Ign. Taat Ujianto

Asal Mula Nama Daerah Tangerang dan Penduduk Tangerang

Kamis, 24-04-2008 10:02:22 oleh: Ign. Taat Ujianto
Kanal: Iptek

Dulu bernama Tanggeran

Menurut tradisi lisan yang menjadi pengetahuan masyarakat Tangerang, nama daerah Tengerang dulu dikenal dengan sebutan Tanggeran yang berasal dari bahasa Sunda yaitu tengger dan perang. Kata “tengger” dalam bahasa Sunda memiliki arti “tanda” yaitu berupa tugu yang didirikan sebagai tanda batas wilayah kekuasaan Banten dan VOC, sekitar pertengahan abad 17. Oleh sebab itu, ada pula yang menyebut Tangerang berasal dari kata Tanggeran (dengan satu g maupun dobel g). Daerah yang dimaksud berada di bagian sebelah barat Sungai Cisadane (Kampung Grendeng atau tepatnya di ujung jalan Otto Iskandar Dinata sekarang). Tugu dibangun oleh Pangeran Soegiri, salah satu putra Sultan Ageng Tirtayasa. Pada tugu tersebut tertulis prasasti dalam huruf Arab gundul dengan dialek Banten, yang isinya sebagai berikut:

Bismillah peget Ingkang Gusti
Diningsun juput parenah kala Sabtu
Ping Gasal Sapar Tahun Wau
Rengsena Perang nelek Nangeran
Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian
Sakebeh Angraksa Sitingsung Parahyang-Titi

Terjemahan dalam bahasa Indonesia :


Dengan nama Allah tetap Maha Kuasa
Dari kami mengambil kesempatan pada hari Sabtu
Tanggal 5 Sapar Tahun Wau
Sesudah perang kita memancangkan Tugu
Untuk mempertahankan batas Timur Cipamugas
(Cisadane) dan Barat yaitu Cidurian
Semua menjaga tanah kaum Parahyang

 

Sedangkan istilah “perang” menunjuk pengertian bahwa daerah tersebut dalam perjalanan sejarah menjadi medan perang antara Kasultanan Banten dengan tentara VOC. Hal ini makin dibuktikan dengan adanya keberadaan benteng pertahanan kasultanan Banten di sebelah barat Cisadane dan benteng pertahanan VOC di sebelah Timur Cisadane. Keberadaan benteng tersebut juga menjadi dasar bagi sebutan daerah sekitarnya (Tangerang) sebagai daerah Beteng. Hingga masa pemerintahan kolonial, Tangerang lebih lazim disebut dengan istilah “Beteng”.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, sekitar tahun 1652, benteng pertahanan kasultanan Banten didirikan oleh tiga maulana (Yudhanegara, Wangsakara dan Santika) yang diangkat oleh penguasa Banten. Mereka mendirikan pusat pemerintahan kemaulanaan sekaligus menjadi pusat perlawanan terhadap VOC di daerah Tigaraksa. Sebutan Tigaraksa, diambil dari sebutan kehormatan kepada tiga maulana sebagai tiga pimpinan (tiga tiang/pemimpin). Mereka mendapat mandat dari Sultan Agung Tirtoyoso (1651-1680) melawan VOC yang mencoba menerapkan monopoli dagang yang merugikan Kesultanan Banten. Namun, dalam pertempuran melawan VOC, ketiga maulana tersebut berturut-turut gugur satu persatu.

Perubahan sebutan Tangeran menjadi Tangerang terjadi pada masa daerah Tangeran mulai dikuasai oleh VOC yaitu sejak ditandatangani perjanjian antara Sultan Haji dan VOC pada tanggal 17 April 1684. Daerah Tangerang seluruhnya masuk kekuasaan Belanda. Kala itu, tentara Belanda tidak hanya terdiri dari bangsa asli Belanda (bule) tetapi juga merekrut warga pribumi di antaranya dari Madura dan Makasar yang di antaranya ditempatkan di sekitar beteng. Tentara kompeni yang berasal dari Makasar tidak mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut “Tangeran” dengan “Tangerang”. Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang diwariskan hingga kini.

Sebutan “Tangerang” menjadi resmi pada masa pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Pemerintah Jepang melakukan pemindahan pusat pemerintahan Jakarta (Jakarta Ken) ke Tangerang yang dipimpin oleh Kentyo M Atik Soeardi dengan pangkat Tihoo Nito Gyoosieken seperti termuat dalam Po No. 34/2604. Terkait pemindahan Jakarta Ken Yaskusyo ke Tangerang tersebut, Panitia Hari Jadi Kabupaten Tangerang kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai hari lahir pemerintahan Tangerang yaitu pada tanggal 27 Desember 1943. Selanjutnya penetapan ini dikukuhkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Tangerang Nomor 18 Tahun 1984 tertanggal 25 Oktober 1984.

 

Asal Mula Penduduk Tangerang

Latar belakang penduduk yang mendiami Tangerang dalam sejarahnya dapat diketahui dari berbagai sumber antara lain sejumlah prasasti, berita-berita Cina, maupun laporan perjalanan bangsa kulit putih di Nusantara.

“Pada mulanya, penduduk Tangeran boleh dibilang hanya beretnis dan berbudaya Sunda. Mereka terdiri atas penduduk asli setempat, serta pendatang dari Banten, Bogor, dan Priangan. Kemudian sejak 1526, datang penduduk baru dari wilayah pesisir Kesultanan Demak dan Cirebon yang beretnis dan berbudaya Jawa, seiring dengan proses Islamisasi dan perluasan wilayah kekuasaan kedua kesultanan itu. Mereka menempati daerah pesisir Tangeran sebelah barat”.[1]

Orang Banten yang menetap di daerah Tangerang diduga merupakan warga campuran etnis Sunda, Jawa, Cina, yang merupakan pengikut Fatahillah dari Demak yang menguasai Banten dan kemudian ke wilayah Sunda Calapa. Etnis Jawa juga makin bertambah sekitar tahun 1526 tatkala pasukan Mataram menyerbu VOC. Tatkala pasukan Mataram gagal menghancurkan VOC di Batavia, sebagian dari mereka menetap di wilayah Tangeran.

Orang Tionghoa yang bermigrasi ke Asia Tenggara sejak sekitar abad 7 M, diduga juga banyak yang kemudian menetap di Tangeran seiring berkembangnya Tionghoa-muslim dari Demak. Di antara mereka kemudian banyak yang beranak-pinak dan melahirkan warga keturunan. Jumlah mereka juga kian bertambah sekitar tahun 1740. Orang Tionghoa kala itu diisukan akan melakukan pemberontakan terhadap VOC. Konon sekitar 10.000 orang Tionghoa kemudian ditumpas dan ribuan lainnya direlokasi oleh VOC ke daerah sekitar Pandok Jagung, Pondok Kacang, dan sejumlah daerah lain di Tangeran.. Di kemudian hari, di antara mereka banyak yang menjadi tuan-tuan tanah yang menguasai tanah-tanah partikelir.

Penduduk berikutnya adalah orang-orang Betawi yang kini banyak tinggal di perbatasan Tangerang-Jakarta. Mereka adalah orang-orang yang di masa kolonial tinggal di Batavia dan mulai berdatangan sekitar tahun 1680. Diduga mereka pindah ke Tangeran karena bencana banjir yang selalu melanda Batavia.

