Trie

Menguatkan Status Hukum Pernikahan Siri

Kamis, 28-02-2008 09:00:20 oleh: Trie
Kanal: Opini

Selasa (26/2) saya menyaksikan tayangan infotainment di salah satu stasiun tv swasta nasional. Ketika itu, selebriti yang disoroti adalah Machicha Mochtar yang mengharap pengakuan Moerdiyono (Mensegneg di era Orde Baru) sebagai bapak dari putranya. Anak dari hasil pernikahan siri mereka yang kini telah berusia 12 tahun. Kemudian saya pindah channel dan masih dalam program yang infotainment juga, saya menyimak kabar tentang Bambang Triatmojo (putra alm. Pak Harto) yang tak mau mencantumkan namanya sebagai ayah di atas akte kelahiran putri Mayangsari. Lagi-lagi kerena mereka ‘hanya' nikah siri.

Machicha dan Mayangsari hanyalah dua di antara banyak perempuan yang menjadi ‘korban' pernikahan siri. Mengapa korban? Karena dalam hal ini mereka sebagai obyek penderita. Terlepas dari motif atau tujuan mereka di balik pernikahan tersebut.

Saya melihat yang terjadi selama ini pernikahan siri terkesan hanya dianggap sebagai jalan pintas untuk melegalkan ‘hubungan' antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, atau ekstremnya sebagai pelindung perzinaan. Jadi bukan dimaknai sebagai pernikahan yang sesungguhnya, dalam arti tidak ada kejelasan hak dan kewajiban dari pasangan nikah siri, seperti bagaimana status keturunan mereka, atau bagaimana penyelesaiannya bila hendak bercerai. Sejauh yang saya tahu, endingnya perempuan juga yang merana karena ditinggal suaminya kawin lagi atau hanya sebagai istri simpanan.

Pernikanan siri secara hukum Islam memang dinyatakan sah. Asal ada mempelai, penghulu, wali dan 2 saksi maka ijab qobul tetap diakui, meski tanpa hitam di atas putih. Hanya saja saya kurang setuju dan kadang merasa prihatin dengan para perempuan yang mau dinikah siri. Pasalnya, secara hukum Negara, status pernikahan mereka tidak diakui karena tidak ada bukti otentik hitam di atas putihnya. Belum lagi soal status perwalian anak-anak mereka, seperti yang dialami oleh 2 selebritis tersebut. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Negara ini, hak perwalian anak yang lahir atas pernikahan siri hanyalah pada ibu, atau single parent.

Menurut saya, hal tersebut terkesan tidak adil dan memihak pada salah satu saja. Padahal dalam pernikahan itu sesungguhnya peran suami tidak hanya wajib memberikan nafkah lahir batin , tetapi juga sebagai ayah dari putra-putri mereka. Jika memang pernikahan siri dinyatakan legal/ sah, pertanyaannya mengapa yang terjadi kemudian anak-anak mereka diakukan sebagai anak yang lahir di luar nikah?

Setahu saya dalam ajaran Islam, Allah dan Nabi Muhammad SAW sangat menghormati kedudukan perempuan sebagai istri dan anak-anak mereka. Di sana (dalam Al Qur'an dan Hadist) ada aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban suami-istri, pengasuhan anak, pembagian harta waris, termasuk aturan perceraian. Namun pada kenyataannya lain, saat perempuan dan laki-laki bersepakat untuk menikah siri kemudian tertimpa masalah yang berujung pada perceraian, bisaanya mereka pisah sendiri-sendiri. Dalihnya, toh tidak ada hukum yang mengikat mereka, so what? Jika seperti itu yang terjadi, di mana letak acuhan ajaran Islamnya, padahal pernikahan siri mengacu pada ajaran islam.

Berpangkal dari banyaknya permasalahan yang muncul akibat pernikahan siri, jadi terlintas dalam benak saya untuk menemukan solusi agar pernikahan siri juga bisa dipertanggungjawabkan di hadapan hukum Negara. Artinya, meskipun tidak tercatat secara legal di Kantor Urusan Agama (KUA), namun mereka tetap bisa mendapatkan payung hukum ketika menghadapi permasalahan pelik, semisal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau pun perceraian. Tidak hanya perlindungan bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki, sehingga tidak menguntungkan sepihak.

Solusinya adalah dengan membuat semacam surat pernyataan bermaterai bahwa mereka memang telah melakukan pernikahan siri. Formatnya bisa dibuat sedemikian rupa, yang terpenting harus ada tanda tangan dari kedua mempelai, penghulu dan juga saksi-saksinya. Cara ini sebagai langkah antisipasi untuk melindungi hak-hak mereka, sekaligus sebagai pengangganti akte nikah. Dengan begitu, jika suatu saat terjadi masalah tidak perlu risau lagi, karena ada bukti yang bisa dijadikan sebagai ‘payung' perlindungan bagi mereka. Saya jalan ini cukup baik untuk menguatkan status hukum pernikahan siri.

Bookmark and Share

Tag/Label nikah, siri, negara, islam
Penilaian anda

Warta terkait
Kirim ke Teman
* Email Teman:
Pisahkan tiap email dengan titik koma.
Contoh: bill@microsoft.com; steve@apple.com
* Email anda:
40 komentar pada warta ini
Kamis, 28-02-2008 11:09:47 oleh: Agus Mardhika

Waaaa... mba triee... kalau menurut saya bukan perempuan yang menjadi ‘korban' pernikahan siri.. tetapi merekalah yang rela berkorban, seharusnya mereka sadar bahwa perempuanlah yang akan dirugikan, tanpa sadar mereka sudang masuk kedalam perangkap sendiri..



Kamis, 28-02-2008 17:37:14 oleh: Phil Lea

Mbak Trie.....saya rasa, dalam pernikahan "Siri", pihak perempuan tentu tahu konsekwensinya, dan saya rasa itu adalah pilihan hidupnya, dan tentu, kalau merupakan pilihan, konsekwensinya juga harus diterima.. Salam.!!!



Kamis, 28-02-2008 20:16:58 oleh: rahmah hasjim

Mbak, saya setuju dg Mas Agus bhw perempuan sendiri sudah menyediakan diri masuk jurang dg memilih menikah siri. Terkait dg akhir cerita yg selalu memojokkan kedudukan perempuan, lha waktu mereka memutuskan mau dinikahi siri apa sudah berpikir bahwa pada dasarnya semua suami akan kembali ke istrinya hanya masalah waktu saja cepat atau lambat karena pada umumnya suami ga mau gambling dg menikahi prp yg dia belum ngerti dibanding istrinya yg sudah teruji mendampingi bertahun2.
di mana letak acuhan ajaran Islamnya, padahal pernikahan siri mengacu pada ajaran islam> lha kalo ini ga cuma di soal nikah siri aja mbak, tapi di hampir seluruh sendi hidup, banyak muslim yg mengabaikan ajaran agamanya. Mbak tau lembaga negara yg paling korup di Indonesia? Departemen agama yg isinya orang2 yang mengaku paling ngerti soal Islam itu lho...




Jumat, 29-02-2008 08:28:27 oleh: Zulfahmi


Setuju dengan mas agus.

untuk kaum perempuan layaknya harus hati - hati, apalagi diindonesia yang mana hukum bisa dimainkan seenak udel. dengan hukum yg ada diindonesia anda kapan saja bisa dicerai, tanpa memandang syarat - syarat cerai yang ada di hukum islam.

Saya jadi ingat peristiwa yang menimpa Dai Kondang AA Gym..kalau dibandingkan sama dua orang diatas sepertinya dunia ini tidak adil. padahal beliau melaksanakannya dengan cara yang halal dengan tujuan ibadah.

semoga perbandingan ini mengingatkan kita semua, agar tidak terlalu cepat menghakimi seseorang, apalagi orang tsb dikenal sebagai orang baik dimata kita selama ini.*maaf untuk yang ini mungkin agak OOT ;-)




Jumat, 29-02-2008 10:39:04 oleh: Trie

@ pak agus, Mr. Phil, mbak Rahmah dan zulfahmi
terima kasih atas komentarnya. memang benar bahwa keputusan untuk menikah siri atau tidak itu adalah pilihan masing-masing orang, dan mungkin memang mereka juga sadar dengan segala konsekuensinya.

tetapi kadang perempuan juga berada dalam posisi terpojok, sehingga mau tidak mau harus memilih jalan tersebut. dengan kata lain sesungguhnya mereka (perempuan) tak menginginkan itu, tetapi karena 'keterpaksaan' akhirnya ya tidak ada jalan lain. cuma yang saya sayangkan di sini, pernikahan siri tidak dimaknai sebagai bentuk 'pernikahan yang utuh' dan kesannya ya itu tadi hanya sebagai pelindung perzinaaan. atau sekedar memenuhi kebutuhan biologis, yang mungkin lebih tepatnya disebut kawin. padahal makna pernikahan itu kan tidak sekedar kawin tetapi juga ikatan dan tanggung-jawab dalam rumah tangganya. kasarnya mungkin jangan hanya mau enaknya tapi juga mau anaknya.

sekarang kalau pernikahan siri hanya dianggap sebatas untuk memenuhi kebutuhan biologis, apa bedanya antara menikah dan tidak? apa yang dituju dari pernikahan siri itu?





Minggu, 02-03-2008 21:01:02 oleh: Baby Arief

Hallo,

walaupun berat, saya sebenarnya korban pernikahan siri ini. saya menikah siri 3 tahun lalu dan membuahkan satu anak. Tapi karena satu dan lain hal, kami memutuskan untuk berpisah kira2 2 tahun lalu saat anak kami baru saja lahir, 'suami' pun sudah setuju bahwa jalan terbaik adalah perpisaha. perlu diketahui bahwa pada saat kami nikah siri, penghulu yang menikahkan kami memberikan kami buku nikah sebagamana layaknya pernikahan resmi, cuma dia menambahkan bahwa pernikahan kami tidak tercatat di KUA saja. Hal ini memungkinkan kami untuk membuat akte kelahiran, KK dsb.

Tapi sampai saat ini, saya selalu bertanya2 bagaimana seandainya saya ingin menikah lagi, secara resmi. bagaimana ststus anak saya, yang pada akte kelahiran tercantum nama ayahnya? terus terang saya sudah banyak cari info kemana2 dan tidak ada satu orang pun yang bisa memberikan saya jawaban dengan pasti, bagaimana sebenarnya legalitas dari prosedur percaraian bagi orang yang nikah siri.

Satu2nya concern saya adalah hak perwalian anak dan juga status anak saya. Saya tidak ingin menuntut 'child support' atau uang nafkah bagi anak saya, sama sekali tidak. Namun saya juga tidak ingin anak saya di-cap sbg "anak haram". Hingga saat ini kartu keluarga saya tetap mencantumkan saya sebagai "menikah" karena adanya anak saya tersebut, walaupun isinya hanya kami berdua.

Mungikin ini memang sudah resiko menikah siri, tapi alangkah bagusnya bila ada yang bisa menjelaskan, apa yang sebaiknya perempuan lakukan jika ia ingin bercerai dr suami 'siri'nya. agar dia bisa menikah lagi dengan pikiran tenang dan tanpa beban. Agar kesalahan di m,asa lalu tidak akan menimbuilkan gejolak di pernikahannya yang akan datang.



Saya tunggu masukan dr anda semua ya....





Senin, 03-03-2008 12:35:34 oleh: Trie

halo juga...

mengenai permasalahan mbak baby,saya sudah coba replay lewat email.

saya juga berharap semoga wikimuer juga bisa memberikan masukan bagi mbak baby.




Selasa, 04-03-2008 09:37:55 oleh: Rafaelle

@mbak Baby
seorang kerabat jauh saya pernah mengalami hal yang kurang lebih sama dengan yang anda alami, yang juga membuahkan seorang anak.
akan tetapi dalam akte kelahiran anak mereka tidak mencantumkan nama sang ayah. status anak hanya sebagai anak ibu saja, sebagaimana umumnya anak yang lahir dari pernikahan siri. sebagai imbangan, sang ayah membuat pernyataan tertulis yang menerangkan bahwa si anak memang merupakan darah dagingnya.
dalam perjalanan kehidupan, kerabat saya ini memutuskan untuk berpisah dari suaminya. berdasarkan keputusan bersama, mereka kembali mengundang penghulu yang dahulu menikahkan, berikut para saksi. bersama - sama mereka membuat sehelai surat pernyataan bahwa keduanya memutuskan hubungan sebagai suami - isteri. surat tersebut ditandatangani mereka berikut penghulu dan para saksi. tak lupa disebutkan mengenai hak perwalian si anak yang jatuh ke tangan ibunya serta kewajiban suami memberikan tunjangan bagi anak mereka.
saat ini masing - masing telah menikah lagi secara sah. hubungan kedua pihak berjalan baik sebatas mengurus anak mereka.
saya tidak tahu apakah hal ini benar menurut undang - undang yang berlaku di negara kita. namun saya memandang hal ini sebagai penyelesaian sederhana. cara yang dipakai untuk memulai, dipakai untuk menyelesaikan, itu saja.
demikian share pengalaman (kerabat) saya, semoga berkenan, dan mohon maaf jika ada kesalahan kata.




Selasa, 04-03-2008 09:43:46 oleh: Trie

@mbak rafaelle makasih komentarnya dan semoga ini bisa menjadi masukan yang positif buat menyelesaikan kasusnya mbak baby.

ada lagi yang mo share?




Rabu, 19-03-2008 08:48:43 oleh: Dany Agung

menurut saya apa yang dikatakan diatas sangatlah bermanfaat bagi kita,dapat saya contohkan dan mohon pertanyaan kami dijawab:
1.Teman saya 1 Ruangan mendapat telpon nyasar ke Hp.nya posisi teman saya saat inisudah berkeluarga dan dikaruniai 2Putra beliau berusia 35Th,akhlak & hati beliau terhadap agama memang kuat bahkan beliau sendiri tidak punya Hobby seneng dengan perempuan terkecuali dengan istri beliau,
nah tiba saatnya ternyata telp yang nyasar tadi anak kecil yang masih duduk diKelas III SMA DiManado,anak sma ini memang agamanya sangat kuat dan akhlak keimannya tidak diragukan alias sama dengan teman saya Agamanya sangat Bagus.
hanya dalam beberapa hari kenal via telepon anak tersebut minta untuk dinikah siri hanya karna mendapat cerita dari teman bahwa beribadah layaknya suami istri dia mau lakukan dan sudah menyatakan cinta kepada teman saya walaupun teman saya sudah berkeluarga,dengan syarat dia Minta diNIKAH SIRI teman saya sangat bingung untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anak itu,dia hanya ingin dalam Beribadah suami istri tersebut tidak dinyatakan bersina setelah anak tersebut mendapatkan apa yang diinginkan berhubungan suami istri dia akan pergi untuk melnjutkan Kuliah atau kerja diLuar Negeri dalam penyampaiannya kepada Teman saya Yang penting dia bisa merasakan Berhubungan suami istri dengan Teman Saya.Untuk Saat ini teman saya belum memberikan jawaban dan merasa Bingung.
2.apakah yang harus dilakukan dengan teman saya jika dia menolak dan dia lebih mengutamakan keluarganya sendiri,
Mohon dapat diberikan penjelasan semoga kepada ke 2Belah Pihak mengingat anak tersebut masih kecil dan belum waktunya untuk berpikiran beribadah secara suamu istri.
Terima kasih




Kamis, 20-03-2008 19:46:37 oleh: Trie

@Bapak dany agung
terima kasih atas sharenya. saya akan memcoba memberikan masukan mengenai kasus teman bapak, saya rasa sebaiknya beliau bisa memberikan pemahaman yang baik kepada si anak tersebut mengenai apa sesungguhnya makna pernikahan itu. Bahwasanya pernikahan itu tidak sekedar dimaknai sebagai pelegalan perkawinan antara pria dan wanita yang bukan muhrim. namun, pernikahan adalah sebuat ikatan dan tanggungjawab, secara lahir maupun batin. Sebab kalau membaca dari kasus di atas seolah dia hanya memaknai pernikahan hanya sebagai pelegalan hubungan seksual, itu kan tidak benar.

sebagai seorang yang beragama, tentunya si anak juga tahu bagaimana hukumnya untuk bisa melangsungkan pernikahan. jika jelas-jelas si mempelai pria masih berstatus suami orang, dan tidak ada persetujuan dari istrinya untuk berpoligami ya haram juga, meskipun dilakukan secara siri.

menurut saya solusinya kembali kepada teman bapak. jika memang beliau tidak bermaksud untuk berpoligami, maka jalan terbaik adalah memberikan pemahaman yang sebaik-baiknya kepada anak tersebut. namun kalau beliau memang punya keinginan untuk menikah lagi, ya harus dikomunikasikan dengan baik dengan istrinya, untuk mendapatkan izin dan yakin bahwa dirinya mampu berbuat adil kepada keduanya, terutama dalam hal materi.

saya kira sebagai sesama orang yang mengerti ajaran agama, apapun keputusan yang beliau pilih akan bisa diterima dengan lapang dada.




Kamis, 16-10-2008 01:43:53 oleh: Jeronimo

Hai mba Trie.....
saya adalah seorang mahasiswa berkeyakinan kristen yang sedang membuat skripsi tentang nikah siri, dan apabila komentar saya ada salah saya mohon koreksi-nya karena itu sangat membantu saya dalam pembuatan skripsi saya , menurut saya nikah siri sangat - sangat merugikan kaum perempuan wanita dari banyak segi yaitu sosial, psikologis wanita, terutama dari segi hukum walaupun kita tau nikah siri itu di lakukan atas kemauan si laki-laki dan perempuan tapi kita juga harus ingat bahwa seorang laki-laki lebih dominan dalam mengambil keputusan dalam masalah berkeluarga menginggat dia akan menjadi kepalah keluarga nanti, dan kita juga ketahui bahwa tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan suatu keluarga yang bahagia dan abadi jadi apa salahnya klo kita nikah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia kenapa harus nikah siri????? apa alasannya sampe nikah siri???? kenapa tidak sesuia hukum berlaku aja? saya yakin pasti di sini kita tidak boleh menyalahkan perempuan karena perempuan lebih mengandalkan laki-laki apa pun keputusannya pasti akan di turuti si wanita hanya atas dasar dia kepala rumah tangga dan perempuan sangat lemah apabilah menhadapi masalah kaya begini....karena mengandalkan perasaan (menurut saya) dan nikah siri adalah nikah yang di lakukan diam-diam atau kasarnya sembunyi2 kita ketahui bahwa menyembunyikan pernikahan sangatlah sulit....bukan suatu hal yang muda dan nikah siri yang di lakukan sekarang tidak sesuai dengan nikah siri yang semstinya kita bisa lihat di Televisi khusus berita2 gosip selebriti.... dan untuk lebih baik seorang yang hendak melakukan nikah siri tolong di pahami nikah siri itu apa???? dan jangan lupa baca UU no 1 1974 tentang perkawinan yang sah menurut hukum Indonesia.
Apabila komentar saya ada yang kurang berkenan mohon maaf yang sebesar2nya Mohon komentar baliknya.salam Jeronimo




Jumat, 17-10-2008 11:11:39 oleh: Trie

hai jero...
makasih atas komentarnya ya.

ada banyak motif mengapa orang lebih memilih nikah siri daripada menikah secara resmi. tidak perlu saya contohkan lagi di sini karena kita sudah banyak menemui kasus2 pernikahan siri, baik para selebriti, public fugure, maupun masyarakat umum.

Sejauh yang saya pelajari dari hukum Islam (ayat Al Qur'an & hadis sohih), saya belum menemukan dalil yang menjadi landasan pernikahan siri. Hanya saja memang pada zaman kenabian, pernikahan dianggap sah bila ada akad nikah di depan penghulu dan saksi2. Mungkin itu yang mereka jadikan dasar nikah siri.

Sedangkan untuk aturan bagaimana menjalani hidup berumah tangga, mengasuh anak, hak waris, sampai masalah perceraian jelas ada aturannya di sana. sayangnya, dalam pernikahan siri yang selama ini ada, justru aturan2 tersebut tidak dijelaskan. padahal jika nikah siri dianggap mengacu pada hukum Islam, semestinya keseluruhan aturan yang ada di sana juga diikutsertakan. dengan kata lain, harus benar-benar sesuai dengan ajaran yang berlaku. itu yang menjadi permasalahan, mengapa kemudian pernikahan siri cenderung merugikan salah satu pihak.

kemudian mengenai masalah uu no.1 tahun 1974, menurut saya seharusnya undang-undang tersebut disosialisasikan secara total kepada masyarakat. Jangan sampai orang tahu tentang keberadaan uu tersebut ketika hendak berhubungan dangan KUA atau Kantor catatan sipil saya. Itu juga menjadi PR bagi pemerintah untuk bisa memaksimalkan fungsi UU itu sendiri.

mungkin itu yang bisa saya komentari jero... Kalau masih ada yang perlu di-share-kan lagi. Silahkan ditambahkan atau dikirim ke email saya trie_3680@yahoo.conm. Dengan senang hati, saya akan membantu kamu, selagi saya bisa.

terima kasih
salam
trie




Sabtu, 18-10-2008 01:31:14 oleh: Jeronimo

hallo....
mba trie....
kira-kira refrensi ajaran islam apa yng cocok saya pake dalam menyusun skripsi sehingga saya dapat menjelaskan arti nikah siri sesuai dengan ajaran islam? masalahnya hampir semua sumber yang saya dapat banyak yang memojokan nikah siri alias tidak sah menurut hukum ( meman tdk sah secara hkm sipil ) sehingga nikah seolah-olah sangat buruk tapi setahu saya dr media nikah siri itu dulu lakukan oleh nabi untuk tujuan yang baik ....apakah saya harus membaca ayat Al Qur'an & hadis sohih yang seperti mba Trie maksud ? kira-kira di ayat apa? dan bagian mana soalnya saya kurang mengerti n klo mba trie tau beberapa refrensi literatur tentang nikah siri tolong beritahu saya! karena itu akan menyempurnakan isi skripsi saya. Thanks




Minggu, 19-10-2008 09:25:51 oleh: trie

hey jero...

insya Allah saya coba carikan dulu ya. Kamu tulis saja alamat emailmu di sini. Besok biar saya kirim lewat email. thnz




Minggu, 19-10-2008 13:56:42 oleh: jeronimo

ini alamat email-ku : Jepro40@yahoo.com



Jumat, 24-10-2008 16:37:27 oleh: Trie

hey jero...
maaf emailnya baru bisa saya kirim hari ini. silahkan dicek ya...




Minggu, 02-11-2008 23:51:00 oleh: RaMuYaZa

asswrwb..

mgkn saya msh lugu dlm agama..

sy jg msh terus belajar dan belajar..

Kata “sirri” berasal dari bahasa arab “sirra” atau “israr’ yang berarti rahasia..

Atau Berarti “Tersembunyi/Tidak Jelas/Tidak Terang2an..

istilah ini berasal dari ucapan Umar bin Khattab r.a ketika diberitahu bahwa telah terjadi pernikahan yang tidak dihadiri oleh saksi kecuali oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan, maka dia berkata yang artinya “Ini nikah sirri dan aku tidak memperbolehkannya, dan sekiranya aku datang pasti aku rajam”.(kitab Al-Muwatha’)

Pengertian nikah sirri dalam persepsi Umar tersebut didasarkan oleh adanya kasus pernikahan yang hanya dengan menghadirkan seorang saksi laki-laki dan seorang perempuan. Ini berarti syarat jumlah saksi belum terpenuhi, kalau jumlah saksi belum lengkap meskipun sudah ada yang datang, maka pernikahan semacam ini menurut Umar dipandang sebagai nikah sirri. Ulama-ulama besar sesudahnya pun seperti Abu Hanifah, Malik, dan Syafi’i berpendapat bahwa nikah sirri itu tidak boleh dan jika itu terjadi harus difasakh (batal).

jd coba tolong tunjukin dalil nya tentang syah-nya nikah sirri / nikah yg secara rahasia ini kl EMANG ADA didlm Al-Qur'an n hadist yg sahih...

thanks before..

wasswrwb




Sabtu, 22-11-2008 09:14:02 oleh: rina s

saya pengen tau lbh jelas tentang hak & kewajiban suami istri dalam pernikahan siri.
bila suami tidak memberi nafkah lahir batin dalam waktu 1 bln apa dianggap sudah bercerai??
trimakasi infonya saya tunggu




Rabu, 10-12-2008 20:33:37 oleh: Jay

Orang lain dah nyampai Mars masih aja berdebat masalah seperti itu Mas, kapan Islam mau maju.Ya yang mau nikah ya biar aja, mau siri atau tidak, syarat syahnya pernikahan terpenuhi ya dah sah. Kalau di hadapan tuhan syah, masa di hadapan manusia tidak, itu namanya lucu tapi sombong. Biar Urusan ibadah kok dilarang, ini kan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.Nikah itu ubadah sayang,...



Jumat, 12-12-2008 17:26:53 oleh: trie

@Jay
Thz commentnya. tapi kayaknya perlu diklarifikasi juga bahwa pernikahan itu memang bagian dari ibadah SELAGI berdasarkan ketentuan yang berlaku. Jika tidak, maka bisa2 jadi fitnah atau bahkan Kharam secara hukum agama. Permasalahannya, sudahkan para pelaku nikah siri memahami betul hak dan kewajibannya, serta prosedur pernikahan berdasarkan ajaran yang sesungguhnya?




Selasa, 16-12-2008 10:12:20 oleh: Siti Samsiyah

Sdh satu setengah tahun ini saya menjalani hidup menjadi istri yg dinikah siri oleh teman sekantor. Sebelumnya saya adalah janda dg 3 org anak. Istri pertama dan keluarga dari suami saya sampai sekarang tidak ada yang tahu mengenai pernikahan ini, sedang semua keluarga saya tahu karena tempat tinggal istri pertama jauh dari tempat tinggal saya. Begitu pula dengan teman sekantor, hanya 25% yg tahu itupun secara diam-diam. Selama ini suami tinggal di tempat kost dan jika pulang ke rumah saya malam hari sepulang dari kantor hingga pagi hari mau berangkat kantor. Tiap hari libur dan rutinnya seminggu sekali pasti pulang ke istri pertama yang juga mempunyai 3 org anak. Selama ini saya selalu berusaha sabar dan menerima dengan takdir saya ini tapi saya sering merasa nelongso dengan pernikahan yang disembunyikan ini apalagi suami tidak memberitahukan masalah pernikahan ini sekalipun pada orang tuanya.
Mbak Trie, saya sangat menyayangi suami saya karena dia benar-benar penyabar dan memahami saya meski umur saya lebih tua dari dia.
Mbak, apa yang sebaiknya saya lakukan karena saya ingin suami mau memberitahukan masalah pernikahan ini pd keluarganya atau ortunya.
Apakah saya perlu membuat surat pernyataan tentang pernikahan ini ?
Terima kasih, mohon saran dan mohon tidak ditampilkan ya ?




Rabu, 17-12-2008 15:34:10 oleh: trie

mbak siti
makasih atas responnya
mungkin saya bisa membantu permasalahan mbak siti, tapi klo gak ditampilkan di sini, saya harus kirimkan ke mana?
karena mbak tidak menginggalkan alamat email
jadi tolong disertakan ya
makasih

trie




Selasa, 06-01-2009 10:18:51 oleh: lintang

mbak siti,
tlg beri alamat email anda agar saya bisa menanyakan sesuatu kepada anda, kebetulan saya menghadapi persoalan yang hampir mirip dengan anda.
semoga anda diberi ketabahan.




Selasa, 24-02-2009 18:54:22 oleh: Sandra Amelia

Ass..

mbak2 & Mas2..

sya jg slah satu pelaku pernikahan siri..dan saat ini sya sdg hamil 5 bulan..pda saat kami menikah siri penghulu memberikan buku akte nikah tp dg catatan tidak tercantum di catatan sipil.
dan sya jg masih bingung bagaimana nti status anak sya,bagaimana cara sya mengurus akte kelahiran,KK dsb..hnya dg modal surat akte nikah tsbt? seandainya suami sya cerai dg sya.. bagaimana nasib anak sya supaya tidak terlalu terlantar..
sya bingung sekali mbak..
mohon siapa saja yang bs memberi sya masukan dan saran..
kirim sja k alamat e-mail sya..
sya tunggu sx..

Terimakasih.

cantiqueblack_inme@yahoo.co.id




Senin, 23-03-2009 19:33:03 oleh: nurul abadi

Ass, saya hanya ingin berbagi pengalaman. mungkin saya sedikit berbeda dari korban" pernikahan siri yang lain. saya ikhlas menjalani hidup sprt ini, ini semua saya lakukan demi kebahagian saya yang tertunda dan menurut saya inilah pengorbanan cinta yang terbesar dalam hidup saya. saya memilih pernikahan siri ini karena banyak faktor, yang pertama orang yang telah menikah siri dengan saya adalah orang yang sangat saya cintai dan dia adalah figur seoranga ayah bagi saya krn perbedaan usia yg cukup jauh. Awal crita dia dijodohkan dengan paksa oleh keluarga dan aturan" adat yg mengikatnya dan keluarganya, dan alasan yg paling utama adalah demi kesehatan ibunya yg sangat menginginkan dia menikah dengan pilihan keluarganya. Pada saat dia dinikahkan secara paksa, dan dia tidak tega mengatakan hal itu kepada saya, karena dia tidak ingin kehilangan saya. Hingga suatu saat dia jujur dgn saya jika dia telah menikah dgn pilihan ibu dan keluarganya, dia juga mengatakan segala alasan utama yaitu kesehatan ibunya krn ibunya mengidap penykt jantung. Hati saya hancur wkt itu, dan saya bertekad untuk pergi dari kehidupan dia, tp dia slalu saja mencari saya,dan terus berusaha mencari tau keberadaan saya. Sampai suatu saat dia sakit, tp orang" disekitarnya tidak mengetahui pa penyebabnya. Akhir saya mendengar hal tersebut saya tidak tega melht tu smua,kemudian saya kembali lg berhubungan dengan dia. Hingga akhirnya atas saran dari guru spritual dia, saya dan dia dianjurkan untuk menikah secara siri, dan pada saat ini dia sedang mengurus perceraian dengan istri yang memang tidak dia cintai, perlu diketahui pernikahan yang dipaksakan ini benar" terjadi dengan memanfaatkan kelemahan dia, smua..ya smuanya...terjadi dengan penuh kelicikan dan pemaksaan. Kadang saya sedih melihat perjuangan cinta kami berdua, hati kecil saya kadang merasa bahagia dengan menyandang status menikah walaupun hanya menikah siri tp itu terjadi dgn cinta sejati saya. kadang jg hati saya menangis



Kamis, 16-04-2009 18:04:58 oleh: Jason

mbak trie,,gimana caranya bikin surat keteranganNya itu?? Tolong donk bisa kasi contohNya,kirimin ke email ane gitu,bisa kan?! Ane tunggu...mbak trie..
dahwan23@gmail.com




Rabu, 06-05-2009 09:41:10 oleh: kiki

Saya bertemu dengan seorang pria dan jatuh cinta, saya tahu pria ini adalah seorang yg punya kehidupan berbeda dari yg lain..dia harus pergi kesuatu tempat untuk suatu tujuan yg selama ini dia perjuangkan untuk sukunya. dia bukan pengusaha kaya, bukan artis, bukan pejabat, saa mengenalna sudah sekitar 4 bulan, dan dia mengajak saa nikah siri semalam. Saya sempat marah karena menganggap dia tidak menghormati saya, tapi akhirnya dia menjelaskan kenapa kami harus menikah siri sekarang adalah karena dia tidak mau kehilangan saya tapi dia takut posisi saya dalam bahaya. Saya akhirnya menetujuinya, kami berencana menikah besok malam, dan 3 hari kemudia dia akan pergi dan baru akan kembali bulan Januari, dan setelah dia pulang, baru kami akan membuat resepsi pernikahan. Jadi saya menikah siri bukan karena harta atau jabatan. Resiko yg saya ambil sangat besar, karena saya tidak mengenal keluarganya, dan keluarga sayapun tidak tahu masalah ini, ini dilakukan untuk mengikat kami berdua karena masing2 dari kami saling curiga bila berjauhan. Aku juga gak ngerti apa ini keputusan yg peling tepat, tapi setidaknya resikonya sudah aku pikirkan baik2. Saya ingin pendapat dari mbak..please email ke torqys@yahoo.co.id



Rabu, 06-05-2009 12:16:08 oleh: laila ila mustafa

Menikah siri yang berdasar ajaran Islam, tentunya bukan pernikahan siri ala infotainment. Harus dibedakan. Bukankah pernikahan siri selebritis lebih banyak mudharatnya?? tujuannya seperti yang dikatakan untuk melegalkan perzinahan..(jelas sekali bukan ajaran agama manapun). Dalam hal nikah siri diam2 tanpa sepengetahuan Istri Sah, pelaku wanita nikah siri bukanlah korban. Korbannya adalah ISTRI SAH.



Kamis, 07-05-2009 14:42:27 oleh: Wahyu

Assalamualaikum,

Saya heran dengan begitu banyaknya salah tafsir dalam pernikahan dalam agama Islam yg kita cintai. Nikah siri maupun poligami tentu dilarang. Apa yang dimata manusia OK belum tentu dimata Tuhan berkenan. Bagaimana kita bisa berlaku adil tanpa kasih yang tulus dan tidak egois? Kasih itu sabar, murah hati dan tidak mementingkan diri. Menikah lagi dengan alasan untuk ibadah tidak bisa dibenarkan karena hanya menimbulkan sengketa dan penderitaan serta kesenangan pihak-pihak tertentu saja. Kita perlu belajar dari saudara kita kaum Nasrani yang dengan begitu teguhnya menghindari perceraian dan menolak tegas poligami karena bagi mereka pernikahan merupakan penyatuan dua insan oleh Tuhan sendiri.




Sabtu, 11-07-2009 20:04:36 oleh: titin

assalamualikum...

senang bisa bergabung disini, saya jadi banyak masukan dan belajar dari pengalaman teman teman...
mungkin intinya adalah ksepakatan dari dua orang yg akan menjalani nikah siri itu sendiri yah...

Karena setiap orang punya jalan hidup masin masing...tidak setiap orang mendapatkan kehidupan yang ideal ... mungkin kita bisa memandang lebih bijak lagi...

salam




Sabtu, 11-07-2009 22:39:32 oleh: vienna

Mbak... maaf. Memang menyimpang dari konteks nikah siri. Tapi bagaimana ya bila hendak menikah dengan ekspatriat yang agamanya beda sama kita??? Mohon infonya ya.
Thanks alot.




Minggu, 12-07-2009 13:51:27 oleh: trie

@titin
selamat bergabung bersama komunitas wikimu ya...
@Vienna
Wah saya ne sebenernya bukan konsultan je. tapi klo soal info pernikahan lintas negara ada baiknnya cari info langsung ke Kantor Pengadilan Agama atau kantor catatan sipil.InsyaAllah mereka siap membantu untuk memberikan informasi tentang hal tersebut :)




Minggu, 15-11-2009 16:54:59 oleh: city

seharusnya wanita yg harus mnyadarinya bilamnemukn pria yg udah bersuami,bila ngin gk mndaptkn resiko di kmudian hari.seharusnya sesah apapun nikh siri,lbih syah bila minta ijin atau istikaroh/comunikasi ama istry yg pertama.klo main slonong aja hanya untuk kepuasan aja.sepertinya gk syh dan bahkn dosa besar,karna merasa mncampkkn ..dan mnyakiti hati wanita,yaitu kpd istri pertama.semua hukum agam ada undang2nya .ada tutr cara yg terbaik dan di rindoi oleh allh subkhanahu wataala.itu bila tidak melanggr..bila mlanggr jangn berkata nikah siri syh..mngenai ahli waris yg syah adalh istri pertama yg wajib mnerima haknya dari suaminya.itu slama wanita masih tertulis siri yg gk jelas.seharusnya pertimbangkn dulu sblum bertindak



Selasa, 31-01-2012 15:07:18 oleh: Agus Widodo

saya jg nikah siri dan sdh punya 2 anak, istri pertama saya gak mau kasih tanda tangan tapi juga gak mau di cerai(mau di madu asal gak tanda tangan) dan saya sangat ingin menjadi suami yg spt pd umumnya (nama saya bisa tercantum di akte ke 2 anak saya tsb) saya minta sarannya/solusi agar saya bs penuhi keinginan menjadi suami/bapak yg baik utk ke 2 anak saya tsb, sblum&sesudahnya saya haturkan bnyk trimaksih. nb: saya bersedia cerita asal muasalnya berani pilih poligami yg kata orang2 yg saya tanyai pendapatnya sangat unik (jangan sp ada yg ikut spt yg saya alami)



Jumat, 13-04-2012 15:58:52 oleh: hani

mbk tri

sy adalah wanita kesekian yang dirugikan karena nikah siri, hampir 2 th kita nikah dan hubungan kami semakin jauh.
awalnya sy sangat mencintai suami sy bahkan sampai sekarang, sy tidak peduli dia memberi nafkah(uang) kepada sy ato tidak karena sy bekerja.tp lama kelamaan istri dia tau klo kita menikah siri,tp qt tetap berhubungan kembali, lama kelamaan suami sy tidak bersikap adil (tidak pernah memberi waktu dan nafkah yang adil).mbak saya minta tolong beri saya saran yang baik, karena saya sangat mencintai suami sy tp saya mau dia bersikap adil kepada sy. apa yang harus q perbuat....tolong email kan jawabanya.




Jumat, 13-04-2012 16:01:39 oleh: hani

alamat email sy: rosi.feni@yahoo.co.id



Sabtu, 14-04-2012 15:38:42 oleh: Trie

@pak Agus Widodo
terima kasih sharringnya,mendengar dari cerita bapak, saya kira pada dasarnya istri memberikan "persetujuan" atau paling tidak mengetahui tentang pernikahan siri bapak dengan istri kedua, meskipun secara tersurat beliau tidak bersedia memberikan tanda-tangan untuk mengatakan "setuju" atas pernikahan tersebut.

Menurut saya, selagi bapak dapat memberikan "porsi" yang adil bagi kedua istri bapak, dan tetap bertanggung jawab penuh atas putra-putri bapak meski legalitas hukum dalam pernikahan siri berbeda dengan pernikahan resmi, saya kira hal tersebut dapat dijalani secara beriiringan. Hanya saja bapak Agus memang harus tetap mengkomunikasikan segala permasalahan tersebut kepada kedua istri bapak sehingga mereka dapat mengerti posisi masing-masing.

memang berat bagi seorang Perempuan untuk membagi cinta suami dengan perempuan lain. namun jika bapak bisa memberikan pengertian secara baik dan niatnya benar-benar untuk kebaikan bersama, dan tidak sekedar untuk memenuhi "syahwat" maka Insya Allah pada akhirnya nanti istri-istri bapak akan bisa menerimanya dengan lapang dada. ^.^

@mbak hani
thanks sharringnya Insya Allah nanti saya coba carikan jalan keluarnya melalui email :)




Kamis, 03-05-2012 15:43:27 oleh: Wika Tiana

menurut saya, nikah siri tidak salah, dan dari dulu menurut agama islam memang sah. Hanya saja orang jaman sekarang yang serakah dengan menyalahgunakan pernikahan siri tersebut. Menurut saya seperti halnya poligami, yang utama adalah si suami harus benar2 tahu aqidah agama sblm berpoligami. Nah, seperti halnya nikah siri. jika memang pada dasarnya, si suami tahu aqidah agama, pasti pernikahan siri tidak berujung pada kasus2 seperti yang dibicarakan saat ini. Jadi dikembalikan saja sama pribadi masing2 dan disini terbukti bahwa mendalami ilmu agama sangat penting...



Senin, 08-10-2012 06:43:09 oleh: sira

""Setahu saya dalam ajaran Islam, Allah dan Nabi Muhammad SAW sangat menghormati kedudukan perempuan sebagai istri dan anak-anak mereka. Di sana (dalam Al Qur'an dan Hadist) ada aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban suami-istri, pengasuhan anak, pembagian harta waris, termasuk aturan perceraian"" lha zaman Rosululloh kan gak ada surat nikah ..aman2 aja.. yg nulis artikel ini blm faham apa2 ttg pernikahan dlm islam



Tambahkan komentar anda
* Nama lengkap:
* Email:
tidak ditampilkan untuk umum
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  • - Berilah komentar yang relevan dengan topik warta ini. Bacalah semua dari warta maupun komentar-komentar lain, sebelum memberi komentar.
  • - Tidak membuat komentar yang bernuansa SARA, pornografi, menyerang pribadi, menyebarkan kebencian dan kekerasan maupun pendapat yang melanggar hukum.
  • - Tidak beriklan di kolom komentar ini.
  • - Gunakan bahasa yang santun dan beri respek pada semua pendapat meskipun berbeda pendapat.
  • - Gunakan nama asli dan bila Anda sudah menjadi anggota Wikimu, upayakan login member terlebih dahulu. Bila belum menjadi anggota, email yang Anda cantumkan di kolom email, tidak akan dimunculkan.
* Komentar:  
captcha Silakan tulis kode disamping ini untuk melanjutkan.

PALING BERGUNA (bulan ini)

TERBANYAK DILIHAT (minggu ini)

TERBARU

50 TAG / LABEL TERPOPULER

 

Link Wikimu


Mau pasang link Wikimu di blog/situs Anda? copy link ini

TESTIMONI PRODUK

Minuman Sereal Baru ENERFILL

Jumat, 05-06-2009 18:04:42 oleh: Rina Linda

Bosan dengan yg biasa??? Minuman sereal ENERFILL, di setiap porsinya mengandung kombinasi 8 Vitamin, Protein, Kalsium & mineral lainnya yg dibutuhkan tubuh. Kombinasi rasa yg nikmat dengan sensasi baru BUTIRAN OATS PADAT di dalamnya bikin ENERFILL sebagai minuman penambah energi dengan kenikmatan rasa yang mudah tersaji. Cukup disajikan dgn 150 ml air panas ke dlam gelas, rasakan sensasi rasa baru coklat atau vanilla. ENERFILL, minuman penunda lapar yang lengkap, enak, lebih mengenyangkan & sehat untuk penambah energimu



Testimoniku:
Fajar Setyo Hartono: Minum Sereal Baru ENERFILL bila disajikan dalam minuman panas dalam gelas kita dapat merasakan sensasi rasa baru coklat atau vanila dan bisa menambah energi setelah minum .

Testimoni selengkapnya... (4 komentar)



Testimoniku Terbaru:
Sergio   pada  Pocari Sweat
David   pada  Momogi Snack
Latif Nur Hidayah   pada  Yakult...Bisa untuk Obat Diare??

SUARA KITA

Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya

Sabtu, 21-02-2009 12:22:33 oleh: Eko Nurhuda
Saya pengguna Simpati sejak pertama kali bisa beli hape di tahun 2002. Sampai sekarang saya masih setia dengan Simpati karena alasan coverage area. Namun belakangan ini kesetiaan saya terganggu karena Simpati suka seenaknya mengirim SMS berisi iklan layanan yang tidak saya butuhkan (dan sering!). Sungguh menyebalkan..!

Suaraku:
melfa: Saya memakai simpati dari thn 1993 waktu itu blm ada kartu hallo suafu saat saya miggrasi ke hallo sampai 2010 tiba2 diputus sama mereka tanpa alasa,saya mohon aktifkan nmr saya itu kembalia



Suara kita selengkapnya... (18 komentar)



Suara Kita Terbaru:
melfa   pada  Simpati Kirim SMS Iklan Seenaknya
gdwmnv   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman
pjkhfge   pada  Hutan Pantai Jakarta Dibangun Pemukiman

DARI ADMIN

Rekan-rekan,

Wikimu juga mempunyai PUBLIC PROFILE di Facebook jika anda ingin menjadi Fans silahkan kunjungi kami. Jangan ketinggalan kami mempunyai lomba komentar di Public Profile setiap hari Senin dan Kamis. Nantikan terus artikel yang menjadi topik dalam lomba komentar.

Untuk pertanyaan dan masukkan, silahkan email ke

info@wikimu.com

salam,

21 April 2009

Admin.

Masukan, pertanyaan, kritikan terhadap kami silakan kirim email ke info@wikimu.com atau telp : 021-56165522 Senin-Jumat (08.00 - 17.00 WIB)
COPYRIGHT ©2006 WIKIMU.COM - Jurnalisme Publik (Citizen Journalism). All Rights Reserved | PRIVACY POLICY