Hari ini, Sabtu 8 Mar 08 saya ke telkom karena tertarik dengan program baru telkom: Speedy 99ribu dan 168ribu. Murah kan? Siapa yang tidak mau punya internet di rumah dengan harga sebesar itu? Brosurnya saya ambil dan saya baca, untuk yang belum tahu ini perinciannya:
1. Speedy Time Based, Rp 200ribu/bulan, download sepuasnya 50jam, lebih kena tambahan Rp 25/menit. Itu belum termasuk ppn 10% + meterai Rp 3ribu.
2. Speedy Personal, Rp 200ribu/bln, pemakaian 1GB/bulan, lebih kena Rp 0.5/kb belum Ppn 10% + meterai 3ribu.
3. Speedy Profesional, Rp 400ribu/bulan, pemakaian 3GB/bulan, lebih kena Rp 0.5/kb belum Ppn 10% + meterai 3ribu.
4. Speedy Office, Rp 750ribu/bln, unlimited, belum Ppn + meterai.
5. Speedy Warnet, Rp 1.750ribu/bln, unlimited, belum Ppn + meterai.
Untuk program 1 sampai 3, dihargai Rp 168ribu.
Untuk no 4 dan 5, Rp 99ribu.
NOTE: untuk mendapat paket ini, berlangganan minimal 5 bulan.
Setelah baca brosur tadi saya langsung curiga, koq buat no 4 dan 5 jatuhnya murah banget? Masa cuma Rp 112ribu (99ribu + 9.9ribu + 3ribu), apa telkom ga rugi ato gimana perhitungannya nih?
Setelah giliran saya ke customer service, barulah saya tahu kalau itu cuma akal-akalan telkom alias pemancing supaya masyarakat tertarik pasang internet. Biaya 99ribu dan 168ribu itu ternyata cuma biaya pendaftaran dan aktivasi, sementara modemnya gratis. Sedangkan paket apapun yang dipilih, biaya bulanan yang dibayar tetap sama.
Sekedar info, waktu saya pasang internet, biaya aktivasi 75ribu, Ppn 10% + meterai 6ribu, total Rp 88.5ribu. Itu belum termasuk modem yang harganya antara 300ribu sampai yang termahal saya tidak ingat berapa.
Saya tidak terlalu kecewa karena sudah curiga duluan dengan keterangan di brosur jadi sudah siap dan antisipasi dengan penjelasan dan jawaban dari petugas so, saya sih nyantai aja dengar penjelasannya. Tapi bagaimana dengan orang lain yang mau ganti paket misalnya, termasuk saya? Ternyata promo ini tidak berlaku buat yang sudah berlangganan, tapi untuk pemasang yang sama sekali baru.
Kalau saya mau ganti paket tetap bisa, tapi promo itu tidak berlaku dan harga yang saya bayar tergantung pilihan paket mana yang mau di ganti/tukar. Tapi biaya bulanan juga jadi berubah di bulan berikutnya kalau anda ganti paket lewat dari tanggal 1.
Misalkan dari paket 3GB jadi 1GB dan ganti di tengah bulan, yang dihitung adalah paket 3GB ditambah biaya kelebihan, akibatnya anda mungkin bingung koq biaya yang keluar lebih mahal dari paket 3GB? begitu juga kalau dari 1GB ke 3GB.
Lain halnya kalau ganti paket tepat di tanggal 1 bulan berikutnya, maka paket lama tetap dibayar seharga sesuai dengan ketentuan. Perinciannya agak rumit dan saya sendiri juga sudah lupa walaupun catatannya masih saya simpan.
Ternyata telkom bukan bersaing dengan provider lain dengan harga murah, tapi cuma memancing dan menjebak calon konsumen sementara biaya dan pelayanan yang diberikan tetap sama.Tidak ada terobosan atau program baru yang lebih efektif yang sama-sama menguntungkan perusahaan & konsumen. Ini sama sekali bukan cara cerdas, tapi mungkin justru menjebak telkom sendiri, akibatnya konsumen pasti akan lebih milih provider lain yang lebih murah atau pelayanan lebih bagus.
Kalau fastnet masuk daerah saya, sudah lama saya bakal ganti ke fastnet. Sayang indovision dan fastnet tidak MAU - bukan tidak bisa - masuk daerah saya karena dari segi ekonomi tidak menguntungkan untuk mereka. Peminat tv kabel terlalu sedikit dan pola pikir orang di daerah saya cenderung sederhana dan lambat ngikutin trend teknologi terbaru.
Mudah-mudahan topik yang saya tulis ini bisa membantu orang lain lain agar tidak terjebak oleh telkom dengan iming-iming paket murah tapi sebenarnya mahal itu.