Menurut sebuah sumber, pada tahun 1846, daerah Tangeran juga didatangi oleh orang-orang dari Lampung. Mereka menempati daerah Tangeran Utara dan membentuk pemukiman yang kini disebut daerah Kampung Melayu (Thahiruddin, 1971)[2]. Informasi mengenai seputar migrasi orang Lampung, akan dibahas dalam tulisan ini di bagian bab berikutnya,

Di jaman kemerdekaan dan Orde Baru, penduduk Tangerang makin beragam etnis. Berkembangnya industri di sana, mengakibatkan banyak pendatang baik dari Jawa maupun luar Jawa yang akhirnya menjadi warga baru. Menurut sensus penduduk tahun 1971, penduduk Tangerang berjumlah 1.066.695, kemudian di tahun 1980 meningkat menjadi 1.815.229 dan hingga tahun 1996 tercatat mencapai 2.548.200 jiwa. Rata-rata pertumbuhan per-tahunnya mencapai 5,23% per tahun.

Untuk sekedar memetakan persebaran etnis-etnis di Tangerang, dapat disebutkan di sini bahwa daerah Tangerang Utara bagian timur berpenduduk etnis Betawi dan Cina serta berbudaya Melayu Betawi. Daerah Tangerang Timur bagian selatan berpenduduk dan berbudaya Betawi. Daerah Tangeran Selatan berpenduduk dan berbudaya Sunda. Sedang daerah Tangeran Utara sebelah barat berpenduduk dan berbudaya Jawa[3]. Persebaran penduduk tersebut di masa kini tidak lagi bisa mudah dibaca mengingat banyaknya pendatang baru dari berbagai daerah. Maka, apabila ingin mengetahui persebaran etnis di Tangerang, tentunya dibutuhkan studi yang lebih mendalam.

 

 

Jakarta, 23 April 2008



[1] Halim, Wahidin. Ziarah Budaya Kota Tangeran Menuju Masyarakat Berperadaban Akhlakul Karimah, Tangerang, 2005

[2] Migrasi orang Lampung ke Tangerang, diduga terkait perlawanan penguasa Lampung terhadap pemerintahan kolonial pada tahun 1826. Perlawanan ini di pimpin Raden Imba dari Keratuan Darah Putih. Tahun 1826 sampai dengan 1856 merupakan masa perang Lampung (Perang Raden Intan). Namun sayang, pada tanggal 5 Oktober 1856 Raden Intan II gugur dalam peperangan menghadapi tentara jajahan dibawah pimpinan Kolonel Waleson. Perang Lampung pun akhirnya berakhir. (Bandingkan Ekadjati, Edi S. Sejarah Kabupaten Tangerang, Pemda Tangerang: 2004, halaman 110)

[3] Ibid

Bookmark and Share

Tag/Label tangerang, tanggeran, sejarah
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
36 komentar pada warta ini
Jumat, 25-04-2008 09:42:47 oleh: Retty N. Hakim

Salam kenal mas, saya vote berguna...bisa menambah ilmu dan juga menambah referensi bacaan sejarah.



Jumat, 25-04-2008 17:46:31 oleh: Phil Lea

Wah..wah.. Mas Ignatius.. salam kenal, dan saya sangat senang sekali, tulisan mas Ign. menambah wawasan saya..!!! Saya vote"Berguna".



Minggu, 27-04-2008 02:21:54 oleh: Suhu Tan

Sebagai orang yang juga punya keturunan darah Tangerang ( Cinben ), saya ikutan deh.... kasih vote berguna.



Senin, 05-05-2008 08:42:51 oleh: solma

Waaah, ternyata Tanggeran yang kini dikenal sebagai TangeranG adalah pemberian dari warga Keturunan Makassar yah.
Sebagai warga Makassar yang kini tinggal di Bekasi senang dengan tulisan ini menambah wawasan saya tentang sejarah.
Terima kasih.




Minggu, 13-07-2008 17:46:15 oleh: firman

etnis betawi itu etnis yg sangat baru. etnis betawi sendiri adalah etnis campuran melayu, cina, sunda, jawa arab dll. betawi tadinya adalah wilayah kekuasaan siliwangi, sebelum jatuh ke tangan VOC



Jumat, 10-10-2008 11:22:31 oleh: resdiana

tangerang masih belum jelas...tidak salah jika banyak yang memiliki. tengerang adalah alami...dan tengger pasti akan kembali...



Senin, 17-11-2008 02:51:21 oleh: Indra

ada koreksi sedikit mas,sultan dari banten itu klo ga salah namanya sultan ageng tirtayasa bkn tirtoyoso,trus R.Djudhanegara adalah salah satu keturunan aria wangsakara,dikutip dari sejarah tanggeran yang di tulis oleh alm H.Anwar Yassin -kalipasir(H.Entong)dengan riwayat dan silsilah yang jelas mudah2an info ini menjadi dasar penelitian lebih lanjut tentang sejarah kota tangerang dan peninggalan2nya terdahulu



Senin, 22-12-2008 22:24:03 oleh: yogha raden mas kesuma ratu

mas saya dari keturunan ratu darah putih,
adiknya sultan hasannuddin..
bisakah saya dipertemukan dengan keturunan sultan hassanuddin..
saya ingin tahu alamat mereka.




Jumat, 10-04-2009 13:50:32 oleh: Ahmad hudori

Nama sy ahmad hudori , Sebagai anak tangerang asli sy merasa
Sgt puas dgn info yg sy dpt ini. Sy jd tau ttg sjrh kota kelahiran sy. Bravo...smg wacana ini bs b'manfaat buat yg lain.




Kamis, 23-07-2009 17:23:27 oleh: neneng zakiah

terima kasih mas atau informasinya.sangat menarik sekali.99% benar,saya pernah ke daerah kresek tepatnya daerah pantai tanjung kait di sana masyakatnya terutama yg generasi tua mereka berbicara dengan bahasa jawa.namun banyak di selingi dengan bahasa sunda banten.kalau daerah serpong lebih unik lagi,desa mekar jaya dengan desa cilenggang jaraknya hanya sekitar tiga kiloan meter saja.namun mekarjaya dan sekitarnya menggunakan melayu betawi.semantara cilenggang menggunakan bahasa sunda.kok bisa begitu ya...tolong dong kasih jawabannya.



Senin, 02-11-2009 10:14:50 oleh: KEN

mohon maaf mas,jika berkenan saya ingin tahu siapa pendiri tangerang sebenarnya kenapa diberi nama tangerang, apakah masih keturunan tugabus, arya atau apalah?apa betul ada tugu dijalan Otto Iskandar?



Jumat, 04-12-2009 21:46:19 oleh: Armawan

Salut dan terimakasih buat mas taat udjianto, walau dari namanya sepertinya bukan orang tangerang asli, tapi mau mempelajari dan menginformasikan sejarah tangerang. kami yang orang tangerang asli berterimakasih buat anda. kalo masih ada informasi seputar sejarah tangerang, boleh di up load lagi, Ok. Bravo maju terus tangerang



Rabu, 09-12-2009 09:44:13 oleh: aghe gunawan

Weh...mantap mantap ni...informasi yang berguna tuk warga tangerang biar tau akan sejarah kotannya.



Selasa, 02-02-2010 18:20:40 oleh: Indra Alfian

Dimana kira-kira saya bisa mendapatkan silsilah Ratu Darah Putih? Siapa sebenarnya Ratu Darah Putih?

Terima kasih,
Wassalam, Indra




Selasa, 09-02-2010 08:41:22 oleh: koenza

makasih mas akhirnya saya bisa tau daerah saya,, saya besar di pondok kacang,, pantez aja di daerah saya banyak orang keturunan tionghoa



Minggu, 14-02-2010 18:54:29 oleh: anca

serious akhirnya percaya jg omongan orang tua ternyata sama ma sejarahnya.tangerang mang tengger perang (benteng perang)waaa. thanks tu artikelnya guna banget,s asli bw saya.biar melek ja kalo d tangya ma temen2 w dari penjuru Indonesia.



