Hari Jumat minggu lalu (29 Februari 2008) saya mengikuti acara kopi darat milis Forum Pembaca Kompas (FPK) bersama Menristek, Bapak Kusmayanto Kadiman, di gedung BPPT. Sebagai ibu rumah tangga yang kurang bersentuhan dengan teknologi mutakhir, saya terkadang merasa sebagai orang yang semakin gaptek di era kemajuan teknologi ini. Terus terang saya kurang PD (percaya diri) untuk ketemu dengan pakar-pakar di bidang Riset dan Teknologi, apalagi pertemuan ini bersama anggota milis FPK yang rata-rata sangat kritis! Bung Agus Hamonangan, sang moderator milis yang baik hati, menyemangati untuk hadir karena menurut pengalamannya diskusi selalu mengalir bebas tanpa beban.
Ternyata acara benar-benar mengalir dengan santai, bahkan bahan pembicaraannya cukup menarik perhatian saya. Menristek ternyata sangat pandai mendelegasikan tugas, dengan cerdik ia menunjuk Mas Koko (Harya Setyaka) untuk menerangkan sedikit banyak masalah transportasi dan kemacetan di Jakarta. Demikian pula untuk urusan menyumbang suara (yang bukan untuk pilkada maupun pemilu) dengan pandai beliau mendelegasikannya kepada peserta acara lain. Pak Menteri sendiri akhirnya ikut buka suara ketika seorang anggota milis FPK menanyakan mengenai demonstrasi yang anti pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Jawa Tengah. (Laporan lebih lengkap baca di Kompas.Com)
Artikel "Yuuk, Bermain Sambil Belajar di PP IPTEK!" (lihat http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=6568) oleh Silvi Anhar membuat saya memberanikan diri bertanya pada pak menteri mengenai beberapa peralatan yang menurut Silvi tidak berfungsi. Menurut Pak Kusmayanto, memang peralatan yang ada memiliki usia pakai. Sesuai dengan sifatnya yang berfungsi sebagai benda pamer interaktif maka seringkali usia pakai yang disepakati tidak terlalu panjang. Sayangnya ketika benda tersebut sudah tidak bisa digunakan, penggantinya belum tersedia karena kekurangan dana.
Saya jadi teringat pada kecanggihan dari Futuroscope di Poitiers, Perancis. Ternyata menurut Pak Kusmayanto memang Perancis mungkin adalah negara yang paling canggih dalam mengelola pendidikan publik berbentuk Science Center. Kalau Futuroscope lebih dikenal sebagai Theme Park maka di Paris ada juga Parc de la Villette yang memiliki Cité des Sciences et de L'industrie, yang menurut Wikipedia adalah sebuah museum IPTEK terbesar di Eropa.
Saya mangunjungi kedua tempat ini dipertengahan tahun 1995, sudah sangat lama berlalu, dan melalui internet saya bisa melihat bahwa Futuroscope terus berkembang dari tahun ke tahun. Kalau dahulu ketika saya datang belum bisa berdansa dengan robot maka kini pengunjung bisa berasakan berdansa dengan robot. Di Futuroscope saya ingat ada berbagai macam paviliun yang mendapat dana dari perusahaan atau industri sehingga mereka ikut membantu pendidikan anak-anak sambil lebih memperkenalkan topik dan teknologi yang mereka geluti.

Demikian juga tampaknya dengan La Villette, yang terus berkembang. Yang sangat menarik perhatian saya ketika mengunjungi La Villette adalah betapa tinggi suasana interaktif pengunjung, baik anak-anak maupun dewasa dalam berbagai aspek teknologi mutakhir. Bahkan untuk anak usia dini juga tersedia tempat khusus untuk memperoleh kesenangan dan belajar dalam keriangan itu. Saya belum berhasil menemukan semua slide yang saya miliki, sehingga saat ini hanya bisa membagikan foto (jadul) dari interior La Villette. Terlihat juga betapa penyandang cacat senantiasa mendapat perhatian untuk memperoleh akses yang nyaman.
Dari bincang-bincang santai dengan pak menteri saya mengetahui bahwa saat ini sudah ada juga perusahaan yang memberikan bantuan kepada PP IPTEK, beliau berharap kedepannya lebih banyak lagi perusahaan yang peduli dan ikut mengembangkan PP IPTEK.
Terima kasih lho atas undangan dari Pak Menteri buat anggota milis FPK, dan ternyata bertemu Menristek tidak se"seram" (baca: serius) kesan elit dari riset dan teknologi! Belum lagi saya jadi bernostalgia tentang bangunan yang indah-indah itu, dengan isinya yang menarik dan menambah pengetahuan. Sebelum bisa berkunjung (lagi) kesana, enaknya mengikuti saran Silvi :"Yuuk, Bermain Sambil Belajar di PP IPTEK!"