Pada tanggal 31 Januari – 2 Februari 2008 seluruh siswa-siswi SMA Pax Patriae mengadakan kegiatan Live In di Sawahan Kidul – Sleman Jogjakarta. Tujuan diadakannya kegiatan ini, adalah agar para siswa dapat merasakan hidup di lingkungan yang sederhana. Di sana juga para siswa diharuskan mengikuti kegiatan atau aktifitas orangtua angkat mereka selama menetap di Jogja.
Pada awalnya banyak yang mengira bhawa tinggal di desa itu sangat suntuk dan membosankan. Namun ternyata bukan seperti itu yang dirasakan siswa-siswi. Cukup menyenangkan untuk tinggal di desa. Beberapa di antara mereka ada yang bekerja di sawah, peternak hewan, ataupun hanya memasak di rumahnya.
Siswapun turut mematuhi peraturan-peraturan yang ada disana, mengingat mereka hanyalah pengunjung di desa tersebut. Sehingga kita tidak boleh bersikap semena-mena. Mereka harus benar-benar menjaga sikap mereka. Kegiatan live in tersebut sangat mengesankan bagi para siswa. Karena mereka dapat merasakan kehidupan dari yang biasanya. Mereka yang tidak pernah bekerja kini harus bekerja pekerjaan orang tua mereka. Walaupun beberapa siswa sempat bersikap yang tak sewajarnya atau membuat orangtua angkat mereka khawatir, namun tetap saja mereka warga di sana tetap ramah kepada kita semua yang ada disana.
Sikap yang perlu kita teladani dari warga di sana adalah keperdulian mereka terhadap lingkungannya dan sesama. Dan mereka begitu saling menghargai. Kerukunan mereka membuat keadaan di sana begitu tenteram dan damai. Hidup dengan perekonomian pas-pasan juga bukanlah suatu masalah besar bagi mereka. Mereka tetap hidup bahagia.
Pada hari terakhir, kami semua melaksanakan kegiatan kerja bakti. Semua siswa turut aktif dalam kegiatan ini. Yang dimana dimaksudkan agar kita semua untuk perduli kepada lingkungan agar tetap bersih dan sehat bagi warganya. Karena mereka juga harus tetap menunjukkan bahwa siswa-siswi juga perduli dengan keadaan di sana. Beberapa jam mereka habiskan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membereskan setiap sampah yang berceceran di sana. Kegiatan saat itu terlihat sangat kompak. Mereka begitu bersungguh-sungguh saat bekerja bakti.
Hitung-hitung mereka membantu atau balas jasa atas kesempatan yang diberikan warga di sana untuk waktu dan tempat yang telah disediakan bagi kami. Dan rasanya pengalaman ini begitu berharga bagi para murid. Karena mereka dapat merasakan hal-hal yang berbeda dari biasanya. Dan diharapkan setelah Live In tersebut, siswa dapat menjadi orang yang lebih baik, dan mendapat pelajaran yang berguna bagi kehidupan mereka.