Rabu, 03-03-2010 23:58:25 oleh: Solah

Makasih mas atas ilmunya....saya bangga sebaagi warga tangerang...sukses selalu!



Jumat, 12-03-2010 15:40:30 oleh: ichsan

Tulisannya oke mas, saya juga masih penasaran pengen memfoto tulisan di prasasti yang ada di daerah Pos, Tangerang. Kira2 masih ada gak ya bangunan atau reruntuhan bekas benteng itu..
omong2 mas Taat Ujianto aslinya orang mana ya? THX




Senin, 22-03-2010 20:32:45 oleh: NURUL

makasih atas artikelnya
selama 19 tahun saya tinggal di tangerang saya baru tahu kalo di tangerang ada tugunya, tapi sampai sekarang saya belom pernah liat tuh tugunya...
kira-kira ada disebelah mana ya???




Rabu, 05-05-2010 00:52:03 oleh: m.rais

saya setuju dan salut dengan cerista sejarah Tangeranf, cuma kurang di kupasnya tangerang bagian timur yang mayoritas betawi ...yang selama ini banyak orang orang seni dan pemerintahan pada saatini
1.Hasan Wirayuda ( Menlu ) 2.Wahidin Halim ( Walikota )3.H.Bolot ( seni ) dan Anen (alm)
" bagian timur meliputi Ciledug.Kreo.Cipondoh/Pinag
Ciputat ,Pamulang.Cirende pondok cabe....Ulujami Petukangan ( Sekarang DKI )




Minggu, 03-10-2010 19:50:51 oleh: lukman hakim

saya orang tangerang, informasi ini menambah pengenalan saya akan sejarah kota tangerang, karna saya keturunan dari salah satu dari tiga pemerakarsa tersebut ( raden Wangsakara ). trimakasih mas...



Senin, 04-10-2010 01:00:33 oleh: Mang Kelke

Sebagai pendatang baru di Kawasan Tangerang (BSD), saya vote berguna untuk artikel ini.
Thanks, sudah menambah wawasan saya




Sabtu, 23-10-2010 15:00:00 oleh: nanang

wahhh,menambah wawasan saya sebagai asli orang tangerang terima kasih, ada satu lagi yang saya belum ketahui yaitu nama tokoh yang dijadikan nama jalan di kota tangerang yaitu 1.ki samaun,2.ki asnawi biografi seperti apa penting buat saya ketahui, mohon bantuan agan agan yang tau. terima kasih



Selasa, 04-01-2011 19:43:27 oleh: GT Sandjaya

ada kemungkinan perubahan nama dari Kota Benteng menjadi Tangerang, dipengaruhi dengan keberadaan masyarakat keturunan Cina (Cinben), dikota ini yang jumlahnya sangat signifikan, yang umumnya keturunan suku selatan di RRC (TANG-Lang), Tang - Erang?



Kamis, 21-07-2011 13:33:52 oleh: dadan ramdani

Bismillah, ijin share



Rabu, 16-11-2011 19:09:44 oleh: setyo martione putra lukman

dengan saya membaca sejarah ini saya menjadi tahu sejarah kabupaten tangerang dan sekaligus membuka wawasan saya, terima kasih mas vote



Minggu, 19-02-2012 23:57:42 oleh: Joko Uripto

info ini berguna banget buat gw untuk pemaparan dalam sarasehan budaya pakaian khas dan nama duta wisata tangsel



Selasa, 21-02-2012 20:32:18 oleh: ENDANG HENDARWIN

Boleh ikutan juga saya juga asli tulen Tangerang dari Grendeng, ok juga Tangerang yah ternyata mempunyai sejarah yang unik ok mas lanjut,hidup ......Tangerang



Sabtu, 25-02-2012 14:06:18 oleh: ronny hendrawan

asslkum... terima kasih bang atas infonya, ane asli betawi cipadu perbatasan jakarta dan tangerang, tapi saya pengen banget tau, betawi cipadu dan sekitarnya, sebenarnya lebih mendekati keturunan sunda banten, tionghoa atau suku melayu dari pulau luar jawa.. terima kasih ya bang,, semoga ente dapat informasi yang lengkap untuk ane.. wassalam.




Sabtu, 19-05-2012 11:32:55 oleh: nursalam

saya memberikan komentar menarik karena setelah membaga warta di atas saya menjadi tahu dan lebih mengenal tangerang lebih jauh karena saya asli dari tangerang




Selasa, 19-06-2012 21:40:52 oleh: ROBBY

trims kang atas info tangerang, saya sebagai warga pribumi tangerang sangat tertarik dengan sejarah ini, bagaimana kalau kita bersama mengadakan riset lebih mendalam???



Jumat, 03-08-2012 10:06:31 oleh: ade dahyani

saya asli tigaraksa...alhamdulillah bisa membaca sejarah ini...sekarang banyak yg lupa dan tidak tahu tentang daerahnya sendiri...



Selasa, 07-08-2012 00:37:53 oleh: surya riadi

sungguh info yg menarik, dan bs d jadikan pengetahuan daerah khusus nya sy dan jg smua.
trims infonya




Jumat, 12-10-2012 22:22:59 oleh: Heru Chandra. SE

Saya asli Tangerang (Tigaraksa) artikel ini bagus, terkait sejarah Tangerang yang kita cintai bersama...

Maju Terus Tangerang....
SATYA KARYA KERTA RAHARJA




Rabu, 09-01-2013 17:18:30 oleh: novi

seneng bacanya...berguna banget...:)



Selasa, 19-02-2013 23:15:56 oleh: Darussalam Jagad Syahdana

Selamat malam dan salam sejahtera, Mas Ignatius Taat Ujianto...Terima kasih telah berbagi pengetahuan dengan memosting tulisan yang sangat berguna ini. Perkenalkan saya Darussalam, saya tinggal di Kota Tangerang.
Sebagai orang yang awam tentang pengetahuan sejarah Tangerang, izinkan saya bertanya beberapa hal terkait dengan tulisan Mas Ignatius yang menarik ini. Pertama, diawal tulisan, Mas Ignatius membuka dengan kalimat, “Menurut tradisi lisan yang sudah menjadi pengetahuan masyarakat Tangerang.......” Lalu di paragraf ke lima Mas Ignatius juga kembali menuliskan, “ Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, sekitar tahun 1652,.......”
Pertanyaannya, apakah mengenai data dan informasi yang sebegitu penting mengenai pembentukan Tangerang ini tidak terdapat fakta sejarahnya. Misalkan, peninggalan tertulis berupa surat menyurat atau peninggalan lainnya yang menunjukan keberadaan peristiwa itu? Lalu, mengenai tugu yang dimaksud dalam paragraf pertama—yang berisikan tulisan arab kuno—apakah masih ada peninggalannya? Lalu di manakah tugu itu sekarang berada?
Kedua, dengan menuliskan kalimat “menurut tradisi lisan yang berkembang” atau “menurut cerita yang berkembang” tanpa menunjukan fakta otentik yang memperkuat argumen itu, apakah Mas Ignatius tidak khawatir dianggap bukan sedang bicara sejarah, melainkan sedang bicara legenda?
Ketiga, untuk mendalami sejarah Tangerang, buku-buku apa sajakah yang bisa jadi referensi? Lalu di manakah saya bisa mendapatkan buku-buku yang dimaksud?
Demikian keingintahuan saya sudah saya kemukakan sebagai bentuk keseriusan saya untuk belajar mendalami sejarah Tangerang. Semoga Mas Ignatius berkenan untuk kembali berbagi informasi yang saya butuhkan itu. Terima kasih... Salam Hormat.




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY