhh… bantuan massam apa pulak itu.

Di wilayah Jawa Barat lain lagi ceritanya. Sekelompok pelajar terjaring razia petugas seusai melaksanakan UAN hari terakhir kemarin. Bersama mereka dilucuti beberapa senjata tajam seperti clurit, parang dan antek-anteknya bahkan kondom. Kepada petugas mereka mengaku ingin melepas penat sehabis melaksanakan UAN dengan bertamasya ke Pangandaran. Tapi apa dinyana, bukannya plesiran malah kepala plus pakaian “dibotaki”. Sambil berjalan jongkok layaknya tahanan, para pelajar ini berbaris rapi di halaman kantor polisi. Ck.. ck… ck…

Apa yang terjadi di Duri, Riau justru lebih menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana tidak, sejumlah pengawas UAN diwajibkan menandatangani pernyataan untuk tidak melaporkan kejadian apapun pada saat UAN berlangsung pada pihak lain. Entah apa motif dibalik kebijakan ini. Namun yang jelas, bagi yang tak bersedia menandatangani pernyataan tersebut, sudah dibebastugaskan. Terbukti, salah seorang pengawas yang tadinya mengawas ujian bersama teman saya, keesokan harinya tak lagi terdaftar namanya sebagai tim pengawas UAN karena menolak menandatangani pernyataan for your eyes only tersebut.

Bookmark and Share

Tag/Label uan, pelajar, guru, polisi, lembar jawaban, pengawas ujian, reportase sore, deli serdang, jawa barat, riau, sosial
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
10 komentar pada warta ini
Jumat, 25-04-2008 16:36:52 oleh: bajoe

Mbak Ira...

fotonya boleh juga...tidak salah memang....oopsss , salah comot kalimat nih. Kayaknya kalimat di atas sudah ada copy rightnya. he...he....

Ira,
[mode on serius]
aku sedih juga ketika liat di TV, di Bogor ada Satgas Pelajar, yang konon anggotanya terdiri dari guru maupun staf pemerintah. Tapi di tayangan TransTV tadi pagi, ketika satgas-satgas itu menangkap pelajar yang membolos, mau lari karena razia, kayak nangkap maling. Bahkan satgas itu memukul berkali-kali wajah pelajar itu.

Rasanya kok tragis begitu. Pantas aja pelajar2 itu setelah sekolah akhirnya jadi preman juga -- preman berdasi maupun preman jalanan.

Balik ke Ujian Nasional, Wapres kita Jusuf Kalla berulang kali membela UN. Begitu juga para pendukungnya seperti Menteri Pendidikan. Secara teori memang bisa saja UN untuk standarisasi mutu lulusan Indonesia. Tetapi infrastruktur dan sdm di lapangan diperbaiki dulu. Ketrampilan guru mengajar, sarana pendidikan, dll mesti beres dulu, baru ada UN.

Kalo tidak, ya seperti yang terjadi dalam dekrispsi warta ini. huhff....(keluh, nafas panjang).




Jumat, 25-04-2008 17:17:14 oleh: Ira Meida

mas bay,
crita UAN yg ini emng cuman segelintir crita yg kurang sedap. maksud hati memeluk gunung apa daya UAN tak sampai. halllah.. apaan coba. hehehe...

(mode on dua rius...)
sbenernya, UAN diharapkan bisa menjadi standarisasi pendidikan nasional. ternyata apa yg menjadi harapan bnyk pihak, sungguh jauh berbeda dgn kenyataan di lapangan. standar kelulusan yg cenderung meningkat setiap tahun, dirasakan berat bagi para pelaku pendidikan, termasuk guru dan murid. so, nempuh jln pintas deh.

seandainya UAN tdk dianggap hanya sebatas peningkatan nilai, mungkin akan lain jadinya.

btw, kyknya nyomot kalimat sah2 aja. asal ntar pulangnya gak dicegat ama yg punya copy right aja. bkn apa2. ditraktir nonton earth. hehehe... ty udh mampir mas. ^_^




Jumat, 25-04-2008 17:45:23 oleh: Eryawan Nurcahya

Mbak Ira ...

Eh ... siapa yach yang punya copy right-nya ... saya koq nggak kenal yach. Boleh dong ... saya dikenalkan, Mbak ...
Nanti pas bulan Desember 2008 jadi kemari, saya traktir lagi dech ... bakmi kuningan ... banyak memory disana lho (dengan yang punya copy right-khan ...).

(mode on tiga rius ...)
Dari kunjungan saya ke sekolah-sekolah selama pelatihan jurnalistik, memang terlihat sekali para siswa kelas 2 sampai 3 sudah di bebani dengan materi-materi mata pelajaran yang akan diujikan dalam UAN, dan itu oleh pihak sekolah di istilahkan dengan kalimat keren yaitu " Try Out ". Untuk mata pelajaran yang lain seakan-akan hanya menjadi pelengkap penderita saja.

Mata pelajaran yang lain seperti budi pekerti yang sebenarnya esensial sekali di dalam mengangkat harkat dan derajat kebangsaan kita yang saat ini terpuruk, seakan-akan pupus begitu saja. Seperti mata pelajaran untuk pendidikan moral seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila) di luar konteks itu produk Orde baru, saat ini baru terasa manfaatnya oleh kita-kita yang pernah merasakan mata pelajaran itu dulu. Sayang seribu sayang memang mata pelajaran seperti itu saat ini sudah tidak dalam porsinya lagi.

Trims ...




Jumat, 25-04-2008 21:46:24 oleh: Micky Jo

( mode on 4 rius )..mau dunk bakmi-nya ha..ha..OOT niy



Jumat, 25-04-2008 23:42:24 oleh: Nury Nusdwinuringtyas

@Ira dear,
ada cerita yang tak pernah saya ceritakan sebelumnya
terkadang memang rasa "sayang" kepada murid "membutakan segalanya
saat saya SMP, ujian akhir dilakukan bisa tidak di sekolah sendiri, saya dapat sekolah dibilangan Jatinegara
ada peristiwa yang sangat "menyakitkan " untuk saya
saat ujian, seorang pengawas beberapa kali datang ke meja saya, melihat jawaban saya, kemudian memberikan jawaban saya kepada salah seorang siswa entah dari sekolah mana
saya mau mengadu kesiapa? siapa yang akan percaya kepada saya? atau malah saking percayanya, malah jadi hebooooh,

inginnya keluar dan tidak melanjutkan ujian, tetapi saya (saat itu), berfikir, tidak ada gunanya, hanya saja , saya pada hari berikutnya lebih "waspada" dan tidak menyerahkan pekerjaan meskipun sudah selesai, saya duduk di kelas , sampai semua keluar, dan menyerahkan lembar ujian saya paling akhir




Sabtu, 26-04-2008 19:30:23 oleh: Nathania

saya murid dr kls 2 SMA emg sich blm merasakan UAN dan thn dpn akan melaksanakan UAN.

Hmm...klo guru2 membantu muridnya..murid sich bisa lulus tp skrg gurunya mlh bisa di penjara.
terkadang jiwa guru membuat guru2 yg melakukan tindakan "bantuan" itu.

guru2 tsb tidak mau melihat muridnya merasa kesulitan.walaupun..qta tau bhwa trnyata itu mlh merugikan buat si guru dan si murid.




Senin, 28-04-2008 07:08:22 oleh: Silvi Anhar

wah mbak ira, jeli deh. yup bener mbak.. yg kutakuytkan udah ketu;lis tuh ama mbak hehehehe...
makanya aku sendiri terkadang trenyuh ama UN, kenapa ga seperti sistem kita dulu, UN tidak pake standar nilai minimal tuk lulus. tapi yah bingung deh, abis memang udah kayak benang kusut kali yah sistem pendidikan kita? makanya aku kayaknya berharap semoga tahun depan ga usah ngawas deh, ngeri dan serba salah. :)




Senin, 28-04-2008 09:24:46 oleh: Ira Meida

@ eryawan nurcahya
duh, mas eryawan ini lempar batu sembunyi tangan deh. hehehe...

(mode on serius)
aku stuju ama mas eryawan. orng pinter hrsnya dibarengi ama budi pekerti yg baik. kl gak bisa berabe. syngnya mata pelajaran PMP (skrng PPKN) dianggap bkn mata pelajaran favorit. kesannya gimana gitu. pdhal....

@ nury nusdwinuringtyas
weleh2 bu. "kreatif" bngt tuh si oknum guru. ngasih contekan. katanya gak blh nyontek. kok? (bingung dot com) lbh bingung lg pas ibu ngatur siasat. pasti kelimpungan. abis gak bisa nyontek lg deh. ^_^

@ micky jo
mbak, minta tulung dipaketin ke pandaan aja ama mas eryawan. hehehe...

@ nathania
sbenernya, UAN bisa berhasil kl guru dan murid kompak dan ngelakuin persiapan jauh2 hari sblm UAN dimulai. so, nathania, siapin diri dari skrng deh. smangat.. smangat... ^_^

@ silvi anhar
hmmm... kyknya ira udh tau apa yg silvi takutin. gak perlu takut ngawas gara2 ada pihak yg curang. asal kita gak ikut2an curang. bnr kn? ^_^




Senin, 28-04-2008 09:34:34 oleh: Silvi Anhar

iya sih mbak ira, tapi hati gregetan juga. memang, disatu sisi jiwa guru dimanapun ga bakal tega melihat siswanya ga lulus, namun, ya namanya ujian yah mesti dikerjakan sendiri bukan malah dibantu. yah pokoknya mbak ira, aku baru kali ini merasakan suasana yang menegangkan. aku sebagai pengaws, ga bisa berbuat apa.. cuman bisa menyaksikannya... duh gila deh aku... pengen teriak tapi gimana? pengen diam juga merasa bersalah.. pokoknya, kapok deh jadi pengawas. mending ngawas ujian sekolah disekolah sendiri. bisa tegas. kalo ada yg nyontek.



Selasa, 29-04-2008 12:30:59 oleh: ohoi

Standardisasi mrp salah satu upaya dalam implementasi budaya mutu. Dan untuk mutu pendidikan di Indonesia salah satu pengukuran mutu pendidikannya menggunakan instrumen Ujian Akhir Nasional itu.
Mengingat UAN itu memberi gambaran puncak kinerja pendidikan kita, maka UAN menjadi pretisius dan kita rela mengorbankan tujuan pendidikan dg memberikan kontribusi negatif bagi pembangunan sistem pendidikan. Apakah ini disebabkan hilangnya sensifitas kita terhadap ancaman jangka panjang ? (mrp salah satu "hambatan dalam membangun 'bangsa' pembelajar" yang disebutkan Peter Sange). Ataukah kita memang tidak bermutu dalam mendidik putra-putri kita ? Bukankah pendidikan formal itu hanya bagian kecil dari kontribusi pendidikan nasional ? Bukankah orang tua itu lebih menentukan mutu pendidikan bagi putra-putrinya ? Bukankah seharusnya masyarakat juga harus memberikan kontribusi kontrol sosial untuk pendidikan juga ?
Bagaimana kalau mutu pendidikan itu kita jadikan salah satu parameter peradaban bangsa ?




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY