Eko Nurhuda

Dicium Rapat-rapat, di Paha Direnggangkan

Rabu, 12-03-2008 19:10:12 oleh: Eko Nurhuda
Kanal: Opini

Eit, jangan parno dulu membaca judul artikel ini. Sekilas memang kesannya seperti agak mengarah-arah ke "sana", tapi yakinlah bahwa isi artikel ini akan sangat jauh sekali dengan "bayangan-bayangan" itu. So, baca sampai habis ya...

Kalimat di atas adalah sebuah rumus rahasia yang diberikan guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP dulu. Rumus apa? Rumus tentang pemakaian kata "di" yang baik dan benar sesuai aturan EYD. Rumus tersebut setelah hampir 15 tahun lamanya tetap lengket dalam kepala saya dan selalu menjadi rambu-rambu saat saya kebingungan menggunakan kata "di". Kenapa bisa selengket itu? Pertama, jujur saja, kalimatnya asyik karena nyerempet-nyerempet ke arah "sana". Kedua, rumus tersebut simpel tapi jelas sekali membedakan kerancuan pemakaian kata "di" yang biasa kita jumpai.

Dalam Wikimu Gathering di Jogja, 7 Maret, lalu hal ini sempat disinggung. Betapa banyak artikel di Wikimu yang masih belepotan dalam hal tata bahasa. Salah satunya adalah pemakaian kata "di" yang masih sering salah kaprah. Sebagaimana diketahui bersama, kata "di" itu mempunyai dua fungsi yakni sebagai kata depan dan kata sandang. "Di" sebagai kata depan menunjukkan (atau digunakan bersama dengan penunjuk) waktu, tempat, dan apalagi ya??? Kalau "di" sebagai kata sandang menunjukkan (atau digunakan sebelum) kata kerja, biasanya untuk membentuk bentuk pasif. Contoh "di" sebagai kata depan adalah "di makam", sedangkan contoh "di" sebagai kata sandang adalah "dimakan".

Nah, perbedaan fungsi ini membedakan cara penulisan kata "di" menjadi 2 pula. Kata "di" sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contohnya, "di makam" dan bukannya "dimakam". Atau "di sana", bukannya "disana". Sebaliknya, kata "di" sebagai kata sandang ditulis jadi satu dengan kata yang mengikutinya. Contohnya, "ditulis" dan bukannya "di tulis. Atau "dijual", bukannya "di jual".

Paham kan? Atau masih bingung? Kalau begitu ingat-ingat saja rumus ini: "Dicium rapat-rapat, di paha direnggangkan". Cium adalah kata kerja. Kata "di" di depannya berfungsi sebagai kata sandang sehingga penulisannya disambung jadi satu. Sementara itu paha adalah kata benda yang menunjukkan tempat sehingga kata "di" di sana berfungsi sebagai kata depan dan penulisannya dipisah. Gimana, masih berpikiran parno???

Bookmark and Share

Tag/Label kata sandang, kata kerja, eyd, bahasa indonesia, eko nurhuda, jogja
Penilaian anda

Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
10 komentar pada warta ini
Rabu, 12-03-2008 21:34:47 oleh: Melani Laksmono

Mas Eko, hahaha...judulnya berhasil menonjok & isinya membuat aku jadi gampang menerangkan kepada org lain soal si 'di'.



Kamis, 13-03-2008 08:04:30 oleh: Sandhy.ED

Kayaknya rumus ini juga bakal lengket di kepalaku deh hehehehe.., makasih Mas Eko dah ngasih rumus jitu untuk perbaikan tata bahasa supaya tulisan selanjutnya di Wikimu makin baik... (dah bener kan nulis "di" nya??)



Kamis, 13-03-2008 09:50:00 oleh: adrian

belom pernah diajarin di sekolahan mslh ginian!!



Kamis, 13-03-2008 14:24:10 oleh: Trie

good.. good. rumusnya boleh juga. kalau boleh qbilang seh ne rumus "gaul".

nambahin ne, sebenarnya ada yang lebih simpel untuk menerangkan di atau ke yang harus dipisah atau dilengketkan.
jika di atau ke diikuti selain kata kerja maka, dipisah. selain itu ya dilengketkan wae, kecuali kata "keluar", karena kata ini bisa dipisah atau disambung tergantung konteksnya.




Kamis, 13-03-2008 17:48:22 oleh: Panjikristo

rumusnya oke banget, untuk di hapal dan di praktekkan. eit, jangan ngeres dulu.
...
...
...
...
...
maksudnya dipraktekkan dalam penulisannya.
hehehe




Kamis, 13-03-2008 19:32:37 oleh: Yusuf Iskandar

Sedikit koreksi dan tambahan tentang "di" dan "ke" :

Pertama, sebagai "kata depan" yang penulisannya dipisah dengan kata yang mengikuti. Contoh : di makam, di depan, ke bumi, ke belakang.
Kedua, sebagai "awalan" (bukan kata sandang) yang penulisannya disambung dengan kata yang mengikuti. Contoh : dimakan, dikedepankan, kemudahan, kebumian.

Kata "keluar", jika sebagai kata kerja (lawan dari "masuk"), maka suku kata "ke" ditulis disambung. Contoh : dikeluarkan, keluaran (output), pengeluaran. Tapi harus dipisah jika "ke" adalah kata depan. Contoh kalimat : bola ditendang ke luar lapangan, dia pergi ke luar negeri. Tapi beda dengan : dia keluar sebagai pemenang, dia keluar lagi (setelah gagal masuk).

Tambahan :

Kita sering "terjebak kelewat pelit" dengan huruk "k" ketika menggunaan akhiran "kan" pada kata dasar yang berakhir dengan huruf "k". Contoh : menegakkan (kata dasar "tegak", maka ditulis dengan huruf "k" rangkap) dan bukan menegakan (karena berarti kata dasarnya "tega", tafsirnya bisa melenceng jauh). Contoh lain : membalikkan vs. membalikan, menyabukkan vs. menyabukan, dsb.

Kasus yang sama adalah penggunaan akhiran "nya". Coba perhatikan dialog berikut :
A : Warung makan itu "bukanya" jam berapa?
B : Biasanya jam 7 sudah buka kok.
A : Lho, "bukannya" jam 8 baru buka?

Contoh lain : turunnya vs turunya (yang terakhir itu kata dasarnya "turu", bahasa Jawa artinya tidur......). Asal jangan sampai ketiduran, atau ke tiduran?

Maaf, agak panjang. Tidurnya? Bukan, tapi komentarnya. Ini juga sering membingungkan. Padahal yang dimaksud adalah : Maaf, komentarnya agak panjang. Asyik juga ya... Tidurnya? Bukan, tapi bahasannya. Lagi-lagi, maksudnya adalah : Asyik juga bahasannya (jangan lupa "n" rangkap, karena "bahasannya" berbeda denga




Kamis, 13-03-2008 19:36:51 oleh: Yusuf Iskandar

Ada yang terputus di bagian akhir pada komentar saya di atas :

... (jangan lupa "n" rangkap, karena "bahasannya" berbeda dengan "bahasanya").-




Jumat, 14-03-2008 19:34:18 oleh: Eko Nurhuda

Sip, Pak Yusuf! Thanks a lot atas tambahannya. Btw, "n"-nya sudah benar kan saya? :))



Senin, 07-07-2008 18:50:16 oleh: sheiny

Bisa aja lo :)



Selasa, 27-01-2009 12:54:59 oleh: Kasinudin

Bagaimana pemakaian kan pada kata dikelompokkan dan pengelompokkan, apakah ini sudah benar mas? atau ada yang salah. saya mohon pencerahannya....
Terimakasih




Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
diekie   pada  Suzuki Skywave 125
dedi   pada  Tiara Express Taxi
wawan   pada  Kawasaki Kaze R

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
zahra: hum.. gara2 ada pop screen, pulsa sering kebuang.. huh,

Suara kita selengkapnya... (14 komentar)



Suara Kita Terbaru:
zahra   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
081379132222   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
panglima perang   pada  Usai UN Pelajar Tawuran, Empat Dirawat di Rumah Sakit

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-7222921 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY