Eit, jangan parno dulu membaca judul artikel ini. Sekilas memang kesannya seperti agak mengarah-arah ke "sana", tapi yakinlah bahwa isi artikel ini akan sangat jauh sekali dengan "bayangan-bayangan" itu. So, baca sampai habis ya...
Kalimat di atas adalah sebuah rumus rahasia yang diberikan guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMP dulu. Rumus apa? Rumus tentang pemakaian kata "di" yang baik dan benar sesuai aturan EYD. Rumus tersebut setelah hampir 15 tahun lamanya tetap lengket dalam kepala saya dan selalu menjadi rambu-rambu saat saya kebingungan menggunakan kata "di". Kenapa bisa selengket itu? Pertama, jujur saja, kalimatnya asyik karena nyerempet-nyerempet ke arah "sana". Kedua, rumus tersebut simpel tapi jelas sekali membedakan kerancuan pemakaian kata "di" yang biasa kita jumpai.
Dalam Wikimu Gathering di Jogja, 7 Maret, lalu hal ini sempat disinggung. Betapa banyak artikel di Wikimu yang masih belepotan dalam hal tata bahasa. Salah satunya adalah pemakaian kata "di" yang masih sering salah kaprah. Sebagaimana diketahui bersama, kata "di" itu mempunyai dua fungsi yakni sebagai kata depan dan kata sandang. "Di" sebagai kata depan menunjukkan (atau digunakan bersama dengan penunjuk) waktu, tempat, dan apalagi ya??? Kalau "di" sebagai kata sandang menunjukkan (atau digunakan sebelum) kata kerja, biasanya untuk membentuk bentuk pasif. Contoh "di" sebagai kata depan adalah "di makam", sedangkan contoh "di" sebagai kata sandang adalah "dimakan".
Nah, perbedaan fungsi ini membedakan cara penulisan kata "di" menjadi 2 pula. Kata "di" sebagai kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Contohnya, "di makam" dan bukannya "dimakam". Atau "di sana", bukannya "disana". Sebaliknya, kata "di" sebagai kata sandang ditulis jadi satu dengan kata yang mengikutinya. Contohnya, "ditulis" dan bukannya "di tulis. Atau "dijual", bukannya "di jual".
Paham kan? Atau masih bingung? Kalau begitu ingat-ingat saja rumus ini: "Dicium rapat-rapat, di paha direnggangkan". Cium adalah kata kerja. Kata "di" di depannya berfungsi sebagai kata sandang sehingga penulisannya disambung jadi satu. Sementara itu paha adalah kata benda yang menunjukkan tempat sehingga kata "di" di sana berfungsi sebagai kata depan dan penulisannya dipisah. Gimana, masih berpikiran parno???